cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
arifmudi11@gmail.com
Editorial Address
Jl. HR Soebrantas KM 16.5, Kab. Kampar, Provinsi Riau, 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research
ISSN : -     EISSN : 30250994     DOI : https://doi.org/10.69693/ijim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Institute of Advanced Knowledge and Science, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 663 Documents
Reformulasi Pembagian Harta Bersama Berbasis Kontribusi Proporsional Dalam Perspektif Maqashid Syariah Dan Keadilan Gender Azmil Fauzi Fariska; Fhlorida Agustina Simanjuntak; Muhammad Zaki
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.947

Abstract

Hukum perkawinan Islam di Indonesia, khususnya mengenai pembagian harta bersama (gono-gini) setelah perceraian, hingga kini masih menggunakan prinsip pembagian rata (fifty-fifty) sebagaimana diatur dalam Pasal 97 Kompilasi Hukum Islam (KHI). Padahal, realitas kontribusi suami dan istri dalam rumah tangga sangat beragam, baik secara ekonomi maupun non-ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kembali (mereformulasi) sistem pembagian harta bersama berbasis kontribusi proporsional dengan mengintegrasikan kerangka Maqashid Syariah dan perspektif keadilan gender. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif-kualitatif dengan pendekatan konseptual, perbandingan hukum, dan pendekatan gender. Sumber data meliputi peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, kitab fiqh klasik, dan literatur kontemporer tentang gender dan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) prinsip fifty-fifty dalam KHI tidak mencerminkan keadilan substansial karena mengabaikan kontribusi nyata masing-masing pihak; (2) Maqashid Syariah yang terdiri atas perlindungan jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-aql), keturunan (hifz al-nasl), harta (hifz al-mal), dan agama (hifz al-din), justru menuntut pengakuan terhadap kontribusi non-materi seperti pekerjaan domestik dan pengasuhan anak sebagai bentuk pelestarian nilai keluarga; (3) perspektif keadilan gender menolak bias patriarki dalam kalkulasi kontribusi dan menuntut penilaian setara antara kerja produktif dan reproduktif; (4) model reformulasi yang ditawarkan mencakup tiga komponen: kontribusi ekonomi langsung, kontribusi non-ekonomi terukur, dan penalti/bonus berdasarkan perilaku rumah tangga. Penelitian ini merekomendasikan revisi Pasal 97 KHI dengan memasukkan klausul kontribusi proporsional dan pembentukan lembaga mediasi khusus untuk menilai kontribusi para pihak secara adil dan komprehensif.
Opini Publik Digital Sebagai Kekuatan Ekstra Parlementer: Studi Analisis Sentimen Penolakan Kebijakan PPN 12 Persen di Media Sosial X Aldi Aldii; Annisa Aulia; Lisrina Yulianti; Irvan Ansyari; Khalid Vikriadi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.950

Abstract

                          Penelitian ini mengkaji pengaruh gerakan ekstra parlementer netizen di media sosial X terhadap pembatalan kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen di Indonesia. Kebijakan tersebut telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), namun justru memicu gelombang penolakan masif di ruang digital yang berkembang menjadi gerakan politik ekstra parlementer berbasis opini publik digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode analisis sentimen berbasis Natural Language Processing (NLP), analisis WordCloud dan frekuensi kata, serta teknik penyeimbangan data Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE). Data dikumpulkan melalui teknik scraping pada media sosial X menggunakan kata kunci “tolak ppn 12%” selama periode 1 November 2024 hingga 31 Januari 2025, menghasilkan 363 data valid dari 470 tweet awal yang kemudian dianalisis menggunakan metode Lexicon-Based Sentiment Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen negatif mendominasi percakapan publik sebesar 53,72% (195 data), diikuti sentimen positif 27,00% (98 data) dan netral 19,28% (70 data). Kata-kata dominan seperti “tolak”, “demo”, “mahasiswa”, “perppu”, dan “batal” mengindikasikan bahwa gerakan netizen tidak hanya bersifat simbolis, melainkan terhubung secara organik dengan demonstrasi fisik di berbagai kota. Penelitian ini membuktikan bahwa netizen berperan sebagai aktor politik ekstra parlementer yang efektif dalam menjalankan fungsi check and balances melalui tiga mekanisme utama, yaitu penciptaan defisit legitimasi, pembentukan narasi oposisi terstruktur, dan konversi tekanan digital menjadi biaya politik. Dengan demikian, legitimasi kebijakan publik di era demokrasi digital tidak lagi semata ditentukan oleh kekuatan hukum formal, tetapi juga sangat bergantung pada penerimaan publik di ruang digital.                                                               
Pengaruh Kecanggihan Teknologi Informasi dan Kompetensi Sumber Daya Manusia terhadap Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi di PT. Neo Prima Putra Salma Nur Fajrina; Ari Bramasto; Dedy Sudarmadi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.951

