cover
Contact Name
Iyan Hardiana
Contact Email
iyanhardiana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpms.stikesbuleleng@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Jl. Raya Air Sanih Km. 11 Bungkulan
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram
ISSN : -     EISSN : 3032128X     DOI : https://doi.org/10.52073/jpms
Core Subject : Health,
JPMS memiliki komitmen dalam menerapkan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan. Adapun ruang lingkup pada jurnal ini adalah semua kegiatan pelayanan publik di bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 70 Documents
PENGUATAN KAPASITAS SOSIAL DAN LITERASI GIZI MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN SPIRULINA SEBAGAI PANGAN SEHAT Ketut Eka Larasati Wardana; Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja; Ni Putu Riza Kurnia Indriana; Ni Wayan Erviana Puspita Dewi; Ni Made Raningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 2 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i2.81

Abstract

Permasalahan gizi masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kualitas hidup dan risiko penyakit degeneratif. Desa Les memiliki potensi spirulina yang dikelola oleh KUB Sari Alga, namun pemanfaatannya sebagai pangan sehat belum optimal akibat keterbatasan kapasitas sosial dan literasi gizi masyarakat. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan menguatkan kapasitas sosial dan meningkatkan literasi gizi masyarakat Desa Les dalam pemanfaatan spirulina sebagai pangan sehat, tanpa berorientasi pada luaran produk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis partisipatif, meliputi pemetaan sosial, edukasi gizi berbasis komunitas, penguatan peran kelembagaan KUB dan kader kesehatan, pendampingan perubahan perilaku, serta monitoring dan evaluasi partisipatif. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap positif masyarakat terhadap gizi seimbang dan pemanfaatan spirulina, disertai penguatan peran sosial KUB Sari Alga sebagai agen edukasi gizi di tingkat desa. Perubahan praktik konsumsi mulai terlihat pada sebagian keluarga sebagai indikator awal kesiapan sosial. Program ini menegaskan bahwa penguatan kapasitas sosial dan literasi gizi efektif sebagai fondasi intervensi kesehatan berbasis pangan lokal, serta menjadi prasyarat penting bagi keberhasilan program lanjutan yang berorientasi pada diversifikasi produk spirulina untuk pencegahan gizi buruk dan penyakit degeneratif.
Edukasi dan Pelatihan Pemanfaatan Buah Lokal dalam Produksi Teh Kombucha sebagai Inovasi Minuman Probiotik Nadya Treesna Wulansari; Anak Agung Istri Mas Padmiswari; I Gusti Agung Yogi Rabani RS1; Ni Wayan Kesari Dharmapatni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.83

Abstract

Teh kombucha merupakan salah satu minuman probiotik yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah penyakit. Namun, kesadaran remaja sekolah terhadap pentingnya konsumsi pangan sehat masih rendah, diperparah oleh pola makan yang kurang seimbang. Indonesia dikenal sebagai negara dengan biodiversitas yang tinggi, dimana menyimpan kekayaan sumber daya hayati, termasuk tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional. Buah lokal yang memiliki potensi tinggi adalah kulit buah jeruk siam Kintamani (Citrus nobilis) dan salak Bali (Salaca zalacca). Edukasi ini bertujuan mengenalkan kepada remaja tentang buah-buah lokal yang berpotensi sebagai teh kombucha sekaligus mengenalkan proses pembuatannya. Siswa akan diperkenalkan pada konsep dasar probiotik, potensi bioaktif buah lokal seperti salak Bali, kulit jeruk siam Kintamani, serta teknik fermentasi sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini meliputi pre-test, pemberian edukasi dan pelatihan pembuatan teh kombucha serta post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan siswa setelah mengikuti kegiatan. Berdasarkan hasil pretest, hanya 20,87% siswa yang memiliki tingkat pengetahuan baik, sedangkan pada posttest meningkat menjadi 91,67%. Siswa dengan kategori cukup menurun dari 70,83% menjadi 8,33%, dan tidak ada yang tergolong kurang setelah mendapatkan edukasi dan pelatihan. Kata Kunci: buah lokal, edukasi, pelatihan, teh kombucha
EDUKASI PENGGUNAAN OBAT SAAT PUASA KEPADA MASYARAKAT DESA KARANG ASIH CIKARANG UTARA KABUPATEN BEKASI Zahra Maheswari Nissa; Abdul Rozak; Awanda Pramudita Okhanza; Annisa Esabita Afriyani; Carina Yulia Putri; Galih Muhamad Faqih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.84

