cover
Contact Name
Dr. Salmia, S.Pd.I., M.Pd.
Contact Email
almia99@gmail.com
Phone
+62887436801828
Journal Mail Official
sarawetajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Saraweta
ISSN : 29861632     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Saraweta adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal Saraweta menerbitkan hasil studi literatur serta hasil penelitian dalam lingkup pendidikan madrasah ibtidaiyah atau pendidikan sekolah dasar. Frekuensi jurnal adalah dua edisi per tahun, yaitu pada bulan April dan bulan Oktober. Artikel yang telah disubmit akan dipublikasikan setelah direview
Arjuna Subject : -
Articles 97 Documents
Peranan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) Nurul Huda dalam membentuk Akhlak anak dilingkungan Bonto Cabu Kecamatan Lau Kabupaten Maros tarisa amalia; Muhammad Azmi; Mujahidah
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah Peranan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Nurul Huda dalam membentuk akhlak anak di Lingkungan Bonto Cabu Kecamatan Lau Kabupaten Maros. Sebagai tujuan penelitian ini untuk mengetahui metode pengajaran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Nurul Huda dalam membentuk akhlak anak serta untuk mengetahui peranan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Nurul Huda dalam membentuk akhlak anak di Lingkungan Bonto Cabu Kecamatan Lau Kabupaten Maros. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun dalam teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan sumber data yang diambil yaitu data primer dan data sekunder, serta teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan, terlihat bahwa di TPA Nurul Huda memiliki metode keteladanan yang memberikan sikap yang baik, guru menunjukkan kepada santri sikap positif dengan berperan sebagai model, dan memiliki metode pembiasaan yang membiasakan santri membaca Al-Qur’an, membiasakan membaca doa-doa harian. Serta memiliki peran yang membangun keimanan, menanamkan nilai-nilai akhlak, kecintaan Al-Qur’an ketakwaan kepada Allah SWT serta memberikan dukungan terhadap pendidikan anak khususnya pembinaan akhlak anak di TPA, dan memberikan lingkungan belajar yang positif dengan penuh perhatian dan contoh yang baik untuk anak-anak.
Peningkatan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Melalui Media Sistem Peredaran Darah Manusia pada Siswa Kelas V.B Di SDN 21 Sanggalea Kecamatan Turikale Kabupaten Maros utami ramadani; mumtahanah; mujahidah
JURNAL SARAWETA Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah proses perubahan tingkah laku seseorang,pendidikan Sekolah Dasar merupakan jenjang pendidikan formal yang pertama dan bertanggung jawab mengembangkan sikap serta keterampilan siswa. Pada pendidikan formal juga diterapkan dasar ilmu pengetahuan, kepribadian, moral dan pembentukan watak untuk hidup di masyarakat. Adanya pemberian ilmu yang positif berpengaruh terhadap kualitas pendidikan yang lebih baik ke jenjang pendidikan selanjutnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan media sistem peredaran darah manusia dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V (B) di SDN 21 Sanggalea dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA setelah menerapkan media sistem peredaran darah manusia pada siswa kelas V (B) SDN 21 Sanggalea Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan evaluasi serta refleksi. Subjek penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas V (B) SDN 21 Sanggalea, data hasil belajar peserta didik ini dikumpulkan dengan teknik tes yang dilakukan pada setiap akhir siklus. Berdasarkan pengamatan peneliti, pembelajaran IPA di kelas V (B) SDN 21 Sanggalea menunjukkan bahwa proses pembelajaran IPA belum optimal, masih banyak kendala yang dihadapi guru, yaitu: 1) siswa kurang memperhatikan pembelajaran, 2) kurangnya media pembelajaran, 3) pembelajaran masih berpusat pada guru, 4) hasil belajar siswa rendah, dan 5) model mengajar yang digunakan guru kurang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat pre test nilai rata-rata ketuntasan belajar peserta didik yaitu sebesar 52,17%, sedangkan nilai rata-rata ketuntasan hasil belajar peserta didik yaitu sebesar 65,22% pada siklus I dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu sebesar 86,95%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan media sistem peredaran darah sangat berpengaruh untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Dampak Bullying Dalam Mempengaruhi Minat Belajar Siswa Kelas IV SDN 21 Sanggalea Kecamatan Turikale Kabupaten Maros Adinda Widiayawati; Rahmat Rizal; Andi Asdar
