cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 384 Documents
Program Penyuluhan Pendidikan Karakter Untuk Meningkatkan Kepercayaan diri Santri M Zainuddin; Wirawan Putrayadi
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 3: August 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i3.906

Abstract

 Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan MTS Al-azhar NW Kayangan desa Sandik kecamatan Batulayar kabupaten Lombok barat NTB dengan jumlah peserta 68 orang siswa Pemelihan mitra ini didasarkan pada kesesuaian kebutuhan pengembangan kepercayaan diri siswa dalam proses belajar mengajar. Kepercayaan diri siswa sangatlah penting untuk menunjang perkembangan peserta didik. Dengan adanya sikap percaya diri, siswa mampu mengembangkan potensi yang dimiliki dengan rasa berani dan yakin sehingga memberikan pengalaman yang positif dalam proses belajar. Begitu juga sebaliknya apabila kepercayaan diri siswa rendah dapat menghambat proses belajar yang dilakukan, hal ini menjadi dasar untuk melakukan penyuluhan terkait pendidikan karakter sebagai upaya meningkatkan kepercayaan diri siswa mengingat dalam pendidikan karakter mengandung pendidikan budi pekerti yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action), yang dapat mengarah pada penguatan diri dan mentalitas yang bermuara pada peningkatan kepercayaan diri terhadap siswa. Character Education Extension Program to Increase Santri's Confidence This community service was carried out on 68 students of MTS Al-Azhar NW Kayangan, Sandik Village, Batulayar District, West Lombok Regency, NTB. The selection of this subject is based on the suitability of students' self-confidence development needs in the teaching and learning process. Student self-confidence is very important to support the development of students. With a confident attitude, students are able to develop their potential with a sense of courage and confidence so as to provide a positive experience in the learning process. Vice versa, if students' low self-confidence can hinder the learning process, this becomes the basis for conducting counseling related to character education as an effort to increase student confidence considering that character education contains character education which involves aspects of knowledge (cognitive), feelings (feeling). ), and action, which can lead to self-strengthening and mentality which leads to increased confidence in students.
Pelatihan Penyusunan Konsep Strategi Pencegahan Korupsi Berbasis Sumber Daya Manusia Untuk ASN Pemerintah Kota Kupang Jefirstson Richset Riwukore
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.910

Abstract

Korupsi di Indonesia sudah mengkawatirkan dan berimplikasi pada seluruh sendi kehidupan. Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan salah satu oknum tertinggi pelaku korupsi, khususnya yang terjadi di Pemerintah Kota Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk itu, pelatihan ini dilakukan untuk memberi pengetahuan dan ketrampilan kepada ASN di Pemerintah Kota Kupang terkait pencegahan korupsi. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 178 ASN yang ditentukan secara kuota sampling jumlah populasi peserta sebanyak 5.789 ASN yang ditentukan secara purposive sampling. Metode pelatihan dilakukan dengan cara focus group discussion (FGD) untuk sharing informasi dan interaksi dalam rangka memberi pengetahuan dan pendidikan, selanjutnya dilakukan workshop untuk diajari atau dilatih menyusun strategi pencegahan korupsi menggunakan analisis SWOT. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa perserta mampu menyusun konsep strategi pencegahan korupsi, yaitu: perkuat kerjasama melalui Memorandum of Understanding (MoU), pemberlakuan transaksi keuangan berbasis elektronik, membentuk gugus tugas pemberantasan pungutan liar, pemberlakuan pencatatan laporan keuangan dan aset ASN, memberlakukan efisiensi dan efektivitas keuangan daerah, membuka partisipasi publik secara daring, dan memberlakukan konsekuensi pakta integritas.
Pemberdayaan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Tatanan Rumah Tangga Di Kelurahan Karamat Kota Sukabumi Sebagai Bentuk Preventif Kejadian Demam Berdarah Hadi Abdillah; Risma Sri Mulyati; Muhammad Irsal Fatahillah; Indah Handayani; Shergian Nurgiana Giordano; Nailul Aliyyati
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.917

Abstract

Upaya pemberantasan penyakit DBD yang terus dilakukan sampai saat ini adalah usaha untuk memutuskan mata rantai dengan memberantas vektor penularannya, yaitu nyamuk Aedes aegypti dengan cara memberantas jentik nyamuk. Berdasarkan hasil survei langsung ke Dinas Kesehatan, Kota Sukabumi termasuk ke dalam wilayah endemik DBD di Jawa Barat dengan incidence rate (IR) atau angka kesakitan mencapai 113/100.000 penduduk, jauh di atas batas yakni 49/100.000 jiwa. Bahkan di awal tahun 2022 sudah ada 3 korban meninggal, yang mana dua dari tiga kasus meninggal tersebut terjadi di Kecamatan Gunungpuyuh, dan salah satu korban meninggal berasal dari Kelurahan Karamat. Ketidaktahuan masyarakat terkait penerapan PHBS di tatanan keluarga sebagai upaya preventif kejadian DBD di masyarakat, bahkan menurut penuturan Koordinator PKK Kelurahan Karamat, di lingkungan rumahnya banyak teradapat air menggenang dan baju yang bergelantungan sembarangan. Subjek dan objek dalam kegiatan ini adalah masyarakat Kelurahan Karamat Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi. Kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalah ini adalah dengan memberikan penyuluhan tentang penerapan PHBS di tatanan keluarga sebagai upaya preventif terjadinya DBD. Kesimpulan yang bisa ditarik dalam kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penerapan PHBS di tatanan keluarga sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. sebelum dilakukan penyuluhan menunjukan 74% masyarakat belum memahami secara jelas tentang PHBS rumah tangga, kemudian setelah dilaksanakan penyuluhan pemahaman masyarakat terkait PHBS ini mengalami peningkatan menjadi 85% memahami. Empowerment of Clean and Healthy Life Behavior Management Household Order in Karamat Village, Sukabumi City As A Form of Prevention Incident of Dental Fever Efforts to eradicate DHF that have been carried out to date are efforts to break the chain by eradicating the vector of transmission, namely the Aedes aegypti mosquito by eradicating mosquito larvae. Based on the results of a survey directly to the Health Service, Sukabumi City is included in the DHF endemic area in West Java with an incidence rate (IR) or morbidity rate reaching 113/100,000 population, far above the limit of 49/100,000 people. In fact, at the beginning of 2022 there were 3 victims who died, of which two of the three cases of death occurred in Gunungpuyuh District, and one of the victims who died came from the Karamat Village. Ignorance of the community regarding the implementation of PHBS in the family setting as an effort to prevent DHF incidents in the community, even according to the PKK Coordinator of the Karamat Village, in his home environment there was a lot of stagnant water and clothes hanging carelessly. The subjects and objects in this activity were the people of Karamat Village, Gunungpuyuh District, Sukabumi City. Activities carried out to solve this problem are by providing counseling about the implementation of PHBS in the family setting as a preventive measure for DHF. The conclusion that can be drawn in this activity is that there is an increase in community knowledge about the application of PHBS in the family setting before and after being given counseling. before the counseling was carried out, it showed that 74% of the community did not clearly understand household PHBS, then after the counseling was carried out, the community's understanding regarding PHBS increased to 85% understood.
Training Making Plastic Tempeh Hygienic (TEPIS) Post- Pandemic Era Covid 19 in Tanah Merah Residents Sulistiyani Sulistiyani; Apsari Fajar Prihantini
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.918

Abstract

Purpose activity devotion this is coaching residents of Tanah Merah deep making Tempe Plastic Hygienic (EDGE) as effort Upgrade immune body and free from coronas. Partner in activity this is residents of Tanah Merah Bangkalan. activity this implemented with knowledge transfer method knowledge and technology with stages activity; 1) Planning, 2) implementation , and 3) evaluation . As for results from activity this is an effort to train and empower farmers in Tanah Merah-Bangkalan residents by increasing skills in processing food ingredients where it is hoped that Tegalwero Village farmers can master >75% the skills of making tempeh from soybeans packaged in hygienic plastic and continue the business of making tempeh from soybeans effectively independent, grow to be large so that the plan of this program will be a success. The food processing skills that are the main focus are the technique of making hygienic soybean tempeh by utilizing the potential of existing farmers' harvest of soybeans, Tanah Merah-Bangkalan residents to the fullest and making tempe products a special food of the city of salt. After a successful small-scale agro-industry program is developed, the economy of the Tanah Merah-Bangkalan people will automatically change from a traditional agricultural system to an entrepreneurial-based economy. So that the community can also become entrepreneurs, coupled with the fact that the presence of tempeh consumed by humans will reduce the number of corona viruses that attack humans.  
Pelatihan Peningkatan Keterampilan Pembuatan Video Pembelajaran Berbasis Microlearning menggunakan Aplikasi Bandicam dan Filmora Saparuddin Saparuddin; Andi Baso Kaswar
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.924

Abstract

Penggunaan media pembelajaran digital yang dikemas secara menarik merupakan salah satu cara yang efektif dalam meningkatkan minat belajar peserta didik sehingga terjadi proses pembelajaran yang berkualitas. Namun, berdasarkan hasil diskusi yang telah dilakukan bersama kepala sekolah SMA 9 Makassar dan hasil analisis situasi dan kondisi di sekolah, dapat diketahui bahwa mayoritas guru di SMA 9 Makassar belum mampu memanfaatkan sarana (jaringan internet bebas akses) yang tersedia di sekolah untuk mengembangkan sendiri media dan sumber belajar. Akhirnya hal tersebut menyebabkan; (1) Terbatasnya variasi media dan sumber belajar yang digunakan guru di sekolah, (2) Sumber belajar yang masih konvensional, (3) Guru belum mahir memanfaatkan teknologi dalam menyiapkan sumber belajar, (4) Minimnya referensi mengenai pembuatan e-modul berbasis microlearning. Oleh karena itu Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk melaksanakan pelatihan peningkatan keterampilan pembuatan video pembelajaran berbasis microlearning menggunakan aplikasi Bandicam dan Filmora bagi guru SMA Negeri 9 Makassar. Kegiatan yang melibatkan 20 orang guru sebagai peserta kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 tahap utama yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan pelatihan dibagi kedalam 3 materi utama yaitu pengantar pembuatan video pembelajaran, pengenalan aplikasi Bandicam dan Filmora, dan pembuatan video pembelajaran berbasis microlearning. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa  pelatihan berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru dalam pembuatan video pembelajaran berbasis microlearning, dimana kompetensi guru memperoleh rata-rata sebesar 95 dalam pembuatan video pembelajaran berbasis microlearning. Microlearning-Based Learning Video Making Skills Improvement Training using Bandicam and Filmora Applications This Using digital learning media that is packaged attractively is an effective way to increase student interest in learning so that a quality learning process occurs. However, based on the results of discussions that have been carried out with the principal of SMA 9 Makassar and the results of the analysis of the situation and conditions, it can be seen that the majority of teachers at SMA 9 Makassar have not been able to take advantage of the facilities (free internet access) available at schools to develop their media and learning resources. Finally, it causes; (1) a limited variety of media and learning resources used by teachers in schools, (2) Conventional learning resources, (3) Teachers not yet proficient at using technology in preparing learning resources, (4) a Lack of references regarding the manufacture of microlearning-based e-modules. Therefore, this Community Partnership Program (PKM) aims to train to improve skills in making microlearning-based learning videos using the Bandicam and Filmora applications for SMA Negeri 9 Makassar teachers. The activity, which involved 20 teachers as participants, was carried out in 3 main stages: preparation, implementation, and evaluation. The training implementation stage is divided into three primary materials: an introduction to making learning videos, an introduction to Bandicam and Filmora applications, and microlearning-based learning videos.The evaluation of the activities showed that the training contributed to the improvement of teacher competence in making microlearning-based learning videos, where the teacher's competence obtained an average of 95 in making microlearning-based learning videos.
Pelatihan Pembuatan Furnitur Bertema Industrial di SMA Trisoko Kramatjati Akhmad Subkhi Ramdani; Noerlina Anggraeni; Hasan Basri; Rosa Susanti; Lily Nabila; Mansur Mansur; Endang Iryani; Mutmainatul Mardiyah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.925

Abstract

Upaya yang dilakukan untuk menekan angka penggangguran yaitu dengan memberikan Motivasi serta membuka peluang usaha untuk menghasilkan sebuah karya kreatif, inovatif merupakan bekal bagi mahasiswa yang akan berwirausaha sehingga diharapkan dapat menjadi cikal bakal kemunculan produk usaha sebagai karya mandiri bangsa. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar siswa-siswi kelas XII SMA Trisoko mampu membuat dan menjual furnitur bertema industrial sebagai usaha atau menjadi penghasilan tambahan; Hasil wawancara dengan bagian kemahasiswaan SMA trisoko Kramat jati, Kota Jakarta Timur menyatakan bahwa siswa/siswinya belum memiliki pengetahuan tentang bahan dan pembuatan dalam furnitur bergaya industrial, dan juga belum mengetahui tentang bagaimana menjual barang secara online. Berdasarkan hasil wawancara tersebut didapatkan beberapa tawaran solusi permasalahan diantaranya: 1) memberikan pelatihan pembuatan furnitur bergaya industrial, dan 2) memberikan pelatihan penjualan secara online. Pelatihan dalam kegiatan ini diberikan selama 1 bulan (Oktober), sebanyak 3 kali pertemuan, 1 kali seminggu dengan alokasi waktu 120 menit/pertemuan. Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini dibagi menjadi tiga tahapan yang disesuaikan dengan materi pelatihannya. Hasil dari kegiatan ini terlihat para peserta mampu membuat rak dan lampu bertema industrial. Rekomendasi pada kegiatan ini bahwa kegiatan ini dapat terus ditingkatkan sehingga kemampuan siswa/siswi dapat maksimal dan dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi pengembangan sebuah produk serta diharapkan pelatihan yang serupa dapat dilakukan pada mitra lainnya. The Training of Creating Industrial-Style Furniture at Trisoko Senior High School-Kramatjati One mean that can be done to reduce the unemployment rate is to motivate and to give an opportunity to run a business in producing creative and innovative products, so that the products will be the provision for students to start business as an independent work of the nation. Moreover, the objective of this training is students of twelfth grade of Trisoko High School will be able to make and to sell industrial-style furniture as a business or as an additional income; the result of interview from the students of Trisoko High School shows that they have no knowledge of how to build the industrial-style furniture and its material, nor did they know how to sell goods online. The solutions to the problems that the trainers offer are 1) providing training on how to build industrial-style furniture, and 2) providing online sales training. The expected output of this Community Service Program is scientific article that will be published through National Journals accredited with ISSN. The training in this activity is given for 1 month (October), 3 meetings, once a week with an allocation of 120 minutes/meeting. The implementation of this training activity is divided into three stages according to the training material. The result of this training shows that the participants are able to bulid industrial-style shelves and lamps. Furthermore, the recommendations of this activity are that this activity can be continuously improved so that the ability of students can be maximized and can increase creativity and innovation in product development; also it is hoped that similar training can be carried out on other partners
Adaptasi Dan Kolaborasi Menuju Koperasi Inovatif Kota Palu Risnawati Risnawati; Wiri Wirastuti; Syahir Natsir; Niluh Putu Evvy Rosanty; Adfiyani Fadjar; Munawarah Munawarah; Fera Fera
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.927

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang adaptasi dan kolaborasi bagi Koperasi kota Palu agar mampu menyesuaikan dengan perubahan lingkungan bisnis di era multi disrupsi, kemampuan dan komitmen agar mampu beradaptasi dan berkolaborasi dengan ekosistem bisnis digital, dan menggunakan strategi pemanfaatan teknologi informasi dalam proses dan layanan bisnis di era multi disrupsi. Target dari kegiatan pengabdian ini adalah Pengurus Koperasi Roata Jaya Bersama, Kelurahan Palupi, Kota Palu Sulawesi Tengah. Materi yang diberikan dalam bentuk ceramah dalam bentuk Focus Group Discussion FGD oleh tim pengabdian, dan kemudian berkembang dalam bentuk tanya jawab dan diskusi. Pihak akademisi dan pemerintah terus memberikan motivasi dan pengembangan diri bagi pengurus koperasi kota palu dalam pengelolaan koperasi yang adaptif, mampu berkolaborasi dan berinovasi.Hasil pengabdian menemukan bahwa koperasi kota Palu selama ini koperasi dalam menjalankan usahanya masih menggunakan cara yang tradisional dan belum menggunakan sistem Digital dalam proses pengelolaan usahanya. Adapun Kolaborasi yang koperasi lakukan masih dalam level koperasi primer dengan UMKM, namun belum di lakukan dalam model kerja sama yang terstruktur dan terprogram, sehingga sangat membutuhkan pendampingan. Adaptation and Collaboration Towards Innovative Cooperatives in Palu City  The purpose of this community service activity is to provide knowledge about adaptation and collaboration for Koperasi Kota Palu, to be able to adapt to changes in the business environment in the era of multi-disruption, the ability and commitment to be able to adapt and collaborate with the digital business ecosystem, and use information technology utilization strategies. in business processes and services in the era of multi-disruption. The target of this service activity is the Management of the Koperasi Roata Jaya Bersama, Kelurahan Palupi, Kota Palu, Sulawesi Tengah. The material was given in the form of a lecture in the form of a Focus Group Discussion FGD by the service team, and then developed in the form of questions and answers and discussions. Academics and the government continue to provide motivation and self-development for the Koperasi Kota Palu management in managing cooperatives that are adaptive, able to collaborate and innovate. business management process. The collaboration that cooperatives do is still at the primary cooperative level with MSMEs, but has not been carried out in a structured and programmed cooperation model, so it really needs assistance.
Pelatihaan Monolog dengan Teknik Permodelan bagi MGMP Bahasa Indonesia Kota Ternate Nasrullah La Madi; Sulami Sibua
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.928

Abstract

Monolog memiliki kompleksitas dan kekhususan tersendiri karena meskipun merupakan wicara seorang diri, wicara ini disapaikan di hadapan orang lain. Perkembangan monolog perlu diikuti dengan pembinaan agar sekolah dan masyarakat tidak memandangnya sebagai pementasan drama yang ala kadarnya. Monolog perlu disikapi sebagai genre pementasan drama, yang bila dikemas dengan sungguh-sungguh dapat menjadi tontonan teter yang menarik.Permasalahan yang dihadapi adalah masih banyak guru Bahasa Indonsia belum memeiliki ketrampilan dalam bermonolog. Pelatihan ini dilaksanakan di laboratorium Komputer SMA 4 Kota Ternate yang merupakan kerja sama Tim PKM Fakutas Keguruan dan Ilmu Pndidikan Universitas Khairun dengan Musyawarah Guru Bahasa Indonesia Kota Ternate yang berjumlah 24 orang. Tujuannya agar setelah mengikuti peltihan, peserta pelatihan dapat mementaskan monolog dengan baik dan dapat melatih siswa bermonolog dalam kegitan pembelajaran Bahasa Indonesia. Kegiatan Pelatihan Monolog dilaksanakan dengan menggunakan Teknik Permodelan. Pelatihsn dilakukan melalui 3 tahapan yaitu tahap pertama tahap penyajian materi, kemudian tahap pementasan atau permodelan monolog dan yang ketiga adalah praktek monolog oleg guru-guru peserta pelatihan.Hasil yang diperoleh yaitu berdasarkan hasil pengamatan, nara sumber menilai sebagian besar guru yang tampil sudah bagus dalam bermonolog. Hanya ada bebarap guru saja yang kelihatan agak malu sehngga kurang bisa berekspresi secara maksimal.  Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar guru sudah bisa bermonolog dengan baik. Terlihat dari tabel hasil evaluasi kemampuan guru dalam bermonolog  terdapat 6 orang atau 33,3% guru yang termasuk dalam kriteria sangat baik,  11 orang atau 61,1% guru yang berkemampuan baik, 1 orang atau 5,5% yang masuk dalam kriteria kurang baik dalm bermonolog, dan tidak ada guru  atau 0% yang termasuk dalam kriteria sangat kurang. Ini menunjukkan bahwa solusi atau harapan kegiatan pelatihan agar 75% guru yang ikut dalam pelatihan ini dapat bermonolog dengan baik bisa tercapai Monologue Training with Modeling Techniques for Indonesian Language MGMP Ternate City  Monologue has its own complexity and specificity because even though it is a solo speech, it is delivered in front of other people. The development of monologues needs to be followed by coaching so that schools and communities do not view them as perfunctory drama performances. Monologue needs to be considered as a genre of drama performance, which if properly packaged can become an interesting tethered spectacle. The problem faced is that there are still many Indonesian teachers who do not have the skills in monologue. This training was carried out in the Computer laboratory of SMA 4 Ternate City which is a collaboration of the PKM Team of the Faculty of Teacher Training and Education at Khairun University with the Indonesian Language Teacher Conference of Ternate City, totaling 24 people. The goal is that after attending the training, the trainees can perform monologues well and can train students in monologues in Indonesian language learning activities. Monologue Training Activities are carried out using Modeling Techniques. The training is carried out through 3 stages, namely the first stage of presenting the material, then the stage of staging or modeling the monologue and the third is the practice of monologue by the trainee teachers. The results obtained are based on observations, resource persons assessed that most of the teachers who performed were good in monologues. There are only a few teachers who look a little embarrassed so they can't express themselves optimally. In addition, the results of the evaluation showed that most of the teachers were able to monologue well. It can be seen from the table that the results of the evaluation of the ability of teachers in monologue are 6 people or 33.3% of teachers who are included in the very good criteria, 11 people or 61.1% of teachers who have good abilities, 1 person or 5.5% who fall into the criteria are not good in monologue, and there is no teacher or 0% which is included in the very poor criteria. This shows that the solution or hope of training activities so that 75% of teachers who participate in this training can monologue well can be achieved.
Peningkatan Kuantitas Dan Kualitas Produk Umkm Pupuk Cair Organik Di Desa Banyurip Kabupaten Gresik Ratnaningsih Yustini; Siti Mujanah; Cipnal Muchip M; Desi Desi; Robertus Hari Susilo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.929

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan Bantuan Manajemen Usaha dan Teknologi Tepat Guna (TTG) kepada para mitra atau UKM kami yang bergerak di bidang pembuatan pupuk organik cair sebanyak 2 orang, pupuk ini dibuat untuk mendukung budidaya bunga di desa Banyuurip, Gresik. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah memberikan pendampingan TTG, peralatan produksi dan pengemasan, serta pendampingan manajemen dalam peningkatan kualitas produk dan kuantitas produk, serta memberikan pelatihan pengemasan produk, pemasaran dan pengelolaan keuangan agar UMKM mampu berproduksi dan menjual produk, karena selama ini mereka belum mampu melakukannya. Kegiatan pengabdian ini telah menyediakan peralatan produksi untuk menambah kuantitas produk berupa tong dan botol, sehingga kapasitas produksi meningkat dari 38 liter menjadi 300 liter per periode produksi. Selain itu beliau juga memberikan TTG berupa Alat Penghapus untuk produksi pupuk cair organik sehingga produksi menjadi lebih cepat dan berkualitas. Increasing the Quantity and Quality of MSME Products of Organic Liquid Fertilizer in Banyuurip Village, Gresik Regency The purpose of this activity is to provide Business Management Assistance and Appropriate Technology (TTG) for our partners or SMEs engaged in the manufacture of organic liquid fertilizer as many as 2 people, this fertilizer is made to support flower farming in Banyuurip village, Gresik. The implementation method used is to provide TTG assistance, production and packaging equipment, as well as management assistance in improving product quality and product quantity, as well as providing training on product packaging, marketing and managing finances so that MSMEs are able to produce and sell products, because so far they have not able to do. This service activity has provided production equipment to increase the quantity of products in the form of barrels and bottles, so that production capacity increases from 38 liters to 300 liters per production period. In addition, he also provided TTG in the form of an Eraser Tool for the production of organic liquid fertilizer so that production becomes faster and of higher quality.
Gelar Teknologi Produksi Pupuk Organik Eksmecat Untuk Mengatasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Pada Kelompok tani Ternak Kamboja di Desa Kalijaga Timur Nusa Tenggara Barat Kemas Usman; Mashur Mashur; Baiq Mirawati; Taufik Samsuri
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.930

Abstract

Kelompoktani Ternak Kamboja di Desa Kalijaga Timur Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah mitra dalam pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat Internal Undikma Tahun 2022. Ada tiga masalah utama yang dihadapi mitra dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggotanya, yaitu: (1) kelangkaan pupuk bersubsidi, (2) rendahnya tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap mitra dalam pembuatan pupuk organik dan (3) belum mengenal pupuk organik eksmecat. Metode diseminasi teknologi yang ditawarkan sebagai solusi mengatasi masalah mitra adalah gelar teknologi produksi pupuk organik eksmecat. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa gelar teknologi dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani peternak sapi potong anggota kelompoktani ternak Kamboja dalam pembuatan pupuk organik eksmecat mencapai 100%. Produksi pupuk organik eksmecat yang dihasilkan mencapai 2,083 kg per hari atau sekitar 500 kg pupuk organik eksmecat selama 40 hari budidaya dengan menggunakan 6 kg cacing tanah Eisenia foetida sebagai dekomposernya. Simpulannya bahwa gelar teknologi merupakan metode diseminasi teknologi baru yang sangat efektif karena mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani peternak sapi potong anggota kelompoktani ternak Kamboja dalam memproduksi pupuk organik eksmecat Dengan demikian, teknologi ini dapat diterapkan secara massal untuk mengatasi kelangkaan pupuk subsidi yang dihadapi petani selama ini.  Eksmecat Organic Fertilizer Production Technology Degree To Overcome the Scarcity of Subsidized Fertilizers in Cambodian Livestock Farmer Groups Abstract: The Kamboja Livestock Farmer's Group in East Kalijaga Village, Aikmel District, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province is a partner in the implementation of the Undikma Internal Community Partnership Program in 2022. There are three main problems faced by partners in order to increase the income and welfare of its members, namely: (1) the scarcity of fertilizers subsidized, (2) low level of knowledge, skills and attitudes of partners in the manufacture of organic fertilizers and (3) not familiar with organic fertilizer Eksmecat. The technology dissemination method offered as a solution to overcome partner problems is the show case technology for the production of eksmecat organic fertilizer. The results of this study indicate that a show case technology can increase the knowledge, skills and attitudes of beef cattle farmers, members of the Cambodian cattle farmer group, in the manufacture of organic fertilizers by up to 100%. The production of eksmecat organic fertilizer reached 2,083 kg per day or about 500 kg of organic eksmecat fertilizer for 40 days of cultivation using 6 kg of earthworm Eisenia foetida as decomposer. The conclusion is that the show case technology is a very effective method of disseminating new technology because it is able to improve the knowledge, skills and attitudes of beef cattle farmers, members of Kamboja livestock farmer groups, in producing organic fertilizers. so far.