cover
Contact Name
Muhammad Hakiki
Contact Email
mjurnalpengabdian@gmail.com
Phone
+6285963014812
Journal Mail Official
mjurnalpengabdian@gmail.com
Editorial Address
Jalan Arteri Supadio, Komplek Pondok Indah Lestari, Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Masyarakat: Jurnal Pengabdian
ISSN : 30480531     EISSN : 30480760     DOI : https://doi.org/10.58740/mjp.v1i1
Core Subject : Education,
Masyarakat: Jurnal Pengabdian adalah jurnal profesional terakreditasi yang memiliki E-ISSN 3048-0760 dan P-ISSN 3048-0531 yang menyajikan informasi dan opini terkini mengenai isu-isu penelitian, pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan bidang Ilmu Pendidikan, Ilmu Sosial dan Ilmu Sains.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "vol. 3 no. 2 (2026)" : 20 Documents clear
EDUKASI KESADARAN HUKUM DAN KESEHATAN MENTAL BAGI MASYARAKAT DESA BANARAN Wahyu Adi Mudiparwanto; Dian Juliarti Bantam
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.624

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum dan pemahaman kesehatan mental masyarakat di Desa Banaran. Program ini dilaksanakan secara luring melalui metode edukasi berbasis komunitas yang meliputi penyuluhan interaktif, diskusi partisipatif, serta penggunaan media edukasi berupa poster, dengan evaluasi kegiatan dilakukan secara kualitatif melalui observasi, diskusi, dan wawancara singkat. Kegiatan dilaksanakan di balai pertemuan PKK Desa Banaran dengan melibatkan ibu-ibu PKK sebagai peserta utama. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep kesadaran hukum, serta kemampuan mengenali dan mengelola kondisi psikologis. Peserta juga menunjukkan keterlibatan aktif dalam diskusi serta mampu mengaitkan materi dengan permasalahan nyata yang dihadapi, seperti konflik keluarga. Selain itu, penggunaan media poster turut memperkuat pemahaman peserta melalui akses informasi yang dapat dipelajari kembali secara mandiri. Implikasi dari kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang terintegrasi antara aspek hukum dan kesehatan mental mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menyelesaikan masalah secara lebih bijak, memperkuat kesadaran hukum, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis. Kegiatan ini juga mendorong peran aktif masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, sebagai agen perubahan dalam keluarga dan lingkungan sosial.
DISEMINASI LITERASI STATISTIK MELALUI PODCAST SEBAGAI MEDIA EDUKASI PROGRAM CINTA STATISTIK Indin Rarasati; Areta Nur Fatimah Azalia; Imelda Veronica Gea; Nuzulia; Hotsawadi
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.766

Abstract

Perkembangan era digital mendorong meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kemampuan memahami dan menafsirkan informasi berbasis data secara kritis. Namun demikian, tingkat literasi statistik di masyarakat, khususnya pada level pemerintahan lokal, masih relatif terbatas sehingga berpotensi menghambat pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi statistik Masyarakat secara umum dan aparatur kelurahan secara khusus melalui diseminasi informasi statistik dalam kerangka Program Cinta Statistik dengan memanfaatkan media podcast sebagai sarana edukasi digital. Kegiatan ini dilaksanakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman dengan melibatkan akademisi, pemerintah kelurahan dan Kepala Badan Pusat Statistik sebagai narasumber utama. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif berbasis media digital yang dikombinasikan dengan penyampaian materi literasi statistik, diseminasi informasi indikator publik, serta diskusi tematik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan media podcast efektif sebagai sarana pembelajaran informal yang fleksibel dan mudah diakses oleh masyarakat. Media ini mampu menyederhanakan konsep statistik yang bersifat teknis menjadi informasi yang lebih kontekstual dan mudah dipahami. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat dan aparatur kelurahan mengenai pentingnya penggunaan data yang akurat dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan di tingkat lokal. Implikasi dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman literasi statistik masyarakat serta terbukanya peluang pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi statistik yang lebih luas dan berkelanjutan.
IDENTIFIKASI ENERGI MATAHARI SEBAGAI SUMBER LISTRIK UNTUK RUMAH TINGGAL WILAYAH NGADIRGO SEMARANG Adhi Kusmantoro
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.773

