cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 35 Documents clear
RAMIN BATANGK AND AMARE CULTURAL VALUES TOWARD ENGLISH LEARNING ACHIEVEMENT Giovani, Wanda; Tawarik, Oxtapianus; Rufinus, Albert; Serli, Serli
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6395

Abstract

ABSTRACT This research investigates the influence of Dayak cultural values, specifically those inherent in the Ramin Batangk concept, on the English language achievements of students at Institut Shanti Bhuana in Bengkayang. The Ramin Batangk, a traditional Dayak longhouse, embodies a rich cultural heritage characterized by communal values such as cooperation, discipline, respect for nature, and spirituality. These values are integrated into the students' dormitory life, which reflects both traditional Dayak culture and modern boarding school practices. Employing a correlational research design, the study examines the relationship between students' perceptions of these cultural values and their English language performance. The findings indicate a positive correlation between the cultural values practiced within the dormitories and students' academic success in English. Specifically, values such as cooperation, discipline, and perseverance significantly contribute to enhancing students' English achievement. These results underscore the importance of a culturally enriched learning environment in fostering both academic success and the preservation of cultural identity. The study recommends that educational strategies at Institut Shanti Bhuana continue to emphasize the integration of Dayak cultural values to further promote academic excellence and personal development among students. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji pengaruh nilai-nilai budaya Dayak, khususnya yang terkandung dalam konsep Ramin Batangk, terhadap pencapaian prestasi bahasa Inggris mahasiswa di Institut Shanti Bhuana Bengkayang. Ramin Batangk, sebuah rumah panjang tradisional Dayak, memuat warisan budaya yang kaya, ditandai dengan nilai-nilai kebersamaan seperti kerja sama, disiplin, penghormatan terhadap alam, dan spiritualitas. Nilai-nilai ini diintegrasikan dalam kehidupan asrama mahasiswa, yang mencerminkan perpaduan antara budaya Dayak tradisional dan praktik pendidikan asrama modern. Dengan menggunakan desain penelitian korelasional, studi ini meneliti hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap nilai-nilai budaya tersebut dan pencapaian mereka dalam bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara nilai-nilai budaya yang dipraktikkan di asrama dengan keberhasilan akademik mahasiswa dalam bahasa Inggris. Secara khusus, nilai-nilai seperti kerja sama, disiplin, dan ketekunan berkontribusi signifikan dalam meningkatkan prestasi bahasa Inggris mahasiswa. Temuan ini menekankan pentingnya lingkungan belajar yang kaya akan nilai budaya dalam mendukung keberhasilan akademik sekaligus pelestarian identitas budaya. Penelitian ini merekomendasikan agar strategi pendidikan di Institut Shanti Bhuana terus menekankan integrasi nilai-nilai budaya Dayak untuk semakin mendorong keunggulan akademik dan pengembangan pribadi mahasiswa.
REPRESENTATION OF HEGEMONIC IDEOLOGY IN AYU UTAMI'S NOVEL SAMAN: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS STUDY Sa’adiyah, Evha Nazalatus
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6420

