cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 No. 14 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teologi Islam
Published by Indo Publishing
ISSN : 30906938     EISSN : 30906946     DOI : https://doi.org/10.63822/jti
Discusses on Islamic theology, Islamic education, Islamic studies and information about the results of scientific studies for academics and practitioners in the field of Islamic education both theory and practice, researches of Islamic Education include: the development of instruments in evaluation of Islamic Education, development of instructional Islamic Education media, Islamic Education learning model development, and action research.
Articles 53 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)" : 53 Documents clear
Manajemen Konflik dalam Pernikahan: Analisis Surah An-Nisā’ Ayat 34-35 Muhammad Soleh; Halimatussadiyah; Kusnadi; Pathur Rahman
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rvayqt37

Abstract

Pernikahan adalah ikatan yang menyatukan dua insan yang berbeda menjadi satu.  Hal ini sering menyebabkan muncul konflik di dalamnya.  Oleh karenanya, manajemen konflik dalam pernikahan adalah suatu hal yang sangat penting. Tulisan ini akan mengkaji manajemen konflik dalam pernikahan dari sudut pandang Al-Qur'an surah An-Nisā' ayat 34-35. Penelitian ini akan menggunakan metode analisis dengan pendekatan konflik manajemen Thomas-Kilmann. Dari hasil analisis, ditemukan bahwa ada lima model managemen konflik yang ditemukan dalam An-Nisā' ayat 34-35, yaitu collaborating (menentukan kesepakatan bersama), competing (suami mendominasi istri), avoiding (menghindar), accomodating (mengalah dan berkorban), dan compromising (menyesuaikan keinginan). Selain itu, ditemukan juga bahwa tingkat penyelesaian konflik meliputi penyelesaian konflik yang dilakukan sendiri oleh suami-istri, melalui perwakilan, dan peran serta masyarakat dalam proses menyelesaikan sengketa konflik dalam pernikahan.
Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Pendidikan Islam: Upaya Strategis dan Tantangan Muhammad Fajrin Alfadilah; Febri Sugiyanto; Musyarapah; Triwid Syafarotun Naiah
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/4t973z80

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peranan fundamental dalam membentuk individu yang tidak hanya memahami ajaran agama secara mendalam, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, pengelolaan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga dan meningkatkan mutu lembaga pendidikan Islam. Pengelolaan SDM dalam pendidikan Islam tidak terlepas dari berbagai tantangan, baik dari sisi internal lembaga maupun pengaruh eksternal yang terus berkembang. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan SDM harus dilakukan secara berkelanjutan dengan penerapan fungsi-fungsi manajerial yang tepat, seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Keberhasilan manajemen SDM sangat dipengaruhi oleh sejumlah strategi penting, antara lain proses rekrutmen yang selektif, peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan, kepemimpinan yang memiliki visi, sistem penilaian kinerja yang objektif, pemanfaatan teknologi informasi, serta kolaborasi antar lembaga pendidikan. Di sisi lain, lembaga pendidikan Islam juga harus siap menghadapi tantangan eksternal seperti kemajuan teknologi, perubahan struktur demografis, pergeseran nilai-nilai sosial, tekanan ekonomi, serta dinamika kebijakan hukum dan politik. Oleh karena itu, respons yang cepat dan sistem pengelolaan internal yang adaptif sangat dibutuhkan agar lembaga tetap mampu bersaing dan menjawab tuntutan zaman. Dengan manajemen SDM yang efektif dan terarah, lembaga pendidikan Islam akan lebih mudah dalam mewujudkan visinya untuk mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam keimanan, dan berakhlak mulia sesuai ajaran Islam.  
Pengertian Hukum Perjanjian: Perbandingan Konsep dalam Perspektif Syariah dan Konvensional Annisa Zakiyatul Fadlila
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/e6sewm94

Abstract

Artikel ini membahas terkait dengan pengertian hukum perjanjian dengan membandingkan konsep-konsep yang ada dalam perspektif Syariah dan konvensional. Tujuan utama dari penulisan artikel ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang perbedaan dan persamaan antara kedua sistem hukum tersebut dalam mengatur perjanjian, serta implikasinya terhadap praktik hukum di masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber hukum primer dan sekunder, termasuk teks-teks hukum, buku, artikel, dan jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif Syariah, hukum perjanjian sangat menekankan pada keadilan, kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Islam, dan larangan terhadap unsur yang merugikan, seperti riba dan gharar. Sementara itu, hukum perjanjian konvensional lebih mengutamakan kebebasan berkontrak dan perlindungan hak-hak individu dengan prinsip kepastian hukum. Perbandingan ini mengungkapkan perbedaan mendasar dalam pendekatan dan penerapan hukum perjanjian antara kedua sistem, serta memberikan wawasan mengenai potensi integrasi elemen-elemen positif dari keduanya.
Kontrak Baku dalam Perspektif Hukum Perjanjian di Indonesia Erma Dwiyanti
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/wd240t93

