cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 384 Documents
Pelatihan Manajemen Sitasi (Penggunaan Mendeley) Pada Dosen dan Mahasiswa PSDKU UNTAD Morowali Teguh Hilmansyah; Erwan Sastrawan; Mohammad Amin; Sri wanti; Anisah Anisah; Sukardi Nurdin
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.852

Abstract

Artikel ilmiah merupakan sesuatu yang sangat penting dalam dunia kampus khususnya untuk mahasiswa dan dosen dimana bagi mahasiswa artikel ilimiah adalah syarat wajib untuk kelulusan sedangkan bagi dosen merupakan salah satu kewajiban tridarma perguruan tinggi serta sebagai syarat kenaikan pangkat dosen. Penggunaan aplikasi Mendeley Bagi mahasiswa merupakan salah satu kebutuhan untuk menulis skripsi dan menjadikan sebagai salah satu penyimpanan referensi skripsi sedangkan bagi Dosen pelatihan Mendeley mendorong percepatan publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi. Pelakasanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Pelatihan Penggunaan Mendeley dilaksanakan pada Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) UNTAD Morowali  dengan pesertanya adalah mahasiswa sebanyak 45 orang,  dan Dosen sebanyak 5 orang.  Metode pelaksanaan yang digunakan pada Pelaksanaan PkM menggunakan dua Metode yakni knowledge transfer dan Model Community development dengan tahapan pelaksanaa; 1) perencaanaa, 2) Pelaksanaa, dan 3) evaluasi .pemaparan materi dilakukan melalui tatap muka di Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) UNTAD Morowali. Hasil dari kegiatan ini adalah 40 mahasiswa dan 5 dosen peserta sudah mampu untuk melakukan download, instalasi aplikasi plug in pada Ms. Word, mensitasi artikel, mencari referensi jurnal dan membuat daftar pustaka secara otomatis Citation Management Training (Using Mendeley) for Lecturers and Students of PSDKU UNTAD Morowali Scientific articles are something that is very important in the campus world, especially for students and lecturers, where students scientific articles are a mandatory requirement for graduation, while for lecturers it is one of the three obligations of higher education as well as a requirement for a promotion. from the lecturer. The use of the Mendeley application is a necessity for students to write theses and use it as a repository of thesis references, while for lecturers the use of Mendeley is needed to accelerate scientific publications in reputable international journals. The Community Service Training (PKM) with Mendeley was held Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) UNTAD Morowali with 45 students and 5 lecturers as participants. The implementation method used in the implementation of PkM uses two methods, namely the transfer of knowledge and the Community development model with the stages of implementation; 1) planning, 2) implementation, and 3) evaluation. The material was delivered face-to-face at the Main Campus Off-campus Study Program (PSDKU) UNTAD Morowali. The results of this activity were that 40 students and 5 participating lecturers were able to download, and install plug-in applications on Ms. Word, cite articles, look for journal references, and create bibliographies automatic.
Peningkatan Produktivitas Guru SMK melalui Kreativitas Pembuatan Bahan Ajar E-Learning Ferawati Ferawati; Fiqih Hana Saputri; Nunung Nurmaesah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.858

Abstract

Perkembangan materi e-learning yang mengikuti perkembangan teknologi yang masih terbatas dan materi yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajarannya terbatas pada buku untuk siswa dan buku untuk guru. Hal ini berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan di SMK Bina Mandiri bahwa belum menggunakan e-learning.  Upaya dan tindakan yang sesuai dengan situasi saat ini diperlukan berupa pelatihan dan pendampingan yang harus diberikan untuk mengatasi permasalahan mitra. Kegiatan ini bertujuan agar para guru dapat membuat materi e-learning berdasarkan keahliannya. Metode dalam pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 13 guru-guru di SMK Bina Mandiri dan dilaksanakan pada tanggal 15 sampai 20 Agustus 2022 selama 5 (lima) hari secara luring berupa suatu pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian ini pendampingan dan pelatihan untuk menggunakan aplikasi e-learning. Kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan baik berdasarkan hasil Kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan baik terbukti dengan adanya pengabdian setelah kegiatan selesai. Selain itu, peserta kegiatan masih membutuhkan pelatihan serupa dengan menggunakan aplikasi e-learning jenis lain. Increasing the Productivity of Vocational High School Teachers to Increase Potential in Facing the Digital Economy through Creativity in Making E-Learning Teaching Materials  The competence of teachers in developing current e-learning teaching materials following technological developments is still very limited, and the teaching materials used by teachers in learning activities are only limited to student books and teacher books. Efforts and actions following the current situation are needed in the form of training and assistance as a form of community service that needs to be done to bridge the existing problems. This community service activity has the aim that teachers can make e-learning teaching materials based on their expertise. The method of implementing this service consists of the planning, implementation and evaluation stages. This service activity was attended by 13 teachers at Bina Mandiri Vocational School and was held from 15 to 20 August 2022 for 5 (five) days offline in the form of training and mentoring. The results of this service activity include: 1) Providing training so that teachers know the competence of their respective fields to develop e-learning teaching materials according to competencies. 2) Can guide teachers to create e-learning teaching materials concepts according to their field of expertise. 3) Assist teachers in making e-learning teaching materials following the concepts that have been made. 4) Can provide knowledge about any platforms used as e-learning teaching materials. This service activity was carried out well, as evidenced by the service participants' reactions after completing it. In addition, activity participants still need similar training using other media or e-learning applications.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Administrasi Kependudukan Berbasis Website Bagi Perangkat Desa Tlangoh Zainudin Zainudin; Firri Ilaalloh; Didik Hermanto; Rica Wijayanti; Moh Affaf; Mety Liesdiany; Ria Faulina; Abdus Salam
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.860

