JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia, dengan ISSN 2721-0286 (media cetak) dan ISSN 2721-0278 (media online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh STIKES BHAMADA SLAWI. JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, kesehatan, pemasaran, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia menerbitkan jurnal dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Kontributor dalam jurnal ini merupakan staf pengajar STIKES BHAMADA SLAWI dan perguruan tinggi-perguruan tinggi lainnya.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3 No 2 (2022): Desember"
:
14 Documents
clear
OPTIMALISASI PEMANFAATAN RUANG SEKOLAH MELALUI PENATAAN LINGKUNGAN SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN GREEN SCHOOL DI SDN 231 SUKAASIH KOTA BANDUNG
Nurlaila Fadjarwati;
Wida Oktavia Suciyani;
Moch. Yusup;
Husna Candranurani Oktavia;
Jaka Sastrawan;
Abdul Malik Sayuti;
Tangguh Dwi Pramono
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v3i2.404
Salah satu program yang dapat mendukung terciptanya lingkungan sehat di sekolah adalah penerapan konsep sekolah hijau atau green school. Pemerintah Indonesia telah mempersiapkan sekolah-sekolah untuk kembali melakukan pembelajaran tatap muka terbatas setelah hampir dua tahun lebih pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara daring (online). Sekolah Dasar Negeri (SDN) 231 Sukaasih sebagai mitra Pengabdian Kepada Masyarakat telah dihadapkan dengan permasalahan kebutuhan untuk menyiapkan lingkungan sekolah yang lebih sehat, asri dan hijau. Namun terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi mitra saat ini diantaranya adalah kondisi fasilitas kebersihan yang tersedia belum mendukung praktik pengelolaan sampah yang baik. Permasalahan selanjutnya adalah minimnya ruang hijau sekolah, dikarenakan adanya keterbatasan lahan. Selain permasalahan pada fasilitas yang dapat mendukung terwujudnya green school, kendala lainnya yang dihadapi pihak sekolah adalah keterbatasan dana yang dikelola pihak sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk memberikan solusi berupa optimalisasi pemanfaatan ruang sekolah melalui penataan lingkungan guna mendukung program sekolah hijau di masa pandemi covid-19. Metode pelaksanaan PKM dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu: (1) Melakukan perencanaan berupa analisa kebutuhan mitra yang dilakukan dengan menerapkan metode observasi dan FGD; (2) Membuat perancangan program optimasi pemanfaatan ruang sekolah melalui pengadaan tempat sampah klasifikasi dan pengadaan area hijau di lingkungan sekolah; dan (3) melakukan monitoring dan evaluasi. Berdasarkan hasil observasi dan FGD tim PkM mengadakan tanaman hijau berjumlah 50 tanaman yang ditanam pada pot gantung. Selain itu tim PkM juga mengadakan fasilitas kebersihan berupa bak tempat sampah yang sesuai standar. Optimalisasi pemanfaatan ruang melalui penataan lingkungan sekolah dapat membatu sekolah dalam mewujudkan terciptanya green school di area sekolah.
