cover
Contact Name
Amiruddin
Contact Email
journalameena@gmail.com
Phone
+6285270075934
Journal Mail Official
aij@ymal.or.id
Editorial Address
Jl. Line Pipa Desa Seuneubok, Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe, Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Ameena Journal
ISSN : -     EISSN : 29860016     DOI : -
Ameena Journal bertujuan untuk menjadi media publikasi ilmiah yang memfasilitasi pengembangan dan penyebaran penelitian di berbagai bidang ilmu keislaman, dengan fokus pada kajian interdisipliner yang relevan dan aplikatif. Jurnal ini mencakup berbagai topik seperti Pendidikan Islam, Hukum Islam, Ekonomi Islam, Dakwah Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Ilmu Sosial, Filsafat Islam, Pemikiran Islam, Sejarah Islam, serta bidang-bidang lain yang berkaitan dengan ilmu keislaman, termasuk Matematika, Kebidanan, dan Kedokteran. Dengan melibatkan penulis, penyunting, dan penerbit yang mengedepankan etika akademik, Ameena Journal bertujuan untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi keagamaan Islam dunia, serta menjadi rujukan yang bermanfaat bagi akademisi, peneliti, dan praktisi di berbagai disiplin ilmu.
Articles 155 Documents
Dynamic Capabilities dalam Transformasi Manajemen SDM Digital untuk Meningkatkan Resiliensi Organisasi Nickytha Linch De Hans Lumban Gaol; Jenny Ester Pandiangan
Ameena Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i2.231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dynamic capabilities dalam transformasi manajemen sumber daya manusia (SDM) berbasis digital guna meningkatkan resiliensi organisasi di era disrupsi teknologi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, yang memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap fenomena transformasi SDM digital dalam konteks organisasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan sensing berperan dalam mengidentifikasi kebutuhan kompetensi digital dan perubahan lingkungan eksternal secara adaptif. Selanjutnya, kemampuan seizing diwujudkan melalui implementasi strategi pengembangan SDM digital, termasuk pelatihan berbasis teknologi dan integrasi sistem informasi SDM. Sementara itu, kemampuan transforming tercermin dalam perubahan berkelanjutan pada struktur organisasi, budaya kerja, dan sistem pembelajaran yang mendukung inovasi. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi dynamic capabilities dalam manajemen SDM digital secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan resiliensi organisasi, tidak hanya dalam mempertahankan kinerja, tetapi juga dalam mendorong kemampuan adaptasi dan pertumbuhan di tengah ketidakpastian. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian manajemen SDM berbasis digital serta implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang strategi transformasi yang berkelanjutan.
Konsep Munasakhah dalam Fikih Syafi‘iyyah Perspektif Ibnu Hajar al-Haitami dalam Kitab Tuhfat al-Muhtaj Bi Sharh al-Minhaj Khairul Abdi; Bastiar; Kafrawi
Ameena Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i2.236

Abstract

Penelitian ini membahas konsep munāsakhah dalam fikih Syafi‘iyyah berdasarkan kitab Tuhfat al-Muhtāj bi Sharḥ al-Minhāj karya Imam Ibnu Hajar al-Haitami. Munāsakhah merupakan perpindahan hak waris dari seorang ahli waris yang meninggal dunia sebelum menerima bagiannya kepada ahli warisnya sendiri. Permasalahan ini sering terjadi dalam praktik pembagian warisan di masyarakat dan menimbulkan kerumitan dalam perhitungan serta penyelesaian hak-hak ahli waris. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep munāsakhah menurut Ibnu Hajar al-Haitami, metode yang digunakan dalam menjelaskan munāsakhah beserta dasar-dasar fikihnya, serta relevansinya terhadap penyelesaian sengketa waris dalam konteks hukum Islam di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif dan analitis. Sumber primer yang digunakan dalam penelitian adalah kitab Tuhfat al-Muhtāj bi Sharḥ al-Minhāj, sedangkan sumber sekunder berupa kitab-kitab fikih, jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan ilmu faraidh dan munāsakhah. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumenter, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif, analitis, komparatif, dan kritis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Imam Ibnu Hajar al-Haitami, munāsakhah terjadi apabila salah satu ahli waris meninggal dunia sebelum pembagian warisan selesai, sehingga bagian yang telah menjadi haknya dipindahkan kepada ahli warisnya. Dalam menjelaskan konsep tersebut, Ibnu Hajar menggunakan metode penyatuan masalah (jam‘ al-masā’il) dan pemisahan masalah (tafrīq al-masā’il) yang didasarkan pada prinsip-prinsip ilmu faraidh dan kaidah fikih mazhab Syafi‘i. Konsep munāsakhah dalam Tuhfat al-Muhtāj memiliki relevansi yang kuat dalam penyelesaian sengketa waris di Indonesia karena dapat memberikan kepastian hukum dan keadilan dalam kasus kewarisan bertingkat.
Dinamika Regulasi Poligami: Studi Komparatif Mudawwanah Al-Usrah Maroko dan Kompilasi Hukum Islam Indonesia Muksal Mina; Saifuddin Dhuhri; Ismail
Ameena Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i2.237

