cover
Contact Name
Iyan Hardiana
Contact Email
iyanhardiana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpms.stikesbuleleng@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Jl. Raya Air Sanih Km. 11 Bungkulan
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram
ISSN : -     EISSN : 3032128X     DOI : https://doi.org/10.52073/jpms
Core Subject : Health,
JPMS memiliki komitmen dalam menerapkan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan. Adapun ruang lingkup pada jurnal ini adalah semua kegiatan pelayanan publik di bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 70 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN WIRAUSAHA BERBASIS TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) Eric Kurnia Abdillah; Reza Ismail Abdul Rahman; Lestari Nugrahini; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 1 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i1.65

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakatmelalui pelatihan wirausaha berbasis herbal. Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai bahan baku produk kesehatan dan kecantikan alami, seperti minuman herbal, sabun, dan minyak pijat. Sasarankegiatan ini adalah kelompok ibu rumah tangga dan remaja di desa binaan yang memiliki potensi sumber daya alam herbal namun belum dimanfaatkan secara optimal. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi pembuatan produk, dan pendampingan dalam aspek pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilanpeserta dalam mengolah produk herbal serta munculnya kelompok usaha kecil berbasis herbal. Kegiatan ini diharapkandapat menjadi langkah awal pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
PENYULUHAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) LIDAH BUAYA DI DESA GESING KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Rizka Aisyah; Ari Permana Putra; Luh Yesi Angga Natalia Dewi; Putu Cicillia Septipani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 1 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i1.66

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga Desa Gesing, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA), khususnya lidahbuaya (Aloe vera), sebagai alternatif pengobatan tradisional yang mudah, murah, dan aman. Metode pelaksanaanmencakup pelatihan budidaya TOGA, penyuluhan khasiat ilmiah lidah buaya, serta praktik pembuatan jamu instan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari warga, terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan praktik, serta adanyainisiatif untuk mengembangkan produk olahan lidah buaya dalam bentuk serbuk jamu. Program ini tidak hanyameningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis herbal lokal yang potensial dikembangkan secara berkelanjutan. Diharapkan, kegiatan ini mampu mendorong kemandirian masyarakat dalammenjaga kesehatan serta menjadi basis ekonomi keluarga yang baru.
SOSIALISASI SWAMEDIKASI DI DESA GESING KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Ivans Panduwiguna; Boy Yunaidy; Silvia Anggraeni; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 1 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i1.67

Abstract

Swamedikasi merupakan tindakan pengobatan mandiri yang umum dilakukan masyarakat untuk menangani keluhan kesehatan ringan tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan tenaga medis. Di Desa Gesing, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, akses terhadap fasilitas kesehatan masih terbatas, sementara pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan warga, terutama ibu rumah tangga dan pemuda desa, terkait penggunaan obat modern secara rasional serta pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dalam swamedikasi. Metode pelaksanaan dilakukan secara door to door dengan penyuluhan dan pembagian leaflet edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme warga yang tinggi, peningkatan pemahaman terkait swamedikasi yang benar, serta munculnya minat terhadap pengembangan jamu herbal rumahan sebagai alternatif terapi dan peluang ekonomi. Kegiatan ini diharapkan menjadi cikal bakal terbentuknya komunitas swamedikasi mandiri yang mampu meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.
PENYULUHAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) KUNYIT DI DESA GESING KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Ahmad Sahlan Baniu; Iyan Hardiana; Fransiskus Samuel Renaldi; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 1 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i1.69

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga Desa Gesing, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA), khususnya kunyit, sebagai alternatif pengobatan mandiri dan potensi ekonomi keluarga. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan budidaya TOGA, penyuluhan khasiat ilmiah tanaman obat, serta praktik pembuatan jamu instan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari warga, yang ditandai dengan keaktifan dalam sesi diskusi dan munculnya inisiatif untuk memproduksi jamu kunyit dalam bentuk serbuk. Program ini berhasil memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan TOGA secara rasional dan berkelanjutan, serta membuka peluang kewirausahaan berbasis potensi lokal. Keberlanjutan program diharapkan terwujud melalui terbentuknya kelompok penghasil jamu instan yang mampu memasarkan produknya secara luas.
PENINGKATAN LITERASI PUBERTAS PADA REMAJA PANTI ASUHAN MELALUI EDUKASI HORMON DAN PERUBAHAN FISIK Ketut Eka Larasati Wardana; Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja; Ni Putu Riza Kurnia Indriana; Ni Wayan Erviana Puspita Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 2 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i2.72