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh Pemerintah Desa Tlangoh adalah pengelolaan administrasi kependudukan masih manual dengan menggunakan buku induk kependudukan desa dan kesadaran masyarakat Desa Tlangoh bahwa tertib administrasi masih rendah tidak melaporkan bila ada perubahan dalam data penduduk. Oleh karena itu, mengingat jumlah penduduk yang terus berubah dan harus selalu diperbaharui, maka diperlukan pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan administrasi kependudukan. Potensi pemanfaatan teknologi informasi meliputi keterampilan perangkat desa terkait teknologi informasi, dan sesuai RKPDes 2022 yaitu percepatan pencapaian SDGs desa dan tuntutan desa digital. Solusi yang direncanakan untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain substitusi teknologi, pelatihan dan pendampingan. Tujuan dari kegiatan ini adalah menghasilkan aplikasi sistem administrasi kependudukan sebagai sistem database kependudukan di Desa Tlangoh. Keberhasilan pengabdian tersebut adalah perubahan pola kerja administrasi kependudukan dari manual menggunakan Buku Induk Kependudukan menjadi menggunakan aplikasi sistem administrasi kependudukan berbasis website. Hal ini memudahkan desa Tlangoh dalam mengelola data kependudukan di desa Tlangoh. Aplikasi sistem administrasi kependudukan dapat melakukan update, tambah dan hapus data kependudukan, sehingga data kependudukan Desa Tlangoh valid dan terupdate. Ekspor database aplikasi sistem administrasi kependudukan dapat digunakan untuk database Sustainable Development Goals (SDGs) desa. Penerapan sistem administrasi kependudukan mempercepat pendataan SGD desa yang merupakan program desa prioritas. Training on Using the Website-Based Population Administration Application for Tlangoh Village Officials  The problem faced by the Tlangoh Village Government is that the management of population administration is still manual, using the village population master book and the awareness of the people of Tlangoh Village that administrative order is still low, not reporting when there is a change in population data. Therefore, considering the population changes and must be updated, it is necessary to utilize information technology in population administration management. The potential for utilizing information technology includes the skills of village officials regarding information technology, and in accordance with the 2022 RKPDes, namely the acceleration of achieving village SDGs and the demands of digital villages. The solutions planned to solve these problems include technology substitution, training and mentoring. The purpose of this activity is to produce a population administration system application as a population database system in Tlangoh Village. The success of the service is a change in the population administration work pattern from manually using the Population Parent Book to using a website-based population administration system application. This makes it easier for Tlangoh village to manage population data in Tlangoh village. The population administration system application can update, add and delete population data, so that the population data of Tlangoh Village is valid and updated. The population administration system application database export can be used for the village's Sustainable Development Goals (SDGs) database. The application of the population administration system accelerates the data collection of village SGDs, which is a priority village program.
PKM-Penerapan Desa Mandiri Energi Berkelanjutan Melalui Pengembangan Teknologi PLTHV Di Desa Duren Berbasis Peningkatan Soft Skill Muhammad Hasan Basri; Farah Zakiyah Rahmanti; Ilmirrizki Imaduddin
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.865

