cover
Contact Name
Sularno
Contact Email
soelarno@unidha.ac.id
Phone
+6288270875130
Journal Mail Official
jurnal.ittc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran dalam no.24d, Kota Padang, Sumatera Barat 25112
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik
Published by CV ITTC Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30318882     DOI : https://doi.org/10.47233/jkhkp
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik (JKHKP)(E-ISSN : 3031-8882 ) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh CV.ITTC INDONESIA. Jurnal ini berfokus kepada kajian Ilmu Hukum dan Kebijakan Publik. Jurnal ini berbahasa Indonesia dan sifatnya terbuka. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JKHKP terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar. JKHKP diterbitkan Dua Kali dalam Setahun; yaitu pada bulan Januari-Juni dan Juli-Desember.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 315 Documents
Pengaruh Penerapan Undang-Undang ITE Terhadap Tingkat Kejahatan Siber Di Indonesia Aldi ferdiansyah; Berdi Adityas Wiryawan Wahyono; Almansyah Harahap; Evan Gustian; Dzakwan Zaidan
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 2 No. 2 (2025): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/bza49768

Abstract

This study aims to examine the impact of the implementation of the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE) on the level of cybercrime in Indonesia. The background of this research highlights that the rapid digital transformation has significantly altered societal interactions while simultaneously creating opportunities for the growth of cybercrimes, such as ransomware attacks, phishing, and personal data theft. This research employs an empirical-normative approach through a literature review and a comparative analysis of cybercrime data before and after the implementation of UU ITE. The study involves an in-depth examination of legal sources, government reports, and case studies to identify challenges in regulatory enforcement and the shortcomings of digital security systems. Findings indicate that while UU ITE provides a clear legal framework, gaps in its implementation have been exploited by cybercriminals to evade legal repercussions. The assessment of regulatory effectiveness emphasizes that strengthening law enforcement capacity and enhancing information technology infrastructure are crucial aspects in reducing cybercrime rates. This study offers policy recommendations for refining digital regulations and improving inter-agency coordination in addressing cyber threats
Peran Majelis Pengawas Notaris Daerah (MPN) Dalam Melaksanakan Pembinaan Dan Pengawasan Notaris Di Kabupaten Jombang Zumrotul Muniroh; Rini Winarsih; Romlan Prasodjo
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 2 No. 2 (2025): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/1xp9v891

Abstract

The legal profession is a profession that prioritizes moral values. One of them is a Notary as a public official who is authorized to make authentic deeds and other authorities are regulated in the Notary Law. Deviations are often found by Notaries. If the deviation extends from its ideal form, it will result in diminishing public trust in Notaries. In this study, the problems raised are how to implement guidance and supervision, as well as the role of the Regional Notary Supervisory Board towards Notaries in Jombang Regency. This study uses normative legal research methods, namely literature studies and unstructured interviews. The implementation of guidance and supervision by the Regional Notary Supervisory Board towards Notaries in Jombang Regency is related to 3 things, the existence of complaint reports from the public, examination of Notary protocols, and examination of other legal facts. Supervision carried out by the Regional Notary Supervisory Board is important because it oversees the enforcement of Law Number 30 of 2004 and its Amendments, namely Law Number 2 of 2014 concerning Notary Positions and the Notary Code of Ethics.
Analisis Perlindungan Hukum Dalam Transaksi Transfer Melalui Aplikasi Dana Andi Muhammad Aidil; Muh Arya Darmawan; Summa, Summa
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 2 No. 2 (2025): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/14f12r28

Abstract

The development of information technology in Indonesia has had a significant impact on the financial sector, one of which is through the use of digital wallet applications or e-wallets. The DANA application, which is popular in Indonesia, makes it easy for users to conduct financial transactions, including fund transfers between users. The use of the DANA application presents challenges related to legal protection for consumers, especially in terms of transaction security and dispute resolution. This study aims to analyze the legal protection provided to consumers in fund transfer transactions through the DANA application, as well as the policies implemented by DANA in protecting user rights. This study uses a qualitative approach with normative and empirical legal methods. The results of the study show that although existing legal regulations, such as the Consumer Protection Law and the Electronic Information and Transactions Law, provide sufficient legal basis, there are still challenges in the implementation of existing regulations and policies, especially related to handling user complaints and securing personal data
Pengaturan Hukum Perlindungan Tumbuhan Pada Wilayah Pertambangan oleh Pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Billy Brillyan Dwi Saputra; Sapto Hermawan; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 2 No. 2 (2025): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/0ese8a70

