cover
Contact Name
Fransisca Chondro
Contact Email
fransisca_chondro@trisakti.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalabdimastrimedika@trisakti.ac.id
Editorial Address
Jl. Kyai Tapa No.260, RT.5/RW.9, Tomang, Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 30322871     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.25105
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika adalah jurnal nasional yang memaparkan naskah hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, terutama berupa penerapan ilmu kedokteran dan kesehatan dalam upayanya memperbaiki tingkat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Jurnal ini merupakan jendela sumbangsih insan kesehatan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika melalui proses tinjauan sejawat (peer-review) dengan akses terbuka secara online sebagai salah satu jurnal resmi Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti yang terbit dua kali setahun (Bulan Januari dan Juli).
Articles 59 Documents
EDUKASI PERSONAL HYGIENE PADA PEKERJA PENANGANAN PRASARANA DAN SARANA UMUM (PPSU) Lestari, Ade Dwi; Ridwan, Alvin Mohamad; Hairunisa, Nany; Khairani, Rita; Khairunisa, Adinda; Kencana, Gita; Iskandar, Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i2.22920

Abstract

Personal hygiene is a crucial component of occupational health, particularly for sanitation workers, including Public Infrastructure and Facility Handling (PPSU) workers in Rawa Buaya Village. This community service project aimed to provide education and assess the knowledge and awareness of PPSU workers regarding personal hygiene, with a focus on handwashing. The activity included counseling sessions, pre- and post-tests, and the distribution of educational materials such as posters and presentations. The results showed a significant improvement in workers' knowledge, with an average post-test score increase of 37.68%. These findings highlight the importance of continuous occupational health education to enhance hygiene practices and reduce health risks among PPSU workers
KEJADIAN ANEMIA DAN GANGGUAN SIKLUS HAID PADA REMAJA DI CIANGSANA - NAGRAK Nirmalasari, Rully Ayu; Surjadi, Lily Marliany; Mario, Mario; Maharani, Laksmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i2.22921

Abstract

Background: Anemia in adolescents is a public health problem in Indonesia.  Based on the 2018 Basic Health Research (Riskesdas) report, Based on the 2018 Basic Health Research (Riskesdas) report, 32% of teenagers aged 15-24 years experienced anemia. The majority of teenagers who experience anemia are in the age range 10 – 18 years. Adolescent girls experiencing ongoing anemia can increase morbidity during pregnancy and childbirth. Level of knowledge, diet, nutritional status and menstrual cycle are factors that are said to influence anemia. Method: This activity was carried out in Desember 2023 and was attended by 30 young women aged 10-19 years in the Nagrak and Ciangsana district. The activity consists of several stages, namely interviews about the menstrual cycle, checking hemoglobin levels, checking nutritional status, and education about body mass index. Results: From this activity, it was found that 53.3% of teenagers had a normal body mass index, 96.7% had a normal waist/hip ratio, 50% of teenagers had irregular menstrual cycles, 80% had dysmenorrhea. Meanwhile, regarding the prevalence of anemia, 50% of adolescent girls have mild anemia and 13.3% have moderate anemia. Conclusion: The prevalence of anemia in adolescent girls in Nagrak and Ciangsana subdistricts is still high (63.3%), as are adolescents who experience irregular menstrual cycles and dysmenorrhea.
PENYULUHAN KESEHATAN JANTUNG UNTUK LANSIA AKTIF DAN BAHAGIA Putri, Mustika Anggiane; Amani, Patwa; Adriani, Donna; Khairani, Rita; Nugraha, Alfjari Febri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i2.22981

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian pada lansia di Indonesia. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia tentang kesehatan jantung melalui penyuluhan komprehensif. Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyuluhan interaktif kepada 45 orang lansia, dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan pembagian materi edukasi. Materi penyuluhan mencakup delapan aspek kunci kesehatan jantung: pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, berhenti merokok, tidur cukup, menjaga berat badan ideal, kontrol kolesterol, pengaturan gula darah, dan pemantauan tekanan darah. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang faktor risiko penyakit jantung dan cara pencegahannya. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi tanya jawab dan menyatakan komitmen untuk menerapkan pola hidup sehat. Program ini berhasil meningkatkan literasi kesehatan jantung di kalangan lansia dan memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan penyakit kardiovaskular di tingkat komunitas.
STRATEGI PENYULUHAN UNTUK MENGENALI GEJALA, TANDA, DAN RESIKO RADANG USUS BUNTU Krismanuel, Hari; Agil, Nadifa; Suparjo, Tjhang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i2.22987

