cover
Contact Name
Asri Ismail
Contact Email
asriismail@unm.ac.id
Phone
085396166095
Journal Mail Official
jurnal.manifestasi@gmail.com
Editorial Address
Department of Indonesian Language Office, DG Building Second Floor, UNM Parangtambung Campus, Daeng Tata Raya Street, Makassar, South Sulawesi, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MANIFESTASI : Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 28098390     EISSN : 28098366     DOI : 10.26858/manifestasi
Core Subject : Education,
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran is an electronic and print journal published in scientific articles on studies in the field of education and learning at various levels and fields. The article which is in Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran is the result of research or application of literature on theories and concepts as alternative problem solving related to general education and learning problems, learning both in terms of planning, evaluation, learning innovation, and learning technology. Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran is issued semiannually: in March, July, and November
Articles 46 Documents
PRAKTIK BERBAHASA NETIZEN DALAM KOMENTAR INSTAGRAM PADA KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOBA OLEH AMAR ZONI: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Apyunita, Devi
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 3 (2025): NOVEMBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik kebahasaan netizen dalam komentar Instagram terkait kasus penyalahgunaan narkoba oleh aktor Amar Zoni. Sumber data berupa komentar yang dipilih secara purposif dari akun berita hiburan pada periode Maret–April 2024. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi digital dan dianalisis menggunakan analisis isi kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Tahapan analisis meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komentar netizen ditandai oleh ragam informal, slang, campur kode, humor, serta ekspresi evaluatif yang mencerminkan wacana moral, stigma sosial, dan empati berbasis kesehatan mental. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial menjadi arena publik tempat moralitas, identitas, dan persepsi mengenai penyalahgunaan narkoba dinegosiasikan melalui bahasa. Penelitian menegaskan peran praktik berbahasa dalam membentuk opini publik di ruang digital.
PENERAPAN MAKSIM SOPAN SANTUN LEECH DALAM SINIAR WARDAH HEART TO HEART SPECIAL: IBU NURHAYATI SUBAKAT DAN BAPAK SUBAKAT HADI R, Sri Mulyani; Mardatillah, Rahmi
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 3 (2025): NOVEMBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan maksim sopan santun Leech dalam siniar Wardah Heart to Heart Special: Ibu Nurhayati Subakat dan Bapak Subakat Hadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran maksim sopan santun Leech dalam siniar Wardah Heart to Heart Special: Ibu Nurhayati Subakat dan Bapak Subakat Hadi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, simak, dan transkripsi. Data tersebut dianalisis menggunakan teori maksim sopan santun Leech melalui tiga tahap: identifikasi, klasifikasi, dan penyajian data. Data tersebut diuji keabsahannya menggunakan teknik intra-rater reliability. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk pematuhan maksim sopan santun Leech ditemukan pada keseluruhan maksim, sedangkan bentuk pelanggaran hanya ditemukan pada dua maksim: kedermawanan dan pujian. Temuan penelitian berkontribusi dalam memperkaya kajian pragmatik, khususnya penerapan maksim sopan santun Leech dalam komunikasi digital, sehingga terbangun komunikasi yang etis, harmonis, dan beretika di media siniar.
TIPE DAN MAKNA REDUPLIKASI: TINJAUAN HUBUNGAN MORFOLOGI DAN SINTAKSIS PADA BAHASA DAERAH BUGIS Putra, Muhammad Alif; Cahyani, Regita Purnama; Nensilianti, Nensilianti; Amir, Johar
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 3 (2025): NOVEMBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tipe-tipe reduplikasi dan maknanya, serta menganalisis hubungan morfologi dan sintaksis yang muncul dari proses reduplikasi dalam Bahasa Bugis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan meninjau data linguistik dari berbagai sumber referensi mengenai Bahasa Bugis. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan bentuk-bentuk reduplikasi berdasarkan proses morfologisnya dan mengidentifikasi makna gramatikal atau leksikal yang dihasilkannya, termasuk peranannya dalam tataran sintaksis seperti valensi verba. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa reduplikasi dalam Bahasa Bugis meliputi reduplikasi penuh, reduplikasi sebagian, reduplikasi berimbuhan, dan terkadang reduplikasi dengan perubahan fonem. Proses ini berfungsi baik secara derivasional (membentuk kata baru) maupun infleksional (memberi makna gramatikal), dengan makna yang diungkapkan seperti pluralitas (banyak), frekuentatif (berulang kali), intensitas, serta perbuatan yang dilakukan dengan santai atau tidak serius. Temuan ini menegaskan bahwa reduplikasi merupakan proses morfologis yang memiliki implikasi signifikan terhadap struktur sintaksis dan kekayaan makna dalam Bahasa Bugis.
