cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 No. 14 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Published by Indo Publishing
ISSN : 30901367     EISSN : 3090174X     DOI : https://doi.org/10.1063822/jisoh
Merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang diterbitkan oleh Indo Publishing menerbitkan artikel hasil penelitian dan gagasan ilmiah dari Dosen, Peneliti, Praktisi dan Mahasiswa dengan fokus dan ruang lingkup terdiri dari; ILMU SOSIAL (Sosiologi, Antropologi, Ilmu ekonomi, Sejarah, Ilmu politik, Ilmu komunikasi, Psikologi sosial) dan HUMANIORA (Filsafat, Sejarah, Bahasa, Sastra, Seni, Agama, Sosiologi, Antropologi Studi media)
Articles 279 Documents
Tingkat Citizen Trust Terhadap Aparat Kepolisian Pasca Demonstrasi di Surabaya 2025 Rahayu, Eka Septalia; Fitria, Bayti Nur; Zahra, Adinda Zanata; Jatiningsih, Oksiana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/h4mpjw03

Abstract

Demonstrasi sebagai wujud partisipasi politik dalam negara demokratis kerap memunculkan gesekan antara kebebasan berekspresi dan penegakan ketertiban oleh aparat kepolisian. Berbagai tindakan represif yang terjadi pada penanganan demonstrasi tahun 2025 di Surabaya menimbulkan persoalan menurunnya kepercayaan publik terhadap Polri sebagai penegak hukum dan pelayan masyarakat. Fokus penelitian ini adalah kepercayaan mahasiswa (citizen trust) terhadap aparat kepolisian pasca demonstrasi tersebut, khususnya pada mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang terlibat dalam aksi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif melalui penyebaran angket skala Likert kepada 50 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif melalui pemetaan garis kontinum untuk menggambarkan tingkat kepercayaan secara menyeluruh. Hasil penelitian memberikan gambaran objektif mengenai persepsi mahasiswa terhadap profesionalitas dan prosedur penanganan aksi oleh kepolisian sebagai dasar evaluasi peningkatan kualitas pelayanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat citizen trust secara umum berada pada kategori “Tidak Percaya” pada garis kontinum. Temuan ini menggambarkan rendahnya kepercayaan mahasiswa terhadap profesionalitas, integritas, dan prosedur penanganan aksi oleh kepolisian, sehingga menjadi masukan penting bagi evaluasi peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam pengelolaan kebebasan berpendapat dan penanganan demonstrasi.
A Metaphor Analysis in Kali Uchis’s Territorial Song Lyrics Delivia Ananda Rizky; Muhammad Alfiyansyah; Savinka Rizki Ramadhani; Yu'anza Reivia
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ff1cer07

Abstract

This study analyzes conceptual metaphors in Kali Uchis's “Territorial” to reveal how metaphors construct themes of romantic possession and self-defense. Using a qualitative descriptive design and Lakoff and Johnson’s (1980) framework, we identified 12 metaphors within the lyrics. The analysis found that ontological metaphors were the most dominant (58.3%), illustrating the reification of abstract emotions. For instance, jealousy materialized as a physical space in “my territory,” and emotional traits were objectified in phrases like “my claws come out.” Structural metaphors (33.3%) framed the relationship as a conflict, mapping concepts of war onto love, as seen in “I’ll go to war about mine.” A single orientational metaphor (8.4%), “gone too far,” spatially evaluated a rival's behavior. The study concludes that these metaphors are not merely decorative but are fundamental cognitive tools that shape the song's narrative, transforming complex feelings of love and jealousy into a coherent and potent discourse on emotional boundaries and autonomy.
Persepsi Warga Kota Surakarta terhadap Algoritma Media Sosial di Indonesia Sri Wahyuni Indah Pratiwi; Moch Nurcholis Majid
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/b8prza37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi warga Kota Surakarta terhadap algoritma media sosial dalam konteks penggunaan sehari-hari melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis fenomenologi yang dimana studi ini mengeksplorasi pengalaman hidup serta kesadaran dan imajinasi algoritmik (algorithmic imaginary) yang dimiliki pengguna dalam berinteraksi dengan sistem rekomendasi otomatis. Data didapatkan dari hasil wawancara mendalam semi-terstruktur dengan kriteria penggunaan media sosial aktif minimal dua jam per hari dan didapati hasil yang menunjukkan bahwa warga memiliki persepsi beragam terkait cara algoritma bekerja mulai dari pandangan positif seperti kemudahan akses konten hingga kekhawatiran mengenai privasi serta filter bubble dan kontrol platform terhadap preferensi pengguna. Penemuan ini diperbanyak diskusi akademik mengenai Uses and Gratifications dan dinamika algoritmik dalam konteks masyarakat urban Indonesia sekaligus memberikan dasar bagi perumusan literasi digital dan kebijakan tata kelola platform yang lebih responsif terhadap kebutuhan lokal.
Representasi Politik melalui Meddia Sosial: Analisis Framing Legislator terhadap Isu Publik Nani Ramadani; Fany Setareta Pratiwi; Khotif Syafi’i; Diyah Nursafitri
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/22nxwr55

