cover
Contact Name
Erick Erianto Arif
Contact Email
ariferickerianto@gmail.com
Phone
085214902659
Journal Mail Official
medilabumwkdi2025@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. A.H. Nasution. No. 37, Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Mandala Waluya Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal MediLab Mandala Waluya
ISSN : 25804073     EISSN : 26851113     DOI : https://doi.org/10.54883/
Core Subject : Science,
Jurnal Medilab merupakan media yang diharapkan dapat menjadi wadah bagi dosen baik di lingkup prodi Program studi D-IV Analis Kesehatan atau Teknologi Laboratorium Medik, institusi lokal maupun nasional untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya di berbagai disiplin ilmu khususnya dalam bidang Medical Sains dan Kesehatan. Penamaan jurnal Medilab ini diadopsi dari nama Laboratorium Medik. Laboratorium bermakna pemeriksaan atau pengujian baik secara biologi, kimia, fisika yang memberi informasi teliti dan akurat tentang aspek laboratoris terhadap spesimen atau sampel. Sedangkan medik bermakna hal-hal yang berhubungan dengan kedokteran/kesehatan, meliputi bidang Hematologi, Kimia klinik, Mikrobiologi, Imunoserologi, Parasitologi, Mikologi, Toksikologi, Kimia Air, Makanan dan minuman, dan lain-lain.
Articles 118 Documents
DETEKSI gen Cat P PENYANDI RESISTEN ANTIBIOTIK KLORAMFENIKOL PADA Salmonella typhi DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PCR Sri Anggarini Rasyid; Sugireng; Adelia Pratiwi
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.4.2.1

Abstract

Demam tifoid merupakan infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Antibiotik yang sering digunakan dalam terapi demam tifoid adalah klorampenikol. Penggunaan antibiotik diketahui menyebabkan masalah baru yaitu munculnya resistensi terutama pada pemakaian antibiotik yang tidak prosedural dan tidak terkontrol. Resistensi terhadap kloramfenikol (Cm) diperantarai oleh enzim yang terletak pada plasmid yang disebut Acetyltransferase kloramfenikol (CAT). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Deteksi Gen Cat P Penyandi Resisten Antibiotik Kloramfenikol Pada Salmonella typhi dengan Menggunakan Teknik PCR. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional yakni untuk menganalisi Deteksi Gen Cat P Penyandi Resisten Terhadap Antibiotik Kloramphenikol Pada Salmonella thypi dengan Menggunakan Metode PCR. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah darah penderita demam tifoid yang disajikan dalam bentuk kultur berjumlah 10 sampel. Hasil pemerikaan gen Cat P dari 10 sampel penelitian didapatkan hasil negatif pada semua sampel yang ditandai dengan tidak ditemukan pita DNA gen Cat P sesuai target yaitu dengan target DNA 436 bp. Untuk peneliti selanjutnya disarankan agar meneliti variabel pemeriksaan gen Cat P sebagai penanda resistensi antibiotik Kloramfenikol pada penderita demam tifoid stadium lanjut dengan menggunakan sampel feces dan urin.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SUSU KEDELAI PADA SUHU KULKAS 2-8OC TERHADAP BAKTERI COLIFORM METODE MPN (Most Praobable Number) Suwarny Ruhi; Ratna Umi Nurlila; Irna Kartina
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.4.2.7

