cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 No. 14 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Published by Indo Publishing
ISSN : 30901367     EISSN : 3090174X     DOI : https://doi.org/10.1063822/jisoh
Merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang diterbitkan oleh Indo Publishing menerbitkan artikel hasil penelitian dan gagasan ilmiah dari Dosen, Peneliti, Praktisi dan Mahasiswa dengan fokus dan ruang lingkup terdiri dari; ILMU SOSIAL (Sosiologi, Antropologi, Ilmu ekonomi, Sejarah, Ilmu politik, Ilmu komunikasi, Psikologi sosial) dan HUMANIORA (Filsafat, Sejarah, Bahasa, Sastra, Seni, Agama, Sosiologi, Antropologi Studi media)
Articles 570 Documents
Pengaruh Flexible Work, Work-Life Balance, dan Work Motivation Terhadap Produktivitas Pekerja Lepas Canva Creator Indonesia Rahmansyah Arby; Khairawati Khairawati; Faisal Matriadi; Likdanawati Likdanawati
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/tpzb7e06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Flexible Work, Work-Life Balance, dan Work Motivation terhadap produktivitas pekerja lepas Canva Creator Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja lepas Canva Creator Indonesia yang aktif, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring dengan menggunakan skala Likert sebagai alat ukur. Metode analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R2) dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Flexible Work tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas, sedangkan Work-Life Balance dan Work Motivation berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pekerja lepas Canva Creator Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi serta motivasi kerja yang tinggi berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pekerja lepas, sementara fleksibilitas kerja perlu didukung oleh pengelolaan waktu dan disiplin kerja yang baik agar memberikan dampak optimal.
Strategi Komunikasi Diskominfo Kota Semarang dan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro dalam Kampanye Sosialisasi Lapor Semar Solusi AWP Kaka Mahardika Asoka Wardana; Mubarok Mubarok
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2h36f076

Abstract

The digital public complaint service Lapor Semar Solusi AWP faces challenges regarding the low awareness and understanding among Semarang residents following repeated rebranding processes. Furthermore, public participation remains critically low because 98% of surveyed respondents doubted that their submitted complaints would be resolved effectively. This study aims to describe the collaborative communication strategy between the Semarang City Communications and Informatics Office (Diskominfo) and Diponegoro University Communication Science students in the public socialization campaign. Additionally, it analyzes how the application of a strategic communication model addresses barriers related to public awareness, trust, and action.  This research employed a descriptive qualitative approach, collecting data through in-depth interviews, direct observation, and document analysis. The data were analyzed interactively based on Hafied Cangara’s five-stage communication planning model, comprising research, planning, execution, measurement, and reporting. The campaign combined digital channels—such as Instagram and E-Radio—with face-to-face outreach via Goes to School, Goes to Campus, Goes to RW, and a main event at the Simpang Lima Car Free Day. This integrated communication strategy successfully exceeded key performance indicators (KPIs), achieving an Instagram Ads reach of 81,190 accounts alongside significant increases in new user registrations and public comprehension. The collaboration combining bureaucratic authority with creative student-led engagement proved effective in bridging public communication gaps and boosting civic awareness. Nonetheless, sustained socialization efforts and faster technical follow-ups across municipal agencies remain essential to foster enduring public trust.
Partai Politik Lokal, Otonomi Asimetris,  dan Demokrasi Substantif di Aceh:  Pelembagaan Partai dan Kinerja Tata Kelola Pasca-Konflik, 2005–2024 Hamdani Hamid
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/93gyta75

Abstract

Artikel ini menganalisis sejauh mana keberadaan partai politik lokal mampu mengonversi otonomi politik formal menjadi demokrasi substantif dalam penyelenggaraan Otonomi Khusus Aceh. Berbeda dari kajian yang terutama menelaah legalitas partai lokal, transformasi Gerakan Aceh Merdeka (GAM), atau pelembagaan sistem kepartaian secara terpisah, penelitian ini menghubungkan pelembagaan partai dengan tiga fungsi tata kelola di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA)—legislasi, penganggaran, dan pengawasan—dalam kerangka desentralisasi asimetris. Penelitian menggunakan studi kasus kualitatif berbasis analisis dokumen terhadap regulasi, hasil pemilu, dokumen kelembagaan, laporan resmi, dan literatur peer-reviewed untuk periode 2005–2024. Temuan menunjukkan tiga pola utama. Pertama, partai lokal berhasil menginstitusionalisasikan kanal politik pasca-konflik dan memperkuat legitimasi kompetisi elektoral, tetapi pelembagaan organisasionalnya tetap tidak merata. Kedua, dominasi Partai Aceh menurun dari 33 dari 69 kursi DPRA pada 2009 menjadi 29 dari 81 kursi pada 2014 dan 18 kursi pada 2019, kemudian mengalami pemulihan terbatas menjadi 20 kursi pada 2024. Pola ini menunjukkan penurunan jangka panjang dari puncak awal, bukan penurunan linear. Ketiga, kapasitas partai lokal untuk mengubah representasi formal menjadi akuntabilitas kebijakan masih dibatasi fragmentasi elite, personalisme, praktik klientelistik, kapasitas kebijakan, serta ketegangan pusat–daerah dan transisi fiskal Dana Otonomi Khusus. Artikel ini menawarkan konsep kesenjangan konversi otonomi: otonomi politik formal menghasilkan demokrasi substantif hanya apabila dimediasi oleh pelembagaan partai yang cukup kuat untuk menghubungkan kompetisi elektoral dengan fungsi legislasi, anggaran, pengawasan, inklusi, dan responsivitas kebijakan. Temuan ini memperkaya literatur tentang partai regional, desentralisasi asimetris, dan demokratisasi pasca-konflik.
Efektivitas Komunikasi Interpersonal Agen Pangkalan LPG terhadap Pemahaman Masyarakat Ulfa Musfirah; Subhani Subhani; Zahari Zahari; Jafaruddin Jafaruddin; Teuku Muzaffarsyah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ta72vj04

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi interpersonal agen pangkalan LPG dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan gas bersubsidi. Penelitian dilakukan di Gampong Uteun Bayi, Kota Lhokseumawe, dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan tujuh informan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Teori Penetrasi Sosial Altman dan Taylor serta lima dimensi komunikasi DeVito digunakan sebagai kerangka analisis. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi tatap muka menjadi strategi utama dalam menyampaikan informasi terkait NIK, harga eceran, stok, jadwal distribusi, dan aturan pembelian. Komunikasi berkembang secara bertahap hingga terbentuk kepercayaan. Hambatan berupa perbedaan pemahaman, keterbatasan waktu, gangguan teknis, dan kesalahan penafsiran diatasi melalui komunikasi berulang dan sederhana.
Collaborative Governance dalam Mengatasi Kekerasan Seksual pada Anak di Kabupaten Langkat Yusril Ihza Mahendra Lubis; Muklir Muklir; Yuli Santri Isma; Aiyub Aiyub; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/f4szp831

Abstract

Collaborative governance merupakan arena strategis yang mempertemukan institusi publik, sektor swasta, dan masyarakat dalam sebuah kerangka kerja untuk menyelesaikan persoalan publik yang kompleks, termasuk kekerasan seksual pada anak. Penelitian ini mendeskripsikan proses collaborative governance dalam mengatasi kekerasan seksual pada anak di Kabupaten Langkat serta mengkaji mengapa kasus yang dilaporkan terus meningkat meskipun kolaborasi antarpemangku kepentingan telah diterapkan. Penelitian ini menggunakan kerangka teori Ansell dan Gash (2008) yang meliputi dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen terhadap proses, pemahaman bersama, dan hasil antara. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap aktor kunci dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Unit PPA Polres Langkat, Dinas Sosial, serta Lembaga Aliansi Sumut Bersatu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi telah menghasilkan kemenangan kecil (small wins), terutama meningkatnya keberanian masyarakat untuk melapor, namun belum sepenuhnya mampu menekan angka kekerasan seksual karena rendahnya pemahaman masyarakat mengenai prosedur pelaporan, faktor sosial-budaya berupa keengganan keluarga untuk terbuka, serta belum adanya pengaturan kelembagaan formal yang mengintegrasikan aktor nonpemerintah ke dalam struktur kolaborasi.
Pengaruh Social Media Marketing dan Influencer Marketing terhadap Brand Awareness di Eco Active Park Kota Batu Septina salma Indrayani; Arni Utamaningsih; Fullchis Nurtjahjani
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/vsnhw158

Abstract

The development of information and communication technology has driven changes in marketing strategies, including in the tourism sector. This study aims to examine the effect of social media marketing and influencer marketing on brand awareness at Eco Active Park Batu City. This study uses a quantitative explanatory approach with a sample of 100 respondents selected through purposive sampling. Data were collected through questionnaires distributed to visitors or potential visitors of Eco Active Park Batu City, then analyzed using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing. The results show that social media marketing has a positive and significant effect on brand awareness with a t-count of 2.394 and a significance of 0.019. Influencer marketing also has a positive and significant effect on brand awareness with a t-count of 6.382 and a significance of 0.000. Simultaneously, social media marketing and influencer marketing have a significant effect on brand awareness with an F-count of 119.518 and a significance of 0.000, with a contribution of 71.1% as indicated by the R-square value. The findings indicate that the combination of effective social media management and promotional support from influencers is able to optimally increase public brand awareness of Eco Active Park Batu City.  
Analisis Resepsi Millenial terhadap Narasi Iklan "Gue Tunjukin Rumah Sudah Jadi dan Siap Huni" Hasib Mukhlis; Mubarok Mubarok
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/186pbm66

Abstract

The rapid growth of social media has transformed marketing communication strategies, including those in the property sector, where digital platforms such as TikTok are increasingly utilized to reach potential consumers. One advertisement that has gained significant public attention is the video featuring the narrative "I'll Show You a House That Is Already Built and Ready to Occupy," promoted by Adrie Febriansyah. It’s simple, straightforward, and relatable storytelling has generated diverse interpretations among audiences, particularly millennials. This study aims to analyze millennials' reception of the advertisement narrative by applying Stuart Hall's Reception Theory. This study employed a descriptive qualitative approach within a constructivist paradigm. The research participants were selected through purposive sampling, consisting of millennials aged 18–35 years who had watched the advertisement "I'll Show You a House That Is Already Built and Ready to Occupy" on TikTok. Data were collected through in-depth interviews, documentation, and literature review, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was ensured through source triangulation. The findings indicate that the encoding process of the advertisement successfully conveys messages of convenience, certainty, and trust through the use of casual language, straightforward narration, and visuals of completed houses ready for occupancy. Meanwhile, the decoding process reveals that most participants occupy the negotiated reading position, accepting the primary message while adapting its meaning to their financial conditions, personal experiences, and housing readiness. Several participants also demonstrate an oppositional reading, perceiving the advertisement as presenting an overly idealized portrayal that does not fully reflect the realities faced by millennials. The study concludes that social background, personal experience, and economic conditions are the primary factors influencing how millennials interpret the advertisement narrative
Implementasi Program Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam Mengatasi Bencana Banjir di Kecamatan Medan Marelan Widya Fatimah; Teuku Alfiady; Sufi Sufi; Nur Hafni; Nazaruddin Nazaruddin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/z4vzbg06

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di Indonesia, dan Kecamatan Medan Marelan Kota Medan menjadi salah satu wilayah yang paling sering terdampak akibat kondisi topografi yang rendah, dilalui beberapa sungai, serta pertumbuhan permukiman yang pesat dan kurang terencana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan dalam mengatasi bencana banjir di Kecamatan Medan Marelan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive, meliputi petugas BPBD, aparat kecamatan, tokoh masyarakat, dan masyarakat terdampak banjir, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (2014) berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan mengacu pada kerangka teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn (1975). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD telah melaksanakan tahap prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2018, berupa sosialisasi dan edukasi, pemantauan, evakuasi, serta penyaluran bantuan, namun banjir masih terus berulang karena keterbatasan personel dan peralatan ketika banjir terjadi serentak di beberapa wilayah, penyampaian informasi program yang belum merata, kondisi drainase yang belum memadai, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Faktor pendukung meliputi kejelasan standar dan sasaran kebijakan, koordinasi yang baik antara BPBD dengan kecamatan, kelurahan, dan instansi teknis, kesiapsiagaan serta kemampuan petugas, dan ketersediaan sarana evakuasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan logistik BPBD, perluasan jangkauan komunikasi program, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan agar penanggulangan banjir di Kecamatan Medan Marelan berjalan lebih efektif.
Pengaruh Pendampingan Menyikat Gigi oleh Orang Tua terhadap Status Kebersihan Gigi dan Mulut pada Anak TK Al-Fitrah Nagan Raya Cut Rizki Tiara; Arnela Nur
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/mfxx3b84

Abstract

Parental supervision influences children's success in maintaining oral hygiene. Preschool-aged children still require guidance to perform correct tooth-brushing techniques; thus, the role of parents is crucial in establishing oral health habits. Preliminary data from Al-Fitrah Kindergarten showed that out of 30 children examined, 23 (76.6%) had dental caries, with an average def-t score of 2 (low). This study aimed to determine the effect of parental supervision during tooth brushing on the oral hygiene status of children at Al-Fitrah Kindergarten and Amanah Kindergarten in Nagan Raya Regency. A quasi-experimental design with a pre-test and post-test control group approach was employed. The sample consisted of 40 children divided into an experimental group and a control group, with 20 respondents each. Oral hygiene status was measured using the Patient Hygiene Performance Modified (PHP-M) index. Data were analyzed using Paired T-tests and Independent T-tests at a 95% confidence level. The results showed that the average PHP-M score in the experimental group decreased from 36.50 to 22.25 (p<0.001), whereas in the control group, it decreased from 37.45 to 36.30 (p=0.029). The Independent T-test indicated a significant difference between the experimental and control groups following the intervention (p<0.001). These findings demonstrate that parental supervision during tooth brushing positively influences the improvement of children's oral hygiene. It can be concluded that parental supervision during tooth brushing is effective in reducing PHP-M scores and improving children's oral hygiene status. Therefore, active parental involvement should be enhanced as a promotional and preventive measure in maintaining children's oral health
Hubungan Karakteristik Orang Tua dengan Status Kebersihan Gigi dan Mulut pada Anak Usia Sekolah di SDN 12 Banda Aceh Ulfatul Nailus Sari; Amiruddin Amiruddin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7rma3626

Abstract

Oral hygiene status in school-age children is one of the important indicators of oral health influenced by various factors, including parents’ characteristics. Parents’ characteristics such as education level, occupation, income, and knowledge play a role in shaping children’s habits in maintaining oral hygiene. This study aimed to determine the relationship between parents’ characteristics and oral hygiene status of school-age children at SDN 12 Banda Aceh. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The total sample consisted of 63 respondents selected using simple random sampling technique. Data were collected through questionnaires distributed to parents and direct examination of children’s oral hygiene status using the OHI-S index. Data analysis was carried out using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. The results showed that most children had poor oral hygiene status, with 40 children (63.5%). The chi-square test results indicated a significant relationship between parents’ education level (p=0.002) and parents’ knowledge level (p<0.001) with children’s oral hygiene status. Meanwhile, parents’ occupation (p=0.620) and parents’ income (p=0.083) showed no significant relationship. It can be concluded that parents’ education and knowledge play an important role in determining the oral hygiene status of school-age children. Therefore, improving oral health education for parents is necessary to enhance children’s oral health maintenance habits.