cover
Contact Name
David Sumanto Napitupulu
Contact Email
davidnapitupulu380@gmail.com
Phone
+6285276532770
Journal Mail Official
journal.stikeselisabeth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bunga Terompet No.118, Sempakata, Kec. Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara 20131
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 28278208     DOI : https://doi.org/10.52317/JUPKes
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai isu-isu kesehatan melalui intervensi berbasis komunitas yang efektif. Dengan menyediakan platform bagi peneliti, praktisi kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya, jurnal ini berusaha untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman, serta mendukung pengembangan dan evaluasi program-program kesehatan yang inovatif dan berkelanjutan. Selain itu, jurnal ini berkomitmen untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program kesehatan, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan komunitas secara keseluruhan. 1. Intervensi Kesehatan Berbasis Komunitas:Penelitian dan laporan mengenai program-program kesehatan yang diterapkan langsung di komunitas, termasuk evaluasi dampak dan keberhasilannya. 2. Pendidikan dan Penyuluhan Kesehatan: Inisiatif dan strategi untuk pendidikan kesehatan masyarakat, termasuk pelatihan, seminar, dan materi edukatif yang disampaikan kepada berbagai kelompok masyarakat. 3. Penanganan dan Pencegahan Penyakit:Studi dan laporan tentang strategi pencegahan dan penanganan penyakit di tingkat komunitas, termasuk upaya pencegahan penyakit menular dan tidak menular. 4. Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi:Penelitian mengenai dampak lingkungan terhadap kesehatan masyarakat serta program-program yang bertujuan untuk meningkatkan sanitasi dan kesehatan lingkungan. 5. Kesehatan Mental dan Sosial:Penanganan isu-isu kesehatan mental dan sosial dalam konteks pengabdian masyarakat, termasuk program dukungan dan intervensi. 6. Inovasi dan Teknologi Kesehatan:Penerapan dan evaluasi teknologi kesehatan baru yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat, serta dampaknya terhadap komunitas. 7. Kesehatan Anak dan Keluarga:Program dan penelitian yang fokus pada kesehatan anak, remaja, dan keluarga, termasuk intervensi dan dukungan dalam konteks keluarga dan lingkungan rumah. 8. Kebijakan dan Advokasi Kesehatan:Analisis dan kajian mengenai kebijakan kesehatan yang mempengaruhi program pengabdian masyarakat dan advokasi untuk perubahan kebijakan yang mendukung kesehatan masyarakat.
Articles 47 Documents
EDUKASI HIPERTENSI & PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH GRATIS DI LINGKUNGAN I KELURAHAN ΚΕΜΕΝΑNGAN TANIKECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN Hutahaean, Martina Evlyn Romauli; Ginting, Dameria; Sarah, Maita
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Desember 2022
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang ≥140 mmHg (sistolik) dan/atau ≥ 90 mmHg (diastolik)... Hipertensi disebut sebagai the silent killer karena pengobatannya seringkali terlambat. Hampir 1 miliar orang atau 1 dari 4 orang dewasa menderita tekanan darah tinggi.. Prevalensi hipertensi di Sumatera Utara sebesar 29,19% tetapi yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan dari riwayat minum obat hanya sebesar 5,52%. Prevalensi hipertensi di Medan sebesar 25,21% dan yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan dari riwayat minum obat hanya sebesar 4,97%, Penatalaksanaan hipertensi meliputi terapi non farmakologi dan terapi farmakologi. Terapi non farmakologi berupa modifikasi gaya hidup meliputi pola diet, aktivitas fisik, larangan merokok dan pembatasan konsumsi alkohol. Upaya untuk meningkatkan pemahaman penderita mengenai penyakit hipertensi dan komplikasinya salah satunya dapat dilakukan melalui kegiatan Pendidikan Kesehatan Masyarakat. Pemberian edukasi yang dilakukan kepada masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk mengikuti manajemen hipertensi yang disarankan sehingga diharapkan tekanan darah dapat tetap terkontrol dan terhindar dari terjadinya komplikasi. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan di Lingkungan 1 Kelurahan Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan peserta tentang hipertensi setelah dilakukan penyuluhan kesehatan
MANAJEMEN KESEHATAN KELUARGA DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT DI DESA SEI MENCIRIM TAHUN 2023 Br Ginting, Friska Sri Handayani; Siallagan, Ance; Derang, Imelda; Br Karo, Mestiana; Ginting, Nasipta; Saragih, Helinida
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Juni 2024
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/JUPKes.v3i2.613

