cover
Contact Name
Brigitta Laksmi Paramita
Contact Email
brigitta.laksmi@uajy.ac.id
Phone
+6282329549978
Journal Mail Official
journal.biota@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jalan Babarsari No. 44, Sleman, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati
ISSN : 25273221     EISSN : 2527323X     DOI : doi.org/10.24002/biota
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian, kajian-kajian pustaka dan berita-berita terbaru tentang ilmu dan teknologi kehayatian (biologi, bioteknologi dan bidang ilmu yang terkait). Biota terbit pertama kali bulan Juli 1995 dengan ISSN 0853-8670. Biota terbit tiga nomor dalam satu tahun (Februari, Juni, dan Oktober).
Articles 1,193 Documents
Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Pupuk Fe Terhadap Pertumbuhan Tomat ‘Red Beefsteak’ Sitompul, Kiki Nuratni; Kusumiyati; Mubarok, Syariful
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 3 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i3.7044

Abstract

Tanaman tomat beef merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi namun rentan terhadap penyakit. Selain itu diperlukan modal yang besar untuk menghasilkan buah dengan kuantitas dan kualitas yang baik. Penggunaan tomat beef varietas Red Beefsteak dan pemupukan dengan pupuk Fe mampu menghasilkan buah tomat beef yang berkualitas namun dengan modal yang terjangkau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jenis dan konsentrasi pupuk Fe yang menghasilkan pertumbuhan tanaman tomat Red Beefsteak yang maksimal. Jenis pupuk yang digunakan dalam penelitian ini adalah FeSO4, Fe-EDDHA, Fe-EDTA sedangkan konsentrasi masing-masing pupuk adalah 50 mg/L, 100 mg/L dan 150 mg/L. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 9 perlakuan dan kontrol, masing-masing 3 ulangan. Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, umur berbunga, umur panen, jumlah bunga, jumlah buah dan persentase fruit set dan indeks klorofil daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis pupuk Fe dan beberapa konsentrasinya mempengaruhi beberapa parameter pertumbuhan tanaman. Pupuk FeSO4 dengan konsentrasi 50 mg/L memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah bunga dan jumlah buah, sehingga dapat diaplikasikan untuk peningkatan produksi tomat. 
Eksplorasi Jenis-Jenis Mamalia di Hutan Lembah Kebar pada Kawasan Cagar Alam Pegunungan Tambrauw Utara Abram, Gabriel Orlando; Fatem, Sepus Marten; Worabay, Meliza Sartje; Boseren, Melanesia Brigite; Ayomi, Adomina; Jitmau, Anjela M
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.7107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan karakteristik morfometrik satwaliar mamalia, penelitian ini dilakukan di Hutan Lembah Kebar Pada Kawasan Cagar Alam Pegunungan Tambrauw Utara dan berlangsung selama 3 minggu terhitung tanggal 7 – 28 April 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan Teknik observasi lapangan, Hasil dari penelitian ditemukan tiga belas individu dan delapan jenis satwa liar mamalia yaitu Bandikut (Echymipera kalubu), Bandikut (Echymipera rufescens), Rusa timor (Rusa timorensis), Babi hutan (Sus scrofa), Kuskus cokelat (Phalanger orientalis), Kuskus totol (Spilocuscus maculatus), Kelelawar codot kecil (Microglossus minimus), Kelelawar kalong besar (Pteropus neohibernicus). Dari kedelapan jenis satwaliar mamalia yang ditemukan terdapat dua mamalia yang termasuk  satwa dilindungi yaitu Kuskus totol (Spilocuscus maculatus) dan Rusa timor (Rusa timorensis).
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sempur Air (Dillenia suffruticosa) terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium acnes Syafriana, Vilya; Febriani, Amelia; Rohmawati, Fitri
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i1.7116

Abstract

Sempur air (Dillenia suffruticosa) merupakan salah satu tumbuhan obat tradisional yang dapat ditemui di hutan tropis seperti di Indonesia. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sempur air mampu menghambat pertumbuhan salah satu bakteri penyebab jerawat Staphylococcus aureus. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun sempur air terhadap bakteri penyebab jerawat lainnya, yaitu Propionibacterium acnes. Ekstrak diperoleh melalui proses maserasi menggunakan etanol 70% sebagai pelarut. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada medium Nutrient Agar (NA). Penapisan fitokimia dari ekstrak ini diperoleh hasil bahwa ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid tannin, dan saponin yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sempur air mampu menghambat pertumbuhan bakteri P. acnes pada konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40% sebesar 7,04±0,24; 7,45±0,71; 9,53±0,35; dan 13,07±0,31 mm secara berurutan. Hasil yang diperoleh mengindikasikan bahwa ekstrak etanol daun sempur air berpotensi sebagai agen antibakteri terhadap P. acnes. 
Histological Structure of Male Wistar Rats’ Stomach Fed with Yam Tuber Flour Supplementation Permana, Andre Dian; Kuntana, Yasmi Purnamasari; Malini, Desak Made
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 3 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i3.7166