Abstract

Dinamika hukum keluarga Islam di era modern melahirkan ragam interpretasi legislasi, khususnya terkait regulasi poligami. Maroko melalui Mudawwanah al-Usrah dan Indonesia dengan Kompilasi Hukum Islam (KHI) merepresentasikan dua kutub paradigma yang berbeda dalam merespons isu tersebut. Di lapangan, praktik poligami di Indonesia kerap diwarnai penyelundupan hukum yang meminggirkan hak perempuan, sehingga memunculkan urgensi untuk mengkaji efektivitas regulasinya secara komparatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengomparasikan konstruksi hukum poligami antara Maroko dan Indonesia, menganalisis fondasi filosofis serta operasionalisasi maqāṣid as-syarī‘ah dalam regulasi tersebut, dan merumuskan relevansinya bagi pembaruan hukum keluarga di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perbandingan hukum (comparative law) serta pendekatan analitis-filosofis berbasis maqāṣid as-syarī‘ah. Data dikumpulkan dari bahan hukum primer berupa Mudawwanah dan KHI, serta literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mudawwanah al-Usrah mengadopsi paradigma progresif-kontekstual dengan pendekatan preventif-represif, di mana negara secara mutlak melindungi hak perempuan melalui syarat finansial ketat, hak veto atau cerai bagi istri, dan ancaman pidana atas manipulasi prosedur. Sebaliknya, KHI berlandaskan paradigma konservatif dengan karakter administratif-prosedural, di mana hakim memiliki diskresi untuk mengesampingkan penolakan istri apabila alasan medis atau fungsional suami terpenuhi. Tinjauan maqāṣid menegaskan bahwa Maroko telah mengoperasionalkan kemaslahatan secara substantif, sedangkan Indonesia masih tertahan pada tataran normatif. Implikasinya, Indonesia perlu melakukan reformulasi regulasi poligami dengan mengoptimalkan otoritas yudisial dalam menilai keadilan substantif, mempertegas sanksi bagi perkawinan tak tercatat, dan menginternalisasikan nilai-nilai perlindungan hak perempuan secara komprehensif.
Model Optimalisasi Manajemen Strategik Berbasis Balanced Scorecard untuk Membangun Keunggulan Kompetitif di Universitas Islam Kuantan Singingi Ikrima Mailani; Zulhaini; Fitra Wahyuni
Ameena Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i2.248

Abstract

Islamic higher education institutions in Indonesia face persistent challenges in building integrated, measurable strategic management systems that are oriented toward competitive advantage. Many institutions experience a strategy gap between institutional-level planning and unit-level implementation, with performance indicators that remain fragmented, human resource development that is reactive rather than planned, and budget allocations that are disconnected from strategic priorities. This study aims to formulate a strategic management optimization model using the Balanced Scorecard approach to build the sustainable competitive advantage of Universitas Islam Kuantan Singingi. The study employed a qualitative approach with a case study design conducted in 2025. Data were collected through in-depth semi-structured interviews with 12 informants comprising university leadership, lecturers, and administrative staff, structured observation, and document review, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through four criteria based on Lincoln and Guba standards: credibility, transferability, dependability, and confirmability. The findings reveal three key empirical gaps in the university’s strategic management: the strategic plan has not been fully internalized across faculties and work units; the performance measurement system remains partial and lacks cause-and-effect integration across perspectives; and human resource development is reactive rather than systematically anchored to institutional strategic direction. Based on these empirical findings, an optimization model comprising six interrelated stages was developed: strategic environment analysis, strategic direction formulation, Balanced Scorecard-based strategy map development, key performance indicator formulation, strategic program implementation, and continuous monitoring and evaluation. The four Balanced Scorecard perspectives; learning and growth, internal business processes, stakeholders, and financial form a value chain in which each perspective strengthens the next, collectively building institutional competitive advantage. Islamic values, including amanah, honesty, quality, and sustainability, function as an authentic layer of differentiation embedded throughout the entire model, creating institutional character that cannot be replicated through financial investment alone. This study contributes a contextual Balanced Scorecard framework that specifically integrates Islamic institutional character, governance quality, and competitive advantage-building within a single operational model addressing a gap in the existing literature on strategic management in Indonesian Islamic higher education.
Pemanfaatan Media Berbasis Artificial Intelligence Dalam Pendidikan Agama Islam Tinjauan Sistematis Terhadap Implementasi, Etika, Dan Tantangan Pedagogis Jessica Tri Agustin; Nurlaili; Dayun Riadi
Ameena Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i2.249