Abstract

Efektivitas sistem informasi akuntansi sangat diperlukan oleh perusahaan untuk mendukung pengolahan data dan penyajian informasi yang akurat, tepat waktu, serta relevan dalam proses pengambilan keputusan. Kecanggihan teknologi informasi dan kompetensi sumber daya manusia menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi efektivitas sistem informasi akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecanggihan teknologi informasi dan kompetensi sumber daya manusia terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi pada PT. Neo Prima Putra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Neo Prima Putra. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu probability sampling dengan metode simple random sampling. Sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS versi 4.1.1.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanggihan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi. Pemanfaatan teknologi informasi yang mampu mengolah, menyimpan, dan menyampaikan informasi secara tepat dapat meningkatkan efektivitas sistem informasi akuntansi dalam mendukung kegiatan operasional perusahaan. Kompetensi sumber daya manusia juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi. Kompetensi pegawai yang meliputi pengetahuan, pemahaman, kemampuan, nilai, sikap, dan minat mampu meningkatkan penggunaan sistem informasi akuntansi secara lebih efektif dan efisien. Dengan demikian, peningkatan kecanggihan teknologi informasi dan kompetensi sumber daya manusia menjadi langkah penting bagi perusahaan dalam mewujudkan efektivitas sistem informasi akuntansi yang optimal.
Makna Komunikasi Simbolik Ula-Ula Pada Pernikahan Suku Bajo Di Desa Bhontu-Bhontu, Kecamatan Towea Kabupaten Muna Abelia Abelia; Nasruddin Suyuti; Hasdi Syahid Kasim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.953

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna komunikasi simbolik ula-ula pada pernikahan masyarakat Suku Bajo di Desa Bhontu-Bhontu, Kecamatan Towea, Kabupaten Muna serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlangsungan tradisi tersebut. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih dipertahankannya penggunaan ula-ula sebagai simbol adat dalam prosesi pernikahan di tengah perkembangan modernisasi yang berpotensi menggeser nilai-nilai budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan teori interaksionisme simbolik. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat Suku Bajo yang memahami tradisi ula-ula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ula-ula memiliki makna komunikasi simbolik yang beragam, yaitu sebagai simbol identitas budaya masyarakat Bajo, penghormatan terhadap adat dan leluhur, perlindungan dari marabahaya, serta penanda status sosial dalam kehidupan masyarakat. Makna tersebut terbentuk melalui proses interaksi sosial yang berlangsung secara turun-temurun dan terus dipertahankan melalui interpretasi bersama dalam lingkungan masyarakat. Selain itu, keberlanjutan penggunaan ula-ula dipengaruhi oleh faktor budaya dan tradisi yang diwariskan leluhur, nilai simbolik yang terkandung di dalamnya, kepercayaan masyarakat terhadap adat, identitas budaya, lingkungan sosial, serta kesadaran masyarakat dalam melestarikan warisan budaya lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ula-ula bukan sekadar atribut pelengkap dalam pernikahan adat, melainkan simbol budaya yang mengandung nilai komunikasi simbolik yang kuat dan berperan penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Suku Bajo.
Pengembangan Dan Validasi Instrumen Asesmen Formatif Berbasis Digital Untuk Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Madrasah Aliyah Wirdatul Hasanah; Moh Sahlan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.955