Abstract

A residential rat might harm human health because it acts as a disease reservoir. It has been many efforts to control this rate using synthetic rodenticide. Nevertheless, synthetic rodenticides broke the environment and made rats resistant. Yam (Dioscorea hispida) tube application on rat’s bite could solve the problem. This study evaluated the histology of male Wistar rats (Rattus norvegicus) fed with bite block supplemented with different yam tuber flour concertation to control residential rat populations. Five different treatments were applied with five replications. The treatments were negative control and brodifacoum 0.005% (positive control), 30%, 50%, and 70% of yam tuber flour. The results show that yam tuber supplementation caused damage to male Wistar rat stomachs, as indicated by mucosal erosion and the presence of inflammatory cells. The statistical test indicated that stomach damage significantly differed among treatments, with the severest damages caused by 50% yam tuber supplementation. It could be concluded that the rat’s bite containing yam tuber flour caused stomach damage, and the feed bite containing 70% yam tuber flour was the most effective. This result proved that yam tuber has good potential as a natural rodenticide to control residential rat populations.
Karakterisasi Molekuler Tumbuhan Sidingin (Kalanchoe sp.) Asal Riau Menggunakan Empat Penanda Barkode DNA Herman
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.7313

Abstract

Sidingin (Kalanchoe sp.) merupakan tumbuhan sukulen dari famili Crassulaceae yang tumbuh liar namun memiliki beberapa manfaat sebagai tumbuhan obat. Sidingin asal Riau belum dapat ditentukan nama spesiesnya. Penentuan nama spesies tumbuhan dapat dilakukan menggunakan beberapa barkode DNA, seperti matK, rbcL, dan ITS. Penelitian barkoding DNA pada sidingin asal Riau belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis empat barkode DNA pada tumbuhan sidingin (Kalanchoe sp.) asal Riau, yaitu ITS, trnL-trnL-trnF intergenic spacer (IGS), ndhC-trnV IGS, dan rpl16 intron. Pada penelitian ini telah diperoleh sekuens DNA untuk ITS, trnL-trnL-trnF IGS, ndhC-trnV IGS, dan rpl16 intron dengan panjang basa secara berturut-turut 662 pb, 909 pb, 949 pb, dan 944 pb. Keempatnya telah didaftarkan dengan nomor registrasi, secara berturut-turut, MW297180, MW297177, MW297178, dan MW297179. Komposisi nukleotida pada ITS berbeda dengan ketiga barkode DNA lainnya. Tidak ada aksesi di GenBank yang memiliki kemiripan 100% dengan sidingin sehingga nama spesies dari sidingin belum dapat ditentukan. Variasi nukleotida paling sedikit dijumpai pada daerah trnL-trnL-trnF IGS (9,65%) dengan jumlah mutasi subtitusi dan indels relatif mirip. Namun uniknya, nukleotida kritis yang merupakan nukleotida penciri  paling banyak dijumpai pada daerah trnL-trnL-trnF IGS (1,41%). Kesimpulan, barkode DNA trnL-trnL-trnF IGS dapat digunakan untuk mengidentifikasi tumbuhan sidingin dibandingkan ketiga sekuens lainnya yang diteliti.
Pengaruh Perlakuan PEG (Polyethylene Glycol) pada Media Kultur In Vitro terhadap Anatomi Akar, Kandungan Katalase dan Akumulasi Malondialdehid Kedelai Varietas Deja 2 (Glycine max cv. “deja 2”) Arif, Mohammad Fadhil; Aloysius, Suyitno
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i1.7346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon kedelai varietas Deja 2 pada kondisi cekaman kekeringan dengan parameter akumulasi malondialdehid (MDA), kandungan katalase (CAT) dan struktur anatomi akar. Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen melalui kultur in vitro biji menggunakan media ½ MS (Murashige & Skoog) yang diberi PEG (Polyethylene Glycol) 6000. Variabel bebas pada penelitian ini adalah konsentrasi PEG meliputi 0%; 2,5%; 5%; dan 7,5%. Variabel terikatnya adalah kuantitas akumulasi MDA, kandungan CAT dan karakter anatomis akar kedelai Deja 2. Variabel terkendali meliputi jenis dan cara penggunaan PEG, kondisi lingkungan, dan karakteristik benih yang digunakan. Pengujian MDA menggunakan metode dari Gechev dengan pembacaan spektrofotometer 532 nm dan 600 nm. Pengujian kandungan katalase dilakukan dengan metode Aebi dan Lester dengan pembacaan spektrofotometer 240 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akumulasi MDA meningkat seiring meningkatnya konsentrasi PEG sampai konsentrasi 5%, dan menurun pada konsentrasi 7,5%. Kandungan CAT juga meningkat bahkan sampai pada PEG 7,5%. Perlakuan PEG tidak memberikan pengaruh signifikan pada luas akar, panjang stele dan tebal korteks melainkan pada tebal struktur epidermisnya.
The Aquatic Productivity using The Indicator of Plankton Diversity and Abundance in Telaga Dringo, Indonesia Rahayu, Nur Laila; Hilmi, Endang; Artini, Dewi; Listyaningrum, Sisca Febrianti; Widyatama, Rodrigo Tyas Perwira; Ansah, Anang Adri
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i1.7497

