cover
Contact Name
Firman
Contact Email
firman_999@iainpalopo.ac.id
Phone
+628114121449
Journal Mail Official
socratika.ssed@gmail.com
Editorial Address
Jl. Makkarani Komp. Green Riyousa Blok E. No 12 A Panciro, Gowa Sulawesi Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Socratika
ISSN : -     EISSN : 3047020X     DOI : https://doi.org/10.58230/socratika.v1i1.31
Socratika: Journal of Progressive Education and Social Inquiry adalah jurnal ilmiah yang berdedikasi untuk mengeksplorasi dan mendiskusikan topik-topik terkait pendidikan progresif dan penyelidikan sosial. Dengan fokus pada inovasi pendidikan dan analisis kebijakan pendidikan, jurnal ini bertujuan untuk menjadi platform bagi para peneliti, pendidik, dan praktisi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dalam menghadapi tantangan pendidikan dan sosial kontemporer.
Articles 30 Documents
Kawasan Penelitian Pendidikan Islam Ahmad Mudzakkir; Syarifuddin Ondeng; Khalifah Mustami; Suarni
Socratika: Journal of Progressive Education and Social Inquiry Vol. 1 No. 3 (2024): Socratika Oktober 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/socratika.v1i3.286

Abstract

This study aims to map the Islamic Education Research Area with a descriptive-analytical approach through library research methods. The field of Islamic education covers several main areas, including teaching materials, philosophy, history, institutions, systems, and curriculum. Each of these areas has unique characteristics and requires a different research approach to understand it comprehensively. Data were collected from sources in the form of books, scientific journal articles, and classical and contemporary references in Islamic education. Content analysis techniques were used to interpret the main concepts in each area, with source triangulation techniques applied to maintain the validity and objectivity of the data. The results of this study provide a systematic description that facilitates the mapping of Islamic education areas and offers relevant guidance for researchers and academics in determining research topics that focus on the development of Islamic education that is in accordance with contemporary needs.
Eksplorasi Ruang Lingkup Filsafat: Logika, Estetika, Etika, Politik, dan Metafisika dalam Perspektif Pendidikan Islam Ahmad Mudzakkir; St. Maemunah; A. Marjuni; Afifuddin Harisah; Suarni
Socratika: Journal of Progressive Education and Social Inquiry Vol. 2 No. 3 (2025): Socratika Oktober 2025
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/socratika.v2i1.357

Abstract

Philosophy serves as a crucial foundation in shaping Islamic education that focuses on the comprehensive development of human potential, encompassing intellectual, moral, social, and spiritual dimensions. This study employs a conceptual approach grounded in a literature review using descriptive-reflective analysis. The findings indicate that logic functions to cultivate students' critical and rational thinking patterns. Aesthetics contributes to fostering appreciation for beauty and harmony within the educational process. Ethics forms the basis for the development of noble character and just social behavior. Politics provides insight into justice, deliberation, and social responsibility in communal life. Metaphysics strengthens students’ transcendental dimensions by offering understanding about human nature, life purpose, and the relationship with God. Integrating philosophical domains into Islamic education encourages the emergence of a knowledgeable generation with noble character, critical thinking, creative expression, and commitment to Islamic values. With a strong philosophical foundation, Islamic education is well-positioned to respond to the challenges of globalization, technological advancement, and socio-cultural changes, while simultaneously reinforcing identity and noble values as guiding principles in life.
Inovasi Media Kartu Bergambar Bermuatan Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf pada Siswa di Sekolah Dasar Emilia Sari; Ahmad Munawir; Salam
Socratika: Journal of Progressive Education and Social Inquiry Vol. 2 No. 1 (2025): Socratika Januari 2025
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/socratika.v2i1.373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media kartu kata bergambar berbasis kearifan lokal pada materi pengenalan huruf untuk siswa kelas II di SDN 068 Manganan, Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap huruf akibat penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik dan tidak kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan tahapan: analisis kebutuhan, desain produk, validasi ahli, revisi, dan uji kepraktisan. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa peserta didik membutuhkan media yang visual, berwarna, bergambar, dan kontekstual dengan lingkungan sekitar. Validasi oleh ahli materi dan ahli media menunjukkan bahwa media layak digunakan dengan beberapa perbaikan pada aspek tampilan. Uji kepraktisan oleh guru dan siswa menunjukkan bahwa media mudah digunakan, fleksibel, dan menarik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media kartu kata bergambar berbasis kearifan lokal layak dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran pengenalan huruf di kelas rendah sekolah dasar.
Menggali Potensi Fitrah Anak Didik: Kajian Konseptual tentang Hakikat Manusia dalam Pendidikan Ahmad Mudzakkir; Maemunah; Yuspiani; Alwan Suban; Suarni
Socratika: Journal of Progressive Education and Social Inquiry Vol. 2 No. 2 (2025): Socratika Juni 2025
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/socratika.v2i2.396

