cover
Contact Name
Asri Ismail
Contact Email
asriismail@unm.ac.id
Phone
085396166095
Journal Mail Official
jurnal.manifestasi@gmail.com
Editorial Address
Department of Indonesian Language Office, DG Building Second Floor, UNM Parangtambung Campus, Daeng Tata Raya Street, Makassar, South Sulawesi, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MANIFESTASI : Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 28098390     EISSN : 28098366     DOI : 10.26858/manifestasi
Core Subject : Education,
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran is an electronic and print journal published in scientific articles on studies in the field of education and learning at various levels and fields. The article which is in Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran is the result of research or application of literature on theories and concepts as alternative problem solving related to general education and learning problems, learning both in terms of planning, evaluation, learning innovation, and learning technology. Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran is issued semiannually: in March, July, and November
Articles 63 Documents
ANALISIS PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK PADA TIGA RENTANG USIA BERDASARKAN TEORI PIAGET Asdah, Atikah Nurul
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 3 (2025): NOVEMBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan kognitif anak pada tiga rentang usia 6, 10, dan 12 tahun berdasarkan teori Piaget. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa tiga dokumen observasi yang memuat perilaku kognitif naturalistik anak. Data dianalisis melalui teknik analisis tematik dengan mengidentifikasi indikator tahap praoperasional, operasional konkret, dan operasional formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia 6 tahun berada pada transisi praoperasional ke operasional konkret dengan dominasi simbolik dan munculnya logika awal; anak usia 10 tahun menunjukkan kemampuan operasional konkret yang matang disertai kecenderungan awal berpikir formal; sedangkan anak usia 12 tahun telah memperlihatkan kemampuan berpikir abstrak dan hipotetis-deduktif. Simpulan penelitian menegaskan bahwa perkembangan kognitif berlangsung gradual dan tumpang tindih antartahap, dipengaruhi pengalaman belajar dan lingkungan.
STRUKTUR FRASA DALAM TERJEMAHAN LIRIK LAGU “MARS” OLEH DOH KYUNG-SOO Shafariana, Shafariana; Sabir, Adilah
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 2 (2025): Juli
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur frasa yang muncul dalam terjemahan lirik lagu “Mars” oleh Doh Kyung-soo serta menjelaskan pola struktural yang terbentuk akibat perbedaan tipologi bahasa Korea–Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada analisis bentuk, kategori, dan susunan unsur frasa dalam bahasa sumber maupun bahasa sasaran. Data penelitian berupa seluruh frasa, baik frasa nominal, verbal, adjektival, adverbial, maupun preposisional, yang diambil dari lirik asli bahasa Korea dan terjemahan bahasa Indonesia. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi. Analisis dilakukan melalui tiga tahap: (1) identifikasi kategori inti (head) dan pewatas (modifier); (2) pemerian struktur internal frasa berdasarkan teori sintaksis bahasa Indonesia dan struktur adnominal bahasa Korea; serta (3) perbandingan bentuk frasa untuk menentukan kecenderungan adaptasi sintaktis dalam terjemahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa nominal merupakan frasa yang paling dominan, mencerminkan kecenderungan lirik untuk mengobjekkan pengalaman emosional melalui representasi metaforis. Frasa verbal mengandung modalitas yang kuat sehingga menegaskan sikap batin penutur, sedangkan frasa adjektival menampilkan intensitas melalui modifikasi derajat yang mencerminkan kualitas afektif dan evaluatif. Adapun frasa adverbial dan preposisional berperan sebagai penanda relasi semantis mengenai ruang, waktu, arah, dan dinamika psikologis. Temuan ini menunjukkan bahwa penerjemahan mempertahankan muatan puitis lirik dengan menyesuaikan struktur frasa sesuai kaidah bahasa Indonesia, sehingga makna emosional dan stilistika bahasa sumber tetap terjaga. Penelitian ini menegaskan bahwa adaptasi struktural dalam penerjemahan lirik tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga fungsional, karena mendukung keberterimaan makna pada bahasa sasaran. Kajian ini memberikan kontribusi pada pengembangan studi sintaksis dan penerjemahan, khususnya pada teks puitis lintas tipologi bahasa.
KESANTUNAN BERBAHASA DI AKUN TIKTOK PUBLIK FIGUR @Rachelvennya: Kajian Sosiopragmatik Putra, Muhammad Alif; Saleh, Muhammad
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 3 (2025): NOVEMBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesantunan berbahasa warganet di kolom komentar akun TikTok figur publik @Rachelvennya dari perspektif sosiopragmatik. Perkembangan pesat media sosial, khususnya TikTok, telah mengubah bentuk interaksi komunikasi, menciptakan lingkungan unik di mana warganet sering kali merasa jarak sosial rendah dengan figur publik, yang kemudian memengaruhi tuturan mereka dalam berkomentar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip kesantunan berbahasa menurut teori Leech (1983) yang digunakan oleh warganet dalam berkomentar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan prinsip kesantunan berbahasa oleh warganet didominasi oleh maksim yang bersifat mendukung dan mengapresiasi, meliputi Maksim Pujian (Approbation Maxim), Maksim Simpati (Sympathy Maxim), Maksim Permufakatan (Agreement Maxim), dan Maksim Kerendahan Hati (Modesty Maxim). Maksim-maksim ini digunakan untuk memaksimalkan pandangan positif terhadap figur publik dan anaknya, membangun solidaritas komunal, serta menunjukkan dukungan emosional, meskipun beberapa maksim diwujudkan melalui strategi kontras pengalaman.