JURNAL SARAWETA Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk bullying yang terjadi di kelas IV SDN 21 Sanggalea Kecamatan Turikale Kabupaten Maros dan untuk mengetahui perilaku bullying terhadap minat belajar siswa kelas IV di SDN 21 Sanggalea Kecamatan Turikale Kabupaten Maros. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat desktiptif untuk menjawab mengapa dan bagaimana suatu peristiwa terjadi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis data, yaitu Reduksi Data, Penyajian data dan Penarikan Kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa ada tiga bentuk bullying yang terjadi di SDN 21 Sanggalea, seperti bullying fisik, bullying verbal, bullying relasional. Akan tetapi kasus bulllying verbal yang lebih mendominasi, bulllying verbal yang sering dilakukan oleh siswa kelas IV SDN 21 Sanggalea meliputi memanggil dengan nama orang tua, mengejek kekurangan fisik, serta memplesetkan nama. Minat belajar siswa yang mengalami perilaku bullying dapat dikatakan sedang, hal tersebut dapat dinilai dari hasil wawancara peneliti dengan siswa, wali kelas IV SDN 21 Sanggalea dan dapat dibuktikan dengan ranah kognitif siswa pada rapor yang mana rata-rata nilai siswa telah mencapai nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).
Analisis Hukum Perkawinan Beda Agama Dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia Samsidar Jamaluddin; Ayuzar; Haeruddin
JURNAL SARAWETA Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis pelaksanaan perkawinan beda agama yang dilakukan di Kota Makassar dan untuk mengetahui akibat hukum yang ditimbulkan perkawinan beda agama dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif di Kota Makassar. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian normatif empiris dengan menggunakan pendekatan Non Judi Case Study, Judical Case Study dan Live Case Study. Adapun dalam teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Adapun sumber data yang diambil yaitu data primer dan data sekunder, serta teknik analisis data berupa hasil wawancara, peraturan hukum yang berkaitan dengan permasalahan penelitian, data studi kepustkaaan. Hasil penelitian yang dilakukan terlihat bahwa Perkawinan beda agama jelas tidak sah atau tidak boleh dilakukan menurut Pasal 2 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan karena sudah dijelaskan bahwa sahnya perkawinan harus dilaksakan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, sehingga melangsungkan perkawinan beda agama sama saja melanggar peraturan undang-undang nasional dan hukum Islam. Dan menurut undang-undang yang berlaku perkawinan beda agama tetap tidak sah karena tidak sesuai dengan ketentuan. Begitu juga menurut Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 68/PUU-XII/2014, pandangan agama, Kompilasi Hukum Islam, dan MUI bahwa perkawinan beda agama akan berimplikasi terhadap hubungan anak terhadap orang tuanya, yakni anak hanya memiliki hubungan dengan ibu sedangkan segala hak anak yang dimiliki oleh sang bapak akan hilang dan tidak diakui oleh hukum. Keadaan ini juga berimplikasi terhadap hak waris yang dimiliki oleh sang anak, yakni anak tidak dapat menjadi ahli waris dari kedua orang tuanya, melainkan anak hanya dapat mewarisi harta orang tua yang seagama dengan dirinya
Nilai- Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Buku Beyond The Inspiration Karya Felix Siaw Abdul Malik; Salmia
JURNAL SARAWETA Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam adalah proses pembelajaran dalam mengembangkan potensi, perilaku dan nilai-nilai religius seorang anak, dengan memenuhi standar yang berdasar pada Al-Qur’an dan Hadis. Pembentukan nilai-nilai pendidikan Agam Islam dapat dilihat dalam ibrah sebuah buku. Maka dalam penegembangan nilai-nilai sebuah buku dapat dilihat dalam salah satu buku yaitu Beyond The Inspiration karya Felix Siaw.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Agama Islam yang terkandung dalam buku Beyond The Inspiration karya Felix Siaw. Penelitian ini adalah menggunakan pendekatan library research (Kepustakaan) dan dalam mengumpulkan data primer digunakan metode analisis data dengan studi literatur, mengidentifikasi data dan menuliskan hasil yang relevan dengan nilai-nilai pendidikan Agama Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam buku Beyond The Inspiration karya Felix Siaw mengandung nilai-nilai Pendidikan Agama Islam yang di klasifikasikan kedalam tiga bentuk yaitu Aqidah yang meliputi, Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat Allah, Iman kepada Rasul Allah, Iman kepada Kitab-kitab Allah, Iman kepada Qadha dan Qadar, Iman kepada hari Akhir. Ibadah yang meliputi, sholat 5 waktu, sholat sunnah, sedekah, menunaikan ibadah haji, menghormati orang tua, dan mencari nafkah. Dan Akhlak meliputi sikap optimis, istiqomah, bersyukur, sabar bertawakkal, dan ikhlas.
Peran Guru dan Orang Tua dalam Pendidikan Karakter Afiqa Nurul Asmi. c; Khusnun Nabila; Suci Rahmadani; Salmia Salmia
JURNAL SARAWETA Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada abad ke-21, kemerosotan karakter baik di remaja adalah tantangan bagi orang tua dan guru. Orang tua dan guru perlu melaksanakan peran mereka di pendidikan karakter masa kecil. Terbentuknya kebaikan karakter sejak usia dini akan mempengaruhi karakter anak-anak sebagai orang dewasa jadi, perlu ada kerja sama yang baik antara orang tua murid dan guru di awal masa kanak-kanak karakter pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi sastra. Hasil penelitian ini adalah peran orang tua dalam agama pendidikan karakter, yaitu dengan menggunakan metode yang patut diteladani dan memberikan kebaikan saran, orang tua juga membawa anak-anak mereka ke tempat belajar Al-Qur'an dalam Selain itu, orang tua juga memberikan tindakan tegas kepada anak-anak agar anak-anak dapat mendengar saran dari orang tua sementara itu, peran guru dalam karakter pendidikan adalah sebagai anutan, fasilitator, dan juga motivator. dengan ini, itu berharap bahwa orang tua dan guru akan lebih menyadari peran mereka dan pentingnya pendidikan karakter di masa kanak-kanak.
Pendidikan Agama Islam di Era Globalisasi Raudhatul Jannah; Hasriana; Sri Ayu Lestari
JURNAL SARAWETA Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam sangat ideal untuk pendidikan dan kelulusan anak-anak dalam keluarga, termasuk terampil dan berilmu tinggi, beriman dan beramal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendidikan Islam di era Globalisasi. Metode yang digunakan untuk menulis artikel ini adalah metode pendekatan literature. Globalisasi memberikan dampak positif dan negatif bagi umat Islam dan kemudian menjadi masalah atau tantangan bagi pendidikan Islam untuk mengatasi dampak negatif dan menyia-nyiakan generasi muslim yang andal menghadapi tantangan globalisasi. Masalah pendidikan Islam di era globalisasi adalah: kurangnya kualitas sumber daya tenaga pengajar, kesejahteraan tenaga pendidik masih rendah, orientasi pembelajaran lebih bersifat kognitif, Manajemen madrasah belum optimal, Krisis moral, Persepsi masyarakat terhadap madrasah masih kurang baik. Strategi pendidikan Islam untuk menjawab tantangan globalisasi adalah: Membangun paradigma pendidikan Islam yang tepat, melaksanakan pendidikan yang efektif dan meningkatkan kualitas guru.
Peran Pembelajaran PKn SD dalam Membentuk Karakter Moral Siswa Untuk Mempersiapkan Masa Depan Bangsa Zeftiyani Aprelyanti; Hadriani; Indiska paramita; Sudarmin Sudarmin
JURNAL SARAWETA Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menguraikan karakter bangsa Indonesia yang semakin hari semakin menghawatirkan. Bangsa Indonesia perlahan tapi pasti mengalami kerisis karakter bangsa, krisis karakter ini didominasi oleh generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa. penelitian ini ditunjukan untuk mengetahui peran dari pembelajaran pkn pada tingkatan sd dalam membentuk karakter moral dalam mempersiapkan masa depan bangsa. penelitian di dasarkan pada metodologi kualitatif, seperti studi pustaka atau studi literasi terhadap berbagai buku dan artikel yang berkaitan dengan topik yang sedang dibahas. Penulis mengumpulkan informasi dari makalah dan jurnal referensi situs web terkemuka. Penulis melakukan studi kepustakaan dalam penelitian ini dengan membaca, mengumpulkan, kemudian mengolah dan membuat data – data yang terkumpul sebagai bahan dari penelitian yang dilakukan. PKn mengedukasi warga negara menjadi good citizen dan smart citizen untuk bersaing pada perkembangan dunia dalam era kompetitif untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan sosial pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidkan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi karakter suatu bangsa. ada berbagai disiplin ilmu yang dapat membantu proses ini, termasuk pendidikan kewarganegaraan. Pendidikan kewarganegaraan berperan penting dalam pembentukan karakter warga negara yang baik. Upaya pengembangan karakter warga negara yang sesuai dengan nilai – nilai bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang berakhlak mulia, warga negara yang aktif dalam menyampaikan aspirasinya dan memiliki karakter yang sesuai dengan nilai – nilai Pancasila, tidak hanya melalui pengetahuan kewarganegaraan, tetapi juga melalui keterampilan kewarganegaraan dan pengembangan karakter. Pendidikan kewarganegaraan juga memiliki tujuan lain, seperti mengembangan keterampilan partisipatif yang menjadikan warga negera Indonesia yang lebih aktif, kritis, cerdas, dan demokratis, serta menumbuhkan budaya demokrasi yang beradab di Indonesia.
Peran Pendidikan di Era Milenial Fadilah; Sardinah; Arnisya; Salmia Salmia
JURNAL SARAWETA Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran pendidikan di era milenial, dengan fokus pada bagaimana teknologi dan globalisasi telah mempengaruhi sistem pendidikan serta kesiapan siswa untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Studi ini mengeksplorasi integrasi teknologi dalam proses pembelajaran, pengembangan keterampilan abad ke-21, serta peran pendidikan dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai sosial. Data dikumpulkan melalui berbagai metode, termasuk survei, wawancara, dan analisis literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas pembelajaran. Penggunaan alat-alat digital dan platform pembelajaran daring telah memungkinkan siswa untuk belajar secara lebih fleksibel dan interaktif, yang berdampak positif pada motivasi dan hasil belajar mereka. Selain itu, kurikulum yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi, membantu siswa menjadi lebih siap untuk tantangan di dunia kerja global. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan di era milenial harus adaptif dan responsif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan keterampilan baru. Integrasi teknologi, pengembangan keterampilan abad ke-21, serta fokus pada pembentukan karakter dan nilai-nilai sosial merupakan kunci utama dalam mempersiapkan siswa untuk tantangan global yang terus berkembang
Pendidikan Karakter di Siswa Sekolah Dasar Adinda Sri Wulandari; Rezki Amalia; Rahmiarni; Salmia Salmia
JURNAL SARAWETA Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi dan efektivitas pendidikan karakter pada siswa sekolah dasar. Pendidikan karakter merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai moral, etika, dan perilaku positif pada siswa sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di beberapa sekolah dasar di Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi, studi literatur, serta analisis dokumen terkait program pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di sekolah dasar memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan moral dan sosial siswa. Program pendidikan karakter yang terstruktur dan terintegrasi dalam kurikulum mampu meningkatkan kesadaran moral, perilaku sosial positif, serta prestasi akademik siswa. Selain itu, keterlibatan orang tua dan komunitas sekolah dalam mendukung program pendidikan karakter terbukti memperkuat efektivitas program ini. Beberapa tantangan yang diidentifikasi dalam implementasi pendidikan karakter antara lain kurangnya pelatihan bagi guru, keterbatasan sumber daya, dan kesenjangan antara teori dan praktik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter merupakan elemen krusial dalam pendidikan dasar yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak terkait untuk mencapai hasil yang optimal. Rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut mencakup peningkatan pelatihan bagi guru, penyediaan sumber daya yang memadai, serta penguatan kerjasama antara sekolah, orang tua, dan komunitas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan karakter di sekolah dasar.

Page 3 of 10 | Total Record : 97