Abstract

Abstrak   Apendisitis adalah peradangan pada apendiks vermiformis atau penyakit usus buntu. Apendisitis akut adalah penyebab yang paling umum dari nyeri abdomen akut. Penderita biasanya mengalami kegawat-daruratan dalam 24 jam dari timbulnya gejala. Penyakit ini umumnya terjadi pada anak dan dewasa, terjadi pada usia antara 10 sampai 20 tahun. Walau pun demikian, para lansia dapat juga menderita apendisitis. Penentuan diagnosa apendisitis berdasarkan pada presentasi klinik dan pemeriksaan fisik saja menjadi tantangan. Pendekatan individual dianjurkan dengan memberikan perhatian khusus terhadap probabilitas penyakit, jenis kelamin dan usia dari penderita. Pemahaman tentang gambaran klinik dan ciri khas penyakit ini penting untuk memberikan perawatan tepat waktu dan mencegah komplikasi yang terkait dengan kondisi umum ini. Deteksi dini untuk apendisitis akut penting mengingat onsetnya yang pendek dan komplikasinya yang serius dan kematian bila tidak segera ditangani. Saat ini pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan penyakit ini dan komplikasi-komplikasinya masih kurang, sehingga penderita sering berobat dalam keadaan sudah lanjut/ parah tanpa sadar akan bahayanya bila datang terlambat. Oleh karena itu diperlukan segera upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang gejala dan tanda penyakit radang usus buntu dan komplikasi-komplikasi serta bahayanya bagi penderita bila datang mencari pertolongan dalam keadaan terlambat. Tujuan PkM ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat di desa Ciangsana dan Nagrak tentang gejala dan tanda radang usus buntu dan kesadaran akan pentingnya berobat dalam keadaan awal untuk menghindari komplikasi-komplikasi yang memperberat penyakit dan membahayakan penderita. Metode PKM ini menggunakan metode penyuluhan dengan didahului pre test sebelum penyuluhan dan post test sesudah penyuluhan. Kesimpulan yang didapatkan adalah pengetahuan masyarakat tentang gejala, tanda, dan bahaya radang usus buntu meningkat dan terjadi perubahan sikap dalam masyarakat sehingga penderita radang usus buntu akan segera dibawa berobat dalam keadaan awal. Implikasi dari PKM ini para peserta dapat mendeteksi dini gejala dan tanda radang usus buntu, dapat melakukan pencegahan terhadap terjadinya radang usus buntu dan melakukan tindakan proaktif/ efektif.    
PENILAIAN STATUS GIZI DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN BALITA WEIGHT FALTERING UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Fairuza, Firda; Setiati, Dita; Fadilah, Tubagus Ferdi; Ningrum, Nathalia; Sari, Meiriani; Aziza, Nia Nurul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i2.22992

Abstract

Community service activities were carried out in the form of health screening for weight faltering infants under two years old to improve the health and nutritional status of children in Kelurahan Jati Pulo, kecamatan Palmerah. The partner in this activity was the health sub-department in West Jakarta. The location for the activity was chosen because the sub-district is one of the subdistricts with the most stunting findings and was located close to the Trisakti University. The stunting screening for children under five in the work area of the primary health care follows the National Guidelines for Health Services for stunting in primary healthcare facilities. Still, apart from anthropometric examinations, the diagnosis of stunting was made based on anamnesis, physical examination and supporting examinations carried out by a pediatrician. The solution for community service activities was to reduce stunting prevalence and health screening of weight faltering toddler by a pediatrician. The purpose of this service activity was to prevent stunting and optimalization nutritional status by screening children's weight-faltering health so that parents can provide good and proper care for the process of growth and development of children. The benefit of this activity was that parents, especially mothers of infant, know their children's nutritional status and the importance of the First 1000 Days of Life to prevent nutritional problems in toddlers and improve children's health and nutritional status. The expected output of community service activities was through articles published in community service journals and posters.
PENINGKATAN PENGETAHUAN K3 UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA PETERNAK AYAM CIAMBAR Hairunisa, Nany; Lestari, Ade Dwi; Ridwan, Alvin Mohamad; Ab. Razak, Asreene Binti; Putri, Fania Sabila; Syafitri, Julia Aina; Amirrudin, Danial Arif Bin; Asrani, Iffah syahidah Binti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v3i1.23142