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber energi baru terbarukan (EBT) yang sangat banyak. Pada umumnya digunakan panel surya dalam kegiatan pengabdian di masyarakat, sekolah atau kampus. Tujuan dalam pengabdian masyarakat ini adalah melaksanakan observasi potensi iradiasi matahari untuk menerapkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Sumber energi listrik ini dapat digunakan bagi warga Ngadirgo kota Semarang. Sedangkan metode kegiatan pengabdian masyarkat dengan tahapan yaitu metode observasi, analisis kelayakan sumber energi, merencanakan sistem PLTS pada mitra, melakukan monitoring serta evaluasi. Lokasi kegiatan di Kelurahan Ngadirgo, Mijen, Semarang. Hasil kegiatan pengabdian memperlihatkan potensi iradiasi tinggi dan dapat diterapkan untuk kebutuhan listrik rumah tinggal, menggunakan panel surya dan penyimpan baterai. Ketika diterapkan panel surya 12 kWp pada lokasi ngadirgo, dapat diproduksi energi listrik sebesar 47 kWh sehari atau 17.298 MWh per tahun. Kegiatan pengabdian berdampak terhadap minat warga dalam memanfaatkan energi matahari sebgai sumber listrik dengan menggunakan sistem PLTS. Dengan potensi energi matahari ini dapat digunakan sebagai sumber utama energi listrik untuk menggantikan sumber PLN. Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga berdampak dalam dukungan penurunan emisi lingkungan.
PENDAMPINGAN MAHASISWA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN INTERAKSI SOSIAL Farida Fitriani; Wiwien Kurniawati; Menik Aryani; Restu Wibawa; Baiq Desy Arfini
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.788

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial mahasiswa semester V Program Studi DIII Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Mataram melalui pendampingan berbasis pelatihan dan praktik lapangan. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan Poltekkes Kemenkes Mataram dan beberapa lokasi kegiatan sosial masyarakat pada bulan Agustus 2025. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan partisipatif melalui lima tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pendampingan dan monitoring, evaluasi dan refleksi, serta pelaporan. Sebelum kegiatan lapangan, mahasiswa memperoleh pelatihan komunikasi interpersonal, kerja sama tim, dan public speaking. Selanjutnya, mahasiswa melaksanakan kegiatan edukasi dan sosial secara berkelompok melalui seminar, pelatihan, dan kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri mahasiswa dalam berbicara di depan umum, keberanian menyampaikan pendapat, kemampuan bekerja sama dalam tim, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai karakter masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas mahasiswa berada pada kategori puas dan sangat puas terhadap pelaksanaan program. Implikasi kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis praktik lapangan dan pendekatan partisipatif efektif meningkatkan soft skills mahasiswa serta memperkuat interaksi sosial mahasiswa dengan masyarakat.
PENINGKATAN KAPASITAS SDM DESA WISATA MELALUI PELATIHAN GUIDING DAN SAPTA PESONA DI JATIREJO SEMARANG Aurilia Triani Aryaningtyas; Suwarti; Bayu Ade Prabowo; Syamsul Hadi; Aura Astaningrum
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.793

Abstract

Pengembangan desa wisata berbasis masyarakat memerlukan kesiapan sumber daya manusia yang mampu mendukung kualitas pelayanan wisata dan pengelolaan destinasi secara berkelanjutan. Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang memiliki potensi wisata yang cukup besar, namun masih menghadapi kendala berupa rendahnya pemahaman masyarakat mengenai sadar wisata, penerapan Sapta Pesona, serta keterampilan guiding. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia desa wisata melalui pelatihan guiding dan penguatan pemahaman Sapta Pesona. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2025 dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Program dilaksanakan melalui observasi lapangan, sosialisasi sadar wisata dan Sapta Pesona, pelatihan guiding, simulasi praktik, serta evaluasi kegiatan. Tahapan kegiatan meliputi observasi lapangan, identifikasi kebutuhan mitra, sosialisasi sadar wisata dan Sapta Pesona, pelatihan guiding, simulasi praktik, serta evaluasi kegiatan. Peserta kegiatan terdiri atas pengurus desa wisata, Pokdarwis, dan masyarakat Kelurahan Jatirejo yang terlibat dalam pengembangan wisata lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sadar wisata dan penerapan Sapta Pesona dalam mendukung pelayanan wisata. Selain itu, kemampuan peserta dalam memandu wisata mengalami peningkatan terutama pada aspek komunikasi, pelayanan wisata, dan penyampaian informasi destinasi. Hasil evaluasi menunjukkan 85% peserta memiliki pemahaman sadar wisata dalam kategori sangat baik dan 90% peserta menyatakan kegiatan sangat bermanfaat bagi pengembangan desa wisata. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kesiapan masyarakat dalam mendukung pengembangan Desa Jatirejo sebagai desa wisata edukatif, ramah wisatawan, dan berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN EKONOMI KELOMPOK WANITA DESA BUNTU MELALUI DIVERSIFIKASI OLAHAN PISANG DAN KEWIRAUSAHAAN DIGITAL Gita Rahmadani; Rizki Azmi Nurmajid; Ardhia Khana Regita Cahyani
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.804

