cover
Contact Name
Anwar Hafidzi
Contact Email
anwar.hafidzi@uin-antasari.ac.id
Phone
+6285251295964
Journal Mail Official
journalsharia@gmail.com
Editorial Address
Sharia Journal and Education Center Publishing Jalan Gotong Royong, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia Kode Pos 70711
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory
ISSN : 30310458     EISSN : 30310458     DOI : https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i3.1280
Core Subject : Religion, Social,
The Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory (IJIJEL) is a peer-reviewed academic journal that focuses on advancing research in Islamic jurisprudence, economics, and legal theory within the Indonesian context. Published quarterly (March, June, September, and December), the journal serves as a platform for scholars, researchers, and practitioners to explore theoretical and practical developments in Islamic law. IJIJEL welcomes original research articles, conceptual papers, critical reviews, and comparative studies covering topics such as Islamic legal methodology, contemporary jurisprudential issues, legal reform, and interdisciplinary perspectives. The journal aims to foster academic discourse, enhance understanding of Islamic law, and contribute to the integration of Islamic legal principles within Indonesia’s legal and socio-economic systems.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 550 Documents
Historisitas, Setting sosial, Intelektual dan Produk Pemikiran Hukum Islam Madzhab Arba’ah (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali) Arif Fitria, Rizal; Jalaluddin, Jalaluddin; Azhari, Fathurrahman; Hamdi, Fahmi
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.547

Abstract

Abstract This study explores the historicity and socio-intellectual influences in the development of Islamic legal thought as represented by the four major madhabs: Hanafi, Maliki, Shafi’i, and Hanbali. It delves into the historical background and social contexts that shaped the legal views of the founding imams of these madhabs and how these factors influenced their legal thought. Through analytical and descriptive approaches, this research reveals how geographical, political, and cultural differences contributed to the diversity of Islamic legal interpretations and jurisprudential practices. The study also highlights how these madhabs have adapted and evolved over time, responding to new challenges and maintaining their relevance in contemporary contexts. Thus, this study provides insights into the historical and intellectual dynamics that continue to shape Islamic law to this day. Keywords: Historicity, Four Madhabs, Islamic Law, Intellectual Thought, Social Context. Abstrak Studi ini mengeksplorasi historisitas dan pengaruh sosial-intelektual dalam pengembangan pemikiran hukum Islam yang diwakili oleh empat madzhab utama: Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali. Penelitian ini menggali latar belakang historis dan konteks sosial yang membentuk pandangan hukum para imam pendiri madzhab, serta bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi produk pemikiran hukum mereka. Melalui pendekatan analitis dan deskriptif, penelitian ini mengungkap bagaimana perbedaan geografis, politik, dan budaya berkontribusi pada keragaman interpretasi hukum Islam dan praktik yurisprudensi. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana madzhab-madzhab ini telah beradaptasi dan berevolusi seiring waktu, menanggapi tantangan baru dan mempertahankan relevansi mereka dalam konteks kontemporer. Dengan demikian, studi ini memberikan wawasan tentang dinamika historis dan intelektual yang terus membentuk hukum Islam hingga saat ini. Kata Kunci: Historisitas, Madzhab Arba’ah, Hukum Islam, Pemikiran Intelektual, Konteks Sosial.
Representasi Ijab Dan Qabul yang diwakilkan Dalam Kitab An- Nikah Karya Muhammad Arsyad Al- Banjari Hayati, Fauziah; Ayu Dwi Lestari, Niken; Khaikannor, Nabila
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.548

