cover
Contact Name
Muhammad Asmar
Contact Email
sendamas@uai.ac.id
Phone
+6285210479291
Journal Mail Official
sendamas@uai.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Al Azhar Indonesia, Lt. 2. Ruang 207 Kompleks Masjid Agung Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110 Telp : 021 727 92753, 724 4456 ext 2012 Fax : 021 7244767 email : lp2m@uai.ac.id
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS)
ISSN : -     EISSN : 29858747     DOI : http://dx.doi.org/10.36722/psn.v3i1.2391
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (Sendamas) mempublikasikan naskah artikel yang bertemakan*, namun tidak terbatas pada:* 1. Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan 2. Layanan Msyarakat, orang - orang, ketahanan pangan lokal 3. Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna 4. Pemberdayaan Masyarakat, Akses Sosial 5. Layanan Komunitas Mahasiswa 6. Wilayah Perbatasan, Wilayah Kurang Maju
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 149 Documents
Peningkatan Kompetensi Profesional Calon Pendidik PAUD di Saung Ilmu Desa Jampang Fitria, Nila; Fidesrinur, Fidesrinur; Septayuda, Tata; Anggraini, Nilam Putri; Pertiwi, Padhia Alina
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3406

Abstract

Abstrak Seiring dengan dirintisnya lembaga PAUD An Nahdoh, diperlukan kemampuan manajerial bagi guru PAUD untuk mengelola, memimpin, dan mengoordinasikan sumber daya dalam satuan PAUD. Dalam rangka menciptakan kemampuan manajerial tersebut, diperlukan adanya kegiatan pelatihan dan pendampingan terkait keterampilan mengelola kelas, manajemen penyelenggaraan PAUD, dan keterampilan mengajar. Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan peningkatan kompetensi profesional calon pendidik PAUD An Nahdoh dan manajemen penyelenggaraan PAUD. Program ini dirancang untuk membekali calon pendidik PAUD dengan keterampilan profesional, pedagogis, dan manajerial yang diperlukan untuk mengajar dan mengelola lembaga PAUD secara efektif. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Saung Ilmu An Nahdoh berupa pelatihan dan pendampingan yang diikuti 2 Peserta. Hasil pemberdayaan masyarakat ini menunjukkan bahwa melalui program peningkatan kompetensi profesional ini, dua orang calon pendidik PAUD tidak hanya mendapatkan kemampuan mengajar yang lebih baik, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru di bidang pendidikan anak usia dini, seperti membuka kelas bimbingan belajar atau daycare. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan pendidik PAUD akan pentingnya PAUD sebesar 100%. serta meningkatkan Peningkatan pengetahuan tentang manajemen penyelenggaraan PAUD sebesar 100%.Kata kunci: Calon pendidik PAUD, Desa Jampang, Kompetensi Profesional.
Front Cover Prosiding SENDAMAS Sendamas, Sendamas
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.4080

Abstract

Pemanfaatan Learning Management System (LMS) sebagai Media Informasi dan Pengajaran Berbasis Computational Thinking Di Yayasan Jami’yyatul Mubtadi Cibayawak Banten Puteri, Zahra Ramadhani Permata; Rahmah, Azzahra Auliya; Safitri, Riri; Jamal, Ade
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3504

Abstract

Abstrak Yayasan Jam’iyyatul Mubtadi Cibayawak (JMC), yang berlokasi di Lebak, Banten, memiliki peran penting dalam menyediakan pendidikan bagi masyarakat sekitar melalui unit-unit pendidikan seperti Aliyah, SMP, Diniyah, dan PAUD. Namun, Perangkat pengajaran guru di Yayasan Jam’iyyatul Mubtadi Cibayawak belum tersinkronisasi satu sama lain, belum adanya platform pengelolaan perangkat pembelajaran menjadi kendala dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan materi ajar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru melalui Learning Management System untuk pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan materi ajar berbasis Computational Thinking. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan evaluasi, dengan partisipasi 16 guru. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan guru untuk mengakses Learning Management System sebesar 100% dan pengetahuan tentang Computational Thinking sebesar 88% berdasarkan indikator ketersediaan Learning Management System serta ketersediaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan materi ajar sebesar (100%). Evaluasi kegiatan melalui kuesioner menunjukkan bahwa 94% guru menganggap Learning Management System penting sebagai media pembelajaran dan 69% merasa Learning Management System memudahkan pembelajaran.Kata kunci: Computational Thinking, Digital, Learning Management System, Perangkat pembelajaran, Pesantren.
Pendampingan Penerapan Sistem Jaminan Produk Halal Rumah Potong Ayam Cari Berkah, Desa Pagelaran, Malingping, Kabupaten Lebak, Banten Jameelah, Maryam; Azis, Lukman; Haroni, Nanang; Adelina, Nadya Mara; Destirana, Shalwa; Husna, Alya; Said, Abdur Rahman Dimas; Pamungkas, Rio Putra; Abdillah, Aziz; Rosianajayanti, Rosianajayanti; Zahra, Syarifah Fatimah
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3562

