cover
Contact Name
Anom Dwi Prakoso
Contact Email
anomdwiprakoso26@gmail.com
Phone
+6285157515166
Journal Mail Official
anom@ymci.my.id
Editorial Address
Jl. Rahtawu Raya, Desa Menawan RT 02/ 03, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Research Innovation
ISSN : 30466652     EISSN : 30324688     DOI : https://doi.org/10.64094/kzesc155
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Research Innovation - (IJHRI) merupakan jurnal ilmiah berkala yang dikelola dan diterbitkan oleh Yayasan Menawan Cerdas Indonesia. Jurnal ini memiliki fokus dan ruang lingkup ilmu kesehatan umum yang berkaitan dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat setingggi-tingginya melalui pendekatan ilmiah melalui berbagai macam pendekatan, metode dan teknik. Fokus jurnal yaitu pada masalah kesehatan secara umum dan pengembangan ilmu bidang Kesehatan meliputi Kedokteran, Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan masyarakat, Farmasi, Gizi, Fisioterapi, Manajemen Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, Rekam Medis, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan kesehatan lainnya. Jurnal ini terbit empat kali dalam satu tahun pada bulan February, Mei, Agustus, dan November tiap tahunnya.
Articles 89 Documents
PERAN PENGETAHUAN GIZI IBU, RIWAYAT ASI EKSKLUSIF, DAN TINGGI BADAN IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS PENIMBUNG, LOMBOK BARAT Putu Chandra Dewi; Diani Sri Hidayati; Sulatun Hidayati; Aena Mardiah
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/sdxrp236

Abstract

Prevalensi stunting di Kabupaten Lombok Barat dilaporkan sebesar 22,7%. Salah satu puskesmas dengan angka stunting yang menonjol adalah Puskesmas Penimbung (prevalensi 11%). Beberapa faktor risiko yang diduga berperan antara lain umur ibu saat hamil, riwayat pemberian ASI eksklusif, pengetahuan ibu tentang gizi, dan tinggi badan ibu. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi, riwayat pemberian ASI eksklusif, dan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Penimbung, Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 173 ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Penimbung. Responden dipilih secara simple random sampling. Data mengenai tingkat pengetahuan ibu tentang gizi, riwayat pemberian ASI eksklusif, dan tinggi badan ibu dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-square. Dari analisis ditemukan bahwa 7 balita (4,0%) berasal dari ibu dengan tingkat pengetahuan gizi rendah; hubungan antara pengetahuan ibu dan kejadian stunting signifikan secara statistik (p = 0,004). Sebanyak 7 balita (4,0%) tidak menerima ASI eksklusif; riwayat pemberian ASI eksklusif berhubungan signifikan dengan stunting (p = 0,025). Selain itu, terdapat 12 balita stunting yang ibunya bertubuh pendek, dan hubungan tinggi badan ibu dengan stunting juga signifikan (p = 0,017). Tingkat pengetahuan ibu tentang gizi, riwayat pemberian ASI eksklusif, dan tinggi badan ibu kemungkinan merupakan faktor risiko penting terkait kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Penimbung, Lombok Barat.
HUBUNGAN JUDI ONLINE DENGAN POLA TIDUR PADA DEWASAMUDA DI DESA TERUWAI KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Melissa Adelia Sukardi; Danang Nur Adiwibawa; Irwan Syuhada; Aena Mardiah
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/48baxa18