Abstract

ABSTRACT   This study aims to reveal the representation of hegemonic ideology in the novel Saman by Ayu Utami through Critical Discourse Analysis approach. The novel Saman was chosen as the object of study because of the Indonesian socio-political context during the Reformation period, which is full of ideological conflicts, especially regarding patriarchal domination, conservative religion, and the struggle for individual freedom. Through a qualitative method, data were collected using in-depth reading and thematic coding techniques on narrative excerpts, dialogues, and descriptions that reflect ideological power. The results show that hegemonic ideology is strongly represented through the main characters and the storyline, which illustrates the tension between the restrictive social structure and the individual's efforts to achieve freedom of thought and action. Discursive strategies, such as the use of metaphors, critical dialogue, and multivocal narratives, reinforce critiques of ideological domination. The novel also features a socio-political dimension that is closely related to the conditions of Indonesia, especially how the hegemonic ideologies of religion and patriarchy function as a means of control and power reproduction. In addition, elements of resistance and subversion emerge through the characters’ critical attitudes and actions that reject absolute obedience and seek to transform the social order. The findings confirm that ideological power is not absolute, and literature can be an important medium for social reflection and resistance. This research provides theoretical contributions to literary studies and discourse analysis, as well as practical implications for understanding the relationship between literature and socio-political power dynamics. ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi ideologi hegemonik dalam novel Saman karya Ayu Utami melalui pendekatan Analisis Diskursus Kritis. Novel Saman dipilih sebagai objek penelitian karena konteks sosio-politik Indonesia pada masa Reformasi, yang dipenuhi dengan konflik ideologis, terutama terkait dominasi patriarki, agama konservatif, dan perjuangan untuk kebebasan individu. Melalui metode kualitatif, data dikumpulkan menggunakan teknik pembacaan mendalam dan pengkodean tematik pada potongan narasi, dialog, dan deskripsi yang mencerminkan kekuatan ideologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi hegemonik secara kuat diwakili melalui karakter utama dan alur cerita, yang menggambarkan ketegangan antara struktur sosial yang membatasi dan upaya individu untuk mencapai kebebasan berpikir dan bertindak. Strategi diskursif, seperti penggunaan metafora, dialog kritis, dan narasi multivokal, memperkuat kritik terhadap dominasi ideologi. Novel ini juga menampilkan dimensi sosio-politik yang erat terkait dengan kondisi Indonesia, terutama bagaimana ideologi hegemonik agama dan patriarki berfungsi sebagai alat kontrol dan reproduksi kekuasaan. Selain itu, unsur-unsur perlawanan dan subversi muncul melalui sikap dan tindakan kritis karakter yang menolak ketaatan mutlak dan berusaha mengubah tatanan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa kekuasaan ideologis tidak mutlak, dan sastra dapat menjadi medium penting untuk refleksi sosial dan perlawanan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bagi studi sastra dan analisis diskursus, serta implikasi praktis untuk memahami hubungan antara sastra dan dinamika kekuasaan sosio-politik.
LANGUAGE POLITICS IN THE CURRICULUM: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF THE REPRESENTATION OF LOCAL IDENTITY IN INDONESIAN PRIMARY SCHOOL TEXTBOOKS Yunanto, Fredy
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6421

Abstract

ABSTRACT This research aims to reveal how representations of local identity are constructed in Indonesian primary school textbooks, as well as to examine the ideological dimensions hidden behind them. Using a critical qualitative approach and Fairclough's Critical Discourse Analysis model, this study analyzes three dimensions: text, discursive practices, and social practices. The study included Indonesian language and Pancasila and Citizenship Education (PPKn) textbooks for grades 4 to 6 of the Merdeka Curriculum edition. The findings show that textbooks consistently shape the discourse of homogeneous nationalism through diction, sentence structure, and metaphors that emphasize unity and a single national identity. Representations of local identities, such as regional figures, regional languages, and local cultural symbols, are minimal and symbolic. The intertextuality between textbooks and national curriculum documents shows the internalization of state ideology in the basic education narrative. Textbook production and distribution practices controlled by central institutions reinforce the homogenization of representations, while the underlying social practices reproduce the central hegemony over regions. These results confirm that textbooks are ideological arenas that play a role in shaping students' awareness of identity, citizenship, and culture. This research recommends the need for reformulation of curriculum policies and textbook production to be more inclusive of local identities, as well as training for writers and educators to be more sensitive to Indonesia's cultural diversity. The CDA approach has proven effective as a tool for criticizing hegemonic educational discourses and opening up space for a more culturally just education. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana representasi identitas lokal dibangun dalam buku teks sekolah dasar Indonesia, serta untuk menganalisis dimensi ideologis yang tersembunyi di baliknya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif kritis dan model Analisis Diskursus Kritis Fairclough, penelitian ini menganalisis tiga dimensi: teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Penelitian ini mencakup buku teks Bahasa Indonesia dan Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila (PPKn) untuk kelas 4 hingga 6 edisi Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks secara konsisten membentuk diskursus nasionalisme homogen melalui pilihan kata, struktur kalimat, dan metafora yang menekankan kesatuan dan identitas nasional tunggal. Representasi identitas lokal, seperti tokoh regional, bahasa daerah, dan simbol budaya lokal, minimal dan simbolis. Intertekstualitas antara buku teks dan dokumen kurikulum nasional menunjukkan internalisasi ideologi negara dalam narasi pendidikan dasar. Praktik produksi dan distribusi buku teks yang dikendalikan oleh lembaga pusat memperkuat homogenisasi representasi, sementara praktik sosial yang mendasarinya mempertahankan hegemoni pusat atas daerah. Hasil ini menegaskan bahwa buku teks merupakan arena ideologis yang berperan dalam membentuk kesadaran siswa tentang identitas, kewarganegaraan, dan budaya. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformulasi kebijakan kurikulum dan produksi buku teks agar lebih inklusif terhadap identitas lokal, serta pelatihan bagi penulis dan pendidik untuk lebih sensitif terhadap keragaman budaya Indonesia. Pendekatan CDA telah terbukti efektif sebagai alat untuk mengkritik diskursus pendidikan hegemonik dan membuka ruang untuk pendidikan yang lebih adil secara budaya.
DEVELOPING CRITICAL READING THROUGH TEXTUAL ANALYSIS TO PROMOTE DEMOCRATIC DISCOURSE: A STUDY ON ENGLISH EDUCATION STUDENTS Yuliarsih, Yuliarsih
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6422