Abstract

Indonesia is one of the world's megabiodiversity countries, with a high level of biodiversity, including various endemic plant species that play a crucial role in ecosystems. However, uncontrolled mining exploration poses a serious threat to biodiversity conservation, particularly for plant species that lack legal protection. Exploration activities can lead to habitat degradation, landscape changes, and disruption of pre-mining ecosystems. Normatively, Indonesian regulations govern environmental protection in the mining sector, yet they do not explicitly require holders of Exploration Mining Business Licenses (IUP Exploration) to conduct conservation efforts for affected plant species. Consequently, there is no adequate mitigation mechanism at the exploration stage. This study employs a normative juridical method with a literature study approach to analyze existing regulations and identify legal gaps related to plant conservation in pre-mining areas. The findings indicate the need for more comprehensive policies, including the implementation of ex-situ conservation and vegetation mapping prior to exploration. Strengthening regulations and strict supervision are strategic steps to maintain ecosystem balance and support sustainable mining practices.
Penegakan Hukum Pada Kebijakan TAPERA Untuk Mewujudkan Keadilan Sosial di Indonesia Deva Diani; Febri Hana Nurholisah; Dian Permata Sari; Umi Wahyutin; Febra Anjar Kusuma
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 2 No. 2 (2025): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/fwx9y695

Abstract

Artikel ini membahas terkait kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA) sebagai upaya untuk menciptakan keadilan sosial dan meningkatkan akses perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia. TAPERA, yang diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945, bertujuan untuk mengatasi masalah keterjangkauan perumahan dengan menyediakan solusi konkret bagi kelompok masyarakat yang kurang mampu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penegakan hukum pada kebijakan TAPERA diimplementasikan dan sejauh mana kebijakan tersebut mampu mewujudkan keadilan sosial di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research) untuk menganalisis penegakan hukum pada kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA) dalam mewujudkan keadilan sosial di Indonesia. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif melalui teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi bagaimana implementasi kebijakan tabungan perumahan rakyat dijalankan dan sejauh mana efektivitas penegakan hukumnya dalam mencapai tujuan keadilan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan TAPERA memiliki potensi untuk meningkatkan akses perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, namun implementasinya masih terhambat oleh berbagai faktor, termasuk keterbatasan informasi dan prosedur yang rumit. Penegakan hukum yang tidak konsisten dan pengawasan yang kurang optimal berpotensi menimbulkan penyalahgunaan dana serta ketidakadilan dalam distribusi manfaat. Diperlukan upaya untuk memperkuat penegakan hukum dan melibatkan partisipasi masyarakat agar kebijakan TAPERA dapat mencapai tujuan keadilan sosial yang diharapkan.
Peran Media Sosial dalam Mempengaruhi Opini Publik terhadap Hukum: Studi Kasus Pengeroyokan Oknum BEM di FKIP Risnanda, Regi; Setiyowati, Dwi Nabila; Kusuma, Febra Anjar; Manurung, Dea Resman; Teki Sulaksono
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 2 No. 2 (2025): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/p0fmfg95

Abstract

Kasus pengeroyokan yang melibatkan oknum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi perbincangan luas di media sosial, menarik perhatian publik dan membentuk opini masyarakat terkait penegakan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media sosial memengaruhi opini publik terhadap hukum dalam kasus tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis wacana kritis terhadap unggahan media sosial, komentar netizen, serta pemberitaan media daring. Berdasarkan data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif dan analisis konten pada platform media sosial seperti Twitter, Instagram, dan Facebook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki kekuatan besar dalam membentuk narasi publik yang dapat mendukung atau mendistorsi fakta hukum. Informasi yang beredar di media sosial sering kali beragam, mulai dari berita akurat hingga hoaks, yang pada akhirnya membentuk persepsi masyarakat terhadap keadilan dan kredibilitas aparat penegak hukum. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan signifikan dalam memengaruhi opini publik terhadap kasus hukum dan dapat berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan. Sehingga, penting bagi aparat hukum dan media untuk berkolaborasi dalam memberikan informasi yang akurat dan berimbang guna mencegah disinformasi yang dapat memperkeruh situasi.
Kasus Eksploitasi Anak (Studi Kasus Pada Anak Jalanan Di Bandar Lampung) Salman Al Farizi; Agil Fitrah Lanova; Nurhaliza, Nurhaliza; Teki Prasetyo Sulaksono
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 2 No. 2 (2025): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/ja5z7x44

Abstract

Penelitian ini mengkaji eksploitasi anak, terutama yang dialami anak jalanan di Bandar Lampung, sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang serius. Eksploitasi ini mencakup berbagai aspek, termasuk eksploitasi ekonomi, kekerasan fisik, dan emosional, yang diperburuk oleh kondisi sosial ekonomi keluarga yang sulit dan rendahnya tingkat pendidikan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena eksploitasi anak secara mendalam dengan menggali pengalaman, pandangan, dan kondisi anak-anak yang menjadi korban eksploitasi.  Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa banyak anak terpaksa bekerja di lingkungan yang berbahaya atau dipekerjakan menjadi pengemis,pengamen,dan pekerja guna membantu menopang keperluan ekonomi keluarga mereka. Selain dampak langsung pada kesejahteraan anak, situasi ini berpotensi menimbulkan masalah jangka panjang dalam perkembangan mental dan fisik mereka. Penelitian ini menekankan pentingnya perlindungan anak sebagai tanggung jawab kolektif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat. Ditekankan perlunya program-program yang mendukung kesejahteraan ekonomi keluarga, akses pendidikan yang layak, dan kebijakan yang lebih ketat dalam melindungi anak-anak dari eksploitasi. Dengan pendekatan ini, diharapkan anak-anak dapat terlindungi dan kesempatan mereka untuk tumbuh dan berkembang di lingkungan yang aman dapat terjamin.
Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Juru Parkir Liar Di Kota Bandar Lampung Safitri, Adelia; Teki Prasetyo Sulaksono; M. Ayyub Abdul Aziz; M. Bagus Dewantara
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 2 No. 2 (2025): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/ga3b6049