Abstract

Pola tidur yang buruk, ditandai dengan durasi, kualitas, dan waktu istirahat yang tidak memadai, dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental. Kecanduan judi daring (online gambling) merupakan salah satu faktor risiko yang berpotensi mengganggu pola tidur melalui berbagai mekanisme, seperti paparan cahaya biru, stres finansial, dan perilaku begadang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku judi daring dan pola tidur pada dewasa muda. Studi kuantitatif ini menggunakan pendekatan potong lintang (cross-sectional study) dengan melibatkan 103 dewasa muda di Desa Teruwai, Kabupaten Lombok Tengah. Responden dipilih secara acak menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-square untuk menentukan signifikansi hubungan dengan tingkat kepercayaan 95% (p < 0,05). Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 103 responden, 49 (47,6%) memiliki riwayat judi daring. Ditemukan adanya pola tidur yang terganggu pada 34 responden (37,8%), pola tidur ringan pada 16 responden (26,7%), dan pola tidur baik pada 33 responden (35,6%). Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara riwayat judi daring dan pola tidur yang terganggu pada populasi dewasa muda di wilayah studi. Dewasa muda yang memiliki riwayat perilaku judi daring di Desa Teruwai lebih cenderung mengalami pola tidur yang terganggu. Temuan ini menyoroti pentingnya intervensi dan edukasi mengenai risiko kesehatan yang terkait dengan judi daring, terutama dalam kaitannya dengan kualitas tidur.
STUDI IN-VITRO: PERBANDINGAN EFEKTIFITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL) 40%, 50%, DAN 70% TERHADAP ISOLAT BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Annas Burman, Annas; Widaninggar Rahma Putri; Novita Eka Putri
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/5xpx1j20

Abstract

Penyakit infeksi di indonesia berkontribusi pada julam kematian tertinggi di kalangan anak usia 29 hari hingga 11 bulan,dengan penumonia menjadi penyebab utama (73,9%), yang mayoritas disebabkan oleh infeksi bakteri staphyloccus aureus. Resistensi  antibiotik terhadap bakteri patogen saat ini menjadi tantangan global. Pemanfaatan ekstrak dari tanaman menjadi alternatif yang menjanjikan untuk mengatasi masalah resitensi antbiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri tradisional ekstrak kunyit ( Curcuma domestica val ) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode uji yaitu uji disc difusi menggunakan konsentrasi ekstrak  40%, 50%, dan 70%,). Teknik pengolahan data menggunakan uji normalitas Saphiro wilk hasil yang didapatkan normal, dilanjutkan dengan uji homogenitas didapatkan hasil p-value 0,041<0,05 yang menindikasikan varian tidak homogen, karena data tidak homogen dilanjutkan dengan uji post hoc test game howell. Ekstrak kunyit memiliki kandungan senyawa aktif yang berperan serta penting  dalam aktivitas antibakteri senyawa yang dimaksud seperti fenol , alkaloid, flavonoid, kurkumin, minyak astiri, saponin, dan tanin. Hasil menujukkan bahwa ekstrak kunyit memiliki daya hambat yang besar terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan nilai rata-rata zona hambat terbesar pada konsentrasi 70% (29,4 mm) masuk dalam kategori sensititiv dibandingkan dengan Amoxycillin dengan nilai rata-rata zona hambat terbesar (17,4 mm) masuk dalam kategori intermediet. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kunyit berpotensi sebagai antibakteri  alternatif atau antibakteri alami terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Diperlukan penelitian lanjutan dengan menggunakan bahan alam lain yang memiliki aktivitas antibakteri.
ANALISIS FASILITAS DAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP MINAT KUNJUNGAN ULANG PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT Fitri Nur Befika Aulia; Hendra Dwi Kurniawan; Lilik Sriwiyati; Anastasia Lina Dwi Nursanti
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/prntd516