Abstract

Kedelai merupakan salah satu bahan pangan yang banyak manfaatnya diantaranya adalah minuman susu kedelai.Namun apabila dalam proses pembuatan tidak baik,maka dapat terkontaminasi bakteri Coliform.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan susu kedelai pada suhu kulkas 2-8oC terhadap cemaran bakteri Coliform. Penelitian ini menggunakan metode uji MPN yaitu metode enumerasi mikroorganisme yang menggunakan data dari hasil pertumbuhan mikroorganisme pada medium cair spesifik dalam seri tabung yang ditanam dari sampel padat atau cair sehingga dihasilkan kisaran jumlah mikroorganisme dalam jumlah perkiraan terdekat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penagaruh lama penyimpanan susu kedelai pada suhu kulkas 2-80C terhadap cemaran bakteri Coliform metode MPN (Most Probable Number). Hasil penelitian pengaruh lama penyimpanan susu kedelai 2-80C pada suhu kulkas terhadap cemaran bakteri Coliform pada uji MPN didapatkan hasil penyimpanan 1 hari pada sampel 1 sampai 3 dengan nilai 11/ml, sampel 4 sampai 6 dengan nilai dengan nilai 7/ml dan 7 sampai 9 dengan nilai 43/ml. hasil penyimpanan 3 hari pada sampel 1 sampai 3 dengan nilai 28 /ml sampel 4 sampai 6 dengan nilai 11 /ml dan 7 sampai 9 dengan nilai 43/ml. hasil penyimpanan 6 hari pada sampel 1 sampai 3 dengan nilai 150 /ml sampel 4 sampai 6 dengan nilai 210 /ml dan 7 sampai 9 dengan nilai 210 /ml. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkam bahwa pada hari pertama tidak ada pengaruh penyimpanan dan memehui syarat layak konsumsi yang sudah di atur dalam Standar Nasional Indonesia(SNI) NO.06.8-7288-2009 yaitu 20/mL dengan uji MPN. Pada hari ketiga dan ke enam terdapat adanya pengaruh penyimpanan susu kedelai terhadap bakteri coliform. Diharapkan dapat dilanjutkan pelaksanaan dengan pewarnaan gram untuk melihat jenis bakteri
DETEKSI BAKTERI Escherichia coli O157 PADA SUSU KEDELAI MENGGUNAKAN METODE Polymerase Chain Reaction(PCR) YANG DIJUAL DI KELURAHAN ANDUONOHU, KECAMATAN POASIA, KOTA KENDARI Satriani Syarif; Sugireng; Helida Purwanti
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.4.2.8

Abstract

Susu kedelai di Kota Kendari yang terindikasi terkontaminasi oleh bakteri E.coli O157 yang merupakan penyebab penting foodborne disease. E.coli O157 adalah bentuk mutan dari Eschericia coli yang bersifat patogen. Tujuanumum daripenelitianiniadalahUntukmengetahui apakah terdapat cemaran bakteri Eschericia coli O157 pada susu kedelai yang dijual di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Jenispenelitian yang digunakan dalam penelitian iniadalahdeskriptif.Populasidalam penelitianiniadalah sampel susu olahan rumah tangga dengan tehnik pengambilan sampel adalah total sampling sebanyak 8 sampel. Hasilpenelitianmenunjukan bahwadari8sampel uji kultur sebanyak 1 sampel positif Eschericia coli pada sampel susu kedelai dengan media EMBA. Sedangkan di uji dengan menggunakan metode PCR pada sampel susu kedelai menunjukan hasil negatif. Hal ini ditandai dengan tidak terbentuknya pitaDNAukuran 239pasangbasa, pada gelelektroforesis. Berdasarkan penelitianyang dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak terdapatkontaminasibakteriEscherichiacoli O157 padahasilpemeriksaansusu kedelai denganmenggunakan metode PCR.Saran untuk peneliti selanjutnya agar mendeteksi jenis bakteri lain, memperhatikan waktu atau lama penyimpanan susu kedelai yang akan digunakan sebagai sampel penelitian.
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN ERITROSIT PADA SAMPEL URINE YANG MENGALAMI INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) DENGAN METODE DIPSTICK DAN MIKROSKOPIS DI RSUD KOTA KENDARI Asni Ramayana Tina; Sri Anggarini Rasyid; Selin Anugrah
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.7.1.1

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi yang paling umum terjadi di komunitas masyarakat bahkan di rumah sakit. Biasanya pada urine pasien dengan infeksi saluran kemih akan ditemukan eritrosit dalam jumlah rendah hingga tinggi tergantung pada seberapa besar luka yang menyebabkan infeksi di dalam saluran kemih, pada tahun selanjutnya 2020 jumlah pasien ISK menurun sebanyak 5 orang. Tujuan penelitian untuk membandingkan hasil pemeriksaan eritrosit pada sampel urine yang mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK) dengan metode Dipstick dan Mikroskopis Di RSUD Kota Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian obsevasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Metode yang digunakan yaitu metode dipstick dan mikroskopis. Dengan jumlah sampel 23 pasien dan teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dan total sampling. Berdasarkan hasil penelitian pada uji wilcoxon. Test Statistics diperoleh nilai Signifikan atau p-value sebesar 0,564. Nilai p-value > α (0,564 > 0,05) yang menujukan bahwa tidak ada perbandingan hasil pemeriksaan eritrosit pada sampel urine yang mengalami infeksi saluran kemih (ISK) dengan metode dipstick dan mikroskopis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat di simpulkan Tidak ada perbandingan atau perbedaan hasil pemeriksaan eritrosit pada sampel urine yang mengalami infeksi saluran kemih (ISK) dengan metode dipstick dan mikroskopis.
ANALISIS KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH MENSTRUASI BERDASARKAN LAMANYA MENSTRUASI PADA MAHASISWI D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS UNIVERSITAS MANDALA WALUYA KENDARI Rosdarni; Wa Ode Nova Novianti; Neneng Rosmayanti
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.7.1.2