Abstract

Perubahan pola makan selama bulan Ramadan sering mempengaruhi cara penggunaan obat di masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang menjalani terapi pengobatan. Kurangnya pemahaman mengenai pengaturan waktu konsumsi obat saat puasa dapat menyebabkan ketidaktepatan penggunaan obat, bahkan berpotensi menurunkan efektivitas terapi yang sedang dijalani. Kondisi ini masih cukup sering ditemukan di masyarakat, sehingga diperlukan upaya edukasi yang tepat dan mudah dipahami. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan sesuai selama menjalankan ibadah puasa. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan kepada masyarakat Desa Karang Asih dengan melibatkan 30 responden. Metode yang digunakan berupa ceramah interaktif yang dipadukan dengan diskusi, sehingga peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dapat berbagi pengalaman dan mengajukan pertanyaan. Materi yang disampaikan mencakup penyesuaian jadwal minum obat berdasarkan frekuensi penggunaan, pentingnya menjaga kepatuhan terapi, serta anjuran untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum melakukan perubahan penggunaan obat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari kenaikan nilai rata-rata pre-test sebesar 5,07 menjadi 8,37 pada post-test. Analisis menggunakan uji t berpasangan menunjukkan nilai p < 0,0001, yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara sebelum dan sesudah edukasi. Dengan demikian, edukasi penggunaan obat saat puasa terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjalankan terapi secara optimal tanpa mengganggu ibadah, serta mendorong penggunaan obat yang lebih bijak dan rasional.
PEMBERDAYAAN REMAJA MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DI SMP NEGERI 5 SINGARAJA Lina Anggaraeni Dwijayanti; Cindy Meilinda Sari; Ni Ketut Ayu Wulandari; Desak Ketut Sugiartini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.86

Abstract

Adolescents are an age group vulnerable to various reproductive health problems due to a lack of adequate knowledge and information. Adolescent reproductive health is an important aspect in developing healthy lifestyle behaviors from an early age. This community service activity aims to increase adolescent knowledge about reproductive health through reproductive health education for seventh-grade students at Singaraja 5th State Junior High School. The activity was attended by 25 students, consisting of 17 female students (68.0%) and 8 male students (32.0%), with the majority of participants aged 14 years (15 people) (60.0%). The activity was implemented through counseling using interactive lectures, discussions, questions and answers, and the distribution of educational leaflets. The activity was evaluated using pretests and posttests to measure the level of knowledge of participants before and after the counseling. The results of the activity showed an increase in participant knowledge after being given reproductive health education. The average pretest score of 60.4 increased to 81.2 in the posttest results. Throughout the activity, participants were active in the discussion and question and answer sessions. The adolescent reproductive health education activity has proven effective in increasing students' knowledge and awareness of the importance of maintaining reproductive health from an early age. Reproductive health education for adolescents is expected to shape positive attitudes and behaviors in maintaining reproductive health and preventing risky behavior in adolescents.
EDUKASI DAN PELATIHAN MINUMAN PROBIOTIK BERBAHAN MANGGA DI DESA BENGKALA Made Raningsih; Luh Putu Desy Puspaningrat; Ni Nyoman Ari Ratnadi; Yohana Laura Silfia Pora
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.87

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Bengkala dalam mengolah buah mangga menjadi minuman probiotik yang bernilai gizi dan ekonomi. Desa Bengkala memiliki potensi sumber daya buah mangga yang cukup melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi segar sehingga diperlukan inovasi pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah produk .Metode kegiatan meliputi pemeberian edukasi mengenai konsep probiotik, manfaat minuman probiotik bagi kesehatan, potensi buah mangga sebagai bahan baku pangan fungsional, serta pelatihan praktik pembuatan minuman probiotik berbahan mangga. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung yang melibatkan masyarakat secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh peningkatan pemahaman mengenai manfaat probiotik dan teknik fermentasi pangan. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan proses pembuatan minuman probiotik berbahan mangga secara mandiri mulai dari persiapan bahan baku, pembuatan sari mangga, penambahan kultur starter, fermentasi, hingga pengemasan produk. Tingginya partisipasi dan antusiasme peserta selama pelatihan menunjukkan bahwa teknologi yang diperkenalkan mudah dipahami dan berpotensi diterapkan pada tingkat rumah tangga maupun kelompok usaha masyarakat.Kegiatan ini juga memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai peluang pengembangan usaha berbasis pangan fungsional dengan memanfaatkan potensi lokal. Pengolahan mangga menjadi minuman probiotik dapat meningkatkan nilai tambah komoditas, mengurangi kehilangan hasil panen, serta membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat. Secara keseluruhan, program pengabdian berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Bengkala dalam pemanfaatan buah mangga sebagai produk inovatif yang mendukung kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
EDUKASI SWAMEDIKASI NYERI YANG AMAN DAN RASIONAL PADA MASYARAKAT Ivans Panduwiguna; Boy Yunaidy; Ahmad Sahlan Baniu; Retno Lisnawati; Silvia Anggraeni; Ni Luh Yuni Naintina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.89