PENANGANAN PENYAKIT JANTUNG DI KELURAHAN TAMBAKREJA KABUPATEN CILACAP
Kasron Kasron;
Susilawati Susilawati
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v3i2.406
Indonesia masih menghadapi masalah kesehatan PTM yang tinggi seperti penyakit jantung (Angina Pectoris, Acut Miocard Infarck dan Congestive Heart Failure). Angka prevalensi kejadian penyakit jantung masih sangat tinggi di beberapa daerah di Indonesia. Cilacap merupakan salah satu Kabupaten yang masuk dalam Kabupaten yang masuk kategori tinggi penderita penyakit jantung. Diketahui 3817 penderita penyakit jantung di Cilacap tahun 2018, dengan kasus terbanyak ada di kelurahan Tambakreja. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan kader tentang penanganan penyakit jantung. Meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan intervensi penyakit jantung. Metode PKM yang dilakukan adalah: Survei awal dan persiapan dengan pendataan jumlah kader, penderita penyakit jantung. Implementasi dengan penyuluhan, transfer pengetahuan kesehatan dan kampanye hidup sehat, deteksi penyakit jantung, pendidikan gizi dan nutrisi, pelatihan kader. Evaluasi dilakukan pada masing-masing program oleh tim PKM dan mitra. Hasil yang diperoleh adalah kader mampu mengetahui tentang gaya hidup sehat dan pola hidup sehat, pencegahan, dan tatalaksana penyakit jantung. Setelah pengabdian ini dilakukan, kader diharapkan dapat menerapkan ke warga penderita dan yang beresiko menderita penyakit jantung.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN SELF CARE PADA PENDERITA GAGAL JANTUNG SELAMA MASA PANDEMI
Dian Hudiyawati;
Tiyas Priyanti;
Ariwati Anggita Putri
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v3i2.411
Pasien yang memiliki penyakit jantung berisiko mengalami infeksi dan komplikasi yang parah dari Covid-19. Kondisi pandemi Covid-19 berdampak pada perawatan CHF, yang mengakibatkan pasien merasa cemas dan takut untuk datang ke fasilitas kesehatan. Monitoring pada penderita CHF harus tetap dilakukan untuk mencegah kekambuhan gejala. Adapun tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan penderita CHF tentang perawatan mandiri selama pandemi Covid-19 agar terhindar dari perburukan kondisi. Motode yang digunakan yaitu memberikan edukasi yang melibatkan penderita CHF, keluarga yang mendampingi saat kontrol serta petugas kesehatan di Poli Klinik Jantung RS UNS. Edukasi yang diberikan berupa pemberian informasi dan tanya jawab. Media yang digunakan yaitu modul perawatan mandiri gagal jantung berbasis web. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada tanggal 28 Mei 2022 di Poli Klinik Jantung RS UNS Surakarta, yang diikuti 50 peserta penderita CHF. Peserta aktif dan antusias selama kegiatan penyuluhan, hal ini dibuktikan dengan banyaknya permasalahan atau pertanyaan yang diajukan oleh perserta kepada narasumber. Beberapa anggota tim penyuluhan kesehatan mendampingi peserta selama penyampaian materi serta membagikan file modul berbasis web sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima secara maksimal serta dapat dibuka secara mandiri oleh peserta melalui mobile phone. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan serta pemahaman penderita CHF. Harapannya peserta dapat melakukan perawatan mandiri secara optimal untuk meminimalkan risiko rehospitalisasi.
EDUKASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) LABORATORIUM PADA SISWA JURUSAN FARMASI DI SMK HARAPAN BERSAMA KOTA TEGAL
Anggit Pratiwi;
Erna Agustin Sukmandari;
Desi Sri Rejeki;
Ivan Ananda Aryo Saputra
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v3i2.420
Laboratorium sebagai tempat praktik bagi siswa, sebaiknya juga memperhatikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebab menghadapi beragam risiko bahaya yang dibagi menjadi lima perantara yaitu chemical agent, physical agent, biological agent, psycological agent dan ergonomic agent/ mechanical agent. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan tugas semua yang bekerja termasuk siswa pada saat praktik menggunakan bahan kimia di laboratorium. Agar dalam melaksanakan praktik, siswa dapat bekerja dengan aman dan selamat, maka setiap siswa diharapkan untuk selalu waspada dan berusaha agar selalu dalam keadaan selamat dan sehat dalam bekerja Tujuan dari kegiatan program pengabdian ini adalah memberikan pemahaman kepada siswa Jusuran Farmasi SMK Harapan Bersama Kota Tegal mengenai pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sehingga siswa diharapkan perlu mengetahui sumber-sumber bahaya di laboratorium, simbol-simbol bahan kimia berbahaya, kegiatan laboratorium yang dapat menimbulkan kecelakaan, penyimpanan bahan kimia serta bagaimana cara pengendalian bahaya tersebut. Kegiatan disampaikan dalam bentuk pemberian edukasi, praktik pengenalan simbol bahan kimia beracun dan berbahaya (B3), diskusi dan tanya jawab. Hasil evaluasi kegiatan, siswa masih awam terhadap dengan K3, namun setelah selesai kegiatan, siswa dapat mengetahui dan menjelaskan dengan mampu mengidentifikasi berbagai bahaya di laboratorium dan pengendalian apa saja yang sebaiknya dilakukan.