Abstract

Kontrak baku merupakan bentuk perjanjian yang sering digunakan dalam praktik transaksi modern, terutama oleh pelaku usaha dalam hubungan bisnis dengan konsumen. Artikel ini membahas kontrak baku dari perspektif hukum perjanjian di Indonesia, dengan fokus pada prinsip kebebasan berkontrak, keadilan dalam perjanjian, serta perlindungan terhadap pihak yang lemah, khususnya konsumen. Melalui pendekatan yuridis normatif dengan analisis terhadap peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, dan doktrin, ditemukan bahwa meskipun kontrak baku sah secara hukum, penerapannya sering menimbulkan ketidakseimbangan posisi para pihak. Oleh karena itu, perlindungan hukum terhadap konsumen harus terus diperkuat untuk menjamin asas keadilan dalam setiap perjanjian.
Rekonstruksi Epistemologi di Era Postmodernisme: Studi atas Gagasan Islamisasi Ilmu menurut Ismail Raji Al-Faruqi Eva Dewi; Amril M; Amin Maksum
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/43v63g24

Abstract

Perkembangan epistemologi di era postmodernisme telah menggugah diskursus filsafat ilmu untuk meninjau ulang relasi antara ilmu pengetahuan, nilai, dan otoritas. Dalam konteks ini, Ismail Raji al-Faruqi menawarkan gagasan besar mengenai Islamisasi ilmu sebagai respons terhadap dominasi epistemologi Barat yang sekuler dan terfragmentasi. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi gagasan epistemologis Al-Faruqi dalam kerangka pemikiran postmodern. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan historis-filosofis, yang menelaah karya-karya primer Al-Faruqi serta literatur filsafat kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islamisasi ilmu menurut Al-Faruqi bukan sekadar integrasi normatif antara Islam dan ilmu pengetahuan, melainkan usaha merombak fondasi epistemologis ilmu agar selaras dengan tauhid. Dalam kerangka postmodern, gagasan ini relevan sebagai tawaran alternatif terhadap epistemologi relativistik yang kehilangan pusat nilai. Kajian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi pemikiran Al-Faruqi penting untuk membangun paradigma ilmu yang integral, etis, dan berbasis pada wahyu.
Rekonstruksi Peran Kepala Sekolah, Guru, dan Pengawas dalam Perspektif Kebijakan Pengelolaan Pendidikan Agama Islam Muhammad Syaifuddin; Asmuri; Amin Maksum
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/mq0rew17

Abstract

Kebijakan pengelolaan pendidikan agama Islam di sekolah dan madrasah menempatkan kepala sekolah, guru, dan pengawas sebagai aktor strategis dalam menjamin mutu pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi peran ketiganya berdasarkan ketentuan normatif dalam regulasi pemerintah, khususnya regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan. Pendekatan yang digunakan adalah studi pustaka dengan teknik analisis dokumen terhadap Peraturan Menteri Agama, Keputusan Dirjen Pendis, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki fungsi manajerial dan supervisi kebijakan, guru sebagai pelaksana kurikulum berbasis nilai keagamaan, dan pengawas sebagai penjamin mutu dan pelaksana evaluasi kebijakan di lapangan. Rekonstruksi peran ini penting sebagai upaya memperkuat integrasi peran kelembagaan dalam meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam secara sistemik. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan tata kelola pendidikan Islam berbasis kebijakan publik yang responsif dan adaptif.
Literature Review terhadap Strategi Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam Nasution, Sumiah; Ismail, Ismail
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/md622956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis berbagai strategi pendidikan karakter dalam perspektif Islam dengan menggunakan metode systematic literature review (SLR). Data diperoleh dari 10 artikel ilmiah dan 6 buku akademik yang diterbitkan pada kurun waktu 2014 hingga 2024. Hasil kajian mengidentifikasi lima strategi utama, yaitu: (1) keteladanan (uswah hasanah), (2) pembiasaan nilai-nilai positif, (3) pemberian nasihat yang baik (mau’izhah hasanah), (4) penciptaan lingkungan edukatif yang religius, dan (5) integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum pembelajaran. Kelima strategi ini memiliki dasar normatif yang kuat dalam ajaran Islam serta menunjukkan relevansi yang tinggi dengan kebutuhan pendidikan karakter di era modern. Namun, implementasi strategi-strategi tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya pelatihan guru, lemahnya peran keteladanan, dan ketiadaan instrumen evaluasi karakter Islami yang sistematis. Kajian ini merekomendasikan penguatan inovasi pedagogis, pemanfaatan media digital Islami, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan komunitas dalam membangun pendidikan karakter yang berbasis nilai-nilai Islam secara berkelanjutan.
إِعْمَالُ الْكَلَامِ أَوْلَى مِنْ إِهْمَالِهِ Jumita Riska; Sukiati, Sukiati; Heri Firmansyah
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0rzpcg68