Abstract

ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut adalah penyakit yang dapat diderita dari kalangan usia, dimana penyakit ini merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri. Ispa tidak hanya disebabkan oleh infeksi bakteri saja melainkan dapat disebabkan oleh inhalasi bahan- bahan organic atau uap kimia dan inhalasi bahan- bahan debu yang mengandung allergen. Penyakit yang saat ini  menyerang masyarakat Desa sei mencirim dalam 6 bulan terakhir ini adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Dimana berdasarkan data yang di dapat Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif berhubungan dengan ketidakefektifan pola perawatan kesehatan keluarga ditandai dengan keluarga mengakan penyakit yang diderita keluarga selama 6 bulan terakhir adalah batuk, pilek dan demam. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah kesehatan keluarga di perlukan manajemen kesehatan keluarga yang baik dan tepat guna meningkatkan derajat kesehatan keluarga. Manajemen kesehatan keluarga adalah cara untuk menyesuaikan dan mengintengrasikan proses keluarga, pengobatan penyakit, dan gejala sisa untuk mencapi tujuan kesehatan tertentu di sector keluarga. Berdasarkan data yang di dapat dari Keluarga menunjukkan upaya peningkatan status kesehatan yang minimal seperti membeli obat bebas di warung/apotik sebelum ke faskes sebanyak 208 kk (72,2 persen), keluarga yang menderita batuk, pilek dan demam selama 6 bulan terkahir sebanyak 172 kk (59,7 persen). Berdasarkan masalah yang dialami oleh masyarakat desa sei mencirim, maka solusi atau intervensi yang diberikan Penyuluhan tentang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan Membagikan masker dan vitamin C (berkoordinasi dengan pihak puskesmas).
EDUKASI PENCEGAHAN RESIKO KOMPLIKASI GOUT ARTRITISKELUARGA KOMUNITAS GEMA KASIH GALANG Siringo ringo, Magda; Gulo, Syukur Julianto; Simorangkir, Lindawati; Sinaga, Amando; Ginting, Agustaria
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Desember 2022
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/

Abstract

Gout artritis merupakan serangan inflamasi akut menyerang daerah persendian serta membran sinovial sendi, faktor pencetus pola makan konsumsi bahan makanan (JAS-BUKKET) Jeroan, alkohol, sarden, burung, unggas, kaldu, emping, tape. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi pencegahan resiko resiko komplikasi gout artritis di Rehabilitasi Gema Kasih Galang Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan wawancara, pemeriksaan fisik, ceramah dan konseling, sampel 40 dengan pembagian laki-laki 10, perempuan 30. Hasil Pengabdian Masyarakat: Asesmen penderita gout artritis berjumlah 40 orang karakteristik, paling banyak perempuan 30 (75%), usia 61-70 tahun 12 (30%), IMT tergolong normal 27 (67.5%), Pola makanan sehat seimbang kurang 22 (55%). Komplikasi ditemukan tphus/tophi 4(10%), range of motion (ROM)/move) terganggu 2(5%). Pengetahuan penderita goutartritis cara pencengahan resiko komplikasi gout kurang 20 (50%). Setelah kegitan penyuluhan dalam cara sehatkan persendianm, perlu hindari (JAS-BUKKET), dan (TEK-KUK-CS2). Simpulan Penderita gout berjumlah 40 orang jenis kelamin laki-laki (25%), perempuan 30 (75%), 51-60 tahun berjumlah 18 (45 indeks massa tubuh dikategorikan kurus normal 27 (67.5%), pola konsumsi makanan tidak sehat tak seimbang dapat dikategorikan baik kurang 22 (55%), komplikasi adalah tphus/tophi 4(10%) range of motion (ROM)/move), 2(5%). Lamanya penderitan menyandang penyakit gouti- 10 tahun sebanyak 18(45%), 11-20 tahun 16 (40%) dan 21-30 tahun, 6(15%) Pengetahuan penderita gout artritis dalam pengendalian, pencengahan resiko komplikasi gout tergolong kurang 20(50%).
PERBAIKAN SARANA AIR BERSIH DI DUSUN III DESA SALAK IIMELALUI KEGIATAN PENYULUHAN KEPADA MASYARAKAT DAN ADVOKASI KE PDAM, KECAMATAN SALAK KABUPATEN ΡΑΚΡΑΚ BARATTAHUN 2022 Kembaren, Martalena Br S; Hasugian, Ermian; Manik, Bukti; Munthe, Angres
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Desember 2022
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/

