cover
Contact Name
MERIL VALENTINE MANANGKOT
Contact Email
merilvalentine@unud.ac.id
Phone
+6281237456666
Journal Mail Official
copingners.journal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Jln. PB Sudirman, Denpasar-Bali 80113
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Coping : Community of Publishing in Nursing
Published by Universitas Udayana
ISSN : 27151980     EISSN : 27151980     DOI : -
Core Subject : Health,
Community of Publishing in Nursing (COPING) merupakan e-journal yang disunting oleh Dewan Redaksi Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal ini merupakan salah satu wahana pengembangan Evidence Based Nursing dalam pengembangan dan update ilmu-ilmu keperawatan serta meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien. Naskah yang diterima oleh redaksi merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan / tidak sedang dalam proses seleksi maupun editing pada jurnal lain. Naskah yang diterima berupa hasil penelitian pada berbagai bidang kajian keperawatan, meliputi pendidikan keperawatan, keperawatan medikal bedah, keperawatan maternitas, keperawatan anak, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan, keperawatan komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan gawat darurat kritis, keperawatan pariwisata, dan penggunaan teknologi dalam keperawatan. Naskah akan disunting oleh dewan redaksi dan mitra bestari sebelum diterbitkan.
Articles 111 Documents
KORELASI KEBIASAAN LATIHAN HATHA YOGA DAN LEVEL AKTIVITAS FISIK PADA PRALANSIA Ayuni, Ni Luh Sri; Utami, Putu Ayu Sani; Sawitri, Ni Komang Ari
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p07

Abstract

Masyarakat pralansia memiliki gaya hidup tidak sehat, salah satunya 33,5% kurang melakukan aktivitas fisik. Dalam aktivitas fisik diperlukan penunjang, seperti keseimbangan dan kelenturan yang bisa didapat dari latihan Hatha Yoga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan latihan Hatha Yoga dengan level aktivitas fisik pada masyarakat pralansia. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan metode deskriptif korelatif cross-sectional. Sampel ditentukan dengan purposive sampling yang berjumlah 55 orang yang berusia 45-59 tahun dan seluruhnya sudah tergabung satu bulan dalam komunitas Yoga sebelum pengumpulan data serta minimal mengikuti 4 kali latihan dalam satu bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur kebiasaan latihan hatha yoga dan aktivitas fisik dengan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ-SF). Hasil uji korelasi menggunakan Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan latihan hatha yoga dengan level aktivitas fisik (p-value = 0,000; a=0,05 ; r = 0,610). Semakin tinggi kebiasaan latihan Hatha Yoga maka semakin tinggi juga level aktivitas fisik. Hatha Yoga berperan penting untuk level aktivitas fisik sehingga dapat menjadi bahan evaluasi untuk memiliki kebiasaan latihan yang rutin agar masyarakat pralansia tetap aktif melakukan aktivitas fisik sampai usia lanjut.
GAMBARAN SAFETY CULTURE DALAM KEJADIAN DAN PENANGANAN KECELAKAAN KERJA PADA DEPARTEMEN FOOD AND BEVERAGE DI HOTEL X Suryaningtyas, Ni Luh Putu Yasinta; Suarningsih, Ni Kadek Ayu; Manangkot, Meril Valentine; Prapti, Ni Ketut Guru
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p11