Abstract

This article explores the essence of students as pedagogical beings based on the Islamic concept of fitrah. The study aims to elaborate the role of innate potential and divine learning instruments—hearing, sight, and heart—as foundational elements in education. Using a conceptual and literature-based approach, the findings indicate that education should nurture rather than impose, optimizing natural human tendencies. The discussion confirms the novelty of fitrah-based pedagogy as an integrative model grounded in theology, humanism, and contemporary pedagogical thought.
Persepsi Guru terhadap Perubahan Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka : Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Hamriani; Mirnawati; Sukmawaty
Socratika: Journal of Progressive Education and Social Inquiry Vol. 2 No. 2 (2025): Socratika Juni 2025
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/socratika.v2i2.400

Abstract

This study aims to: examine teachers’ perceptions of the Merdeka Curriculum; identify teachers’ understanding of its structure and implementation principles; describe the strategies applied by teachers in implementing the curriculum; and illustrate teachers’ expectations regarding the sustainability of Merdeka Curriculum implementation at the primary education level. The research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving teachers at the madrasah. The findings indicate that teachers hold generally positive perceptions of the Merdeka Curriculum, recognizing it as more flexible and student-centered. However, teachers’ understanding remains varied, particularly in the technical aspects of lesson planning. The strategies used include teacher collaboration, the use of local media, and contextual project-based learning. Teachers also demonstrated creativity in overcoming limited resources. Furthermore, they expressed the need for ongoing training, adequate learning facilities, and strong collaboration among schools, parents, and the government. These findings reflect teachers’ dedication to supporting the ongoing educational reform.
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Berbasis Aplikasi Canva di Sekolah Dasar Nur Annisa Slamet
Socratika: Journal of Progressive Education and Social Inquiry Vol. 2 No. 1 (2025): Socratika Januari 2025
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan saat ini sudah mengarah pada pemanfaatan teknologi yang ada. Dengan adanya kemajuan teknologi, pendidik dalam menyampaikan pembelajaran kurang maksimal jika hanya dengan berceramah saja. Akan lebih baik jika pendidik dapat mengemas informasi pembelajaran dalam bentuk yang lebih menarik dan kreatif. Salah satunya yaitu dengan menggunakan media-media pembelajaran berbasis teknologi. Melalui penggunaan media pembelajaran yang tepat tentunya akan membantu meningkatkan minat belajar peserta didik serta mampu membangkitkan semangat belajar dalam proses pembelajaran. Era globalisasi yang semakin canggih dengan teknologi pengembangan media pembelajaran. Media pembelajaran berupa media video animasi yang dapat menarik minat peserta didik terhadap materi rukun iman dan rukun islam. Penggunaan media video animasi sangat cocok digunakan pada materi tersebut. Sebab, guru dapat memaparkan materi pembelajaran yang dapat dilihat langsung dan didengar sehingga peserta didik akan lebih maksimal dalam mengingat materi.
Asesmen Keterampilan Menulis Puisi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Salam; Arnovlin Evilin Pali
Socratika: Journal of Progressive Education and Social Inquiry Vol. 2 No. 3 (2025): Socratika Oktober 2025
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/socratika.v2i3.473