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana legislator membangun representasi politik melalui media sosial dengan memanfaatkan strategi framing dalam membentuk pemahaman publik terhadap isu-isu kebijakan kontemporer. Permasalahan utama yang diangkat adalah perubahan pola komunikasi politik di era digital, di mana media sosial tidak lagi sekadar menjadi sarana informasi, tetapi juga berfungsi sebagai arena representasi konstituen dan alat pembentukan opini publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cara legislator membingkai isu publik, pola narasi yang digunakan, serta kontribusi framing tersebut terhadap penguatan posisi politik mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten terhadap unggahan media sosial legislator. Analisis dilakukan dengan mengacu pada teori framing dan teori representasi politik untuk mengidentifikasi frame dominan, gaya komunikasi, serta penekanan isu dalam setiap unggahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legislator cenderung menggunakan framing strategis yang menonjolkan kedekatan dengan masyarakat, personalisasi pesan politik, dan justifikasi atas kebijakan yang diusung. Framing tersebut berperan dalam membentuk persepsi publik sekaligus memperkuat legitimasi dan visibilitas legislator di ruang publik digital. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial merupakan medium penting dalam perluasan praktik representasi politik serta sarana komunikasi strategis aktor politik dalam memengaruhi wacana publik.
Konsep Din Al-Qayyim Dalam Al-Qur’an Menurut  Tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an Karya Sayyid Quthb Mawaliya; Halimatussa’diyah; Rahmat Hidayat
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/g2ew3067

Abstract

Agama merupakan salah satu faktor penentu sejarah peradaban manusia. Dalam bahasa arab agama dikenal dengan kata “Al-diin”. Sayyid Quthb membahasa mengenai “Din”, yang dalam Al-Qur’an merujuk pada agama atau sistem kehidupan. Qutb membedakan beberapa ragam din, termasuk Din Al-Qayyim. Frasa “Din Al-Qayyim” yang terdiri dari dua kata, yaitu “Din” (agama) dan “Al-Qayyim” (yang lurus/kokoh), memerlukan pemahaman mendalam tentang makna masing-masing kata tersebut sebelum menelaah makna gabungannya. Penelitian ini menggunakan metode metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap teks utama Fi Zhilal Al-Qur’an karya Sayyid Qutb. Hasil penelitian yakni konsep din yang bermakna dasar “ketundukan” atau “kepasrahan”. Sedangkan din Al-qayyim diartikan sebagai, agama yang lurus atau benar. Din Al-Qayyim dalam Al-Qur’an terdapat dalam 3 ayat salah satunya pada QS. Ar-Rum ayat 30. Mengenai QS. Ar-Rum ayat 30, penafsiran Sayyid Quthb menekankan pada perintah untuk teguh dalam menjalani kehidupan beragama yang sedang diperjuangkan. Hal ini tidak terlepas dari konteks turunnya ayat berkaitan dengan semakin kerasnya orang-orang musyrik Mekah terhadap umat Muslim. Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk senantiasa teguh dan tidak goyah oleh halangan apapun.
Implementasi Hak Atas Upah Pekerja Oleh Perusahaan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Mustakim, Mustakim
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/hb86tw83

Abstract

This study aims to analyze the implementation of workers' rights to wages by companies based on Law No. 13 of 2003, whereby the minimum wage is in accordance with the regional minimum wage (UMR). The study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through interviews. The results show that companies have implemented work and wage systems that are in accordance with the principles of industrial relations, where workers receive fair wages, on time, and without inappropriate deductions. However, the data shows that cases of industrial relations disputes in Indonesia in the last five years from 2020 to 2024 are still quite high. This condition indicates weak government supervision as one of the main parties in the industrial relations system. The government needs to strengthen its supervisory and guidance functions towards companies so that industrial relations principles can be implemented comprehensively and consistently.  
Analisis Pengeluaran Usaha Petani Nilam di Desa Warondo Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat Nia, Murni; Abdullah Igo; Farni; Jumatin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/h50ms096