EDUKASI TENTANG COVID DENGAN MEDIA BOOKLET PADA ANAK USIA DINI DI RA/KBIT SITI KHODIJAH SLAWI
Ita Nur Itsna;
Anisa Oktiawati;
Uswatun Insani;
Jumrotun Ni’mah
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v3i2.424
Virus corona dapat dengan mudah menyebar dan menginfeksi siapapun tanpa pandang usia. Upaya pemutusan rantai penyebaran covid-19 memerlukan pemahaman dan pengetahuan yang baik dari seluruh elemen masyarakat. Pengetahuan tentang penyakit juga diberikan pada semua rentang usia masyarakat termasuk pada anak-anak yang salah satunya pada anak usia dini. Anak usia dini memiliki rentang usia yang sangat berharga dibandingkan usia-usia selanjutnya karena perkembangan kecerdasan yang sangat pesat. Dalam menyampaikan informasi kepada anak usia dini, para guru memerlukan media pembelajaran atau materi sehingga informasi yang disampaikan dengan mudah dipahami oleh anak. Media Booklet merupakan salah satu media pembelajaran berupa media cetak yang kategorinya masuk dalam media visual karena isinya berupa foto atau gambar dan tulisan sehingga anak akan banyak menggali informasi dari Booklet tersebut. Kegiatan penyuluhan diikuti oleh 24 anak siswa TK B (usia 5-6 tahun) dan diawali dengan penyampaian tentang penyakit covid-19 dengan media booklet meliputi definisi, tanda & gejala serta pencegahannya, serta demonstrasi cuci tangan dan cara pakai masker yang benar. Para siswa TK menyimak dengan baik materi yang dijelaskan dengan memperhatikan gambar dan tulisan yang tercantum pada booklet yang diberikan. Pengunaan booklet covid-19 dapat membantu meningkatkan pemahaman anak terkait penyakit covid-19.
PELAKSANAAN SENAM HAMIL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL
Sri Tanjung Rejeki;
Yuni Fitriani;
Natiqotul Fatkhiyah
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v3i2.427
Senam hamil merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan untuk ibu hamil. Senam hamil diawali dengan latihan pendahuluan, latihan inti dan latihan relaksasi. Senam hamil bertujuan untuk mempersiapkan dan melatih otot sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dalam persalinan normal. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan senam hamil pada ibu hamil. Pengabdian masyarakat dilakukan pada tanggal 31 Maret 2022 di Desa Dukuhwaru Kec.Dukuhwaru Kab. Tegal sebanyak 28 ibu hamil. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah demontrasi dengan media video senam hamil. Hasil dari pengabdian adalah ibu hamil mengetahui bagaimanan cara melakukan senam hamil yang aman dan benar, sehingga dapat melakukan senam hamil secara teratur dan mandiri di rumah.