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menempatkan asesmen formatif sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran yang berfungsi untuk memantau perkembangan peserta didik, memberikan umpan balik, serta mendukung perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan. pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Aliyah, membutukan instrumen asesmen formatif yang valid, reliabel, dan praktis semakin penting seiring dengan perkembangan teknologi digital dan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Namun, berbagai kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan asesmen formatif masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan instrumen yang terstandar, rendahnya pemanfaatan teknologi digital, serta belum optimalnya penggunaan hasil asesmen sebagai dasar pengambilan keputusan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian -ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pengembangan dan validasi instrumen asesmen formatif berbasis digital dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah.menggunakan metode kajian pustaka (literature review) dengan menelaah berbagai hasil penelitian, artikel ilmiah, dan publikasi akademik yang relevan mengenai asesmen formatif, asesmen digital, validitas, reliabilitas, dan implementasi Kurikulum Merdeka. Data diperoleh melalui proses identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis terhadap berbagai sumber yang memiliki keterkaitan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa instrumen asesmen formatif berbasis digital memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan efektivitas proses evaluasi pembelajaran. Instrumen yang dikembangkan melalui prosedur yang sistematis terbukti memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang tinggi serta memenuhi aspek kepraktisan dalam penggunaannya.yasesmen digital memberikan berbagai keuntungan, seperti kemudahan akses, efisiensi pengolahan data, penyediaan umpan balik secara cepat, dan peningkatan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran.pengembangan instrumen asesmen formatif berbasis digital merupakan salah satu strategi yang relevan untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah. Instrumen yang memenuhi aspek validitas, reliabilitas, dan kepraktisan mampu menghasilkan informasi yang akurat mengenai perkembangan kompetensi peserta didik sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pembelajaran yang lebih efektif. Dengan demikian, pengembangan asesmen formatif berbasis digital dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan kualitas evaluasi dan mutu pembelajaran di era transformasi digital.
Efektivitas Penggunaan Dana Kelurahan Di Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu Bima Saputra; Pakri Fahmi; Fitriani Ariska
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas penggunaan Dana Kelurahan di Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas tersebut, serta mendeskripsikan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program Dana Kelurahan. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah belum meratanya realisasi Dana Kelurahan di seluruh kelurahan, tidak terealisasinya sebagian program yang telah direncanakan, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan dan pengawasan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sumber data primer berupa wawancara dan observasi lapangan, serta data sekunder berupa laporan realisasi Dana Kelurahan tahun 2023 hingga 2025. Analisis data dilakukan menggunakan rasio efektivitas, uji koefisien determinasi, uji F, dan uji t terhadap variabel partisipasi masyarakat, kompetensi aparatur kelurahan, transparansi dan akuntabilitas, perencanaan dan pengawasan, serta kendala pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2024 sebesar 60% kelurahan berada pada kategori efektif, meningkat menjadi 75% pada tahun 2025. Nilai R Square sebesar 0,720 menunjukkan bahwa seluruh variabel independen secara bersama-sama mampu menjelaskan 72% variasi efektivitas penggunaan Dana Kelurahan. Uji F menghasilkan nilai 18,654 dengan signifikansi 0,000, dan partisipasi masyarakat merupakan variabel paling dominan. Disarankan agar pemerintah kelurahan meningkatkan transparansi, memperkuat partisipasi masyarakat, serta mengoptimalkan pengawasan dan evaluasi program.
Pengaruh Teknik Biblioterapi Terhadap Regulasi Emosi Pada Remaja Usia 16-19 Tahun Di SMKN 3 Kudus Putri Nirwa Rahmania; Anny Rosiana; Ashri Maulida R
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.957

Abstract

Regulasi emosi remaja merupakan cara individu untuk mengevaluasi masalah yang sedang di hadapi, dan mengekspresikan emosi yang membuat individu menempatkan emosinya. Usia remaja merupakan usia dimana terjadi perubahan dalam fisik,psikologis, maupun emosional, remaja seringkali belum dapat mengontrol emosinya, oleh karena itu diperlukan adanya intervensi untuk membantu remaja mengatasi masalah tersebut. Salah satunya adalah biblioterapi, biblioterapi merupakan salah satu terapi dalam bidang bimbingan dan konseling yang dimana memanfaatkan bahan bacaan sebagai metode untuk membantu individu dalam mengatasi masalahnya, seperti psikologis, sosial maupun emosional. Di era perkembangan teknologi yang pesat ini, penerapan terapi biblioterapi ini sangat relevan digunakan, mengingat perkembangan teknologi digital yang pesat ini dapat memberikan efek negatif maupun positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh regulasi emosi remaja terhadap teknik biblioetrapi di SMK Negeri 03 Kudus. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif.. Sampel penelitian ini berjumlah 52 responden yang dipilih melalui total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kemudian diuji menggunakan uji normalitas dengan Shapiro-Wilk. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas reponden berjenis kelamin laki-laki dengan rata-rata usia 18 tahun. Hasil uji normalitas menunjukkan data besar dari 0,5 (p>0,05) yang berarti data berdistribusi normal.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Persepsi Risiko Terhadap Efektivitas Pengambilan Keputusan Melalui Konflik Antar Generasi Renata Ramadhan; Rahayu Puji Suci; Choirul Anam
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.958