Abstract

Keperawatan pariwisata mengkaji berbagai aspek terkait dengan kesehatan wisatawan, kesehatan masyarakat setempat, dan penyedia layanan pariwisata, dengan sektor perhotelan sebagai layanan pariwisata terpopuler. Salah satu departemen yang krusial dalam industri perhotelan adalah Departemen Food and Beverage (F&B), yang bertanggung jawab menyediakan makanan dan minuman berkualitas. Akan tetapi, departemen ini juga menghadapi risiko tinggi terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja, penting untuk meningkatkan safety culture di sektor perhotelan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan safety culture dalam kejadian dan penanganan kecelakaan kerja pada Departemen F&B di Hotel X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner SCART yang telah dimodifikasi kepada 121 pegawai Departemen F&B dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menemukan, mayoritas pegawai adalah laki-laki (56,2%) dengan usia 26-35 tahun (33,1%). Mayoritas pegawai memiliki latar pendidikan SMA/SMK (38,0%) dan pengalaman kerja lebih dari 5 tahun (62,0%). Terdapat 14,0% pegawai tidak pernah mengikuti pelatihan kuliner/hospitality dan sebanyak 22,3% pegawai tidak pernah mengikuti pelatihan K3. Insiden paling sering terjadi akibat benda tajam yaitu sebesar 30,6%, dengan mayoritas kecelakaan dikategorikan sebagai ringan (51,2%). Evaluasi safety culture Departemen F&B mendapatkan skor 739,25 yang mendapatkan kategori B. Pelatihan K3 secara konsisten dan berkala perlu dilakukan sehingga penyedia layanan pariwisata dapat mengoptimalkan kualitasnya.
HUBUNGAN KEKERASAN VERBAL ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI KOTA DENPASAR Azizurrohman, Azizurrohman; Utami, Kadek Cahya; Devi, Ni Luh Putu Shinta; Puspita, Luh Mira
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p04

Abstract

Kekerasan verbal merupakan tindakan negatif yang sering dilakukan orang tua terhadap anak. Tindakan ini berdampak buruk karena dapat menghambat pola pikir positif dan kreatif pada anak. Aspek pola pikir tersebut sangat berkaitan dengan perkembangan kognitif, hambatan yang terjadi pada proses berpikir pada anak akhirnya akan mengganggu perkembangan kognitifnya secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan kekerasan verbal dengan perkembangan kognitif anak. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan yang digunakan yaitu cross sectional. Teknik samplingang digunakan dalam penelitian ini yaitu proportional stratified random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 70 orang. Responden diambil menggunakan teknik acak sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi penelitian ini yaitu: tinggal bersama orang tua, mendapatkan izin dari wali kelas. Kriteria eksklusi penelitian ini adalah tidak hadir saat pengumpulan data dengan alasan apapun. Berdasarkan hasil uji statistik spearman rank didapatkan koefisien korelasi -0.275 (r=-0,275), menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna dengan kekuatan hubungan yang lemah dan arah negatif antara kekerasan verbal orang tua dengan perkembangan kognitif anak (p=0,021). Arah hubungan negatif memiliki arti bahwa semakin tinggi kekerasan verbal yang dilakukan orang tua maka semakin rendah perkembangan kognitif anak. Orang tua diharapkan mengetahui bentuk dan dampak dari kekerasan verbal sehingga dapat mengurangi tindakan kekerasan verbal yang dilakukan pada anak.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN MENTAL HEALTH PERAWAT DI PUSKESMAS WILAYAH KOTA DENPASAR Putri, Anindia Annisa; Yanti, Ni Putu Emy Darma; Krisnawati, Komang Menik Sri; Swedarma, Kadek Eka
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p12

Abstract

Perawat mayoritas mengalami beban kerja yang cukup tinggi. Beban kerja yang berlebihan pada perawat dapat mengakibatkan kelelahan secara fisik dan juga dapat memengaruhi mental health seorang perawat tersebut, sehingga berdampak terhadap aktivitas kerja bagi seorang perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan mental health perawat di Puskesmas Wilayah Kota Denpasar. Jenis penelitian ini adalah analitik korelatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan metode total sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 60 responden dari total populasi seluruh perawat di Puskesmas Wilayah Denpasar Utara dan Timur Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini untuk variabel beban kerja yaitu instrumen NASA-TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index), sedangkan untuk variabel mental health menggunakan instrumen Self Rating Questionnaire (SRQ) 20. Hasil penelitian ini mayoritas perawat (55%) mengalami beban kerja berat, sedangkan hasil pengukuran mental health mayoritas perawat (80%) masuk ke dalam kategori gangguan mental emosional. Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p-value sebesar 0,002 < 0,05 yang  berarti ada hubungan antara variabel beban kerja dengan mental health perawat, dan diperoleh nilai koefisien korelasi yaitu 0,385 yang bermakna kekuatan korelasi cukup. Beban kerja yang berlebihan pada perawat ini nantinya dapat menyebabkan stres dan burnout, yang pada akhirnya memengaruhi mental health perawat tersebut.
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN ACADEMIC BURNOUT PADA SISWA SMA NEGERI 1 KUTA UTARA Warmayanti, Ni Ketut Ayu; Kamayani, Made Oka Ari; Astuti, Ika Widi; Manangkot, Meril Valentine
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p05

