cover
Contact Name
AGROINOTEK
Contact Email
agroinotek@ub.ac.id
Phone
+628573259811108584345594
Journal Mail Official
agroinotek@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jalan Veteran Kota Malang, Jawa Timur, 65140
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGROINOTEK
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27743357     EISSN : 27743357     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.agroinotek
Core Subject :
The scope of AGROINOTEK includes, but is not limited to, Agroecology, Agrotechnology, Agribusiness, Agricultural Economics, Agricultural Sociology, Agricultural Communication and Extension, Forestry, Appropriate Technology, as well as other relevant interdisciplinary fields. The journal welcomes original research articles, case studies, and critical review papers that make significant contributions to the advancement of knowledge, methodologies, and practical applications.
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
Profil Lengas Tanah Di Kebun Percobaan Kemiri Sunan, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang Saphira, Halyta Mega; Santoso, Budi; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi lahan merupakan suatu proses atau kegiatan untuk mengevaluasi kenampakan lahan untuk keperluan khusus seperti penilaian kebun Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi kondisi profil kelembaban tanah. Penelitian dilakukan pada blok-blok Reutealis trisperma di kebun percobaan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), Kalipare. Kondisi aktual profil kelembaban tanah diperoleh melalui penentuan tekstur, pengamatan permeabilitas tanah, pengukuran pF 0; 2,5 dan 4,2, serta berat jenis pada setiap lapisan tanah yang diperoleh dengan pembuatan minipit tanah di tengah-tengah blok Reutealis trisperma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kelembaban tanah pada kedua lokasi pengamatan tergolong “Rendah” hingga “Sangat Rendah”. Profil kelembaban tanah pada lokasi 1 lebih baik dibandingkan dengan lokasi 2. Lokasi 1 merupakan perkebunan kemiri umur 6 tahun dan tanahnya bertekstur lempung, permeabilitas lebih baik dan pori-pori air tersedia lebih banyak, dibandingkan dengan lokasi 2 yang merupakan perkebunan kemiri umur 4 tahun.
Penambahan Kompos untuk Memperbaiki Konduktivitas Hidrolik Jenuh Tanah Berpasir dari Kebun Kopi Robusta di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Malang Ifadah, Nisfi Fariatul; Safira, Nabila; Aulia, Siti Salma
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.01.01

Abstract

ABSTRAKDesa Bambang Kecamatan Wajak merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang sedang dikembangkan untuk budidaya kopi. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan tanah pada lahan Kopi Desa Bambang memiliki karakteristik tanah berpasir dengan struktur tanahnya lemah dan mudah meloloskan air, sehingga rawan terhadap limpasan permukaan dan erosi tanah. Adapun pergerakan air di dalam tanah yang diukur dalam kondisi jenuh disebut sebagai konduktivitas hidrolik jenuh (KHJ) tanah. KHJ tanah dipengaruhi oleh sifat tanah seperti kapasitas air tersedia (KAT), porositas tanah dan kandungan bahan organik tanah (BOT).  Penelitian rumah kaca menggunakan metode inkubasi tanah dan rancangan acak lengkap faktorial (RAL-F). Faktor yang digunakan terdiri dari: kedalaman pengambilan contoh tanah (0 -30 cm dan 30 -60 cm); dosis penambahan kompos ( 0 Mg.ha-1 , 10 Mg.ha-1; dan 20 Mg.ha-1). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan diperoleh 30 unit percobaan.  Peubah yang diamati adalah KHJ, KAT, Porositas tanah, dan kandungan BOT pada 11 MSI (minggu setelah implementasi perlakuan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penambahan kompos dapat meningkatkan kapasitas air tersedia pada tanah lapisan atas (0-30 cm) dan lapisan bawah (30-60 cm). Perlakuan dosis kompos 20 Mg.ha-1 memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan kapasitas air tersedia tanah dengan nilai KAT masing – masing sebesar 18,71 % (v/v) (tanah lapisan atas) dan 17,13%(v/v) (tanah lapisan bawah). (2) Penambahan kompos dapat menurunkan konduktivitas hidrolik jenuh tanah berpasir. Hasil terbaik pada kedalaman 0 – 30 cm ditunjukkan pada perlakuan penambahan kompos 20 Mg.ha-1 dengan nilai KHJ sebesar 11,03 cm.jam-1. Sedangkan pada tanah lapisan bawah (kedalaman 30 – 60 cm ) ditunjukkan pada perlakuan dosis kompos 20 Mg.ha-1 dengan nilai KHJ sebesar 9,89 cm jam-1. (3) Kapasitas air tersedia, persentase fraksi liat, porositas tanah dan kandungan bahan organik tanah secara bersama-sama memengaruhi konduktivitas hidrolik jenuh (KHJ) tanah. Kandungan bahan organik tanah berpengaruh paling besar terhadap konduktivitas hidrolik jenuh tanah, kemudian disusul oleh pengaruh kapasitas air tersedia, persentase fraksi liat, dan total porositas tanah.
Jerami Jagung untuk Memperbaiki Distribusi Pori Tanah Berpasir dari Kebun Kopi Rakyat di Desa Bambang Kecamatan Wajak, Malang Salma, Siti; Latifah, Hanif; Rahmanda, Muhammad; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.01.03

Abstract

Tanah berpasir biasanya dikenal memiliki karakteristik yang kurang baik seperti tekstur kasar, berat jenis tinggi, struktur gembur, porositas tinggi, daya menahan air rendah dan miskin bahan organik. Desa Bambang yang terletak di Kecamatan Wajak Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah dengan karakteristik tanah bertekstur berpasir. Tekstur berpasir dan porositasnya yang didominasi oleh pori-pori makro mengakibatkan tanah ini memiliki daya menahan air yang rendah. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan pemberian bahan organik pada tanah berpasir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dosis jerami jangu terhadap berat jenis tanah, porositas total tanah dan sebaran pori tanah. Penelitian inkubasi tanah di rumah kaca menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan sebagai berikut: (1) Tanah lapisan atas 0-30 cm tanpa jerami jagung, (2) Tanah lapisan atas 0-30 cm + jerami jagung 5 Mg.ha-1, (3) Tanah lapisan atas 0-30 cm + jerami jagung 10 Mg.ha-1, (4) Tanah lapisan atas 0-30 cm + jerami jagung 15 Mg.ha-1, dan (5) Tanah lapisan atas 0-30 cm + jerami jagung 20 Mg.ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jerami jagung dosis 20 Mg.ha-1 pada tanah berpasir asal Desa Bambang Kecamatan Wajak dapat memperbaiki sifat fisik tanah berpasir yaitu menurunkan berat jenis tanah, meningkatkan porositas total tanah, serta meningkatkan pori meso, pori mikro dan mengurangi pori makro tanah.
Pupuk Kandang Kambing dalam Lubang Resapan Biopori (LRB) untuk Memperbaiki Ketersediaan Fosfat Tanah Berpasir di Kebun Kopi Rakyat Alfathin, Syifa Chairani; Ramadhani, Muhammad Hibatullah; Septiani, Deva Eka; Mahardika, Muhammad Wisnu; Ifadah, Nisfi Fariatul; Hanuf, Atiqah Aulia
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.01.04

Abstract

Rata-rata produktivitas kopi rakyat sangat rendah dan beragam. Kesuburan tanah berpasir yang miskin fosfat dianggap sebagai salah satu kendala utama yang membatasi produktivitas kopi. Upaya yang dapat dilakukan adalah aplikasi pupuk kandang kambing ke zona perakaran tanaman kopi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh aplikasi pupuk kandang kambing melalui LRB terhadap ketersediaan fosfat tanah dan kinerja tanaman kopi. Penelitian dilakukan di kebun kopi rakyat di wilayah Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Perlakuan dosis pupuk kandang kambing adalah 0, 5, 10,15 dan 20 ton.ha-1 yang diaplikasikan melalui LRB 40 cm. Setiap perlakuan diulang empat kali dalam Rancangan acak kelompok (RAK). Pengamatan dilakukan lima bulan setelah aplikasi, meliputi pH tanah, C-organik, N-total, P-tersedia, N-daun, P-daun, klorofil daun dan hasil buah kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aplikasi pupuk kandang kambing melalui lubang resapan biopori (BIH) meningkatkan kandungan C organik tanah sebesar 26% dan P-Bray 1 sebesar 35% pada kedalaman tanah 0-60 cm, dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Perlakuan ini juga meningkatkan hasil kopi sekitar 45% dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Ada hubungan linear berganda antara hasil kopi (Y) dengan kandungan P-tersedia topsoil (X1), kandungan P-tersedia subsoil (X3),  kandungan P-daun kopi (X4), kandungan C-organik subsoil (X2), dan kandungan klorofil daun kopi (X5), dengan urutan besarnya kontribusi pengaruh terhadap hasil kopi: X1 > X3 > X4 > X2 > X5.
Pupuk Kandang Kambing dalam Lubang Resapan Biopori (LRB) untuk Memperbaiki Ketahanan Penetrasi Subsoil di Kebun Kopi Rakyat , Jatikerto, Kabupaten Malang Fitria, Lailatul; Srigiant, Ferian Cahya; Lutfi, M Wasilul; Jauhary, Muhammad Rifqi Al
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.01.05

Abstract

Pertanian kopi merupakan salah satu sektor yang memiliki peranan penting dalam keberlangsungan perekonomian negara. Kopi merupakan salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Pengelolaan perkebunan kopi merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan karena merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produksi kopi. Agrotechno Park Jatikerto merupakan perkebunan kopi yang memiliki ordo tanah Alfisol yang memiliki karakteristik tekstur liat. Permasalahan yang sering terjadi pada tanah Alfisol adalah penumpukan dan pemadatan liat pada lapisan tanah atas, sehingga menyulitkan penetrasi akar tanaman. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) enam perlakuan. Perlakuan yang digunakan adalah P1 (perlakuan kontrol, tanpa BIH: lubang resapan biopori), P2 (BIH kosong), P3 (kedalaman BIH 40 cm + pupuk kandang kambing 0,5 kg per lubang), P4 (kedalaman BIH 40 cm + pupuk kandang kambing 1,0 kg per lubang); P5 (kedalaman BIH 40 cm + pupuk kandang kambing 1,5 kg per lubang); dan P6 (kedalaman BIH 40 cm + pupuk kandang kambing 2,0 kg per lubang). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji ANOVA dengan taraf 5%, kemudian dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan BIH dengan pupuk kandang kambing menurunkan berat isi tanah dan tahanan penetrasi tanah secara nyata. Berat isi tanah berkorelasi positif dengan tahanan penetrasi tanah. BIH dengan pupuk kandang kambing menurunkan tahanan penetrasi tanah secara nyata.
Kompos Kulit Buah Kopi untuk Memperbaiki Subsoil Inceptisol di Kebun Kopi Desa Bangelan, Wonosari , Kabupaten Malang Risdawati, Nadya; Ramadhani, Muhammad Hibatullah; Safira, Nabilla; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.01.02

Abstract

Penelitian inkubasi tanah dilakukan untuk menganalisis pengaruh pemberian kompos sekam kopi terhadap kadar SOC dan P-tersedia pada lapisan tanah bawah inceptisol kebun kopi Desa Bangelan Malang. Penelitian inkubasi tanah dilakukan dengan menggunakan sampel lapisan tanah bawah yang diberi kompos sekam kopi, dan diinkubasi selama kurang lebih 16 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH Hâ‚‚O, pH KCl, C-organik tanah, P-Total dan P-Tersedia pada tanah yang telah diinkubasi selama 16 minggu dipengaruhi oleh takaran kompos sekam kopi. Pemberian kompos sekam kopi berpengaruh nyata terhadap kadar pH, C-Organik, dan P-Tersedia pada sampel tanah yang diambil pada kedalaman 30-60 cm. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian kompos sekam kopi sebaiknya diberikan pada tanah perkebunan kopi pada kedalaman tertentu antara 0-60 cm.
Evaluasi Lahan di Kawasan Agrowisata Petik Jeruk Selorejo, Kecamatan Dau Kabupaten Malang Yunitasari, Norma; Mashudi, Imam; Purwanti, Nelsa Kumala Dewi; Cahyani, Erika Putri Ika; Dethan, Albert Johanson; Meidina, Adella Anggi; Hanuf, Atiqah Aulia
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.02.01

Abstract

Di Desa Selorejo, salah satu sentra agrowisata jeruk, terdapat variasi produktivitas yang cukup besar di antara petani jeruk. Variasi produktivitas jeruk tersebut disebabkan oleh perbedaan karakteristik lahan dan tanah, serta sistem pengelolaan kebun. Program ini dilakukan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan jeruk dan mengidentifikasi kendala tanah untuk budidaya jeruk. Terdapat dua lokasi evaluasi yaitu kebun jeruk dengan produktivitas tinggi dan kebun jeruk dengan produktivitas rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa retensi hara tanah dan bahaya erosi akibat kemiringan lahan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi produktivitas jeruk. Berdasarkan hasil evaluasi lahan, disarankan untuk menggunakan kompos atau pupuk kandang melalui lubang resapan biopori (BIH) sedalam 50 cm untuk meningkatkan keberlanjutan produktivitas kebun jeruk.
Teknologi Lubang Resapan Biopori Berbahan Organik (LRBO) Memperbaiki Kualitas Tanah Kebun Jeruk , di BPSI Jestro, Tlekung, Batu Purwanti, Nelsa Kumala Dewi; Hanuf, Atiqah Aulia; Soemarno, Soemarno; Meidina, Adella Anggi; Cahyani, Erika Putri Ika
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.02.02

Abstract

Inceptisol memiliki karakteristik khusus, yaitu rendahnya bahan organik. Masalah kimia lain dari inceptisol meliputi pH asam, kadar liat tinggi, dan pencucian unsur hara di lapisan permukaan tanah. Aplikasi kompos organik ke dalam tanah dapat memperbaiki sifat kimia tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi lubang resapan biopori (BIH) dengan kompos organik pada berbagai dosis terhadap KTK tanah, C organik, N total, rasio C/N dan pH tanah tanah Inceptisol di Kebun Jeruk Lemon BPSI Jestro, Batu. Perlakuan yang diuji adalah P0 (kontrol, tanpa BIH, tanpa kompos), P1 (BIH kosong), P2 (BIH dengan dosis kompos 5 Mg.ha-1), P3 (BIH dengan dosis kompos 10 Mg.ha-1), P4 (BIH dengan dosis kompos 15 Mg.ha-1), P5 (BIH dengan dosis kompos 20 Mg.ha-1). Keenam perlakuan disusun dalam rancangan kelompok acak lengkap dengan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos pada BIH dapat meningkatkan Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah, kandungan C-organik, N-total, C/N Ratio, dan pH tanah lapisan atas dan bawah. Pemberian kompos dengan dosis 20 Mg.ha-1 merupakan perlakuan terbaik dan mampu meningkatkan KTK, C-organik, N-total, C/N Ratio, dan pH tanah pada pengamatan 5 kedalaman TBS yaitu 0-20 cm, 20-40 cm, dan 40-60 cm dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Perlakuan kompos dengan dosis 20 Mg.ha-1 dapat meningkatkan kandungan klorofil daun jeruk sebesar 789,23 μmol.m-2 atau meningkat sebesar 20,06% dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Terdapat hubungan yang signifikan antara kandungan klorofil daun jeruk dengan KTK tanah, kandungan N-total, C-organik, dan pH H2O. 
Teknologi Pengelolaan Tanaman Budidaya Di ATP (Agro Techno Park) Universitas Brawijaya, Jatikerto, Kabupaten Malang Purwanti, Nelsa Kumala Dewi; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.02.04

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari budidaya tanaman melon dan tomat di rumah kaca ATP Jatikerto dengan media tanam dalam polybag atau pot plastik. Dua jenis tanaman yang dibudidayakan di lahan ATP Jatikerto adalah melon emas dan tomat cherry, kedua jenis tanaman tersebut ditanam pada media tanam dalam polybag atau pot hingga buah dipanen. Teknologi budidaya tanaman meliputi tahapan penyemaian, pembibitan, penanaman bibit, pemeliharaan tanaman dalam polybag atau pot di rumah kaca yaitu tanaman melon dan tanaman tomat. Teknologi budidaya tanaman tomat-cherry meliputi penyiapan media tanam, penyemaian benih, pemindahan bibit ke polybag, pemasangan ajir, penyiraman, pemupukan, pemotongan tunas air, dan penyiangan.
Kombinasi Kompos Dan Tanah Liat Untuk Memperbaiki Kualitas Tanah Berpasir Dari Kebun Kopi Rakyat Di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Malang Latifah, Hanif; Safira, Nabila; Aulia, Siti Salma; Ifadah, Nisfi Fariatul
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.02.03

Abstract

Desa Bambang, Kecamatan Wajak merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang saat ini tengah dikembangkan untuk budidaya kopi. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa tanah di lahan Kopi Desa Bambang memiliki karakteristik tanah berpasir seperti strukturnya yang lemah dan mudah mengalirkan air. Hal ini menyebabkan tanah menjadi porous dan air mudah keluar. Pergerakan air dalam tanah yang diukur pada kondisi jenuh air disebut dengan konduktivitas hidrolik jenuh (KHS). KHS dipengaruhi oleh berbagai sifat tanah seperti kapasitas air tersedia (KAW) dan bahan organik tanah (BOT). Upaya perbaikan sifat tanah dilakukan untuk mengurangi potensi terjadinya erosi dengan cara menambahkan kompos dan tanah liat ke dalam tanah berpasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penambahan lempung dan kompos dapat meningkatkan kapasitas air tersedia (KAW) tanah. Perlakuan penambahan kompos 20 Mg.ha-1 dan lempung 50% memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan KHS hingga 24,27%v/v atau meningkat 49% dibandingkan kontrol. (2) Penambahan lempung dan kompos terbukti dapat menurunkan kecepatan konduktivitas hidrolik jenuh tanah. Hasil terbaik pada tanah kedalaman 0 – 30 cm terdapat pada perlakuan penambahan kompos 20 Mg.ha-1 dan lempung 50% dengan nilai SHC 5,41 cm jam-1 dengan penurunan sekitar 61% dibanding kontrol. (3) Daya tampung air tersedia, prosentase lempung, porositas tanah dan C organik tanah secara bersama-sama mempengaruhi konduktivitas hidrolik jenuh (SHC) tanah. Kandungan C organik tanah memberikan pengaruh terbesar terhadap konduktivitas hidrolik jenuh tanah, diikuti oleh daya tampung air tersedia, prosentase fraksi lempung, dan porositas tanah total.Â