cover
Contact Name
AGROINOTEK
Contact Email
agroinotek@ub.ac.id
Phone
+628573259811108584345594
Journal Mail Official
agroinotek@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jalan Veteran Kota Malang, Jawa Timur, 65140
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGROINOTEK
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27743357     EISSN : 27743357     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.agroinotek
Core Subject :
The scope of AGROINOTEK includes, but is not limited to, Agroecology, Agrotechnology, Agribusiness, Agricultural Economics, Agricultural Sociology, Agricultural Communication and Extension, Forestry, Appropriate Technology, as well as other relevant interdisciplinary fields. The journal welcomes original research articles, case studies, and critical review papers that make significant contributions to the advancement of knowledge, methodologies, and practical applications.
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
Pembuatan Kompos dari Limbah Kulit Kopi Robusta Hanuf, Atiqah Aulia; Nurin, Yusuf Mahardika; Aditya, Rizkia; Nurindriana, Fathia Meidy; Lutfi, M Wasilul
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.06

Abstract

Limbah kulit kopi jumlahnya banyak dan tidak dimanfaatkan dalam siklus pengelolaan prekebunan kopi. Kandungan BO dan unsur hara esensial  dari limbah kulit kopi ini cukup tinggi, sehingga berpotensi untuk diolah menjadi kompos yang berkualitas untuk kebun kopi. Tujuan kegiatan ini adalah menerapkan teknologi tepat guna untuk mengolah limbah kulit kopi menjadi kompos yang berkualitas. Kegiatan pengomposan dilakukan di Unit Pengomposan, Kebun Kopi Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Pengomposan limbah kulit kopi dapat menjadi solusi pengelolaan limbah kulit kopi saat ini. Kompos yang dihasilkan memenuhi syarat untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah, untuk memperbaiki kualitas tanah di kebun-kebun kopi. Bahan penunjang dalam proses pengomposan kulit kopi adalah molase (tetes tebu) , dedak padi dan dolomit untuk menghasilkan kualitas kompos yang baik. Beberapa saran yang dapat disampaikan adalah: (1) Perlu insentif khusus bagi unit pengomposan di perkebunan kopi untuk dapat mengolah limbah kulit kopi menjadi kompos yang berkualitas. dan (2) SOP (pedoman) khusus diperlukan untuk mengaplikasikan kompos di kebun kopi secara efektif dan efisien.
Pembuatan Pupuk Organik Sebagai Upaya Dalam Mendukung Pertanian Berlanjut Untuk Kemandirian Pangan Suyadi, Suyadi; Ardiarini, Noer Rahmi; Kurniawan, Andi; Arifin, Azeri Gautama
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.10

Abstract

Pertanian berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan kemandirian pangan di Indonesia, terutama dalam menghadapi ketergantungan pada impor dan kualitas pangan yang rendah. Pemerintah Indonesia telah mengembangkan strategi yang fokus pada pertanian berkelanjutan untuk meningkatkan produksi pangan, mengelola sumber daya alam secara bijaksana, dan menggunakan teknologi yang lebih efektif, sejalan dengan agenda pembangunan nasional 2020-2024. Desa Kromengan, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, menjadi contoh penerapan praktik pertanian berkelanjutan melalui sosialisasi dan pelatihan yang meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pertanian ramah lingkungan. Program ini bertujuan untuk membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya tanaman berkelanjutan, serta memperkenalkan teknologi seperti pupuk organik dan pengelolaan hama yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Dengan demikian, penerapan pertanian berkelanjutan di Desa Kromengan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup, kesejahteraan masyarakat, dan menjadi model bagi daerah lain dalam mencapai ketahanan pangan yang lebih baik dan berkelanjutan. Sosialisasi dan pelatihan program pertanian berkelanjutan di Desa Kromengan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang praktik pertanian ramah lingkungan, melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti petani, pemuda, dan tokoh masyarakat. Kegiatan ini mencakup presentasi, diskusi, dan demonstrasi langsung mengenai teknik pertanian organik, pengelolaan limbah, dan pembuatan pupuk kompos serta pupuk organik cair (POC). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kepercayaan diri masyarakat dalam menerapkan praktik pertanian berkelanjutan, serta minat yang tinggi untuk berkolaborasi dengan pihak terkait. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah, hasil pertanian, dan keberlanjutan lingkungan di Desa Kromengan.
Kompos Sekam Kopi untuk Memperbaiki ketersediaan Fosfat Lempung Berliat di Kebun Kopi Robusta Nurin, Yusuf Mahardika; Hanuf, Atiqah Aulia; Rahmawati, Riska
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.09

