cover
Contact Name
Ixsir Eliya
Contact Email
ixsir@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Phone
+6282377219160
Journal Mail Official
disastra@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Jl. Raden Fatah Kel. Pagar Dewa Kec. Selebar Kota Bengkulu, Indonesia
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 26553031     EISSN : 26557851     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/disastra.v6i1
Core Subject : Education,
Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia concerns about theoretical studies or research on Indonesian literature, linguistics, Indonesian Language Learning and Teaching, literacy, and BIPA (Bahasa Indonesian bagi Penutur Asing) or Teaching Indonesian to Speakers of Other Languages. This journal receives publications from teachers, observers, and researchers of Indonesian language teaching and literature.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2025): JULI" : 15 Documents clear
Fenomena Perubahan Bunyi: Faktor Perubahan Fonem /r/ ke /gh/ Bahasa Indonesia dalam Beberapa Kosakata Bahasa Serawai Dialek Kedurang Halimah, Halimah; Malik, Rizaldi; Kusumah, Encep; Resmini, Novi
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i2.7210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami faktor perubahan bunyi fonem /r/ ke /gh/ dalam beberapa kosakata bahasa Serawai dialek Kedurang. Studi ini juga berupaya mengidentifikasi jenis perubahan yang terjadi pada fonem /r/ sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pengajaran bahasa dan linguistik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap dua orang partisipan yang merupakan penutur asli bahasa Serawai dialek Kedurang. Data yang diperoleh dianalisis secara mendalam untuk mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi perubahan bunyi fonem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan fonem /r/ ke /gh/ dalam kosakata bahasa Serawai dialek Kedurang dipengaruhi oleh enam faktor utama, yaitu faktor sejarah, geografis, sosiolinguistik, psikolinguistik, alat ucap (fonologi), dan konvensional bahasa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai keragaman bahasa di Indonesia serta implikasinya dalam pembelajaran bahasa.
Leksikon Etnomedisin dalam Pengobatan Tradisional Masyarakat Aceh: Kajian Ekolinguistik Ulfida, Fajira; Ramli, Ramli; Arianto, Budi
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i2.7700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna dan fungsi leksikon tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat tradisional masyarakat Aceh Barat Daya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data di tiga lokasi berbeda di Kabupaten Aceh Barat Daya, yaitu Kecamatan Blang Pidie (wilayah timur), Kecamatan Susoh (wilayah barat), dan Kecamatan Lembah Sabil (wilayah selatan). Sumber data utama diperoleh melalui wawancara langsung dengan tabib, tokoh masyarakat dan pasien yang masih mempraktikkan pengobatan tradisional. Data penelitian ini berupa leksikon tumbuhan obat tradisional yang diperoleh langsung dari informan. Teknik pengumpulan datanya meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan instrumen berupa lembar observasi dan pedoman wawancara. Analisis data menggunakan model analisis interaktif, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan keberagaman bentuk leksikon tumbuhan, seperti kata dasar seperti ‘arhreu’ (serai); kata ulang, seperti ‘ati-ati’ (miana); kata majemuk, seperti ‘tungkat ali’ (tongkat ali) dan leksikon yang berwujud frasa, yaitu frasa endosentris atributif, seperti ‘rayö puteh’ (kembang sepatu), dan frasa eksosentris nondirektif, ‘si jaloh’ (jaloh) dan ‘si keb-keb’ (kaposanda). Makna leksikon ini dianalisis dari sudut pandang semantik terkait makna leksikal, sementara fungsinya menunjukkan bagaimana masyarakat menggunakan dan menerapkan leksikon tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan pengetahuan turun-temurun. Temuan ini menunjukkan bahwa leksikon etnomedisin memiliki relevansi lintas bidang, mulai dari linguistik dan antropologi hingga kesehatan, khususnya dalam pengembangan obat berbasis tanaman lokal. Penelitian ini turut berkontribusi pada pelestarian pengetahuan tradisional dan mendorong integrasi kearifan lokal dalam studi ilmiah modern.
Tradisi Mudun Lemah untuk Anak di Desa Junrejo, Kota Batu Malang dan Implementasinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Rachman, Anita Kurnia; Susandi, Susandi; Elizaningrum, Fenita
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i2.3542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna tuturan, makna simbol tradisi mudun lemah di Desa Junrejo Kota Batu Malang, dan implementasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan hermeniutika Paul Ricoeur. Sumber data berasal dari narasumber, yaitu dukun bayi. Data berupa hasil pengamatan langsung prosesi Mudun Lemah, wawancara dengan tokoh adat, dan foto serta video prosesi mudun lemah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumuntasi. Hasil dari prosesi tradisi mudun lemah, yaitu. 1) peralatan untuk di bawa ke sungai; 2) pakaian baru dan bunga setaman; 3) tumpeng; 4) jajan pasar; 5) perjalanan menuju kali; 6) sesajen; 7) dukun bayi memandikan anak di sungai; 8) anak memakai pakaian baru; 9) slametan di sungai bersama warga dan saudara; 10) pembagian tumpeng kepada warga; 11) persiapan untuk kembali ke rumah; 12) proses mengambil peralatan dan uang untuk diberikan kepada oramg tua. Berdasarkan 12 prosesi ini memiliki makna untuk mengajarkan anak tentang tanggung jawab, optimis, menjaga nama baik keluarga, bekerja keras agar memiliki masa depan lebih cerah. Implementasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, yaitu integrasi dalam materi teks deskriptif dan naratif, pengembangan materi ajar berbasis kearifan lokal, pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), penerapan dalam kurikulum merdeka, kesimpulan dari prosesi tradisi mudun lemah ini mengenalkan kearifan lokal di masyarakat dan sekaligus dapat diimplementasikan mengajarkan tentang pendidikan karakter yang terdapat dalam prosesi mudun lemah.
An Analysis of Lexical Features, Rhetorical Elements, and Character Study in a Novel by Tere Liye Gusar, Martua Reynhat Sitanggang; Situmorang, Mulkan Andika; Sidabutar, Yanti Arasi; Gultom, Meliana Br.; Panggabean, Sarma
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i2.7667

Abstract

This study aims to analyze the lexical features, rhetorical elements and character studies in the novel Sesuk by Tere Liye. This novel contains various lexical features and language styles, which enrich the reading experience. In terms of diction, the use of connotative and descriptive words provides deeper meaning and helps readers imagine the situation described. The research method used in this study is a qualitative method. The results show that language styles such as simile, metaphor, and personification add depth to the meaning and imagery in the story, allowing readers to feel the character's mood. The theme of this novel focuses on the responsibility and maturity of a girl who faces various life challenges, with a progressive storyline and slowly developing tension. The setting and first point of view help readers understand the feelings of the main character, Gadis, more intimately. The study implications, including the importance of affection and responsibility, are very relevant and invite readers to reflect on family values and the impact of our actions. With a subtle delivery, Sesuk invites readers to better understand interpersonal relationships and moral valuesthat exist in everyday life.
Bentuk-bentuk Penolakan Warganet dalam Merespons Tesis Imaduddin Al-Bantani tentang Polemik Nasab Ba’alawi sebagai Keturunan Nabi Muhammad dalam Platform YouTube Bustomi, Bustomi; Kosim, Abdul; Heryati, Yeti; Rahman, Ahmad Syaeful; Gunawan, Heri; Sophia, Ratna; Hoerudin, Cecep Wahyu
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i2.8207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi bentuk-bentuk bahasa penolakan warganet terhadap tesis Imaduddin Utsman al-Bantani yang membatalkan nasab Ba’alawi sebagai zuriah Nabi Muhammad Saw. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough dengan menelaah tiga dimensi, yaitu teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Data dikumpulkan dari 14 unggahan video YouTube Bisikan Rhoma dan komentar pengguna terkait perdebatan seputar nasab Ba’alawi dan dianalisis secara kualitatif untuk mengungkap struktur linguistik beserta muatan ideologisnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk penolakan warganet sangat bervariasi, meliputi penolakan langsung, sarkasme, tuduhan, olok-olok, peringatan bernuansa religius, pembenaran berbasis keyakinan, dan delegitimasi terhadap tokoh dan institusi. Bentuk-bentuk tersebut mencerminkan ekspresi ketidaksetujuan terhadap isi tesis dengan mengonstruksi identitas kolektif, memperkuat solidaritas kelompok, dan mereproduksi kuasa simbolik berbasis nasab dalam ruang digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesantunan berbahasa dan pendekatan reflektif dalam menyikapi perdebatan keagamaan yang sensitif di media sosial.
Cooperative Learning Tipe STAD: Strategi Inovatif dalam Meningkatkan Pemahaman Membaca Khair, Ummul; Sariasih, Yanti
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i2.7703

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa pada jenjang SMP. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam memahami teks bacaan, meliputi mengidentifikasi gagasan utama, menarik kesimpulan, dan menghubungkan isi teks dengan pengalaman pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen menggunakan nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan model STAD dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test kemampuan membaca pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan membaca pemahaman siswa kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Rata-rata skor post-test kelas eksperimen mengalami peningkatan yang cukup signifikan setelah penerapan model STAD. Hal ini menunjukkan bahwa model STAD efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aktif, kolaboratif, dan memotivasi siswa untuk memahami teks lebih dalam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat menjadi strategi inovatif untuk meningkatkan pemahaman membaca siswa. Model ini mendorong partisipasi siswa yang lebih besar dan menumbuhkan tanggung jawab belajar baik secara individu maupun kelompok, sehingga sangat cocok untuk pengajaran bahasa Indonesia maupun mata pelajaran lainnya.  
Kesalahan Berbahasa pada Pidato Mahasiswa MPBI-UMS yang Memerankan Diri Menjadi Kepala Daerah Terpilih Kabupaten Kuningan Lestari, Winda Dwi; Sabardila, Atiqa
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i2.5810

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa pada pidato mahasiswa MPBI-UMS yang memerankan diri sebagai kepala daerah terpilih Kabupaten Kuningan. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan contoh dilakukan dengan metode rekam, simak, transkripsi dan catat. Terdapat 4 tahap dalam teknik analisis contoh yaitu: (1) identifikasi; (2) kategorisasi; (3) penyajian contoh; dan (4) penarikan kesimpulan. Sumber contoh penelitian ini ialah transkripsi teks dari rekaman pidato impromtu Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Surakarta yang berperan menjadi Kepala Daerah Terpilih Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dengan inisal RSM. Validitas contoh dilakukan dengan melakukan pemutaran ulang video rekaman pidato dan pencocokan transkrip teks pidato tersebut. Ditemukan hasil bahwa terdapat 41 kesalahan berbahasa dalam 3 bidang yang meliputi: (1) 14 kesalahan fonologi, terdiri dari 6 kesalahan dalam melafalkan fonem, 7 kesalahan dalam penggunaan ejaan berupa penggunaan huruf kapital, 1 kesalahan penggunaan tanda baca (tanda pisah-); (2) kesalahan sintaksis terdiri dari 17 kata mubazir; 7 kata serapan yang digunakan dalam kalimat, 1 kalimat yang tidak jelas; (3) Kesalahan morfologi meliputi 1 kesalahan penulisan afiks berupa prefiks Me(N), dan 1 penghilangan imbuhan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kesalahan yang dominan adalah kesalahan fonologi yang disebabkan karena faktor asal daerah penutur yang berasal dari Sunda.
The Potential of Student-Authored Short Stories as Literary Readings in Schools: A Study on Creativity Levels Huda, Miftakhul; Duerawee, Abdulkarim
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i2.7679

Abstract

This study aims to explore the potential of short stories by students as literary reading in schools using the perspective of creativity level.   This research uses an exploratory qualitative approach. The data of this study are verbal units that show the power of creativity in short stories. The verbal unit is in the form of in-text excerpts that represent creative elements in aspects of the originality of ideas, character development, innovation in plot, language exploration, and depth of theme. The creative element is an indicator of the level of creativity. The source of data for this research is 30 short stories by students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program (PBSI) at FKIP UMS. Data collection is carried out through document analysis. Data analysis was carried out using Spiral Creswell. The results of this study show that students' short stories have considerable potential to be developed as literary reading in schools. Despite several weaknesses in the aspect of creativity, these works still show promising creativity. To improve the quality, students need to practice more in creating stories with more original ideas, building stronger plots, developing more complex characters, exploring themes more deeply, and enriching the use of language to make it more aesthetic and communicative. Thus, student short stories can serve not only as a medium of creative expression but also as a source of inspiring literary learning for students at school.
Transformasi Tradisi Lisan dan Seni Pertunjukan dalam Industri Kreatif: Studi Folklor Nusantara dan Global di Era Digital Munibi, Ahmad Zaki; Firdaus, Saiyidinal; Nuruddin, Nuruddin
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i2.7705

Abstract

Studi ini mengkaji peran tradisi lisan, seni pertunjukan, dan festival budaya dalam melestarikan identitas budaya, serta tantangan yang dihadapi dalam era digitalisasi dan globalisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan analisis literatur yang mengacu pada publikasi ilmiah terkait. Hasil studi menunjukkan bahwa tradisi lisan, seperti cerita rakyat dan legenda, telah mengalami transformasi melalui adaptasi ke dalam media modern seperti film, podcast, dan game. Hal ini memungkinkan penyebaran budaya secara lebih luas dan relevan bagi generasi muda. Meski demikian, digitalisasi juga menghadirkan tantangan, terutama terkait dengan distorsi nilai budaya asli akibat komersialisasi dan perubahan dalam format penyampaian. Festival budaya dan seni pertunjukan, meskipun telah beradaptasi dengan tuntutan zaman, tetap mempertahankan esensi spiritual dan sosial dalam masyarakat. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis teknologi yang melibatkan komunitas budaya dalam proses dokumentasi dan pelestarian. Sebagai kesimpulan, pelestarian tradisi lisan dan budaya harus dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara inovasi dan keaslian, serta menciptakan ruang untuk kolaborasi antara generasi muda, komunitas adat, dan sektor industri kreatif guna menjaga keberlanjutan budaya di era modern.
Menyelami Transformasi Media Pembelajaran Bahasa Indonesia: Dari Era Klasik hingga Era Digital Jasid, Adhara; Syihabuddin, Syihabuddin; Damaianti, Vismaia S; Virijai, Febrian; Ridwan, Ridwan
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i2.6520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi media pembelajaran Bahasa Indonesia dari era klasik hingga era digital, serta pengaruh perubahan ini terhadap pengembangan pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan kajian kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library study). Peneliti melakukan pencarian dan pengumpulan data dari berbagai sumber tertulis yang berkaitan dengan media pembelajaran dan filosofi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi media pembelajaran berperan penting dalam memperkaya pengalaman belajar, meningkatkan efektivitas, dan menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif dan interaktif. Penggunaan media digital seperti KBBI Daring, E-Puisi, serta aplikasi berbasis gamifikasi seperti Quizizz terbukti meningkatkan pemahaman kosakata dan tata bahasa. Selain itu, teknologi AR memungkinkan visualisasi interaktif karya sastra yang memperdalam pemahaman siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perkembangan media pembelajaran yang selaras dengan kemajuan teknologi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia dan menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan relevan dengan tuntutan zaman.

Page 1 of 2 | Total Record : 15