cover
Contact Name
Komang Wisnanda
Contact Email
jurnalaksarakonfirmasi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalaksarakonfirmasi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trengguli I Nomor 34 Denpasar Timur, Bali 80238
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
ISSN : 08543283     EISSN : 25800353     DOI : 10.29255/aksara
Aksara is a journal that publishes results of literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literature. All articles in Aksara have passed the reviewing process by peer reviewers and edited by editors. Aksara is published by Balai Bahasa Bali twice a year, June and December. Aksara was first published in Denpasar in 1991, by Balai Penelitian Bahasa Denpasar. The name of Aksara had undergone the following changes: Aksara (1991—1998), Aksara Jurnal Bahasa dan Sastra (1998—2016), and Aksara (2017). By 2017, Aksara has started to publish in electronic version under the name of Aksara. Since the electronic version should refer to the printed version and following the official document SK 0005.25800353/JI.3.1/SK.ISSN/2017.05 dated May 20th, 2017 stating that ISSN 0854-3283 printed version uses the (only) name of Aksara, in 2017 the electronic version began to use the name Aksara and obtained a new e-ISSN number: 2580-0353. Starting in 2020, Aksara published 12 articles. Aksara accepts submissions of original articles that have not been published elsewhere nor being considered or processed for publication anywhere, and demonstrate no plagiarism whatsoever. The prerequisites, standards, and format of the manuscript are listed in the author guidelines and templates. Any accepted manuscript will be reviewed by at least two referees. Authors are free of charge throughout the whole process, including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 168 Documents
Loempo Batik Motifs: Visual Semiotics, Cultural Identity, and Heritage In-novation Yanuarmi, Dini; Suryani, Rias Wita; Rahmanita, Nofi; Kasman, Selvi
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4914.392-404

Abstract

This study aims to analyze Loempo Batik motifs as cultural texts that reflect the intersection of Minangkabau tradition, local identity, and global visual culture. The research employs a qualitative case study approach with a triangulation technique combining interviews, visual documentation, and archival analysis. Data were collected through in-depth interviews with artisans, designers, community leaders, and consumers to obtain comprehensive perspectives. The data were then analyzed using semiotic and multimodal discourse analysis supported by Peirce’s sign theory and visual grammar. The results show that the Rumah Gadang motif serves as a cultural anchor symbolizing Minangkabau heritage; guardian figures such as dragons and Garuda illustrate curated hybridity; while exclusive motifs like Malereng represent forms of cultural resistance. The use of color also carries polysemous meanings that link adat, ecological awareness, and Islamic values. The study concludes that Loempo Batik embodies a model of heritage-based design innovation that balances identity preservation with creative economic development. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif Loempo Batik sebagai teks budaya yang merepresentasikan persinggungan antara tradisi Minangkabau, identitas lokal, dan budaya visual global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan teknik triangulasi yang memadukan wawancara, dokumentasi visual, serta analisis arsip. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan perajin batik, desainer, tokoh masyarakat, dan konsumen untuk menggali persepsi dan makna budaya yang terkandung dalam motif Loempo Batik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan semiotika dan analisis wacana multimodal yang didukung oleh teori tanda Peirce dan tata bahasa visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Rumah Gadang berfungsi sebagai jangkar budaya yang menegaskan identitas Minangkabau; figur penjaga seperti naga dan Garuda menggambarkan hibriditas terkurasi; sedangkan motif eksklusif seperti Malereng mencerminkan bentuk resistensi budaya. Simbolisme warna juga mengandung makna polisemi yang menghubungkan nilai-nilai adat, ekologi, dan Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Loempo Batik merupakan model inovasi desain berbasis warisan budaya yang mampu menyeimbangkan pelestarian identitas dengan pengembangan ekonomi kreatif.
Pendekatan STEM dalam Pembelajaran Online Karya Sastra Menulis Kreatif di Era Covid-19 Enung Nurhayati; Suhud Aryana; Teti Sobari; Diena San Fauziya
Aksara Vol 34, No 2 (2022): AKSARA, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v34i2.831.282--295

