cover
Contact Name
AGROINOTEK
Contact Email
agroinotek@ub.ac.id
Phone
+628573259811108584345594
Journal Mail Official
agroinotek@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jalan Veteran Kota Malang, Jawa Timur, 65140
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGROINOTEK
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27743357     EISSN : 27743357     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.agroinotek
Core Subject :
The scope of AGROINOTEK includes, but is not limited to, Agroecology, Agrotechnology, Agribusiness, Agricultural Economics, Agricultural Sociology, Agricultural Communication and Extension, Forestry, Appropriate Technology, as well as other relevant interdisciplinary fields. The journal welcomes original research articles, case studies, and critical review papers that make significant contributions to the advancement of knowledge, methodologies, and practical applications.
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
Pembuatan kompos dari sampah pasar dengan teknologi open-windrow Rani Wandansari, Niken; Suntari, Retno; Soemarno, S.
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar sayur tradisional Karangploso Malang merupakan salah satu sumber penghasil sampah organik yang cukup besar sebagai bahan utama pembuatan kompos. Penelitian dilakukan untuk mengetahui potensi pemanfaatan sampah organik sebagai kompos. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan demonstrasi (praktik) langsung pembuatan pupuk organik di lapangan menggunakan sampah organik pasar sebanyak ± 600 kg dan bioaktivator (EM4) dengan metode pengomposan open windrow. Proses pengomposan dilaksanakan selama 6 minggu. Berdasarkan hasil kajian, kandungan hara pada pupuk organik atau kompos yang dihasilkan dari sampah organik pasar sayur sudah memenuhi prasyarat kualitas kimiawi kematangan kompos SNI 19-7030-2004, berturut-turut untuk nilai C, N, P, C/N, C/P dan pH kompos adalah 12,33 %, 1,07 %, 0,34 %, 11,50, 35,90, dan 8,29. Selain itu juga memenuhi prasyarat kualitas fisik yang ditetapkan antara lain: 1) kadar air 46 %, 2) temperatur 28 0C, 3) berwarna kehitaman, 4) berbau seperti tanah, dan 5) bertekstur halus (remah).
Teknologi aplikasi kompos pupuk kandang kambing di kebun kopi Aulia Hanuf, Atiqah; M. Yunita, Dinda; M. Nurin, Yusuf; Syarof, Z. Naylis; Nisfi, N.; Ifadah, F.; Musyaffa, Haidar J.
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penumpukan limbah kotoran ternak masih banyak yang belum dimanfaatkan. Penumpukan dalam jumlah besar dapat menjadi sumber pencemaran lingkungan, pencemaran udara dan air. Perlu adanya penanganan yang tepat dalam mengelola limbah kotoran ternak seperti pembuatan kompos. Teknologi pembuatan kompos menjadi solusi yang tepat agar pengelolaan limbah kotoran dapat dimanfaatkan kembali seperti dalam sektor pertanian. Metode pembuatan dengan menggunakan kotoran kambing ± 800 kg, dedak 20 kg dan dekomposer (MA11). Proses pengomposan dilakukan selama ± 8 minggu. Berdasarkan hasil penelitian, kandungan hara pada kompos kotoran kambing sudah memenuhi prasyarat kualitas kimiawi kematangan kompos SNI 19-7030-2004, berturut-turut untuk nilai C, N, C/N dan pH kompos adalah 32,28 %, 1,98 %, 13,16 %, dan 7,24. Selain itu juga memenuhi prasyarat kualitas fisik yang ditetapkan antara lain: temperatur 29,7oC, berwarna kehitaman, berbau seperti tanah, dan bertekstur seperti tanah.
Penerapan sistem biopori berkompos di kebun kopi Hanuf, Atiqah Aulia; M. Nurin, Yusuf; M. Yunita, Dinda; Naylis Syaro, Z.; Nisfi, N.; Ifadah, F.; Musyaffa, Haidar J.; Soemarno, S.
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan bahan organik tanah semakin menurun karena semakin intensifnya pengelolaan, erosi, maupun terbatasnya input bahan organik di kebun kopi. Bahan organik memiliki peran yang penting untuk mendukung aktivitas fisik, kimia dan biologi tanah. Oleh karena itu, teknologi biopori berkompos mempunyai potensi yang sangat besar untuk memperbaiki kualitas tanah di kebun kopi. Teknologi ini diletakkan pada zona perakaran kopi yang terdiri dari dua bagian yaitu lapisan atas (0-30 cm) dan lapisan bawah (30-60 cm). Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendesain dan menerapkan teknologi biopori berkompos di kebun kopi. Sistem biopori dibuat menggunakan PVC 5” dengan kedalaman biopori 30 cm dan 60 cm di sekitar pohon kopi produktif. Kompos yang telah matang dimasukkan ke dalam biopori dengan dosis kompos kotoran kambing 4,4 kg/pohon dan untuk kompos kulit kopi sebesar 10,4 kg/pohon. Setiap petak pengamatan terdiri atas 15 pohon kopi dewasa dan 10 biopori berkompos. Teknologi biopori berkompos ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas air tanah tersedia pada zona akar tanaman kopi, meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan memperbaiki ketersediaan unsur hara dalam tanah.
Pupuk organik dan mikoriza untuk memperbaiki pertumbuhan dan produksi tomat Nur Fateha, Riska; Ilhaminnur, Bait; Rani Wandansari, Niken
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk organik dan mikoriza terhadap pertumbuhan tanaman dan produksi buah tomat, serta kandungan hara tanah pada berbagai interval penyiraman. Penelitian dilaksanakan di Green House Polbangtan Malang pada bulan Juli sampai dengan November 2019, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan perlakuan kombinasi jenis pupuk organik dan interval penyiraman, setiap perlakuan diulang tiga kali. Jenis pupuk organik yang digunakan yaitu: P1 (kompos kaliandra), P2 (kompos eceng gondok dan pahitan), P3 (kompos jerami dan kotoran sapi) dan P4 (vermikompos), sebagai kontrol adalah tanpa kompos (K). Interval penyiraman: 1, 3 dan 7 hari sekali (I1, I2 dan I3). Dosis mikoriza sebesar 2 gr/tanaman, sedangkan pupuk organik 160 gr / tanaman. Berdasarkan hasil penelitian, interaksi antara pupuk organik dengan interval penyiraman tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman tomat, diameter batang, panjang akar, awal berbunga, diameter buah, jumlah buah dan bobot buah segar, serta kandungan hara tanah. Interval penyiraman berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Penambahan pupuk organik dapat meningkatkan kandungan C-organik tanah sebesar 6.58 % dan P-tersedia sebesar 170.51 % dibandingkan dengan kontrol. Secara umum, produksi buah tomat yang paling tinggi diperoleh pada kombinasi perlakuan P2 (kompos eceng gondok dan pahitan) dan I1 (interval penyiraman 1 hari), yaitu sebesar 231 gr/ tanaman atau setara dengan produksi buah 7,22 ton/ha.
Peningkatan kapasitas petani untuk mencegah degradasi lahan pertanian berlereng di lahan kering Desa Pelat, Kecamatan Unter Iwes, Sumbawa Wulan Ayu, Ieke; Kusumawardani, Wening; Wartiningsih, Alia
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mayoritas petani Desa Pelat, Kecamatan Unter Iwes, Sumbawa, melakukan usahatani tanaman pangan di lahan kering. Kegiatan usahatani yang dilakukan secara turun temurun dihadapkan pada masalah penurunan produktivitas lahan, terutama di lahan pertanian tadah hujan berlereng. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra kelompok tani terkait teknologi konservasi tanah secara vegetatif dan mekanik. Kegiatan dilakukan pada kelompok tani Lemak-Ketabang II dan Buin Sumer sebanyak 112 orang selama bulan Desember 2019 dengan metode penyuluhan, dan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan petani tentang budidaya padi organik, penetapan waktu tanam sesuai dengan ketersediaan lengas tanah, praktek konservasi tanah dan air di lahan kering berlereng, dan pembukuan akuntansi sederhana untuk usahatani. Keberhasilan pemberdayaan petani dalam kegiatan ini adalah petani dapat membuat pupuk organik secara mandiri untuk menyuburkan tanah dan mengendalikan gangguan hama dan penyakit yang menyerang tanamannya. Petani mengetahui dan menerapkan pengetahuan tentang peningkatan produksi tanaman melalui konservasi tanah dan air yang dilakukan dengan memanfaatkan hujan yang singkat, dan melakukan tindakan konservasi tanah vegetatif meliputi pengendalian erosi pada bidang olah atau lahan yang ditanami dengan tanaman utama, stabilisasi lereng dari bidang olah, penggunaan vegetasi untuk mengendalikan erosi dan aliran air permukaan pada lahan pertanian. Petani sudah dapat melakukan pembukuan akutansi sederhana dalam usahataninya, sehingga memudahkan petani dalam perencanaan dan pengelolaan modal usahanya.
Pemberdayaan kelompok wanita tani Kanamit Barat melalui pembuatan mochi isi aneka buah Sustiyah, S.; Gumiri, Sulmin; Ernawati N C C, Hastin; Kusumadati, Wijantri; Elia, Andrie
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu wilayah sentra buah-buahan di Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah adalah Desa Kanamit Barat yang berada di Kecamatan Maliku. Potensi buah yang cukup berlimpah dan sangat menopang perekonomian masyarakat desa adalah buah pisang, nanas, waluh, pepaya dan cempedak. Harga buah segar di Desa Kanamit Barat sangat murah,  apalagi pada saat musim panen raya, hasil panen buah sangat berlimpah, pengolahan hasil buah tidak maksimum, pasar tidak dapat menyerap seluruh hasil buah segar dan petani cenderung membiarkan buah yang dipanen membusuk. Kondisi seperti ini mempengaruhi tingkat pendapatan petani buah di Desa Kanamit Barat. Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan Kelompok Wanita Tani Kanamit Barat  melalui transfer teknologi pembuatan mochi aneka buah, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah buah dan mengurangi kehilangan hasil selama musim panen buah. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan, pelatihan , dan pendampingan dalam proses pembuatan mochi aneka buah dengan mutu yang baik, dan teknologi kemasan yang menarik, pengurusan ijin edar produk, dan membuka peluang pasar yang lebih luas. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan nilai jual produk mochi aneka buah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta mampu membuat mochi dengan empat varian buah, pengetahuan dan keterampilannya dalam mengolah mochi meningkat,  dan mendapatkan sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan dari Dinas Kesehatan untuk mengurus ijin edar produk mochi aneka buah.
Bentuk lahan menentukan kesesuaian lahan dan produktivitas lahan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur Maghfiroh, Zeny Larasati Diyah; Tafakresnanto, Chendy
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk lahan mencerminkan karakteristik lahan, seperti material induk, kemiringan lereng, dan tanah sehingga dapat digunakan sebagai dasar evaluasi lahan untuk menentukan tingkat kemampuan dan kesesuaian lahan. Kesesuaian lahan merupakan gambaran kesesuaian tingkat atau potensi lahan untuk penggunaan lahan tertentu, termasuk penggunaan pertanian. Tingkat kesesuaian lahan ditentukan oleh faktor pembatas (kendala), sehingga tingkat kesesuaian lahan juga menunjukkan produktivitas lahan. Produktivitas lahan pertanian biasanya ditentukan dalam periode satu tahun, sehingga melibatkan pola rotasi tanaman dalam setahun. Penelitian tentang keterkaitan antara bentuk lahan, penggunaan lahan, kesesuaian lahan, dan produktivitas lahan dapat dilakukan dengan menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menentukan penggunaan lahan yang direkomendasikan dan estimasi produktivitas lahan pada berbagai bentuk lahan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Besuk dan Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk lahan menentukan penggunaan lahan, dibuktikan dengan bentuk lahan aluvial dan vulkanik (79,76-94,76%) didominasi oleh penggunaan lahan “sawah” dan bentuk lahan laut (80,33%) didominasi oleh tambak. Produktivitas tanah yang tinggi ditunjukkan dengan tanah yang sangat cocok (S1) dan cocok untuk tanah (S2) pada bentuk lahan aluvial dan vulkanik. Bentuk lahan aluvial dan vulkanik dapat direkomendasikan sebagai "penggunaan lahan sawah" dengan komoditas padi-sawah, jagung, bawang merah, dan tembakau; sedangkan bentuk lahan laut dapat direkomendasikan sebagai “penggunaan lahan tambak”.
Peningkatan pengetahuan petani padi terhadap pemupukan berimbang di kabupaten Klungkung, Bali Wandansari, Niken Rani; Sylviana, Desy; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.02.02

Abstract

Pemupukan berimbang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara dalam tanah guna meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman, dengan dilandasi ketepatan dalan jenis, dosis, waktu, dan cara pemupukan. Penetapan dosis pupuk hendaknya berdasarkan pada tingkat kesuburan tanah serta kebutuhan hara tanaman. Namun demikian sebagian besar petani masih menerapkan pemupukan secara berlebihan, terutama penggunaan pupuk anorganik dalam budidaya padi sawah. Petani berasumsi bahwa semakin banyak pupuk (urea) yang diberikan, semakin hijau tanamanannya dan semakin tinggi produksi gabah yang dihasilkan. Ketergantungan terhadap pupuk anorganik dialami petani di kecamatan Klungkung, kabupaten Klungkung, Bali. Kebiasaan tersebut berdampak negatif pada kesuburan tanah dan keberlanjutan pertanian, serta peningkatan biaya produksi. Dengan demikian perlu dilakukan penyuluhan untuk mengetahui tingkat pengetahuan petani dan perubahannya mengenai pemupukan berimbang pada budidaya padi sawah. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan petani padi dilakukan dengan uji-t dan penyebaran kuisioner kepada 25 petani. Skala pengukuran yang digunakan yaitu skala guttman. Berdasarkan hasil kuisioner dan uji-t diketahui bahwa tingkat pengetahuan awal petani tentang pemupukan berimbang sebesar 45%, sedangkan peningkatan pengetahuan petani setelah dilakukan penyuluhan sebesar 32%.
Pendampingan Pembuatan Kompos Serta Standarisasi Kualitas untuk Petani Cabai Rawit Di Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban Syamsulhadi, Mochammad; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Sunarto, Bintar Probo; Naziha, Sharfina Farhah
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.01

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani cabai rawit di Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, dalam pembuatan pupuk kompos serta pengelolaan agroekosistem yang ramah lingkungan. Program ini dilaksanakan melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan yang melibatkan anggota Kelompok Tani Harum Tani. Fokus utama kegiatan adalah pembuatan pupuk kompos, yang merupakan alternatif pupuk organik untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk anorganik serta menjaga kesuburan tanah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Sekolah Tani, di mana peserta menerima materi terkait pentingnya kompos dalam pertanian berkelanjutan, diikuti dengan praktek langsung pembuatan kompos. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan petani tentang manfaat kompos, kemampuan dalam memproduksi kompos berkualitas, serta penerapan kompos pada lahan cabai rawit. Selain itu, petani juga diberikan pemahaman tentang teknik pengelolaan hama dan penyakit tanaman secara terpadu yang lebih ramah lingkungan. Keberhasilan kegiatan ini ditunjukkan oleh antusiasme petani dalam mengikuti seluruh proses pelatihan dan diskusi, serta keberhasilan mereka dalam memproduksi dan mengaplikasikan kompos di lahan pertanian. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perubahan pola pikir dan perilaku petani menuju pertanian yang lebih berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan mereka di masa mendatang.
Pekarangan sebagai Sumber Pangan Keluarga di Wilayah Desa Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang Bushron, Raushanfikr; Mahardika, Muhammad Wisnu; Arifanty, Revina Devi; Septiani, Deva Eka
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.05

Abstract

ahan pekarangan di sekitar rumah hunian merupakan asset keluarga yang mudah diakses untuk beragam pemanfaatan, termasuk untuk memproduksi beragam jenis tanaman pangan, seperti sayuran dan buah-buahan. Lahan pekarangan secara tradisional telah dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman sayuran dengan aneka teknologi, termasuk tanaman pot, polybag, hidroponik, dan vertikultur. Kegiatan ini dilakukan di wilayah Desa Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang untuk menganalisis beragam teknologi pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam tanaman sayuran dan tanaman hias. Kegiatan ini menggunakan metode survei lapangan di lahan-lahan pekarangan milik warga masyarakat untuk mengamati teknik-teknik budidaya tanaman pekarangan dan mewawancarai pemilik lahan pekarangan. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, seperti menanam tanaman buah, sayuran, rempah, obat-obatan dan tanaman hias. Beberapa teknologi budidaya tanaman yang dilakukan warga masyarakat adalah teknologi Pot atau Verttikultur dengan media tanam campuran tanah atau hidroponik. Warga Masyarakat umumnya sudah memahami dan memanfaatkan lahan pekarangannya untuk budidaya berbagai jenis tanaman sayuran, buah, obat-obatan, bumbu dapur, dan tanaman hias. Beragam teknik penanaman pot dan vertikultur dapat ditemukan di lingkungan pemukiman warga masyarakat. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah pemanfaatan media tanam campuran yang dapat dimanfaatkan sec ara berulang (daur ulang) dan pemilihan jenis tanaman sayuran yang berumur pendek dan dapat ditanam dan dipanen setiap waktu.