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterampilan menulis puisi siswa kelas VIII A SMPN 1 Kesu’ Toraja Utara melalui asesmen yang berbasis pada unsur-unsur pembangun puisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian terdiri atas 29 siswa yang diberikan tes menulis puisi berdasarkan indikator penilaian yang meliputi kesesuaian judul, pemilihan diksi, penggunaan majas, bait–rima–irama, serta pengimajian. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat distribusi nilai dan tingkat ketuntasan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis puisi siswa masih berada pada kategori sedang. Dari 19 siswa yang dianalisis, hanya 9 siswa (47%) yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≥76), sementara 10 siswa (53%) belum memenuhi ketuntasan. Kelemahan utama tampak pada aspek diksi, majas, dan pengimajian, sedangkan aspek kesesuaian judul dan struktur bait menunjukkan hasil yang lebih baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran menulis puisi perlu dirancang lebih kreatif dan variatif untuk membantu siswa mengembangkan ide, memilih kata yang tepat, serta membangun imajinasi dalam karya sastra.
Pengembangan Komik Fabel terhadap Keterampilan Membaca Pemahaman pada Siswa Sekolah Dasar Marhani
Socratika: Journal of Progressive Education and Social Inquiry Vol. 2 No. 3 (2025): Socratika Oktober 2025
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/socratika.v2i3.474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kebutuhan komik fabel, mengetahui pengembangan komik fabel terhadap keterampilan membaca pemahaman dan untuk mengetahui kevalidan dan kepraktisan komik fabel yang dikembangkan di kelas IV SDN 220 Inpres Rante Sa’ku. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu: (a) Tahap analisis, (b) tahap desain, (c) tahap pengembangan, (d) tahap implementasi, (e) tahap evaluasi. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 220 Inpres Rante Sa’ku Kabupaten Tana Toraja. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SDN 220 Inpres Rante Sa’ku dengan jumlah 23 siswa yang menggunakan komik fabel yang dikembangkan. Objek penelitian ini adalah komik fabel. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan sebuah bahan bacaan berupa komik fabel terhadap keterampilan membaca pemahaman yang telah memenuhi kategori valid dari hasil validitas komik fabel. Berdasarkan hasil validitas komik fabel yang telah divalidasi dengan kategori diantaranya ahli materi memperoleh nilai 75% dengan kategori valid, ahli desain memperoleh nilai 77,5% dengan kategori valid dan ahli bahasa memperoleh nilai 85,7% dengan kategori sangat valid. Hasil praktikalitas siswa berdasarkan respon uji coba dengan 23 siswa memperoleh nilai sebesar 89,16% dengan kategori sangat valid sedangkan hasil praktikalitas guru memperoleh nilai 91,56% dengan kategori sangat valid.
Pedagogical Perspectives on Viewing Skills in Indonesian Language Learning: A Systematic Literature Review Mirnawati; Firman
Socratika: Journal of Progressive Education and Social Inquiry Vol. 2 No. 3 (2025): Socratika Oktober 2025
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/socratika.v2i3.476

Abstract

This study examines pedagogical perspectives on viewing skills (keterampilan memirsa) in Indonesian language education through a Systematic Literature Review (SLR) of studies published between 2021 and 2024. Guided by the PRISMA 2020 protocol, sixteen empirical and conceptual articles were selected from major academic databases to analyze how viewing is conceptualized, taught, and integrated within the Kurikulum Merdeka framework. The findings reveal that viewing has shifted from a peripheral literacy component to a central pedagogical construct that supports multimodal, critical, and character-based learning. Across educational levels, viewing activities—such as video-based storytelling, interactive H5P modules, digital game-based learning, and multimodal text analysis—were shown to enhance students’ cognitive comprehension, affective engagement, and digital literacy. Teachers played a pivotal role as facilitators who scaffold interpretation, guide moral reflection, and design multimedia-rich learning environments. Despite these advancements, challenges remain in teacher preparedness, uneven technological access, and the absence of standardized assessment instruments. Overall, this review highlights the growing importance of viewing skills as a foundational element of multimodal literacy and offers pedagogical insights for strengthening curriculum design, instructional practice, and teacher development in Indonesian language learning.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembinaan Akhlak dan Pencegahan Kenakalan Siswa Sumiyati; Hasbi; Muh. Agil Amin
Socratika: Journal of Progressive Education and Social Inquiry Vol. 2 No. 3 (2025): Socratika Oktober 2025
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/socratika.v2i3.477

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembinaan akhlak dan pencegahan kenakalan siswa di SMKN 2 Palopo. Perkembangan teknologi dan pengaruh globalisasi menyebabkan meningkatnya fenomena kenakalan remaja di sekolah sehingga menuntut peran strategis guru PAI sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan moral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan tiga bentuk strategi utama, yaitu: (1) upaya preventif, berupa pembiasaan kegiatan religius seperti doa bersama, tadarus, salat dhuha, dan kegiatan rohis; (2) upaya kuratif, melalui nasihat personal, koordinasi dengan guru BK, pemanggilan orang tua, serta pemberian sanksi edukatif; dan (3) pembinaan berkelanjutan, melalui program keagamaan seperti pesantren kilat, Jumat Berkah, dan pendampingan spiritual. Faktor pendukung meliputi kerja sama antarpendidik dan dukungan sekolah, sedangkan faktor penghambat berasal dari kurangnya keterlibatan orang tua serta pengaruh negatif lingkungan sosial dan media digital. Secara keseluruhan, peran guru PAI terbukti signifikan dalam membentuk akhlak dan mengurangi kenakalan siswa melalui pendekatan edukatif yang humanis, religius, dan berkesinambungan.

Page 3 of 3 | Total Record : 30