Abstract

Desa Duren Kecamatan Gading terletak di daerah pegunungan sebelah selatan Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu Desa pegunungan yang belum mendapatkan pasokan listrik dari PLN. Fokus dan arah pengabdian adalah pengembangan desa mandiri energi diwilayah mitra, pengembangan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Hydro Vortex, peningkatan kualitas keilmuan, serta dapat menerapkan sistem manajemen Maintenance (Pemeliharaan). Kegiatan PKM ini meliputi beberapa mitra yang ikut berpartisipasi diantaranya Kepadal Desa Duren, pemilik pembabgkit, warga Desa Duren, dan Pemuda Desa Duren. Permasalahan yang dihadapi mitra saat ini, dua aspek diantaranya, Aspek pertama terkait peningkatan kapasitas teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Hydro Vortex serta aspek kedua terkait peningkatan manajemen Maintenance (Pemeliharaan) Pembangkit Listrik. Metode yang dilakukan pada program PKM ini yaitu metode pelatihan, dan pendampingan. Dari hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan diantaranya pelatihan teknologi pembangkit listrik tenaga hidro Vortex (plthv), pendampingan peningkatan pengoperasian pembangkit listrik tenaga hidro Vortex, pembinaan, pengelolaan pembangkit listrik melalui kelompok peguyuban, dan pembinaan soft skill sistem pemeliharaan pembangkit listrik menuju desa mandiri energi. Pkm-Implementation of Sustainable Energy Independent Villages Through the Development of PLTHV Technology in Duren Village Based on Soft Skill Improvement Duren Village, Gading District, is located in a mountainous area to the south of Probolinggo Regency, which is one of the mountainous villages that has not yet received electricity supply from PLN. The focus and direction of service is the development of energy independent villages in partner areas, development of Hydro Vortex Power Plant technology, improving scientific quality, and being able to implement a Maintenance management system. This PKM activity includes several participating partners including the Duren Village Head, the generator owner, Duren Village residents, and Duren Village Youth. The problems that partners are currently facing are two aspects, the first aspect is related to increasing the capacity of Hydro Vortex Power Plant technology and the second aspect is related to improving the management of Power Plant Maintenance. The methods used in this PKM program are training methods, and mentoring. From the results of community service carried out, including training on Vortex hydro power plant technology (PLTHV), assistance in improving the operation of Vortex hydro power plants, coaching, managing power plants through community groups, and coaching soft skills for power plant maintenance systems towards energy independent villages.
Peningkatan Kesadaran Peduli Lingkungan Melalui Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Guna Mengurangi Sampah Di Desa Sakakajang Ridha Nirmalasari Bustan; Rico Ernando Prasetyo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.867

Abstract

Pengabdian pada Masyarakat ini didasarkan pada permasalahan tidak adanya Tempat Pembuangan Akhir yang tersedia di SD Negeri 1 Sakakajang, sehingga menyebabkan banyaknya tumpukan sampah di sekitar lingkungan sekolah. Pengabdian pada masyarakat ini berbasis riset yang dilakukan oleh tim pengabdian Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya yang berlokasi di desa Sakakajang, Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan pendekatan PAR (Participatory Action Reseach) dimana pengguna metode ini melakukan riset terhadap suatu masalah kemudian melibatkan pihak-pihak yang terlibat guna memecahkan masalah tersebut. Ada dua tahap pendekatan yaitu tahap pertama ialah pembangunan Tempat Pembuangan  Akhir (TPA) guna mengatasi penumpukan sampah yang sering terjadi di SD Negeri 1 Sakakajang. Tahap yang kedua ialah pemberian sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan guna menciptakan lingkungan belajar yang bersih, kondusif, aman dan nyaman. Hasil dari pengabdian yang dilakukan oleh tim pengabdian adalah memberikan solusi atas permasalahan penumpukan sampah yang terjadi di SD Negeri 1 Sakakajang dengan mendirikan tempat pembuangan akhir. Selain itu, tim pengabdi juga membiasakan peserta didik SD Negeri 1 Sakakajang untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan. An Increasing Awareness of Environmental Care by Construction of Final Disposal Sites (FDS) to Reduce Waste in Sakakajang Village This community service is based on the problem of the absence of a final disposal site available at SD Negeri 1 Sakakajang, causing a lot of piles of garbage around the school environment. This community service is based on research conducted by the service team of the Palangkaraya State Islamic Institute located in Sakakajang village, Jabiren District, Pulang Pisau Regency. The method of implementing this service uses a PAR (Participatory Action Research) approach where the user of this method conducts research on a problem and then involves the parties involved to solve the problem. There are two stages of approach, namely the first stage is the construction of a Final Disposal Site (TPA) to overcome the accumulation of waste that often occurs in SD Negeri 1 Sakakajang. The second stage is providing socialization about the importance of maintaining a clean environment in order to create a clean, conducive, safe and comfortable learning environment. The result of the service carried out by the service team is to provide a solution to the problem of garbage accumulation that occurs at SD Negeri 1 Sakakajang by establishing a final disposal site. In addition, the service team also familiarizes the students of SD Negeri 1 Sakakajang to keep the environment clean by not littering and throwing it in the place provided.      
Peningkatan Keterampilan Wirausaha Pondok Pesantren Melalui Budidaya Lele Ahmad Muhlisin; Cahyo Yusuf; Muhammad Triaji
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.886