Abstract

Academic Burnout merupakan kondisi kelelahan emosional akibat tekanan akademik yang berkepanjangan, yang ditunjukkan melalui penurunan motivasi, rasa kompeten, dan keterlibatan dalam proses belajar. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa korelasi antara harga diri terhadap academic burnout pada pelajar SMA Negeri 1 Kuta Utara. Jenis penelitian ini ialah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini ialah 713 pelajar kelas X SMAN 1 Kuta Utara. Sampel penelitian sejumlah 257 pelajar dihimpun melalui teknik stratified random sampling. Data penelitian diperoleh melalui instrumen Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) untuk mengukur academic burnout dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) untuk mengukur harga diri. Uji korelasi Spearman Rank digunakan dalam analisis data dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa 35,4% responden memiliki harga diri rendah dan 35,4% harga diri sedang, sementara 50,2% responden berada pada kategori academic burnout rendah. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p = 0,000 dan r = -0,295, yang menunjukkan hubungan signifikan dengan kekuatan korelasi lemah hingga sedang dan arah hubungan negatif. Semakin tinggi harga diri seorang pelajar, tentunya kian rendah pula potensi dalam mengalami academic burnout. 
PENGARUH TERAPI AKUPRESUR TERHADAP TEKANAN DARAH PADA WANITA DENGAN PREHIPERTENSI Swandewi, Ni Putu Asri; Prapti, Ni Ketut Guru; Sawitri, Ni Komang Ari; Widyanthari, Desak Made
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p01

Abstract

Prehipertensi merupakan tahapan awal hipertensi, dengan 29% tingkat kejadian di seluruh dunia. Prehipertensi mempunyai fokus terapi secara nonfarmakologi. Salah satu terapi yang relevan adalah terapi akupresur. Terapi akupresur dengan penekanan pada titik Hegu (LI 4), Neiguan (PC 6), dan Quichi (LI 11) berfungsi dalam penurunan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh akupresur pada tekanan darah responden wanita prehipertensi. Penelitian menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan control group yang menggunakan total sampling, pada 15 orang kelompok intervensi serta 15 orang kelompok kontrol. Uji analisis data menggunakan Wilcoxon untuk melihat perbedaan tekanan darah pada kelompok intervensi dan kontrol, dan Mann Whitney untuk melihat perbedaan tekanan darah antara kelompok intervensi maupun kontrol. Hasil penelitian menyatakan ada pengaruh signifikan pada pemberian terapi akupresur terhadap penurunan tekanan darah (p = 0.001). Hasil analisis perbandingan baik pada kelompok intervensi maupun kontrol, tidak terdapat perbedaan signifikan sebelum perlakuan (sistolik = 0.888, diastolik = 0.684) dan terdapat perbedaan signifikan hasil tekanan darah setelah dilakukan perlakuan (sistolik = 0.000, diastolik = 0.007). Simpulan penelitian ini adalah adanya pengaruh signifikan antara terapi akupresur terhadap tekanan darah dari kedua kelompok. Penelitian selanjutnya dapat meninjau pemberian terapi dengan pertimbangan waktu pengambilan data, stres, dan aktivitas fisik sebelum pengukuran.
HUBUNGAN MASA, DURASI, DAN POSISI KERJA PADA BURUH TANI DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN Risnawati, Anak Agung Istri Galuh; Sawitri, Ni Komang Ari; Yanti, Ni Luh Putu Eva; Saputra, I Kadek
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p13

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan kondisi nyeri atau rasa tidak nyaman yang terlokalisasi pada daerah punggung bawah dan dapat menjalar ke tungkai bawah. Keluhan LBP sering dialami oleh pekerja di bidang pertanian dan perkebunan, hal ini dikarenakan aktivitas yang dilakukan mengharuskan untuk mengeluarkan tenaga dan gerakan dengan posisi yang tidak tepat dalam jangka waktu yang lama. Apabila tidak diatasi, LBP dapat mengganggu aktivitas fungsional penderitanya dan berdampak pada menurunnya produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan masa, durasi, dan posisi kerja dengan keluhan LBP pada pekerja buruh tani di Desa Ulian. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional melalui pendekatan cross-sectional. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner The Pain and Distress Scale dan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Sampel pada penelitian ini berjumlah 58 orang buruh tani di Desa Ulian dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan Spearman’s Rank menggunakan program komputer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden sebanyak 31 (53,4%) memiliki masa kerja >10 tahun, sebanyak 46 (79,3%) responden bekerja dengan durasi kerja >8 jam, sebanyak 41 (70,7) responden memiliki penilaian posisi kerja kategori risiko sedang dan sebanyak 34 (58,6%) responden mengalami LBP kategori sedang. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara masa kerja (p = 0,000 < 0,05), durasi kerja (p = 0,048 < 0,05), dan posisi kerja (p = 0,000 < 0,05) dengan keluhan LBP. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara masa, durasi, dan posisi kerja dengan keluhan LBP pada buruh tani di Desa Ulian. Buruh tani diharapkan dapat memperhatikan posisi kerja agar terhindar dari risiko keluhan LBP.
HUBUNGAN PENGETAHUAN VAGINAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 SELAT Antari, Ni Kadek Yuni; Sanjiwani, Ida Arimurti; Astuti, Ika Widi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p08

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan kesejahteraan fisik, mental, dan juga sosial yang utuh, tidak ada penyakit ataupun masalah yang berkaitan dengan sistem reproduksi serta fungsinya. Keputihan ialah satu diantara masalah kesehatan reproduksi. Keputihan dibagi menjadi dua jenis, yakni keputihan fisiologis dan keputihan patologis, keputihan fisiologis terjadi karena proses alami tubuh sedangkan patologis dipicu oleh adanya virus, bakteri, dan jamur yang berkembang pada vagina. Tujuan penelitian ini ialah untuk melakukan analisis hubungan pengetahuan vaginal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SMA Negeri 1 Selat.  Penelitian observasional dengan desain cross sectional, sampel yang terlibat pada penelitian ini sejumlah 97 siswi perempuan yang dipilih menggunakan teknik quota random sampling. Variabel penelitian ini yakni pengetahuan vaginal hygiene dan kejadian keputihan pada remaja, pengumpulan data memakai kuesioner.  Analisis yang dipakai yakni analisis univariat dan bivariat memakai uji spearman rank. Diperoleh angka signifikansi atau angka probabilitas (0,000) lebih rendah dari 0,05 atau (p<a), maka H0 ditolak yang berarti ada korelasi antara pengetahuan vaginal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja di SMA Negeri 1 Selat. Implikasi penelitian ini yaitu sekolah dapat meningkatkan upaya promosi kesehatan pada siswa untuk meningkatkan wawasan terkait pentingnya kesehatan reproduksi untuk mencegah terjadinya keputihan melalui vaginal hygiene. 
GAMBARAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS DAN KELELAHAN PADA TOUR GUIDE DI NUSA PENIDA Kairupan, Shasya Thalia; Prapti, Ni Ketut Guru; Suarningsih, Ni Kadek Ayu; Antari, Gusti Ayu Ary
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p09