Abstract

ABSTRAKRendahnya ketersediaan P pada lapisan tanah atas dan bawah merupakan kendala utama yang membatasi produktivitas tanaman kopi Robusta. Sementara itu, sekam kopi kaya akan unsur hara esensial yang dapat dikomposkan menjadi kompos yang kaya unsur hara, terutama fosfat yang tersedia bagi tanaman. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos sekam kopi melalui BIH40 cm (lubang resapan biopori 40 cm) terhadap kandungan P tersedia dalam tanah, dan produktivitas tanaman kopi. Penelitian dilakukan di perkebunan kopi Robusta yang masih produktif, dengan tujuh perlakuan dosis kompos (0-10 ton.ha-1) yang diberikan melalui BIH40 cm. Setiap perlakuan diulang empat kali dalam Rancangan Acak Kelompok. Pengamatan tanah dan tanaman dilakukan 5 MAA (bulan setelah pemberian) meliputi pH tanah, kandungan C organik, P tersedia, jumlah daun, tinggi tanaman dan produksi pohon kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemberian kompos sekam kopi melalui BIH40cm sampai dengan dosis 10 ton.ha-1 dapat meningkatkan ketersediaan P tanah pada perakaran kopi, meningkatkan jumlah daun dan tinggi tanaman, serta produktivitas tanaman kopi; (2) hubungan antara kandungan P tersedia tanah (P20, P40, dan P60), jumlah daun (LN) dan produktivitas tanaman kopi (Prod) dinyatakan dengan persamaan regresi linier berganda: Prod = 333,815 + 47,132P40 + 12,278P20 + 2,081LN – 37,269P60 (R2 = 0,9980; sig F = 0,0039).
Penerapan Home Garden Sayuran Untuk Pemenuhan Kebutuhan Pangan Dasar Rumah Tangga di Desa Kedung Rejoso, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo Nugroho, Tri Wahyu; Andrianto, Bagus; Firdaus, Mohammad Wahyu
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.02

Abstract

Ketahanan pangan di wilayah pedesaan merupakan salah satu tantangan utama di Indonesia, terutama dengan adanya perubahan iklim dan keterbatasan akses masyarakat terhadap teknologi pertanian yang tepat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga melalui penerapan home gardening di Desa Kedung Rejoso, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Home gardening dipilih sebagai solusi karena mampu memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam secara mandiri, yang dapat meningkatkan ketersediaan pangan serta memberikan dampak ekonomi bagi keluarga. Metode pelaksanaan program ini meliputi beberapa tahapan, yakni identifikasi lokasi dan peserta, sosialisasi program, pelatihan teknis bercocok tanam, penyediaan bibit dan sarana produksi, serta pendampingan intensif selama proses penanaman. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengukur dampak program terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan rumah tangga. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa 95% peserta berhasil memulai home garden mereka dan mengalami peningkatan ketersediaan pangan rumah tangga. Beberapa peserta juga berhasil memasarkan hasil panen untuk mendapatkan pendapatan tambahan. Selain itu, program ini mendorong terjalinnya solidaritas sosial di antara warga melalui berbagi pengetahuan dan pengalaman. Program home gardening ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Desa Kedung Rejoso. Keberhasilan program ini berpotensi untuk direplikasi di wilayah pedesaan lainnya guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pelatihan Digital Marketing untuk Peningkatan Penjualan dan Kesejahteraan Petani Kopi Di Kabupaten Blitar Rahman, M Shadiqur; Andrianto, Bagus; Firdaus, Mohammad Wahyu; Shaleh, Mohammad Ilyas
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.07

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Kabupaten Blitar melalui pelatihan digital marketing. Meskipun kopi Blitar memiliki kualitas tinggi, banyak petani kopi masih menghadapi keterbatasan akses pasar dan kurangnya pengetahuan tentang pemasaran digital. Program ini melibatkan 30 petani kopi dan mahasiswa KKN dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, yang berfokus pada pengenalan dan pengaplikasian digital marketing untuk meningkatkan daya saing produk kopi di pasar. Pelatihan ini dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari persiapan dan koordinasi, pelatihan dasar digital marketing, pelatihan lanjutan mengenai e-commerce dan SEO, hingga praktik dan implementasi kampanye pemasaran digital oleh petani. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan petani dalam menggunakan media sosial dan platform e-commerce untuk memasarkan produk mereka. Beberapa petani mengalami peningkatan penjualan hingga 20% setelah mengimplementasikan strategi yang dipelajari. Selain peningkatan ekonomi, pelatihan ini juga meningkatkan kepercayaan diri petani dalam memanfaatkan teknologi digital. Keberhasilan program ini diharapkan dapat direplikasi di daerah lain yang memiliki potensi serupa, guna mendorong pemberdayaan petani dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan secara berkelanjutan.
Survei Evaluasi Produktivitas Kebun Jeruk di Wilayah Kecamatan Junrejo, Kota Batu Lutfi, M. Wasilul; Mashudi, Imam; Meidina, Adella Anggi; Nurdianto, Roby; Purwanti, Nelsa Kumala Dewi; Yulianto, Alfian Tri; Sunarto, Bintar Probo; Cahyani, Erika Putri Ika
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.04

Abstract

Kecamatan Junrejo, Kota Batu merupakan salah satu sentra produksi jeruk dengan berbagai jenis jeruk. Produktivitas kebun jeruk bervariasi dan faktor pembatas yang disarankan adalah kondisi topografi dan agroklimat. Tujuan dari survei ini adalah untuk menganalisis faktor topografi dan curah hujan yang membatasi produktivitas kebun jeruk di Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Survei lapangan dilakukan selama bulan Februari - April 2024 di lima lokasi kebun jeruk rakyat. Evaluasi faktor kesesuaian lahan terdiri dari tiga tahap: pengecekan lapangan, observasi lapangan, dan analisis data.  Hasil survei dan evaluasi di lima lokasi kebun jeruk di Kecamatan Junrejo menunjukkan bahwa ketinggian tempat, kemiringan lahan, dan curah hujan tahunan mempengaruhi produktivitas kebun jeruk. Ketinggian tempat (X) mempengaruhi produktivitas jeruk (Y) (Y = 7,9760 - 0,007X; R2 = 0,5805*). Semakin tinggi ketinggian tempat, semakin rendah produktivitas jeruk di Kecamatan Junrejo. Kemiringan lahan (X) berkorelasi negatif dengan produktivitas jeruk (Y), semakin curam kemiringan lahan maka semakin rendah produktivitas jeruk. Model persamaan regresi: Y = 3,342 - 0,073X (R2 = 0,6862*). Produktivitas kebun jeruk (Y) di wilayah Kecamatan Junrejo juga dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi (X), terutama pada masa pembungaan dan pembentukan buah (fruitset). Model regresi: Y = -0,0188x + 4,7752 (R2 = 0,8305*).
Cadangan Karbon di Kebun Kopi Rakyat di Wilayah Wonosari, Kabupaten Malang Andreansyah, Bagas; Fitria, Lailatul; Al Jauhari, Muhammad Rifqi; Ifadah, Nisfi Fariatul; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.03

Abstract

Perkebunan kopi rakyat menempati areal yang sangat luas dan kondisi vegetasi permanennya sangat beragam, hal ini mengindikasikan adanya cadangan karbon yang besar pada perkebunan kopi rakyat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menaksir cadangan karbon pada perkebunan kopi rakyat jenis Robusta, dan beberapa karakteristik vegetasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-destruktif dengan menggunakan model allometrik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa total cadangan karbon pada perkebunan kopi rakyat di lokasi penelitian sebesar 93,27 ton.ha-1, yang terdiri dari kategori AGB (di atas permukaan tanah) sebesar 49% dan kategori BGB (di bawah permukaan tanah) sebesar 51%. Tanaman kopi yang digunakan adalah jenis Liberica, dan Robusta, sedangkan pohon peneduhnya adalah Gliricidia sp., Leuceana sp., Musa sp., dan Albizia sp.. Empat tipe struktur vegetasi pada lokasi pengamatan adalah: (1) C. liberica dengan Gliricidia sp., (2) C. canephora dengan Gliricidia sp., (3) C. canephora dengan Leucaena sp., dan (4) C. canephora dengan Musa sp. 
Aplikasi Kapur Pertanian melalui Lubang Resapan Biopori (LRB) untuk Memperbaiki Kualitas Tanah Berpasir Masam Zona Perakaran di Kebun Kopi Rakyat Safira, Nabila; Alfathin, Syifa Chairani; Soemarno, Soemarno; Ramadhani, Muhammad Hibatullah; Aulia, Sitti Salma; Septiani, Deva Eka
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.08

Abstract

Tanaman kopi (Coffea sp.) memiliki nilai ekonomis tinggi dan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat pedesaan. Kebun kopi rakyat menempati areal yang sangat luas, kondisinya sangat beragam dan produktivitasnya masih rendah. Kondisi tanah berpasir masam yang miskin unsur hara diduga menjadi  kendala utama rendahnya produktivitas kopi rakyat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh aplikasi kapur dalam lubang resapan biopori (LRB 40 cm) terhadap karakteristik tanah topsoil dan subsoil di kebun kopi rakyat di wilayah Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Penelitian lapangan melibatkan tujuh perlakuan, yaitu P0(Kontrol tanpa LRB), BK(LRB Kosong), KP1(LRB + AgLime dosis 1 ton ha-1), KP2 LRB + AgLime dosis 2 ton ha-1), KP3 LRB + AgLime dosis 3 ton ha-1), KP4 (LRB + AgLime dosis 4 ton ha-1), KP5 (LRB + AgLime dosis 5 ton ha-1). Setiap perlakuan diulang empat kali dalam rancangan acak kelompok. Petak perlakuan berukuran 12m x 12 m berisi 25 tanaman kopi dengan jarak tanam 3m x 3m, tiga tanaman kopi sampel berada di tengah petak , pada setiap tanaman sampel ini dipasang empat LRB. Pengamatan dilakukan 5 bulan setelah aplikasi (BSA) meliputi pH tanah, C-organik, N-total dan P-tersedia, Kadar P-daun, N-daun, klorofil daun dan produksi kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kapur pertanian di lubang resapan biopori (LRB) dapat memperbaiki kualitas tanah dengan indikator peningkatan relatif kandungan C-organik sebesar 25.80 %, N-total sebesar 33.33 % dan P-Bray1 sebesar 34.51 % pada kedalaman tanah 0-60 cm dibandingkan kontrol.  Aplikasi kapur pertanian di LRB juga meningkatkan produksi kopi sebesar 40-45% dibandingkan kontrol.  Produksi tanaman kopi (Y) berhubungan erat dengan kandungan P-tersedia (0 – 20 cm) (X1), C-organik (20 – 40 cm) (X2), P-tersedia (40 – 60 cm) (X3), P-daun (X4) dan kandungan klorofil (X5) dengan urutan kontribusi pengaruh terhadap produksi kopi :  X1 > X3 > X4 > X2 > X5. 
Analisis Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Palawija Di Wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur Yulianti, Novi Dwi; Maghfiroh, Zeny Larasati Dyah; Tafakresnanto, Chendy; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk lahan mencerminkan karakteristik bahan induk, kemiringan lereng, dan karakteristik tanah, sehingga dapat digunakan sebagai dasar evaluasi lahan untuk menentukan kesesuaian lahan bagi produksi tanaman pangan. Kelas kesesuaian lahan ditentukan oleh faktor pembatas (constraint), sehingga tingkat kesesuaian lahan juga menunjukkan produktivitas lahan. Produktivitas lahan pertanian biasanya didefinisikan dalam jangka waktu satu tahun, sehingga melibatkan pola rotasi tanaman dalam setahun. Evaluasi dan analisis terhadap integrasi bentuk lahan, penggunaan lahan, kesesuaian lahan, dan produktivitas lahan dapat dilakukan dengan menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menentukan penggunaan lahan yang direkomendasikan dan estimasi produktivitas lahan pada berbagai bentuk lahan. Evaluasi dilakukan di Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas lahan yang tinggi terdapat pada bentuk lahan Aluvial dan Vulkanik dengan kelas kesesuaian lahan untuk palawija yaitu S1 dan S2. Bentuk lahan Aluvial dan Vulkanik dapat digunakan untuk pengembangan jagung, bawang merah, dan tembakau; sedangkan bentuk lahan Marin untuk pengembangan tambak ikan.
Evaluasi Lahan Di Wilayah Kecamatan Sukowono Untuk Tanaman Tembakau (Nicotina tabacum) Maghfiroh, Zeny Larasati Diyah; Husada, Aldo Jetco; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman tembakau merupakan salah satu komoditas utama yang dibudidayakan di Kabupaten Sukowono. Sebagian besar penduduk di Kabupaten Sukowono merupakan petani tembakau. Evaluasi telah dilakukan hingga saat ini sebagai upaya peningkatan produktivitas dan mutu tembakau. Peningkatan produktivitas dan mutu tembakau sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim dan karakteristik lahan. Dalam pengembangan lokasi penanaman, perlu diperhatikan kesesuaian karakteristik lahan pada areal penanaman dengan persyaratan tumbuh tanaman tembakau. Dalam menentukan lahan yang berpotensi untuk dijadikan lahan tembakau, salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) karena dapat mempermudah dalam mengetahui informasi mengenai suatu sumber daya lahan. Kegiatan evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui potensi lahan di wilayah Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember untuk tanaman tembakau. Sebaran spasial curah hujan di wilayah ini dilakukan dengan cara interpolasi data curah hujan tahunan rerata dari 3 stasiun pengukur hujan di lokasi. Kesesuaian curah hujan untuk pengembangan tanaman tembakau di wilayah ini berada pada kelas kesesuaian sangat sesuai (S1) atau faktor curah hujan di daerah penelitian bukan merupakan faktor pembatas bagi tanaman tembakau. Bulan kering di lokasi penelitian adalah 3 bulan, sehingga diperoleh kelas kesesuaian lahan aktual S1. Kelas kesesuaian iklim di lokasi penelitian jika dilihat dari aspek suhu diperoleh kelas kesesuaian iklim S1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lahan pertanian di Kecamatan Sukowono sangat sesuai untuk budidaya tanaman tembakau.