cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
betty.masruroh@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.sd@gmail.com
Editorial Address
Universitas Negeri Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan
ISSN : 08548285     EISSN : 25811983     DOI : 10.17977
Core Subject :
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan publishes articles on conceptual ideas, studies, and application of theories, practical writing, and the results of educational research and teaching of primary schools. Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan first appeared in 1992 under the name KREATIF. SEKOLAH DASAR changed its name to Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan starting 2017. In 2018 Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan indexed DOAJ.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Learning Model Problem-Based Learning in Increasing Learning Concentration of Elementary School Students in Integrated Thematic Lessons Reviewing from Learning Outcomes Ernawati
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 31 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v31i22022p139-150

Abstract

This study aims to determine how the learning outcomes of the Problem-Based Learning (PBL) learning model increase the concentration of elementary school students on integrated thematic subjects. The experimental method is used for research. The mean post-test value for the experimental class is 83.80 percent and the mean post-test for the control class is 78.80 percent, indicating that student learning outcomes are visible. The experimental class has a gain index g greater than 0.69, while the control class has a gain index g greater than 0.59. The results of the t-test indicate that Sig and t-count (4.388) are greater than T-table (2.052). 2-tailed) 0.05 or 0.014, indicating that students at SDN Hikmah II Yapis, Jayapura City, Papua Province are more concentrated in learning integrated thematic subjects thanks toProblem-Basedd Learning model. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana hasil penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan konsentrasi siswa sekolah dasar pada pembelajaran tematik. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental. Nilai rata-rata postes kelas eksperimen adalah 83,80 persen dan rata-rata posttest untuk kelas kontrol adalah 78,80 persen, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa. Kelas eksperimental mendapatkan indeks g lebih besar dari 0,69, sementara kelas kontrol mendapatkan indeks g lebih besar dari 0,59. Hasil dari uji t-test menunjukkan bahwa Sig dan t-count (4,388) lebih besar daripada T-table (2,052). 2-tailed) 0,05 atau 0,014, menunjukkan bahwa para siswa di SDN Hikmah II Yapis, kota Jayapura, provinsi Papua lebih berkonsentrasi dalam mempelajari mata pelajaran dalam tematik dengan penggunaan model Problem Based Learning.
RAGAM TEKNIK DAN BAHAN KERAJINAN TANGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR SENI BUDAYA DAN PRAKARYA SEKOLAH DASAR Sumanto; Muhana Gipayana; Rumidjan
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 26 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v26i12017p30-38

Abstract

Abstract: The study aims at describing a variety of handicraft techniques and materials which exist in Malang. This study employed qualitative descriptive approach. The subject of this study was handicraft home industry in Malang. The data collection of this study obtained by conducting observation, documentation, and interviews. The results indicated that (1) home industry of handicraft in Malang is feasible to be utilized as a learning resource in elementary school. In addition, the variety of technique of making handicrafts noted within this study are wickerworking, carving, sewing, tie, stringing-beading, application, embroidering, batik, folding, clay crafting, spinning, rotating, printing, screen printing, painting, scratching and lathing. (2) The variety of handicrafts materials selected or used is in the form of natural and artificial materials such as clay, katu, corn husk, cloth, plastic, and paper. Abstrak: Penelitian bertujuan mendeskripsikan: ragam teknik, dan bahan kerajinan tangan di Kota Malang. Pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek home industri kerajinan tangan di Malang. Pengumpulan data: observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil: (1) pada produk home industri kerajinan tangan yang ada di Kota Malang dapat dipelajari sebagai sumber belajar di SD. Ragam teknik atau cara pembuatan yaitu anyaman, ukir, jahit, ikat, merangkai-meronce, aplikasi, menyulam, membatik, melipat, membutsir, pilin, putar, mencetak, sablon, melukis, menoreh danbubut. (2) ragambahan kerajinan tangan yang dipilih atau digunakan yaitu berupa bahan alam dan bahan buatan contohnya tanah liat, katu, klobot jagung, kain, platik, dan kertas. Kata Kunci: teknik, bahan kerajinan tangan, sumber belajar, seni budaya, SD
Pengembangan Media Pembelajaran E-Materi untuk Meningkatkan Minat dan Motivasi Belajar Mahasiswa pada Matakuliah Konsep Dasar PPKn Mulyani; Suryo Hadi Wira Prabowo; Vicky Dwi Wicaksono; Hendrik Pandu Paksi
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 31 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v31i22022p151-161

Abstract

E-Material through multimedia can make the learning process more interesting so that it is easier to understand. Good multimedia is able to present various kinds of events that can be used as learning media. E-Material is intended to motivate students to learn by attracting their interest and piquing their curiosity. Thus, E- Material is thought to be able to increase competence in the Basic Concepts of Civics. The purpose of this study was to find out the results of developing E-Material products as learning media in the Civics Basic Concepts course which was declared feasible by validation experts and student limited trials. ASSURE is the development methodology utilized for this study. Based on the score obtained from the expert validation test and limited trial, it was stated that the E-Material made was declared valid in terms of the material contained and the use of learning media. These results can be concluded that the compiled E-Material can be used on elementary school teacher education students. Multimedia E-Materi dapat membuat proses pembelajaran lebih menarik dan karenanya lebih mudah untuk dipahami. Multimedia yang baik mampu menyajikan berbagai agenda yang dapat digunakan sebagai media pendidikan. Diharapkan E-Materi akan menarik perhatian dan minat mahasiswa, sehingga memotivasi mahasiswa untuk belajar. Dengan demikian, E-Materi diyakini dapat meningkatkan pengetahuan tentang Konsep Dasar PPKn. Penelitian ini berusaha untuk mengetahui hasil pengembangan produk E-Materi sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Konsep Dasar PPKn yang dinyatakan layak oleh ahli validasi dan uji coba terbatas mahasiswa. ASSURE adalah metodologi pengembangan yang digunakan untuk penelitian ini. Berdasarkan skor yang diperoleh dari uji validasi ahli dan uji coba terbatas menyatakan bahwa E-Materi yang disusun dinyatakan valid secara materi yang terkandung dan penggunaan media pembelajaran. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa E-Materi yang disusun dapat digunakan pada mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
MISKONSEPSI SISWA SEKOLAH DASAR PADA PEMBELAJARAN BILANGAN DESIMAL Rahmah Johar; Fitriadi Mahmud; Mahdalena; Rusniati
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 25 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v25i22016p160-167

Abstract

Abstract: The aim of this study is to describe students’ minsconception at decimal numbers learning. The research subjects are IV grade students SDN 67 and MIN Tungkob Aceh Besar. Qualitative research method using observation instrument and learning test on decimal numbers material were applied in this tudy. The results of this study is in the form students’ mistakes deccription in understanding the concept of deciding decimal numbers between two integers and change fractions into decimal numbers, and students’ mistakes in solving the addition operation of decimal numbers. It is indicated that the causes of the misconception are sample questions are less varied so that generalizations become wrong and the limited time in using props so students tend to use stackable summation like the summation of integers. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk miskonsepsi siswa pada pembelajaran bilangan desimal. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 67, dan MIN Tungkob Aceh Besar. Data penelitian melalui observasi dan tes pembelajaran materi bilangan desimal. Analisis secara kualitatif. Hasil penelitian berupa siswa salah memahami konsep menentukan bilangan desimal diantara dua bilangan bulat, dan mengubah pecahan menjadi bilangan desimal, dan siswa salah melakukan operasi penjumlahan bilangan desimal. Penyebab miskonsepsi yaitu contoh soal kurang bervariasi sehingga generalisasi yang dilakukan menjadi keliru dan waktu yang diberikan menggunakan alat peraga terlalu singkat sehingga siswa cenderung menggunakan cara penjumlahan bersusun seperti menjumlahkan bilangan bulat.
Peningkatan Keterampilan Menyimak Melalui Film Animasi Bagi Peserta Didik Kelas III Sekolah Dasar Fikria Nurfadhilah Yasmine; Ratna Trieka Agustina; Titis Angga Rini
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 29 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v29i22020p170-181

Abstract

This study aims to describe the learning activities and analyze the improvement of listening skills through fable fairy animated film in III A students of Karanganyar State Elementary School 1 Malang Regency. This type of research is classroom action research (CAR) Kemmis and Taggart models. Data collection techniques used were observation, interviews, tests, and documentation. The data analysis technique used is descriptive quantitative and descriptive qualitative. The results showed that fable fairy animated films can improve the listening skills of students in class III A Karanganyar State Elementary School 1 Malang Regency. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan pembelajaran dan menganalisis peningkatan keterampilan menyimak melalui film animasi fabel pada peserta didik kelas III A SDN Karanganyar 1 Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Taggart. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan atau observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film animasi fabel dapat meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik kelas III A SDN Karanganyar 1 Kabupatn Malang.
KESALAHAN SISWA PADA OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN DI KELAS VI SEKOLAH DASAR Ni Luh Sakinah Nuraini; Suhartono; Yuniawatika
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 25 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v25i22016p168-175

Abstract

Abstract: The aimed of this research is to describe the mistakes of the students grade VI in elemetary school that is related to addition and subtraction fraction operation and the causal factors. This research used explanatory design. the data is in the form of test. The result of this research indicated that 61% students do mistakes in addition fraction operation and 63,3% students do mistakes in subtraction fraction operation. The mistakes consist of misprochedure, misconception, misinterpretation of the directions, careless, wrong implementation, and unstudied. According to those datum, the result of discussion can be summed up that the mistakes of the students in addition fraction operation reach 61% and subtraction fraction operation reach 63,3%. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kesalahan siswa kelas VI SD terkait dengan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan serta faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan rancangan explanatory design. Data berupa hasil tes. Hasil penelitian ini, ditemukan bahwa 61% siswa mengalami kesalahan pada operasi penjumlahan pecahan dan 63,3% siswa pada operasi pengurangan pecahan. Kesalahan siswa meliputi kesalahan prosedur, kesalahan konsep, kesalahan dalam menyalahartikan petunjuk, kesalahan karena kecerobohan, kesalahan aplikasi, dan kesalahan belajar. Berdasarkan paparan data hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kesalahan siswa pada operasi penjumlahan pecahan mencapai 61% dan pada operasi pengurangan pecahan mencapai 63,3%.
Prediktor Kesulitan Membaca Permulaan di Sekolah Dasar Mohammad Arif Taboer; Endang Rochyadi; Sunardi Sunardi; Bahrudin Bahrudin
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 29 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v29i22020p182-190

Abstract

This article is intended to describe predictors of initial reading difficulty in students with reading difficulties in primary schools. This study used a descriptive research design. The results of this study indicate that the predictors that cause reading difficulties in students are (1) phonological awareness, (2) visual perception, and (3) one predictor that is still uncertain. However, the interesting thing is the phenomenon where students do not experience obstacles in phonological awareness or visual perception, but still experience difficulties in reading. The presumptions that appear in the last predictor are related to external factors. Artikel ini ditujukan guna mendeskripsikan prediktor kesulitan membaca permulaan pada siswa dengan kesulitan membaca di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa prediktor yang menyebabkan kesulitan membaca pada siswa adalah (1) kesadaran fonologi, (2) persepsi visual, dan (3) satu prediktor yang masih belum diketahui secara pasti. Namun demikian hal yang menarik adalah fenomena dimana para siswa tidak mengalami hambatan dalam kesadaran fonologi ataupun persepsi visual, namun masih tetap mengalami kesulitan dalam membaca. Dugaan yang muncul pada prediktor terakhir adalah berkenaan dengan faktor eksternal.
Pemahaman Konsep Melalui Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia pada Materi Pengukuran Sudut di Kelas IV Sekolah Dasar Fina Amalena Mariyana; Imam Agung Rosady; Nurul Latifah
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 27 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v27i22018p98-107

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to prove whether the implementation of Indonesian Mathematics Realistic Method Approach can enhance the results of mathematics learning by conceptual understanding of angle measurement material for students in Grade IV, SDN Rawa Buaya 03 Pagi. This research is classified as an experimental research with one group pretest-posttest design. This research finds out that 12 students (43%) become the majority in ‘good' category. The average percentage of the emergence of all of the conceptual understanding indicators is 78.57% thus falls in ‘good’ category. Based on this research, it is concluded that there are enhancements on students’ learning results and conceptual understanding in angle measurement material by way of using its method. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dapat meningkatkan hasil belajar matematika melalui pemahaman konsep materi besar sudut pada siswa kelas IV SDN Rawa Buaya 03 Pagi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain rancangan one group pretest posttest. Diperolehhasil penelitian bahwa siswa yang memiliki kemampuan pemahaman konsep kategori baik memiliki frekuensi terbanyak yaitu 12 siswa (43%).Persentase rata-rata kemunculan keseluruhan dari indikator pemahaman konsep adalah 78,57% dengan kategori baik.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa dan pemahaman konsep pada materi besar sudut melalui PMRI.
Pelaksanaan Kompetensi Pedagogik Guru di Sekolah Dasar Rina Wahyuni; Teti Berliani
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 27 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v27i22018p108-115

Abstract

Abstrak: With regard to teacher’s pedagogical competence, teachers are required to be able to plan, implement and evaluate learning according to the ability of students. However, there are still teachers who have not been able to plan to learn so that they often copy-paste; the teacher has not maximally implemented PAIKEM-based learning because it still holds the old paradigm, namely the lecture. As well as the less optimal teacher in assessing learning that only focuses on cognitive aspects. This study used a qualitative approach with case study design. Data collection is done through observation, interviews, and documentation. The research results obtained, can be categorized as teacher’s pedagogical competency is good enough, although it still needs guidance to teachers in improving the learning process. Abstrak: Berkenaan dengan kompetensi pedagogik guru, guru dituntut mampu merencanakan, melaksanakan serta mengevaluasi pembelajaran sesuai kemampuan siswa. Namun, masih ada guru yang belum mampu merencanakan pembelajaran sehingga seringkali melakukan copy paste; guru belum maksimal melaksanakan pembelajaran berbasis PAIKEM karena masih memegang paragdigma lama, yakni ceramah. Serta kurang optimalnya guru dalam menilai pembelajaran yang hanya berfokus pada segi kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh, dapat dikategorikan kompetensi pedagogik yang dimiliki guru sudah cukup baik, walaupun masih perlu dilakukan pembinaan kepada guru dalam perbaikan proses pembelajaran.
PEMENUHAN HAK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI Triyanto; Desty Ratna Permatasari
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 25 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v25i22016p176-186

Abstract

Abstract: Special children’s rights fulfillment in inclusive school SDIT Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto. The aim of this study is to describe the fulfilling of special needs children’s’ rights in inclusive school SDIT Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto. The qualitative descriptive research was applied and the data collection of data was using questionnaires, interview, and observation. The subjects of the study are classroom teachers and teacher assistant. The results of the study showed that SDIT Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto has been able to apply the inclusive school concept. Although not all of special children’s needs are fulfilled, they have been generally fulfilled. Abstrak: Pemenuhan Hak Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi SDIT Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemenuhan hak-hak anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah inklusif SDIT Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket, wawancara dan observasi. Subyek penelitian adalah guru kelas dan guru pendamping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDIT Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto telah mampu menerapkan konsep sekolah inklusi dengan cukup baik. Meski masih belum semua hak ABK terpenuhi, namun secara umum hak-hak ABK telah dapat terpenuhi.