Abstract

Pubertas merupakan fase kritis yang ditandai perubahan fisik, hormon, dan emosional. Remaja di panti asuhan sering memiliki keterbatasan akses informasi sehingga berisiko mengalami miskonsepsi mengenai perkembangan tubuhnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi pubertas pada remaja Panti Asuhan Saiwa Dharma melalui edukasi mengenai hormon reproduksi dan perubahan fisik. Sebanyak 45 remaja mengikuti kegiatan ini. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta pemutaran media audio-visual. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi partisipatif untuk menilai keterlibatan peserta. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi pubertas. Skor pengetahuan rata-rata meningkat dari 56,4 (kategori cukup) pada pre-test menjadi 84,7 (kategori baik) pada post-test, dengan peningkatan rata-rata sebesar +28,3 poin. Sebanyak 91% remaja menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai fungsi hormon (estrogen, progesteron, dan testosteron), dan 88% mampu mengidentifikasi perubahan fisik utama pada masa pubertas. Diskusi juga memperlihatkan penurunan miskonsepsi, terutama terkait menstruasi, mimpi basah, dan perubahan emosional. Observasi menunjukkan 95% peserta aktif dalam kegiatan, menandakan metode edukasi interaktif sangat efektif. Kegiatan ini terbukti berhasil meningkatkan literasi pubertas dan kesiapan remaja dalam menghadapi perubahan biologis maupun psikologis. Edukasi hormon berbasis pendekatan interaktif direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di panti asuhan dan lembaga pendidikan sejenis.
PENDAMPINGAN PADA WANITA UNTUK PERSIAPAN FISIK DAN PSIKIS DALAM MENGHADAPI FASE PRA MENOPAUSE DI DESA JATILUWIH Putu Sukma Megaputri; Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Ni Made Karlina Sumiari Tangkas; Ketut Eka Larasati Wardana; Dewi Aprelia Meriyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 2 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i2.73

Abstract

Masa pramenopause merupakan siklus yang dihadapi oleh setiap Wanita di seluruh Dunia. Banyaknya keluhan yang dapat dirasakan saat masi ini menjadi penting untuk dapat mengetahui dengan baik persiapan fisik dan psikis yang disiapkan oleh ibu sebelum menghadapi masa pramenopause. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan pendampingan pada ibu-ibu di Desa Jatiluwih tentang persiapan menyambut masa pramenopause baik dari segi fisik dan psikis. Metode yang dilakukan dengan tahap pra persiapan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Sasaran yang diberikan pengbdian masyarakat adalah 20-30 orang ibu usia 45-49 tahun dengan tempat pengabdian di wantilan Desa Jatiluwih. Tahap pra persiapan mulai dari pendekatan dengan tokoh masyarakat dan perbekel Desa Jatiluwih, selanjutnya pelaksanaan dengan teknik pemberian edukasi dan pendampingan. Selanjutnya melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan untuk memantau keberhasilan peningkatan pengetahuan dan pendampingan yang dilakukan. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan rata-rata nilai pretest sebelum diberikan edukasi dengan nilai 60,8 selanjutnya setelah diberikan edukasi pengetahuan mereka meningkat menjadi 78,5. Simpulannya adalah pendampingan yang dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai persiapan fisik dan psikis dalam menghadapi masa pramenopause di Desa Jatiluwih.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KEAMANAN KOSMETIK TERHADAP SISWA SMKN 2 CIKARANG BARAT MELALUI EDUKASI PADA PERINGATAN WORLD PHARMACIST DAY Masita Sari Dewi; Abdul Rozak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 2 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i2.74

Abstract

Penggunaan kosmetik di kalangan remaja terus meningkat seiring berkembangnya tren kecantikan dan paparan media digital, namun risiko penggunaan produk ilegal atau mengandung bahan berbahaya masih tinggi. Kurangnya literasi mengenai keamanan kosmetik menyebabkan remaja rentan terhadap efek samping seperti iritasi, alergi, hingga paparan bahan toksik seperti merkuri dan hidrokuinon. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka World Pharmacy Day (WPD) 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMKN 2 Cikarang Barat mengenai cara memilih dan menggunakan kosmetik yang aman. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif yang dipadukan dengan edukasi langsung mengenai pengecekan izin edar, pembacaan label, identifikasi kandungan berbahaya, dan penggunaan aplikasi Cek Klik BPOM. Kegiatan melibatkan 300 peserta serta apoteker dari IAI Kabupaten Bekasi sebagai fasilitator kelompok. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa mengidentifikasi kosmetik legal dan ilegal, memahami risiko bahan berbahaya, serta menerapkan langkah-langkah pengecekan keamanan produk. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran dalam memilih kosmetik sesuai regulasi dan kebutuhan remaja. Edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi dan perilaku preventif terhadap penggunaan kosmetik berisiko, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai peran apoteker dalam memberikan informasi kesehatan. Kegiatan ini berkontribusi dalam pembentukan konsumen muda yang lebih kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam penggunaan produk kosmetik.
EFEKTIFITAS PEMBENTUKAN KADER KONSELOR ASI UNTUK MENINGKATKAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PENDEKATAN PARTICIPATORY ACTION RESEARCH DI DESA KUBUTAMBAHAN, BULELENG BALI Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Putu Sukma Megaputri; Luh Putu Indah Cantika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.75

