cover
Contact Name
Robet Perangin-angin
Contact Email
robert.peranginangin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
robert.peranginangin@gmail.com
Editorial Address
Wisma Timah 88 Griya Mandiri, Jl. Merdeka No. 88, Taman Sari, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia
Location
Kota pangkal pinang,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Jurnal Pusat Kolaborasi Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30891493     DOI : https://doi.org/10.61548/pa
Jurnal PUSAKA ABDIMAS merupakan Jurnal Pusat Kolaborasi Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai wadah untuk mempublikasikan hasil pengabdian kepada masyarakat secara kolaborasi dari para akademisi, praktisi dan lainnya yang bergerak di bidang multidisiplin yang berfokus pada ilmu pengetahuan, teknologi, agro-maritim, sosial-ekonomi, dan lingkungan. Jurnal Pusat Kolaborasi Pengabdian Kepada Masyarakat diterbitkan oleh Yayasan Serumpun Karang Konservasi, dikelola secara profesional oleh team Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Nusantara Research. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 17 Documents
Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi "Manajemen Keuangan Usaha Madu Teran Honey in East Belitung Integration of Conservation Enterprises Community (ICONIC) Belitung Timur” Fournita Agustina; Evahelda; Nyayu Siti Khodijah; Ahmad Sumarwan; Demsi Apriadi; Annawawi; Hasbullah; Sandi; Syafarudin
PUSAKA ABDIMAS Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/pa.v1i2.43

Abstract

Pengembangan usaha madu di Belitung Timur berpotensi tinggi berkat kekayaan alam hutan yang mendukung keberlangsungan habitat lebah Trigona penghasil madu tanpa sengat, atau madu teran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen keuangan bagi penggiat madu teran agar mereka dapat mengelola arus kas, merencanakan keuangan, serta meningkatkan daya saing produk secara berkelanjutan. Berdasarkan analisis lapangan, para penggiat menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan yang sebagian besar masih dilakukan secara tradisional dan kurang tertata, terutama dalam pencatatan pendapatan dan pengeluaran, sehingga sulit menentukan keuntungan bersih usaha. Pelatihan manajemen keuangan yang diselenggarakan dalam program ini mengajarkan konsep dasar pencatatan keuangan, analisis laba rugi, dan perencanaan anggaran yang diharapkan dapat membantu peternak madu dalam membuat keputusan keuangan yang lebih baik. Rencana tindak lanjut yang diharapkan dari kegiatan ini adalah pendampingan intensif perlu dilakukan guna mendukung para peternak dalam menerapkan manajemen keuangan yang efektif. Melalui sinergi triple helix antara akademisi, pemerintah, dan sektor industri, diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) madu teran, serta memperkuat jaringan pemasaran untuk memperluas jangkauan produk hingga pasar nasional. Diharapkan dengan keterampilan manajemen keuangan yang lebih baik, produk madu teran Belitung Timur dapat bersaing secara kompetitif dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Penerapan Pemeliharaan Rumput Laut Sistem Semi Intensif Dengan Menerapkan Teknologi Keramba Apung Dengan Jaring Hampar Desa Pulau Lemukutan Fitra Wira Hadinata; Putri Delilah Awaliyah; Oxy Ramadhani; Nabila Maulidia; Adi Imam Wahyudi; Hasan Eldin Adimu; Nikanor Hersal Armos
PUSAKA ABDIMAS Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/pa.v1i2.45

Abstract

The number of seaweed cultivators on Lemukutan Island is increasing, this is because people who were previously fishermen are also interested in this business. There are more than 30 seaweed cultivators, the seaweed cultivation business is divided into several types of activities, namely seaweed maintenance, seaweed drying, seaweed processing and seaweed processing sellers. The seaweed cultivated is Eucheuma Cottonii with a production of around 30 tons/year. The results of seaweed production, seaweed drying and seaweed marketing have not been optimally carried out by the cultivator group because the problem is that the harvest results from seaweed cultivation are less than optimal due to the presence of pests in the form of turtles and rabbitfish which will cause the amount of seaweed production obtained. The solution offered to overcome this problem is training on the implementation of a semi-intensive system of seaweed maintenance using floating cage technology with overlay nets.
Optimalisasi Potensi Blue Economy dengan Pengolahan Limbah Perikanan menjadi Pakan Ikan Supratman, Okto; Robin; Adriyansyah
PUSAKA ABDIMAS Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/pa.v2i1.48