Abstract

ABSTRACT This study explores the development of critical reading skills through textual analysis to promote democratic discourse among English Education students at FKIP Universitas Madura. In the context of the post-truth era, where misinformation challenges rational communication, critical literacy is essential for nurturing democratic competencies. This qualitative descriptive research involved 25 fifth-semester students and employed classroom observations, written responses, and semi-structured interviews to collect the data. The analysis focused on students’ abilities to interpret texts, evaluate arguments, and reflect ideologically. The findings reveal a significant improvement in students’ critical reading competencies, as they increasingly identify central themes, authorial intentions, and social contexts within texts. Moreover, the students demonstrated heightened awareness of bias, intertextuality, and hegemonic values embedded in media narratives. These competencies were manifested in both written assignments and class discussions, where the students engaged in deliberative dialogues marked by tolerance, respect, and rational argumentation. The study confirms that textual analysis is an effective pedagogical approach for integrating language skills with civic literacy, fostering not only the cognitive but also the affective and ethical dimensions of reading. The implications include the necessity for teacher training in critical literacy and the incorporation of democratic education principles into the English curriculum. Future research could explore long-term interventions and the integration of digital literacy to further enhance students’ critical engagement with texts across various media. ABSTRAK Penelitian ini mengeksplorasi pengembangan keterampilan membaca kritis melalui analisis tekstual untuk mempromosikan wacana demokrasi di kalangan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di FKIP Universitas Madura. Dalam konteks era pasca-kebenaran, di mana informasi yang salah menantang komunikasi rasional, literasi kritis sangat penting untuk memelihara kompetensi demokrasi. Penelitian deskriptif kualitatif ini melibatkan 25 mahasiswa semester lima dan menggunakan observasi kelas, tanggapan tertulis, dan wawancara semi-terstruktur untuk mengumpulkan data. Analisis berfokus pada kemampuan siswa untuk menafsirkan teks, mengevaluasi argumen, dan merefleksikan secara ideologis. Temuan ini mengungkapkan peningkatan yang signifikan dalam kompetensi membaca kritis siswa, karena mereka semakin mengidentifikasi tema sentral, niat penulis, dan konteks sosial dalam teks. Selain itu, para siswa menunjukkan kesadaran yang tinggi akan bias, intertekstualitas, dan nilai-nilai hegemonik yang tertanam dalam narasi media. Kompetensi ini diwujudkan baik dalam tugas tertulis maupun diskusi kelas, di mana siswa terlibat dalam dialog deliberatif yang ditandai dengan toleransi, rasa hormat, dan argumentasi rasional. Studi ini menegaskan bahwa analisis tekstual adalah pendekatan pedagogis yang efektif untuk mengintegrasikan keterampilan bahasa dengan literasi sipil, menumbuhkan tidak hanya dimensi kognitif tetapi juga dimensi afektif dan etis membaca. Implikasinya termasuk perlunya pelatihan guru dalam literasi kritis dan penggabungan prinsip-prinsip pendidikan demokratis ke dalam kurikulum bahasa Inggris. Penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi intervensi jangka panjang dan integrasi literasi digital untuk lebih meningkatkan keterlibatan kritis siswa dengan teks di berbagai media.
PENGARUH SIMULASI MICROTEACHING TERHADAP KETERAMPILAN PENGELOLAAN KELAS MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS PATOMPO Karim, Syahruni; Taskirah, Taskirah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6461

