cover
Contact Name
Muhammad Buchori Ibrahim
Contact Email
mesadajournal@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
mesadajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan/Pasar XII Gg. Sayang No. 12 Dusun II Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Mesada: Journal of Innovative Research
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : -     EISSN : 30643864     DOI : -
The focus and scope of Mesada: Journal of Innovative Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on: Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni" : 41 Documents clear
Transformasi Kurikulum PAI: Mencetak Generasi Islami Berbasis Literasi Digital Juliani; Juliah Annisa; Muhammad Iskandar Z; Khairunnisa Yuharqie; Adinda Syafira
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi Pendidikan Agama Islam di era digital menjadi suatu keharusan dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin pesat. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuka peluang baru bagi pembelajaran, termasuk dalam bidang pendidikan agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dan potensi pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan agama Islam serta strategi yang dapat diterapkan untuk membangun generasi Islam yang melek teknologi. Dengan memanfaatkan berbagai platform digital seperti aplikasi, situs web, dan media sosial, pendidikan agama Islam dapat diakses lebih luas, efektif, dan efisien. Selain itu, integrasi  teknologi dalam pendidikan agama juga memungkinkan pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan relevan dengan tantangan zaman. Namun, tantangan dalam menjaga kualitas konten dan nilai-nilai ajaran Islam juga perlu diperhatikan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang holistik dan inovatif dalam mengembangkan pendidikan agama Islam di era digital, guna mencetak generasi Islam yang tidak hanya terampil dalam teknologi, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang mendalam dan aplikatif dalam kehidupan sehari hari.
Program Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI untuk Mencapai Kompetensi Religius Siswa Jivani Syahdilla; Juliani; Farah Fadhila; Ahmad Fauzi; Atila Zulfani Irawan
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan kompetensi religius siswa. Melalui studi kasus, ditemukan bahwa guru yang memiliki kompetensi pedagogik dan profesional yang tinggi dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan memotivasi siswa untuk mengembangkan kompetensi religiusnya.
Faktor-faktor Penghambat Optimalisasi Pendidikan Agama Islam dalam Kurikulum Sekolah di Indonesia Faiz Zahfa; Juliani; Bella Charisma; Bintang Zahrani; Nurul Afifah
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai kendala dalam penyelenggaraan pendidikan agama Islam (PAI) di sekolah-sekolah Indonesia dan memberikan solusi strategis untuk mengatasinya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yang didasarkan pada tinjauan literatur kualitatif yang mengkaji hubungan antara tantangan internal seperti terbatasnya kapasitas guru, kesempatan belajar, dan kurangnya dukungan kebijakan eksternal. Penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kompetensi guru menjadi kendala utama dalam mengembangkan metode pembelajaran yang menarik dan relevan. Keterbatasan fasilitas seperti ruang belajar khusus, laboratorium keagamaan, dan materi interaktif juga mengurangi efisiensi proses pembelajaran PAI. Selain itu, kebijakan pemerintah cenderung kurang memberikan prioritas pada pendidikan agama, khususnya dalam hal alokasi anggaran dan integrasi teknologi ke dalam kurikulum. Untuk mengatasi kendala tersebut, beberapa solusi strategis telah diusulkan, antara lain: Memberdayakan guru melalui pelatihan berkelanjutan, menyediakan fasilitas yang sesuai, dan menggunakan teknologi digital untuk memungkinkan pembelajaran  interaktif dan menarik. Mengembangkan kurikulum yang memenuhi kebutuhan saat ini juga merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas PAI. Menciptakan lingkungan belajar yang efektif memerlukan hubungan yang sinergis antara kebijakan pemerintah, peran pendidik, dan dukungan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi PAI di sekolah-sekolah di Indonesia memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Dengan mengambil langkah-langkah yang tepat sasaran dan strategis, pendidikan agama seharusnya mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya memahami nilai-nilai Islam, namun juga mampu beradaptasi dengan tantangan era digital.
Kelemahan dalam Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Indonesia: Penyebab dan Solusi Farraz Aulia Ihsan; Juliani; Anisa Dwi Lestari; Indah Sri Ratih; Fatiyyah Fitri
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah-sekolah Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi efektivitasnya. Salah satu permasalahan utama adalah kekurangan guru PAI yang kompeten, yang berdampak pada kualitas pembelajaran. Selain itu, stigma negatif terhadap mata pelajaran PAI dan minimnya integrasi kurikulum agama dengan kurikulum umum turut memperparah situasi. Artikel ini menganalisis penyebab kelemahan dalam pelaksanaan PAI, termasuk kekurangan guru, persepsi masyarakat, dan tantangan integrasi kurikulum. Solusi yang ditawarkan meliputi peningkatan kualitas dan kuantitas guru PAI, reformasi kurikulum yang lebih integratif, serta peningkatan anggaran dan infrastruktur pendidikan Islam. Dengan mengatasi permasalahan ini, diharapkan PAI dapat berperan lebih efektif dalam membentuk karakter dan moral peserta didik.