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan keterampilan wirausaha pondok pesantren melalui kegiatan budidaya ikan lele. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bermitra dengan Pondok Pesantren Selamat Kota Magelang dengan peserta pelatihan sejumlah 30 orang. Melalui kegiatan ini diharapkan santri memiliki keterampilan dalam mengembangkan budidaya ikan lele diantaranya adalah (1) Keterampilan jiwa wirausaha, (2) Keterampilan budidaya lele, (3) keterampilan manajemen produksi, (4) Keterampilan promosi dan pemasaran. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi yang menggunakan metode diskusi dan demontrasi. Hasil pelaksanaan merujuk pada hasil perbandingan rata-rata pretest dan postest yang dilakukan menunjukan adanya peningkatan jiwa wiraudaha yang dimiliki santri, aspek keterampilan jiwa wirausaha mengalami peningkatan sebesar 9,9 %, pada aspek keterampilan budidaya ikan lele mengalami peningkatan sebesar 4,8%, pada aspek keterampilan manajemen produksi mengalami peningkatan 4,4%, pada keterampilan promosi dan pemasaran mengalami peningkatan sebesar 2,9%. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan adanya peningkatan keterampilan budidaya ikan lele pada antri di longkungan pondok pesantren selamat. Kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan nilai tambah bagi lingkungan pondok pesantren dikarenakan keterampilan berwirausaha di lingkungan pondok pesantren dapat mendukung kemajuan pondok.  Improving Islamic Boarding School Entrepreneurial Skills Through Catfish Cultivation  The purpose of this community service is to improve the entrepreneurial skills of Islamic boarding schools through catfish farming activities. Community service activities in partnership with the Selamat Pondok Pesantren Magelang City with 30 training participants. Through this activity, students are expected to have skills in developing catfish farming including (1) entrepreneurial spirit skills, (2) catfish cultivation skills, (3) production management skills, (4) promotion and marketing skills. The method of implementing the activities consists of the stages of preparation, implementation and evaluation using discussion and demonstration methods. The results of the implementation refer to the results of the comparison of the average pretest and posttest carried out showing an increase in the entrepreneurial spirit of the students, the entrepreneurial spirit skill aspect has increased by 9.9%, the catfish cultivation skill aspect has increased by 4.8%, in aspects of production management skills have increased by 4.4%, in promotion and marketing skills have increased by 2.9%. Based on these results, it shows that there is an increase in catfish farming skills in queues in the safe environment of the Islamic boarding school. The activities carried out can provide added value to the Islamic boarding school environment because entrepreneurship skills in the Islamic boarding school environment can support the progress of the boarding school.
Inovasi Permen Dari Madu Kelulut Sebagai Daya Tarik Minat Anak-Anak Terhadap Madu Kelulut di Desa Henda Kecamatan Jabiren Raya Nanik Lestariningsih; Andriyana Tri Wahyuni; Desi Fitriani; Dwi Puspita; Fitria Indriani; Gusti Firmansyah; Indah Riska Rahmadha; Nurmayada Nurmayada; Susilawati Susilawati; Safrudin Safrudin; Taufik Wijaya
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.888