Abstract

Tour guide merupakan salah satu pekerja agen wisata yang memiliki risiko dalam mengalami kejadian keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) dan kelelahan akibat tuntutan pekerjaan. Keterlibatan seluruh aktivitas tour guide bersama dengan wisatawan seringkali melibatkan aktivitas statis dan dinamis dalam waktu lama sehingga berpotensi meningkatkan penekanan pada otot serta tendon. Hal ini mampu berdampak pada sejumlah faktor keluhan yang bersifat sementara maupun tetap seperti keluhan MSDs dan kelelahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keluhan MSDs dan kelelahan pada tour guide di Nusa Penida. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah 105 responden tour guide yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan Subjective Self Rating Test (SSRT). Hasil analisis univariat dan crosstabulation didapatkan bahwa prevalensi keluhan MSDs tertinggi pada mayoritas tour guide di Nusa Penida terdapat di area pinggang (46,7%), punggung (28,6%), betis kanan (25,7%) dan paha kanan (22,9%). Sedangkan pada kelelahan, tour guide di Nusa Penida menunjukkan sebagian besar responden memiliki kelelahan tertinggi pada kategori pelemahan kegiatan yaitu seringkali mengantuk (44,8%) dan menguap (41,9%). Tour guide di Nusa Penida sering mengalami keluhan tingkat sedang terkait dengan keluhan MSDs dan kelelahan, dengan risiko MSDs sebesar 78,1% dan tingkat kelelahan sebesar 75,2%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan ilmu pengetahuan mengenai perilaku menjaga kesehatan fisik untuk mencegah keluhan muskuloskeletal dan kelelahan serta pengembangan literasi kesehatan yang dimiliki.
INSTRUMEN STRES PENGASUHAN PADA ORANG TUA DENGAN ANAK GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME (ASD): SCOPING REVIEW Tegu, Florisma Arista Riti; Hartini , Sri
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p14

Abstract

Orang tua yang memiliki anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) berisiko mengalami stres pengasuhan yang tinggi dibandingkan orang tua anak neurotipikal maupun anak dengan gangguan perkembangan lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh perilaku yang menantang serta keterbatasan keterampilan komunikasi sosial anak yang menghambat interaksi dan ikatan orang tua dan anak. Pengukuran stres pengasuhan memerlukan instrumen yang valid dan reliabel agar dapat menggambarkan kondisi psikologis orang tua secara akurat. Meskipun berbagai instrumen telah digunakan, laporan yang secara sistematis mengidentifikasi dan membandingkan alat ukur stres pengasuhan pada orang tua anak dengan ASD berdasarkan rentang usia dan tingkat keparahan ASD masih terbatas. Tinjauan artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis instrumen yang digunakan untuk mengukur stres pengasuhan pada orang tua anak dengan ASD. Pencarian literatur dilakukan pada basis data ScienceDirect, SpringerLink, dan SAGE Journals dengan mempertimbangkan kesesuaian populasi, konsep, dan konteks (PCC). Seleksi artikel mengikuti alur Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) dengan kerangka kerja PCC (Population, Concept, Context). Penilaian kualitas metodologis dilakukan menggunakan daftar periksa dari Joanna Briggs Institute (JBI). Dari 895 artikel yang teridentifikasi, sembilan artikel memenuhi kriteria inklusi. Sebagian besar studi (67%) menggunakan Parenting Stress Index-Short Form (PSI-SF), diikuti Autism Parenting Stress Index (APSI) (22%), dan Perceived Stress Reactivity Scale (PSRS) (11%). PSI-SF merupakan instrumen yang paling banyak digunakan untuk mengukur stres pengasuhan pada orang tua anak dengan ASD usia 1-18 tahun. APSI dan PSRS juga memiliki karakteristik psikometrik dan konsistensi internal yang memadai sehingga dapat direkomendasikan sebagai alternatif instrumen pengukuran.

Page 11 of 12 | Total Record : 111