Abstract

This study is an experimental study that aims to determine the extent to which microteaching simulations influence students' skills in managing learning classes as readiness to become prospective teachers facing students. The population in this study were male and female students of Patompo University, semester VII majoring in biology education. The sample of this study was 21 people. The data analysis techniques used were descriptive analysis and inferential analysis. The results of the study showed that microteaching simulations were useful for male and female students who carried out field experience practice (PPL), especially in classroom management skills, which was 76.20% or 16 students, while microteaching simulations were included in the category with good or useful results, which was 61.90% or 13 students. The results of the hypothesis testing of this study showed that there was a relationship between the microteaching variable and the classroom management skills variable, which was 0.000 or 0.000 greater than 0.05, which indicated that Ha was accepted while Ho was rejected. It can be concluded that the influence of microteaching simulations on classroom management skills has a positive or significant impact. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang memiliki tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh simulasi microteaching terhadap keterampilan mahasiswa dalam mengelola kelas belajar sebagai kesiapan menjadi calon guru menghadapi peserta didik. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa dan mahasiswi Universitas Patompo semester VII jurusan pendidikan biologi. Sampel penelitian ini sebanyak 21 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simulasi micro teaching berguna bagi mahasiswa dan mahasiswi yang melaksanakan praktik pengalaman lapangan (PPL), khususnya dalam keterampilan pengelolaan kelas yaitu sebesar 76,20 % atau terdapat 16 mahasiswa, sedangkan pada simulasi microteaching termasuk dalam kategori dengan hasil yang baik atau bermanfaat yaitu sebesar 61,90 % atau terdapat 13 mahasiswa. Pada hasil pengujian hipotesis penelitian ini menunjukkan bahwa memiliki keterkaitan antara variabel microteaching terhadap variabel keterampilan pengelolaan kelas yaitu sebesar 0,000 atau 0,000 lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan bahwa Ha diterima sedangkan Ho ditolak. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pengaruh simulasi micro teaching terhadap keterampilan dalam mengleola kelas memiliki dampak yang positif atau signifikan.   
PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PERSPEKTIF TAFSIR HADIS: STUDI TERHADAP HADIS TENTANG IHSAN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBINAAN KARAKTER SISWA Yuliawanti, Hani; Azzahra, Fitri Nurlatifah; Maslani, Maslani; Ramadhan, Muhammad Alif; Fadhil, Sahrul
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6462