ANALISIS PRAGMATISME KEKUASAAN INTERAKSI GURU BAHASA INDONESIA DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN DI SMK-SMAK MAKASSAR Bani, Fiah Luthfiah
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 3 (2025): NOVEMBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pragmatisme kekuasaan dalam tindak tutur guru ketika berinteraksi dengan siswa selama proses pembelajaran di SMK-SMAK Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data berupa seorang guru bahasa Indonesia dan siswa pada kelas yang diamati. Data penelitian diperoleh melalui observasi langsung, perekaman interaksi di kelas, serta dokumentasi yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Analisis data dilakukan berdasarkan teori tindak tutur Searle serta konsep kekuasaan yang dikemukakan oleh French dan Raven. Hasil penelitian menunjukkan adanya representasi kekuasaan legitimate, expert, dan reward yang muncul melalui tindak tutur representatif, direktif, komisif, dan ekspresif. Temuan tersebut menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan guru tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi instrumen dalam membangun, mempertahankan, dan menegosiasikan kekuasaan dalam interaksi pembelajaran di kelas.
CITRA DIRI DAN SUARA GENERASI Z DALAM ANTOLOGI PUISI MAHASISWA: SEBUAH STUDI KUALITATIF ESTETIK Neyarasmi, Fadilah; Mardatillah, Rahmi
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 3 (2025): NOVEMBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi citra diri dan suara generasi Z dalam antologi puisi Dewasa Khayalan karya mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Makassar. Dengan pendekatan kualitatif estetik dan desain poetic inquiry, puisi dipandang sebagai refleksi pengetahuan dan kesadaran generasional. Sebanyak 117 puisi dianalisis melalui layered reading dan tafsir hermeneutik untuk mengungkap dimensi simbolik dan emosional. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema utama: kedewasaan sebagai proses eksistensial, ketegangan antara idealisme dan realitas, digitalisasi sebagai ruang eksistensi dan alienasi, ilmu sebagai jalan transendensi sosial, spiritualitas yang membumi, serta suara perempuan sebagai refleksi dan resistensi. Temuan ini menunjukkan bahwa generasi Z menulis puisi untuk menegosiasikan identitas dan merespons keresahan modern. Penelitian ini memperkuat poetic inquiry sebagai pendekatan epistemologis sekaligus menegaskan fungsi pedagogis puisi dalam membangun refleksi dan kesadaran budaya mahasiswa.
FUNGSI BAHASA DALAM RUANG DIGITAL: ANALISIS SOSIOPRAGMATIK PADA PLATFROM TIKTOK Wahyuni, Andi Ruhul; Saleh, Muhammad
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 3 (2025): NOVEMBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the functions of language in digital spaces by examining communication patterns among TikTok users from a sociopragmatic perspective. As a short-video platform, TikTok presents unique interaction characteristics, including informal language, code-mixing, humor, and distinct politeness strategies compared to face-to-face communication. Using a qualitative content analysis approach, this research investigates comments, captions, and other interactive features in viral videos. The findings reveal that language on TikTok functions not only as a communication tool but also as a medium for shaping identity, social intimacy, cultural resistance, and meaning negotiation. These phenomena show that digital language dynamics reflect broader social and cultural changes in contemporary society
DEKONSTRUKSI WACANA PHK MASSAL DALAM SURAT TERBUKA CEO STARTUP TEKNOLOGI INDONESIA (2024-2025) Sabir, Adilah; Musawir, Muhammad
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 2 (2025): Juli
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough untuk mendekonstruksi wacana delapan surat terbuka yang ditulis oleh CEO startup teknologi Indonesia yang melakukan PHK massal selama periode 2024–2025. Hasil analisis menunjukkan surat-surat tersebut memanfaatkan eufemisme – seperti istilah “efisiensi” dan “penyesuaian organisasi” – sebagai pengganti kata PHK. Strategi gramatikal seperti pasivasi dan nominalisasi juga dipakai untuk mengaburkan agensi manajerial. Selain itu, surat-surat tersebut dirancang sebagai teks hibrida untuk audiens internal maupun eksternal, dengan referensi intertekstual pada narasi global krisis teknologi. Pada tingkat sosial, temuan memperlihatkan surat terbuka itu mereproduksi ideologi neoliberalisme sekaligus membatasi imajinasi kebijakan alternatif. Secara keseluruhan, analisis ini mengungkap pola wacana yang berfungsi melegitimasi kebijakan PHK massal.
