cover
Contact Name
AGROINOTEK
Contact Email
agroinotek@ub.ac.id
Phone
+628573259811108584345594
Journal Mail Official
agroinotek@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jalan Veteran Kota Malang, Jawa Timur, 65140
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGROINOTEK
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27743357     EISSN : 27743357     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.agroinotek
Core Subject :
The scope of AGROINOTEK includes, but is not limited to, Agroecology, Agrotechnology, Agribusiness, Agricultural Economics, Agricultural Sociology, Agricultural Communication and Extension, Forestry, Appropriate Technology, as well as other relevant interdisciplinary fields. The journal welcomes original research articles, case studies, and critical review papers that make significant contributions to the advancement of knowledge, methodologies, and practical applications.
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
Analisis Kemantapan Agregat Tanah Lapisan Bawah (Subsoil) Di Kebun Kopi Robusta, Desa Bangelan, Kabupaten Malang Lutfi, M. Wasilul; Yumma, Alifia; Soemarno, Soemarno; Riyanto, Saniya Reizta
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas tanah dasar merupakan salah satu indikator keberhasilan pertumbuhan dan produksi tanaman kopi. Salah satu faktor pendukung kualitas tanah adalah sifat fisik tanah, terutama pada stabilitas agregat tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat stabilitas agregat tanah dan hubungan antara stabilitas agregat tanah dengan sifat fisik tanah dasar lainnya serta terhadap produktivitas tanaman kopi. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dengan metode purposive soil sampling. Analisis stabilitas agregat tanah menggunakan metode wet sieving. Parameter dalam penelitian ini adalah stabilitas agregat tanah, porositas tanah, berat jenis, berat jenis, dan tekstur tanah berupa fraksi pasir, lanau dan liat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas agregat tanah pada beberapa kelas umur tanam kopi dan kedalaman tanah yang berbeda memiliki nilai stabilitas agregat tanah yang berbeda, tetapi semuanya tergolong "Sangat stabil". Stabilitas agregat tanah memiliki hubungan yang signifikan dengan beberapa sifat fisik tanah lainnya seperti bulk density, porositas, fraksi liat dan fraksi lanau. Selain itu, stabilitas agregat tanah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas tanaman kopi.
Lubang Resapan Biopori Berkompos (LRBB) untuk Meningkatkan P-Tersedia Tanah di Kebun Kopi Robusta , Kabupaten Malang Hanuf, Atiqah Aulia; Nurin, Yusuf Mahardika; Bushron, Raushanfirk
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh Lubang Resapan Biopori Kompos (RPB) terhadap ketersediaan P tanah pada perkebunan kopi Robusta. Percobaan lapang dilakukan di perkebunan kopi Desa Bangelan, Kecamatan Wonasari, Kabupaten Malang. Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari lima perlakuan RPB dan empat kali ulangan. Kompos diberikan sebanyak 4.400 gram per RPB untuk pupuk kandang kambing dan 10.400 gram per RPB untuk kompos sekam kopi. Parameter yang diukur adalah pH tanah, P-total (P-HCl 25%), P-tersedia (P-Bray I) dan C-organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perlakuan RPB dapat meningkatkan kadar P total tanah secara nyata pada kedalaman 0-60 cm. Nilai tertinggi terdapat pada perlakuan P4 (RPB 60 cm dengan kompos sekam kopi). (2) Perlakuan RPB menghasilkan kadar P tersedia yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol, meskipun perbedaan ini tidak nyata pada p = 0,05.
Model Pendugaan Kandungan Klorofil Daun Kopi dengan Indeks Kerapatan Vegetasi (Ndvi) Mukhlisin, Ajral; Hamdani, Rizky Dwi; Ifadah, Nisfi Fariatul; Almira, Almira
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan klorofil daun kopi menunjukkan adanya pantulan sinar inframerah, daun yang sehat lebih banyak memantulkan sinar inframerah dibandingkan daun yang tidak sehat. Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) merupakan indeks vegetasi yang melibatkan sinar merah (R) dan inframerah dekat (NIR). NDVI ini digunakan untuk menaksir kandungan klorofil daun kopi dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan untuk menaksir kandungan klorofil daun kopi (SPAD : Soil Plant Analysis Development record) berdasarkan nilai NDVI pada perkebunan kopi produktif Robusta. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kandungan klorofil daun kopi dengan metode SPAD rata-rata 65 – 70 mg.g-1; (2) kisaran NDVI pada perkebunan kopi 0,50-0,70; (3) model regresi linier NDVI (X) dan kandungan klorofil daun (Y) adalah Y = 98,015 X + 6,784 ; R2 = 0,8054**). Disimpulkan bahwa nilai NDVI dapat digunakan untuk menduga kandungan klorofil daun pohon kopi Robusta produktif.
Aplikasi Zeolit Dan Bahan Organik Dalam Mengendalikan Laju Pelepasan Kalium pada Tanah Vertisol Lutfi, M. Wasilul; Hanuf, Atiqh Aulia; Sunarto, Bintar Probo
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalium merupakan unsur makro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak setelah N dan P. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan zeolit dalam mengendalikan laju pelepasan kalium pupuk KCl dan untuk mengetahui peranan bahan organik dalam mengendalikan laju pelepasan kalium pupuk KCl. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium biologi jurusan tanah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas empat perlakuan dengan tiga kali ulangan. Perlakuan tersebut adalah Kontrol (P0), Zeolit (P1), Bahan Organik (P2), dan 50% Zeolit + 50% Bahan Organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian perlakuan memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan pH, KTK dan pelepasan kalium. Peranan zeolit menunjukkan mampu memperlambat laju pelepasan kalium hingga 47% dibandingkan dengan perlakuan kontrol, bahan organik atau kombinasi 50% zeolit + 50% organik. Sedangkan perlakuan bahan organik meningkatkan laju pelepasan kalium sebesar 63% dan tidak terjadi interaksi kombinasi zeolit 50% + bahan organik 50% terhadap laju pelepasan kalium.
Pertanian Vertikal sebagai Upaya Pemanfaatan Lahan Sempit di Kota Mojokerto Yulianti, Novi Dwi; Fitria, Lailatul; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekitar 67% penduduk Kota Mojokerto telah menerapkan teknologi vertical garden pada lahan sempit di wilayah kota, baik lahan milik pribadi (seperti pekarangan rumah) maupun lahan milik publik (lahan milik pemerintah dan instansi swasta).Beberapa vertical garden yang terdapat di Kota Mojokerto antara lain: (1). Vertical garden di pekarangan rumah atau pekarangan rumah (area permukiman); (2). Vertical garden di halaman kantor pemerintah dan swasta; (3). Vertical garden di lahan (ruang) sepanjang jalan raya kota; (4). Vertical garden di ruang terbuka hijau publik; (5). Vertical garden di lahan pertanian perkotaan.Jenis tanaman yang ditanam pada vertical garden antara lain tanaman hias, tanaman obat, tanaman pangan (sayur dan buah), dan lain-lain. Dari vertical garden ini masyarakat dan rumah tangga memperoleh manfaat langsung maupun tidak langsung untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Secara umum masyarakat telah memiliki pengetahuan mengenai teknologi pengelolaan vertical garden dan telah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompos Kotoran Kambing Meningkatkan Kandungan Bahan Organik Dan P-Tersedia Tanah Dari Kebun Kopi Robusta Suarmaprasetya, R.A.; Yunita, Dinda Mahartian; Safira, Nabila
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inceptisol memiliki karakteristik khusus, yaitu rendahnya bahan organik. Masalah kimia lain yang dimiliki oleh Inceptisol meliputi pH yang asam, kadar liat yang tinggi, dan lapisan permukaan yang mudah tercuci. Kompos dari kotoran kambing dapat memperbaiki sifat kimia tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos kotoran kambing pada berbagai dosis terhadap kandungan karbon dan fosfor tanah Inceptisol dari perkebunan kopi di desa Bangelan, Malang, Jawa Timur. Perlakuan yang diuji adalah K1D1 (kedalaman 0-30cm, tanpa kompos), K1D2 (kedalaman 0-30cm, dengan dosis kompos 0,5 g.500g-1 tanah), K1D3 (kedalaman 0-30, dengan dosis kompos 1 g. 500g-1 tanah), K2D1 (kedalaman 30-60cm, tanpa kompos), K2D2 (kedalaman 30-60cm, dengan dosis kompos 0,5 g.500g-1 tanah), K2D3 (kedalaman 30-60cm, dengan dosis kompos 1 g. 500g-1 tanah). Keenam perlakuan tersebut disusun dalam rancangan faktorial acak lengkap dengan lima kali ulangan. Pemberian kompos kotoran kambing pada contoh tanah yang diambil dari kedalaman tertentu dapat meningkatkan pH tanah, kandungan C-organik, P-tersedia dan P total dalam tanah. Masing-masing dosis anjuran pada kedalaman tanah 0-30 cm, dan 30-60 cm adalah 1 g. 500 g-1 tanah atau setara dengan 5,64 Mg.ha-1, dan 5,36 Mg.ha-1.
Deskripsi Morfologi Tanah di Kebun Percobaan Balittas Karangploso, Kabupaten Malang Suarmaprasetya, Radifta Adika; Yunita, Norma; Ramadhan, Muhammad Haniif; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inventarisasi morfologi tanah merupakan kegiatan pengumpulan data berupa tanah yang akan digunakan dalam pengelolaan stasiun percobaan di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (BALITTAS). Kegiatan ini dapat dilakukan dengan melakukan survei pada lahan yang akan diolah secara cermat. Tujuan utama survei tanah adalah untuk memberikan informasi atau keterangan mengenai berbagai jenis tanah, sebarannya dan dapat menjadi bahan evaluasi lahan potensial untuk suatu penggunaan tertentu. Dengan karakteristik tanah yang berbeda-beda, hal ini menjadikan jenis tanah dan morfologi tanah sebagai acuan yang nantinya akan digunakan untuk menentukan pengelolaan tanah yang baik. Di stasiun percobaan BALITTAS terdapat kesamaan iklim, kemiringan lereng, bentuk lahan dan bahan induk, namun yang membedakan adalah dari penggunaan lahan berupa sawah dan lahan kering. Penutupan lahan berupa tebu, padi, agave, rami dan jati. Dengan menggunakan metode free grid, hal ini ditentukan melalui key area dengan membuat profil dan minipit tanah. Deskripsi dan evaluasi dilakukan untuk mengklasifikasikan morfologi tanah yang ada. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa: (1). Titik pengamatan dilakukan pada lima lokasi penutup lahan yaitu tebu, padi, agave, rami dan jati putih. (2). Ordo tanah pada lokasi pengamatan tergolong Inceptisols. Ditemukan dua jenis tanah pada lokasi tersebut dan tergolong Oxyaquic Humudept; dan Typic Humudepts. (3). Penutup lahan dengan berbagai pengelolaan lahan mempengaruhi karakteristik kestabilan agregat tanah dan kesuburan tanah lapisan atas. (4). Pada lokasi lahan kering yang digunakan untuk persawahan ditemukan kondisi akuik, dengan karakteristik berupa redoks deplesi pada kedalaman 22-45 cm yang mengakibatkan nilai kroma rendah yaitu 2,0.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tebu (Saccharum officinarum L.) Lahan Kering di Karangloso , Kabupaten Malang Rifqi, Naulifar; Ramadhan, Muhammad Haniif; Fitria, Lailatul
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi kesesuaian lahan tebu ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pembatas budidaya tebu di lahan kering, Karangploso, Kabupaten Malang. Kegiatan evaluasi lahan dilakukan di lahan kering dan Laboratorium Sistem Informasi Geografis, Kimia Tanah, dan Fisika Tanah, Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Seluruh kegiatan dilaksanakan pada bulan Maret 2021 sampai dengan Juni 2021. Evaluasi ini meliputi kegiatan persiapan, survei lapangan dan analisis laboratorium, serta analisis data untuk menentukan kelas kesesuaian lahan untuk tebu. Satuan lahan dan titik pengamatan ditentukan berdasarkan penutup lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satuan lahan dapat diklasifikasikan menjadi “lahan marginal, S3” untuk tebu. Faktor pembatasnya adalah N-total tanah (na1), P2O5 (na4), K2O5 (na6), dan kejenuhan basa tanah (nr1).
Model Pendugaan Lengas Tanah di Kebun Kopi Rakyat dengan Metode SMI (Soil Moisture Index ) Mukhlisin, Ajral; Irenasari, Irenasari; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu faktor pembatas dalam pertumbuhan dan produksi tanaman kopi. Apabila tanaman kopi mengalami kekurangan air, maka dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan pada tingkat kritis dapat mengakibatkan stres kekeringan dan kerusakan tanaman. Ketersediaan kadar air tanah dapat diperkirakan dari tingkat indeks kelembaban tanah. Pemantauan status kelembaban tanah dapat digunakan dalam perbaikan pengelolaan perkebunan kopi. Indeks Kelembaban Tanah (IKL) merupakan metode yang dapat digunakan untuk memperkirakan tingkat kelembaban tanah dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh dengan menggunakan nilai NDVI dan LST. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis status dan sebaran kelembaban tanah pada perkebunan kopi; menganalisis hubungan antara indeks vegetasi dengan kelembaban tanah; dan hubungan antara status kelembaban tanah dengan metode IKL dengan kadar air tanah pada perkebunan kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kelembaban tanah dari citra Landsat 8 OLI/TIRS (X) mempunyai hubungan positif yang signifikan dengan tingkat kelembaban tanah pada lokasi penelitian (Y): (Y = 7,499 X – 3,479; R2 = 0,78**). Disarankan agar metode SMI dapat digunakan untuk memperkirakan tingkat kelembaban tanah di perkebunan kopi RobustaV
Lubang Resapan Biopori Berkompos (LRBB) Memperbaiki Agregasi Tanah di Kebun Kopi, Jatikerto, Malang Fitria, Lailatul; Ulya, Ulya; Rahmawati, Riska; Naily, Zahrotun
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kopi di Jawa Timur mengalami penurunan dari tahun 2018 hingga tahun 2020. Salah satu penyebabnya adalah kondisi tanah yang kurang sesuai untuk pertumbuhan tanaman kopi akibat pengelolaan tanah pada perkebunan kopi yang kurang tepat. Proses pemadatan tanah pada perkebunan kopi berdampak buruk terhadap pertumbuhan akar tanaman kopi sehingga mengganggu penyerapan air dan unsur hara dari dalam tanah. Penelitian dilakukan di Agro Techno Park (ATP) Jatikerto, Malang, Jawa Timur untuk mengevaluasi penerapan lubang resapan biopori (BIH) dengan kompos terhadap stabilitas agregat tanah pada zona perakaran kopi. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan acak kelompok dengan empat perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari P1 (tanpa BIH) sebagai kontrol, P2 (BIH kosong), P3 (BIH + 1,5 kg kompos per lubang), dan P4 (BIH + 3,0 kg kompos per lubang). Pengamatan karakteristik tanah dilakukan setiap dua bulan pada tiga kedalaman yaitu 0-20 cm, 20-40 cm, dan 40-60 cm yang meliputi kestabilan agregat tanah, berat jenis, porositas, pH, dan C-organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lubang Resapan Biopori (BIH) yang diisi kompos dapat meningkatkan kestabilan agregat tanah pada zona perakaran kopi. Nilai DMR tertinggi ditunjukkan pada perlakuan BIH dengan dosis 3,0 kg kompos per lubang (BIH). Peningkatan kestabilan agregat tanah berkorelasi positif nyata terhadap produksi kopi.