Abstract

Hemoglobin merupakan suatu protein yang dikonjugasi yang terdapat didalam sel darah merah dan mengandung zat besi. Pemeriksaan hemoglobin dalam darah mempunyai peranaan yang sangat penting dalam diagnosa suatu penyakit.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis kadar hemoglobin sebelum dan sesudah menstruasi berdasarkan lamanya menstruasi pada mahasiswi D-IV Teknologi Laboratorium Medis Universitas Mandala Waluya Kendari. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik. Populasi dalam penelitian ini yaitu jumlah keseluruhan mahasiswi angkatan 2017, sebanyak 34 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukan karakteristik responden pemeriksaan kadar hemoglobin sebelum menstruasi dalam kategori normal sebanyak 34 responden (100 %). Sedangkan karakteristik responden pemeriksaan kadar hemoglobn sesudah menstruasi sebagian responden memiliki kadar hemoglobin dalam kategori abnormal sebanyak 26 responden (76,48 %), dan sisanya 8 responden (23,52 %) memiliki kadar hemoglobin dalam kategori normal. Hasil uji statistik yang menggunakan uji wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05 artinya H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah menstruasi pada mahasiswi D-IV TLM UMW Kendari. Sedangkan uji mann-whitney diperoleh nilai p = 0,526 > 0,05 artinya H0 diterima yang berarti tidak ada perbedaan kadar hemoglobin berdasarkan lama menstruasi 5 hari dengan kadar hemoglobin 6 hari menstruasi pada mahasiswi D-IV TLM UMW Kendari.
IDENTIFIKASI BAKTERI VIBRIO SP PADA KOREAN FOOD YANG BELUM DIOLAH MENGGUNAKAN METODE KULTUR DAN PCR (POLYMERASE CHAIN REACTION ) Sanatang; Toto Surianto; Ummy Sri Mulyani
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.7.1.3

Abstract

Korean food merupakan jenis makanan yang telah banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia. Umumnya bahan dasar yang terdapat pada Korean food adalah seafood (Makanan hasil laut). Proses pengolahan Korean food yang kurang higenis dapat menyebabkan kontaminasi bakteri salah satunya adalah bakteri vibrio sp.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi adanya bakteri Vibrio sp pada Korean food. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriftif. Populasi pada penelitian ini makanan Korea yang belum diolah yang di ambil dari 3 toko di Kota Kendari. Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah daging (beef), baso udang, kerang, salmon dan tuna. Metode yang digunakan yaitu dilakukan proses pengenceran, penanaman pada media NA dan TCBS, uji biokimia, isolasi DNA, pengukuran konsentrasi DNA dan Amplifikasi DNA 16S rDNA. Hasil penelitian didapatkan 5 sampel ditemukan ciri bakteri genus Vibrio sp pada media TCBS dan TSIA, pada uji katalase 5 isolat positif, sedangkan pada uji biokimia MR-VP diperoleh 4 isolat positif dan VP 5 Isolat negatif, serta uji SIM pada 5 Isolat negatif dan untuk uji Molekuler dengan gen 16S rDNA pada 5 isolat didapatkan pita DNA dengan panjang 1500 bp. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa dengan metode kultur diperoleh semua sampel Korean food yang belum diolah terkontaminasi bakteri Vibrio sp serta dengan menggunakan metode molekuler diperoleh pita DNA berukuran 1500 bp. Saran untuk penelitian selanjutnya dilakukan sekuensing pada isolat bakteri yang diperoleh pada penelitian ini.
DETEKSI GEN mecA TERHADAP METHICILLIN RESISTANT Staphylococcus aureus (MRSA) PADA PASIEN DI RUANGAN INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUD KOTA KENDARI TAHUN 2022 Satriani Syarif; Muzuni; Puan Maharani
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.7.1.4