Abstract

The development of artificial intelligence (AI) has brought significant transformations in the global educational landscape, including Islamic Religious Education (PAI). This article aims to systematically examine the implementation, ethical considerations, and pedagogical challenges in utilizing AI-based media in Islamic Religious Education (PAI) learning. This research uses the Systematic Literature Review (SLR) method with the PRISMA flow, collecting and synthesizing the latest academic literature from indexed databases through thematic analysis. The findings indicate that AI media has the potential to improve learning personalization, tajwid pronunciation accuracy, and Quran memorization retention through adaptive systems and real-time feedback. However, the integration of AI also raises ethical dilemmas related to scientific validity (“digital sanad”), the risk of algorithmic hallucinations, data privacy, and the shift in the teacher's role from murabbi to technical facilitator. Pedagogically, the main challenge lies in preserving the tazkiyatun nafs dimension and the formation of morals that inherently cannot be replicated by machines. It is concluded that the use of AI in Islamic Religious Education (PAI) must be based on an Islamic ethical framework (maqashid sharia and the principle of tabayyun), with AI positioned as a co-pedagogue that complements, not replaces, the central role of teachers in guiding students' spirituality and character. Strategic recommendations include developing ethical guardrails, improving the digital literacy of educators, and designing media that is transparent and has verified scientific sources.
Efektivitas Cooperative Learning dalam Pembelajaran Bahasa Arab untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Mahasiswa Mira Ulfa
Ameena Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i2.250

Abstract

Arabic language learning requires methods that can improve students’ language skills actively and communicatively. One of the methods widely used in modern learning is cooperative learning because it emphasizes collaboration and interaction among students during the learning process. However, in practice, students’ language abilities in Arabic learning have not yet developed optimally, so a study on the effectiveness of cooperative learning in improving students’ language skills is needed. This study aims to analyze the effectiveness of cooperative learning in Arabic language learning and examine its influence on improving students’ language abilities. This study employed a library research method by collecting various data sources such as books, scientific journals, articles, and previous studies relevant to the research topic. The data were analyzed descriptively through the processes of collecting, classifying, understanding, and drawing conclusions based on the reviewed sources. The results of the study indicate that cooperative learning has a positive influence on improving students’ language abilities, especially in speaking, reading, listening, and writing skills. In addition, cooperative learning can also increase students’ learning motivation, participation, collaboration, and self-confidence in using Arabic during the learning process. The success of this method is influenced by the lecturer’s role in managing groups, the use of appropriate learning strategies, and students’ active involvement in learning activities. This study contributes to the development of more active, communicative, and collaborative Arabic learning methods to improve students’ language abilities optimally.
Analisis Deskriptif Model Pembelajaran Al Islam Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 02 Kalisat Mohammad Risal Akbar; Sofyan Rofi; Dhian Wahana Putra
Ameena Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i1.253

Abstract

The implementation of Al-Islam learning models has an important role in improving students’ cognitive learning outcomes, especially in understanding Islamic materials. Learning processes that are less varied often cause students to have difficulties in understanding, remembering, and explaining the material presented. Therefore, learning models that are able to create an active, effective, and enjoyable learning atmosphere are needed for seventh-grade students at SMP Muhammadiyah 02 Kalisat. This study aims to describe the Al-Islam learning models in improving the cognitive learning outcomes of seventh-grade students at SMP Muhammadiyah 02 Kalisat. This study employed a qualitative approach with a descriptive research type. The research subjects consisted of Al-Islam teachers and seventh-grade students. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing to obtain a clear description of the implementation of Al-Islam learning models. The implementation of Al-Islam learning models was carried out through interactive lectures, cooperative learning, contextual learning, direct learning, analogy learning, and the use of humor in the learning process. These learning models were able to improve students’ cognitive abilities in understanding, remembering, analyzing, and explaining Al-Islam materials. Students became more active and found it easier to understand the material because the teacher used communicative and interactive approaches adjusted to learning needs. Thus, the Al-Islam learning models at SMP Muhammadiyah 02 Kalisat contributed positively to improving the cognitive learning outcomes of seventh-grade students.
Nilai Pendidikan Karakter Dalam Geguritan Widyasari I Putu Wiyasa
Ameena Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i2.256