Abstract

Air bersih dan sanitasi merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang harus dipenuhi. Namun pada kenyataannya, masih banyak orang yang mengalami kesulitan untuk memperolehnya. Minimnya sarana penyediaan air bersih dan sanitasi yang dihadapi oleh masyarakat desa telah menimbulkan berbagai persoalan antara lain: tingginya pengeluaran masyarakat untuk memperoleh air bersih, tingginya angka kematian bayi akibat diare dan penderita penyakit lain yang disebabkan oleh penggunaan airyang tidak higienis. Desa Salak II ini memiliki luas wilayah ±310 hektar dan jumlah penduduk 2.292 jiwa, dengan jumlah jenis kelamin laki-laki sebanyak 1.110 jiwa dan jenis kelamin perempuan sebanyak 1.182 jiwa. Desa Salak II tahun 2022 didapatkan jumlah KK pelanggan non PDAM adalah sebanyak 98,7% sedangkan pengguna PDAM jauh lebih sedikit yaitu sebanyak 1,3%. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melakukan kajian dan analysis situasi masalah kesehatan masyarakat, melakukan perencanaan program dan kebijakan untuk memperbaiki permasalahan yang ditemukan, melakukan pemberdayaan masyarakat dan pemerintah daerah setempat melalui komunikasi yang efektif. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan baik mulai dari pengumpulan data, intervensi dan evaluasi intervensi. Kegiatan intervensi yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah penampungan air yang rusak adalah Penyuluhan air bersihdan pentingnya sarana penyediaan air bersih, advokasi ke Pemerintah (PDAM) Kecamatan Salak Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2022.
KELUARGA SEHAT DENGAN MASALAH KB DENGAN INTERVENSIPENYULUHAN KEPADA MASYARAKAT, PEMBAGIAN PIL KB KONDOM, DAN PEMBAGIAN BROSUR DI DUSUN I DESA SAITAGARAMBA KECAMATAN SOGAEADU KABUPATEN NIAS Saragi, Melva; Siagian, David
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Desember 2022
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/

Abstract

Keluarga berencana merupakan salah satu program pelayanan kesehatan yang preventif yang paling dasar dan paling utama bagi wanita. Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita. Banyak wanita yang harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit, tidak hanya karena terbatas jumlah metode-metode tertentu mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan individual dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi. Desa Saitagaramba merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sogaeadu, Kabupaten Nias. Desa ini merupakan salah satu desa yang tidak mencapai program keluarga berencana (KB). Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya keluarga berencana (KB) dan untuk memenuhi tridarma bagi dosen. Metode yang digunakan adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan di hadiri oleh pasangan usia subur sebanyak 58 orang, kegiatan penyuluhantentang keluarga berencana (KB) dilakukan pada hari pertama, pada saat melakukan penyuluhan tidak ditemukan masalah ataupun kendala. Pasangan usia subur sangat merespon penyuluhan yang disampaikan, Untuk pembagian brosur tidak ditemukan masalah apapun, PUS sangat tertarik untuk membaca brosur yang dibagikan. Sedangkan untuk pembagian pil dan kondom masih ada ditemukan masalah dimana masih ada PUS yang tidak menerima pil tersebut. Pengetahuan seseorang mempengaruhi tindakan seseorang dalam melakukan sesuatu hal yang positif, semakin baik pengetahuan PUS terhadap sesuatu maka semakin baik tindakannya dalam melakukan hal yang baik.
PENYULUHAN DAN PENDIDIKAN GIZI TENTANG GIZI SEIMBANG UNTUK ANAK BALITA 3-5 TAHUN PADA IBU- IBU DI TK AT-TIIN MEDANTAHUN 2022 Maysarah, Dede; Pemiliana, Putri Diah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Desember 2022
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/