Abstract

ABSTRACT Marriage is one of the pillars of Islam which has an important role in human life. One of the conditions for a valid marriage is to have consent and qabul. Under certain conditions, consent and qabul can be delegated to other people. This research aims to analyze the representation of consent and qabul represented in the book An-Nikah by Muhammad Arsyad al-Banjari using empirical research methods, using data collection techniques, namely literature studies that examine literature reviews, journals, and marriage books by Muhammad Arsyad Al-Banjari. With this research, it is the author's great hope for the people who read this article that the application of the knowledge that the author has written can have implications in everyday life, especially in the implementation of consent to marriage. Keywords: Marriage, Consent, Represented. ABSTRAK Pernikahan merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Salah satu syarat sah pernikahan adalah adanya ijab dan qabul. Dalam kondisi tertentu, ijab dan qabul dapat diwakilkan kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi ijab qabul diwakilkan dalam kitab An-Nikah karya Muhammad Arsyad al-Banjari dengan menggunakan metode penelitian empiris, dengan menggunakan Teknik pengumpulan data yaitu studi pustaka yang menelaah literatur review, jurnal, serta kitab nikah karya Muhammad Arsyad Al-Banjari. Dengan adanya penelitian ini, besar harapan penulis kepada masyarakat yang membaca tulisan ini agar kiranya menerapkan ilu yang telah penulis tulis dapat diimplikasikan dalam kehidupan sehari hari terkhusus pada pelaksanaan ijab qabul dalam pernikahan. Kata Kunci: Pernikahan, Ijab Qabul, Diwakilkan.
Analisis Akad As-Sharf Pada Layanan Remittance PT. Wise Payments Indonesia Anugerah, Muhammad Hendy
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.549

Abstract

Abstract The rapid current of globalization makes more and more people who then look for work abroad, this then makes a need for a system of remittance mechanism that is easy, cheap and also fast. Which was later born a digital service that answered these needs called Wise Payments. This study uses normative legal research in analyzing the law as the object of its research. The data is then collected with library research and analysis is descriptive. The legal material used in this study consists of primary legal materials namely Al-Quran, Hadith, Fatwa of the Indonesia National Sharia Council. This study focuses on two aspects: first, in the remittance mechanism in the Wise Bank application there are two remittance transaction systems, namely the In House System with the maximum time completion of the transaction is 2 x 24 hours and the SWIFT System with a maximum time of completion of the transaction is 5 x 24 hours, Second, according to the Fatwa of the Indonesia National Sharia Council regarding Al-Sharf contract, may send money using Wise in House System, but there is an Prohibition using the SWIFT transfer method due to the transaction period for more than 2 x 24 hours. Second, according to the Fatwa of the Indonesia Sharia Council regarding the Wakalah Bi Al-Ujrah contract, there is a permissible ability in the authority of the bank to impose the fee of transaction transactions in the Wise Payments application. Keywords: Wise Payments Indonesia, Akad Al-Sharf, Akad Wakalah Bi Al-Ujrah Abstrak Pesatnya arus globalisasi membuat semakin banyak orang yang kemudian mencari kerja di luar negeri, hal ini kemudian membuat sebuah kebutuhan akan perlu nya sebuah sistem mekanisme remitansi yang mudah, murah dan juga cepat. Yang kemudian lahirlah sebuah layanan digital yang menjawab kebutuhan tersebut yang dinamakan Wise Payments. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif dalam menganalisis hukum sebagai objek penelitianya. Data kemudian dikumpulkan dengan studi kepustakaan (library research) dan analisisnya bersifat deskriptif. Bahan hukum yang digunakan didalam penelitian ini terdiri dari bahan hukum primer yaitu Al-Quran, Hadis, Fatwa Dewan Syariah Nasional. Studi ini berfokus pada dua aspek: Pertama, didalam mekanisme remitansi di Aplikasi Wise Bank terdapat dua sistem transaksi remitansi, yaitu In House System degan maksimal waktu penyelesaian transaksi adalah 2 x 24 Jam dan SWIFT System dengan waktu maksimal penyelesaian transaksi adalah 5 x 24 jam, Kedua menurut Fatwa Dewan Syariah Nasional Tentang Akad Al-Sharf, boleh melakukan pengiriman uang menggunakan Wise In House System, namun terdapat ketidakbolehan menggunakan metode transfer SWIFT dikarenakan jangka penyelesaian transkasi lebih dari 2 x 24 jam. Kedua, menurut Fatwa Dewan Syariah Tentang Akad Wakalah Bi Al-Ujrah, ada kebolehan dalam wewenang bank membebankan biaya transaksi pengiriman uang dalam aplikasi Wise Payments. Kata Kunci: Wise Payments Indonesia, Akad Al-Sharf, Akad Wakalah Bi Al-Ujrah
Revitalisasi Dan Piloting Kantor Urusan Agama Di Indonesia (Dinamika Hukum Islam Berbasis Kemaslahatan) Erfan, Zainul; Jalaluddin, Jalaluddin; Azhari, Fathurrahman; Hamdi, Fahmi
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.551

