cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 30323851     EISSN : 30321883     DOI : https://doi.org/10.57235
MESIR: Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion dengan nomor ISSN terdaftar 3032-3851 (Cetak - Print) dan 3032-1883 (Online - Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. MESIR: Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup: 1. Akuntansi, Manajemen, Ekonomi, Bisnis, dll 2. Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran 3. Sosial, Budaya, Politik, Hukum, Agama MESIR: Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion diterbitkan 1 tahun 2 kali terbit pada bulan Maret & September.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 156 Documents
Penggunaan Bahasa Indonesia di SMP Swasta Methodist 7 Medan Sijabat, Dea Clara May Cristin; Manullang, Hanna Mawarni; Mardiana, Mardiana; Hutapea, Maykhel Yustinus; Rosmaini, Rosmaini
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5664

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan bahasa Indonesia di SMP Swasta Methodist 7 Medan dalam konteks komunikasi akademik dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat penggunaan bahasa Indonesia oleh siswa dalam kegiatan belajar mengajar, faktor-faktor yang memengaruhi preferensi bahasa mereka, serta peran guru dalam meningkatkan penggunaan bahasa yang baik dan benar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket yang diberikan kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa menggunakan bahasa Indonesia dalam pembelajaran, tetapi dalam komunikasi informal mereka cenderung mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa asing atau bahasa gaul. Faktor lingkungan sosial, media sosial, dan keterbatasan kosakata turut memengaruhi pola penggunaan bahasa siswa. Guru berperan penting dalam memberikan contoh penggunaan bahasa yang baik, namun masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kesadaran siswa dalam berbahasa Indonesia secara formal dan sesuai kaidah. Oleh karena itu, sekolah perlu menerapkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, seperti pembentukan komunitas bahasa, serta kebijakan yang mendukung penggunaan bahasa Indonesia secara optimal di lingkungan akademik dan sosial.
Persepsi Mahasiswa PPKn Terhadap Pentingnya Penggunaan Bahasa Indonesia Baku Dalam Pembelajaran Kewarganegaraan Purba, Nia Anjunita Sari; Amalia, Nadra; Banurea, Rejeki Karina; Siburian, Tesa Novia; Tamba, Theresia Mardiyana
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5627

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi pentingnya penggunaan bahasa Indonesia baku dalam pembelajaran kewarganegaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman mahasiswa PPKn terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baku serta pandangan mereka mengenai peran penting bahasa tersebut dalam pembelajaran PPKn. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner online terbuka yang disebarkan melalui Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan bahasa Indonesia baku sangat berpengaruh terhadap pemahaman mahasiswa dalam pembelajaran kewarganegaraan, di mana penggunaan bahasa baku tidak hanya memfasilitasi pemahaman konsep-konsep kewarganegaraan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan kritis, dan kualitas interaksi dalam proses pembelajaran.
Dampak Tradisi Minum Tuak Terhadap Harmonisasi Sosial di Dusun I Lae Pinang Desa Bintang Kecamatan Sidikalang Tanjung, Flores; Nababan, Yohana Inka Sari; Tamba, Naomy Elisabeth; Sihombing, Oktaviana; Hutauruk, Widya Rachel Natasha
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang tradisi minum tuak di dusun 1 Lae Pinang Desa Bintang Kecamatan Sidikalang, Aktivitas masyarakat di Lapo Tuak, dan Dampak Tradisi Minum Tuak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu heuristic, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Hasilnya menunjukkan bahwa latar belakang tradisi minum tuak dipengaruhi oleh kondisi ikimm, adanya mitos pohon aren yang dipercaya oleh masyarakat dan tuak tuak yang merupakan minuman penting dalam acara Batak Toba. Aktivitas masyarakat di lapo tuak yang memiliki perubahan di setiap era. Mulai era orde baru, era orde lama dan era reformasi. Adapun aktivitas masyarakat di lapo tuak selain minum mereka berdiskusi, bernyanyi, membahas politik dan kegiatan lainnya. Dampak yang ditimbulkan dari tradisi minum tuak ini yaitu adanya dampak positif dan dampak positif. Dampak positifnya dimanfaatkan sebagai obat, untuk menghangatkan tubuh dan menjadi alat kebersamaan. Selain tu dampak negative yang ditimbulkan yaitu peminum yang mengkonsumsi tuak secara berlebihan akan berdampak buruk bagi Kesehatan dan bagi masyarakat bagi peminum yang sering membuat keributan.
Simbolisme Hewan Kambing pada Marga Hutajulu Pomparan Ompu Raja Hatulian (Studi Kasus di Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba) Sibarani, Sinur Maria Evalin; Daud, Daud
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami latar belakang dan makna simbolisme hewan kambing pada masyarakat Marga Hutajulu Pomparan Ompu Raja Hatulian. Simbolisme ini berkaitan erat dengan kepercayaan turun-temurun bahwa hewan kambing memiliki peran penting dalam sejarah leluhur mereka, khususnya dalam peristiwa penyelamatan Ompu Raja Hatulian. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbolisme hewan kambing tidak hanya berfungsi sebagai aturan adat, tetapi juga sebagai identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Simbolisme kambing dapat ditemukan pada gapura Desa Ompu Raja Hatulian dan tugu Ompu Raja Hatulian, yang menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya sejarah dan nilai-nilai leluhur mereka. Larangan mengonsumsi daging kambing dalam masyarakat ini didasarkan pada keyakinan historis dan simbolis, di mana kambing dianggap sebagai penyelamat dan penjaga keseimbangan sosial. Dampak dari tradisi ini mencakup penguatan solidaritas sosial dalam kelompok kekerabatan serta pemeliharaan nilai-nilai adat yang tetap relevan dalam kehidupan masyarakat modern.
Observasi Penggunaan Bahasa Indonesia di Lingkungan Sekolah UPT SMPN 37 Medan Simanullang, Cindy; Azizah, Fitri; Ginting, Gracia Tri Putri Br; Kalsum, Ummi; Rosmaini, Rosmaini
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa Indonesia oleh siswa kelas 9 di UPT SMPN 37 Medan dalam berbagai situasi di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa lebih sering menggunakan bahasa Indonesia baku dalam interaksi formal, seperti saat berbicara dengan guru dan mengerjakan tugas sekolah. Namun, dalam percakapan sehari-hari dengan teman, terutama di luar kelas dan di media sosial, mereka cenderung mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa daerah atau bahasa gaul. Faktor utama yang memengaruhi pola penggunaan bahasa ini meliputi pengaruh teman sebaya, kebiasaan berbahasa di rumah, serta eksposur terhadap bahasa di media sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun siswa memahami pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, faktor lingkungan dan kebiasaan sehari-hari masih menjadi tantangan dalam penerapannya secara konsisten. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran dan kebijakan sekolah yang lebih efektif dalam mendorong penggunaan bahasa Indonesia baku di lingkungan pendidikan.
Ritual Mangalahat Horbo pada Upacara Kematian Saur Matuadi Desa Saitnihuta Kecamatan Doloksanggul, Humbang Hasundutan Sihombing, Dwi Yanti S; Damanik, Erond L
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5367