Abstract

This study explores the concept of ihsan as conveyed in the Hadith of Gabriel and its application in character education for students. The research aims to analyze the understanding of ihsan according to classical and contemporary scholars such as Imam Nawawi, Ibn Hajar al-Asqalani, and Yusuf al-Qaradawi, as well as to explain how the values of ihsan can strengthen the moral and spiritual development of students. Using a qualitative approach through literature research and descriptive analysis, this study examines primary sources, including Sahih Muslim and classical commentaries, as well as supporting literature on Islamic education. The findings indicate that ihsan, which means worshiping Allah as if we see Him and realizing that He sees us, is not only a theological concept but also serves as a profound ethical principle in daily life. Imam Nawawi describes ihsan as a spiritual awareness that fosters noble character; Ibn Hajar regards it as a moral motivation to avoid mistakes and enhance sincerity; while Yusuf al-Qaradawi sees ihsan as a universal ethical principle applicable to all aspects of life, including education. The internalization of ihsan values supports character education by promoting honesty, discipline, responsibility, empathy, and social concern. Therefore, integrating the concept of ihsan into character education helps develop students into individuals who are not only intellectually competent but also spiritually aware and morally good. ABSTRAKStudi ini mengeksplorasi konsep ihsan sebagaimana yang disampaikan dalam Hadis Jibril dan penerapannya dalam pendidikan karakter bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman tentang ihsan menurut para ulama klasik dan kontemporer seperti Imam Nawawi, Ibnu Hajar al-Asqalani, dan Yusuf al-Qaradawi, serta menjelaskan bagaimana nilai-nilai ihsan dapat memperkuat perkembangan moral dan spiritual siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian pustaka dan analisis deskriptif, studi ini mengkaji sumber-sumber utama, termasuk Shahih Muslim dan komentar klasik, serta literatur pendukung tentang pendidikan Islam. Temuan menunjukkan bahwa ihsan, yang berarti beribadah kepada Allah seolah-olah kita melihat-Nya dan menyadari bahwa Dia melihat kita, bukan hanya merupakan konsep teologis tetapi juga berfungsi sebagai prinsip etika yang mendalam dalam kehidupan sehari-hari. Imam Nawawi menggambarkan ihsan sebagai kesadaran spiritual yang memupuk karakter mulia; Ibnu Hajar memandangnya sebagai motivasi moral untuk menghindari kesalahan dan meningkatkan ketulusan; sementara Yusuf al-Qaradawi menganggap ihsan sebagai prinsip etika universal yang berlaku di semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Internalisasi nilai-nilai ihsan mendukung pendidikan karakter dengan mendorong kejujuran, disiplin, tanggung jawab, empati, dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, mengintegrasikan konsep ihsan ke dalam pendidikan karakter membantu mengembangkan siswa menjadi individu yang tidak hanya kompeten secara intelektual tetapi juga sadar secara spiritual dan bermoral baik.
PENERAPAN METODE ROLE PLAYING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPLANASI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 SLIYEG Komariah, Komariah; Sholeh, Muhammad; Naufal, Muji Zain
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6463

Abstract

The low level of ability of students at SMA Negeri 1 Sliyeg in the 2023/2024 academic year in learning to write explanatory texts and the limitations of teachers in varying innovative and effective learning methods to improve students' skills in producing explanatory texts are the background for the author in conducting this research. The effort made by the researcher is to apply the role-playing learning method in learning to write explanatory texts. This study aims to: 1) determine whether the application of the role-playing method in learning to write explanatory texts for grade XI students of SMA Negeri 1 Sliyeg in the 2023/2024 academic year is effective and 2) describe how the learning activities of writing explanatory texts in the application of the role-playing method. This study used an experimental method with a nonequivalent control group design. The population of this study was all grade XI students of SMA Negeri 1 Sliyeg in the 2023/2024 academic year. Sampling using non-probability sampling technique with purposive sampling method was determined class XI MIPA 4 as the experimental class with 36 students and XI MIPA 5 as the control class with 36 students. Research data were collected through written tests and observation sheets. Based on the results of statistical calculations using two independent t-tests (independent simple t-test), the calculated t was 3.672 and the t table was 1.994. So t count (3.672) > t table (1.994), this indicates that H1 is accepted and H0 is rejected. Thus, the author concludes that the application of the role playing method in learning to write explanatory texts for class XI students of SMA Negeri 1 Sliyeg in the 2023/2024 academic year is effective. Based on the analysis of observation results, it is proven that the application of the role playing method can increase student activeness in the learning process of writing explanatory texts for class XI students of SMA Negeri 1 Sliyeg in the 2023/2024 academic year. ABSTRAKRendahnya tingkat kemampuan siswa SMA Negeri 1 Sliyeg Tahun Pelajaran 2023/2024 dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi serta keterbatasan guru dalam mevariasikan metode pembelajaran yang inovatif dan efektif untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam memproduksi teks eksplanasi melatarbelakangi penulis dalam melakukan penelitian ini. Upaya yang dilakukan peneliti yaitu dengan menerapkan metode pembelajaran role playing dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui apakah penerapan metode role playing dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sliyeg Tahun Pelajaran 2023/2024 efektif dan 2) mendeskripsikan bagaimana aktivitas pembelajaran menulis teks eksplanasi dalam penerapan metode role playing. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain nonequivalen control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sliyeg Tahun Pelajaran 2023/2024. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling ditetapkan kelas XI MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 36 siswa dan XI MIPA 5 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 36 siswa. Data penelitian dikumpulkan melalui tes tulis dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penghitungan statistik dengan menggunakan uji t dua independen (independen simple t test), diperoleh thitung sebesar 3,672 dan ttabel sebesar 1,994. Jadi thitung (3,672) > ttabel (1,994), hal ini menunjukan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian, penulis menyimpulkan bahwa penerapan metode role playing dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sliyeg Tahun Pelajaran 2023/2024 efektif. Berdasarkan analisis hasil observasi, terbukti bahwa penerapan metode role playing dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran menulis teks eksplanasi pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sliyeg Tahun Pelajaran 2023/2024.
TREN MODEL PEMBELAJARAN PAUD DALAM KONTEKS BUDAYA LOKAL DAN KURIKULUM MERDEKA DI SULAWESI SELATAN Manga, Delvhina; Hasmawaty, Hasmawaty; Sidiq, Nurul Jamiah; Islami, Andi Nur Maharani
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6497