Abstract

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang terjadi di rumah sakit, salah satu bakteri penyebab infeksi ini adalah bakteri Staphylococus aureus. Staphylococcus aureus banyak ditemukan mengalami resiten terhadap antibiotik golongan Methicillint-Resisten Staphylococcus aureus (MRSA). MRSA telah menjadi salah satu bakteri patogen, terutama di rumah sakit. Transmisi bakteri MRSA berpindah dari satu pasien ke pasien lainnya melalui alat medis yang tidak diperhatikan sterilisasinya. MRSA mengalami resisten karena perubahan genetik yang disebabkan oleh paparan terapi antibiotik yang tidak rasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi gen mecA pada pasien yang terinfeksi Methicillin Resistant Staphylococcus aures di ruang ICU RSUD Kota Kendari menggunakan metode PCR. Jenis penelitian ini adalah deskriptiff berbasis labolatorium. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 10 orang. Hasil dari 10 sampel yang diisolat yaitu terdapat 5 sampel yang memiliki ciri-ciri Staphylococcus aureus, yaitu berwarna kuning keemasan, berbentuk seperti buah anggur, dan uji katalase dan koagulase yaitu hasil positif. Hasil dari deteksi gen mecA metode PCR dari 5 yang diisolat menunjukkan terbentuk pita sesuai dengan target yaitu 533 bp, di peroleh sampel positif Methicillint-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) sebanyak 10 %. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan mendeteksi gen mecA pada pasien yang terinfeksi Methicillin-Resistant Staphylococcus aures di ruang ICU RSUD Kota Kendari menggunakan metode PCR yaitu adanya gen mecA pada P10, dengan terbentuknnya pita target 533 bp. Diharpakan pada penelitian selanjutnya Untuk penelitian selanjutnnya melakukan penelitian yang sama perlu adanya uji resistensi antibiotik sebelum melakukan uji PCR dan melakukan penelitian mengenai insiden MRSA pada pasien dan paramedis di ruangan yang berbeda.
ANALISIS MOLEKULER BAKTERI ASAM LAKTAT PADA ISOLAT MEKONIUM BAYI BARU LAHIR MENGGUNAKAN PRIMER 16sRNA METODE PCR (POLYMERASE CHAIN REACTION) Sri Anggarini Rasyid; Sanatang; Nasti
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.7.1.5

Abstract

Mekonium adalah suatu materi berwarna hijau gelap yang terdapat dalam saluran cerna janin dalam kandungan. Mekonium tersebut terdiri dari sekresi gastrointestinal fetus, sel debris, mucus, darah, lanugo, dan verniks. Tujuan penelitian ini untuk mendeteksi potensi Bakteri Asam Laktat pada mekonium bayi baru lahir dengan menggunakan metode PCR (polymerase Chain Reaction).Hasil pembiakkan pada media MRSA menunjukkan pertumbuhan koloni mekonium bayi yang mengkonsumsi susu formula (F13A, F23A,F34A, F12B, dan F11D) mekonium bayi yang lahir secara Caesar ( C23A) dan mekonium bayi yang mengkonsumsi ASI (A11A dan A14A) , sedangkan pada mekonium bayi yang lahir Normal tidak ada pertumbuhan koloni. Hasil karakterisasi morfologi ini menunjukkan bahwa pada sampel mekonium bayi yang baru lahir dengan 4 kategori yaitu mekonium bayi yang mengkonsumsi ASI, mekonium bayi yang mengkonsumsi susu formula, mekonium bayi yang lahir secara normal dan mekonium bayi yang lahir secara caesar menunjukkan hasil morfologi koloni yang sama yaitu berbentuk bulat, berukuran besar, berwarna putih atau krem dengan tepi utuh. Selanjutnya pada uji pewarnaan gram semua sampel teridentifikasi sebagai bakteri gram postif dengan bentuk coccus, pada uji katalase semua sampel merupakan bakteri dengan katalase negatif. Hasil identifikasi menggunakan PCR ditemukan pita DNA pada semua sampel. Pita DNA yang terbentuk di perkirakan berada pada target 1300 bp. Berdasarkan hasil tersebut dapat diasumsikan bahwa sampel tersebut merupakan Bakteri asam laktat. Diperlukan pengujian selanjutnya dengan menggunakan metode PCR yang berbeda dan menggunakan primer spesifik Bakteri Asam Laktat untuk memperoleh keseragaman hasil isolat dalam menentukan jenis Bakteri asam Laktat. Untuk menentukan jenis bakteri dapat dilanjutkan ke tahap Sequencing.
IDENTIFIKASI INTERLEUKIN-6 PADA PASIEN DIABETES MELITUS (DM) TIPE II YANG HIPERTENSI DAN NON HIPERTENSI Suwarny Ruhi; Titi Purnama; Helmawati Pasomba
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.7.1.7