Abstract

Occupational diseases  remain a significant public health issue in various sectors, including small-scale poultry farming. In Ciambar Village, Sukabumi, chicken farmers are exposed to a variety of occupational hazards due to the absence of health evaluations and limited awareness of occupational health and safety. This community service program aimed to increase knowledge and awareness of occupational health and disease prevention among poultry farmers through educational counseling. The activity involved a health education session, supported by visual aids and interactive discussions. A pre-test and post-test were used to evaluate knowledge gain. Results showed a substantial increase in participants' knowledge, with post-test scores rising from 13% to 83%. These findings suggest that targeted educational interventions can significantly improve workers’ understanding of occupational hazards and encourage healthier work practices
DISTRIBUSI ALAT PELINDUNG DIRI PADA MASA AWAL PANDEMI COVID-19 DI KALIMANTAN BARAT Wicaksono, Arif; Nurfianti, Arina; Desnita, Rise; Andriani, Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v3i1.24248

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pandemic had affected many sectors, especially health sector. Health workers must wear Personal Protective Equipment (PPE) in several levels according to the risk they will face. Personal Protective Equipment such as face mask, hand glove, surgical gown and boots are the most common PPE used in the pandemic. Personal Protective Equipment should be used mainly for health workers. The community was not well-informed so there were panic buying of PPE and risen scarcity of PPE. Scarcity of PPE happened in early pandemic in every region including West Kalimantan. Faculty of Medicine Universitas Tanjungpura gather PPE donation to health facilities in West Kalimantan. The donation collected and distributed to 15 health facilities. The donations got positive feedback and the facilites stated that the health services in their facilities was helped considerably
EDUKASI AKTIVITAS FISIK DAN OLAHRAGA DI MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 Kahtan, Muhammad Ibnu; Wicaksono, Arif; Hadi, Didiek Pangestu; Asyhar, Alfan Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v3i1.24249

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) had affected all daily life including physical activity. People still confuse about physical activity and sport, then pandemic make these worse. Several health protocols that implemented in order to prevent COVID-19 transmission had limited community movement and activities. The aim of this community service was sharing latest information in physical activity during pandemic. Community counseling was conducted online using Zoom platform. The target of community counseling was university students, sport exciter, and general population. As many as ninety persons participated in online community counseling. The participants were active in asking and discussing during two hours online event.
KELAINAN REFRAKSI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SAMARINDA Fatmawati, Nur Khoma; Susanti, Eva Rosalina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v3i1.24379

Abstract

The International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) dan laporan global dari VISION 2020 menunjukkan angka sekitar 19 juta anak mengalami kelainan refraksi, dengan 12 juta kasus diantaranya bisa diperbaiki dengan intervensi sederhana seperti kacamata atau lensa kontak. Kelainan refraksi yang tidak dikoreksi pada anak-anak dapat menyebabkan ambliopia. Mendeteksi dan mengobati kondisi ini sejak dini sangat penting, karena sistem penglihatan anak masih dalam masa perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kelainan refraksi pada anak-anak sekolah dengan rentang usia 6-17 tahun melalui skrining serta pemberian kacamata gratis di Kota Samarinda. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan total sampel 336 orang anak. Berdasarkan hasil skrining didapatkan 325 anak (96,7%) memiliki kelainan refraksi. Kelainan refraksi terbanyak ditemukan pada anak perempuan (68,4%), dengan kelompok usia terbanyak rentang 14-17 tahun (67%). Mayoritas kelainan refraksi adalah astigmatisma (55,7%). Ambliopia didapatkan pada 122 anak (36,3%) dengan mayoritas penyebab ambliopia adalah kelainan refraksi jenis astigmatisma (78,7%).
PENGETAHUAN PENDAMPING LANSIA TERHADAP PERAN CUCI HIDUNG PADA INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS Sujana, Widia Isa Aprillia; Widoretno, Elisabeth Tri Wahyuni; Dewi, Bernadette Dian Novit; Wijaya, Julian Hartawan; Megasari, Yovita Vivi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v3i1.24658

Abstract

Tingginya kasus infeksi virus Influenza, Human Metapneumovirus (HMPV), dan SARS-CoV-2 di Indonesia, dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan atas dan bawah pada orang dari segala usia, terutama di kalangan anak dan lansia dengan sistem kekebalan yang lemah, terutama kaum difabel (anak cacat dan para lanjut usia imobilitas). Cuci hidung merupakan suatu metode sederhana, ekonomis, dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan telah terbukti memiliki banyak manfaat. Penelitian ini membahas tentang tingkat pengetahuan pendamping lansia dan difabel di Panti Asuhan Bhakti Luhur Sidoarjo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk seminar dan pelatihan secara langsung terapi cuci hidung yang benar, serta cara pembuatan cairan cuci hidung dirumah secara mandiri. Tahap monitoring dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan peserta terhadap terapi cuci hidung dari 64% ke 93% setelah kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan pelatihan terapi cuci hidung dalam pencegahan dan terapi ISPA bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat.