cover
Contact Name
Anom Dwi Prakoso
Contact Email
anomdwiprakoso26@gmail.com
Phone
+6285157515166
Journal Mail Official
anom@ymci.my.id
Editorial Address
Jl. Rahtawu Raya, Desa Menawan RT 02/ 03, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Research Innovation
ISSN : 30466652     EISSN : 30324688     DOI : https://doi.org/10.64094/kzesc155
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Research Innovation - (IJHRI) merupakan jurnal ilmiah berkala yang dikelola dan diterbitkan oleh Yayasan Menawan Cerdas Indonesia. Jurnal ini memiliki fokus dan ruang lingkup ilmu kesehatan umum yang berkaitan dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat setingggi-tingginya melalui pendekatan ilmiah melalui berbagai macam pendekatan, metode dan teknik. Fokus jurnal yaitu pada masalah kesehatan secara umum dan pengembangan ilmu bidang Kesehatan meliputi Kedokteran, Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan masyarakat, Farmasi, Gizi, Fisioterapi, Manajemen Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, Rekam Medis, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan kesehatan lainnya. Jurnal ini terbit empat kali dalam satu tahun pada bulan February, Mei, Agustus, dan November tiap tahunnya.
Articles 89 Documents
DETERMINASI PEMILIHAN TERAPI AKUPUNKTUR PADA PASIEN PASCA STROKE DI PRAKTEK MANDIRI AKUPUNKTUR JAKARTA Hanum Sasmita; Jatmiko Rinto
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/p4v4b882

Abstract

Pasca Stroke merupakan sebuah masa yang krusial bagi para penderitanya. Selain pengobatan medis, terapi akupunktur saat ini menjadi salah satu terapi yang dipilih untuk pemulihan hingga penyembuhan stroke. Dimana untuk menentukan pemilihan terapi akupunktur pada pasien pasca stroke didasari oleh sejumlah faktor seperti faktor personal, usia, jenis kelamin, suku, budaya, sosial ekonomi, karakteristik dari gejala, konsep penyakit, persepsi nilai, ketidakpuasan pada layanan konvensional, keamanan, efektifitas dan manfaat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui apakah ada hubungan antara faktor faktor yang mempengaruhi pasien dalam pemilihan terapi akupunktur dengan keputusan pemilihan terapi akupunktur pada pasien pasca stroke. Penelitian dilaksanakan di Praktek Mandiri Akupunktur Sumarno Hartopawiro Jakarta. Penelitian menggunakan metode kuesioner dengan teknik sampel purposive yang melibatkan 62 responden. Hasil uji hipotesis menggunakan uji Chi Square (χ2) dengan signifikansi 0.05 (tingkat kepercayaan 95%) didapatkan hasil Chi Square (χ2)   hitung sebesar 21.855 dan uji Chi Square (χ2) tabel sebesar 19.67514. Karena χ2 hitung ≥ χ2 tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara faktor faktor yang mempengaruhi pasien dalam pemilihan terapi akupunktur dengan keputusan pemilihan terapi akupunktur pada pasien pasca stroke di Praktik Akupunktur Mandiri Sumarno Hartopawiro Jakarta dimana faktor efektifitas manfaat terapi akupunktur merupakan jawaban terbanyak yang dipilih oleh responden (10.5%). Pada analisa hubungan antar variabel, faktor budaya (α = 0.045) dan faktor suku ras (α = 0.006) memiliki hubungan yang signifikan dengan keputusan pasien dalam pemilihan terapi akupunktur. Dari  analisa menggunakan  uji Chi-Square (χ2)  didapatkan hasil Chi Square (χ2) hitung > Chi Square (χ2) tabel (21.855 > 19.67514) maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan  Ha  diterima. Artinya ada hubungan antara faktor faktor yang mempengaruhi pasien dalam pemilihan terapi akupunktur dengan keputusan pemilihan terapi akupunktur pada pasien pasca stroke di Praktik Akupunktur Mandiri Sumarno Hartopawiro Jakarta.  
SYSTEMATIC REVIEW: EFEKTIVITAS AKUPUNKTUR DIBANDINGKAN FARMAKOTERAPI PADA VERTIGO TERHADAP PERBAIKAN VAS DAN GEJALA KLINIS Amanda Putri Ramadhani; Endang Listyaningsih Suparyanti; Lilik Wijayanti; Sri Haryati; Auxana Qudsi
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/9av3jw05

Abstract

Vertigo sering terjadi akibat disfungsi sistem vestibular dan dapat menimbulkan nyeri, mual serta gangguan keseimbangan tubuh. Terapi non-farmakologis seperti akupunktur mulai digunakan sebagai adjuvant untuk mengurangi gejala pada penderita vertigo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur terhadap pengurangan nyeri (skor VAS), perbaikan keseimbangan tubuh, serta pengurangan mual pada penderita vertigo.Penelitian ini menggunakan desain telaah sistematis berdasarkan protokol the Preferred Reporting Items for Systematic Review (PRISMA) 2020  dengan lokasi pencarian melalui database PubMed, ScienceDirect dan Scopus untuk rentang tahun 2014-2024. Populasi sasaran yaitu manusia usia ≥ 17 tahun dengan kondisi vertigo. Teknik pengambilan sampel adalah pencarian artikel menggunakan kombinasi MeSH terms dan kata kunci dengan filter desain RCT(randomized controlled trial) fase 3, bahasa Inggris, dan akses full-text. Dari total 98 artikel yang diidentifikasi melalui proses penyeleksian berdasarkan protokol PRISMA sebanyak 5 artikel RCT memenuhi kriteria inklusi. Penilaian kualitas dengan skala Jadad menunjukkan bahwa semua studi memiliki kualitas baik (skor ≥ 3). Dari lima studi tersebut, empat melaporkan bahwa penurunan nyeri (skor VAS), perbaikan keseimbangan tubuh dan pengurangan rasa mual setelah intervensi akupunktur dibandingkan kontrol farmakoterapi. Satu studi tidak menemukan perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol.Terapi akupunktur terhadap penderita vertigo menunjukkan efektivitas dalam menurunkan nyeri, memperbaiki keseimbangan tubuh, dan mengurangi mual. Temuan ini dapat menjadi pertimbangan dalam kebijakan manajemen non-farmakologis vertigo.  
EVALUASI PROGRAM POS GIZI DI PUSKESMAS DALAM MENDUKUNG PROGRAM PENURUNAN STUNTING DI LOMBOK Fitri, Elisa Sulistia; Erna Soviatun
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/z6tfv147

Abstract

Program Pos Gizi berfokus pada edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan balita, dan pemberian makanan tambahan sesuai kebutuhan lokal dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik wawancara mendalam, dan analisis data dilakukan secara tematik untuk menggali faktor pendukung, kendala, serta dampak program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang jelas dan koordinasi antarpetugas serta dengan masyarakat berjalan efektif dalam mendukung program. Tenaga kesehatan dan kader posyandu aktif memberikan edukasi gizi, konseling, serta memantau status gizi ibu hamil dan balita. Kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan dana, variasi menu makanan tambahan yang minim, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam edukasi gizi. Meskipun demikian, komitmen dan kerjasama lintas sektor memperkuat pelaksanaan program. Rekomendasi utama adalah peningkatan dukungan sumber daya, pelatihan berkala, penguatan komunikasi, serta evaluasi berkelanjutan guna mengoptimalkan efektivitas program penurunan stunting di wilayah kerja Puskesmas.  
PERSPEKTIF MULTISEKTOR DALAM MERESPON TINGGINYA ANGKA PERNIKAHAN USIA DINI DAN KAITANNYA DENGAN ANGKA KEJADIAN STUNTING DI LOMBOK Fitri, Elisa Sulistia; Mandala, Yenny; Hidayatullah, Dhandi
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/zjgxzc98

Abstract

Pernikahan dini dan stunting merupakan dua isu yang masih menjadi tantangan krusial di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya di pulau Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam perspektif dan peran multi-sektoral dalam merespon peningkatan angka stunting dan pernikahan dini di Lombok. Studi kasus ini menggunakan analisis kebijakan kualitatif berdasarkan Walt and Gilson’s Policy Triangle Framework, sebuah kerangka kerja untuk menganalisis kebijakan, yang mencakup empat aspek kebijakan, yaitu aktor, konten, konteks, dan proses. Peneliti melakukan wawancara mendalam semi-terstruktur dengan para pihak terkait seperti pemerintah desa, kecamatan dan DP3AKB Kabupaten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pencegahan pernikahan dini merujuk pada UU yang diatur secara tegas melalui UU No. 16 tahun 2019 dan UU No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan Peraturan Bupati Lombok Timur No. 41 tahun 2020. Selain itu, pelaksanaan program pencegahan pernikahan dini tetap dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dan Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang digulirkan oleh Kementerian Kesehatan. Kurangnya awareness masyarakat, mindset masyarakat terhadap pernikahan anak, dan tingkat partisipasi remaja dalam forum di masyarakat masih belum optimal. Hal tersebut yang kemudian menjadi kendala program pencegahan pernikahan dini belum efektif. Perlu dilakukan penguatan strategi kolaboratif lintas sektor dan lebih melibatkan remaja dalam forum dan pengambilan kebijakan di masyarakat.  
HUBUNGAN JENIS KELAMIN, KESIAPAN UJIAN DAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN OSCE PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM AL - AZHAR MATARAM Lisma Tania Putri; Yolly Dahlia; Ronanarasafa; Lusiana Wahyu Ratna Wijayanti
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/kbzjvf15

Abstract

Kecemasan saat menghadapi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan masalah umum pada mahasiswa kedokteran dan dapat memengaruhi performa akademik serta kesiapan klinis. Berbagai faktor seperti jenis kelamin, kesiapan ujian, dan tipe kepribadian diketahui berperan dalam munculnya kecemasan, namun temuan penelitian sebelumnya masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara jenis kelamin, kesiapan ujian, dan tipe kepribadian dengan tingkat kecemasan mahasiswa kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram dalam menghadapi OSCE. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 88 mahasiswa yang dipilih melalui simple random sampling. Tingkat kecemasan, jenis kelamin, kesiapan ujian, dan tipe kepribadian diukur menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki hubungan bermakna dengan tingkat kecemasan (p < 0,05). Jenis kelamin berhubungan signifikan dengan kecemasan (p = 0,004; rs = 0,307; korelasi lemah), dengan kecenderungan mahasiswa perempuan mengalami kecemasan lebih tinggi. Kesiapan ujian menunjukkan hubungan negatif yang bermakna (p = 0,000; rs = –0,518; korelasi sedang), menandakan bahwa semakin tinggi kesiapan ujian, semakin rendah tingkat kecemasan. Tipe kepribadian juga berhubungan signifikan dengan kecemasan (p = 0,000; rs = 0,407; korelasi sedang), di mana mahasiswa dengan tipe kepribadian introvert lebih berisiko mengalami kecemasan dibandingkan ekstrovert.Dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin, kesiapan ujian, dan tipe kepribadian berhubungan signifikan dengan tingkat kecemasan menghadapi OSCE. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi berbasis kesiapan belajar dan pendampingan psikologis yang mempertimbangkan perbedaan karakteristik mahasiswa
FORMULASI NANOEMULSI BERBASIS TANAMAN OBAT MENGGUNAKAN SURFAKTAN ALAMI SEBAGAI TERAPI ANTIVIRAL INFLUENZA: TINJAUAN NARATIF 2019–2024 Ike Maya Permanasari; Rosiana
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/wetpyx28

Abstract

Influenza merupakan salah satu masalah kesehatan global yang signifikan akibat tingginya laju mutasi virus, pola kejadian musiman, serta meningkatnya resistensi terhadap obat antivirus konvensional. Nanoemulsi berkembang sebagai sistem penghantaran obat yang menjanjikan karena mampu meningkatkan kelarutan, stabilitas, dan penyerapan seluler senyawa bioaktif hidrofobik yang berasal dari tanaman obat. Tinjauan naratif ini merangkum bukti ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2019–2024 terkait pengembangan formulasi nanoemulsi berbasis herbal dengan penggunaan surfaktan alami untuk terapi antiviral influenza. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak 15 studi memenuhi syarat dan dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa Curcuma longa, Nigella sativa, Zingiber officinale, dan Ocimum basilicum merupakan tanaman obat yang paling banyak diteliti, mengandung senyawa aktif seperti kurkumin, timoquinon, gingerol, dan eugenol dengan potensi antiviral yang tinggi. Surfaktan alami termasuk lesitin, saponin, dan gum arabic terbukti mampu menghasilkan droplet berukuran nano (<200 nm) dengan stabilitas fisikokimia yang baik serta peningkatan aktivitas antivirus. Secara mekanistik, nanoemulsi herbal bekerja melalui inhibisi masuknya virus, penurunan ekspresi hemagglutinin, serta modulasi respons imun inang. Meskipun hasilnya menjanjikan, sebagian besar penelitian masih terbatas pada uji in vitro sehingga diperlukan kajian praklinik dan klinik lebih lanjut. Secara keseluruhan, nanoemulsi berbasis tanaman obat dengan surfaktan alami berpotensi menjadi pendekatan terapi yang aman dan efektif untuk penanganan infeksi influenza.
TRANSFORMASI DIGITAL DOKUMENTASI FISIOTERAPI MELALUI REKAM MEDIS ELEKTRONIK: LITERATURE REVIEW Nathasya Ferdyastari; Ilham Fatria; Luluk Maulina; Nabila Salsabillah Warasti
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/eydfcw73

Abstract

Rekam Medis Elektronik (Electronic Health Records, EHR) merupakan komponen penting dalam transformasi digital layanan kesehatan, termasuk dalam praktik fisioterapi. Dokumentasi fisioterapi yang mencakup asesmen, perencanaan intervensi, pelaksanaan terapi, dan evaluasi hasil menuntut akurasi data yang tinggi serta koordinasi antarprofesi yang efektif. EHR memberikan peluang untuk meningkatkan mutu dokumentasi, memperkuat kesinambungan pelayanan, dan mempercepat proses administratif. Namun, implementasinya di bidang fisioterapi masih menunjukkan variasi antar fasilitas pelayanan kesehatan dan dipengaruhi oleh faktor teknis, organisasi, serta kompetensi pengguna. Literature review ini bertujuan menelaah tingkat penggunaan EHR dalam pelayanan fisioterapi, mengidentifikasi manfaat utamanya, menguraikan hambatan implementasi, serta memetakan peluang pengembangan sistem ke depan. Pencarian artikel dilakukan pada PubMed, Scopus, dan Google Scholar dengan periode publikasi 2015–2024, menghasilkan 112 artikel awal. Setelah proses seleksi berbasis PRISMA, sebanyak 21 artikel dianalisis lebih lanjut. Hasil review menunjukkan bahwa EHR terbukti meningkatkan kualitas dokumentasi dan komunikasi antarprofesi, serta mendukung efisiensi kerja fisioterapis. Meskipun demikian, berbagai tantangan seperti beban dokumentasi, keterbatasan literasi digital, ketidaksesuaian fitur EHR dengan kebutuhan asesmen fisioterapi, lemahnya interoperabilitas, dan isu keamanan data masih menjadi hambatan utama. Temuan ini menegaskan perlunya pengembangan modul EHR khusus fisioterapi, penguatan pelatihan digital, serta kebijakan interoperabilitas untuk mendukung implementasi EHR yang efektif dan aman.
KONTRIBUSI PROGRAM POSBINDU PTM TERHADAP DETEKSI DINI DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI INDONESIA: TINJAUAN LITERATUR 2019–2024 Wardhani Arsyad; Nandang Tisna Ali Amijaya; Rima Febrianti; Natalina Soesilawati
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/zvh3qn93

Abstract

Transisi epidemiologi di Indonesia ditandai dengan pergeseran beban penyakit dari penyakit menular ke Penyakit Tidak Menular (PTM) yang kini menyumbang sekitar 75% kematian nasional. Kondisi ini menuntut penguatan strategi berbasis komunitas untuk deteksi dini dan pengendalian faktor risiko. Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM dikembangkan sebagai UKBM yang berfokus pada skrining dan pemantauan faktor risiko hipertensi, diabetes, dan PTM lainnya di tingkat masyarakat. Tinjauan literatur ini bertujuan menganalisis kontribusi Posbindu PTM terhadap deteksi dini dan pengendalian PTM di Indonesia selama lima tahun terakhir, termasuk efektivitas, hambatan, peran sumber daya manusia, dan inovasi program. Penulisan menggunakan desain narrative literature review dengan struktur IMRAD. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar dengan kata kunci Posbindu PTM, deteksi dini, hipertensi, diabetes, efektivitas program, peran kader, dan keperawatan komunitas. Kriteria inklusi mencakup artikel penelitian, laporan pengabdian kepada masyarakat, serta dokumen kebijakan resmi yang diterbitkan tahun 2019–2025 dan berfokus pada konteks Indonesia. Data diekstraksi dan disintesis secara tematik. Posbindu PTM terbukti efektif dalam menemukan kasus baru hipertensi dan diabetes yang sebelumnya tidak terdiagnosis, meningkatkan kepatuhan pengobatan melalui edukasi dan pendampingan, serta memperkuat modal sosial melalui peran kader dan perawat komunitas. Namun, pelaksanaan masih terhambat oleh disparitas fasilitas, ketidakstabilan pendanaan di tingkat desa, keterbatasan kalibrasi alat, serta variasi kompetensi kader. Inovasi seperti “Gesit Mandiri” dan “OPPO PHD” menunjukkan potensi besar untuk direplikasi dengan adaptasi lokal. Posbindu PTM berkontribusi strategis dalam deteksi dini dan pengendalian PTM di Indonesia, tetapi memerlukan penguatan regulasi pembiayaan, standardisasi sarana-prasarana, serta integrasi teknologi surveilans agar keberlanjutan program lebih terjamin.
DAMPAK STRATEGI KOPING PADA CUSTOMER SATISFACTION DI INSTALASI FARMASI RAJAL RSUD KRATON PEKALONGAN Sri Suwarni; Ferika Indrasari; Siti Sofiani; Nur Ermawati
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/9faeyd85

Abstract

Proses menunggu obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan sering membuat pasien merasa tidak nyaman, stress, cemas, dan gelisah. Waktu tunggu yang terlalu lama, antrean yang tidak jelas, kurangnya informasi mengenai proses pelayanan, serta kondisi ruangan yang padat bisa memengaruhi suasana hati pasien. Kondisi ini berdampak besar pada tingkat kepuasan pasien yang menjadi perhatian utama manajemen dalam meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit. Kepuasan pasien diukur menggunakan metode Serqual pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari strategi koping terhadap Customer Satisfaction di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Kraton Pekalongan. Penelitian kualitatif menggunakan metode survei untuk mengukur indeks kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan dengan instrumen servqual kuisioner setelah penerapan strategi koping. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien yang menggunakan layanan di Instalasi Farmasi Rawat Jalan, sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 100 responden pasien. Teknik analisis data dengan statistik frequency untuk mengetahui sebaran data dan suasana jawaban responden. Hasil menelitian menunjukkan penerapan strategi koping untuk memperkecil rasa stres pasien saat menunggu obat, hasil Customer Satisfaction menunjukkan bahwa masih ada 16,40% pasien yang tidak puas dengan pelayanan farmasi. Hal ini menunjukkan bahwa strategi koping yang digunakan belum bisa mengatasi semua penyebab ketidakpuasan. Analisis dimensi kepuasan menunjukkan bahwa dimensi Jaminan (Assurance) memiliki persentase kepuasan terendah, diikuti oleh dimensi Empati, Daya Tanggap (Responsiveness), dan Bukti Fisik (Tangibles). Dimensi Keandalan (Reliability) memiliki capaian tertinggi dengan nilai 94%, artinya pasien umumnya merasa pelayanan farmasi konsisten, akurat, dan bisa dipercaya dalam proses penyerahan obat. Kinerja yang baik pada aspek ini menunjukkan bahwa proses teknis pelayanan, seperti ketepatan pengambilan obat dan kejelasan informasi. Nilai rendah pada dimensi Jaminan dan Empati menunjukkan bahwa strategi koping yang digunakan belum bisa meningkatkan rasa aman, kepercayaan, dan kenyamanan pasien saat menunggu obat secara keseluruhan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pelayanan farmasi telah memenuhi harapan pasien dengan penerapan strategi koping sebesar 83,60%. Evaluasi terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mengurangi keluhan serta rasa tidak nyaman saat menunggu di masa depan, melalui peningkatan sarana dan prasarana pendukung.