PEMBERDAYAAN REMAJA DALAM UPAYA SADAR BEBAS THALASEMIA (SABET)
Fatchurrozak Himawan;
Suparjo Suparjo;
Gayuh Siska Laksanano
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v3i2.434
ABSTRACT Until now, thalassemia can not be cured and some of them require blood transfusions for life. However, we can prevent the occurrence of Thalassemia Major by preventing the occurrence of marriages between fellow carriers of Thalassemia trait. One way to support these efforts is to increase public knowledge and awareness followed by early detection efforts. Problems with thalassemia minor and intermediate sufferers are carriers or carriers of genes that are not realized by the public that can trigger an increase in thalassemia, public ignorance about this non-communicable disease of thalassemia needs to be done with education to increase awareness of the importance of early detection of thalassemia. The method used is education and mentoring of adolescents as role models and change agents in the community to increase awareness through education, evaluation is carried out by using a questionnaire to see the knowledge and attitudes of adolescents towards thalassemia. Results A volunteer team was formed from the students and youth of the standby village, Debong Kulon sub-district as SABET (Thalassemia-Free Awareness) educators. Conclusion: the delivery of information and education by students and youth in the village of standby, debong kulon village, shows that more than 80 percent of the knowledge and community have knowledge and attitudes that support the prevention of thalassemia. ABSTRAK Sampai saat ini penyakit Talasemia belum bisa disembuhkan dan beberapa jenis diantaranya memerlukan transfusi darah seumur hidup. Namun demikian, kita dapat mencegah terjadinya Talasemia Mayor dengan cara mencegah terjadinya pernikahan antar sesama pembawa sifat Talasemia. Sebagai salah satu cara mendukung upaya tersebut adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat yang diikuti dengan upaya deteksi dini. Permasalahan penderita thalassemia minor dan intermediate merupakan carier atau pembawa sifat gen yang tidak disadari oleh masyarakat dapat memicu peningkatan thalasemia, ketidaktahuan masyarakat tentang penyakit tidak menular thalassemia ini perlu dilakukan dengan edukasi untuk meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini thalassemia. Metode yang digunakan adalah Edukasi dan pendampingan remaja sebagai role model dan change agent di masyarakat untuk meningkatkatkan kesadaran melalui edukasi, evalasi dilakukan dengan sebaan kuesioner untuk melihat pengetahuan dan sikap remaja terhadap thalsemia. Hasil Terbentuk tim relawan dari mahasiswa dan remaja desa siaga kelurahan debong kulon sebagai educator SABET (Sadar Bebas Thalassemia). Kesimpulan: Penyampain informasi dan edukasi oleh mahasiswa dan remaja desa siaga kelurahan debong kulon menunnjukkan pengetahuan dan masyrakat lebih dari 80 persen memiliki pengetahuan dan sikap yang mendukung terhadap pencagahan thalsemia. Kata Kunci : Edukasi, Remaja, Thalasemia
PELAKSANAAN PRECEPTORSHIP BAGI TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT BUMIAYU
Masturoh Masturoh;
Arifin Dwi Atmaja;
Natiqotul Fatkhiyah;
Firman Hidayat;
Ramadhan Putra Satria
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v3i2.435
Peningkatan kompetensi suatu profesi harus terpenuhi, yaitu dengan cara mengaplikasikan teori yang telah didapatkan selama di pendidikan. Untuk mengaplikasi kan teori tersebut, maka harus melaksanakan praktik di lapangan. Untuk mencapai kompetensi yang diharapkan maka perlu adanya pembimbing klinik yang membimbing praktikan. Oleh karena itu pembmbing harus dibekali dengan metode pembelajaran bimbingan klinik, dalam hal ini adalah perseptorship. Preseptorship merupakan suatu model pembelajaran secara aktif dalam kurun waktu tertentu antara peserta didik dan petugas kesehatan yang berpengalaman. Pelaksanaan peengabdian masyarakat ini adalah sebagai bentuk tri darma pperguruan tinggi yang dilaksanakan selama 2 hari di RSUD Bumiayu. Dalam kegiatan ini peserta mendapatkan materi tentang standard quality and safety education, teaching learning perseptorship model, komunikasi dalam bimbingan klinik dan perilaku asertif, menyusun perencanaan pembelajaran perseptorship, supervise klinik dan dokumentasi, assessment dan evaluasi, role model dalam pendidikan klinik sesuai dengan kurikulum perseptorship bagi tenaga kesehatan. Hasil yang dicapai peserta setelah mengikuti kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan CI tentang perseptorship ditunjukan dengan peningkatan nilai rata-rata peserta dari 8,75 menjadi 13,18. Hal tersebut menunjukan bahwa adanya peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan pada peserta.
