cover
Contact Name
Aan Sofyan
Contact Email
a122@ums.ac.id
Phone
+6281228291116
Journal Mail Official
jurnalberkawan@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, 57169 Central Java, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Berkawan
ISSN : -     EISSN : 30467799     DOI : -
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat adalah sebuah jurnal peer-reviewed yang berisi artikel hasil pengabdian kepada masyarakat yang didasarkan pada pemecahan solusi terhadap di bidang kesehatan dalam suatu masyarakat. Jurnal ini merupakan suatu terbitan berkala yang digunakan sebagai laporan maupun publikasi terkait dengan aplikasi ilmu pengetahuan yang dilakukan dalam rangka mewujudkan masyarakat sehat.
Articles 48 Documents
EDUKASI DAN IMPLEMENTASI PEMANTAUAN JENTIK UNTUK MENGURANGI KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA PONDOK Gatra Azzuma Wicaksana; Hasan Mujaddid; Shelsa Mutiara Sukma; Agelia Rizky Jayanti; Rohimah Ismatullah; Az Zahra Rajwa T; Adinda Riska Permata; Dewi Nur Sifa F B; Kysea Alea; Virgitha Pramesti A; Endah Cahya Mursiam; Amara Wahyu Alfina
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 3, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i3.6012

Abstract

Dengue Fever or Dengue is a viral disease transmitted by mosquitoes that has spread rapidly throughout the region. The dengue virus is transmitted by female mosquitoes, especially the Aedes aegypti species. Pondok village, Grogol District, Sukoharjo Regency, is ranked first with the highest dengue fever rate in the district. Given this problem, the solution provided is health education about dengue fever and monitoring larvae in the home environment which aims to reduce cases of dengue fever in Pondok Village. The method used is the method we use in this research is analysis of events from facts that we have obtained in the field. With the permission and recommendation of the health center, the Group 2 Real Work Lecture group carried out education and implemented larva checking in residents' homes, which was carried out door to door. The village's hope for the community is to avoid all diseases and consistently maintain a clean and healthy lifestyle
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA ANAK-ANAK DI DESA WARU, BAKI, SUKOHARJO Tri Novaliano Rechtsi Medistianto; Fahra Fadhilla; Putri Komalasari; Tsabitha Aqiella Madjid; Nabillah Syifa Athalia; Rosanna Jane; Rashida Farellia Az-Zahra; Intan Uzy Hanifah; Yoeristia Roembiasiwi; Sabela Riska Pratiwi; Meylia Puspitasari; Mutiara Bahi Almayda
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.6023

Abstract

Salah satu alasan tingginya kasus penyakit infeksi pada anak adalah kebiasaan hidup yang tidak sehat, seperti tidak mencuci tangan dengan benar. Sayangnya, masih banyak orang yang meremehkan pentingnya mencuci tangan dengan benar, yang disebabkan oleh kurangnya edukasi atau informasi yang memadai. Edukasi tentang pentingnya mencuci tangan yang benar adalah solusi utama untuk masalah ini. Pada kesempatan ini, anak-anak di Desa Waru, Baki, Sukoharjo menjadi target program edukasi mencuci tangan dengan sabun. Materi edukasi disampaikan menggunakan video tentang Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan media pendukung lainnya, seperti permainan menyusun potongan gambar sesuai dengan langkah-langkah cuci tangan yang benar. Program edukasi ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang meliputi pre-test, penyampaian materi, praktik langsung, dan post-test. Hasil post-test yang dibandingkan dengan pre-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman anak-anak tentang Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Setelah evaluasi program, kami merekomendasikan penggunaan metode edukasi lain seperti cerita interaktif atau demonstrasi langsung, memperkuat kerjasama dengan orang tua dan komunitas lokal, serta melakukan pemantauan berkala tentang penerapan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI PENCEGAHAN ANEMIA MELALUI EDUKASI PADA REMAJA PUTRI DI DESA PABELAN KECAMATAN KARTASURA KABUPATEN SUKOHARJO Hisyam Arhabillah; Silvia Firsa Permata; Mellyana Purnama Sari; Dyah Pratiwi Anggraeni; Affifah Mulya; Tri Fajra Niza; Meisya Putri Marsyanda; Aida Nur Faizah; Fatimah Azzahroini Rajati; Diva Anggraeni Yulia Maharani; Della Meliana; Hanan Aliya Putri; Kinanti Putri Anyelir; Endang Nur Widiyaningsih; Sheena Ramadhia Dhani
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.6029