Abstract

This study aims to describe the character education values contained in Geguritan Widyasari. The research is motivated by the importance of preserving traditional Balinese literature as a medium for character education amid the rapid development of science, technology, and globalization that affect the behavior of the younger generation. Geguritan Widyasari was chosen because it contains moral, spiritual, and social teachings relevant to modern life.This study used a qualitative descriptive method with library research techniques. Data were collected through repeated reading and translation of the text, then analyzed using descriptive-analytic methods by selecting and classifying data according to the research focus. The results show that Geguritan Widyasari contains five character education values: religiosity, honesty, discipline, responsibility, and social care. Religious values are reflected in devotion to God and self-control. Honesty appears in teachings about upholding truth and sincerity. Discipline is shown through diligence in learning and self-control. Responsibility is reflected in fulfilling obligations and maintaining moral behavior. Social care is demonstrated through helping others, willingness to sacrifice, and prioritizing the common good. Therefore, Geguritan Widyasari can serve as a medium for character education and the preservation of Balinese cultural values.
Transformasi Bahan Ajar Teks Menjadi Modul Digital Interaktif Berbasis Model ADDIE Rahmat Sukri; Nia Wardani; Syarifah Rahmah; Ridho Pahlepi
Ameena Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i2.257

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses transformasi bahan ajar berbasis teks menjadi modul digital interaktif menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Di era Society 5.0, dominasi bahan ajar cetak yang statis dinilai tidak lagi memadai untuk memenuhi tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang mensyaratkan keterlibatan aktif peserta didik melalui integrasi teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan analisis dokumen, tanpa menghasilkan produk baru secara fisik. Fokus kajian terletak pada metodologi transformasi konten: bagaimana struktur naratif teks yang linear diurai dan direkonstruksi menjadi struktur modul digital yang navigatif, adaptif, dan interaktif. Hasil kajian menunjukkan bahwa tahapan ADDIE, apabila diterapkan secara sistematis dan iteratif, mampu menjamin validitas pedagogis dan praktisitas modul yang dihasilkan. Setiap tahap mulai dari analisis kebutuhan, perancangan arsitektur konten, pengembangan elemen multimedia, implementasi dalam platform digital, hingga evaluasi formatif berkontribusi secara signifikan terhadap kualitas akhir modul. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka metodologis bagi para pendidik yang ingin memodernisasi materi ajar tradisional mereka secara mandiri dan terstruktur, sekaligus mengisi celah literatur yang selama ini lebih banyak berfokus pada produk e-book statis daripada modul interaktif yang sesungguhnya.
Rekayasa Hukum (Fraus Legis) Dalam Perkawinan Beda Agama: Studi Komparatif Pengakuan Hukum Antara Singapura Dan Indonesia Pasca Sema No 2 Tahun 2023 Wike Sundari; Sukiati; Iwan
Ameena Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i2.258

Abstract

This study examines the phenomenon of interfaith marriages involving Indonesian citizens (WNI) conducted in Singapore as a response to national legal restrictions following the enactment of Supreme Court Circular Letter (SEMA) No. 2 of 2023. The central issue lies in the conflict between the principle of lex loci celebrationis, which recognizes the formal validity of marriages performed in Singapore, and lex patriae, which requires compliance with material conditions—specifically religious uniformity for Indonesian citizens. Employing a normative juridical method with statutory, comparative, and conceptual approaches, this research aims to analyze the differing roles of religious and civil law in both countries and their legal implications.The findings reveal a fundamental divergence: Indonesia adopts a religious-formalistic system, where religious law constitutes an essential requirement for marital validity, whereas Singapore applies a secular-pragmatic system under the Women’s Charter, separating civil authority from religious doctrine. Marriages conducted by Indonesian citizens in Singapore are considered a form of legal evasion (fraus legis), as they involve an intention to circumvent national law (animus evadendi). SEMA No. 2 of 2023 reinforces the refusal to register such marriages on the grounds of public policy derived from Pancasila values. Consequently, this gives rise to limping marriages, in which couples lack full legal recognition in Indonesia, particularly regarding marital property and inheritance rights. The most significant impact affects children born from such unions, who are legally classified as children born out of wedlock, with limited civil rights and more complex administrative procedures. This study concludes that Indonesia’s current legal policy prioritizes theological legal certainty over the protection of citizens’ civil rights within a global context.