Abstract

Diabetes Melitus adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah lebih tinggi dari normal atau hiperglikemia karena tubuh tidak dapat mensekresi atau menggunakan hormon insulin secara cukup. Salah satu penyakit yang sering menyertai penderita diabetes Melitus adalah Hipertensi. Pada DM Tipe 2 terjadi hiperglikemia yang cenderung menimbulkan stres oksidatif yang memicu auto oksidasi glukosa sehingga terbentuk ROS (Reactive Oxygen Spesies), oksigen radikal akan merusak DNA inti sehingga proses glikolisis terganggu dan menyebabkan munculnya jalur AGE dan meningkatkan kadar IL-6 penyebab kerusakan vaskuler. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya Interleukin-6 (IL–6) pada pasien diabetes Melitus tipe II yang hipertensi dan non hipertensi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita Diabetes Melitus tipe II yang menjalani perawatan inap dan perawatan jalan di Puskesmas Puuwatu Kota Kendari sebanyak 6 orang. Populasi tersebut kemudian dijadikan sebagai sampel. Usia tertinggi pasien DM Tipe II yang non hipertensi adalah 86 tahun dengan kadar glukosa 330 mg/dl serta tekanan darah 120/80 mm/Hg sedangkan yang usia terendah 45 tahun dengan kadar glukosa 245 mg/dl serta tekanan darah 110/90. Usia tertinggi pasien DM Tipe II yang hipertensi adalah 63 tahun dengan kadar glukosa 235 mg/dl serta tekanan darah 130/90 mm/Hg sedangkan yang usia terendah 46 tahun dengan kadar glukosa 249 mg/dl serta tekanan darah 140/100. Hasil pemeriksaan interleukin-6 pada pasien DM tipe 2 yang mengalami hipertensi dan non hipertensi dinyatakan negatif. Untuk penelitian selanjutnya pemeriksaan interleukin 6 pada penderita DM yang hipertensi dan non hipertensi perlu dilakukan dengan menggunakan metode ELISA dan menggunakan sampel dengan jumlah yang lebih banyak.
PERBEDAAN KADAR ERITROSIT, HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT IBU HAMIL SEBELUM DAN SESUDAH OPERASI SECTIO CAESAR DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TINGKAT III KENDARI Syawal Abdurrahman; Yusuf Useng; Mien Asrha Suhardin
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/

Abstract

Sectio caesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui depan perut atau vagina (histerotomia) untuk melahirkan janin dari dalam rahim. Segala tindakan pada proses persalinan memiliki resiko untuk terjadinya pendarahan dan persalinan metode sectio caesarea memiliki resiko yang paling tinggi karena dilakukan dengan cara pembedahan dengan membuka dinding perut dan dinding uterus. Terjadinya pendarahan selama tindakan sectio caesarea menyebabkan penurunan konsentrasi hemoglobin, eritrosit dan hematokrit di dalam tubuh. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik secara cross sectional. Sampel yang digunakan adalah 15 sampel darah ibu hamil sebelum dan sesudah operasi sectio caesarea di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kendari dengan menggunakan metode pemeriksaan hematology analyzer Hasil penelitian kadar eritrosit, hemoglobin dan hematokrit ibu hamil sebelum dan sesudah operasi sectio caesarea di analisis menggunakan uji statistik Paired t-test, menunjukkan bahwa kadar eritrosit sebelum dan sesudah operasi diperoleh nilai p=0.740. Kadar hemoglobin sebelum dan sesudah operasi diperoleh nilai p=0.937 dan kadar hematokrit sebelum dan sesudah operasi diperoleh nilai p=0.467. Setelah diperoleh nilai p>0.05 dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar eritrosit, hemoglobin dan hematokrit sebelum dan sesudah operasi sectio caesarea. Saran untuk peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan mengamati hubungan antara kadar trombosit terhadap pemberian tranfusi darah PRC pada ibu hamil setelah operasi sectio caesarea.

Page 6 of 12 | Total Record : 118