Abstract

Berdasarkan prevalensi kehilangan zat besi (Fe) mencapai 40% pada anak prasekolah, 30% pada wanita menstruasi, dan 38% pada wanita hamil. Anemia, yang umum terjadi pada remaja putri, ditandai dengan kadar hemoglobin rendah. Pengetahuan tentang anemia penting untuk mengenali gejala, faktor risiko, dan langkah pencegahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pendekatan edukatif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia di Desa Pabelan. Metode pelaksanaan meliputi (1) tahap persiapan, (2) pelaksanaan, dan (3) tahap evaluasi dengan pendekatan kuantitatif melalui survei pre-test dan post-test. Sampel terdiri dari 21 remaja putri karang taruna dari desa tersebut. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah sesi edukasi yang mencakup ceramah, diskusi kelompok, dan distribusi materi. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan remaja putri tentang anemia setelah edukasi, termasuk pemahaman mengenai gejala, faktor risiko, dan pentingnya asupan gizi. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk menilai efektivitas jangka panjang program ini dan menyesuaikan pendekatan edukatif sesuai kebutuhan masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pencegahan dan penanganan anemia, serta kualitas hidup remaja putri di Desa Pabelan.
KETERAMPILAN PEMBUATAN DIMSUM SAYUR BAYAM SEBAGAI MAKANAN PENDAMPING TABLET TAMBAH DARAH (TTD) DALAM UPAYA PENGURANGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Qonita Huwaida; Rafi Abrar Pratama; Nik'mah Cahyaning Tyas; Anisa Putri Utami; Athania Diva Casimira; Millah Kamilah; Nimas Ayu Anggraeni; Dheonita Marsyanda Rofifah; Rona Fariza; Afifah Putri Rejeki; Nabila Anindita Nareswari; Rizki Amalia Putri Nurdita; Wachidah Yuniartika; Noor Alis Setiyadi
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1, No. 2, Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i2.6048

Abstract

Anemia adalah masalah umum yang sering terjadi pada remaja putri yang sedang menstruasi, terutama karena kurangnya asupan zat besi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan remaja putri di Desa Klaseman, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo tentang anemia melalui edukasi kesehatan dan workshop pembuatan dimsum bayam sebagai pendamping tablet Fe. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD). Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2024 di Balai Desa Klaseman dan dihadiri oleh 34 peserta yang terdiri dari remaja putri dan kader posyandu. Kegiatan dimulai dengan pengisian presensi dan pre-test untuk mengukur keterampilan awal peserta tentang anemia. Edukasi kesehatan mengenai bahaya anemia kemudian disampaikan melalui ceramah, diikuti dengan demonstrasi pembuatan dimsum bayam. Setelah itu, peserta melakukan post-test dan berpartisipasi dalam FGD untuk mendiskusikan pengetahuan yang baru mereka peroleh. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta. Sebelum edukasi, 33,3% peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang anemia, sedangkan setelah edukasi, angka tersebut meningkat menjadi 79,2%. Selain itu, keterampilan peserta dalam membuat dimsum bayam sebagai makanan pendamping tablet Fe juga meningkat secara signifikan, dengan semua peserta berhasil memahami dan mempraktikkan teknik pembuatan dimsum yang benar. Kesimpulannya, pendekatan edukasi kesehatan yang disertai dengan workshop praktis terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan remaja putri terkait pencegahan anemia. Untuk keberlanjutan program, disarankan agar edukasi kesehatan tentang pentingnya konsumsi zat besi dilakukan secara berkala dan melibatkan lebih banyak remaja serta kader posyandu
PENYULUHAN DAN SENAM HIPERTENSI DALAM MENGENDALIKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI POSYANDU ANGGREK, DESA WARU, KABUPATEN SUKOHARJO Mochamad Bagoes Nata Samudra; Atika Rianti Utami; Fitri Aulia Naufal; Aulia Kusuma Dewi; Serin Izzatut Taqiyah; Zulfiana Nurlaili; Jihan Fadhila; Merlin Anugraheni; Chemita Andien Prahasti; Salma Khoirunnisa; Cynthia Agustina; Siswa Oktaviani Pratiwi; Nur Lathifah Mardiyati; Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i2.6054