Abstract

Permen madu kelulut merupakan inovasi dari madu kelulut yang dibudidayakan oleh masyarakat setempat dengan hasil panen yang melimpah. Madu kelulut memiliki banyak manfaat. Walau demikian, madu kelulut yang kaya akan manfaat nyatanya tidak disukai oleh kalangan anak-anak karena rasanya yang khas yaitu ada pahit dan asamnya. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik anak-anak untuk mengkonsumsi madu kelulut dengan inovasi sebuah permen madu kelulut. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode PRA (Praticipatori Rural Appraisal) yang merujuk pada keterlibatan masyarakat selama pelaksanaannya. Hasil dari pengabdian ini mendeskripsikan bahwa masyarakat sekitar khususnya anak-anak menyukai madu kelulut yang sudah diolah menjadi permen. Inovasi permen dari madu kelulut menjadi daya tarik tersendiri untuk anak-anak yang semula sangat sulit mengkonsumsi madu kelulut murni. Permen madu kelulut yang dihasilkan memiliki rasa yang bervariasi dari manis, asam, dan hangat dari campuran jahe. Kini permen madu kelulut menjadi solusi untuk masyarakat khususnya anak-anak yang tidak menyukai madu kelulut. Sehingga, manfaat dari madu kelulut pun akan dirasakan oleh anak-anak juga dengan mengkonsumsi permen madu kelulut. Candy Innovation from Honey Kelulut as an Attractive Children's Interest in Honey Kelulut in Henda Village, Jabiren Raya District Kelulut honey candy is an innovation from kelulut honey which is cultivated by local people with abundant harvests. Honey kelulut has many benefits. However, kelulut honey, which is rich in benefits, is actually not liked by children because of its distinctive taste. This service aims to increase the attractiveness of children to consume honey kelulut with the innovation of a honey kelulut candy. The method used is the method PRA (Patricipatori Rural Appraisal), which refers to community involvement during its implementation. The results of this service describe that the surrounding community, especially children, like kelulut honey that has been processed into candy. The innovation of sweets from honey kelulut is the main attraction for children who initially find it very difficult to consume pure kelulut honey. The resulting kelulut honey candy has a distinctive taste of sweet, sour, and warm from a mixture of ginger. Now kelulut honey candy is a solution for the community, especially children who don't like kelulut honey. So, the benefits of kelulut honey will be felt by children too by consuming kelulut honey candy
Aplikasi Tirtanadi Berbasis Android Sebagai Solusi Tagihan Air Warga Di Desa Kalisidi Kabupaten Semarang Asteria Gupita; Suhita Whini Setyahuni; Ahmad Reza; Safina Pribadi Makna; Dimas Prasetyo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.890

Abstract

Desa Kalisidi memiliki permasalahan dalam sistem informasi tagihan air yang masih dilakukan secara konvensional. Petugas air di Desa Kalisidi memiliki permasalahan inefisensi kerja karena proses pencatatan data tagihan air warga masih dilakukan dengan system tradisional. Permasalahan ini menyebabkan tim pengelola tagihan air tidak dapat memberikan layanan maksimal kepada warga. Kebutuhan terhadap system informasi berbasis teknologi dapat menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh warga Desa Kalisidi. Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Himpunan Mahasiswa Manajemen (PPK Ormawa HMM) melakukan analisis dan pemetaan masalah dengan metode Focus Group Discussion (FGD).  Tim PPK HMM mengembangkan aplikasi berbasis android sebagai system informasi tagihan air digital untuk warga Desa Kalisidi yang diberi nama “Tirtanadi”. Tirtanadi dirancang user friendly agar dapat digunakan dengan mudah oleh warga desa. Tujuan program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan agar warga Desa Kalisidi dapat meningkatkan efisiensi pada pengelolaan informasi tagihan air pegunungan. The Tirtanadi Android Application as the water billing system solution at Kalisidi Village Semarang Regency Kalisidi village face a problem in the water billing information system due to manual procedure on the process of information collection.  Since the process of information collection still using traditional system, it causes inefficiency work. These problems lead to the unsatisfied public services for Kalisidi vilaggers. The PPK Ormawa HMM team analyzed the problem using FGD method and find the solution. The PPK Ormawa HMM team develop the android based information system that is called “Tirtanadi”. The Tirtanadi application is a user friendly android application that can be used easily by the villagers. The purpose of this community program is to enhance the efficiency of the process of water billing information management
Pemberdayaan Kelompok Tani Siparakai Melalui Pengembangan Usaha Sayuran Aquaponik Melalui Teknologi Budikdamber Di Kab.Takalar Nur Mu'min Jabir; Ahmad Firman Ashari
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.902