Abstract

Fasilitas dan kualitas pelayanan merupakan faktor utama yang memengaruhi keputusan pasien dalam memilih layanan kesehatan. Kekurangan fasilitas maupun pelayanan yang kurang memuaskan dapat menurunkan loyalitas dan minat kunjungan ulang pasien. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang bervariasi, namun belum banyak yang menjelaskan faktor mana yang lebih dominan memengaruhi minat kunjungan ulang pasien rawat inap di rumah sakit Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Ruang Kawung RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta pada 24 Oktober–24 November 2024. Sebanyak 69 responden dipilih dengan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Chi-Square serta regresi logistik berganda dengan tingkat kepercayaan 95%. Fasilitas berhubungan signifikan dengan minat kunjungan ulang (OR = 6,691; CI 95%: 1,895–23,627; p = 0,002), demikian pula kualitas pelayanan (OR = 6,111; CI 95%: 1,867–19,999; p = 0,002). Hasil analisis multivariat menunjukkan fasilitas (B = 2,141) memiliki hubungan yang sedikit lebih kuat dibandingkan kualitas pelayanan (B = 2,060). Fasilitas dan kualitas pelayanan terbukti memengaruhi minat pasien untuk melakukan kunjungan ulang. Fasilitas yang baik meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan, sedangkan kualitas pelayanan yang baik meningkatkan kepuasan dan loyalitas pasien. Fasilitas menunjukkan pengaruh yang lebih dominan, sehingga rumah sakit perlu memprioritaskan peningkatan sarana fisik disertai dengan pelayanan yang berkualitas. Fasilitas dan kualitas pelayanan berhubungan signifikan terhadap minat kunjungan ulang pasien, dengan fasilitas memiliki pengaruh yang lebih dominan.  
HUBUNGAN PAPARAN TIMBAL DENGAN KADAR HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT PEKERJA INDUSTRI KERAMIK DI PADUKUHAN KAJEN BERDASARKAN LAMA MASA KERJA Pratama, Ferdinanda Adji; Sri Martuti; Isnin Aulia Ulfah Mu’awanah
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/8amfwn36

Abstract

Timbal merupakan unsur logam berat yang memiliki sifat beracun dan banyak digunakan dalam kehidupan masyarakat. Secara global, timbal menjadi bahan kimia lingkungan yang tersebar secara melimpah dan memiliki efek toksisitas yang berbahaya bagi kesehatan. Salah satu dampak kesehatan yang disebabkan paparan timbal adalah sistem hematopoetik yang berdampak pada penurunan kadar hemoglobin dan hematokrit. Paparan timbal yang terakumulasi dalam darah diakibatkan oleh faktor-faktor seperti pembakaran bahan bakar fosil, industri aki, industri keramik, industri cat, korosi sistem perpipaan, produk kosmetik, dan pestisida. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan paparan timbal dengan kadar hemoglobin dan hematokrit pekerja industri keramik di Padukuhan Kajen berdasarkan masa kerja. Teknik pengolahan data menggunakan uji normalitas Saphiro wilk hasil yang didapatkan tidak normal, sehingga dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman’s rho. Berdasarkan uji didapatkan hasil p-value >0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat adanya hubungan yang signifikan antara kadar timbal dalam darah dengan kadar hemoglobin dan hematokrit serta hubungan antara masa kerja dengan kadar timbal dalam darah. Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar timbal tidak mempengaruhi hemoglobin dan hematokrit serta masa kerja tidak memiliki pengaruh terhadap akumulasi kadar timbal dalam darah  
QUALITY CONTROL GLUKOSA DAN TRIGLISERIDA DENGAN GRAFIK LEVEY JENNINGS DI RSUD SLEMAN Khadijah, Siti; Aji Bagus Widyantara; Isnin Aulia Ulfah Mu’awanah
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/ajsfd804