Abstract

Kabupaten Sukoharjo memiliki jumlah penduduk 115.801 jiwa dan menduduki peringkat ke-19 dengan tingkat hipertensi tertinggi di Provinsi Jawa Tengah tahun 2021. Sedangkan di Desa Waru, terdapat 43 lansia di Posyandu Anggrek dan 58% diantaranya mengidap hipertensi yang disebabkan gaya hidup dan pola makan tidak sehat serta kurangnya edukasi terhadap penyakit hipertensi. Oleh karena itu, dilakukan penyuluhan terkait pengetahuan dan pemahaman serta deteksi dini terhadap penyakit hipertensi. Kegiatan pengabdian ini diawali dengan menentukan prioritas masalah dengan USG dan analisis masalah dengan fishbone. Media informasi yang digunakan adalah poster dan leaflet. Hasil dari penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 13.3%. Hasil uji statistik non parametrik wilcoxon nilai p = 0.006 dengan rata-rata nilai pretest 6 dan nilai posttest 7.8. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yangsignifikan antara sebelum dan sesudah penyuluhan hipertensi. Berdasarkan hasil uji statistik non parametrik wilcoxon didapatkan nilai p= 0.348 (>0.05) pada tekanan darah sistolik dan p= 0,069 (>0.05) pada tekanan darah diastolik, maka tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai tekanan darah sistolik maupun diastolik pretest dan posttest. Berdasarkan kegiatan pengabdian diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat agar rutin ke posyandu lansia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan senam hipertensi serta menerapkan diet hipertensi bagi lansia.
IMPLEMENTASI KOLABORASI INTERPROFFESIONAL PADA PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA GENTAN KECAMATAN BAKI Rayhan Nur Hakim; Anggun Kurnia Wati; Nilna Minati Najibah; Vania Ardianingrum; Sandya Windu Mustika; Ellora Widyana; Vivi Nur Fadhila; Qorri Putri Mahfudhoh; Conny Aktifa Novaliana; Anindita Antya Candrika; Silvia Rahma Devita Sari; Nabila Lutfiana Putri; Izzatul Arifah; Fitriana Mustikaningrum
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 1, Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i1.6055

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak balita, stunting dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik dan kognitif anak. Prevalensi stunting di Indonesia sudah mengalami penurunan dari tahun 2021 akan tetapi hal tersebut belum terjadi pada Desa Gentan dimana prevalensi suntuitng masih cukup tinggi sebesar 1,1% atau sekitar 6 balita yang terdeteksi stunting, hal tersebut disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu tentang pola asuh anak dan masalah lingkungan terkait pengelolaan sampah. Sebagai upaya dari kejadian tersebut dilakukan kegiatan intervensi yang meliputi Deteksi Dini Stunting, PMT Go, Edukasi Massage Bayi, dan Sosialisasi Pemilahan Sampah, melibatkan empat profesi kesehatan berbeda. Tujuan dilakukan kegiatan intervensi tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu terkait makanan bergizi, mengathui tanda dan gejala stunting, cara pemberian stimulus untuk meningkatkan nafsu makan pada anak, serta cara pengelolahan sampah yang benar. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan pada ibu balita tentang stunting setelah kegiatan penyuluhan deteksi dini stunting. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test dalam setiap kegiatan penyuluhan yang dilakukan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dini stunting melalui berbagai pendekatan, termasuk edukasi langsung dan demonstrasi praktis. Dengan demikian, pengabdian ini memberikan kontribusi positif dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait stunting yang nantinya diharapkan dapat menurunkan prevalensi stunting di Desa Gentan. Untuk kedepannya disarankan untuk terus mengembangkan dan memperluas program serupa serta melibatkan lebih banyak pihak untuk meningkatkan dampak sosialnya secara berkelanjutan.
PENYULUHAN ANEMIA PADA REMAJA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENCEGAHAN ANEMIA DI POSYANDU REMAJA “SEHATI” DESA TEMPEL KECAMATAN GATAK KABUPATEN SUKOHARJO Febrian Rida Saputra; Ilham Nur Ahmadyani; Pinkan Puspita Kinanty; Qoriah Titin Masyitoh; Maharani; Husna Ayu Amalia; Aisyah Sekar Widya Nansha; Mala Azzahra; Dewi Vinata; Maya Cristinawati; Shofia Nur Latifa; Tiara Fatmariska; Dwi Sarbini
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.6058