Abstract

This study aims to review and analyze the various learning models used in Early Childhood Education (ECE) in South Sulawesi during the 2019-2024 period, as well as examine their relevance to local cultural values and their suitability for the policy direction of the Merdeka Curriculum. Using a systematic literature study approach, 11 articles that met the inclusion criteria were thematically analyzed. The study results show that the Project-Based Learning (PjBL) model is the most dominant approach used. The innovations found reflect the integration of local cultural values such as Bugis-Makassar culture, as well as religious values, through contextual activities such as social projects, traditional games, and worship habituation. Most models focused on strengthening children's affective and social-emotional aspects, with an emphasis on character traits such as empathy, responsibility and religiosity. However, most studies are still limited to the local context and have not presented comprehensive implementation or long-term evaluation strategies. This study recommends the need for local culture-based teacher training, contextual curriculum development and field research to empirically test the effectiveness of the model. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis berbagai model pembelajaran yang digunakan dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sulawesi Selatan selama periode 2019–2024, sekaligus menelaah relevansinya dengan nilai-nilai budaya lokal serta kesesuaiannya dengan arah kebijakan Kurikulum Merdeka. Menggunakan pendekatan studi literatur sistematis, sebanyak 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Project-Based Learning (PjBL) merupakan pendekatan yang paling dominan digunakan. Inovasi yang ditemukan mencerminkan integrasi nilai budaya lokal seperti budaya Bugis-Makassar, serta nilai keagamaan, melalui aktivitas kontekstual seperti proyek sosial, permainan tradisional, dan pembiasaan ibadah. Sebagian besar model berfokus pada penguatan aspek afektif dan sosial-emosional anak, dengan penekanan pada karakter seperti empati, tanggung jawab, dan religiusitas. Meskipun demikian, sebagian besar penelitian masih terbatas pada konteks lokal dan belum menyajikan strategi implementasi maupun evaluasi jangka panjang secara komprehensif. Kajian ini merekomendasikan perlunya pelatihan guru berbasis budaya lokal, pengembangan kurikulum kontekstual, serta penelitian lapangan untuk menguji efektivitas model secara empiris.
ANALISIS KRITIK TERHADAP DAKWAH KONTEMPORER DALAM PESPEKTIF ILMU HADITS Pratama, Adi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6511

Abstract

The advancement of information technology has significantly influenced the transformation of Islamic preaching (dakwah) methods in the contemporary era. Traditional forms of dakwah have evolved through social media, podcasts, television, and other digital platforms. While this shift enhances accessibility, it also raises concerns regarding the essence of dakwah, which risks being diluted by worldly interests. This article aims to analyze the main criticisms toward contemporary dakwah methods, including commercialization, lack of scholarly competence among preachers, poor audience engagement, and the pursuit of fame. Using a qualitative literature-based approach, the study identifies the root issues and offers solutions rooted in the principles of the Qur’an and Sunnah. The findings reveal that the integrity of dakwah can be preserved through sincere intention, deep religious knowledge, understanding the audience context, and avoiding vanity and fame. This article seeks to contribute to the preservation of authentic Islamic preaching values amidst the digital era's challenges. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi telah memberikan pengaruh besar terhadap perubahan metode dakwah Islam di era kontemporer. Dakwah yang sebelumnya dilakukan secara konvensional kini berkembang melalui media sosial, podcast, televisi, dan platform digital lainnya. Fenomena ini membawa dua sisi mata uang yang berbeda: di satu sisi mempermudah akses dakwah, namun di sisi lain menimbulkan kekhawatiran terhadap esensi dakwah yang mulai tercemar oleh kepentingan duniawi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kritik-kritik utama terhadap metode dakwah kontemporer, meliputi komersialisasi dakwah, minimnya kompetensi keilmuan para da’i, lemahnya pendekatan terhadap objek dakwah, serta kecenderungan menjadikan dakwah sebagai ajang ketenaran. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penulis mengevaluasi akar permasalahan dan menawarkan solusi yang bersumber dari prinsip-prinsip dakwah dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesucian dakwah dapat tetap terjaga apabila para da’i kembali memurnikan niat, memperdalam ilmu, memahami kondisi mad’u, serta menjauhkan diri dari riya’ dan popularitas. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan nilai-nilai dakwah Islam agar tetap autentik dan relevan di tengah tantangan era digital.
THE EFFECT OF USING SONG TO THE STUDENTS’ MASTERY OF PRESENT TENSE Hartiwi, Juni; Nurdianti, Desti; Maiza, Masfa; Dewi, Nila Sari; Sutiwi, Sri
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6546

Abstract

ABSTRACT The low mastery of grammar, especially Present Tense, and low learning motivation are the background of this study, where seventh grade students of SMP Nurul Islam consider grammar as a difficult and boring material. The focus of this study is to test the effectiveness of using song media as an innovative strategy to improve students' mastery of Present Tense. As an important step, this study uses the Classroom Action Research (CAR) method which is implemented in two cycles on 32 students. Each cycle includes the stages of planning, action, observation, and reflection, with data collection through pre-test, post-test, observation sheets, and questionnaires. The main findings show a significant improvement in student learning outcomes. The average student score increased from 7.1 in the pre-test to 8.8 in the post-test of the second cycle, with 100% of students successfully achieving the completion criteria. In addition, the use of songs successfully created a more enjoyable learning atmosphere and increased student active participation. In conclusion, the use of song media has proven to be an effective strategy in improving students' mastery of Present Tense, both from the cognitive and affective aspects.   ABSTRAK Rendahnya penguasaan tata bahasa, khususnya Present Tense, serta motivasi belajar yang rendah menjadi latar belakang penelitian ini, di mana siswa kelas VII SMP Nurul Islam menganggap grammar sebagai materi yang sulit dan membosankan. Fokus penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas penggunaan media lagu sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan penguasaan Present Tense siswa. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pada 32 siswa. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, dengan pengumpulan data melalui pre-test, post-test, lembar observasi, dan kuesioner. Temuan utama menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 7,1 pada pre-test menjadi 8,8 pada post-test siklus kedua, dengan 100% siswa berhasil mencapai kriteria ketuntasan. Selain itu, penggunaan lagu berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan meningkatkan partisipasi aktif siswa. Kesimpulannya, penggunaan media lagu terbukti menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan penguasaan Present Tense siswa, baik dari aspek kognitif maupun afektif.

Page 3 of 4 | Total Record : 35