DETEKSI DINI DAN PENDIDIKAN KESEHATAN PENCEGAHAN GOUT ARTHRITIS PADA KELOMPOK PRALANSIA
Ani Nuraeni;
Zahri Darni
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v3i2.437
Gout merupakan peradangan pada sendi akibat adanya endapan kristal asam urat pada sendi. Peningkatan kadar asam urat dalam tubuh dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya adalah mengonsumsi tinggi protein, alkohol dan obesitas. Salah satu cara untuk pencegahan penyakit tersebut adalah dengan melakukan deteksi dini kadar asam urat dan melakukan pendidikan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada kelompok pralansia di RT 10 RW 02 Kelurahan Pondok Labu. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan kelompok pralansia tentang penyakit gout arthritis dan pencegahannya sehingga meningkatkan kesadaran kelompok pralansia untuk melakukan deteksi secara dini dan melaksanakan berbagai upaya pencegahan gout arthritis. Kegiatan ini dilakukan oleh dosen dan mahasiswa yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 22 April 2022 bertempat di RT 10 RW 02 Kelurahan Pondok Labu terhadap 14 orang kelompok pralansia. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan kesehatan dengan media flipchart dan leaflet. Hasil dari kegiatan ini adalah teridentifikasinya 8 orang mempunyai kadar asam urat tinggi dan setelah diberikan pendidikan kesehatan terjadi peningkatan pengetahuan dengan katagori baik dari 42,9% menjadi 71,4%. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah terdeteksinya kelompok pralansia yang mengalami peningkatan kadar asam urat dan adanya peningkatan pengetahuan.
PELATIHAN PENANGANAN SUMBATAN JALAN NAPAS PADA ANAK BAGI IBU PKK DESA RANCAWIRU KECAMATAN PANGKAH KABUPATEN TEGAL
Deni Irawan;
Ikawati Setyaningrum;
Khodijah Khodijah;
Yessy Pramita Widodo;
Arif Rakhman
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v3i2.441
Situasi kegawatdaruratan pada anak - anak yang sering terjadi berkaitan dengan tingginya aktifitas anak bermain. Kegawatdaruratan yang sering terjadi adalah aspirasi benda asing yang dapat mengancam nyawa bila tidak ditangani. Upaya pertolongan terhadap situasi kegawatdaruratan pada anak harus dipandang sebagai satu system yang terpadu, mulai dari pre hospital stage, hospital stage dan rehabilitation stage. Orang tua harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan tentang pertolongan pertama pada anak yang mengalami sumbatan jalan nafas. Edukasi yang dapat dilaksanakan kepada orang tua adalah pelatihan penanganan aspirasi jalan napas pada anak dengan benar. Materi edukasi disampaikan melalui dua metode, yaitu ceramah dan demonstrasi kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung mengenai penanganan aspirasi jalan napas. Dalam pelaksanaan edukasi ini menggunakan media manikin bayi yang digunakan untuk mempraktikan pertolongan pertama pada anak dengan sumbatan jalan nafas. Peserta edukasi yang terdiri dari ibu-ibu tampak sangat antusias mengikuti proses baik saat pelaksanaan ceramah maupun saat demonstrasi. Hasil dari kegiatan ini didapatkan ibu-ibu memiliki pengatahuan dan ketrampilan dalam pertolongan kegawatdaruratan sumbatan jalan napas antara lain mampu menilai kepatenan jalan nafas, mengetahui tanda-tanda sumbatan jalan napas, mampu melakukan penanganan sumbatan jalan napas.