Abstract

Swamedikasi nyeri merupakan praktik yang umum dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan nyeri ringan hingga sedang dengan menggunakan obat bebas atau obat bebas terbatas tanpa resep dokter. Praktik ini pada dasarnya dapat memberikan manfaat berupa kemudahan akses pengobatan, penghematan biaya, dan percepatan penanganan keluhan ringan. Namun, swamedikasi yang tidak disertai pengetahuan yang memadai berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti kesalahan pemilihan obat, penggunaan dosis yang tidak tepat, durasi pemakaian yang terlalu lama, serta risiko efek samping dan interaksi obat. Konsep rasional dalam swamedikasi mencakup pemilihan obat yang sesuai dengan jenis dan tingkat nyeri, penggunaan dosis yang tepat, memperhatikan aturan pakai, serta memahami batasan kapan swamedikasi dapat dilakukan dan kapan harus dirujuk ke tenaga kesehatan. Analgesik yang umum digunakan dalam swamedikasi, seperti parasetamol dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), memiliki profil manfaat dan risiko yang berbeda, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi individu, termasuk usia, penyakit penyerta, dan penggunaan obat lain. Melalui edukasi yang terstruktur, masyarakat diharapkan mampu mengenali jenis nyeri yang masih dapat ditangani dengan swamedikasi dan nyeri yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Edukasi juga menekankan pentingnya membaca label obat, memahami kandungan zat aktif, serta menghindari penggunaan obat secara berlebihan atau bersamaan tanpa dasar yang jelas. Peran tenaga kesehatan, khususnya apoteker, sangat strategis dalam memberikan informasi yang benar dan mudah dipahami kepada masyarakat terkait penggunaan obat nyeri.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI INOVASI WIRAUSAHA LILIN AROMATERAPI DAN MINUMAN SEHAT BERBASIS MANGGA Eric Kurnia Abdillah; Lestari Nugrahini; Reza Ismail Abdul Rahman; Ni Nyoman Ari Ratnadi; Retno Lisnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.90

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu pendekatan strategis dalam pembangunan berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan sentra pertanian. Salah satu bentuk pemberdayaan yang relevan dan kontekstual adalah pengembangan wirausaha berbasis potensi lokal. Komoditas mangga merupakan salah satu hasil pertanian unggulan di berbagai daerah di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun sering menghadapi permasalahan klasik berupa fluktuasi harga, panen raya yang berlebihan, serta keterbatasan diversifikasi produk. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian hasil mangga tidak terserap pasar secara optimal dan berpotensi mengalami kerugian pascapanen. Oleh karena itu, inovasi pengolahan mangga menjadi produk bernilai tambah seperti lilin aromaterapi dan minuman sehat menjadi solusi alternative yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh. Inovasi wirausaha berbasis mangga dalam bentuk lilin aromaterapi dan minuman sehat merupakan pendekatan kreatif yang memadukan aspek pertanian, kesehatan, dan industri kreatif. Lilin aromaterapi berbasis mangga memanfaatkan aroma alami atau ekstrak mangga yang dikombinasikan dengan minyak esensial tertentu untuk menghasilkan produk relaksasi yang memiliki nilai estetika dan fungsional. Sementara itu, minuman sehat berbasis mangga dikembangkan dari daging buah mangga segar yang kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif seperti vitamin C, beta-karoten, dan polifenol yang berperan sebagai antioksidan. Kedua produk ini memiliki segmentasi pasar yang luas, mulai dari masyarakat umum hingga konsumen yang peduli terhadap kesehatan dan gaya hidup alami.
DIVERSIFIKASI OLAHAN MANGGA MELALUI PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI Rizka Aisyah; Iyan Hardiana; Ari Permana Putra; Luh Yesi Angga Natalia Dewi; Ni Komang Virginia Pradini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.91

