cover
Contact Name
Noni Putri
Contact Email
fatihjournal1@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
fatihjournal1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan atau Pasar XII Gg. Sayang No. 12 Dusun II Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Fatih: Journal of Contemporary Research
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : -     EISSN : 30643821     DOI : -
The focus and scope of Fatih Journal of Contemporary Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 90 Documents
Membangun Kebiasaan Islami di Sekolah: Pendekatan Guru PAI yang Efektif Sri Rahayu; Juliani; Zakiah Ulfah; Wiransyah; Rosa Miana
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/8f577668

Abstract

Pembentukan karakter Islam pada siswa tentunya sangat penting untuk membentuk siswa yang memiliki etika dan tata krama terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan karakter-karakter Islami yang dapat ditanamkan pada siswa di sekolah. Metode kajian dengan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data dengan studi dokumentasi. Teknik analisa kajian dengan reduksi, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan: penanaman karakter Islami di sekolah dapat dilakukan dengan menanamkan: (1) karakter keimanan siswa dengan menanamkan keyakinan pada rukun Iman (percaya kepada Allah SWT, percaya pada kitab Allah SWT, percaya pada nabi, percaya pada malaikat, percaya pada kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, dan percaya pada hari kiamat) serta yakin pada rukun Islam (membaca syahadat, salat, zakat, berpuasa dan haji). (2) pembentukan karakter sikap Islami yaitu jujur, dapat dipercaya, cerdas, dan menyampaikan. (3) pembentukan karakter perilaku Islami yaitu suka menolong, ramah, saling mencintai dan saling menghargai.
Menumbuhkan Kesadaran Beragama Melalui Pengalaman Sehari-hari: Peran Kunci Guru PAI Zaskia Aurelia; Juliani; Siti Ardianti Rumanda; Andi Syaputra; Siti Rohayu
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/kqqmfn80

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana pendidikan agama Islam di sekolah meningkatkan kesadaran beragama siswa. Mengingat latar belakang ini, salah satu perhatian utama adalah pentingnya menumbuhkan kesadaran beragama dalam upaya memperkuat nilai-nilai agama dalam kehidupan siswa. Kontribusi strategi pengajaran, metodologi, dan pendekatan pembelajaran untuk meningkatkan kesadaran beragama siswa dikaji dalam penelitian ini. Dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, tinjauan literatur adalah metodologi penelitian yang digunakan. Menurut temuan penelitian, kesadaran beragama siswa dapat ditingkatkan melalui penggunaan sumber belajar terkait, kesempatan belajar berbasis praktik, percakapan, dan strategi pengajaran kontekstual. Singkatnya, pengajaran agama Islam di sekolah memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran beragama siswa. Pendekatan pengajaran yang tepat dan dukungan lingkungan sekolah dan peran aktif guru.
Peran Guru dalam Mengaplikasikan Pendidikan Agama Islam dalam Kehidupan Sehari-hari Tri Umaya Sari; Juliani; Yulia Rama Salsabilla; Silvi Sahpitri; Muhammad Afiv Sa’dan
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/ckzaar14

Abstract

Peran wawasan pendidikan karakter guru PAI sangat penting dalam membentuk akhlak mulia siswa melalui pengajaran nilai-nilai Islami, teladan yang baik, pembinaan kesadaran moral, dan mendorong siswa untuk menginternalisasi dan mengaplikasikan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki pemahaman yang mendalam tentang pendidikan karakter, guru PAI dapat memberikan pengaruh positif, membimbing siswa untuk menjadi pribadi yang memiliki integritas, empati, tanggung jawab, keadilan, dan kejujuran, serta membantu siswa membangun hubungan yang baik dengan Allah SWT dan sesama manusia. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka. Hasil dari analisis ini adalah peran wawasan pendidikan karakter guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sangat penting dalam membentuk akhlak mulia siswa. Wawasan pendidikan karakter memungkinkan guru PAI untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai moral dan prinsip-prinsip agama dalam Islam yang diperlukan untuk membentuk akhlak mulia. Saran yang dapat diberikan adalah guru PAI perlu terus mengembangkan wawasan dan pemahaman tentang nilai-nilai karakter dalam Islam serta prinsip-prinsip moral yang relevan. Mereka dapat melakukan penelitian, membaca buku, mengikuti pelatihan, dan bergabung dalam komunitas pendidikan karakter untuk memperdalam pemahaman mereka. Semakin baik wawasan dan pemahaman guru PAI, semakin efektif mereka dalam membentuk akhlak mulia siswa.
Peran Guru dalam Membimbing Siswa Mengamalkan Nilai Islam Mendidik dengan Keteladanan Sri Devi; Juliani; Siti Nurul Qomariah; Yohana Syabilla
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/8mp6qw38