PEMAHAMAN SOSIOPRAGMATIK TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA DALAM MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DI KALANGAN GENERASI Z Damayanti, Fina; Saleh, Muhammad
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 3 (2025): NOVEMBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to: (1) Describe the language usage patterns of Gen Z on Instagram, (2) Analyse the sociopragmatic aspects that emerge through this language, (3) Identify the social and cultural impacts of the language created by Gen Z on Instagram. The approach used is a qualitative method with case study techniques, in-depth interviews in Achjar et al. (2023), and social media content observation. The results show that the language used by Gen Z on Instagram is not only a means of communication but also a means of expressing social identity, norms, and group attitudes. In the research by Apyunita & Asdah (2025), innovative digital language, such as slang, abbreviations, mixed codes, and emoticons, marks a sociopragmatic dynamic that is rich in social meaning. This research provides an important understanding of language interaction and social context in modern digital communication.
SERIAL DRAMA JALANGKOTE RASA KEJU SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA KULINER MAKASSAR: PERSPEKTIF GASTROCRITICISM Sabir, Adilah; Shafariana, Shafariana
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 3 (2025): NOVEMBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian gastronomi dalam sastra menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas atau budaya suatu daerah khususnya dalam bidang kuliner. Dalam serial drama Jalangkote Rasa Keju, jalangkote menjadi objek kuliner yang digunakan untuk mengusung drama nuansa Makassar. Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan empat hal, yaitu (1) hubungan makanan dan kesenangan, (2) hubungan makanan dan seni, (3) hubungan makanan dan nama, serta (4) hubungan makanan dan sejarah dalam serial drama Jalangkote Rasa Keju. Objek penelitian berupa serial drama Jalangkote Rasa Keju karya AIM Production, yang disutradai oleh Rusmin Nuryadin dan Zulkarnaen Gobel selaku produser. Penelitian ini termasuk dalam ancangan penelitian kualitatif dengan data penelitian berupa dialog atau wacana serta perilaku yang menjadi representasi dari kajian gastrocriticism. Kajian serial drama Jalangkote Rasa Keju dalam perspektif gastrocriticism menunjukkan bahwa makanan dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengetahui identitas dan budaya dalam cerita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara manusia dan kuliner dapat digambarkan melalui empat konsep perspektif gastrocriticism.
PRAGMATIK LINTAS BUDAYA: ANALISIS STRATEGI KESANTUNAN DALAM INTERAKSI ANTARBUDAYA Umrah, Umrah; Saleh, Muhammad
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 3 (2025): NOVEMBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cross-cultural pragmatics focuses on how differences in values, norms, and communication habits influence the use of politeness strategies in interactions between speakers from different cultures. These variations in language often lead to misunderstandings when the communication strategies used do not match the expectations of other cultures. This mismatch is evident in speech acts such as refusal, criticism, and responses to praise, which are interpreted differently by each culture. The success of cross-cultural communication greatly depends on the ability to understand the socio-cultural context, adjust speech style, and maintain harmony through appropriate politeness strategies. Cross-cultural pragmatic competence is key to creating effective, mutually respectful, and conflict-free interactions in intercultural encounters.
BAHASA KESANTUNAN DIGITAL: KAJIAN SOSIOPRAGMATIK PADA KOMUNIKASI SISWA DAN GURU DI GRUP WHATSAPP Nurhikma, Nurhikma
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 3 (2025): NOVEMBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi komunikasi telah mengubah cara siswa dan guru berinteraksi, terutama melalui platform digital seperti WhatsApp. Media ini kini tidak hanya digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi ruang sosial yang menuntut penerapan kesantunan berbahasa. Maka judul penelitian ini “Bahasa Kesantunan Digital: Kajian Sosiopragmatik pada Komunikasi Siswa dan Guru”. Studi menunjukkan bahwa kesantunan tetap menjadi norma dominan dalam percakapan digital, terlihat dari sapaan formal, permintaan izin yang bersifat tidak langsung, serta penggunaan emotikon sebagai simbol penghormatan. Meski demikian, pelanggaran terhadap norma kesantunan juga terjadi, seperti penggunaan bahasa gaul, pesan tanpa sapaan, atau tanggapan yang kurang memperhatikan konteks sosial.Variasi kesantunan ini dipengaruhi oleh struktur sosial, budaya lokal seperti nilai siri’ na pacce dan tabe, serta kebiasaan berkomunikasi di dunia digital.