Abstract

Tujuan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta perubahan sikap dari kelompok tani agar mampu menerapkan teknologi budikdamber.Kegiatan Pengabdian ini dilakukan di kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattalassang, Kab. Takalar.yang dihadiri oleh Kepala Kelurahan, serta mitra kelompok tani sebanyak 30 orang.metode kegiatan yang dilakukan yaitu:1. Pelatihan teknik pembuatan instalasi aquaponik budikdamber memanfaatkan lahan pekarangan rumah warga, 2. Pelatihan teknik pengemasan dan pelabelan produk, 3. Pelatihan menajemen pemasaran produk. Hasil Pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan,keterampilan dan sikap peserta pelatihan sehingga mampu menghasilkan produk sayuran aquaponik dan hasil  ikan dari budikdamber  yang sehat, produk tersebut selain dapat digunakan sendiri juga dapat dijual karena memiliki potensi pasar yang luas  khususnya membantu perekonomian dan ketahanan pangan masyarakat dimasa pandemi Covid-19. desa mengetahui cara instalasi teknologi budikdamber yang Kesimpulannya adalah masyarakat desa kalabbirang dapat meningkatkan kemampuanya dalam pengembangan usaha sayuran aquaponik melalui penerapan teknologi budikdamber. Empowerment of Siparakai Farmer Group through Aquaponic Vegetable Business Development of Budikdamber Technology in Takalar Regency  The purpose of community empowerment is to increase knowledge and skills as well as change the attitude of farmer groups so that they are able to apply Budikdamber technology. Takalar, which was attended by the Village Head, as well as 30 farmer group partners. The methods of the activities carried out were: 1. Training on techniques for making Budikdamber aquaponics installations using residents' yards, 2. Training on product packaging and labeling techniques, 3. Product marketing management training. The results of this service can improve the knowledge, skills and attitudes of the training participants so that they are able to produce aquaponic vegetable products and fish products from healthy budikdamber, these products can not only be used alone, they can also be sold because they have broad market potential, especially helping the economy and food security of the community during the pandemic. Covid-19. The village knows how to install the budikdamber technology. The conclusion is that the people of the village of kalabbirang can improve their abilities in developing aquaponic vegetable business through the application of budikdamber technology.
Penyuluhan Wirausaha Home Industry Untuk Meningkatkan Kreativitas Karang Taruna Desa Matansala Ni Luh Putu Evvy Rossanty; Salma Daud; Anisah Anisah; Armawati Armawati
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.903

Abstract

Potensi sumber daya lokal di Desa Matansala Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali adalah kawasan mangrovenya. Akan tetapi, pemanfaatan dan pengelolaannya belum maksimal. Sehingga belum dapat dijadikan sebagai mata pencaharian potensial untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan desa secara berkelanjutan melalui keterlibatan karang taruna sebagai agen pengerak desa dalam menggaungkan dan menumbuhkan jiwa wirausaha skala home industry kepada masyarakat Desa Matansala. Metode penyuluhan dilakukan untuk memberikan informasi dan pengetahuan dalam meningkatkan keterampilan dan kreativitas masyarakat desa, sedangan diskusi dan tanya jawab dilakukan untuk menghimpun dan mengidentifikasi isu-isu strategis dan ide-ide kreatif mengenai potensi sumber daya mangrove yang bisa dimanfaatkan di desa tersebut. Hasil kegiatan ini memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat Desa Matansala mengenai pentingnya wirausaha home industry untuk meningkatkan perekonomian keluarga, serta merubah mindset masyarakat untuk lebih kreatif dan sadar akan potensi sumber daya lokal yang ada di desanya. Dengan demikian dalam jangka panjang wirausaha home industry dapat berkontribusi pada pembangunan desa secara berkelanjutan. Home Industry Entrepreneurial Counseling to Increase the Creativity of Karang Taruna in Matansala Village The potential of local resources in the village of Matansala, Bungku Tengah District, Morowali Regency is the mangrove area. However, its utilization and management has not been maximized. So that it cannot be used as a potential livelihood to improve the family economy. This service activity is expected to contribute to sustainable village development through the involvement of youth organizations as village mobilizing agents in echoing and growing the entrepreneurial spirit of home industry scale to the Matansala village community. The extension method is carried out to provide information and knowledge in improving the skills and creativity of the village community, while discussions and questions and answers are carried out to collect and identify strategic issues and creative ideas regarding the potential of mangrove resources that can be utilized in the village. The results of this activity provide information and knowledge to the Matansala village community about the importance of home-based entrepreneurship to improve the family economy, as well as change the mindset of the community to be more creative and aware of the potential of local resources in their village. Thus in the long term home-based entrepreneurs can contribute to sustainable village development