Abstract

Permasalahan gizi di Indonesia, khususnya anemia pada remaja putri, masih menjadi tantangan serius. Di Desa Tempel, Kabupaten Sukoharjo, prevalensi anemia tinggi disebabkan oleh asupan zat besi yang kurang dan kehilangan darah saat menstruasi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mencegah anemia melalui edukasi gizi seimbang dan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD). Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, cek kesehatan, pre- test, edukasi, diskusi, dan pos-test. Sasaran kegiatan adalah remaja di Desa Tempel, yang dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan tentang pencegahan anemia dengan menerapkan pedoman gizi seimbang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja tentang anemia. Hasil pre-test menunjukkan nilai rata- rata 8,22, sementara pos-test meningkat menjadi 8,94. Ini menunjukkan efektivitas pendekatan edukasi yang komprehensif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya gizi seimbang dan konsumsi TTD. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja tentang pencegahan anemia. Saran yang diberikan adalah perlunya keberlanjutan program melalui Posyandu Remaja dan dukungan berkelanjutan dari kader kesehatan untuk memastikan kepatuhan konsumsi makanan bergizi dan TTD.
LOW BACK PAIN EXERCISE DAN SENAM PADA IBU IBU LANSIA DI DESA KAGOKAN Sabrina Cantika Putri Sandrana; Eka Nur Rohmah; Nissa Mahadi Mahdivikia; Anggrita Pratiwi; Selvyana Putri; Alfina Winda Kirana; Sri Qadijah; Wafiy Lailin Prehamukti; Aliva Nimas Mahati; Eka Ayu Puspitasari; Salma Azzah Vicananda; Jenic Maulia Rachma; Gita Wanda Ayu Puspita Sari; Denny Saptono Fahrurodzi; Taufik Eko Susilo
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i2.6061

Abstract

Desa Kagokan mayoritas penduduknya berusia lanjut. Seiring dengan bertambahnya usia lansia seringkali menghadapi masalah kesehatan nyeri punggung bawah (low back pain). Sebagai solusi, program "Low Back Pain Exercise dan Senam pada Ibu-Ibu Lansia" dirancang untuk mengedukasi dan melatih lansia tentang pentingnya latihan fisik untuk mengurangi nyeri punggung bawah. Metode yang diberikan dalam kegiatan penyuluhan ini adalah dengan menyampaikan materi terkait low back pain yang terdiri dari pengertian, penyebab, gejala, pencegahan serta manfaat dari home exercise. Kegiatan low back pain exercise dan senam bersama ibu-ibu lansia yang dilaksanakan pada Minggu, 30 Juli 2024 di Lapangan Padangan Desa Kagokan berjalan dengan baik dan lancar. Indikator keberhasilan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah kegiatan dihadiri oleh minimal 15 ibu-ibu lansia. Kegiatan ini akhirnya berjalan sukses dengan partisipasi 26 yang mana hal ini melebihi jumlah target indikator keberhasilan. Kegiatan ini tidak hanya berhasil dalam mencapai tujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan pengetahuan ibu-ibu lansia, tetapi juga memberikan alat praktis untuk mengelola dan mengurangi nyeri punggung sehari-hari.
PENYULUHAN PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU DENGAN BALITA DI DESA MADEGONDO, GROGOL, SUKOHARJO Danuartha Vandika; Zahra Faisha Salsabila; Nur Fauziyah; Hanny Nur Rahmani; Bunga Cintantya Rudisty; Rizky Amalia Nur'aini; Ouwada Aiko Suda; Yuli Nurmasari; Nasywa Amila Shabira; Shafira Azzahra; Devira Novi Aprillia; Nisrina Devi Wienasari; Aan Sofyan; Kartinah
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.6062