Abstract

Angka pemberian ASI eksklusif (EBF) di beberapa wilayah Indonesia masih di bawah target nasional. Pembentukan kader konselor ASI yang terlatih merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan praktik pemberian ASI eksklusif di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas pembentukan kader konselor ASI dengan model pretest–posttest design dalam meningkatkan proporsi ibu yang memberikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan di Desa Kubutambahan. Metode: Studi quasi-eksperimental dengan desain pretest–posttest dengan kelompok kontrol non-random. Sampel terdiri dari 133 ibu nifas dengan bayi berusia <1 bulan pada baseline: 67 ibu di desa intervensi (Desa Kubutambahan) dan 66 ibu di desa kontrol yang karakteristik demografinya serupa. Intervensi: pembentukan dan pelatihan 30 kader konselor ASI (pelatihan 3 hari), pendampingan rumah, kelompok dukungan ibu (monthly mothers' support groups), dan pesan pengingat melalui SMS/WhatsApp selama 6 bulan. Pengukuran utama: proporsi ASI eksklusif hingga usia 6 bulan; data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur pada pretest (baseline) dan posttest (6 bulan). Analisis menggunakan uji Chi-square untuk perbandingan proporsi EBF, serta regresi logistik untuk mengontrol kovariat. Tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Pada pretest, proporsi EBF serupa antara kelompok intervensi dan kontrol (masing-masing 40,3% dan 39,4%). Setelah 6 bulan (posttest), proporsi EBF di kelompok intervensi meningkat menjadi 77,6% (n=52), sedangkan kelompok kontrol naik menjadi 45,5% (n=30). Perbedaan absolut peningkatan EBF antara kelompok intervensi dan kontrol adalah 32,1% (p<0,001). Regresi logistik multivariat yang mengontrol usia ibu, pendidikan, dan pekerjaan menunjukkan bahwa ibu di desa intervensi 4,1 kali lebih mungkin memberikan ASI eksklusif dibandingkan kelompok kontrol (OR adj = 4,10; 95% CI: 2,05–8,20; p<0,001). Kesimpulan: Model pretest–posttest dengan pembentukan kader konselor ASI yang terlatih, dilengkapi pendampingan rumah dan kelompok dukungan, efektif meningkatkan proporsi pemberian ASI eksklusif di Desa Kubutambahan.
PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI PENGKAJIAN GERIATRIC DEPRESSION SCALE (GDS) PADA LANSIA DI KARANG WREDA DHARMA SAVITA SAKTI DESA BULIAN Ni Ketut Putri Martasari; Agus Ari Pratama; I Dewa Ayu Rismayanti; I Made Sundayana; Ni Luh Linda Ayu Tania; Ni Putu Diah Ayu Rusmeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 2 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i2.76

Abstract

Pendahuluan: Depresi pada lansia merupakan masalah kesehatan yang serius dan cenderung meningkat. Pengabdian masyarakat ini berfokus pada pentingnya deteksi dini depresi dengan menggunakan instrumen yang tepat. Berdasarkan kajian literatur, Geriatric Depression Scale (GDS) terbukti sebagai alat skrining yang paling efektif dan direkomendasikan untuk lansia, terutama yang fungsi kognitifnya masih utuh. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan Pendidikan kesehatan tentang deteksi dini depresi lansia. Metode Penelitian: Tahap pelaksanaannya adalah dengan memberikan penyuluhan yang di hadiri 30 lansia di Karang Wedha Dharma Savita. Kemudian tahap evaluasi dengan melihat pemahaman dan pengetahuan tentang pengkajian Geriatric Depression Scale (GDS) informasi yang diberikan di tahap pelaksanaan. Hasil: bahwa seluruh anak dapat menjawab dan memahami tentang bahaya kejahatan seksual. Kesimpulan: Penyuluhan tentang mengenal pengkajian deteksi dini pada lansia di komunitas.
OPTIMALISASI EDUKASI KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU BALITA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN STATUS GIZI DI DESA BUKTI Kadek Agustina Puspa Ningrum; Desak Ketut Sugiartini; Indrie Lutfiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 2 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i2.80

Abstract

Latar belakang : Masalah stunting di Indonesia merupakan salah satu ancaman yang serius dan memerlukan penanganan yang tepat. Para pemerintah sudah menanggulangi terjadinya stunting pada balita di Indonesia dengan menargetkan program penurunan stunting menjadi 14% pada tahun 2024 mendatang. Tujuan: Setelah diberikan pendidikan kesehatan selama 30 menit, diharapkan peserta penyuluhan dapat memahami dan mengerti tentang stunting dan cara mengatasinya. Metode: ceramah, diskusi, tanya jawab mengenai Pencegahan Stunting pada Balita. Hasil : Pendidikan Kesehatan dengan melakukan penyuluhan merupakan intervensi yang tepat dilakukan pada orang tua balita karena akan memberikan pola pikir yang baik yang berdampak pada setiap pengambilan keputusan dan dalam berperilaku. Pembahasan: Audien yang hadir dalam acara ini ada 20 orang anak balita beserta orang tuanya, audien tampak responsif dan aktif dalam berdiskusi saat penyuluhan berlangsung. Simpulan: Ada perbedaan hasil pre test dan post test jawaban pertanyaan peserta mengenai pengertian stunting, penyebab stunting, tanda dan gejala stunting, dampak stunting, pencegahan stunting.