Model Kurikulum PAI Berbasis Problem-Based Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Kontekstual Aulia Nurrohmah; Juliani; Siti Ully Azhar; Raniah Putri Candrawati; Ihwal Syahwaluddin
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya modifikasi kurikulum yang terjadi menjadi latar belakang penulisan ini. Sehingga, “ganti menteri, ganti kurikulum” sudah menjadi sikap yang sering dianggap oleh sejumlah pihak. Kurikulum merupakan salah satu komponen terpenting dari sistem pendidikan; ia berfungsi sebagai pedoman untuk melaksanakan pengajaran di semua tingkatan dan dalam semua bentuk pendidikan serta sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran. Istilah "kurikulum" dalam Islam mengacu pada manhaj, atau jalur tertentu yang diambil guru dan siswa untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan sikap mereka. Kurikulum pendidikan Islam mengacu pada aktivitas, informasi, dan pengalaman yang diberikan secara sengaja dan metodis kepada siswa untuk mencapai tujuan Pendidikan Agama Islam. Penggunaan pendekatan PBL pada Studi ini menyelidiki Pendidikan Agama Islam (PAI). Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami keuntungan, kekurangan, dan hasil metode PBL dalam kurikulum PAI. Analisis literatur adalah bagian dari penelitian ini. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa mungkin ada keuntungan besar menggunakan pendekatan PBL dalam kurikulum PAI. Hal ini termasuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep-konsep agama, meningkatkan keterlibatan mereka di kelas, dan membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah. Namun kelemahan metode ini antara lain evaluasi yang lebih sulit, waktu penyelesaian suatu topik yang lebih lama, dan pembuatan materi yang lebih kompleks. Pentingnya guru memperkuat teknik PBL dalam kurikulum PAI juga ditekankan dalam penelitian ini. Untuk mendorong diskusi kelompok dan memberikan bimbingan kepada siswa, pendidik harus mengembangkan skenario masalah yang relevan dengan kerangka teologis Islam. Selain itu, Untuk mengukur pemahaman siswa dan pencapaian tujuan pembelajaran, diperlukan evaluasi yang menyeluruh.
Membangun Kompetensi Guru PAI dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Aisyah Wulandari Sisworo; Juliani; Dinda Oktavia; Duha Rizqia; Muhammad Haikal
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya tujuan kompetensi guru PAI ialah untuk dapat mencapai standar kualitas atau tolak ukur dalam menjalankan dan meneyelesaikan pekerjaanya dengan professional. Karena selaras dengan tujuan utama pendidikan islam yaitu dengan memusatkan perhatian kepada pembentukan karakter individu setiap Muslim untuk aktif dalam melakukan kegiatan amal shaleh dalam kehidupannya, bukan sekadar untuk mencari kenikmatan dunia semata, tetapi menjadikan dunia sebagai jembatan amal menuju akhirat. Membangun Kurikulum Merdeka oleh guru PAI membutuhkan peningkatan kompetensi secara menyeluruh dan berkelanjutan, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Hal ini bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang relevan, bermakna, dan mampu menjawab tantangan Pendidikan abad ke-21. Salah satu bagian dalam kurikulum adalah seorang pendidik, yaitu seorang guru. Oleh sebab itu dalam pelaksanaan pembelajaran seorang pendidik termasuk buku PAI dapat diharapkan mempunyai beberapa kompetensi dasar. Kompetensi tersebut melibatkan kompetensi kepribadian, kompetensi profesionalisme, kompetensi pedagogik, dan Kompetensi sosial.
Kurikulum PAI untuk Generasi Z: Menanamkan Akhlak Mulia di Dunia yang Serba Cepat M Rivai; Juliani; Mita Dwi Amanda; Putri Maisyarah Batubara; Salsabila Yumna
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi Z, generasi yang tumbuh di era digital menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan moralitas dan spiritualitas di tengah arus teknologi dan informasi yang cepat. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam menanamkan akhlak mulia dan membentuk karakter yang relevan dengan kehidupan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi kurikulum PAI yang efektif bagi Generasi Z, dengan memadukan pendekatan tradisional dan inovatif berbasis teknologi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi pustaka, observasi, dan wawancara mendalam. Data primer diperoleh melalui observasi lingkungan sekolah, sedangkan data sekunder diambil dari literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi pembelajaran, video interaktif, dan konten Islami di media sosial, mampu menarik perhatian siswa Generasi Z. Selain itu, pendekatan berbasis pengalaman, seperti proyek komunitas dan kegiatan sosial, efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai Islami. Namun, tantangan berupa penggunaan teknologi yang tidak terkendali dan pengaruh nilai asing menjadi kendala yang memerlukan perhatian serius.