Abstract

Permasalahan kesehatan di Indonesia adalah kematian anak usia bawah lima. tahun (balita). Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar prevalensi gizi kurang pada usia dibawah 5 tahun di Indonesia sebesar 17.9% (3,7 juta balita), sebanyak 6800 balita di Sumatera Utara mengalami gizi buruk yang 25%nya disebabkan oleh asupan gizi kurang. Status gizi buruk pada balita dapat menimbulkan pengaruh yang sangat menghambat pertumbuhan fisik, mental maupun kemampuan berpikir yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas kerja. Makanan seimbang pada usia ini perlu diterapkan karena akan mempengaruhi kualitas pada usia dewasa sampai lanjut sehingga pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat meningkatkan status kesehatan balita. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan tentang gizi seimbang yaitu setelah mendapatkan penyuluhan diharapkan ibu ibu yang mempunyai balita mampu menanamkan kebiasaan makan yang baik dan benar kepada anak mengenai gizi yang seimbang sesuai kebutuhan untuk tumbuh kembang anak yang optimal, memelihara dan meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap penyakit. Manfaat dari pengabdian kepada masyarakat untuk menambah pengetahuan khususnya tentang gizi seimbang bagi balita sesuai kebutuhan untuk tumbuh kembang anak yang optimal sehingga dapat memelihara dan meningkatkan daya tahan tubuh anakterhadap penyakit. Metode pengabdian masyarakat ini dengan ceramah, tanya jawab dan media leaflet. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat tentang gizi seimbang pada balita bahwa ibu balita menjadi lebih mengerti tentang gizi seimbang pada balita dengan nilai rata-rata pengetahuan tentang Gizi seimbang pada balita dengan persentase 75%. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah ibu balita penting memahami gizi seimbang pada balita karena dapat meningkatkan status kesehatan balita
EDUKASI CUCI TANGAN DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT KECACINGAN PADA ANAK SD NEGERI 101822 PANCUR BATU Napitupulu, David Sumanto; Pane , Jagentar Parlindungan; Simorangkir, Lindawati; Sihombing, Ruth Agree Kartini; Tarigan, Rica Vera Br; Sinaga, Amando; Sitanggang, King Deston
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Juni 2023
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/

Abstract

Anak Sekolah Dasar diketahui masih memiliki kebiasaan kurang memperhatikan perilaku mencuci tangan. Kebiasaan mencuci tangan yang baik dapat menghalangi masuknya parasit berupa telur cacing sehingga dapat terhindar dari penyakit kecacingan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak Sekolah Dasar tentang pentingnya mencuci tangan dan bagaimana metode mencuci tangan. Kegiatan ini dilakukan di SD Negeri 101822 Pancur Batu. Metode pengabdian yang dilakukan adalah edukasi langsung bertatap muka dengan anak-anak di lapangan sekolah melalui nyanyian lagu cuci tangan, media power point, leaflet. Hasil yang diperoleh adalah peserta dapat melakukan demonstrasi cuci tangan dengan baik melalui lagu beserta gerakannya. Ditemukan sebanyak 60% peserta berpengetahuan baik dan 25% berpengetahuan cukup, serta 15% peserta berpengetahuan kurang. Edukasi cuci tangan dapat menambah informasi atau pengetahuan baru bagi peserta dan peserta secara umum dapat mempraktekkan metode cuci tangan dengan bernyanyi lagu cuci tangan.
MENINGKATKAN SKILL PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN PERAWATAN LUKA PADA PASIEN DIABETES MELITUS KOTA KEDIRI Karingga, Devangga Darma; Alimansur, Moh
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Juni 2024
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/JUPKes.v3i2.627

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease that can cause various serious complications, including diabetic foot ulcers (DFU), which often require intensive treatment and can result in amputation. The global prevalence of DFU reaches 6.3%, with a significant impact on sufferers' quality of life. This community service program aims to improve nurses' skills in caring for diabetic wounds in Kediri City through special training.The methods used in this program include qualitative and quantitative approaches to collect comprehensive data regarding nurses' knowledge and skills before and after training. This program is implemented in several stages: initial survey to identify training needs, development of comprehensive training materials, implementation of theory and practical sessions, as well as program evaluation through pre- and post-training assessments and participant satisfaction surveys.The results show that this training was successful in increasing nurses' knowledge and skills significantly. This increase is manifested in knowledge of how to prevent complications and amputations in DFU patients, as well as high participant satisfaction with the training program. However, obstacles such as limited medical equipment and materials as well as management support in health services still need to be overcome to ensure the continuity and effectiveness of the program in the future.In conclusion, ongoing training is very important to improve the quality of diabetic wound care by nurses, which will ultimately have a positive impact on the outcomes of diabetes patient care.
SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK USIA DINI DI DESA BARINGIN JAYA MANDAILING NATAL Wahyuni, Sri; Agustini, Rini; Aruyani, Isma; Dalimunthe, Rahmah Yasrah; Siregar, Rosmaimuna; Khairiyah, Hasanah; Rinaldi, Dedi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Juni 2023
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/