Abstract

Laboratorium klinik berperan penting dalam menunjang diagnosis dan pemantauan kondisi pasien termasuk kasus Diabetes Melitus melalui penyediaan hasil pemeriksaan yang akurat dan presisi. Penerapan sistem penjaminan mutu seperti Pemantapan Mutu Internal (PMI) yang melibatkan kegiatan Quality Control (QC) diperlukan untuk memastikan keandalan hasil tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil QC pemeriksaan glukosa darah sewaktu dan trigliserida di Laboratorium RSUD Sleman, yang menggunakan alat Cobas C311 Chemistry Analyzer untuk menilai stabilitas hasil pemeriksaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari hasil QC bulan Oktober hingga Desember 2024. Evaluasi QC dilakukan menggunakan grafik Levey-Jennings dan aturan Westgard dengan bahan kontrol harian komersial assayed merk Roche Level 1 (normal) dan Level 2 (high). Bahan kontrol ini berbentuk liofisilat (bubuk). Berdasarkan data QC periode tersebut, masih ditemukan penyimpangan aturan grafik levey-jennings yang memenuhi kriteria peringatan dan penolakan akibat kesalahan acak dan sistematis. Hasil uji akurasi dan presisi QC untuk pemeriksaan glukosa darah sewaktu dan trigliserida masih berada dalam batas toleransi, yaitu akurasi (±10%) dan presisi (5% dan 7%). Hasil evaluasi grafik levey-jennings berdasarkan aturan Westgard menunjukkan tidak adanya nilai kontrol yang memenuhi kriteria pelanggaran aturan , . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi QC secara rutin penting dilakukan untuk menjaga kualitas hasil pemeriksaan laboratorium. Jika ada penyimpangan, perlu segera ditindaklanjuti agar hasil tetap valid dan dapat dipercaya.  
KORELASI ANTARA HbA1c DENGAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PASIEN DM TIPE 2 DI RS UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Deprima Rizkika Azahra; Arifiani Agustin Amalia; Joko Murdiyanto
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/xwrvyg67

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis dengan risiko komplikasi serius, salah satunya melalui gangguan profil lipid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dengan kadar trigliserida pada pasien DM Tipe 2. Desain penelitian menggunakan pendekatan analitik observasional dengan teknik cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden. Analisis normalitas data dilakukan dengan uji Shapiro-Wilk, menunjukkan bahwa data HbA1c berdistribusi normal (p = 0,086), sedangkan trigliserida tidak berdistribusi normal (p < 0,001), sehingga uji korelasi yang digunakan adalah Spearman rank correlation. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (60%) dan berada pada kelompok usia 51–60 tahun (60%). Rata-rata kadar HbA1c adalah 8,247%, melebihi batas kontrol glikemik yang baik (<7%), sedangkan rata-rata kadar trigliserida adalah 232,33 mg/dL, termasuk kategori tinggi (>150 mg/dL). Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kadar HbA1c dengan kadar trigliserida (p = 0,035) dengan nilai koefisien korelasi 0,386, yang menandakan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi kadar HbA1c, maka semakin tinggi pula kadar trigliserida pada pasien DM tipe 2. Hasil ini menegaskan pentingnya kontrol glikemik yang baik untuk mencegah komplikasi kardiovaskular melalui perbaikan profil lipid.  
TARGET SIGN SEBAGAI KUNCI DIAGNOSIS INVAGINASI ILEOKOLIKA PADA ANAK: SEBUAH LAPORAN KASUS Dewi, Ni Putu Lilis Rasnita; Ni Putu Udayani Nesa
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/qvvz3j15

Abstract

Invaginasi usus merupakan salah satu penyebab utama obstruksi usus pada bayi dan anak-anak. Diagnosis yang cepat dan akurat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius sehingga ultrasonografi (USG) telah menjadi modalitas diagnostik pilihan karena sifatnya yang non-invasif, aman, serta memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi. Gambaran ultrasonografi khas invaginasi meliputi Target sign atau Doughnut sign pada potongan transversal dan Pseudokidney sign pada potongan longitudinal. Laporan kasus ini memaparkan seorang bayi laki-laki berusia 1 tahun yang datang dengan keluhan nyeri abdomen, distensi abdomen, muntah, dan demam. Pemeriksaan ultrasonografi abdomen mengidentifikasi Target sign yang khas pada invaginasi. Pasien selanjutnya menjalani laparotomi eksplorasi dan reseksi segmen usus. Kasus ini menegaskan peran penting ultrasonografi sebagai modalitas utama dalam menegakkan diagnosis invaginasi pada anak karena Pseudokidney sign tidak terdokumentasi, gambaran Target sign sudah cukup kuat untuk konfirmasi diagnosis dan penentuan tindakan terapi. Deteksi dini invaginasi sangat krusial dalam mencegah progresi menjadi ileus total dan komplikasi serius lainnya.  
PENATALAKSAAN FISIOTERAPI PADA BELL’S PALSY DEXTRA DENGAN INFRA RED, ELECTRICAL STIMULATION, DAN MASSAGE Achmad Muhzadi Hazir; Irawan Wibisono
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/rxjpn350