Abstract

Stunting pada anak-anak berdampak signifikan terhadap komposisi tubuh, perkembangan motorik, pertumbuhan fisik, dan fungsi neurokognitif mereka. Global Nutrition Report 2022 menunjukkan prevalensi stunting dan anemia pada perempuan usia subur masih menjadi masalah serius di banyak negara. Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi stunting sebagai prioritas nasional dengan berbagai program intervensi, termasuk pemberian ASI eksklusif dan kampanye gizi seimbang. Pada posyandu Kelurahan Madegondo terdapat sebanyak 12,06% dari 58 anak dengan kategori gizi kurang. Di Desa Madegondo, data menunjukkan berbagai kategori gizi dan tinggi badan pada anak-anak, dengan upaya pemerintah untuk mengatasi stunting melalui berbagai program. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu dengan balita, penerapan pedoman gizi seimbang, dan mendemostrasikan ulang Massage tuina sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan tanya jawab tentang pencegahan stunting dan gizi seimbang serta demonstrasi Massage tuina sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nafsu makan, serta evaluasi dengan pre-test dan pos-test untuk menilai perubahan pengetahuan ibu dengan balita. Media yang digunakan adalah powerpoint precentation, leaflet, dan video YouTube. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu dengan balita yang menunjukkan nilai pretest 8,32, sementara pos-test meningkat menjadi 9,16. Ini menunjukkan efektivitas pendekatan edukasi yang komprehensif dalam meningkatkan pemahaman ibu dengan balita dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu dengan balita tentang upaya pencegahan stunting. Saran yang diberikan adalah perlunya keberlanjutan program melalui Posyandu dan dukungan berkelanjutan dari kader kesehatan untuk memastikan kepatuhan pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan serta konsumsi makanan dengan gizi seimbang.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TANDA PERSALINAN, TANDA BAHAYA NIFAS DAN ASUPAN GIZI PADA IBU HAMIL DI DESA SINGOPURAN Bacharuddin Akbar; Erina Adriana Paramitha; Kharisma Puja Kusuma; Rizki Nisaa'uljanah; Riyakhul Janah; Henky Atorik Gimnastiar; Puput Mardiani; Nabita Regina Intan; Dziya Safira Hakim; Elvina Safarinda; Dwinata Windya Putri; Irma Jauza Heriaskalma; Istianah Nur Adila; Faizah Betty Rahayuningsih; Ayu Khoirotul Umaroh
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 1, Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i1.6069

Abstract

Edukasi terkait tanda memulai masa persalinan pada ibu hamil hingga masa pasca melahirkan serta asupan gizi yang dipenuhi dikalangan ibu-ibu hamil belum dilaksanakan secara optimal. Salah satu hal yang menghambat adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya mengetahui tanda tanda tersebut dan upaya yang harus dilakukan setelah masa persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan mengenai tanda persalinan,tanda bahaya masa nifas dan asupan gizi terhadap tingkat pengetahuan pada ibu hamil di Desa Singopuran, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan metode eksperimen (quasi-xperiment). Desain penelitian ini menerapkan rancangan One Group PretestPosttest Design. Sampel penelitian adalah ibu hamil di Desa Singopuran Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo yang berjumlah 10 orang. Media informasi yang digunakan pada kegiatan ini yaitu poster tentang tanda persalinan, bahaya nifas dan gizi ibu menyusui. Hasil dari penyuluhan ini terjadi peningkatan pengetahuan pada ibu hamil dengan baik dari sebelum mendapatkan penyuluhan sebesar Sebanyak 80% ibu yang hadir di kelas ibu hamil meningkat pengetahuan nya dengan nilai rata2 pretest 81% menjadi 90% pada posttest yang berarti terjadi kenaikan pengetahuan sebesar 9%.