Abstract

Qawa’id Fiqhiyyah adalah salah satu dari cabang ilmu yang terus berkembang dan sering muncul dalam perbincangan dan juga memiliki peran yang sangat besar dalam penetapan hukum, kajian dan ijtihad hukum. Qawaid fiqhiyyah juga disebut dengan kaidah-kaidah fikih yang merupakan suatu ilmu yang membahas tentang prinsip-prinsip fikih dalam mentapkan hukum-hukumnya secara umum yang bersifat khusus.  Penulisan dalam bentuk karya ilmiah ini bermaksud untuk menjelaskan sekilas secara dasar makna atau maksud dari pada qawaid fiqhiyah إِعْمَالُ الْكَلَامِ أَوْلَى مِنْ إِهْمَالِهِ  serta penerapannya di dalam hukum keluarga Islam. Di dalam sebuah keluarga tentunya banyak sekali permasalahan yang muncul, seperti pada jaman sekarang banyak sekali permasalahan keluarga kontemporer yang terus muncul tiada habisnya yang mungkin sebahagian dari pada permasalahan tersebut tidak memiliki dalil secara jelas dalam makna penyelesaiannya. Salah satu penyelesaian hukum kontemporer yang bisa digunakan secara terus berkembangnya jaman serta permasalahannya yaitu salah satunya dengan menggunakan qawaid fiqqhiyah. Hampir semua kaidah fikih yang telah dirumuskan oleh para ulama dapat dipergunakan pada masalah-masalah hukum keluarga Islam. Metode yang digunakan pada penulisan ini ialah kualitatif dengan pendekatan normatif deskriptif. Pendekatan normatif pada penulisan ini karya ilmiah ini dipakai sebagai refrensi atau pedoman dalam penjelasan kaidah-kaidah fikih serta penerapannya. Lalu pendekatan deskriptif digunakan sebagai penjelasan uraian pada masalah-masalah penerapan kaidah-kaidah fikih dalam hukum keluarga Islam.
Digitalisasi dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Telaah Kontekstual terhadap Dinamika Sosial dan Pendidikan di Indonesia Viva Khoirun Amala; Chusnul Chotimah; Imam Junaris
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ffyg2g64

Abstract

The development of digital technology has had a significant impact on the world of education, including Islamic Religious Education (PAI). The PAI curriculum is required to transform in order to remain relevant to the needs of students in the digital era and in line with the ever-changing social dynamics. This study aims to examine how digitalization is integrated into the PAI curriculum and its implications for strengthening character, mastering 21st-century competencies, and increasing learning effectiveness. The method used is a qualitative approach with library research, which analyzes curriculum documents, previous research results, and relevant scientific literature. The results of the study show that the digitalization of the PAI curriculum can enrich learning strategies through the use of digital media, encourage student-centered learning, and strengthen Islamic values ​​through contextual and collaborative approaches. However, this process also faces challenges such as low digital literacy of teachers, potential media misuse, and infrastructure gaps. Therefore, the development of an adaptive PAI curriculum for the digital era requires an active role from all stakeholders, so that religious education remains meaningful, relevant, and contributive in forming a generation that is faithful, knowledgeable, and has noble character.
Penelitian Klasik Mengenai Bunyi dan Mufrodat Maria Andieni Juniyanti; Ubaid Ridlo
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/tej00586

Abstract

Penelitian klasik mengenai bunyi dan mufrodat dalam bahasa telah lama menjadi fokus kajian dalam bidang linguistik. Fenomena perubahan bunyi atau fonologi berperan penting dalam perkembangan kosakata (mufrodat) suatu bahasa dari waktu ke waktu. Perubahan ini terjadi melalui berbagai proses fonologis, dan semua ini memengaruhi pembentukan dan transformasi kata dalam suatu bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana perubahan bunyi dalam sejarah perkembangan bahasa mengarah pada pembentukan mufrodat. Selain itu, makalah ini berisi tentang pengertian ilmu bunyi dan fokus pembahasan pada teori klasik yaitu fonologi. Serta pengertian mengenai mufrodat dengan menggunakan pendekatan linguistik klasik. Makalah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami hubungan antara bunyi dan mufrodat dalam bahasa, serta memperkaya studi linguistik terkait dengan dinamika perubahan bahasa.