Abstract

The research is motivated by the problem of creative writing of student literary works that is not optimal. Therfore, the research aims to determine the extent to which the STEAM approach can influence online learning of creative writing of student literary works. The research method used a qualitative descriptive. The subjects of this research were students of class 2017-B1. The process of collecting data through the task of writing an anthology of poetry and the results of a short story test. The results of this research point to a pre-implementation STEM approach with an average short story writing quality of 59.47% and a poetry writing score of 57.98% which should have a minimum target score of 75%. After the post-implementation STEM approach was carried out, the final score for writing short stories was 83.40% or an increase of 3.34%, while writing short stories obtained a score of 82.34% or an increase of 3.29% from the previous target score. It can be said that the STEAM approach in online learning of creative writing of literary works is different from previous learning. AbstrakPenelitian dilatarbelakangi oleh permasalahan menulis kreatif karya sastra mahasiswa yang belum optimal. Maka penelitian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pendekatan STEAM dapat mempengaruhi pembelajaran daring menulis kreatif karya sastra mahasiswa. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2018-B1. Proses pengumpulan data melalui tugas menulis antologi puisi dan hasil tes cerpen. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan cara mendeskripsikan hasil menulis antologi puisi dan hasil tes cerpen. Hasil penelitian ini menunjukkan pendekatan STEM pra implemntasi dengan rata-rata kualitas menulis cerpen 59,47% dan nilai menulis puisi sebesar 57,98% yang seharunya target skor nilai sebesar 75% minimal. Setelah dilakukan pendekatan STEM pasca implementasi diperoleh skor akhir menulis cerpen sebesar 83,40% atau meningkat sebanyak 3,34% sedangkan menulis cerpen diperoleh skor sebesar 82,34% atau meningkat sebanyak 3,29% dari target nilai sebelumnya. Dapat dikatakan pendekatan STEAM dalam pembelajaran daring menulis kreatif karya sastra memiliki perbedaan dari pembelajaran sebelumnya.
Nomina Bertindak Datif Bahasa Jepang Made Ratna Dian Aryani; Ni Luh Kade Yuliani Giri
Aksara Vol 35, No 2 (2023): Aksara, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i2.987.331--343

Abstract

This research is focused on nouns that form the dative structure of Japanese, both syntactically and semantically. The purpose of this study is to categorize verbs that give rise to dative and dative-forming elements and to transcribe the meaning of Japanese dative-forming elements. The method used in this research is descriptive qualitative method. This study uses the syntactic theory of Givon regarding verbs, from Dixon about three argument structures, and from Nitta about dative markers. The results of this study indicate that there are (1) Verbs that can give rise to a dative argument can be (a) a continuous verb (keizoku doshi), there are azukeru verb ‘entrust’, moratta ‘have received’, kaite sashiageta ‘has written’, susumete kureta ‘has suggested’, okutte itadaita ‘has received the shipment’, karita ‘have borrowed’, todoketa ‘has reported’, arukaseta ‘has caused it to walk’, wataraseta ‘has caused it to cross’, yomaseta ‘has led to reading’, dan (b) punctual verbs (shunkan doushi), yaitu verba katteshimatta ‘intentionally bought’, shokai shita ‘has introduced’, kinshi shita ‘has forbidden’, dan kubaru ‘will share ’. (2) two types of nouns, namely concrete nouns and abstract nouns. Only concrete noun types can act on dative arguments in BJ sentence structures. AbtrakPenelitian ini difokuskan pada nomina yang membentuk struktur datif bahasa Jepang, baik secara sintaktis, maupun semantis.  Tujuan penelitian ini adalah mengategorikan verba yang memunculkan datif dan unsur pembentuk datif serta mentranskripasikan makna unsur datif bahasa Jepang.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori sintaksis dari Givon mengenai verba, dan Nitta mengenai pemarkah datif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat (1) verba-verba yang dapat memunculkan argumen datif  dapat berupa (a) verba kontinuatif (keizoku doshi), yaitu verba azukeru ‘menitipkan’, moratta ‘telah menerima’, kaite sashiageta ‘telah menuliskan’, susumete kureta ‘telah menyarankan’, okutte itadaita ‘telah menerima kiriman’, karita ‘telah meminjam’, todoketa ‘telah melaporkan’, arukaseta ‘telah menyebabkan berjalan’, wataraseta ‘telah menyebabkan menyeberang’, yomaseta ‘ telah menyebabkan membaca’, dan (b) verba pungtual (shunkan doushi), yaitu verba katteshimatta ‘sengaja membelikan’, shokai shita ‘telah memperkenalkan’, kinshi shita ‘telah melarang’, dan kubaru ‘akan membagikan’; (2) dua jenis nomina, yaitu nomina konkret dan nomina abstrak. Hanya jenis nomina konkret yang dapat bertindak pada argumen datif dalam struktur bahasa Jepang. 
Variasi Linguistik Perbedaan American English dan British dalam Komunikasi Sehari-hari Sofa, Mutiara
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4762.268-281

Abstract

English plays an essential role as a global lingua franca; however, linguistic variations within the language, particularly between American English (AmE) and British English (BrE), often create challenges in cross-cultural communication. This research aims to identify and analyze the main differences between AmE and BrE that appear in everyday communication, as well as examine their implications for comprehension and interaction among speakers from different language backgrounds. The focus of the study is to provide a comprehensive understanding of the most influential aspects, including phonology, vocabulary, grammar, and spelling, so that it may serve as a useful reference for English learners and international communication practitioners. This research employed a descriptive qualitative method with data collection techniques consisting of library research and observation of language use through authentic spoken and written examples obtained from media, informal conversations, and digital platforms. The data were analyzed using content analysis, emphasizing the processes of identifying, categorizing, and interpreting linguistic differences in both language varieties. The results show that there are significant variations in vocabulary, such as “apartment” (AmE) and “flat” (BrE), differences in spelling like “color” (AmE) and “colour” (BrE), as well as vowel pronunciation variations that may influence message comprehension in spoken communication. Additionally, differences in grammatical structures and the use of tenses were found to be potential factors that lead to ambiguity among learners or speakers of different dialects. Based on these findings, the study highlights that increasing awareness and adaptive communication skills toward linguistic variations is necessary to ensure effective interaction and minimize misunderstandings in global contexts. This research contributes to the development of English language teaching that is more responsive to the diversity of language use on an international scale. AbstrakBahasa Inggris memiliki peran penting sebagai lingua franca dalam komunikasi global, namun variasi linguistik yang terdapat di dalamnya, khususnya antara American English (AmE) dan British English (BrE), seringkali menimbulkan tantangan dalam komunikasi lintas budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perbedaan utama antara AmE dan BrE yang muncul dalam komunikasi sehari-hari, serta mengkaji implikasinya terhadap pemahaman dan interaksi antar penutur dengan latar belakang berbeda. Fokus penelitian diarahkan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai aspek yang paling berpengaruh, meliputi fonologi, kosakata, tata bahasa, dan ejaan, sehingga dapat menjadi rujukan bagi pembelajar bahasa Inggris maupun praktisi komunikasi internasional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka (library research) dan observasi penggunaan bahasa melalui dokumentasi contoh-contoh ujaran dan teks autentik yang bersumber dari media, percakapan informal, serta platform digital. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) yang menekankan pada proses identifikasi, kategorisasi, serta interpretasi perbedaan linguistik dalam kedua variasi bahasa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi signifikan dalam kosakata, seperti penggunaan kata “apartment” (AmE) dan “flat” (BrE), perbedaan ejaan seperti “color” (AmE) dan “colour” (BrE), serta variasi pengucapan vokal yang dapat mempengaruhi pemahaman pesan dalam komunikasi lisan. Selain itu, perbedaan pada struktur gramatikal dan penggunaan bentuk waktu juga ditemukan menjadi faktor yang berpotensi menimbulkan ambiguitas bagi pembelajar maupun penutur antar dialek. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kesadaran dan kemampuan adaptasi terhadap variasi linguistik sangat diperlukan agar komunikasi dalam konteks internasional dapat berlangsung efektif dan minim kesalahpahaman. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran bahasa Inggris yang lebih responsif terhadap keragaman penggunaan bahasa di tingkat global.
Analisis Wacana Kritis Upaya Privatisasi dan Komersialisasi Mata Air dalam Surat Permohonan Izin Pengusahaan Air Yusup Irawan; Hestiyana Hestiyana
Aksara Vol 34, No 2 (2022): AKSARA, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v34i2.990.167--180

Abstract

This qualitative study aims to describe linguistic signs and reveal the ideology contained in CV. STB’letter for water exploitation to policy makers in West Bandung Regency. This research uses Halliday’s (1995) transitivity analysis and Fairclough's (1995) critical discourse analysis. At the linguistic analysis, it was identified that the material process transivity is most often used by CV. STB for positive imaging. At the interpretation analysis, it was identified that CV. STB as the applicant for water exploitation (1) claiming to have the obligation to exploit water which is marked by the relasional verb process, (2) self-image with a social spirit which is marked by the material verb process, and (3) self-image as a humble applicant with linguistic signs of mental processes. At the explanation stage, it was revealed that CV. STB has the ideology that (1) the water resources in the soil itself are privately owned, (2) the water concession permit will be issued if CV. STB makes "benevolence" to the community and (3) needs to create community dependence for hegemony over water resources. The implication of this research is that the privatization and commercialization of natural resources in this context is built with the practice of imaging discourse. Therefore, policy holders must be careful in granting water concession permits and the affected communities must also be critical. AbstrakPenelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanda-tanda linguistik dan mengungkapkan ideologi yang terkandung dalam sebuah surat permohonan pengusahaan air CV. STB kepada para pengambil kebijakan di Kabupaten Bandung Barat. Penelitian menggunakan kajian analisis transitivitas (Halliday, 1994) dan analisis wacana kritis model Fairclough (1995). Pada tahapan analisis linguistik, teridentifikasi bahwa transitivitas proses material paling sering digunakan oleh CV. STB untuk pencitraan positif. Pada tahapan interpretasi, teridentifikasi bahwa CV. STB sebagai pemohon pengusahaan air (1) mengklaim memiliki kewajiban mengeksploitasi air yg ditandai proses verba relasional, (2) mencitrakan diri berjiwa sosial yang ditandai dengan proses verba material, dan (3) mencitrakan diri sebagai pemohon yang merendah dengan tanda linguistik proses mental. Pada tahapan eksplanasi, terungkap bahwa CV. STB memiliki ideologi bahwa (1) sumber daya air dalam tanah sendiri adalah milik pribadi, (2) izin pengusahaan air akan keluar jika CV. STB membuat “kebajikan” kepada masyarakat, dan (3) perlu menciptakan ketergantungan masyarakat untuk menghegemoni sumber daya air. Implikasi dari penelitian ini adalah privatisasi dan komersialisasi sumber daya air dalam konteks ini dibangun dengan praktik wacana pencitraan. Oleh karena itu, pemegang kebijakan harus berhati-hati dalam memberikan izin pengusahaan air dan masyarakat yang terdampak pun harus bersikap kritis.  
Mourning One’s Own Mortality: Analysis of Kazuo Ishiguro’s Never Let Me Go Rendila Restu Utami
Aksara Vol 35, No 2 (2023): Aksara, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i2.857.228--238

Abstract

Mortality is one of the aspects of the cycle of life that are feared by humans since it is inevitable.  This article investigates Kazuo Ishiguro's work entitled Never Let Me Go, a dystopian novel set in England in a fictional world in the 90s, further. The novel tells the story of a woman named Kathy H. and is told from her perspective and highlights her life’s story growing up at a private school called Hailsham. The novel is analyzed using close reading through the lens of mourning and melancholia as well as the concept of memory. Kathy H.'s narrative of remembering and retelling past events is something that is emphasized in this study. It can be gathered that Kathy H.'s narration of remembering and retelling events in her past as an unreliable narrator and as a clone reveals herself as an individual and that telling her story is her way of coping with all the losses she experienced throughout her life and her way of accepting and mourning her own impending death.AbstrakMortalitas merupakan salah satu aspek siklus kehidupan yang ditakuti manusia karena hal ini tidak dapat dihindari. Artikel ini menyelidiki lebih jauh karya Kazuo Ishiguro yang berjudul Never Let Me Go, sebuah novel distopia dengan latar Inggris yang ada dalam dunia fiksi pada tahun 90-an. Novel bercerita tentang seorang wanita bernama Kathy H. dan dikisahkan dari sudut pandangnya dan mengangkat seluk beluk kehidupannya saat tumbuh besar di sebuah sekolah swasta bernama Hailsham. Novel dianalisis menggunakan close reading melalui lensa mourning (berkabung) dan melancholia (melankolia) serta konsep ingatan. Narasi Kathy H. mengingat dan menceritakan kembali peristiwa masa lalu menjadi hal yang digarisbawahi dalam studi ini. Dapat disimpulkan bahwa penarasian Kathy H. mengingat dan menceritakan kembali kejadian pada masa lalunya sebagai seorang unreliable narrator dan seorang klon menunjukkan dirinya sebagai seorang individu serta mengungkap hal tersebut adalah caranya menghadapi semua kehilangan yang dialami sepanjang hidupnya dan juga caranya untuk menerima dan berkabung atas kematiannya sendiri yang akan datang. 
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA NOVEL ‘LAUT BERCERITA’ KARYA LEILA SALIKHA CHUDORI Ghana Aldila Septiani; Madinatul Munawwarah; Ummi Hasanah; I Dewa Made Satria Wibawa; Aulia Fadhila Wirmansyah
Aksara Vol 36, No 2 (2024): AKSARA, EDISI DESEMBER 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i2.4313.373-386

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap bentuk dan penyebab alih kode dan campur kode yang digunakan dalam interaksi antar tokoh dalam novel Laut Bercerita karya Leila Salikha Chudori. Alih kode dan campur kode yang ada di dalam novel ini melibatkan tiga bahasa sekaligus, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan metode analisis kualitatif. Teknik pengambilan data menggunakan teknik baca-catat, dan dianalisis dengan tahapan identifikasi data, sajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis alih kode pada novel Laut Bercerita  yaitu alih kode internal yaitu bahasa Indonesia dan Jawa dan eksternal yaitu bahasa Indonesia dan Inggris dan campur kode yang terdiri dari aspek pengulangan, kata, frasa, dan kalusa. Sedangkan penyebab yang melatarbelakangi terjadinya alih kode dan campur kode pada novel adalah kemampuan berbahasa tokoh,  penyesuaian penggunaan bahasa dengan bahasa mitra tutur, dan perubahan sitausi tutur. This article aims to reveal the forms and causes of code switching and code mixing used in interactions between characters in the novel Laut Bercerita by Leila Salikha Chudori. The code switching and code mixing in this novel involves three languages at once, namely Indonesian, English and Javanese. This research uses a sociolinguistic approach with qualitative analysis methods. The data collection technique uses reading and note-taking techniques, and is analyzed using the stages of data identification, data presentation and drawing conclusions. The results showed that there are two types of code switching in the Laut Bercerita novel, namely internal code switching, namely Indonesian and Javanese, and external, namely Indonesian and English, and code mixing which consists of aspects of repetition, words, phrases and clauses. Meanwhile, the causes behind the occurrence of code switching and code mixing in novels are the characters' language skills, adapting language use to the language of the speaking partner, and changes in speech situations.
Analisis Ecofeminisme dalam Layar Lebar: Mengurai Ketidakadilan Gender dan Lingkungan Melalu Film Sexy Killers Latifah Latifah; Wiyatmi Wiyatmi
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4786.169-184

Abstract

Inequality in access to information and the representation of women in the media further reinforces their marginalization in environmental issues. Visual representation in film can serve as a tool for social critique as well as an important medium for voicing the roles and struggles of women who have long been marginalized. This study aims to analyze the representation of gender injustice and environmental degradation in the documentary Sexy Killers through an ecofeminist approach. Using a qualitative content analysis method, the research explores the narrative visual, and symbolic elements in the film to identify the relationship between women, nature, and patriarchal-capitalist power. Sexy Killers was chosen as the object of study because it explicitly presents the impact of energy industry activities on local communities, particularly women living in areas affected by coal mining and power plant development. The results show that women are the most affected by the exploitation of natural resources, in forms such as the loss of access to clean water and land, increased domestic workload, vulnerability to environmental health impacts, and marginalization from participation and decision-making spaces. The film also illustrates that women are not only victims but also play vital roles as agents of change and resistance. They emerge as community leaders in protests and public education efforts, demonstrating political and ecological capacities often overlooked in development discourse. These findings affirm that the ecofeminist approach provides a relevant and critical analytical framework for understanding the link between the domination of nature and the oppression of women. Moreover, this study emphasizes the importance of recognizing women’s roles in environmental issues and encourages their active involvement in sustainable and just development processes. AbstrakKetimpangan akses informasi dan representasi perempuan dalam media turut memperkuat marginalisasi mereka dalam isu lingkungan. Representasi visual dalam film dapat menjadi alat kritik sosial sekaligus medium penting untuk menyuarakan peran dan perjuangan perempuan yang selama ini terpinggirkan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi ketidakadilan gender dan kerusakan lingkungan dalam film dokumenter Sexy Killers melalui pendekatan ecofeminisme. Dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi elemen naratif, visual, dan simbolik dalam film guna mengidentifikasi relasi antara perempuan, alam, dan kekuasaan patriarkalkapitalistik. Film Sexy Killers dipilih sebagai objek kajian karena secara eksplisit menampilkan dampak aktivitas industri energi terhadap komunitas lokal, khususnya perempuan yang hidup di wilayah terdampak tambang batubara dan pembangunan PLTU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan menjadi pihak yang paling terdampak dari eksploitasi sumber daya alam, baik dalam bentuk hilangnya akses terhadap air bersih dan lahan, meningkatnya beban kerja domestik, kerentanan terhadap dampak kesehatan lingkungan, hingga marginalisasi dalam ruang partisipasi dan pengambilan keputusan. Film ini juga memperlihatkan bahwa perempuan tidak hanya menjadi korban, tetapi juga memainkan peran penting sebagai agen perubahan dan resistensi. Mereka tampil sebagai pemimpin komunitas dalam aksi-aksi protes dan edukasi publik, menunjukkan kapasitas politik dan ekologis yang sering kali diabaikan dalam wacana pembangunan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan ecofeminisme memberikan kerangka analisis yang relevan dan kritis untuk memahami keterkaitan antara dominasi terhadap alam dan perempuan. Lebih dari itu, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pengakuan atas peran perempuan dalam isu lingkungan, serta mendorong keterlibatan mereka secara aktif dalam proses pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Visual-Text Integration in Digital Public Service Announcement: A Strategy to Fight Fake News Spread Retno Purwani Sari; Tatan Tawami
Aksara Vol 35, No 1 (2023): AKSARA, EDISI JUNI 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i1.1243.125--137

Abstract

The purpose of the current study is to evaluate public service announcements (PSA’s): how visual and verbal rhetoric modes present an intended message. Differences in modes suggest different effects, and rhetoric promotes the power to persuade and convince others. As the growing interest in social media use, PSAs become a complex example of multimodal communication: combining verbal texts and visual images establish natural language in this world. The study looked at the question, how the combinations of texts and images work. Within this scope, Kress & van Leeuwen’s Visual Grammar theory and Halliday’s SFL theory were applied along with SF-MDA suggested by O’Halloran & Lim-Fei. The method of analytic descriptive qualitative allows the study to investigate and explain the issue elaborately. The results of this study show the combinations of all resources potentially motivate interactive participants to do the action after the investment of knowledge. Due to the increased importance of social movement, it is estimated that the findings potentially contribute to represent values intended by both public and private sectors. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana retorika moda visual dan verbal menyampaikan pesan dalam pengumuman layanan umum. Perbedaan penggunaan moda menunjukkan dampak yang berbeda, sedangkan retorika memperlihatkan adanya kuasa untuk mempengaruhi dan meyakinkan orang lain. Dengan tingginya minat untuk menggunakan media sosial, PSA menjadi contoh komunikasi multimodal yang kompleks karena menggabungkan teks verbal dan gambar visual untuk menciptakan bahasa alami. Penelitian ini menjawab pertanyaan tentang bagaimana kombinasi teks dan gambar bekerja. Dalam cakupan ini, teori Tata Bahasa Visual oleh Kress & van Leeuwen dan teori SFL oleh Halliday diterapkan bersama dengan SF-MDA yang dicetuskan oleh O'Halloran & Lim-Fei. Metode deskriptif kualitatif analitis memungkinkan penelitian ini untuk menyelidiki dan menjelaskan masalah secara rinci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi semua sumber daya berpotensi memotivasi individu yang berinteraksi untuk melakukan tindakan yang disarankan setelah mereka memahami teorinya. Mengingat pentingnya aktivitas sosial, temuan ini diindikasikan berkontribusi dalam merepresentasikan nilai-nilai yang diinginkan oleh sektor publik maupun swasta.
Fabula dalam Novel Fiksi-Ilmiah Penjelajah Antariksa 5 Kapten Raz Karya Djokolelono: Kajian Naratologi Mieke Bal Elisabet Mangera; Judith Ratu Tandi Arrang
Aksara Vol 36, No 1 (2024): AKSARA, EDISI JUNI 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i1.4256.194--202

Abstract

The fabula (story) present in the science fiction novel "Penjelajah Antariksa 5: Kapten Raz" by Djokolelono is analyzed by examining the narrative elements that construct the overall story. This study aims to analyze the fabula in the science fiction novel "Penjelajah Antariksa 5: Kapten Raz" by Djokolelono using Mieke Bal's narratological approach. The study seeks to analyze the elements of fabula by examining the events, actors, time, and setting. Mieke Bal's narratology theory is utilized as the theoretical framework. The research method employed is text analysis, with data collection techniques involving close reading and note-taking. Data is collected from the descriptions of events, characters, time, and place within the story. The data is then analyzed using narrative analysis based on Mieke Bal's theory. The findings reveal that the science fiction novel "Penjelajah Antariksa 5: Kapten Raz" by Djokolelono has a complex fabula, with the use of rich narrative techniques such as analepsis (flashback) and prolepsis (foreshadowing). The characters in the novel play a pivotal role in driving the narrative and creating dynamic conflicts and resolutions. The elements of characters (actors), time, and location provide a strong foundation for constructing the fabula by providing the agents of action, the temporal framework for the sequence of events, and the physical context for the actions.  This study contributes to the field of narratology, particularly in the application of Mieke Bal's theory to science fiction literature. The findings can serve as a reference for future researchers who wish to explore narrative analysis. AbstrakFabula yang terdapat dalam novel fiksi-ilmiah Penjelajah Antariksa 5: Kapten Raz karya Djokolelono, dengan mencari elemen-elemen fabula yang membentuk keseluruhan narasi dalam novel. Penelitian ini bertujuan menganalisis fabula dalam novel fiksi-ilmiah Penjelajah Antariksa 5: Kapten Raz karya Djokolelono dengan menggunakan kajian naratologi Mieke Bal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen-elemen fabula dengan memperhatikan peristiwa, aktor, lata latar waktu dan tempat. Penelitian ini menggunakan teori naratologi Mieke Bal. Metode yang digunakan menggunakan analisis teks. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan teknik catat. Data dikumpulkan dari deskripsi persitiwa, karakter, latar waktu dan tempat yang terdapat dalam cerita. Data dianalisis menggunakan analisis naratif berdasarkan teori Mieke Bal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel fiksi-ilmiah Penjelajah Antariksa 5: Kapten Raz karya Djokolelono memiiki fabula yang kompleks dengan penggunaan teknik naratif yang kaya akan analepsis (flaschback) dan prolepsis (foreshadowing), karakter-karakter dalam novel memainkan peran penting dalam menggerakkan narasi dan menciptakan konflik dan resolusi yang dinamis. Elemen tokoh (aktor), waktu, dan lokasi memberikan dasar yang kuat untuk membangun fabula dengan menyediakan tokoh yang melakukan tindakan, kerangka waktu untuk urutan peristiwa, dan konteks fisik untuk aksi. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi studi naratologi, khususnya dalam penerapan teori Mieke Bal pada karya sastra fiksi-ilmiah. Temuan ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengeksplorasi analisis naratif. 

Page 10 of 17 | Total Record : 168