BAHASA SEBAGAI REPRESENTASI LOKALITAS: STUDI TERHADAP LIRIK LAGU TIMUR YANG MENDOMINASI PLATFORM DIGITAL Neyarasmi, Fadilah; Hasbi, Nur
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 3 (2025): NOVEMBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi lokalitas dalam lirik lagu-lagu Timur yang populer di platform digital seperti YouTube, TikTok, dan Spotify. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis wacana kritis berpadu dengan stilistika dan teori representasi, studi ini menelaah enam lagu terpopuler dari kawasan Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua. Fokus analisis diarahkan pada elemen linguistik seperti campur kode, kosakata lokal, metafora budaya, dan gaya tutur khas Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa dalam lagu-lagu tersebut berfungsi sebagai medium ekspresif dalam mengonstruksi identitas budaya dan menegosiasikan posisi sosial masyarakat Timur dalam ruang digital nasional. Penggunaan dialek lokal, diksi tubuh, serta humor dan narasi sosial menunjukkan upaya musisi untuk menampilkan identitas etnokultural secara otentik, hangat, dan penuh daya tarik. Musik menjadi arena representasional tempat bahasa daerah memperoleh legitimasi simbolik dan emosional, serta memperkuat hubungan kultural antara musisi dan publik. Temuan ini memperlihatkan bahwa musik Timur digital telah melampaui batas geografis sebagai produk budaya lokal dan menjadi ruang artikulatif identitas yang inklusif di era digitalisasi.
BAHASA DAN GENDER: PERBEDAAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK LAKI-LAKI DAN ANAK PEREMPUAN DAN KAITANNYA TERHADAP SOSIOLINGUISTIK DAN PRAGMATIK Cahyani, Regita; Saleh, Muhammad
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 3 (2025): NOVEMBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan perkembangan bahasa antara anak laki-laki dan anak perempuan, serta mengkaji implikasinya melalui lensa sosiolinguistik dan pragmatik. Dari perspektif sosiolinguistik, perbedaan gender ini tercermin dalam fungsi dan gaya penggunaan bahasa. Anak perempuan cenderung menggunakan bahasa untuk membangun kedekatan sosial dan menggambarkan pengalaman/emosi, sementara anak laki-laki lebih cenderung menggunakan bahasa untuk menginstruksikan atau mendeskripsikan objek (tujuan fungsional). Dalam kaitannya dengan pragmatik (kajian tentang penggunaan bahasa dalam konteks), perbedaan ini juga terlihat dalam strategi komunikasi. Anak perempuan cenderung menghindari konflik dan menunjukkan keterampilan komunikasi non-verbal yang lebih kuat (ekspresi wajah/kontak mata), sedangkan anak laki-laki mungkin lebih konfrontatif dan menggunakan bahasa yang lebih sederhana atau bercanda.Dengan demikian, dinamika bahasa gender bukan hanya fenomena psikolinguistik (kecepatan pemerolehan) tetapi juga fenomena sosiopragmatik yang menunjukkan bagaimana identitas gender memengaruhi pilihan linguistik (gaya bahasa) dan tujuan sosial (fungsi bahasa) dalam interaksi.
KESANTUNAN BERBAHASA GENERASI ALPHA DALAM RUANG DIGITAL SEBUAH TINJAUAN SOSIOPRAGMATIK Fitri, Elsa; Saleh, Muhammad
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 3 (2025): NOVEMBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study, "Reconstructing Digital Politeness in Generation Alpha," aims to describe the shifting meanings and practices of politeness in digital communication. The method used is descriptive qualitative, with data collection techniques including observation of digital interactions, conversation analysis, and in-depth interviews. The results show that Generation Alpha reconstructs politeness norms through multimodal expressions, such as the use of emojis, the normalization of teasing as a sign of closeness, and the assessment of politeness based on intention, not verbal form. Digital politeness is contextual, rapid, and platform-dependent, with a shift from linguistic formality to the ability to maintain social relationships. The study's conclusions confirm that politeness in Generation Alpha has not disappeared, but has transformed to suit the flexible and egalitarian nature of the digital space.