Abstract

Penelitian bertujuan memahami persepsi, nilai dan makna mangalahat horbo yaitu persembahan kerbau (buffalo offerings) pada upacara kematian saurmatua (meninggal sempurna ditandai adanya cucu dari putra dan putri) pada etnik Toba di Doloksanggul. Kajian dijalankan menurut metode kualitatif dengan pendekatan deskriftif dimana semua data dihimpun melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi foto. Secara bertahap, data-data disajikan melalui reduksi, display, dan merumuskan kesimpulan setelah dianalisis secara kualitatif. Kecenderungan pandangan terhadap ritual mangalahat horbo pada upacara kematian saur matua mengalami pergeseran sebagai dampak perkembangan pola pikir yang selaras dengan kemajuan zaman. Meskipun proses pelaksanaan mengalami pergeseran, nilai dan makna ritual bersifat tetap mencakup toleransi, prestise, status, kegotongroyongan, dan moral. Ritual mangalahat horbo tidak hanya formal adat istiadat semata, tetapi sekaligus sarana memperkuat ikatan solidaritas sosial dan spiritual.
Peran Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Menanamkan Nilai Persatuan Pancasila di Kalangan Generasi Z pada Lingkungan Kampus Manalu, Magdalena Friskayanti; Amalia, Nadra; Adelita, Anggun; Hutabarat, Daniel Fransisto; Siregar, Eliman Pangondyan; Silitonga, Miming Kartika Olivia
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5644

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun hubungan sosial dan memperkuat identitas budaya. Generasi Z, yang lahir antara tahun 1995 hingga 2012, tumbuh di era digital yang dipenuhi dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Namun, di tengah arus globalisasi, nilai-nilai moral Pancasila, termasuk nilai persatuan, menghadapi tantangan akibat masuknya budaya asing tanpa penyaringan. Salah satu bentuk tantangan tersebut adalah maraknya penggunaan bahasa alay, bahasa Jaksel, dan berbagai bahasa gaul lainnya yang semakin populer di kalangan anak muda. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana peran penggunaan bahasa Indonesia dalam menanamkan nilai persatuan Pancasila di kalangan Generasi Z di lingkungan kampus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia dalam aktivitas akademik dan sosial di kampus dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap identitas nasional. Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia juga memperkuat rasa persatuan, memudahkan komunikasi antar mahasiswa dari berbagai latar belakang suku dan daerah, serta menciptakan lingkungan kampus yang lebih harmonis.
AI dan Masa Depan Pekerjaan: Ancaman Atau Peluang Syahputra, Fahmy; Sabrina, Elsa; Heskia, Carlo; Gaol, Liska Yuni Br Lumban; Sari, Maya; Pardede, Rachel Christa Masniari; Syah, Razha Jamsik; Irfanny, Riza; Rambe, Rizkina Ramadhani
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5608

