cover
Contact Name
Farisatma
Contact Email
farisatma891@gmail.com
Phone
+6285215124044
Journal Mail Official
termasyhurumbuton@gmail.com
Editorial Address
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat merupakan jurnal peer-reviewed yang diterbitkan oleh Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton. Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diaplikasikan dalam beragam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat terbit secara berkala sebanyak empat kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November.
Location
Kota bau bau,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 30251915     EISSN : 30251907     DOI : https://doi.org/10.35326/termasyhur.v3i4
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai multi disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat meliputi hasil-hasil pengabdian dan kgiatan masyarakat Ilmiah, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset pengabidan yang diterapan dan hilirisasi hasil kegiatan ilmiah berbasis komunitas kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan Seperti: Kegiatan Sosial, Kegiatan Kependidikan, Kegiatan Sains, Kegiatan Keolahragaan, Bahasa dan Kesenian, Bisnis dan Ekonomi, Teknik dan Kejuruan, Politik, Hukum, Pertanian, dll.
Arjuna Subject : -
Articles 53 Documents
Peningkatan Lingkungan Belajar dan Kreativitas Anak melalui Kegiatan Pengabdian di Ra Ihya Al Ulum Mulyadi; Supriadi; Hernawati; Kasmawati
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/termasyhur.v3i3.7764

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter dan kecerdasan anak sejak dini. Lingkungan belajar yang mendukung kreativitas dan interaksi menjadi faktor krusial dalam optimalisasi perkembangan anak pada tahap ini. Pengabdian masyarakat di RA Ihya Al Ulum bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan belajar serta mendorong kreativitas anak melalui pendekatan edukatif dan pengembangan fasilitas. Permasalahan yang dihadapi adalah kurang optimalnya fasilitas belajar yang mampu merangsang kreativitas dan partisipasi anak. Metode kegiatan meliputi pemberian alat bantu pembelajaran inovatif, perbaikan ruang kelas untuk menciptakan atmosfer belajar yang kondusif, dan pelaksanaan aktivitas mewarnai guna melatih motorik halus serta ekspresi kreatif anak. Proses dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan guru dan pihak sekolah agar program berkelanjutan. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap respons anak selama kegiatan berlangsung. Hasil menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan anak dalam aktivitas belajar dan tumbuhnya minat eksplorasi melalui media kreatif. Lingkungan belajar yang lebih menarik juga mendorong interaksi sosial yang positif antar siswa. Kegiatan pengabdian ini berkontribusi dalam menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan, serta mendukung pengembangan kreativitas anak secara optimal.
Penguatan Literasi Hukum Pemilu Kelompok Pemuda Dalam Mewujudkan Pemilu Yang Demokratis dan Berintegritas Hayun; Mashendra; Hasirudin Hasri; Eko Satria; La Ode Rahman Fadila
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/termasyhur.v3i3.7784

Abstract

Pemilu merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan negara demokratis yang menjunjung tinggi prinsip kedaulatan rakyat. Namun, praktik penyelenggaraan pemilu di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya kesadaran hukum masyarakat, maraknya politik uang, serta minimnya pemahaman generasi muda tentang hak dan kewajiban sebagai pemilih. Kondisi ini dapat menghambat terwujudnya pemilu yang demokratis dan berintegritas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi hukum bagi kelompok pemuda agar mampu berperan aktif dalam mengawal proses demokrasi yang bersih, jujur, dan adil. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi hukum, diskusi interaktif, serta simulasi proses pemilu. Sasaran kegiatan adalah kelompok pemuda pada tingkat SMA dan mahasiswa di Kota Baubau. Materi yang diberikan mencakup dasar hukum pemilu, peran pemilih pemula, bahaya politik uang, serta mekanisme pelaporan pelanggaran pemilu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang regulasi pemilu dan kesadaran untuk menolak praktik kecurangan, khususnya politik uang dan kampanye hitam. Peserta juga lebih memahami pentingnya partisipasi aktif sebagai pemilih cerdas yang berintegritas. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah preventif dalam menciptakan generasi muda yang kritis, sadar hukum, serta berkomitmen menjaga nilai demokrasi.
Edukasi Pola Hidup Sehat dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular Komunitas Lansia Gawise; Tarno; Muhammad Yusnan
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/termasyhur.v3i2.7791

Abstract

Desa Lambusango di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, memiliki jumlah lansia yang cukup signifikan dengan keterbatasan akses informasi kesehatan. Kondisi ini menyebabkan rendahnya pengetahuan mengenai pola hidup sehat dan pencegahan penyakit tidak menular. Faktor risiko seperti pola makan tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik, dan minimnya pemeriksaan kesehatan berkala memperbesar potensi terjadinya hipertensi, diabetes, dan penyakit degeneratif lain. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman lansia mengenai pola hidup sehat, serta mendorong perubahan perilaku nyata melalui pendekatan edukasi berbasis komunitas. Metode: Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama tiga bulan (Juni-Agustus 2025) melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Edukasi dilakukan selama enam kali pertemuan dengan metode partisipatif berupa ceramah interaktif, demo masak sehat, senam lansia, pemeriksaan kesehatan, serta diskusi reflektif. Efektivitas kegiatan diukur melalui pre-test dan post-test, disertai observasi perubahan perilaku. Hasil Kegiatan: Rata-rata skor pengetahuan lansia meningkat ±30 poin (58%), dengan temuan bahwa lebih dari 75% peserta membawa bekal makanan sehat, 79% mengikuti senam rutin, serta meningkatnya kebiasaan pemeriksaan kesehatan mandiri. Selain itu, terbentuk Kelompok Lansia Sehat Mandiri (KLSM) sebagai wadah berkelanjutan untuk mendukung gaya hidup sehat. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku lansia dalam mencegah penyakit tidak menular.
Inovasi Pengembangan Materi Sosial Ekonomi Berbasis Digital Learning pada Pendidikan Menengah Yanto Bandje; Azan; Wa Ode Eli; Irman Matje; Jufri Agus
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/termasyhur.v3i2.7792

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, termasuk dalam mata pelajaran sosial ekonomi. Namun, praktik pembelajaran di pendidikan menengah masih banyak didominasi metode konvensional berbasis teks, sehingga cenderung monoton dan kurang mampu mendorong keterlibatan siswa. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan inovasi dalam pengembangan materi yang lebih interaktif dan relevan dengan karakteristik generasi digital. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengembangkan serta mengimplementasikan materi sosial ekonomi berbasis digital learning yang mampu meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa, sekaligus memperkuat kapasitas guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran. Metode kegiatan dilakukan melalui pendekatan participatory action, yang mencakup tahap identifikasi kebutuhan, penyusunan materi digital, pelatihan guru, uji coba implementasi di kelas, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, dan observasi keterlibatan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa materi sosial ekonomi berbasis digital learning terbukti lebih menarik dan interaktif dibandingkan materi konvensional. Siswa menunjukkan peningkatan motivasi belajar, partisipasi aktif dalam diskusi, serta peningkatan signifikan pada hasil tes. Selain itu, guru juga mengalami peningkatan kompetensi dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi. Program ini diharapkan menjadi model inovasi yang dapat direplikasi di sekolah lain.
Penyuluhan HIV/AIDS di SMA Negeri 1 Batauga La Ode Asrianto; Budi Prasetyo; Dewi Ismawati; Rianti; Asriana; Wa Ode Mindrawati; Purnama Juwayria Barandy; Jufita Sibela; Muhammad Azwar
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/termasyhur.v3i3.7793

Abstract

Kasus HIV/AIDS di Indonesia terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada periode Januari hingga Maret 2025 tercatat 15.382 penemuan kasus baru, di mana 4.850 di antaranya sudah berada pada tahap AIDS. Data ini memperlihatkan bahwa HIV/AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius. Salah satu kelompok yang memiliki risiko tinggi terhadap penularan HIV adalah remaja. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan akses informasi yang tepat mengenai HIV/AIDS, serta adanya perilaku berisiko seperti hubungan seksual bebas dan penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya edukasi yang sistematis untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran generasi muda. Kegiatan penyuluhan di SMA Negeri 1 Batauga dilaksanakan dengan tujuan memberikan pendidikan kesehatan mengenai HIV/AIDS kepada siswa. Metode yang digunakan berupa penyampaian materi secara tatap muka dan diskusi interaktif, disertai penilaian melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan. Materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik sehingga memotivasi siswa untuk lebih memahami bahaya HIV/AIDS. Dengan pengetahuan yang memadai, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang dapat menyebarkan informasi secara cepat, memutus rantai penyebaran HIV/AIDS, serta mengurangi stigma negatif di masyarakat.
Pengabdian Masyarakat: Optimalisasi Efektivitas Kegiatan Pembelajaran Berbasis Lingkungan Sekitar di Sekolah Dasar Safiuddin; Faslia; Muhamad Nur Intan Ode; Indriyani; Farnia
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/termasyhur.v3i2.7796

Abstract

Pembelajaran di sekolah dasar sering kali masih berfokus pada metode konvensional sehingga kurang memanfaatkan potensi lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Padahal, lingkungan memiliki peran strategis dalam menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan efektivitas kegiatan pembelajaran berbasis lingkungan sekitar di sekolah dasar, dengan fokus pada peningkatan kompetensi guru dan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan program, pelatihan dan workshop, praktik lapangan, pendampingan intensif, serta evaluasi dan refleksi. Guru diberikan pelatihan penyusunan RPP dan media pembelajaran kontekstual, sedangkan siswa dilibatkan dalam kegiatan observasi, diskusi, dan tugas kreatif. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kompetensi guru dalam merancang pembelajaran berbasis lingkungan. Siswa juga menunjukkan motivasi belajar yang lebih tinggi, keterlibatan aktif dalam kerja kelompok, serta peningkatan pemahaman konsep sebesar ±35% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, terbentuk sikap kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar sekolah.
Penyuluhan Pencegahan dan Deteksi Dini Katarak Serta Pemeriksaan Tekanan Darah dan Gula Darah pada Masyarakat Desa Kura’a Haslina; La Ode Asrianto; Arita Dewi; Feli Artika; Sri Kalsum; Ilang Fitriani; Ain Saliasti
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/termasyhur.v3i4.8108

Abstract

Katarak merupakan penyakit mata yang ditandai dengan terjadinya kekeruhan pada lensa sehingga dapat menurunkan ketajaman penglihatan. Kekeruhan ringan pada lensa umumnya tidak terlalu mengganggu, namun apabila kekeruhan semakin tebal dan berada di bagian tengah lensa, penglihatan dapat terganggu secara signifikan dan memerlukan tindakan medis. Keluhan awal katarak biasanya berupa pandangan kabur atau berawan dan lebih sering terjadi pada kelompok usia lanjut. Selain faktor usia, penyakit penyerta seperti diabetes melitus dan hipertensi diketahui sebagai faktor risiko terjadinya katarak. Sehingga, upaya edukasi dan skrining faktor risiko menjadi penting dalam pencegahan dan deteksi dini katarak di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Kura’a mengenai katarak melalui penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sebagai skrining penyakit penyerta. Metode yang digunakan meliputi ceramah, tanya jawab, demonstrasi media edukasi, evaluasi pemahaman peserta, serta pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah kepada peserta kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat yang ditandai dengan kemampuan peserta menjelaskan kembali pengertian katarak, faktor risiko, tanda dan gejala, komplikasi, serta upaya pencegahannya. Ditemukan beberapa peserta dengan tekanan darah dan kadar gula darah di atas nilai normal, yang mengindikasikan adanya risiko tambahan terhadap terjadinya katarak dan perlunya tindak lanjut kesehatan.
Penyuluhan Pencegahan dan Deteksi Dini Osteoarthritis pada Masyarakat di Desa Barangka, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton Sri Nurlian; La Ode Asrianto; La Ode Ardiki; Nuravisa Alvi; Isnawati; Yanti; Sitti Rahayu
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/termasyhur.v3i4.8109

Abstract

Osteoartritis (OA) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang bersifat kronis dan melumpuhkan, dengan prevalensi yang cukup tinggi di Indonesia, yaitu mencapai 11,9%. Tingginya angka kejadian ini diperparah oleh rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai OA, sehingga berdampak pada rendahnya kepatuhan terhadap upaya penatalaksanaan, khususnya terapi nonfarmakologis seperti latihan fisik. Berangkat dari kondisi tersebut, Mahasiswa S1 Keperawatan STIKES IST Buton melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan OA secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Balai Desa Barangka pada tanggal 26 November 2025 dengan sasaran sebanyak 20 orang masyarakat berusia di atas 30 tahun. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan melalui ceramah, demonstrasi, penggunaan media leaflet dan PowerPoint, serta evaluasi melalui post-test untuk menilai efektivitas kegiatan. Materi yang disampaikan mencakup pengertian OA, gejala, faktor penyebab, upaya pencegahan, serta manajemen nonfarmakologis. Selain itu, peserta juga diberikan demonstrasi dan praktik langsung latihan mandiri berupa Quadriceps Setting Exercise (QSE) dan Straight Leg Raises (SLR). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat Desa Barangka mengenai OA serta kemampuan melakukan latihan QSE dan SLR secara benar. Latihan ini terbukti aman dan efektif dalam memperkuat otot tungkai, mengurangi pembebanan pada sendi lutut, serta membantu meredakan gejala OA. Diharapkan, kegiatan ini dapat mendorong penerapan pola hidup sehat dan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menjaga kesehatan sendi secara berkelanjutan.
Pemanfaatan Lingkungan Sekitar Sebagai Media Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Nur Haizah Aopmonaim; Waode Ekadayant; Saqjuddin; Ahmad Muhardin Hadmar
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/termasyhur.v3i4.8110

Abstract

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pemahaman siswa terhadap lingkungan sosial dan budaya di sekitarnya. Pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran IPS menjadi pendekatan kontekstual yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi serta membangun kepedulian sosial. Jenis kegiatan berupa pelatihan, praktik langsung, dan refleksi kolaboratif dengan guru-guru sekolah dasar. Lokasi pengabdian dilaksanakan di SD Negeri 7 Kusambi. Sasaran kegiatan ini adalah guru-guru kelas IV–VI dan siswa sebagai peserta pembelajaran lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi partisipatif, wawancara semi-struktural, dokumentasi, dan angket sederhana. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan cara reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil pengabdian ini menunjukkan pembelajaran IPS berbasis lingkungan di sekolah dasar menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konseptual dan partisipasi aktif siswa dalam proses belajar. Dengan melibatkan siswa secara langsung dalam pengamatan dan eksplorasi lingkungan sekitar seperti pasar tradisional, kantor desa, tempat ibadah bahkan jalanan di sekitar sekolah menyimpan beragam fenomena sosial dan budaya pembelajaran menjadi lebih hidup dan bermakna. Siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi juga mengalami dan menganalisis peristiwa sosial secara nyata. Guru juga lebih kreatif dalam menyusun strategi pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan siswa. Pendekatan ini memperkuat hubungan antara sekolah dan masyarakat serta mendukung prinsip Kurikulum Merdeka yang mengedepankan kemandirian belajar dan penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila.
Pelatihan Pembuatan Alat Peraga Jarimatika Materi Perkalian di Sekolah Dasar Wa Ode Nining Setiyawan; Rizal; La Sahija; Tely Darmawansyah; Karim; Hanisu; Ade Minarti
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/termasyhur.v3i4.8111

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilkukan di Sekolah Dasar yang berlangsung pada tanggal 20 Oktober sampai selesai. PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kemauan guru-guru dalam membuat atau mengunakan media atau alat peraga dalam mengajarkan materi Matematika. Oleh karena itu, perlu diberikan pelatihan pembuatan alat peraga Jarimatika konsep perkalian di SD Negeri 53 Buton. Permasalahan dalam PKM ini adalah (1) urangnya kemauan guru dalam menggunakan alat peraga dalam mengajarkan materi konsep perkalian. (2) Kurangnya kemampuan guru dalam menentukan alat peraga atau meda yang bisa digunakan dalam mengajarkan matematika. (3) Keinginan sekolah/guru untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sangat tinggi, namun masih terkendala oleh beberapa faktor, seperti sulitnya untuk melaksanakan pelatihan dikarenakan pendanaan, terbatasnya kegiatan pelatihan pembuatan alat peraga jarimatika bagi guru-guru dan kepala sekolah di SD Negeri 53 Buton. PKM ini dilakukan dengan menggunakan metode perencanaan/persiapan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Hasil dari PKM ini yaitu Pelaksanaan kegiatan pelatihan penggunaan metode jarimatika untuk menanamkan konsep cara mudah menghitung perkalian berjalan dengan baik. Guru mampu dalam menggunakan metode jarimatika pada operasi perkalian. Hal ini terlihat pada saat mengikuti pembelajaran banyak guru yang paham dengan alat peraga Jarimatika untuk soal-soal perkalian dan antusias guru dalam menyelesaikan soal-soal perkalian dengan alat peraga Jarimatika.