Abstract

Kelompok wanita di Desa Buntu, Kecamatan Kroya, Cilacap memiliki ketergantungan tinggi pada penjualan buah pisang mentah dengan nilai jual rendah. Masalah utama mitra adalah minimnya keterampilan pengolahan pascapanen bernilai tambah dan keterbatasan literasi pemasaran modern. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas keterampilan teknis kelompok wanita dalam melakukan diversifikasi produk olahan pisang sekaligus membangun kemandirian ekonomi berbasis digital. Pendekatan yang digunakan adalah community organizing yang terstruktur dalam empat tahapan utama, meliputi: sosialisasi dan perizinan, lokakarya dan pelatihan teknis produksi higienis, pendampingan intensif kewirausahaan digital (visual content marketing dan strategi micro-influencer) serta pemantauan, evaluasi, dan fasilitasi legalitas usaha. Kegiatan ini dilaksanakan langsung bersama kelompok wanita mitra di Desa Buntu. Pelaksanaan program menunjukkan transformasi signifikan pada mitra. Hasil yang diperoleh meliputi peningkatan keterampilan teknis pengolahan produk inovatif berupa keripik pisang tabur cokelat premium, standardisasi kemasan modern menggunakan standing pouch kedap udara, serta pembentukan ekosistem pemasaran digital mandiri lewat lokapasar dan media sosial. Kegiatan ini memberikan dampak nyata pada pergeseran pola usaha konvensional subsisten menjadi unit bisnis agroindustri berbasis digital. Implikasi jangka panjangnya adalah pemutusan dominasi tengkulak lokal, peningkatan omzet kelompok, serta penguatan ketahanan ekonomi domestik keluarga pra-sejahtera di pedesaan.
PENGUATAN GASTRONOMI BUDAYA PECEL PINCUK GARAHAN SEBAGAI IDENTITAS LOKAL Mukhammad Handy Dwi Wijaya; Istiyana Afifah
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.814

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menganalisis gastronomi budaya pecel pincuk Garahan sebagai praktik ekonomi berbasis budaya, mengkaji jaringan sosial-ekonomi yang menopang keberlanjutan usaha, serta mengidentifikasi nilai-nilai budaya yang membentuk identitas lokal masyarakat sasaran. Kegiatan PkM dilaksanakan di Desa Garahan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan melibatkan pelaku usaha pecel pincuk, konsumen, dan tokoh masyarakat setempat sebagai mitra kegiatan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis perspektif sosiologi ekonomi, dilaksanakan melalui tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil utama kegiatan menunjukkan bahwa pecel pincuk Garahan merupakan entitas gastronomi yang sarat makna budaya, berfungsi sekaligus sebagai strategi ekonomi komunitas dan simbol identitas lokal yang kokoh. Dalam kerangka konsep keterlekatan (embeddedness), praktik jual-beli pecel pincuk tidak semata berorientasi pada keuntungan ekonomi, melainkan juga ditopang oleh relasi kepercayaan, resiprositas, dan solidaritas sosial antarwarga. Masyarakat Garahan terbukti mampu mempertahankan teknik memasak tradisional, penggunaan bahan lokal, dan penyajian khas berbungkus pincuk daun pisang sebagai bentuk resistensi terhadap homogenisasi kuliner modern. Implikasi kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat sasaran terhadap pentingnya pelestarian gastronomi lokal sebagai aset budaya sekaligus sumber penghidupan ekonomi berkelanjutan, serta terbukanya peluang pengembangan wisata kuliner berbasis kearifan lokal di Desa Garahan.
OPTIMALISASI LAHAN KOSONG SMAN 01 ABUNG TIMUR SEBAGAI KAWASAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) Dewi Sartipa; Dewi Sri Kuning; Idris Ki Saputra; Arya Prayoga
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.817