Abstract

Kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia kerja dengan meningkatkan efisiensi di berbagai sektor, tetapi juga menimbulkan tantangan, terutama dalam hal penggantian tenaga kerja manusia oleh sistem otomatis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak AI terhadap masa depan pekerjaan dengan melihat literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI lebih cenderung menggantikan pekerjaan rutin dan berulang. Namun, jenis pekerjaan yang membutuhkan keterlibatan manusia seperti kreativitas, pemecahan masalah, dan interaksi sosial tetap lebih rentan tergantikan oleh AI. Sebaliknya, kecerdasan buatan menawarkan peluang pekerjaan baru, seperti analis data dan insinyur kecerdasan buatan. Namun, masalah etika seperti perlindungan data pribadi dan bias algoritma masih menjadi masalah utama saat menerapkannya. Oleh karena itu, kebijakan yang tepat dan peningkatan keterampilan tenaga kerja diperlukan agar AI dapat digunakan secara optimal di era digital tanpa mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan atau kesejahteraan tenaga kerja.
Pola Asuh Ibu Tunggal dalam Menumbuhkan Partisipasi Sosial Anak Fatimatuzzahrah, Fatimatuzzahrah; Damanhuri, Damanhuri; Fitrayadi, Dinar Sugiana
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pola asuh ibu tunggal berperan dalam menumbuhkan partisipasi sosial anak-anak mereka yang berstatus mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, melibatkan tiga ibu tunggal dan tiga mahasiswa PPKn FKIP Untirta sebagai narasumber utama. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu tunggal menerapkan berbagai jenis pola asuh, yaitu pola asuh otoriter, permisif, dan demokratis. Tantangan utama yang dihadapi mencakup keterbatasan waktu, tekanan finansial, serta beban peran ganda sebagai pencari nafkah dan pengasuh. Manajemen waktu dan keuangan yang baik menjadi faktor pendukung penting dalam mendukung anak untuk tetap aktif berpartisipasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun dihadapkan pada berbagai hambatan, ibu tunggal dapat berhasil menumbuhkan partisipasi sosial anak-anak mereka dengan menerapkan pola asuh yang tepat, memberikan dukungan emosional, dan menciptakan lingkungan yang kondusif.
Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Pendudukan Jepang di Hindia-Belanda (Indonesia) Situmorang, Grace Angelina; Batubara, Lois Zibya; Damanik, Pria Satria; Siregar, Frederik Noel
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5709

Abstract

Penyerahan kekuasaan atas Indonesia kepada Jepang melalui Perjanjian Kalijati yang ditandatangani pada 8 Maret 1942 di Kalijati dekat Subang, Jawa Barat merupakan bentuk menyerahnya Belanda dalam Perang Asia Timur Raya yang dipicu oleh ambisi Jepang dalam menguasai sumber daya dan wilayah di Asia. Kalahnya Belanda terhadap Jepang melalui Perjanjian Kalijati, maka kekuasaan Kolonial Belanda atas Hindia Belanda (Nusantara/Indonesia) jatuh kepada pemerintahan militer jepang yaitu Dai Nippon. Perang dunia II yang dimulai pada 1 September 1939, Jepang dan Belanda berada di kubu yang saling berhadapan satu sama lain. Jepang bersama Jerman dan Italia berada di blok fasisme dan Belanda menjadi bagian dari sekutu yang digerakkan oleh Amerika Serikat dan Inggris. Jepang bertujuan menguasai Hindia Belanda (Indonesia) untuk menggunakan kekayaan alam Nusantara dalam memenuhi kebutuhan Jepang dalam menghadapi Perang dunia II. Banyak propaganda-propaganda yang dilakukan Jepang dalam menguasai Indonesia yang membuat rakyat Indonesia menganggap kedatangan Jepang di Hindia Belanda untuk menyelamatkan mereka dari kekuasaan Belanda. Salah satu propaganda yang dilakukan Jepang untuk menguasai Indonesia adalah doktrin 3A yang membuat masyarakat Indonesia sangat percaya pada Jepang. Kedatangan Jepang di Hindia Belanda (Indonesia), mendapat sambutan hangat dari rakyat Indonesia. Para tokoh-tokoh utama Indonesia seperti Soekarno dan Mohammad Hatta, bersedia melakukan kerja sama dengan Jepang karena mereka meyakini bahwa Jepang akan membantu dan mendukung masyarakat Indonesia dalam mewujudkan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

Page 11 of 16 | Total Record : 156