Kurikulum Pendidikan Agama Islam Adaptif untuk Menyongsong Era Artificial Intelligence Sabila Fatun Nisa; Juliani; Faradita Br Ginting; Ayu Dwi Ananda
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum sekolah yang mencakup pendidikan agama Islam (PAI) harus berkembang seiring dengan perubahan ini untuk memenuhi persyaratan siswa saat ini. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi cara-cara di mana kurikulum PAI dapat berkembang untuk mengakomodasi bentuk-bentuk baru teknologi digital, khususnya AI. Dengan menggunakan metodologi studi pustaka yang mengacu pada publikasi sebelumnya seperti buku, jurnal, dan artikel, penelitian ini mengambil pendekatan kualitatif. Penelitian ini didasarkan pada analisis deskriptif dan konten. Tinjauan literatur yang luas dan kritis dari berbagai sumber disediakan untuk mendukung klaim dan ide. Temuan penelitian menunjukkan perlunya menggabungkan kemajuan teknologi ke dalam program pendidikan agama Islam, kurikulum PAI harus mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam semua aspek kehidupan, masyarakat sosial, pengembangan intelektual dan spiritual. Dalam upaya untuk meningkatkan efektivitas dan proses pendidikan agama Islam, integrasi nilai-nilai Islam melalui pengembangan kompetensi sangat penting. Kurikulum ini dirancang untuk mencakup komponen-komponen, yaitu pengetahuan, keterampilan, moral, kemampuan berpikir dan etika sosial. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam sangat diperlukan agar peserta didik muslim dapat mengikuti perkembangan zaman dan diarahkan dalam memanfaatkan akses digitalisasi yang saat ini sedang berkembang. Kurikulum PAI yang adaptif di era kecerdasan buatan sangat penting dalam pemanfaatannya yang memerlukan pengawasan dan pengarahan agar dapat mengoptimalkan segala perubahan yang terjadi di dunia teknologi secara lebih terarah dan dapat dipertanggungjawabkan. Penciptaan sumber daya pedagogis digital yang bermutu tinggi, meliputi video pembelajaran, e-book interaktif, dan platform e-learning, juga menjadi bagian dari kurikulum ini.
Redesain Kurikulum PAI untuk Mengatasi Krisis Moral Generasi Milenial dan Generasi Z Mhd Ibra Alfatir; Juliani; Toyyibah Nasution; Widya Astrina; Yustina Andra
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) guna mengatasi krisis moral yang dihadapi oleh generasi milenial dan generasi Z. Krisis moral yang teridentifikasi di kalangan siswa meliputi penurunan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati, yang diperburuk oleh pengaruh media sosial serta kurangnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan moral. Melalui observasi dan analisis terhadap kurikulum PAI yang ada, ditemukan bahwa pengajaran masih bersifat teoretis dan kurang menghubungkan ajaran agama dengan tantangan kontemporer, terutama dalam menghadapi dunia digital yang berkembang pesat. Oleh karena itu, rancangan ulang kurikulum ini mengusulkan integrasi nilai-nilai moral Islam dalam setiap mata pelajaran, pendekatan yang lebih kontekstual dan berbasis karakter, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Selain itu, pembelajaran berbasis proyek, diskusi aktif, serta peningkatan keterlibatan orang tua dan komunitas dalam pendidikan moral juga dianggap penting. Hasil yang diharapkan adalah terciptanya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki karakter moral yang kuat, siap menghadapi tantangan sosial, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Meningkatkan Peran Kurikulum PAI dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik yang Religius Septia Putri Delima; Juliani; M Azzubair; Nurma; Muhammad Rasyid Ridha
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan agama Islam adalah pendidikan untuk menyiapkan siswa untuk meyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan agama Islam untuk membentuk kualitas pribadi dan kualitas sosial sehingga menghasilkan prestasi rohani iman dan religius di dalam diri peserta didik. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif, data yang diperoleh berupa literatur-literatur yang menunjang. Metode pengumpulan data dengan dokumentasi, adapun dokumen yang digunakan berupa buku-buku yang relevan. Teknik kebasahan data yang digunakan adalah triangulasi teori. Teknik dengan analisis Isi (content analisis), yaitu metode untuk membuat kesimpulan atau hasil penelitian dengan mengidentifikasi karakteristik khusus secara objektif dan sistematis. Konsep Pendidikan Islam dalam membentuk karakter peserta didik yang religius dengan cara pembiasaan keteladanan dan aturan.