Abstract

Abstrak Rumah Potong Ayam (RPA) memiliki peran penting dalam rantai produksi produk halal, namun RPA di Desa Pagelaran, belum memiliki sertifikat halal. Adapun akses terdekat produk ayam bersertifikat halal masih berjarak lebih dari lima puluh kilometer dari lokasi desa. Hal ini menjadi suatu permasalahan serius mengingat ayam potong merupakan produk industri hulu, yang dapat mempengaruhi status kehalalan produk lainnya. Permasalahan ini dapat diatasi dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan penerapan sistem jaminan halal pada mitra RPA Cari Berkah pada proses pengajuan sertifikasi halal. Kegiatan ini terdiri dari tahap sosialisasi, pelatihan juru sembelih halal dan penerapan sistem jaminan halal, dan pendampingan pengurusan sertifikasi halal. Hasil kegiatan abdimas menunjukkan adanya perbaikan fasilitas produksi, penerapan sistem jaminan halal, serta terpenuhinya berbagai dokumen standar sistem jaminan halal. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbaikan fasilitas produksi pada mitra RPA mencapai 77% dari standar nasional untuk rumah potong unggas, terdapat peningkatan penerapan sistem jaminan halal 20-100% dibandingkan kondisi awal. Selain itu, seluruh dokumen standar sistem jaminan halal dapat dipenuhi melalui kegiatan pendampingan yang dilakukan. Hasil audit oleh Lembaga Pemeriksa Halal menunjukkan mitra mampu menerapkan sistem jaminan halal dengan perolehan grade A. Kegiatan abdimas diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar dalam mewujudkan wajib halal oktober 2024.Kata kunci: Desa Pagelaran, Rumah Potong Ayam,  Sertifikasi Halal.
Peningkatan Kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) Melalui Computational Thinking di SMP Jam'iyyatul Mubtadi Pagelaran Banten Rezanaya, Aurelia Putri; Ar Rahman, Muhammad Faathir; Safitri, Riri; Rahmatia, Suci
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3483

Abstract

Peningkatan kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) menjadi penting untuk mendukung siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan global, khususnya hasil Programme for International Student Assessment (PISA) yang masih rendah di Indonesia. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan HOTS siswa melalui penerapan Computational Thinking (CT) di SMP Jam'iyyatul Mubtadi, Banten. Metode pelatihan meliputi pengenalan konsep CT seperti dekomposisi, abstraksi, algoritma, dan pola, disertai kegiatan interaktif seperti Unplugged Activity dengan alat Makey Makey. Selama tiga hari, siswa mengikuti sesi teori, diskusi kelompok, dan mini-challenge berbasis soal CT. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata skor pre-test sebesar 62,86% yang menurun menjadi 40% pada post-test akibat meningkatnya tingkat kesulitan soal. Meski demikian, terdapat peningkatan signifikan dalam pengenalan pola, meskipun konsep algoritma masih sulit dipahami siswa. Pelatihan ini memperkaya wawasan siswa tentang pentingnya berpikir logis dan sistematis, serta meningkatkan minat mereka terhadap teknologi dan pembelajaran berbasis CT. Untuk hasil yang lebih optimal, diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam terhadap konsep yang lebih abstrak.Kata kunci: Computational Thinking (CT), Higher Order Thinking Skills, Pelatihan, Pendidikan.
Pemberdayaan Kader Posyandu Cempaka melalui Program Ekonomi Kreatif untuk Menunjang Kualitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor Rahmawati, Lusi Anindia; Umami, Zakia; Yusuf, Andi Mukramin; Firdausiyah, Afranissa; Noorfajaraina, Aisya; Darmawan, Azzahra Putri; Aryani, Nurlita; Hidayah, Nurul
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3510