Abstract

Bell’s Palsy merupakan kelemahan akut otot wajah akibat lesi saraf fasialis perifer (LMN) yang muncul secara mendadak dan menyebabkan gangguan ekspresi wajah. Beberapa faktor risiko seperti paparan udara dingin, penggunaan AC atau kipas angin berlebihan, serta infeksi virus herpes telah dikaitkan dengan munculnya kondisi ini. Fisioterapi berperan penting untuk mengurangi nyeri, merangsang aktivitas neuromuskular, serta meningkatkan fungsi otot wajah melalui penggunaan Infra Red (IR), Electrical Stimulation (ES), dan Massage. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penatalaksanaan fisioterapi menggunakan IR, ES, dan Massage terhadap nyeri, kekuatan otot, dan fungsi wajah pada pasien Bell’s Palsy Dextra. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif pada satu pasien dengan Bell’s Palsy Dextra yang menjalani terapi IR, ES, dan Massage sebanyak empat sesi. Pengukuran menggunakan Visual Analogue Scale (VAS), Manual Muscle Testing (MMT), dan skor fungsional Ugo Fisch. Hasil penelitian menunjjukan setelah empat sesi terapi, terjadi penurunan nyeri tekan di belakang telinga, peningkatan kekuatan otot wajah (M. Frontalis, Nasalis, dan lainnya), serta perbaikan fungsi wajah seperti kemampuan menutup mata rapat, mengerutkan dahi, dan tersenyum secara lebih simetris. Penatalaksanaan fisioterapi menggunakan IR, ES, dan Massage memberikan perbaikan signifikan pada nyeri, kekuatan otot, dan fungsi wajah pada pasien Bell’s Palsy Dextra. Modalitas ini efektif sebagai bagian dari rehabilitasi komprehensif.  
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BAWANGPUTIH TUNGGAL ALLIUM SATIVUM L TERHADAP BAKTERISALMONELLA TYPHIMURIUM DAN SHIGELLA BOYDII PENYEBABPENYAKIT DIARE Denda, Alpiana S; Wiwit Probowati; Widaninggar Rahma Putri
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/jz41km49

Abstract

Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan global yang serius dan merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah usia lima tahun, terutama di negara berkembang. Shigella boydii ATCC 9207 dan Salmonella typhimurium ATCC 14028 merupakan bakteri Gram negatif utama penyebab infeksi diare. Meningkatnya kasus resistensi antibiotik mendorong upaya pencarian agen antibakteri alternatif berbasis bahan alami, salah satunya bawang putih tunggal (Allium sativum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol bawang putih tunggal terhadap Salmonella typhimurium dan Shigella boydii. Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer) dengan ekstrak yang diperoleh melalui proses maserasi menggunakan etanol 96%. Uji antibakteri dilakukan terhadap Salmonella typhimurium ATCC 14028 dan Shigella boydii ATCC 9207 pada konsentrasi ekstrak 50%, 70%, dan 90%, dengan kontrol positif berupa kloramfenikol dan kontrol negatif berupa aquades steril, masing-masing dilakukan lima kali ulangan. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Kruskal-Wallis, dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bawang putih tunggal tidak menghasilkan zona hambat terhadap Salmonella typhimurium pada seluruh konsentrasi, sedangkan terhadap Shigella boydii menunjukkan aktivitas antibakteri lemah pada konsentrasi 70% dan 90%, dengan rata-rata zona hambat masing-masing sebesar 1,2 mm dan 1,7 mm. Kesimpulannya, ekstrak etanol bawang putih tunggal berpotensi sebagai agen antibakteri alami terhadap Shigella boydii ATCC 9207, namun tidak efektif terhadap Salmonella typhimurium ATCC 14028.