Abstract

Stunting menjadi isu yang mendesak untuk diselesaikan karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Sumber daya manusia adalah faktor utama penentu kesuksesan sebuah negara. Artikel pengabdian ini bertujuan mensosialisasikan pencegahan stunting di Desa Baringin Jaya Mandailing Natal. Dalam rangka pencegahan dan penanganan Stunting maka diadakannya sosialisasi dan penerapan kembali program jum'at bersih yang diharapkan dapat berjalan dan dilakukan secara maksimal meskipun terdapat beberapa kendala yang menghambat. Masyarakat berpartisipasi aktif hadir dalam kegiatan penyuluhan kesehatan yang diadakan oleh petugas kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat itu sendiri. Dilakukan sosialisasi komunitas dan sosialisasi dengan kemitraan (instansi kesehatan) dalam mengsosialisasikan pencegahan dan penanganan stunting di desa tersebut. Hasil dari sosialisasi tersebut menjadikan warga dapat lebih memahami seputar stunting dan bagaimana langkah pencegahan dan penanganannya. Selain itu, beberapa program kembali diaktifkan dan ditekankan seperti jum'at bersih dan untuk selalu rutin membawa anak melakukan pemeriksaan ke instansi kesehatan terdekat di desa. tersebut. Diharapkan untuk lebih meningkatkan promosi kesehatan berupa penyuluhan terkait penyebab dan pencegahan stunting guna peningkatan pengetahuan ibu mengenai stunting serta pencegahan yang terkait dengan penyakit infeksi dalam menurunkan angka morbiditas yang dapat berdampak menjadi stunting.
PENYULUHAN TENTANG PENTINGNYA MEMBATASI DIRI DALAM PERGAULAN DAN BERMEDIA SOSIAL DI LEMBAGA KURSUS UNIVERSAL TECHNOLOGY COMPUTER (UTC) Safitri, Riri; Ginting Munthe, Novita Br; Sembiring, Iskandar Markus
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Juni 2023
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/

Abstract

Pembatasan diri dalam pergaulan dan bermedia sosial merupakan hal yang perlu dilakukan oleh semua lapisan masyarakat dan berbagai tingkatan usia, baik itu dari usia anak-anak, remaja, maupun dewasa. Oleh karena itu penulis melakukan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan tentang pentingnya membatasi diri dalam pergaulan dan bermedia sosial di lembaga kursus UTC yang tujuannya untuk memberikan arahan dan bimbingan dalam bergaul dan bermedia sosial, khususnya kepada seluruh peserta didik di lembaga kursus UTC, sehingga peserta didik mengetahui tentang bahaya pergaulan bebas serta lebih bijak dalam bermedia sosial. Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan antara lain ceramah, diskusi, tanya jawab dan metode interaktif. Hasil dari pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah bahwasanya setelah diberikan penyuluhan, peserta telah memahami tentang pentingnya membatasi diri dalam pergaulan sehingga nantinya tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri dan orang lain seperti seks bebas dan narkoba, serta peserta penyuluhan sudah lebih memahami tentang pentingnya membatasi diri dalam bermedia sosial agar peserta lebih bijak dalam menggunakan aplikasi media sosial agar terhindar dari kecanduan yang dapat menimbulkan masalah kesehatan fisik dan mental seperti terjadinya gangguan pada perkembangan otak dan emosi yang tidak terkontrol, selain itu pentingnya membatasi dari dalam bermedia sosial agar juga terhindar dari berbagai tindakan kejahatan melalui media sosial seperti perselisihan, penculikan, penipuan dan perilaku lainnya membahayakan diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar.