cover
Contact Name
Aan Sofyan
Contact Email
a122@ums.ac.id
Phone
+6281228291116
Journal Mail Official
jurnalberkawan@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, 57169 Central Java, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Berkawan
ISSN : -     EISSN : 30467799     DOI : -
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat adalah sebuah jurnal peer-reviewed yang berisi artikel hasil pengabdian kepada masyarakat yang didasarkan pada pemecahan solusi terhadap di bidang kesehatan dalam suatu masyarakat. Jurnal ini merupakan suatu terbitan berkala yang digunakan sebagai laporan maupun publikasi terkait dengan aplikasi ilmu pengetahuan yang dilakukan dalam rangka mewujudkan masyarakat sehat.
Articles 48 Documents
EDUKASI DAN PENYULUHAN ANEMIA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA KARANG TARUNA DI DESA GEDONGAN, BAKI SUKOHARO Muhammad Isa Hanafi Tabah Tohamik; Muhammad Rafif ‘Ulwan; Jihadilia Islami Putri; Septia Denok Sugiharto; Iik Monika; Rini Anggita; Fardani Nur Annisa; Putri Nurlia Anggraini; Dinda Marini Putri; Ameilia Nurhadiyastuti; Chintya Putri Wibowo; Annisa Dewi Cahya; Mahendra Wahyu Dewangga; Dian Hudiyawati
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 1, Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i1.6070

Abstract

Desa Gedongan di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, menghadapi masalah kesehatan anemia di kalangan remaja putri. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan penyuluhan kesehatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang anemia dan pentingnya konsumsi tablet tambah darah (TTD). Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan kesehatan awal, pre-test, pemberian materi penyuluhan, distribusi TTD, dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dengan 75,86% remaja memiliki pengetahuan baik sebelum penyuluhan dan meningkat menjadi 96,55% setelah penyuluhan. Kesimpulannya, penyuluhan efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja tentang anemia. Disarankan untuk menggunakan metode interaktif dalam penyuluhan selanjutnya untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan peserta.
MEWUJUDKAN GENDHIS DI DESA GENENG (GERAKAN EDUKASI DAN DIET HIPERTENSI GIAT SENAM) Moh Zamroji; Muhammad Fajar Afnizar; Cindy Ratna Adella; Diah Ayu Kusuma Wulandari; Intan Prasetyaningrum; Wahida Fitria Fatmasari; Alreda Fitriana; Arum Cahyaningsih; Asti Damaningtyas; Khoirunissa Nadiva Nareswari; Devanda Amelia Prihantika; Shuffah Arsya Azzahra; Farida Nur Isnaeni; Salsabila Purnamasari
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i2.6071

Abstract

Desa Geneng sendiri memiliki penduduk lansia sebanyak 89 jiwa dan dari screening awal pengecekan tekanan darah di dukuh Kaworan Sari dan Geneng Sari didapatkan 74,16% lansia mengalami tekanan darah tinggi atau Hipertensi. Hipertensi pada lansia di Desa Geneng banyak disebabkan karena kurangnya pengetahuan terkait penyakit hipertensi, pola makan dan gaya hidup yang kurang baik, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait penyakit hipertensi, manajemen pola makan dan kebiasaan hidup agar lebih baik terutama pada lansia. Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat meliputi screening hipertensi, penyuluhan kesehatan, dan diskusi interaktif dengan media poster dan leaflet di Posyandu Kaworan Sari pada 4 Juli 2024 dan Posyandu Geneng Sari pada 5 Juli 2024. Sasaran pengabdian adalah masyarakat lansia dengan hipertensi di Desa Geneng. Pre-test dan post-test juga dilakukan untuk mengukur peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat lansia terkait hipertensi. Hasil penyuluhan diketahui terdapat peningkatan pengetahuan dengan hasil pengetahuan cukup 85,3% menjadi pengetahuan baik 100%. Berdasarkan hasil analisis data kadar tekanan darah lansia di Posyandu Kaworan Sari dan Geneng Sari, terdapat 23 (25,8%) lansia yang memiliki tensi dengan kadar yang normal dan 66 (74,2%) lansia dengan kadar tensi tinggi. Program kerja GENDHIS (Gerakan Edukasi dan Diet Hipertensi Giat Senam) adalah program kerja mahasiswa KKN mengenai penjelasan hipertensi, diet hipertensi dan senam hipertensi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN dalam rangka untuk mengukur pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi. Agar pihak puskesmas dapat melaksanakan penyuluhan, kolaborasi gizi, promosi kesehatan dan kunjungan rumah ke rumah agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mencegah hipertensi.
UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DAN SCREENING HIPERTENSI PADA KADER PKK DESA KERTONATAN Refansa Desfa Dinata; Vina Alviana; Serilda Alya Madaniyah; Angelita Noor Ramadhini; Finna Rachma Agustin; Feby Margareta; Ivana Dewi Solihah; Destianna Destianna; Firda Dwi Anggriany; Nur Lailatul Muhlishoh; Septiana Ratnawati; Aulia Febriani; Ega Tanaya; Ayu Khoirotul Umaroh; Faizah Betty Rahayuningsih
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i2.6072

Abstract

Mayoritas mortalitas di dunia penyebabnya adalah penyakit tidak menular, salah satunya adalah hipertensi. Pada bulan Mei menunjukkan prevalensi penderita hipertensi yaitu sejumlah 16 orang berdasarkan data dari wawancara bidan desa. Permasalahan ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang hipertensi serta pola hidup yang kurang baik oleh Masyarakat. Penyuluhan tentang hipertensi dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkanpengetahuan mengenai penyakit hipertensi serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan. Pengabdian Masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan dan edukasi intensif kepada 30 responden Kader PKK Desa Kertonatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan kader PKK ditunjukkan dengan nilai mean sebelum penyuluhan adalah 6,13. Sedangkan nilai mean setelah penyuluhan adalah 8,77. Temuan ini menegaskan bahwa penyuluhan efektif memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan dan pengelolaan hipertensi di Masyarakat Desa Kertonatan. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk memperluas cakupan dan mendalamkan pemahaman mengenai strategi intervensi yang lebih efektif dalam mengatasi masalah kesehatan ini.
EDUKASI PENCEGAHAN KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS TERHADAP KEJADIAN STROKE ISKEMIK Ardito Dicky Pilang Gusbriananda; Listyani Hidayati; Beti Kristinawati; Fauzi Ahmad Yudianto; Amalia Sania Qonita; Diana Febriani; Adindha Puteri Ayu Zahwani; Yumnariffa Ulayya Ridwan; Dyah Retno Palupi; Maya Sukmawati; Layla Bonita Salsabila; Zahra Ratnawati Desiana; Bela Segar Juniarti; Salma Chintana Putri; Fitriana Fatika Khaerani
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 1, Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i1.6074

Abstract

Desa Gumpang merupakan salah satu desa di Kecamatan Kartasura Sukoharjo. Di Desa Gumpang, terdapat lansia dengan diabetes mellitus sebanyak 22 orang. Hasil analisis, masih terdapat lansia yang belum mengetahui komplikasi yang diakibatkan dari diabetes mellitus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi pencegahan komplikasi pada lansia dengan diabetes mellitus. Pencegahan komplikasi pada diabetes mellitus dapat dilakukan melalui upaya promotif dan preventif yang berfokus untuk meningkatkan pengetahuan serta sikap positif lansia terhadap kejadian stroke iskemik. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan metode ceramah dan tanya jawab, kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahap, diantaranya yaitu : (1) survei lapangan; (2) persiapan pelaksanaan kegiatan; (3) cek kesehatan lansia; (4) senam diabetes lansia (5) pre-test; (6) edukasi diabetes mellitus; (7) diskusi; (8) post-test. Untuk evaluasi kegiatan ini menggunakan pretest dan posttest dengan media Presentasi Power Point. Hasil kegiatan menunjukkan pada pretest 2 orang mendapatkan nilai dengan kategori tidak paham, 18 orang kategori kurang paham, dan 2 orang kategori paham. Setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan nilai dari hasil pretest ke posttest. Terdapat 2 orang mendapatkan nilai dengan kategori kurang paham dan 20 orang kategori paham. Kesimpulan: pemberian edukasi tentang pencegahan kejadian stroke iskemik pada penyandang diabetes mellitus dapat meningkatkan pengetahuan pada lansia di Desa Gumpang.
EDUKASI “CEGAH STUNTING DENGAN SLOGAN GROGOL” UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN STUNTING PADA KELUARGA BERISIKO STUNTING DI DESA GROGOL, SUKOHARJO Hanifah Imtiyas; Aldila Lutfi Asmarasikha; Indy Viorohma Asinta Zahra; Amelinda Putri Larasati; Davinka Aliyya Suprihono; Annisa Salsabiila Sayida Rohma; Dinar Nurhayati; Mariska Nuri Sholikhah; Aurrell Adna Kusuma; Ellysa August Kartikasari; Ahmad Rijani; Feri Irawan
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.6082

Abstract

Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo terdapat permasalahan kesehatan yang menjadi fokus utama yaitu 20 anak terindikasi stunting dan 5 dari 20 ibu hamil mengalami anemia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pencegahan stunting pada keluarga berisiko stunting. Pengetahuan orang tua yang masih rendah terkait stunting menjadi salah satu faktor angka stunting di Desa Grogol masih terus ada. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan ibu kader pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) Desa Grogol dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi, kegiatan dilakukan melalui tahapan yaitu : (1) survei lapangan; (2) persiapan pelaksanaan; (3) pre-test; (4) edukasi stunting; (5) diskusi; (6) post-test. Evaluasi kegiatan menggunakan pre-test dan post-test dengan media Presentasi Power Point, pemberian leaflet, dan pemberian poster kepada desa. Hasil kegiatan menunjukkan pre-test 6 orang dengan kategori kurang paham dan 10 orang kategori paham. Setelah diberikan penyuluhan didapatkan peningkatan nilai yaitu 16 orang dengan kategori paham. Didapatkan rata – rata skor pre-test sebesar 9,06 sedangkan rata – rata skor post-test sebesar 11,94. Ibu yang mengalami peningkatan pengetahuan sebanyak 16 orang. Sehingga dari data tersebut didapatkan hasil bahwa pemahaman ibu hamil tentang stunting meningkat. Kesimpulan: kegiatan penyuluhan stunting dengan slogan Grogol dapat meningkatkan pengetahuan pencegahan stunting pada keluarga berisiko stunting di Desa Grogol.
EDUKASI POLA HIDUP SEHAT PADA LANSIA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELITUS DI POSYANDU LANSIA SEHAT MANUNGGAL RW 4 KELURAHAN KARTASURA Mahdi Ramadhani Idris Marasabessy; Marcella Sulistyowati; Zahra Dhiya’an Almas Putri K; Sharla Apsarini Luthfiah; Ninis Wahyu Arifah; Dinar Syarifah Septiningrum; Inez Ramadhana Saputri; Faradea Nasywa W; Dini Ayu Pinasti; Dipta Hiqmal Wirananta; Bunga Tiara Adsa; Nadiyah Kumalasari; Agus Widodo; Rezania Asyfiradayati; Sri Darnoto
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i2.6089

Abstract

Kartasura merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kartasura dikatakan sebagai kota satelit bagi Surakarta atau Solo dan sebuah perkembangan perkotaan bagi Kabupaten Sukoharjo. Meskipun demikian, pemahaman masyarakat di sana terkait diabetes melitus masih rendah. Hal ini dapat memicu kasus diabetes melitus di wilayah Kartasura. Kami mengadakan kegiatan KKN di kelurahan ini yang bertujuan meningkatkan pengetahuan atau pemahaman mengenai pencegahan dan pengobatan terhadap diabetes melitus. Sehingga dengan memberikan edukasi dapat memberikan dampak positif pada masyarakat di sana dan menambah wawasan. Metode pelaksanaan kegiatan yang kami lakukan adalah penyuluhan ceramah dan demonstrasi mengajarkan mengenai upaya pencegahan dan pengobatan pada kasus tersebut. Setelah dilaksanakannya penyuluhan di desa tersebut masyarakat dapat memahami akan bahaya diabetes melitus dengan memulai langkah dari pencegahan dan pengobatan bagi penderita. Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap kasus ini dan apa saja yang harus dilakukan pada pola hidup terutama pada kalangan lansia tetapi masih ada beberapa masyarakat yang belum mengaplikasikannya secara langsung, seperti meminum minuman dengan kandungan gula yang tinggi.
UPAYA PENCEGAHAN DBD DI KELURAHAN NGADIREJO DENGAN PENYULUHAN DAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK Muhammad Athhar; Yuliana Rahma; Annisa Nur Fatiha; Fadillah Zuhroh Choirunnisa; Kusumandari Nur Shafana; Chrisnami Ika Safira; Khansa Hanan Amany; Meirehazade Ayu Nurani; Selfiana Selfiana; Fanisa Nabilla; Ajeng Ersawati; Zuan Nun Alea Syavinka
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i2.6097

Abstract

Pada tahun 2024, Indonesia menghadapi peningkatan signifikan dalam kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), khususnya di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura. Permasalahan utama di daerah ini mencakup peralihan musim, kepadatan penduduk, perilaku masyarakat yang tidak mendukung pencegahan DBD, sanitasi yang buruk, dan rendahnya pengetahuan tentang DBD. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai DBD melalui penyuluhan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di wilayah tersebut. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data, perencanaan kegiatan, dan pelaksanaan penyuluhan serta PSN. Penyuluhan dilaksanakan di Posyandu Dewi Ratih II dengan 36 peserta, di mana terdapat peningkatan signifikan pengetahuan peserta mengenai DBD. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari 64,72 menjadi 95,00. Kegiatan PSN dilakukan dengan memeriksa dan memberikan larvasida pada tempat penampungan air di RW 1, RW 3, dan RW 4, yang menemukan jentik di 10 dari 50 rumah yang diperiksa, menunjukkan Angka Bebas Jentik (ABJ) sebesar 80%. Hasil ini menunjukkan kebutuhan peningkatan kegiatan PSN untuk mencapai standar nasional. Kesimpulannya, kegiatan penyuluhan dan PSN berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat dan memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Namun, diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan ABJ dan partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan DBD.
PENGABDIAN MASYARAKAT PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH BERSAMA KADER POSYANDU DESA JATI, KECAMATAN GATAK, KABUPATEN SUKOHARJO Alif Bakhtiar; Muhammad Abdan Syuhada; Kurniawati Fadillah; Septiana Indah Lestari; Selvy Alhani Juni Asri; Hanabilla Rawdhatul Jannah; Fatma Rini Sinaga; Siti Khotimah; Rizka Amalia Indriyana; Navira Wahyu Vania; Keisha Angger Kiranti; Novita Giwan Pratiwi
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 1, Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i1.6101

Abstract

Desa Jati merupakan Desa yang terletak di Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo yang memiliki 14 RT dan 4 RW dengan 8 dukuh. Masalah kesehatan di Desa Jati meliputi Demam Berdarah Dengue (DBD), Hipertensi, Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan Stunting. Program KKN Interprofessional Education dan Al Islam Kemuhammadiyahan Desa Jati Kecamatan Gatak dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu : (1) analisis situasi mitra/masyarakat; (2) identifikasi masalah; (3) menentukan atau merencanakan solusi pemecahan masalah; (4) pendekatan sosial; (5) pelaksanaan kegiatan; (6) evaluasi kegiatan dan pelaporan. Untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan warga khususnya di RT 03 RW 02, kami membagikan leaflet dan menjelaskan kepada warga yang berisi tentang pengertian DBD, tanda dan gejala, penularan, ciri dan sifat nyamuk aedes aegypti, pertolongan pertama dan penanggulangan. Kesimpulan dari hasil kegiatan yang dilaksanakan pada minggu 30 Juni 2024 di desa Jati RT 03 RW 02 yaitu masih banyak rumah warga yang terdapat jentik-jentik di lingkungan tempat tinggal mereka dan juga lingkungan warga yang kotor, selain itu juga banyak warga di RT 03 RW 02 yang mata pencahariannya sebagai pengepul ban bekas yang banyak, sehingga menjadi sarang untuk berkembang biak jentik-jentik nyamuk yang terisi oleh air sehingga memicu terjadinya DBD.
CERITA SEHAT KAMPUNG KITA: EDUKASI POLA HIDUP SEHAT PADA REMAJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA NGROMBO Devina Putri Yuniardi; Muhammad Rafly Nugroho; Ardhana Yusfranda; Maulina Dita Amelia; Azza Rohidatus Soleha; Afifah Zakiyatul Aulia; Ari Noviana Putri; Aura Putri Kristyantya; Khoirunnisa’ Ramadhan Mahfiroh; Ghina Kamila; Diana Fatmasari; Nur Lathifah Mardiyati; Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 1, Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i1.6105

Abstract

Kejadian stunting di Desa Ngrombo mencapai 13,5%, angka ini masih jauh dari target yang telah ditentukan oleh Dinas Kesehatan Sukoharjo. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang pencegahannya harus dilakukan sejak dini sehingga informasi mengenai stunting perlu diberikan kepada remaja untuk mempersiapkan diri menjadi calon orang tua dengan status gizi dan kesehatan yang baik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi, meningkatkan pengetahuan, dan pemahaman kepada remaja tentang stunting sebagai salah satu masalah gizi di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan dengan penyuluhan menggunakan metode pemaparan materi dan FGD. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan remaja tentang PHBS, isi piringku, dan aktivitas fisik sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pengetahuan pada remaja setelah dilakukan edukasi melalui hasil pre-test dan post-test.
EDUKASI HIPERTENSI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA BLIMBING Avisa Silviana Adi Astuti; Namira Anfi Normalitasari; Amanda Putri Nurhaliza; Indria Irvi Salsabillah; Anaelia Syakilla Maharatna; Andita Ayu Masruro; Nurul Hidayah; Tsabitah Syahla Khairunisa; Diva Peni Agustin Widihastuti; Nugraha Satya Ramadhan; Zahrina Widyani; Mega Ilham Geovani; Eni Purwani; Arif Pristianto
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 1, Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i1.6106

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang sering terjadi pada lansia dan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan hipertensi pada lansia di Desa Blimbing. Metode yang digunakan adalah edukasi melalui ceramah dan media leaflet, serta senam hipertensi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan lansia tentang hipertensi dan penurunan tekanan darah setelah mengikuti senam hipertensi. Kesimpulannya, edukasi dan senam hipertensi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesehatan lansia. Penulis menyarankan adanya program edukasi berkelanjutan untuk memastikan lansia terus mendapatkan informasi terbaru tentang hipertensi dan cara pencegahannya serta perlunya keterlibatan keluarga dalam program edukasi dan kegiatan kesehatan.