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kompleksitas pengelolaan perusahaan distributor di tengah dinamika bisnis dan keberagaman generasi di lingkungan kerja. Perbedaan gaya kerja, komunikasi, serta persepsi risiko antar generasi pada CV Kertanegara Singhasari menimbulkan konflik yang berdampak pada efektivitas pengambilan keputusan melalui konflik antar generasi sebagai varianel mediasi. Penelitian ii menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh mellui penyebaran kuesioner kepada manajer dan karyawan yang terlibat dalam proses operasional perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel penelitian, yaitu gaya kepemimpinan, persepsi risiko, konflik antar generasi, dan efektivitas pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemipinan dan persepsi risiko berpengaruh signifikan terhdap efektivitas pengambilan keputusan. Selain itu, konflik antar generasi juga berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengambiln keputusan. Konflik yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan keterlambbatan keputusan dan ketidaksinkronan koordiasikerja. Sebaliknya, gaya kepemiminan yang adaptif dan komunikatif mampu meminimalkan konnflik serta meningkatkan kualitas keputusan organisasi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bhawa pengelolaan konflik antar generasi secara efektif menjadi faktor penting dalam mendukung pengambiln keputusan yang optimal pada perusahaan distributor multigenerasi.
Faktor-Faktor Penyebab Penurunan Produksi Kerajinan Gerabah Tradisional d Desa Malambigu Kecamatan Dampal Utara Kabupaten Tolitoli Yuningsi Lestari; I Wayan Sudana; Hasdiana Hasdiana
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.961

Abstract

Industri kerajinan gerabah tradisional di Desa Malambigu merupakan warisan budaya sekaligus pilar ekonomi lokal yang kini terancam punah. Hal ini ditandai dengan penurunan drastis volume produksi dari 5.000 unit per tahun pada periode 2010-2016 menjadi hanya 700 unit pada 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang menyebabkan penurunan produksi tersebut di Desa Malambigu, Kabupaten Tolitoli. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal penyebab penurunan produksi adalah berkurangnya jumlah perajin yang didominasi usia lanjut, minimnya regenerasi generasi muda, keterbatasan bahan baku, dan metode produksi yang kurang efisien. Secara eksternal, penurunan dipicu oleh persaingan produk substitusi modern berbahan plastik/logam serta dukungan pemerintah yang belum berkelanjutan. Penurunan ini mengancam eksistensi identitas budaya dan ekonomi kreatif desa. Diperlukan strategi pengembangan berbasis potensi lokal serta intervensi kebijakan yang fokus pada regenerasi perajin dan modernisasi alat produksi untuk menjamin keberlangsungan kerajinan ini.
Efektivitas Mediasi Dalam Penyelesaian Sengketa Perdata di Pengadilan Negeri Bengkulu Muhammad Faiz Afrizal; Marlinah Marlinah; Andri Zulpan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.963

Abstract

Penyelesaian sengketa perdata melalui mediasi di pengadilan diatur secara wajib berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 1 Tahun 2016. Namun, dalam praktiknya tingkat keberhasilan mediasi di Pengadilan Negeri Bengkulu masih sangat rendah, yakni hanya 5 perkara yang berhasil dari total 248 perkara yang dimediasi selama kurun waktu 2021–2025. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan yang nyata antara tujuan normatif mediasi dengan realitas di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan mediasi dalam perkara perdata di Pengadilan Negeri Bengkulu serta menganalisis efektivitas mediasi dalam menyelesaikan sengketa perdata berdasarkan PERMA Nomor 1 Tahun 2016. Penelitian menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan hakim mediator, panitera muda hukum, pihak penggugat, dan pihak tergugat yang perkaranya telah selesai dimediasi. Data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan berupa peraturan perundang-undangan, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan mediasi telah dilakukan sesuai prosedur PERMA Nomor 1 Tahun 2016 melalui tiga tahap: pra mediasi, pelaksanaan mediasi, dan pasca mediasi. Meskipun demikian, efektivitas mediasi belum optimal karena dipengaruhi oleh kurangnya itikad baik para pihak, tingginya ego dan emosi, serta anggapan bahwa mediasi hanya sebagai formalitas prosedural. Keberhasilan mediasi sangat ditentukan oleh kompetensi mediator dalam membangun komunikasi yang konstruktif, menjaga netralitas, dan menciptakan suasana yang kondusif selama proses berlangsung.