Abstract

Ekonomi biru merupakan pendekatan berkelanjutan yang memanfaatkan sumber daya kelautan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan melestarikan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan potensi ekonomi biru melalui pengolahan limbah perikanan menjadi pakan ikan, yang dapat mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Metode pengabdian yang digunakan melibatkan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi hasil. Tahap persiapan mencakup koordinasi dengan mitra dan pemerintah desa, serta persiapan peralatan dan bahan. Pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan dan praktek langsung pembuatan pakan ikan menggunakan bahan baku lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok budidaya di Desa Tukak berhasil memproduksi pakan ikan secara mandiri, dengan biaya produksi yang jauh lebih rendah dibandingkan pakan komersial. Pakan yang dihasilkan digunakan untuk budidaya ikan bandeng dan udang windu, yang secara signifikan mengurangi ketergantungan pada pakan komersial. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kemandirian dan efisiensi produksi budidaya ikan, serta membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. Dukungan dari pemerintah dan mitra lokal diharapkan dapat memastikan keberlanjutan program ini di masa depan.
Inovasi Produk Olahan Pangan melalui Pemanfaatan Limbah Ampas Kelapa untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Kelurahan Talia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari Ahmad, Sitti Wirdhana; Ardiansyah, Ardiansyah; Yanti, Nur Arfa; Ambardini, Sri; Muzuni, Muzuni; Amirullah, Amirullah; Prasetya, Wandy Murti
PUSAKA ABDIMAS Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/pa.v2i1.50

Abstract

ABSTRACT Coconut fruit processing produces by-products in the form of coconut pulp. Coconut pulp organic waste has a high fiber content that can benefit the body when consumed. So far, coconut pulp is only used as animal feed with very low product prices. The high amount of fiber content and the potential for protein and fat, provide opportunities for waste dregs to be developed into processed products. One of the efforts that can be done is to optimize the use of organic waste of coconut pulp into flour as raw material for making bread through community service activities. The problem faced by partners is the lack of information obtained by the community about making coconut pulp flour which can be used as a substitute for wheat flour for other food products.   The solution to this problem is to provide training and guidance on making coconut pulp flour and its processed products. This service aims to improve the skills of mothers by utilizing their potential and the potential of available natural resources optimally, in an effort to increase economic income. This training is the use of coconut pulp into flour for mothers in Talia Village, Abeli District, Kendari City. This method of service uses lectures, discussions and demonstrations. This training was attended by mothers in Talia Village, Abeli District. The results of the training obtained by the mothers of Talia Village can make bread from coconut pulp with various flavors. The training greatly supports the improvement of participants' skills and knowledge. During the training, all mothers enthusiastically participated in the course of activities and actively discussed both ways. Participants understand and can practice the technique of processing coconut pulp into raw materials for making bread and can be a business opportunity. Keywords: Coconut Dregs Waste, Coconut Dregs Flour, Bread, Kelurahan Talia   Abstrak Pengolahan buah kelapa menghasilkan produk samping berupa ampas kelapa. Limbah organik ampas kelapa memiliki kandungan serat yang tinggi yang dapat bermanfaat bagi tubuh apabila dikonsumsi. Selama ini ampas kelapa hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak dengan harga produk yang sangat rendah. Kandungan jumlah serat yang tinggi serta potensi protein dan lemak, memberi peluang limbah ampas untuk dikembangkan menjadi produk olahan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik ampas kelapa menjadi tepung sebagai bahan baku pembuatan roti melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Permasalahan  yang  dihadapi  oleh  mitra  adalah  kurangnya  informasi  yang  didapatkan  oleh masyarakat tentang   pembuatan   tepung   ampas   kelapa   yang   dapat dimanfaatkan   sebagai   pengganti   tepung   terigu   untuk   produk   pangan   lainnya.   Solusi dari permasalahan tersebut adalah memberikan pelatihan dan bimbingan tentang pembuatan tepung ampas kelapa beserta produk olahannya. Pengabdian ini bertujuan meningkatan keterampilan ibu-ibu dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki dan potensi SDA yang tersedia secara optimal, dalam upaya meningkatkan pendapatan ekonomi. Pelatihan ini merupakan pemanfaatan ampas kelapa menjadi tepung pada ibu ibu Kelurahan Talia Kecamatan Abeli Kota Kendari. Metode pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. Pelatihan ini diikuti oleh ibu ibu di Kelurahan Talia Kecamatan Abeli. Hasil pelatihan diperoleh ibu-ibu Kelurahan Talia dapat membuat roti dari ampas kelapa dengan berbagai rasa. Pelatihan tersebut sangat mendukung peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta. Selama pelatihan, semua ibu-ibu antusias mengikuti jalannya kegiatan serta aktif berdiskusi dua arah. Peserta memahami dan dapat mempraktikkan teknik pengolahan ampas kelapa menjadi bahan baku pembuatan roti dan dapat menjadi peluang usaha. Kata Kunci: Limbah Ampas Kelapa, Tepung Ampas Kelapa, Roti, Kelurahan Talia
Pelatihan dan Pendampingan Masyarakat dalam Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dan Nata de Coco di Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Nambo, Kota Kendari Muhsin; Jamili; Ambardini, Sri; Indrawati; Nasaruddin; Suriana; Rudia, La Ode Adi Parman
PUSAKA ABDIMAS Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/pa.v2i1.51

Abstract

ABSTRACT Coconut plants can be utilized to make various products that have their own economic value. Almost every part of the coconut plant can be utilized to meet human needs, including VCO made from coconut meat and Nata de Coco from coconut water. However, until now, the processing of coconut meat and water into commercially valuable products is still very limited and not optimal. The limited knowledge and skills of the community in processing coconut fruit are the main problems. Therefore, this community service program is carried out to solve these problems. This community service aims to provide education and improve the knowledge and skills of the community in utilizing coconut meat into VCO and coconut water into Nata de Coco so that products with economic value are produced. This community service is carried out using lecture, demonstration and discussion methods. The lecture aims to provide insight to participants regarding the benefits and methods of making VCO and Nata de Coco. The demonstration was carried out by giving a demo to the participants and then making VCO and nata de coco together while holding a discussion. The participants involved in the activity were the people of Tondonggeu Village, Nambo District, as many as 20 participants. The evaluation results showed that this training activity could increase knowledge and improve the skills of the community in making VCO and Nata de Coco. In addition, the results of the activities carried out are processed coconut products in the form of VCO and Nata de Coco. Key words: Coconut Fruit, Virgin Coconut Oil (VCO), Nata De Coco, Fermentation   ABSTRAK Tanaman kelapa dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam produk yang memiliki nilai ekonomi tersendiri. Hampir setiap bagian tanaman kelapa dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia diantaranya adalah VCO yang dibuat dari daging kelapa dan Nata de Coco dari air kelapa. Namun hingga saat ini, pengolahan daging dan air  kelapa menjadi produk yang bernilai komersil masih sangat terbatas dan belum optimal. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah buah kelapa menjadi permasalahan utama. Oleh karena itu, program pengabdian ini dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan daging kelapa menjadi VCO dan air kelapa menjadi Nata de Coco sehingga dihasilkan produk bernilai ekonomi.  Pengabdian ini dilaksanakan menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan diskusi. Ceramah bertujuan untuk memberikan wawasan kepada peserta terkait manfaat dan cara dalam membuat VCO dan Nata de Coco.  Demonstrasi dilaksanakan dengan memberikan demo kepada peserta kemudian sama sama membuat VCO dan nata de coco sambil melaksanakan diskusi. Peserta kegiatan yang terlibat adalah masyarakat Kelurahan Tondonggeu Kecamatan Nambo sebanyak 20 peserta. hasil evaluasi menunjukkan kegiatan pelatihan ini dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membuat VCO dan Nata de Coco. Selain itu, hasil dari kegiatan yang dilakukan adalah produk olahan buah kelapa berupa VCO dan Nata de Coco. Kata Kunci: Buah Kelapa, Virgin Coconut Oil (VCO), Nata De Coco, Fermentasi.
Pemetaan Daerah Rawan Bencana Secara Partisipatif di Kelurahan Lalowaru, Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara Oetama, Dedy; Asriyana; Erawan, Muhammad Trial Fiar; Arsal, La Ode Muhammad; Wahyudi, Adi Imam; Sudarno; Wa Jali
PUSAKA ABDIMAS Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/pa.v2i1.54

Abstract

Kelurahan Lalowaru, yang berada di Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, adalah daerah yang memiliki kemungkinan tinggi terhadap berbagai macam bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Kurangnya data spasial dan partisipasi masyarakat dalam mitigasi risiko bencana menjadi tantangan tersendiri dalam penanggulangan bencana di daerah ini. Aktivitas pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan pemetaan area berisiko bencana secara partisipatif dengan melibatkan warga setempat, perangkat desa, dan pihak-pihak terkait. Metode yang diterapkan mencakup survei lapangan, diskusi kelompok terarah (FGD), serta pemetaan menggunakan sistem informasi geografis (SIG) yang didukung oleh data dan pengetahuan lokal. Output dari aktivitas ini berupa peta risiko bencana yang dapat dijadikan landasan dalam penyusunan rencana darurat dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana. Selain itu, aktivitas ini juga memperbesar kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam manajemen risiko bencana secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pengabdian ini berperan penting dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana dengan pendekatan yang partisipatif dan berbasis data.
Potensi Komersialisasi Alat Tangkap Ikan Di Politeknik Kelautan Dan Perikanan Karawang Dendi Haris; Larasati, Rakhma Fitria; Perangin angin, Robet; Prayitno, Muhamad Riyono Edi; Suharyanto; Sari, Ratih Purnama; Akbar, Raden Mohamad Adha; Sutrisno, Bagus Oktori
PUSAKA ABDIMAS Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/pa.v2i1.55

Abstract

Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Karawang telah mengembangkan berbagai inovasi alat tangkap ikan yang memiliki potensi komersialisasi tinggi, seperti bubu prayang, bubu pintu lolos, mini line hauler, dan jaring rajungan. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi penangkapan ikan tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan sumber daya perikanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menjembatani hasil inovasi akademik dengan kebutuhan lapangan melalui serangkaian pelatihan, demonstrasi, dan diskusi interaktif bersama siswa SMK Negeri Cilebar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap prinsip kerja dan potensi komersialisasi alat tangkap meningkat secara signifikan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong penerapan teknologi alat tangkap inovatif oleh masyarakat nelayan serta mendukung pembangunan ekonomi lokal.

Page 2 of 2 | Total Record : 17