Abstract

Keberadaan juru parkir liar di Kota Bandar Lampung menjadi isu sosial yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Fenomena ini berkaitan dengan ketertiban umum, keamanan, dan sistem parkir yang belum terorganisir dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap keberadaan juru parkir liar dan dampaknya terhadap kenyamanan dan keamanan publik di Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan didukung oleh studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi yang beragam terhadap juru parkir liar, sebagian menerima keberadaan mereka selama memberikan layanan yang jelas dan tidak memberatkan, tetapi sebagian merasa keberatan karena praktik juru parkir liar sering kali tidak terorganisir, menyebabkan ketidaknyamanan, dan berpotensi menimbulkan konflik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kepada pihak berwenang untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif dalam menangani keberadaan juru parkir liar di Kota Bandar Lampung.
Pergeseran Tradisi Sebambangan di Menggala Tulang Bawang Studi Kasus Kesalahan dalam Penerapannya Hermansyah, Herbiyansa; Dhefa Ardhelia Kusnadi; Jesi Devialita; Susilo, Susilo; Teki prasetyo sulaksono
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 2 No. 2 (2025): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/vnpxfq04

Abstract

Sebambangan adalah tradisi pernikahan adat Lampung yang telah lama menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat. Namun, dalam perkembangannya, praktik ini mengalami pergeseran makna, terutama di Menggala, Tulang Bawang, yang menyebabkan berbagai permasalahan sosial dan hukum. Kesalahpahaman antarbudaya, modernisasi, serta kurangnya pemahaman generasi muda terhadap nilai adat menyebabkan tradisi ini sering disalahartikan dan berujung pada konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab pergeseran makna Sebambangan, dampak sosial yang ditimbulkan, serta merumuskan solusi agar tradisi ini tetap lestari tanpa bertentangan dengan norma hukum yang berlaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi ini berfokus pada kasus di Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, di mana praktik Sebambangan berujung pada pelaporan ke pihak berwajib karena keluarga wanita, yang berasal dari latar belakang budaya Jawa, tidak memahami tradisi ini dan menganggapnya sebagai penculikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi, minimnya edukasi adat, dan faktor ekonomi menjadi penyebab utama penyimpangan dalam praktik Sebambangan. Pergeseran ini menimbulkan berbagai dampak, seperti konflik keluarga, pernikahan di bawah umur, serta pelanggaran hukum. Dengan demikian agar Sebambangan tetap lestari tanpa menimbulkan dampak negatif, diperlukan upaya kolektif dari masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah dalam memberikan edukasi adat serta merancang regulasi yang dapat menjaga keseimbangan antara tradisi dan hukum negara.
Perspektif Sosiologi Hukum Terhadap Fenomena Begging Digital Pada Platform Tiktok di Indonesia Manurung, Yosia; Kusuma, Febra Anjar; Aina, Qorry; Alfiana, Shalwa Desti; Saputri, Rima yuni
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 2 No. 2 (2025): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/70h6w114

Abstract

Fenomena Begging Digital di media sosial, khususnya TikTok, semakin marak dan menimbulkan perdebatan etis. Praktik ini memanfaatkan interaksi digital untuk meminta sumbangan dengan membangun narasi emosional dan menampilkan kondisi sulit guna menarik simpati. Meskipun dianggap sebagai bentuk solidaritas sosial, fenomena ini juga memunculkan kekhawatiran terkait eksploitasi individu, degradasi nilai sosial, serta penyalahgunaan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi pelaku, respons masyarakat, serta dampak sosial dan hukum dari fenomena ini. Dengan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan analisis konten, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi video dan studi literatur. Fokus analisis mencakup pola komunikasi, tema yang diangkat, serta interaksi antara pelaku dan audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Begging Digital mendapat respons beragam dari dukungan sebagai sarana kreatif hingga kritik sebagai bentuk eksploitasi yang menormalisasi perilaku tidak produktif, potensi penipuan dan manipulasi publik. Dari perspektif sosiologi hukum, regulasi terkait praktik ini masih belum jelas, sehingga menimbulkan celah dalam pengawasan dan perlindungan kelompok anak dibawah umur dan usia lanjut. Kesimpulannya, fenomena ini mencerminkan perubahan dinamika sosial di era digital. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital agar pengguna dapat mengikuti panduan dan regulasi dari platform TikTok, regulasi yang lebih ketat, serta edukasi masyarakat agar praktik ini tidak disalahgunakan dan dapat dikelola secara lebih etis dan bertanggung jawab.