cover
Contact Name
Ahmad Khoiri
Contact Email
ahmadkhoiri2290@gmail.com
Phone
+6281257382028
Journal Mail Official
jppsdstkipmelawi@gmail.com
Editorial Address
Jl. RSUD Melawi Km 4 Kelakik Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat
Location
Kab. melawi,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : 30263859     DOI : 10.46368/jppsd.v3i3
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR (JPPSD) ini bertujuan untuk menerbitkan dan menyebarluaskan hasil penelitian dan studi tentang pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Artikel yang dimuat dalam jurnal adalah hasil penelitian atau pemikiran bidang pendidikan yang dilakukan oleh peneliti, guru, dan praktisi pendidikan. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak tiga kali dalam setahun yaitu bulan Januari, Mei dan September.
Articles 61 Documents
Pengaruh Pemberian Reward terhadap Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran PPKn di Sekolah Dasar Alfazuri, Nafisa
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 2 No. 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v2i3.2764

Abstract

Abstract: This study aims to evaluate the impact of reward implementation on student motivation in Civics Education. The method used is library research, gathering data from various literature sources. The results show that appropriate and relevant reward provision can enhance student motivation, strengthen the foundation of learning, and generate positive interest in Pancasila material. Rewards in the form of school supplies, verbal praise, chants, and warm touches from teachers have proven effective in creating enjoyable learning experiences and improving student performance. Wise and individualized reward implementation is key to successful PPKn education enhancement at the elementary level.  Keywords: Reward, Learning Motivation, Civics Education.  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian reward terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian reward yang tepat dan relevan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, memperkuat fondasi pembelajaran, dan membangkitkan minat positif terhadap materi Pancasila. Reward yang diterapkan dalam bentuk alat tulis, pujian lisan, yel-yel, dan sentuhan hangat dari guru, terbukti efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Implementasi reward yang bijaksana dan sesuai kebutuhan individu siswa menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PPKn di tingkat sekolah dasar.Kata Kunci: Reward, Motivasi Belajar, PPKn.
Pola Asuh Orang Tua Dalam Menanamkan Kedisplinan Pada Anak di Desa Melawi Kiri Hilir Sari, Linda Purnama; Nugraha, Asep Eka; Tirsa, Aprima
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 2 No. 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v2i3.2767

Abstract

Abstract: The research is based on the parenting model of parents in instilling discipline in children. The purpose of this study is to describe parenting patterns in instilling discipline in children in Melawi Kiri Hilir Village, North Pinoh District. The study used qualitative methods with a descriptive approach. This type of research uses case studies. The research subjects are parents of students and the object of research is the role of parenting in the discipline of children in Melawi Kiri Hilir Village. The research instrument used interview sheets and documentation. Data processing techniques include data reduction, data presentation and data verification. To check the validity of the research data, the researchers used source triangulation. The results of the study found that parenting patterns in instilling discipline in children in Melawi Kiri Hilir Village, Melawi Regency, namely applying authoritarian parenting by applying discipline elements such as: 1) The existence of rules in the family; In educating children's discipline, strict rules are needed so that children know when to study, play and worship. The existence of rules, children know their limits in behavior. 2) There is punishment; Punishment is used so that children do not repeat wrong actions and are not accepted by their environment. The existence of punishment makes children know what is right and wrong, so that children will avoid actions that cause punishment.Keywords: Parenting, Parents, Discipline Abstrak: Penelitian didasarkan pada model pola asuh orang tua dalam menanamkan kedisplinan pada anak. Tujuan penelitian mendiskripsikan pola asuh orang tua dalam menanamkan kedisplinan pada anak di Desa Melawi Kiri Hilir Kecamatan Pinoh Utara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis penelitian menggunakan studi kasus. Subjek penelitian yaitu orangtua siswa dan objek penelitian adalah peran orangtua pola asuh dalam kedisplinan pada anak di Desa Melawi Kiri Hilir. Instrumen penelitian menggunakan lembar wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Untuk mengecek keabsahan data hasil penelitian peneliti menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian diketahui bahwa pola asuh orang tua dalam menanamkan kedisiplinan anak di Desa Melawi Kiri Hilir Kabupaten Melawi yaitu menerapkan pola asuh otoriter dengan menerapkan unsur-unsur disiplin seperti: 1) Adanya peraturan dalam keluarga; Dalam mendidik kedisiplinan anak diperlukan suatu peraturan yang tegas supaya anak mengetahui waktu belajar, bermain dan menjalankan ibadah. Adanya peraturan, anak mengetahui batas-batas mereka dalam bertingkah laku. 2) Adanya hukuman; Hukuman digunakan supaya anak tidak mengulangi perbuatan yang salah dan tidak diterima oleh lingkungannya. Adanya hukuman membuat anak mengetahui tindakan yang benar dan salah, sehingga anak akan menghindari perbuatan yang menimbulkan hukuman.Kata  Kunci: Pola Asuh, Orangtua, Disiplin.
Peran Guru Kelas Dalam Mengatasi Bullying di Sekolah Dasar Negeri 17 Laman Tanjung Kecamatan Belimbing Mustakim, Jacky; Mardiana, Mardiana; Susilawati, Indria
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 2 No. 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v2i3.2768

Abstract

Abstract: This research is based on the problem of bullying that occurs among students in elementary schools. The aim of the research is to determine the role of class teachers in overcoming bullying behavior and what forms of bullying behavior exist at SD Negeri 17 Laman Tanjung. The research method uses qualitative with a case study approach. This type of research uses descriptive qualitative. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The research instrument used observation sheets and interview sheets. Data analysis techniques include data reduction stages, data presentation and conclusion drawing. Checking the validity of the data uses technical triangulation and source triangulation. The results of research on the role of teachers at SD Negeri 17 Laman Tanjung in overcoming bullying behavior are to become advisors by teaching students not to bully, to be role models such as being an example to students in treating others well, to be mediators such as mediating for students in conflict, become a facilitator by calling students who have problems and provide input and motivation, become an organizer by making school rules by drawing up rules of conduct. The forms of bullying behavior that occur at SD Negeri 17 Laman Tanjung are physical bullying such as throwing stones, hitting and verbal bullying such as making fun of and calling friends with bad names. The conclusion of the research results is that teachers play the role of advisors, role models, mediators, facilitators and organizers in overcoming bullying behavior. The forms of bullying behavior that occur are physical bullying and verbal bullying.Keywords: Role, Class Teacher, BullyingAbstrak: Penelitian ini didasari adanya permasalahan bullying yang terjadi pada siswa di Sekolah Dasar. Tujuan penelitian mengetahui peran guru kelas dalam mengatasi perilaku bullying dan apa saja bentuk perilaku bullying di SD Negeri 17 Laman Tanjung. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jenis penelitian menggunakan deskriftif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Teknik analisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian tentang peran guru SD Negeri 17 Laman Tanjung dalam mengatasi perilaku bullying adalah menjadi penasehat dengan mengajarkan kepada siswa tentang tidak boleh melakukan perundungan, menjadi teladan seperti menjadi contoh kepada siswa dalam memperlakukan orang lain dengan baik, menjadi mediator seperti penengah bagi siswa yang berkonflik, menjadi fasilitator dengan memanggil siswa yang bermasalah dan memberikan masukan serta motivasi, menjadi organisator dengan membuat aturan sekolah dengan menyusun tata tertib. Bentuk perilaku bullying yang terjadi di SD Negeri 17 Laman Tanjung adalah bullying fisik seperti melempari, memukul dan bullying verbal seperti mengolok-olok dan menyebut teman dengan julukan yang tidak baik. Kesimpulan hasil penelitian adalah guru berperan menjadi penasehat, teladan, mediator, fasilitator, dan organisator dalam mengatasi perilaku bullying. Bentuk perilaku bullying yang terjadi adalah bullying fisik dan bullying verbal.Kata Kunci: Peran, Guru Kelas, Bullying.
Analisis Strategi Guru Mengatasi Kesulitan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas II SDN 09 Tanjung Lay Holanda, Laorensiana; Peterianus, Septian; Tirsa, Aprima
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 2 No. 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v2i3.2773

Abstract

Abstract: This research aims to describe teacher strategies for overcoming initial reading difficulties in class II students at the 09 Tanjung Lay state elementary school. Qualitative reseach method with a qualitative descriptive reseach type with a case study approach the research instruments used were observation sheets, interview sheets, and documentation, the reseach subjects were teachers and students, the research object was the teacher strategy to overcome early reading difficulties in class II students research data used techniques data collection data analysis and data processing. Data processing with data editing classification, verification, and conclusions. The results of the research show that the implementation of the learning process, especially initial reading in class II, is quite good because almost some of the students are already fluent in reading, although there are some who still falter in initial reading. Can be concluded that the teacher strategy in the learning process is an effort to overcome children initial reading difficulties so that students can begin reading well.Keywords: Teacher Strategy, Reading beginning Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan strategi guru mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri 09 Tanjung Lay. Metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu guru dan siswa. Objek penelitian yaitu strategi guru mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II. Data penelitian menggunakan teknik pengumpulan data, analisis data, dan pengolahan data. Pengolahan data dengan pengeditan data, klasifikasi, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan dalam pelaksanaan proses pembelajaran terutama membaca permulaan di kelas II sudah tergolong baik, karena hampir Sebagian dari siswa sudah lancar dalam membaca, meskipun ada beberapa yang masih terbata-bata dalam membaca permulaan. Dapat disimpulkan bahwa strategi guru dalam proses pembelajaran, sebagai salah satu upaya untuk mengatasi kesulitan membaca permulaan pada anak, agar siswa dapat membaca permulaan dengan baik.Kata kunci: Strategi Guru, Membaca Permulaan.
Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Dalam Mata Pelajaran Tematik Kelas V SD Negeri 01 Pinoh Utara Yuvina, Yuvina; Khoiri, Ahmad; Apsari, Nurul
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 2 No. 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v2i3.2799

Abstract

Abstract: This study aims to determine the application of the group investigation learning model can improve students' critical thinking skills in social studies class V SDN 01 Pinoh Utara. This type of research is classroom action research. The subjects in this study were 12 students of class V 01 Pinoh Utara. Data collection techniques used in this study were observation, written tests and documentation. The data analysis technique used is descriptive quantitative. The results in this study were that students' critical thinking skills increased with the percentage of students who completed the KKM, which was 83.33%. This has exceeded the achievement of the expected success criteria of 80%. Whereas the results of APKG II Cycle I got an average value of 72.84% with the developing category according to expectations and cycle II got an average value of 93.66% with the category of very good development. By looking at the conditions of each cycle, namely, cycle I, cycle II, it can be concluded that learning with the group investigation model can improve the critical thinking skills of class V SDN 01 Pinoh Utara in thematic subjects.Keywords: Critical thinking, application of the group investigation model Absrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPS kelas V SDN 01 Pinoh Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V 01 Pinoh Utara yang berjumlah 12 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes tertulis dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil dalam penelitian ini adalah keterampilan berpikir kritis siswa meningkat dengan persentase siswa yang tuntas KKM yaitu sebesar 83,33%. Hal tersebut telah melebihi pencapaian kriteria keberhasilan yang di harapkan yaitu 80%.  Sedangkan pada hasil APKG II Siklus I mendapakan nilai rata – rata sebesar 72,84% dengan katagori berkembang sesuai harapan dan siklus II mendapatkan nilai rata – rata sebesar 93,66% dengan katagori berkembnag sangat baik. Dengan melihat dari kondisi tiap siklus yaitu, siklus I, siklus II, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran dengan model group investigation dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V SDN 01 Pinoh Utara dalam mata pelajaran tematik.  Kata Kunci: Berpikir kritis, Penerapan model group investigation
Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas I SDN 13 SP III Trans Nobal Ariska, Ucik Ayu; Tirsa, Aprima; Apsari, Nurul
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 3 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v3i1.3346

Abstract

Abstract: The problem in this research is the studenns low initial writing skills in Indonesia language learning in grades I SDN 13 SP III Trans Nobal. This study aimed to determine whether media image could improve students initial writing skills in Indonesian language learning. This tipe of research is Classroom Action Research with research subjects of class I SDN 13 SP III Trans Nobal, totaling 18 students. The Research instruments in this study were teacher assessment sheets and question sheets for students. The object of this study was the use of media images to improve the ability to select the beanning in learning Indonesian for class 1 students of SDN 13 SP III Trans Nobal. Based on the results of the study, the percentage of students writing ability tests in cycle I was 61,1% and cycle II 100% Improved results. Student tests from cycles I and II of 38,9%. Thus it can be concluded that, there is an increase in initial writing ability after using picture media.Keywords: Media Pictures, Ability to Write, Indonesian. Abstrak: Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan menulis permulaan siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas I SDN 13 SP III Trans Nobal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah media gambar dapat meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian siswa kelas I SDN 13 SP III Trans Nobal yang berjumlah 18 orang siswa. Instrumen penilaian di penelitian ini adalah lembar penilaian guru dan lembar soal untuk siswa. Objek pada penelitian ini adalah penggunaan media gambar untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaan pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas I SDN 13 SP III Trans Nobal. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh persentase hasil tes kemampuan menulis siswa, pada siklus I 61,1% dan siklus II 100%. Peningkatan hasil tes siswa dari siklus I dan II sebesar 38,9%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, terdapat peningkatan kemampuan menulis permulaan setelah menggunakan media gambar.Kata Kunci: Media Gambar, Kemampuan Menulis, Bahasa Indonesia.
Analisis Kesulitan Belajar Dalam Menyimak Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SDN 19 Tanjung Tengang Lepiana, Lepiana; Mardiana, Mardiana; Tirsa, Aprima
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 3 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v3i1.3349

Abstract

Abstract: The research is based on students' difficulties in listening. The aim of the study was to find out the learning difficulties in listening to lessons in Indonesian language learning for Class V Elementary School 19 Tanjung Tengang. The research method uses qualitative research with an analytic descriptive approach. the subjects in this study were class teachers and fifth grade students. The object of research was learning difficulties in listening to Indonesian language learning. The research instrument uses interview sheets and observation sheets. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. Checking the validity of the data using triangulation of sources and techniques. The results of the study revealed that the difficulties experienced by students in listening to Indonesian language lessons in fifth grade students at Class V Elementary School 19 Tanjung Tengang were that students had difficulties in focusing attention or concentrating on learning to listen to the lessons conveyed by the teacher. Difficulty in concentrating on listening can interfere with students' fluency in understanding the content of the listening. While the factors that hinder students from listening are attitude factors and environmental factors. Attitude factors such as there are students who are busy playing and talking with their peers during the learning process. While environmental factors are learning atmosphere that is less conducive.Keywords: Difficulty, Learning, Listening. Abstrak: Penelitian didasari oleh kesulitan siswa dalam menyimak. Tujuan penelitian untuk mengetahui kesulitan belajar dalam menyimak pembelajaran pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V SD Negeri 19 Tanjung Tengang. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. subjek dalam penelitian ini guru kelas dan siswa kelas V. Objek penelitian adalah kesulitan belajar dalam menyimak pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Instrumen penelitian menggunakan lembar wawancara dan lembar observasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian diketahui bahwa kesulitan yang dialami siswa dalam menyimak pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas V di SD Negeri 19 Tanjung Tengang adalah siswa kesulitan dalam memusatkan perhatian atau konsentrasi belajar untuk menyimak pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Kesulitan dalam memusatkan perhatian untuk menyimak, dapat mengganggu kelancaran siswa dalam memahami isi simakan. Sedangkan faktor yang menghambat siswa menyimak adalah faktor sikap dan faktor lingkungan. Faktor sikap seperti ada siswa yang sibuk bermain dan berbicara dengan teman sebangkunya pada saat proses pembelajaran. Sedangkan faktor lingkungan adalah suasana belajar yang kurang kondusif.Kata Kunci: Kesulitan, Belajar, Menyimak.
Peranan Guru Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Kelas V di Sekolah Dasar Negeri 09 Tanjung Lay Ulandari, Lestari; Waridah, Waridah; Rudiansyah, Eko
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 3 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v3i1.3350

Abstract

Abstract: This research aims to determine the role of teachers in increasing student learning motivation. This research uses qualitative research methods using a descriptive approach.This research was carried out in class V of SD Negeri 09 Tanjung Lay. The instruments used in this research were observation sheets and interviews. Sources of research data were obtained from class teachers, Islamic religious education teachers, and physical education teachers, as well as 26 class V students consisting of 17 male students and 9 female students. The results of this research suggest six teacher roles in increasing student learning motivation, namely making students active in teaching and learning activities, creating a conducive classroom atmosphere, creating varied learning methods, increasing enthusiasm and passion for teaching, giving awards, and creating activities that engage students in class. Teachers play their role in increasing students' learning motivation, such as providing grades, awards and praise. There are quite a lot of obstacles faced by teachers in carrying out their role in increasing student learning motivation, such as student characteristics, limited  classroom situations and conditions and the number of students exceeding the quota.Keywords: The Role Of The Teacher, Learning Motivation, Elementary School Student. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan guru terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan dikelas V SD Negeri 09 Tanjung Lay. Instrumen yang digunakan  dalam penelitian ini yaitu observasi dan lembar wawancara. Sumber data penelitian yang di peroleh dari wali kelas, guru pendidikan agama Islam, dan guru pendidikan jasmani dan olahraga, serta siswa kelas V sebanyak 26 siswa yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Hasil penelitian ini mengemukakan enam peranan guru terhadap peningkatan motivasi belajar siswa yaitu menjadikan siswa yang aktif dalam kegiatan belajar mengajar, menciptakan suasana kelas yang kondusif, menciptakan metode pembelajaran yang bervariasi, meningkatkan antusias dan semangat dalam mengajar, memberikan penghargaan, serta menciptakan aktivitas yang melibatkan siswa dalam kelas. Guru melakukan peranannya terhadap peningkatan motivasi belajar siswa seperti memberikan nilai, penghargaan, dan pujian. Kendala yang dihadapi guru dalam menjalankan peranannya terhadap peningkatan motivasi belajar siswa seperti karakteristik siswa, situasi dan kondisi kelas yang terbatas serta jumlah siswa yang melebihi kuota.Kata Kunci: Peranan Guru, Motivasi Belajar, Siswa Sekolah Dasar.
Upaya Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris Menggunakan Model Scramble Pada Siswa Kelas IV SDIT Mutiara Hati Bekasi Rikmasari, Rima; Aningsih, Aningsih; Nadhilah, Farisah Idzni
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 3 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v3i1.3373

Abstract

Abstract: An This study is motivated by the low mastery of English vocabulary, this can be seen in the condition of students who are still difficult in writing vocabulary, responses that are quite long and confused in interpreting vocabulary, hard pronounce for the correct vocal letters and students are still confused in compiling vocabulary into a complete sentence. The purpose of this study is to enhance English vocabulary using the scramble model for fourth grade students of SDIT Mutiara Hati Bekasi. The method used in this research is Classroom Action Research (CAR) which was carried out in two cycles with three meetings in each cycle. The subjects of this study were fourth grade students of SDIT Mutiara Hati Bekasi, totaling 24 students. The success criteria of this study is 80% with a predetermined minimum score of 75. In this research there were twenty new vocabulary about work learned over two cycles (six meetings). The results of this study showed an increase in mastery of English vocabulary from cycle I to cycle II. Classical completeness in cycle I was 66.66% with an average score of 77.25 then in cycle II there was an increase in classical completeness to 87.5% with an average score of 86.54. So it can be concluded that the scramble model can enhance mastery of English vocabulary in grade IV students of SDIT Mutiara Hati Bekasi.Keywords: Vocabulary Mastery, Scramble Model, Word Game Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan kosakata dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Hal ini dapat dilihat dari kondisi siswa yang salah dalam menulis kosakata, respon yang lama dan masih tertukar dalam mengartikan kosakata, pelafalan pada huruf vokal yang belum tepat, dan siswa bingung dalam menyusun kosakata menjadi sebuah kalimat yang utuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatan penguasaan kosakata menggunakan model scramble pada siswa kelas IV SDIT Mutiara Hati Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus dengan tiga kali pertemuan disetiap siklusnya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDIT Mutiara Hati Bekasi yang berjumlah 24 siswa. Kriteria keberhasilan penelitian ini yaitu sebesar 80% dari jumlah siswa mencapai skor minimal 75. Pada penelitian ini terdapat dua puluh kosakata baru tentang pekerjaan yang dipelajari selama dua siklus (enam pertemuan). Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris dari siklus I ke siklus II. Ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 66,66% dengan nilai rata-rata77,25 kemudian pada siklus II mengalami peningkatan ketuntasan klasikal menjadi 87,5% dengan nilai rata-rata sebesar 86,54. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model scramble dapat meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris pada siswa kelas IV SDIT Mutiara Hati Bekasi.Kata Kunci: Penguasaan Kosakata, Model Scramble, Permainan Kata.
Analisis Kemampuan Komunikasi Interaktif Pada Proses Pembelajaran di Kelas III SDN 09 Tanjung Lay Sulianna, Atira; Mastiah, Mastiah; Khoiri, Ahmad
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 3 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v3i1.3374

Abstract

Abstrak: The formulation of the problem in this research is what is the factor in the lack of interactive communication activities and what is the appropriate strategy to overcome the lack of interactive communication that occurs in the learning process in class III at SDN 09 Tanjung Lay. The aim of this research is to find out a complete description of interactive communication. The subjects in this research were teachers and students of class III SDN 09 Tanjung Lay. The object of the research is interactive communication that occurs between teachers and students during the learning process in class III at SDN 09 Tanjung Lay. This research uses qualitative research methods. Descriptive qualitative design. Descriptive approach. The researcher carried out the following stages: Research Preparation, Research Implementation, Final Research This research will be carried out in class III of SDN 09 Tanjung Lay, Nanga Pinoh District, Melawi Regency. The research is planned for May 2022/2023 academic year. Data Collection Techniques Data was obtained from various sources using triangulation techniques. The data collection techniques used are interviews, observation, documentation of the teacher's less varied delivery of material which is a significant obstacle, the communicator (teacher) is impatient with students who are not yet able to respond quickly to understand the material, and the media is less interesting in creating interactive learning. so that learning feels boring and students are not interested in participating in the learning process, so this causes students' attention to be divided, starting from students who enjoy playing alone and students who enjoy chatting with their classmates. Strategies used by teachers for optimal interactive communication in the learning process: Starting good meetings, knowing students' interests and characters, using learning while playing methods, conducting questions and answers, discussing, using good language, and building cohesiveness in the class.Keywords: Communication, Interactive and Learning.Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui deskripsi lengkap mengenai komunikasi interaktif. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah yang menjadi faktor dari kurangnya aktivitas komunikasi interaktif dan Bagaimana strategi yang tepat untuk mengatasi kurangnya komunikasi interaktif yang terjadi pada proses pembelajaran dikelas III SDN 09 Tanjung Lay. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas III SDN 09 Tanjung Lay. Objek penelitian adalah komunikasi interaktif yang terjadi pada guru dan siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung di kelas III SDN 09 Tanjung Lay.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Desain kualitatif deskriptif. Pendekatan deskriptif. Peneliti melakukan tahapan berikut: Persiapan Penelitian, Pelaksanaan Penelitian, Akhir Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas III SDN 09 Tanjung Lay Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi. Penelitian direncanakan pada bulan Mei tahun ajaran 2022/2023. Teknik Pengumpulan Data data diperoleh dari berbagai sumber dengan menggunakan teknik trianggulasi. Teknik pengumpulan data yang   digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi  penyampaian materi yang kurang bervariasi dari guru menjadi hambatan yang signfikan, komunikator (guru) kurang sabar terhadap murid yang belum mampu tanggap cepat memahami materi, serta media yang kurang menarik dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif, sehingga pembelajaran terasa membosankan dan siswa tidak tertarik mengikuti proses pembelajaran, sehingga hal tersebut membuat perhatian siswa bercabang, mulai dari siswa asik bermain sendiri dan siswa yang asik ngobrol dengan teman sebangkunya. Strategi digunakan guru agar komunikasi interaktif proses pembelajaran optimal: Mengawali pertemuan yang baik, mengetahui minat dan karakter siswa, menggunakan metode belajar sambil bermain, melakukan tanya jawab, berdiskusi, menggunakan bahasa yang baik, dan membangun kekompakan dalam kelas.Kata Kunci: Komunikasi, Interaktif dan Belajar