Abstract

Peran guru dalam membimbing peserta didik mengamalkan nilai-nilai Islam melalui keteladanan, mempunyai pengaruh yang besar terhadap pembentukan kepribadian dan akhlak peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh fungsi keteladanan guru terhadap penerapan nilai-nilai Islam pada siswa dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Penelitian kepustakaan merupakan suatu metode pengumpulan data melalui analisis terhadap berbagai jurnal, catatan, buku dan karya tulis penelitian yang berkaitan dengan masalah yang sedang dibahas. Berbagai metode digunakan untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa guru yang senantiasa menunjukkan perilaku Islami seperti disiplin, jujur, dan memiliki kemampuan berbicara yang baik dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam mengamalkan nilai-nilai tersebut. Selain itu, keteladanan guru mendorong siswa untuk meneladani perilaku positif baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keteladanan guru merupakan faktor penting dalam mengamalkan nilai-nilai Islam dan berkontribusi dalam pembentukan pandangan moralsiswa.
Menjadikan Pendidikan Agama Islam Sebagai Bagian Tak Terpisahkan dari Kehidupan Siswa Tiara Dinda Lestari; Juliani; Dinda Afriyanti; M. Rifqi Syahreza
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/fyddtm53

Abstract

Artikel ini mengkaji mengapa penting untuk membahas peran Pendidikan Agama Islam secara komprehensif dan terintegrasi dalam kehidupan siswa, sehingga Pendidikan Agama Islam tidak dapat dipisahkan dari kehidupan siswa. Metode penelitian yang digunakan pada artikel ini merupakan metode kajian literatur. Metode kajian literatur merupakan pendekatan penelitian yang berlandaskan pada analisis terhadap berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian. Pendidikan Agama Islam mengenalkan siswa pada konsep dasar dalam agama Islam seperti tauhid, ibadah, akhlak, dan sejarah Islam. Siswa belajar tentang keesaan Tuhan, kewajiban ibadah, serta nilai moral dalam Islam . Penting bagi siswa memahami dan menghayati ajaran ini sebagai dasar karakter religius yang kuat. Penanaman nilai-nilai Agama Islam membangun landasan moral kokoh membantu membangun karakter religius di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pentingnya Pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter religius pada siswa menjadikan Pendidikan Agama Islam sebagai bagian tidak terpisahkan dari kehidupan siswa.
Peran Manajemen Kesiswaan dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan: Sebuah Tinjauan Sistematis Muhammad Hanafi; Imam Fauji
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/2nkkr129

Abstract

Kualitas pendidikan secara signifikan dipengaruhi oleh praktik manajemen siswa yang efektif yang memenuhi kebutuhan akademik dan non-akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi prinsip-prinsip manajemen siswa yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggunakan metodologi tinjauan literatur sistematis (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA. Sebanyak 10 jurnal akademik dari Lens.org dianalisis, dengan fokus pada tema-tema seperti dukungan akademik, disiplin, keterlibatan ekstrakurikuler, dan keterlibatan orang tua. Temuan tersebut mengungkapkan lima prinsip utama: kebijakan penerimaan siswa baru yang inklusif, program bimbingan yang komprehensif, kegiatan ekstrakurikuler yang terstruktur, partisipasi aktif orang tua, dan pemantauan kinerja akademik yang berkelanjutan. Prinsip-prinsip ini secara kolektif menumbuhkan lingkungan belajar yang mendukung, meningkatkan keterlibatan siswa, dan meningkatkan hasil pendidikan. Penelitian ini berkontribusi pada bidang tersebut dengan menyintesis literatur yang ada dan memberikan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti bagi pembuat kebijakan pendidikan dan administrator sekolah. Penelitian di masa depan direkomendasikan untuk mengeksplorasi penerapan prinsip-prinsip ini dalam berbagai pengaturan pendidikan dan dampaknya terhadap tujuan pendidikan jangka panjang.
Analisis Anti Kekerasan Anak dalam Pendidikan di Kalangan Masyarakat Perspektif Islam Sulastri Daulay; Juni Arnisa Napitupulu
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/xxx0s274