Abstract

Abstract This research examines the revitalization and pilot of the Office of Religious Affairs (KUA) in Indonesia, particularly in relation to the implementation of benefit-based Islamic law. The Ministry of Religious Affairs is under pressure to improve public services by embracing digitalization and making them more accessible. As a crucial part of the ministry's services, the KUA needs to reflect the commitment to nurturing the community. The revitalization involves digital applications for easier access to KUA services, improving infrastructure and human resources, and implementing good governance principles in e-government. The objective is to enhance the efficiency, transparency, and quality of public services. The digitalization efforts include online registration, information dissemination, consultations, digital document services, and monitoring and evaluation. The research findings indicate that the revitalization through digitalization strengthens public services, increases transparency, and meets the community's expectations for improved efficiency and accessibility. The efforts align with the KUA's functions and support the dynamics of Islamic law in Indonesia. Keywords: Revitalization, piloting, religious affairs office, Indonesia Abstrak Penelitian ini mengkaji revitalisasi dan uji coba Kantor Urusan Agama (KUA) di Indonesia, khususnya dalam kaitannya dengan implementasi hukum Islam berbasis kemaslahatan. Kementerian Agama berada di bawah tekanan untuk meningkatkan layanan publik dengan merangkul digitalisasi dan membuatnya lebih mudah diakses. Sebagai bagian penting dari layanan kementerian, KUA perlu mencerminkan komitmen untuk mengayomi masyarakat. Revitalisasi ini melibatkan aplikasi digital untuk memudahkan akses ke layanan KUA, meningkatkan infrastruktur dan sumber daya manusia, serta menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik dalam e-government. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas layanan publik. Upaya digitalisasi tersebut meliputi pendaftaran online, penyebaran informasi, konsultasi, layanan dokumen digital, serta pemantauan dan evaluasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi melalui digitalisasi memperkuat layanan publik, meningkatkan transparansi, dan memenuhi harapan masyarakat untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas. Upaya-upaya tersebut sejalan dengan fungsi KUA dan mendukung dinamika hukum Islam di Indonesia. Kata Kunci: Revitalisasi, piloting, kantor urusan agama, indonesia
Politik Hukum Antar Bangsa (Siyasah Dauliyah Indonesia Dalam Perdamaian Dunia) Erfan, Zainul; Hasan, Ahmadi; Umar, Masyitah; Khasyi'in, Nuril
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.552

Abstract

Abstract This research explores Indonesia's role in the politics of international law, or Siyasah Dauliyah, in the context of world peace. As one of the important countries in the international arena, Indonesia plays a significant role in maintaining global peace through various initiatives and active participation. Indonesia has long contributed to the mission of world peace, whether through sending peace aid, acting as a negotiator, or becoming a peacemaker in various disputes and conflicts between countries. Indonesia's voice is well heard by other countries, and its strategic role is recognized internationally. Indonesia's Siyasah Dauliyah in world peace not only brings honor to the country's name, but also shows Indonesia's commitment to global stability and security. Indonesia's free, active and democratic foreign policy makes it a country capable of maintaining the global security ecosystem from various turmoil and conflict. Indonesia's participation in international organizations strengthens its role, especially among developing countries on their way to developed country status. In addition to engaging with Non-Aligned countries, Indonesia has also actively forged friendships with developed countries in the Western bloc, strengthening its bargaining power and position in the international arena. Participation in new organizations such as BRICS, which consists mainly of developed countries affiliated with the Eastern bloc, gives Indonesia the benefit of multiple blocs, enhancing its presence and role in international peace, stability and security. Keywords: Politics, Law, Interstate, Peace Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi peran Indonesia dalam politik hukum internasional, atau Siyasah Dauliyah, dalam konteks perdamaian dunia. Sebagai salah satu negara penting dalam arena internasional, Indonesia memainkan peran signifikan dalam menjaga perdamaian global melalui berbagai inisiatif dan partisipasi aktif. Indonesia telah lama berkontribusi pada misi perdamaian dunia, baik melalui pengiriman bantuan perdamaian, bertindak sebagai negosiator, maupun menjadi juru damai dalam berbagai sengketa dan konflik antar negara. Suara Indonesia didengar dengan baik oleh negara-negara lain, dan peran strategisnya diakui secara internasional. Siyasah Dauliyah Indonesia dalam perdamaian dunia tidak hanya membawa harum nama negara, tetapi juga memperlihatkan komitmen Indonesia terhadap stabilitas dan keamanan global. Kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas, aktif, dan demokratis menjadikannya sebagai negara yang mampu menjaga ekosistem keamanan global dari berbagai gejolak dan konflik. Partisipasi Indonesia dalam organisasi internasional memperkuat perannya, khususnya di antara negara-negara berkembang yang sedang menuju status negara maju. Selain berhubungan dengan negara-negara Non-Blok, Indonesia juga aktif menjalin persahabatan dengan negara-negara maju di blok Barat, memperkuat daya tawar dan posisinya di kancah internasional. Keikutsertaan dalam organisasi baru seperti BRICS, yang sebagian besar beranggotakan negara-negara maju yang terafiliasi dengan blok Timur, memberikan Indonesia manfaat dari berbagai blok, meningkatkan eksistensi dan peranannya dalam perdamaian, stabilitas, dan keamanan dunia internasional. Kata Kunci: Politik, Hukum, Antar negara, Perdamaian
Analisis Penjualan Produk Soju Halal Berdasarkan Perspektif Hukum Ekonomi Islam di Indonesia Permata, Karina; Karunia, Karunia; Ayu Lestari, Megha; Yolanda Azahra, Serla
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.556

Abstract

Abstract The influence of the Korean Wave on the food and beverage industry in Indonesia has brought the consumption trend of Halal Soju to the Indonesian people. Through a qualitative approach, this study explores how the Korean Wave has influenced the consumption trends of Indonesians, especially in terms of the food and beverage industry. This research shows that Halal Soju, as a product following the Korean Wave trend, is controversial in the context of Islamic law due to its similarity to alcoholic Soju. MUI's fatwa and Islamic economic principles are used to assert that the consumption of Halal Soju is not in accordance with religious teachings and the principles of Islamic business. Through secondary data collection from Islamic legal literature and primary sources, this research provides a detailed overview of the legal and religious implications regarding the consumption of Halal Soju in Indonesia. The results show the need for awareness of halal products and a deeper understanding of the principles of Islamic law in the context of the food and beverage industry which is influenced by global phenomena such as the Korean Wave. Keywords: Halal Soju, Business, Law Abstrak Pengaruh Korean Wave terhadap industri makanan dan minuman di Indonesia membawa tren konsumsi Soju Halal kepada masyarakat Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Korean Wave memengaruhi tren konsumsi masyarakat Indonesia, terutama dalam hal industri makanan dan minuman. Penelitian ini menunjukkan bahwa Soju Halal, sebagai produk yang mengikuti tren Korean Wave, menjadi kontroversial dalam konteks hukum Islam karena kemiripannya dengan Soju beralkohol. Fatwa MUI dan prinsip ekonomi Islam digunakan untuk menegaskan bahwa konsumsi Soju Halal tidak sesuai dengan ajaran agama dan prinsip jual beli yang sah. Melalui pengumpulan data sekunder dari literatur hukum Islam dan sumber-sumber primer, penelitian ini memberikan gambaran yang mendetail tentang implikasi hukum dan keagamaan terkait konsumsi Soju Halal di Indonesia. Hasilnya menunjukkan perlunya kesadaran akan kehalalan produk serta pemahaman yang lebih dalam terhadap prinsip hukum Islam dalam konteks industri makanan dan minuman yang dipengaruhi oleh fenomena global seperti Korean Wave. Kata Kunci: Soju Halal, Jual Beli, Hukum
Analisis Yuridis Tentang Perlindungan Hak Asasi Manusia Dalam Upaya Penegakan Hukum Elektronik (E- Law Enforcement) Sinta Sumarahati, Aris; Irawan, Andrie
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.563

Abstract

The purpose of this research is to find out the arrangements in electronic law enforcement efforts (E-law enforcement). The research method used is normative legal research, by identifying the legal framework governing E-Law Enforcement and analyzing its impact on human rights, especially in the context of privacy, freedom of expression, and access to justice. The data sources used are: 1945 Constitution, Law No. 39 of 1999 on Human Rights, Law No. 19 of 2016 Amendment to Law No. 11 of 2008 on Electronic Information and Transactions and other legal regulations related to electronic law enforcement. The data analysis technique used is a qualitative method. The results of research and data analysis can be concluded that first: Electronic law enforcement in Indonesia still has several challenges that must be faced and solutions are needed to overcome matters relating to the problems that arise. It is necessary to improve regulations to improve legal protection and security. In addition to improving regulations, international cooperation is also an important agenda in dealing with cybercrime that is transnational in nature. Second: Indonesia already has several laws and regulations governing activities in cyberspace, including electronic law enforcement. However, the existing regulations are still not comprehensive enough and do not fully accommodate the latest technological developments. The ITE Law is the main legal umbrella, but it still has weaknesses and needs to be improved. KUHAP as a criminal law enforcement guideline also does not specifically regulate electronic law enforcement. Government Regulation No. 71/2019 and the Personal Data Protection Bill are expected to strengthen aspects of personal data protection and privacy in the digital context. In addition, Indonesia needs to continue to increase the capacity and digital literacy of law enforcement officials and the general public so that electronic law enforcement can be carried out effectively and still ensure the protection of rights for its citizens. Keywords: Electronic law enforcement, Human rights protection, normative juridical analysis Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan dalam upaya penegakan hukum elektronik (E-law enforcement). Serta untuk mengetahui perlindungan HAM dalam upaya penegakan hukum elektronik (E-law enforcement).Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, dengan mengidentifikasi kerangka hukum yang mengatur E-Law Enforcement serta menganalisis dampaknya terhadap hak asasi manusia, terutama dalam konteks privasi, kebebasan berpendapat, dan akses keadilan. Sumber data yang digunakan yakni: Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, UU No. 19 Tahun 2016 Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan peraturan hukum lainnya yang berkanaan dengan penegakan hukum elektronik. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa pertama: Penegakan hukum elekronik di Indonesia masih terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi serta diperlukan solusi untuk mengatasi hal-hal yang berkenaan dengan permasalahan yang timbul. Perlu adanya perbaikan regulasi untuk meningkatkan perlindungan hukum dan keamanan. Selain penyempurnaan regulasi, kerjasama internasional juga menjadi agenda penting dalam menghadapi kejahatan siber yang bersifat lintas negara. Kedua: Indonesia telah memiliki beberapa peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang kegiatan di dunia maya, termasuk penegakan hukum elektronik. Namun, peraturan yang ada masih belum cukup komprehensif dan belum sepenuhnya mengakomodir perkembangan teknologi terkini. UU ITE merupakan payung hukum utama, tetapi masih memiliki kelemahan dan perlu disempurnakan. KUHAP sebagai pedoman penegakan hukum pidana juga belum secara spesifik mengatur tentang penegakan hukum elektronik. Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2019 dan RUU Perlindungan Data Pribadi diharapkan dapat memperkuat aspek perlindungan data pribadi dan privasi dalam konteks digital. Selain itu, Indonesia perlu terus meningkatkan kapasitas dan literasi digital bagi aparat penegak hukum serta masyarakat umum agar penegakan hukum elektronik dapat dilakukan secara efektif dan tetap menjamin perlindungan hak-hak bagi warga negaranya. Kata Kunci: Penegakan hukum elektronik, Perlindungan HAM, Analisis Yuridis Normatif
Hukum Adat Banjar Dalam Legislasi Lokal (Analisis Adat Masyarakat Banjar Dalam Pemanfaatan Sempadan Sungai Perspektif Fikih Dan Peraturan Daerah Kota Banjarmasin) Ahmad Syahir; Hanafiah, M.; Sukarni, Sukarni; Muhajir, Ahmad
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.565

Abstract

Abstract   The city of Banjarmasin will always be identified with the river as the center of culture and civilization. Since ancient times, residents of Banjarmasin City have lived side by side with rivers. Many community activities are carried out on the river, such as trading, bathing, washing and other activities. The river in Banjarmasin City is also used by residents as a water transportation route. This research aims to analyze the use of river borders by the people of Banjarmasin City from the perspective of jurisprudence and regional regulations of Banjarmasin City. The significance of this research is to enrich the literature, especially the use of river borders from the perspective of jurisprudence and regional regulations. This research uses library research. The results of the study show that the use of river borders is regulated by the fiqh and regional regulations of the City of Banjarmasin. In fiqh, border is defined as harim an-nahar which cannot be owned according to Sharia. Likewise, regional regulations also regulate the use of borders. Keywords: Riparian Zone, Local Legislation, Banjar Custom   Abstrak   Kota Banjarmasin tidak lepas dari keberadaan sungai sebagai pusat kebudayaan dan peradaban. Sejak jaman dahulu, warga Kota Banjarmasin telah hidup berdampingan dengan Sungai. Banyak aktivitas masyarakat dilakukan di atas sungai, seperti berdagang, mandi, mencuci, dan aktifitas lainnya. Sungai di Kota Banjarmasin juga dimanfaatkan warga sebagai jalur transportasi air. Penelitian ini menganalisis pemanfaatan sempadan sungai oleh masyarakat Kota Banjarmasin dari perspektif fikih dan peraturan daerah Kota Banjarmasin. Tujuan peneilitian ini adalah untuk menambah kahazanah kepustakaan khususnya dalam pemanfaatan sempadan sungai dipandang dari sudut fikih dan peraturan daerah. Penelitian menggunakan studi pustaka atau library research. Dari hasil kajian menunjukkan pemanfaatan sempadan sungai telah diatur oleh fikih dan juga peraturan daerah Kota Banjarmasin. Dalam fkhazanah fikih, sempadan diartikan harim an-nahar yang secara syar’i tidak dapat dimiliki. Demikian halnya dengan peraturan daerah juga telah mengatur pemanfaatan sempadan. Kata Kunci: Sempadan, Legislasi Lokal, Adat Banjar. 
Dinamika Politik Hukum dalam Pembentukan Peraturan Daerah: Antara Kepentingan Lokal dan Nasional Arif Fitria, Rizal; Hasan, Ahmadi; Umar, Masyitah; Khasyi'in, Nuril
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.566

Abstract

Abstract This paper discusses legal politics in the drafting of regional regulations, which is a crucial element in the formation of local policies in Indonesia. Legal politics is defined as the interaction between political power and law in the legislative process, where regional regulations (Perda) become strategic instruments to implement public policies that align with local needs and conditions. In drafting Perda, various factors such as political interests, social dynamics, and pressures from various community groups play important roles. The approach used in this research is a normative approach focusing on secondary data, including books, legislation, court decisions, legal theories, and opinions of leading scholars. This paper analyzes how legal politics influences the process of drafting Perda, focusing on the drafting mechanisms, public participation, and common obstacles. Case studies from several regions in Indonesia are used to illustrate the various challenges and best practices in drafting effective and responsive Perda that meet community needs. The analysis shows that the success of Perda drafting highly depends on the balance between political interests and equitable legal principles. Keywords: legal politics, regional regulations, public policy, public participation, Indonesia Abstrak Tulisan ini membahas tentang politik hukum dalam perancangan peraturan daerah, yang merupakan elemen penting dalam pembentukan kebijakan lokal di Indonesia. Politik hukum diartikan sebagai interaksi antara kekuasaan politik dan hukum dalam proses legislasi, di mana peraturan daerah (Perda) menjadi instrumen strategis untuk mengimplementasikan kebijakan publik yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal. Dalam perancangan Perda, berbagai faktor seperti kepentingan politik, dinamika sosial, dan tekanan dari berbagai kelompok masyarakat berperan penting. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif yang berfokus pada data sekunder, termasuk buku-buku, peraturan perundang-undangan, keputusan pengadilan, teori hukum, dan pendapat para sarjana utama. Tulisan ini menganalisis bagaimana politik hukum mempengaruhi proses penyusunan Perda, dengan fokus pada mekanisme penyusunan, partisipasi publik, dan hambatan yang sering muncul. Studi kasus dari beberapa daerah di Indonesia digunakan untuk menggambarkan berbagai tantangan dan praktik terbaik dalam perancangan Perda yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan perancangan Perda sangat bergantung pada keseimbangan antara kepentingan politik dan prinsip-prinsip hukum yang berkeadilan. Kata Kunci: politik hukum, peraturan daerah, kebijakan publik, partisipasi publik, Indonesia
Sejarah Politik Hukum Islam Dari Klasik Ke Kontemporer: Pengembangan Dan Transformasi Rizani, Rasyid; Hasa, Ahmadi; Umar, Masyithah; Khasyi'in, Nuril
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.567

Abstract

Abstract This paper discusses the Classical Islamic political thought began with the Prophet Muhammad in Medina in 622 AD. After his death, the government was held by the Khulafa Rashidin, then the Bani Umayah and Abbasid dynasties. Political Islam entered the Middle Ages after the fall of the Abbasids. The Prophet Muhammad created a new perspective among Muslims. Three groups of Islamic thought were seen: Islam is a perfect religion, Islam has no political system, and Islam does not prepare a political system but does not leave Muslims without guidance. The Prophet's political steps in Medina included the construction of the mosque, the brotherhood of the Muhajirin and Anshar, and the charter of Medina. The caliphate government was led by the caliph, who was in charge of both politics and religion. The Qur'an and hadith were the basis of the caliphs' leadership, and they had the religious responsibility of implementing religious law. The research method used is the diachronic historical method Keywords: politics, law, and Islam. Abstrak Tulisan ini membahas tentang pemikiran politik Islam abad klasik dimulai dengan Nabi Muhammad saw. di Madinah pada tahun 622 M. Setelah wafatnya, pemerintahan dipegang oleh Khulafa Rasyidin, kemudian dinasti Bani Umayah dan Abbasiyah. Politik Islam memasuki abad pertengahan setelah kehancuran Abbasiyah. Nabi Muhammad saw menciptakan perspektif baru di kalangan umat Islam. Tiga kelompok pemikiran Islam terlihat: Islam agama sempurna, Islam tidak memiliki sistem politik, dan Islam tidak menyiapkan sistem politik tetapi tidak membiarkan umat Islam tanpa pedoman. Langkah politik Rasulullah saw di Madinah termasuk pembangunan masjid, persaudaraan kaum Muhajirin dan Anshar, dan piagam Madinah. Pemerintahan khilafah dipimpin oleh khalifah, yang memegang tampuk pemerintahan di bidang politik dan agama. Al-Qur'an dan hadis menjadi dasar kepemimpinan khalifah, dan mereka memiliki tanggung jawab agama dalam pelaksanaan hukum agama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis diakronis. Kata kunci: politik, hukum, dan Islam