KEMAMPUAN BERCERITA ANAK JALANAN DI RUMAH BELAJAR MANGGALA BINAAN KOMUNITAS PEDULI ANAK JALANAN (KPAJ) MAKASSAR Aan Abdullah Farhan; Sultan Sultan; Abdul Haliq
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 3 (2025): NOVEMBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalis kemampuan bercerita anak jalanan di Rumah Belajar Manggala; (2) Mengidentifikasi faktor-faktor kebahasaan yang mempengaruhi perkembangan kemampuan bercerita anak jalanan di Rumah Belajar Manggala. Jenis penelitian yang digunakan pendekatan deskriptif dengan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data kuantitatif dalam penelitian ini adalah tes kemampuan bercerita anak berupa tema sebagai bahan cerita, teknik pengambilan data kualitatif dalam penelitian ini adalah wawancara tak terstruktur. Populasi penelitian ini adalah anak jalanan di Rumah Belajar Manggala berusia remaja yang berjumlah lima orang. Analisis data kuantitatif yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, analisis data kualitatif yang digunakan pada penelitian ini adalah reduksi data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hasil kemampuan bercerita anak jalanan di Rumah Belajar Manggala berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 79,8. Berdasarkan data faktor kebahasaan yang memengaruhi ditemukan hasil bahwa anak jalanan di Rumah Belajar Manggala sudah memiliki perbendaharaan kosakata yang banyak serta dapat bercerita dengan tata bahasa dan gaya bahasa yang baik.
POLA STRUKTUR SINTAKSIS PADA SUBJEK EMAIL PROMOSI: KAJIAN LINGUISTIK TERHADAP KOMUNIKASI DIGITAL Shafariana Shafariana; Johar Amir; Nur Anita Syamsi Safitri
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan komunikasi digital telah mendorong transformasi praktik pemasaran melalui berbagai media berbasis internet, termasuk email marketing yang masih menjadi salah satu sarana komunikasi bisnis yang efektif. Terkait itu, subjek email promosi memiliki peran penting sebagai elemen pertama yang menentukan perhatian dan respons pengguna terhadap pesan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pola struktur sintaktis yang digunakan pada subjek email promosi dalam komunikasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan desain deskriptif. Data berupa 200–300 subjek email promosi berbahasa Indonesia yang dikumpulkan dari kategori Promotions pada layanan surat elektronik selama periode tiga bulan. Data dianalisis menggunakan analisis isi yang dipadukan dengan analisis sintaktis untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan pola struktur yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek email promosi didominasi oleh struktur sintaktis yang ringkas dan ekonomis, meliputi frasa nominal, kalimat imperatif, kalimat interogatif, dan konstruksi eliptis. Frasa nominal digunakan untuk memadatkan informasi utama, kalimat imperatif berfungsi sebagai strategi persuasi yang mendorong tindakan pengguna, kalimat interogatif dimanfaatkan untuk membangun rasa ingin tahu dan keterlibatan pengguna, sedangkan konstruksi eliptis menunjukkan penerapan prinsip ekonomi sintaktis dalam komunikasi digital. Selain itu, ditemukan pola personalisasi sintaktis melalui penggunaan nama penerima sebagai strategi membangun kedekatan interpersonal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur sintaktis pada subjek email promosi tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi perangkat persuasif yang beradaptasi dengan karakteristik komunikasi pemasaran digital yang menuntut efisiensi, perhatian, dan keterlibatan pengguna.
DISRUPSI KESANTUNAN BERBAHASA PADA ERA MEDIA SOSIAL Nurrahma Nurrahma; Muh Syukri Gaffar
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena disrupsi kesantunan berbahasa di era digital semakin mengemuka seiringdengan meningkatnya penggunaan media sosial dan platform komunikasi daring dikalangan masyarakat Indonesia. Kemudahan akses informasi serta komunikasi instanyang ditawarkan oleh perkembangan teknologi telah membawa dampak signifikanterhadap perubahan pola interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisbentuk-bentuk ketidaksantunan berbahasa yang muncul dalam komunikasi digital,mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta mengevaluasi dampaknya terhadaptatanan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka denganmengkaji sejumlah jurnal nasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwaketidaksantunan berbahasa di era digital muncul dalam berbagai bentuk, seperti ujarankebencian, provokasi, makian, serta penggunaan bahasa kasar yang tidak sesuai dengannorma budaya dan etika berbahasa Indonesia. Faktor-faktor penyebab krisis ini meliputirendahnya literasi digital, anonimitas pengguna, kurangnya pendidikan etikakomunikasi, serta budaya permisif di dunia maya. Ketidaksantunan tersebut tidak hanyamerusak hubungan sosial, tetapi juga mengancam nilai-nilai kesantunan yang menjadiidentitas masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis melaluiliterasi digital, pendidikan karakter, serta penguatan peran keluarga dan lembagapendidikan dalam menanamkan nilai-nilai etika berbahasa sejak dini.