Abstract

Kekerasan terhadap anak dalam pendidikan merupakan isu global yang mempengaruhi perkembangan fisik dan mental anak. Dalam perspektif Islam, pendidikan anak merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh kasih sayang dan perhatian, serta bebas dari segala bentuk kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan Islam terkait kekerasan terhadap anak dalam konteks pendidikan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan nilai-nilai tersebut di kalangan masyarakat. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan wawancara mendalam, penelitian ini mengkaji ajaran Islam yang menekankan perlindungan anak dan dampak negatif kekerasan terhadap perkembangan anak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pentingnya mengedepankan pendidikan yang humanis dan bebas kekerasan dalam kerangka ajaran Islam.
Pengaruh Jarak Tanam Berbeda pada Tanaman Bayam Merah (Amaranthus Tricolor L) dan Bayam Hijau (Amaranthus Viridis) Rabiyatul Adawiyah; Indah Putri Santri; Putri Ramadhani
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 1 No. 2 (2024): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/1hw8dd85

Abstract

Penelitian ini telah mengkaji pengaruh jarak tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil panen bayam merah (Amaranthus tricolor L) dan bayam hijau (Amaranthus viridis). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Bayam Hijau (Amaranthus viridis) Jarak tanam sedang memberikan kondisi yang paling mendukung bagi pertumbuhan bayam hijau. Tanaman yang ditanam pada jarak tanam sedang menunjukkan pertumbuhan yang optimal. Tanaman bayam hijau yang ditanam terlalu dekat atau terlalu jauh tidak tumbuh sama sekali. Hal inikemungkinan disebabkan oleh persaingan sumber daya yang tinggi pada jarak tanam yang terlalu dekat dan ketidakmampuan tanaman untuk memanfaatkan sumber daya secara efektif pada jarak tanam yang terlalu jauh.Perencanaan penanaman dengan memperhatikan jarak tanam yang optimal sangat penting untuk mencapai hasil panen yang maksimal pada bayam hijau. Bayam Merah (Amaranthus tricolor L): Jarak tanam yang dekat menghasilkan pertumbuhan yang baik pada bayam merah, sementara jarak tanam yang jauh dan sedang tidak mendukung pertumbuhan bayam merah sama sekali. Bayam merah memerlukan jarak tanam yang lebih rapat untuk mencapai pertumbuhan yang optimal, kemungkinan karena kebutuhan spesifik terhadap akses cahaya, air, dan nutrisi yang lebih terfokus. Penempatan bibit dengan jarak yang sesuai sangat penting untuk memastikan pertumbuhan tanaman bayam merah yang optimal.
Implementasi Akhlak Tasawuf dalam Pendidikan Islam Muhammad Arief Qamara
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/rgbthf91

Abstract

Artikel ini membahas implementasi akhlak tasawuf dalam pendidikan Islam, dengan tujuan untuk memahami bagaimana penerapan nilai-nilai tasawuf dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk karakter peserta didik. Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana konsep akhlak tasawuf diterapkan dalam proses pendidikan Islam dan dampaknya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan, dengan menganalisis berbagai literatur terkait topik tersebut. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai tasawuf dalam kurikulum pendidikan Islam dapat memperkuat pembentukan akhlak mulia pada peserta didik, serta membantu mereka menghadapi tantangan moral di era globalisasi. Implementasi ini juga berperan dalam membentuk insan kamil melalui metode dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip tasawuf.
Pengembangan Kurikulum PAI yang Responsif Gender Sebagai Upaya Mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan dalam Dunia Pendidikan Fadilatun Nisa As Sayuti; Syahrul Sitorus
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/tz9wm710

Abstract

Pentingnya pendekatan responsif gender dalam pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam semakin meningkat demi mewujudkan kesetaraan dan keadilan dalam pendidikan. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi urgensi dan implikasi pengembangan kurikulum yang responsif gender dalam konteks pendidikan agama Islam. Melalui analisis komprehensif, jurnal ini menelaah konsep kesetaraan gender dalam pendidikan Islam, mengidentifikasi hambatan dalam mengintegrasikan perspektif gender ke dalam kurikulum, dan menyajikan strategi praktis untuk mencapai tujuan tersebut. Kurikulum pendidikan agama Islam yang responsif gender perlu memperhatikan aspek-aspek berikut: 1) konteks gender, yaitu pemahaman mendalam tentang peran gender dalam masyarakat serta pengakuan atas perbedaan dan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan; 2) integrasi nilai-nilai moral yang relevan dengan ajaran agama dalam setiap materi pembelajaran, guna mendukung pembentukan karakter peserta didik; 3) penerapan kurikulum berbasis kompetensi yang memungkinkan pendekatan pembelajaran holistik, sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan nilai-nilai yang relevan. Dengan pendekatan ini, diharapkan kurikulum pendidikan agama Islam dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berkontribusi pada terciptanya kesetaraan serta keadilan dalam pendidikan.