Abstract

Abstrak Kurangnya alokasi dana di Posyandu Cempaka, Kelurahan Pabuaran, masih menjadi kendala yang belum terselesaikan, khususnya untuk mendukung Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Masalah ini mengakibatkan PMT yang disediakan bagi anak-anak kurang bervariasi, baik dari segi jenis makanan serta kandungannya, meskipun variasi makanan bergizi sangat penting untuk mereka. Program ini dirancang sebagai alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan tujuan agar dapat meningkatkan keterampilan kader posyandu dan kemandirian ekonomi posyandu serta memperbaiki kualitas dan variasi PMT yang diberikan, sehingga anak-anak dapat menerima asupan makanan yang lebih bergizi. Program ini dilaksanakan dengan sasaran yaitu 5 Kader Posyandu Cempaka, Kelurahan Pabuaran. Rangkaian kegiatan yang dilakukan pada saat pelaksanaan meliputi pembuatan yogurt, pendampingan proses produksi, pelatihan manajemen usaha, pelatihan menentukan harga pokok penjualan (HPP), serta pembukuan sederhana. Tahap pemantauan dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pemantauan dua kali saat produksi pembuatan yogurt dan satu kali saat penjualan. Hasil kegiatan ini meningkatkan keterampilan kader secara mandiri membuat yogurt tanpa bantuan fasilitator, menghitung harga pokok penjualan, dan menggunakan label kemasan. Berdasarkan hasil monitoring, yogurt tidak diminati oleh konsumen sehingga kader Posyandu Cempaka memilih untuk tidak melanjutkan produksi yogurt.Kata kunci: Ekonomi Kreatif, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Posyandu.
Peningkatan Pengetahuan Kelompok Kader Posyandu di Desa Rawa Panjang Terkait ASI Eksklusif Melalui Pemberian Edukasi Gizi Iskandar, Suhayhoa Jaceyntha Sarah; Umami, Zakia; Afdholina, Adinda Shafara Riezqia; Putri, Intan Melinda; Yusuf, Nadya Salsabila; Devinda, Salsa Nandila; Patricia, Wulandari
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3565

Abstract

Abstrak Desa Rawa Panjang merupakan wilayah dengan pengetahuan yang kurang tentang pentingnya ASI eksklusif, yang berdampak pada tingginya risiko stunting dan gangguan perkembangan bayi. ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain pada bayi usia 0-6 bulan, yang berperan penting untuk memenuhi kebutuhan gizi optimal bagi tumbuh kembangnya. Kegiatan Pemberdayan Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader Posyandu tentang ASI eksklusif melalui edukasi gizi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus dengan melibatkan 22 kader dari Desa Rawa Panjang. Sesi edukasi disampaikan melalui ceramah, didukung media leaflet dan presentasi PowerPoint yang memuat manfaat ASI eksklusif, pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD), serta panduan pemberian makan bayi. Sesi tanya jawab melengkapi edukasi, diikuti pre test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan kader posyandu mencapai 13%. Pengetahuan kader mencapai kategori pengetahuan "baik" setelah edukasi. Program ini diharapkan dapat mendukung pemberian ASI eksklusif di Desa Rawa Panjang, membantu menurunkan angka stunting, dan meningkatkan kesehatan bayi.Kata kunci: ASI Eksklusif, Edukasi Gizi, Pengetahuan.
Pelatihan Kewirausahaan Melalui Olahan Lidah Buaya pada Siswa Madrasah Aliyah di Jakarta Selatan Rahayu, Kun Mardiwati; Syaharani, Septi; Nurhaliza, Siti; Cholidhazia, Putri
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3571

Abstract

Penumbuhan jiwa kewirausahaan di kalangan siswa Madrasah Aliyah di wilayah Jagakarsa Jakarta Selatan merupakan langkah yang strategis untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan khususnya di Jakarta sebagai pusat bisnis Indonesia. Belum munculnya jiwa wirausaha pada siswa aliyah dan belum termaksimalkan lahan madrasah menjadi tantangan dalam mempersiapkan siswa mandiri, kreatif dan inovatif. Salah satu solusinya adalah dengan pelatihan. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan melalui budidaya dan olahan lidah buaya (Aloe vera) pada siswa Madrasah. Lidah buaya dipilih sebagai bahan utama kegiatan pengabdian masyarakat karena memiliki banyak manfaat dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, peserta yang mengikuti kegiatan berjumlah 40 siswa. Metode yang dilakukan meliputi sosialisasi, pelatihan menanam, pelatihan membuat olahan serta pendampingan dan konsultasi dalam berbudidaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dengan proses pendidikan dan pelatihan serta pendampingan mempengaruhi pengetahuan, sikap, perilaku, nilai atau niat individu terhadap konsep usaha mandiri. Sehingga Semua peserta 100 persen mampu menjawab pengetahuan mengenai tanaman lidah buaya, cara berbudidaya dan memiliki keterampilan membuat olahan lidah buaya seperti nata de aloe vera, jus, puding, teh dan permen Lidah buaya. Kata kunci: Aloe vera, Semangat Kewirausahaan, Madrasah Aliyah.
Pemberdayaan Produktivitas Petani: Pemasangan Ruang dan Rak Pengering Biji Bunga Matahari berbasis Internet of Things di Desa Arjasari Bandung Barat Nurhasanah, Nunung; Sani, Ragil Perdana; Samijayani, Octarina Nur; Auni, Khairul; Naufal, Muhammad Bintang; Jameela, Maryam; Shiddiqqie, Muhammad Hafidz; Adilfi, Endrika Septya; Mujadin, Anwar; Chirzun, Ahmad
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3555