Abstract

This study aims to analyze the income and expenses of patchouli farming businesses in Warondo Village, Sawerigadı District, West Muna Regency. Patchouli is a plantation commodity that has high economic value and has the potential to increase the income of rural communities. However, price fluctuations and high production costs are challenges that affect the income of patchouli farmers. The research method used is descriptive quantitative research. Data collection techniques were obtained through observation, interviews, and documentation of patchouli farmers who were respondents to the study. Data analysis was carried out by calculating the total production costs consisting of fixed costs and variable costs, total revenue, and income of patchouli farmers. In addition, the efficiency of the farming business was analyzed using the R/C ratio (Return Cost Ratio). The results of the study showed that patchouli farming in Warondo Village provided positive income for farmers. The total revenue obtained by farmers was greater than the total production costs incurred, so that patchouli farming was classified as profitable. The obtained R/C ratio indicates that patchouli farming is feasible to be developed and continued. Farmers' income is influenced by the size of production, land area, and management of production costs.
Kerja Sama Indonesia–Korea melalui Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) terhadap Ekonomi Politik Internasional Indonesia Tahun 2020–2023 Sitty Maisyaro Kalauw; Nurinaya, Nurinaya; Etik Siswatiningrum
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/pk7a4008

Abstract

IK-CEPA (Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement) merupakan instrumen kerja sama bilateral strategis yang mencerminkan semakin eratnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan dalam merespons dinamika global yang semakin kompleks, khususnya di kawasan Asia-Pasifik. Penelitian ini disusun dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan teori Ekonomi Politik Internasional dari Robert Gilpin dan konsep kepentingan nasional menurut Hans J. Morgenthau sebagai landasan analisis. Data yang digunakan berasal dari sumber-sumber sekunder seperti dokumen perjanjian resmi, laporan statistik perdagangan dan investasi, serta publikasi dari institusi pemerintah dan organisasi internasional. Hasil studi menunjukkan bahwa implementasi IK-CEPA berkontribusi pada peningkatan akses pasar bagi produk Indonesia, mendorong arus investasi asing langsung (FDI) dari Korea Selatan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ranah diplomasi ekonomi global. Meski demikian, kerja sama ini juga menghadirkan tantangan serius, seperti potensi ketimpangan dalam struktur perdagangan dan kecenderungan ketergantungan terhadap mitra strategis. Oleh karena itu, keberhasilan perjanjian ini bergantung pada kemampuan Indonesia dalam mengelola peluang secara cermat dan terukur, memperkuat kapasitas produksi dalam negeri, serta memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan selaras dengan kepentingan nasional. Dalam konteks perdagangan bebas, pelaksanaan IK-CEPA harus diarahkan untuk menciptakan hubungan ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan tidak hanya menguntungkan satu pihak, tetapi juga meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah persaingan global.
Relevansi Hadis Dalam Mengatasi Problem Santri Di Pesantren Cipansor Kab. Tasikmalaya(Studi Kasus pada Aspek Pendidikan, Sosial, dan Pengembangan Karakter) Helmi, Cecep; Muhammad Zuldin; Aep Kusnawan; Yusuf Zainal Abidin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xh68b169

Abstract

This study aims to examine the relevance of hadith in addressing the problems faced by students at the Cipansor Islamic Boarding School in Tasikmalaya Regency, focusing on three main aspects: education, social, and character development. The background of this study is based on the gap between the idealism of pesantren education and the reality faced by santri, such as low motivation to learn, difficulties in social adaptation, and weak internalization of Islamic character values. The hadith of the Prophet Muhammad SAW is seen as a source of Islamic teachings that has the potential to provide solutions and be applied in overcoming these problems. This research uses a qualitative approach with a case study method and data collection techniques through in-depth interviews, participatory observation, focus group discussions, and document analysis. The results of this study are expected to identify the typology of santri problems, analyze the concepts and methodology of relevant hadith application, evaluate the implementation models used by ustadz and kyai, and formulate an ideal model for hadith implementation in santri guidance. This research not only contributes theoretically to the study of applied hadith in Islamic education but also offers practical solutions for the development of a contextual pesantren education system rooted in authentic Islamic sources.
Masa Keemasan dan kepemimpinan Kekhalifahan Abu Bakar As Shidiq Muhammad Bagas Hidayatullah; Wafa Kamila; Aulan; Hudaidah; Tyas Fernanda
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/8qdq4786

Abstract

This study examines the golden era and leadership of Caliph Abu Bakr As-Siddiq, the first caliph in Islamic history following the death of Prophet Muhammad (PBUH). The objective of this research is to analyze Abu Bakr’s strategic policies, political challenges, and his contributions in maintaining the unity of the Muslim community and preserving Islamic teachings. This research employs a qualitative descriptive approach using library research based on primary and secondary sources. The findings reveal that Abu Bakr successfully suppressed apostasy movements (Riddah Wars), enforced zakat obligations, confronted false prophets, and initiated the first Islamic expansion toward the Byzantine and Persian territories. Moreover, his initiative to compile the Qur’an represents a monumental legacy that ensured the authenticity of the divine revelation throughout history. In conclusion, Abu Bakr As-Siddiq’s leadership not only preserved the existence of Islam but also laid the foundational framework for an enduring and just Islamic civilization.