Abstract

Diversifikasi olahan hasil pertanian merupakan strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan mengurangi ketergantungan pada produk pangan konvensional. Mangga (Mangifera indica L.) adalah buah tropis unggulan di Indonesia dengan produksi melimpah, namun pemanfaatannya masih didominasi oleh produk pangan seperti jus, manisan, dan selai. Kondisi ini menyebabkan potensi non-pangan mangga, khususnya kandungan senyawa aromatik alaminya, belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, diversifikasi olahan mangga melalui pembuatan lilin aromaterapi menjadi alternatif inovatif yang bernilai ekonomis dan fungsional. Mangga mengandung berbagai senyawa volatil, terutama pada daging dan kulit buah, seperti terpenoid, ester, dan aldehida, yang berkontribusi terhadap aroma khasnya. Senyawa-senyawa ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber aroma alami dalam produk aromaterapi. Aromaterapi merupakan terapi komplementer yang memanfaatkan aroma alami untuk memberikan efek relaksasi, meningkatkan kenyamanan psikologis, serta membantu mengurangi stres. Salah satu bentuk sediaan aromaterapi yang popular adalah lilin aromaterapi karena penggunaannya praktis, stabil, dan memiliki nilai estetika. Kegiatan PKM ini diberikan dalam bentuk diskusi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi di Bajar Dinas Kelodan.
PENERAPAN TERAPI BERMAIN PUZZLE SEBAGAI UPAYA MENSTIMULASI PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PAUD TELKOM SINGARAJA Komang Silviana Darini; Putu Andria Pratiwi; Ketut Silviani Sudarmini; Putu Eri Kusuma Archa Yasa; Komang Melyn Agustin; Putu Anggriana Rahayu Deanova; Ayu Putu Pribahari; Kadek Dinda Dwipayanti; Ni Luh Putu Anastasia Ardining; Made Rismawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.96

Abstract

Lingkungan PAUD Telkom Singaraja masih menghadapi tantangan dalam perkembangan sosial anak akibat belum optimalnya stimulasi interaksi antar teman sebaya pada kelompok bermain usia 3-4 tahun. Laporan Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa gangguan perkembangan sosial pada anak prasekolah di Indonesia mencapai angka yang cukup tinggi yaitu 69,9%. Wawancara dengan guru dan kepala sekolah mengungkapkan bahwa dari 10 anak kelompok bermain, sebagian menunjukkan kemampuan berinteraksi dan bekerja sama yang belum optimal. Program ini dirancang untuk menstimulasi perkembangan sosial anak melalui intervensi terapi bermain puzzle secara berkelompok. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu persiapan, sosialisasi kepada guru, observasi awal (pre-test), pelaksanaan intervensi, pendampingan, evaluasi (post-test), dan tindak lanjut berkelanjutan. Fokus utama program meliputi kemampuan anak dalam berinteraksi, bekerja sama, berbagi, berkomunikasi, dan mematuhi aturan sederhana. Hasilnya, program ini berhasil menurunkan kategori perkembangan kurang, yakni dari 20% menjadi 0%, serta meningkatkan kategori baik, yakni dari 50% menjadi 80%. Anak-anak di PAUD Telkom Singaraja kini menunjukkan peningkatan keterampilan sosial yang lebih baik, dan guru dapat melanjutkan program stimulasi bermain ini secara mandiri serta berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMASANGAN HANDRAIL UNTUK KESELAMATAN WISATA DI AIR TERJUN JEMBONG Putu Sukma Megaputri; Desak Ketut Sugiartini; Made Bayu Oka Widiarta; Dewi Aprelia Meriyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.101

Abstract

Keselamatan saat melakukan wisata merupakan satu hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap daerah wisata. Hal ini mengindikasikan bahwa dengan semakin baiknya daerah wiata menjaga keselamatan dan kesehatan wisatawan kunjungan juga diharapkan semakin meningkat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan pengabdian Masyarakat dengan melakukan pemasangan handrail bersama-sama dengan pokdarwis untuk menciptakan iklim keamanan dan wisata sapta pesona. Metode pengabdian ini menggunakan Teknik identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring kegiatan. Sasaranya adalah pokdarwis Air Terjun Jembong sejumlah 28 orang. Pendampingan ini dilaksanakan selama 7 hari dan menilai kunjungan dari wisatawan 6 bulan selanjutnya. Hasilnya bahwa terjadi peningkatan kunjungan wisatawan akibat pemasangan handrail yang dilakukan. Simpulannya bahwa pendampingan yang dilakukan kepada pokdarwis membawa hal yang baik selain meningkatkan keamanan dan pencegahan kecelakaan wisatawan terjadi juga peningkatan kunjungan wisatawan ke air terjun jembong.