Abstract

Abstrak Pengeringan benih bunga matahari yang selama ini bergantung pada sinar matahari langsung seringkali menghadapi tantangan seperti cuaca yang tidak menentu, risiko kontaminasi, dan kualitas pengeringan yang kurang optimal. Program pengabdian masyarakat ini memperkenalkan sistem berbasis IoT yang mengintegrasikan mikrokontroler ESP32, sensor suhu dan kelembaban, pemanas, dan pembuangan untuk menjaga kestabilan kondisi lingkungan di ruang pengering. Ruang dan rak bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengeringan biji bunga matahari. Metode pelaksanaan berdasarkan observasi langsung dan wawancara dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada mitra. Desain pertanyaan dan pernyataan disosialisasikan agar para petani memahami kegiatan yang akan dilakukan serta memberikan persetujuan terhadap pelaksanaan kegiatan pengeringan benih bunga matahari di Desa Arjasari. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan, dimana waktu pengeringan berkurang dari enam hari menjadi hanya dua hari, dengan kadar air yang dapat dikontrol secara akurat untuk mencapai kondisi pengeringan yang optimal. Para petani juga dilatih untuk mengoperasikan sistem IoT dengan baik, sehingga memastikan keberlanjutan teknologi ini dalam praktik pertanian mitra mereka. Program ini membuktikan potensi IoT dalam memodernisasi proses pertanian dan meningkatkan produktivitas petani, sekaligus mengatasi keterbatasan metode tradisional. Evaluasi lebih lanjut dan optimalisasi sistem disarankan untuk meningkatkan dampak teknologi ini di masa depan.Kata kunci: Internet of Things, Masyarakat Petani Bunga Matahari, Ruang dan Rak Pengering Biji Bunga Matahari.
Pemanfaatan Mesin Pengemasan Multifungsi Untuk Pengembangan UMKM Di Desa Pagelaran, Banten Fadillah, Ahmad; Samijayani, Octarina Nur; Purwandasari, Aprilia Tri; Samiono, Bambang Eko; Wahyudi, Iksan; Ramadhina, Tasya Amalda; Zhalsabila, Zhalsabila
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3534

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM di Desa Pagelaran, Banten, dengan memanfaatkan teknologi pengemasan modern. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM adalah keterbatasan dalam penggunaan teknologi pengemasan, yang berdampak pada rendahnya daya tahan produk selama distribusi dan kurang menariknya tampilan kemasan bagi konsumen. Untuk mengatasi kendala ini, dilakukan berbagai kegiatan, seperti analisis kebutuhan mitra UMKM, pelatihan teori dan praktik penggunaan mesin vacuum sealer serta continuous sealer, serta pendampingan dalam penerapan teknologi pengemasan. Evaluasi keberhasilan program dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan guna mengukur peningkatan pemahaman peserta terkait teknologi pengemasan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 91% menjadi 100%, serta peningkatan masa simpan produk dari 2-4 hari menjadi 5-7 hari. Selain itu, desain kemasan yang lebih menarik dan higienis meningkatkan daya tarik produk serta membantu UMKM memperluas jangkauan pasar hingga ke Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Penerapan teknologi pengemasan yang tepat terbukti berkontribusi pada peningkatan kualitas produk dan penguatan daya saing UMKM dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan program pendampingan berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak untuk memastikan inovasi pengemasan terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi UMKM.Kata kunci: UMKM, Teknologi Pengemasan, Vacuum Sealer, Perluasan Pasar.