Abstract

Kondisi lingkungan sekolah yang kurang optimal akibat adanya lahan kosong yang tidak termanfaatkan dapat berdampak pada penurunan kualitas estetika, kenyamanan belajar, serta fungsi ekologis kawasan pendidikan. SMAN 1 Abung Timur masih memiliki area lahan kosong yang belum dikelola secara produktif sehingga berpotensi menjadi area gersang dan kurang mendukung aktivitas pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan lahan tersebut menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) berbasis edukasi lingkungan yang mampu mendukung fungsi ekologis dan pembelajaran kontekstual di sekolah. Metode yang digunakan adalah praktik langsung melalui pendekatan action learning dan bakti sosial yang meliputi tahapan observasi, perencanaan tata ruang, pengolahan lahan, penanaman bibit, serta pendampingan pemeliharaan tanaman secara berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 1 Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara, pada periode April hingga Mei 2026 dengan melibatkan mahasiswa, pihak sekolah, dan siswa secara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lahan seluas kurang lebih 50 m² berhasil ditransformasi menjadi area hijau yang tertata melalui penanaman empat jenis pohon buah, yaitu mangga, alpukat, kelengkeng, dan jambu. Keterlibatan aktif siswa dalam proses penanaman meningkatkan partisipasi, kepedulian, dan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian lingkungan sekolah. Selain itu, pemasangan label tanaman yang memuat nama lokal dan ilmiah berkontribusi dalam penguatan literasi biologi melalui pembelajaran kontekstual di luar kelas. Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan siswa mampu menghasilkan perubahan fisik lingkungan sekaligus memperkuat pendidikan karakter berbasis kepedulian lingkungan serta mendukung konsep sekolah hijau yang berkelanjutan.
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI OUTCOME-BASED EDUCATION (OBE) DALAM PERENCANAAN DAN EVALUASI PEMBELAJARAN Desi Fitria; Larisman; Aldino; Arisman Sabir
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.818

Abstract

Implementasi Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi menuntut perguruan tinggi untuk menerapkan pembelajaran berbasis capaian (Outcome-Based Education/OBE) sebagai upaya meningkatkan mutu lulusan dan relevansi pembelajaran dengan kebutuhan pemangku kepentingan. Namun, implementasi OBE masih menghadapi berbagai kendala, seperti terbatasnya pemahaman dosen dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis capaian, mengembangkan asesmen autentik, serta mengintegrasikan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), dan evaluasi pembelajaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam mengimplementasikan OBE pada tahap perencanaan dan evaluasi pembelajaran sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis kebutuhan, sosialisasi, workshop, pendampingan implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan difokuskan pada penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), pengembangan strategi pembelajaran berpusat pada mahasiswa, serta penyusunan instrumen asesmen dan rubrik penilaian berbasis OBE. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan prinsip constructive alignment dan kebijakan penjaminan mutu pendidikan tinggi. Selain itu, peserta mampu mengembangkan RPS, instrumen asesmen, dan sistem evaluasi pembelajaran yang terintegrasi dengan CPL dan CPMK. Kegiatan pendampingan ini terbukti efektif dalam mendukung implementasi OBE serta meningkatkan kesiapan dosen dalam menerapkan pembelajaran berbasis capaian. Program ini diharapkan dapat memperkuat budaya mutu pembelajaran dan mendukung implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan.
THE ROLE OF MASJID SYUHADA’S EDUCATION IN FORMING MODERATE MUSLIM IDENTITY Mukhsin Achmad; Maulidia Mulyani
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.803

Abstract

This Community Service (PkM) activity (1) aims to examine the educative role of Masjid Syuhada in forming a moderate Muslim identity and navigating urban polarization. This activity (2) applies the Asset-Based Community Development (ABCD) method, utilizing four systematic stages: asset mapping, building connections through interactive dialogue, co-creating visions, and driving community-led actions. The PkM program (3) was conducted at Masjid Syuhada in the pluralistic urban environment of Yogyakarta. The (4) main outcomes show that Masjid Syuhada successfully implements an integrative, eclectic educational spectrum by synthesizing five historical pillars: Kraton, Muhammadiyah, Tamansiswa, Islamic Boarding School (NU), and Western education. Furthermore, the mosque actively counteracts urban Muslim polarization by organizing moderate Islamic studies, facilitating dialogue spaces between diverse Muslim groups, and developing inclusive social programs. The (5) implication of this activity is the strengthening of a balanced wasatiyyah identity among key community actors including teachers, parents, foundation management, and youth thereby building grassroots social cohesion and resilience against exclusive and radical religious ideologies.

Page 1 of 2 | Total Record : 20