cover
Contact Name
MERIL VALENTINE MANANGKOT
Contact Email
merilvalentine@unud.ac.id
Phone
+6281237456666
Journal Mail Official
copingners.journal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Jln. PB Sudirman, Denpasar-Bali 80113
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Coping : Community of Publishing in Nursing
Published by Universitas Udayana
ISSN : 27151980     EISSN : 27151980     DOI : -
Core Subject : Health,
Community of Publishing in Nursing (COPING) merupakan e-journal yang disunting oleh Dewan Redaksi Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal ini merupakan salah satu wahana pengembangan Evidence Based Nursing dalam pengembangan dan update ilmu-ilmu keperawatan serta meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien. Naskah yang diterima oleh redaksi merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan / tidak sedang dalam proses seleksi maupun editing pada jurnal lain. Naskah yang diterima berupa hasil penelitian pada berbagai bidang kajian keperawatan, meliputi pendidikan keperawatan, keperawatan medikal bedah, keperawatan maternitas, keperawatan anak, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan, keperawatan komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan gawat darurat kritis, keperawatan pariwisata, dan penggunaan teknologi dalam keperawatan. Naskah akan disunting oleh dewan redaksi dan mitra bestari sebelum diterbitkan.
Articles 140 Documents
HUBUNGAN SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA KARGO DI PEMOGAN Ningsih, Lisa Wahyu; Nurhesti, Putu Oka Yuli; Widyanthari, Desak Made; Raya, Nyoman Agus Jagat
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p15

Abstract

Keluhan muskuloskeletal dapat menyebabkan kesemutan, nyeri, pembengkakan, kekakuan, rentang gerak pendek, perubahan keseimbangan tubuh, dan hilangnya fleksibilitas sehingga dapat menyebabkan aktivitas sehari-hari terganggu. Penyebab timbulnya keluhan musculoskeletal, salah satunya yaitu sikap kerja yang salah. Sikap kerja yang salah sering terjadi pada pekerja yang membutuhkan tenaga berlebih sehingga mempengaruhi postur tubuh saat bekerja, salah satunya adalah pekerja angkat angkut yang mengangkat barang dengan jumlah yang banyak dan melebihi kemampuan tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja kargo di Pemogan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 22 orang pekerja kargo di Pemogan dengan menggunakan teknik sampling yaitu total sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Nordic Body Maps (NBM) dan kuesioner Ovako Work Analysis System (OWAS). Hasil analisis univariat seluruh responden berjenis kelamin laki-laki, 86,4% responden dengan rentang usia 17-25 tahun, 50% responden bekerja <1 tahun dan 50% responden bekerja rentang 1-5 tahun. Durasi kerja responden >10 jam/hari, 68,2% responden mengalami sikap kerja pada kategori 4 (perlu perbaikan saat itu juga), dan seluruh responden (100%) memiliki tingkat keluhan muskuloskeletal kategori rendah. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal dengan p-value 0,001 dan r = 0,657 dengan kekuatan hubungan cukup erat dan arah positif. Artinya semakin berisiko sikap kerja responden maka semakin tinggi keluhan muskuloskeletal, dan sebaliknya semakin baik sikap kerja responden maka semakin sedikit keluhan muskuloskeletal. Pekerja kargo diharapkan dapat menurunkan risiko sikap kerja dengan menggunakan alat bantu seperti troli sehingga dapat menurunkan keluhan muskuloskeletal.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWA TERHADAP PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN LALU LINTAS DI SMK PARIWISATA HARAPAN DENPASAR Gracia Irin S. Naibaho; I Made Suindrayasa; Ni Kadek Ayu Suarningsih; I Kadek Saputra
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i04.p09

Abstract

Studi pendahuluan memperlihatkan hasil hanya 10 siswa yang pernah menolong korban, serta siswa belum pernah mendapatkan edukasi dan pelatihan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan siswa terhadap pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas di SMK Pariwisata Harapan Denpasar. Peneliti menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 77 siswa kelas sepuluh yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Peneliti memilih kuesioner data demografi dan skala Guttman dalam pengumpulan data. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori sangat baik (85,7%), baik (10,4%), dan cukup (3,9%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan siswa berada pada kategori sangat baik, baik, dan cukup mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas. Saran dari peneliti yaitu siswa perlu mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan dengan mencari informasi secara aktif dan diberikan edukasi lebih lanjut untuk meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi situasi darurat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPSIAGAAN PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN LALU LINTAS PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE DI KOTA DENPASAR Kadek Aldo; I Made Suindrayasa; I Gusti Ngurah Juniartha; Made Oka Ari Kamayani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i04.p10

Abstract

Pengemudi ojek online, yang sebagian besar waktunya dihabiskan di jalan raya, memiliki kemungkinan tinggi untuk mengalami maupun menyaksikan kecelakaan lalu lintas. Pengetahuan tentang pertolongan pertama sangat diperlukan bagi pengemudi ojek online untuk membantu mengurangi risiko yang timbul akibat kecelakaan lalu lintas. Selain itu, kesiapsiagaan juga penting dalam mendukung tindakan pertolongan pertama agar dapat dilaksanakan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kesiapsiagaan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas pada pengemudi ojek online di Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analitik korelatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yang dilibatkan sebanyak 100 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan jenis teknik consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup akan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas sebanyak  57% dan mayoritas responden memiliki kesiapsiagaan dalam kategori hampir siap sebanyak 50%. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dan didapatkan p-value = 0,001, yang berarti terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kesiapsiagaan dengan nilai r = 0,470 yang memiliki kekuatan hubungan sedang. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan yang sedang antara pengetahuan dengan kesiapsiagaan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas pada pengemudi ojek online di Kota Denpasar dengan arah hubungan positif. Tingginya tingkat pengetahuan pertolongan pertama diikuti juga oleh tingginya tingkat kesiapsiagaan seseorang dalam memberikan pertolongan pertama begitupun sebaliknya. Peran aktif tenaga kesehatan sebagai edukator diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pertolongan pertama terkait kecelakaan lalu lintas di kalangan pengemudi ojek online, sehingga kesiapsiagaan pertolongan pertama dalam menghadapi insiden kecelakaan lalu lintas dapat ditingkatkan secara efektif.
EDUKASI TENTANG ANEMIA MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL MENINGKATKAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA IBU HAMIL Intan Lestari Shelvyandira; Ika Widi Astuti; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ida Arimurti Sanjiwani
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i03.p09

Abstract

Anemia pada wanita dalam masa kehamilan masih merupakan permasalahan kesehatan global, termasuk di Indonesia. Pencegahan anemia dapat dilakukan melalui konsumsi rutin tablet suplemen zat besi (TTD) sebanyak 90 tablet selama kehamilan. Namun, tingkat komitmen dalam mengikuti anjuran konsumsi masih rendah. Salah satu pendekatan yang diyakini efektif dalam memperkuat komitmen dalam mengikuti anjuran adalah melalui penyampaian informasi kesehatan kesehatan. Kajian yang dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui dampak penyampaian informasi kesehatan mengenai anemia menggunakan perangkat penyuluhan berbasis suara dan gambar terhadap tingkat komitmen dalam mengikuti anjuran wanita dalam masa kehamilan dalam mengonsumsi TTD. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dan pendekatan one group pretest-posttest. Lokasi penelitian di Puskesmas IV Denpasar Selatan, melibatkan 33 wanita dalam masa kehamilan usia kehamilan 16–34 minggu yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) yang telah dimodifikasi. Temuan studi ini menunjukkan kenaikan komitmen dalam mengikuti anjuran setelah penyampaian informasi kesehatan, dari sebelumnya sebagian besar dengan komitmen dalam mengikuti anjuran rendah (45,5%) menjadi mayoritas dengan komitmen dalam mengikuti anjuran tinggi (63,36%). Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan hasil yang signifikan (p = 0,000), yang menandakan bahwa penyampaian informasi kesehatan melalui perangkat penyuluhan berbasis suara dan gambar berdampak positif terhadap komitmen dalam mengikuti anjuran wanita dalam masa kehamilan dalam mengonsumsi TTD. Oleh karena itu, tenaga kesehatan disarankan memanfaatkan perangkat penyuluhan berbasis suara dan gambar dalam memberikan penyampaian informasi kesehatan agar komitmen dalam mengikuti anjuran konsumsi TTD meningkat.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS Wasty O.M. Jen Jefel; Meril Valentine Manangkot; Putu Ayu Emmy Savitri Karin; Made Oka Ari Kamayani
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i02.p09

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan kondisi gawat darurat yang bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan pada siapa saja. Dampak fisik akibat kecelakaan lalu lintas  dapat dicegah melalui pertolongan pertama yang cepat dan tepat. Pengetahuan dan sikap dalam pertolongan pertama penting untuk mengurangi dampak buruk kecelakaan lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik masyarakat, gambaran pengetahuan dan sikap tentang pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas pada masyarakat di Dusun Pelilit, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, dengan jumlah responden sebanyak 84 orang. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner. Hasil penelitian didapatkan hasil mayoritas berusia dewasa muda (25-44 tahun) sebanyak 56 orang (66,7%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 45 orang (53,6%), pendidikan terakhir SMA sebanyak 37 orang (44,0%), bekerja sebagai karyawan swasta sebanyak 37 orang (44,0%), tidak memiliki pengalaman menolong sebanyak 59 orang (70,0%), tidak memiliki pengalaman mengikuti pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) sebanyak 84 orang (100%). Pengetahuan responden kategori kurang sebanyak 42 orang (50,0%) dan sikap responden kategori baik 51 orang (60,7%). Kesimpulan dalam penelitian ini mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang dengan jumlah 42 orang (50,0%) dan sikap baik dengan jumlah 51 orang (60,7%) tentang pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas. Peneliti merekomendasikan pemerintah daerah dan instansi kesehatan bekerja sama memberikan edukasi dan pelatihan bantuan hidup dasar untuk meningkatkan pengetahuan serta mempertahankan sikap positif masyarakat terhadap pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas.
HUBUNGAN KUALITAS PERSAHABATAN DAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS VIII DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 ABIANSEMAL Ni Luh Putu Sulyastini; Ni Komang Ari Sawitri; Ni Putu Emy Darma Yanti; Putu Ayu Sani Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i03.p14

Abstract

Perundungan pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bali semakin bervariasi dan menjadi perhatian yang cukup serius. Remaja sering kali terdorong untuk menunjukkan perilaku agresif ketika berinteraksi di lingkungan sekolah, dengan tujuan membuktikan mereka layak masuk ke suatu circle tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kualitas persahabatan berkaitan dengan perilaku bullying di antara siswa kelas VIII di SMPN 3 Abiansemal. Jenis pendekatan penelitian yang diterapkan yaitu korelasional desain cross-sectional. Penelitian melibatkan 77 siswa yang dipilih secara acak menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian dua kuesioner mengenai kualitas persahabatan dan perilaku bullying. Hasil analisis menyatakan bahwa karakteristik responden dominan berjenis kelamin perempuan yakni 53 siswa (68,8%), mayoritas responden berusia 14 tahun yaitu 50 siswa (64,9%), siswa memiliki kualitas persahabatan kategori sedang sebanyak 60 siswa (77,9%) dan perilaku bullying dengan kategori sedang sebanyak 63 siswa (81,8%). Mayoritas siswa melakukan perilaku bullying berupa relational bullying dengan persentase (52%). Hasil uji spearman rank menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kualitas persahabatan dengan perilaku bullying pada siswa kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Abiansemal (p=0,005). Pentingnya kualitas persahabatan ditingkatkan melalui pengembangan program kegiatan team building, dapat diterapkan sekolah sebagai sarana bagi remaja meningkatkan rasa saling memiliki dalam membina persahabatan yang berkualitas.
TERAPI MUSIK KLASIK MOZART MENGURANGI KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS DENPASAR BALI Ni Putu Manik Budantari; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i02.p05

Abstract

Kecemasan pada ibu hamil trimester III dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi musik klasik mozart dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III. Metode yang digunakan adalah quasi experimental design (eksperimen semu) dengan one-group pretest-posttest formulir yang berisi kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Sampel sebanyak 30 ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan ringan-sedang dan dipilih melalui teknik consecutive sampling selama 1 bulan. Intervensi berupa terapi musik klasik mozart selama 20-30 menit selama 4x pemberian. Uji yang digunakan adalah wilcoxon signed rank. Hasil dari sebelum diberikan terapi musik klasik mozart mayoritas mengalami kecemasan sedang sebanyak 17 orang (56,7%) dan minoritas mengalami kecemasan ringan sebanyak 13 orang (43,3%). Setelah diberikan terapi mengalami penurunan kecemasan menjadi tidak ada kecemasan sebanyak 12 orang (40,0%), mengalami kecemasan ringan sebanyak 9 orang (30,0%), dan mengalami kecemasan sedang sebanyak 9 orang (30,0%). Hasil uji wilcoxon signed rank menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi yang signifikan nilai sig.(2-tailed) = (0,000) < (0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa terapi musik klasik Mozart efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III dan terapi musik klasik Mozart dapat dijadikan sebagai intervensi non-farmakologis untuk ibu hamil dan dapat diterapkan di pelayanan kesehatan.
PEMANFAATAN HELICOPTER EMERGENCY MEDICAL SERVICES (HEMS) DAN GROUND EMERGENCY MEDICAL SERVICES (GEMS) DALAM SISTEM TRANSPORTASI PASIEN TRAUMA: TINJAUAN LITERATUR Putu Ayu Krisna Sutrisni; Made Oka Ari Kamayani; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i03.p10

Abstract

Trauma merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Kecepatan dan ketepatan dalam transportasi medis darurat berpengaruh terhadap outcome pasien. Dua metode utama yang digunakan dalam transportasi pasien trauma adalah Helicopter Emergency Medical Services (HEMS) dan Ground Emergency Medical Services (GEMS). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dan komplikasi antara HEMS dan GEMS dalam penanganan pasien trauma. Studi ini menggunakan metode literature review dengan menganalisis beberapa artikel penelitian retrospektif dari berbagai negara yang membandingkan penggunaan HEMS dan GEMS dalam konteks pasien trauma. HEMS terbukti memberikan waktu transportasi yang lebih singkat, terutama di daerah terpencil, dan dikaitkan dengan penurunan mortalitas dalam 30 hari pada pasien trauma berat. Namun, menunjukkan tingkat komplikasi yang lebih tinggi seperti henti jantung. Di sisi lain, GEMS lebih banyak digunakan untuk pasien dengan kondisi lebih stabil dan lebih ekonomis, namun memiliki keterbatasan dalam kecepatan. Penggunaan HEMS memberikan keuntungan signifikan dalam transportasi cepat dan peningkatan kelangsungan hidup, namun perlu diimbangi dengan pertimbangan risiko komplikasi dan faktor logistik. 
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SELF CARE MANAGEMENT PADA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIANGIN KOTA BUKITTINGGI Vivi Rezky Handayani; Dona Amelia; Aulia Putri
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i03.p11

Abstract

Semakin meningkatnya kasus Diabetes Mellitus (DM) setiap tahun memerlukan pengelolaan efektif untuk mencegah komplikasi akibat kadar gula darah tinggi. Salah satu pendekatan penting adalah self-care management, yaitu kemampuan pasien mengelola penyakit secara mandiri melalui pengaturan pola makan, aktivitas fisik, pengobatan, dan perawatan kaki. Namun, sebagian pasien masih kesulitan menjalankannya secara konsisten, yang tercermin dari tingginya angka komplikasi. Keberhasilan self-care management dipengaruhi oleh pengetahuan, efikasi diri (self-efficacy), literasi kesehatan (health literacy), dan dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berperan dalam self-care management pada pasien DM di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 137 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah pengetahuan menggunakan Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ24), self efficacy menggunakan Diabetes Self Efficacy Scale (DSES), health literacy menggunakan Health Literacy Scale 19 (HLS19 Q12), dukungan sosial menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dan self care management menggunakan Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, self-efficacy, health literacy, dan dukungan sosial dengan self-care management (p=0,000; p<0,05) dengan koefisien korelasi masing-masing 0,536; 0,704; 0,884; dan 0,966, yang menunjukkan arah hubungan positif. Kesimpulannya, keempat faktor tersebut berhubungan signifikan dengan self-care management pada pasien DM di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin. Pasien diharapkan dapat memanfaatkan pengetahuan, kepercayaan diri, literasi kesehatan, dan dukungan sosial sebagai dasar pengambilan keputusan terkait pengelolaan kesehatannya.    
HUBUNGAN STATUS PSIKOLOGIS DENGAN KEMAMPUAN PERAWATAN DIRI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA PASCA KEMOTERAPI Ni Made Ayu Prabadita Pramesti; Ni Ketut Guru Prapti; Putu Oka Yuli Nurhesti; Nyoman Agus Jagat Raya
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i02.p06

Abstract

Kanker payudara menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada populasi wanita di dunia. Kemoterapi menjadi salah satu pengobatan yang dapat dilakukan dimana memiliki efek samping, salah satunya pada psikologis, yang dapat berpengaruh terhadap kemampuan perawatan diri dan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan status psikologis dengan kemampuan perawatan diri pasien kanker payudara pasca kemoterapi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yaitu deskriptif korelatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini melibatkan 30 pasien kanker payudara menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner status psikologis (DASS-21) dan kuesioner perawatan diri (Indeks Barthel). Hasil penelitian yang didapatkan melalui uji Spearman Rank menunjukan bahwa terdapat hubungan antara status psikologis dengan kemampuan perawatan diri pasien kanker payudara pasca kemoterapi p = 0,007, r = -0,479. Status psikologis berhubungan dengan kemampuan perawatan diri. Semakin rendah skor status psikologis, maka kemampuan perawatan diri semakin meningkat. Diharapkan keluarga tetap memberikan dukungan maupun bantuan dalam pengobatan pasien agar psikologis pasien tetap membaik dan kualitas hidupnya lebih baik.