Abstract

Aquatic productivity is the most basic trophic level in every aquatic ecosystem. Lake Dringo is a protected area and one of the highest lakes on the island of Java. Ecosystem balance can be seen from the study of water productivity. The purpose of this study was to determine the primary productivity and secondary productivity of waters in the Lake Dringo Nature Reserve, Central Java. The purposive sampling method was used in this study by establishing five stations and three replications at each station. The combination of primary and secondary productivity has a total abundance of 22,491-38,556 ind/liter. The highest abundance was Chlorophyta at 33% while the lowest abundance was Rotifera at 4%. This shows that there is no species dominance so that the primary productivity of the waters is still good. 
Stabilitas Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Terenkapsulasi Maltodekstrin dan Gelatin dan Potensi Prebiotiknya Sari, Devina Puspita; Aditiyarini, Dwi; Ariestanti, Catarina Aprilia
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 3 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i3.7550

Abstract

Bunga telang merupakan salah satu bunga yang dapat dimakan dan digunakan sebagai pewarna alami makanan. Bunga ini juga berpotensi sebagai antioksidan dan prebiotik akibat kandungan antosianinnya. Namun ekstrak bunga telang mudah terdegradasi. Stabilitas zat warna bunga telang dapat dipertahankan dengan teknik enkapsulasi menggunakan maltodekstrin dan gelatin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui rasio maltodekstrin dan gelatin yang menghasilkan stabilitas enkapsulat bunga telang terbaik selama 15 hari penyimpanan dan potensi prebiotiknya. Ekstrak bunga telang diperoleh melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Rasio maltodekstrin dan gelatin yang digunakan adalah 1:1, 3:1 dan 5:1, dengan kadar ekstrak bunga telang 1%. Stabilitas enkapsulat dianalisis dari kandungan antosianin dan antioksidan dengan waktu uji setiap 5 hari selama 15 hari. Kadar antosianin diukur dengan metode pH differential. Aktivitas antioksidan diukur dengan metode DPPH. Potensi prebiotik diuji menggunakan Lactobacillus bulgaricus. Hasil menunjukkan bahwa enkapsulat ekstrak bunga telang dengan rasio maltodekstrin dan gelatin sebesar 3:1 memiliki stabilitas enkapsulat terbaik dengan kadar air 6,863%, kadar antosianin 0,217 mg/g, dan daya redam radikal bebas sebesar 54,858%. Enkapsulat ini juga terbukti berpotensi menjadi prebiotik yang ditandai dengan pertumbuhan L.bulgaricus sebesar 2,85 x 109 CFU/mL.
The Effect of Concentration and Immersion Time Disinfectant on Sterilization Aglaonema Hybrid (Pink Katrina) Leaves Budiarni, Kasandra; Hindaningrum, Irni Furnawanthi; Muharromah, Restu Siwi; Kartiman, Roni; Novita, Linda; Hardiani, Lany; Elya, Mardoni; Kubil
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.7632

Abstract

Aglaonema sp. is well known as an ornamental plant in Indonesian society. It has leaf with various beautiful patterns. Aglaonema pink katrina is one of the imported hybrids Aglaonema. A method to increase plant yield quickly is tissue culture. The crucial step in plant tissue culture is sterilization. This study aimed to find the best sterilization method by looking at the effect of concentration and immersion time of sodium hypochlorite (NaOCl) as disinfectant to reduce contaminants explant Aglaonema Pink Katrina leaves. In this study, there were 11 groups consisting of positive control, negative control, and immersion with 2,5; 5%; and 10% NaOCl for 1 minute and 3 minutes. Parameters observed included the time of first contamination, percentage of bacterial and fungal contamination, and appearance of explants for 28 days. The DMRT test showed significant differences in all treatments of disinfectant concentration and soaking time.The results show contamination first time occurred in code S0a (negative control), the highest percentage of sterile explants was in code A5, and explants that were still green/fresh were found in codes A5 and A8 after observation.
Pengaruh Konsentrasi Air Kelapa dan BAP (6-Benzylaminopurin) terhadap Regenerasi In vitro Protokorm Dendrobium stratiotes x Dendrobium wulaiense Agustinus, Vania; Restiani, Ratih; Prasetyaningsih, Aniek
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.7728

Abstract

Kultur in vitro merupakan salah satu solusi alternatif untuk mengatasi kesulitan perbanyakan anggrek melalui biji. Keberhasilan regenerasi protokorm anggrek dipengaruhi oleh penambahan ZPT dan air kelapa ke dalam medium. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh konsentrasi air kelapa dan BAP terhadap regenerasi protokorm Dendrobium hibrida. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor yaitu konsentrasi air kelapa dan BAP. Paramater yang diamati meliputi persentase tunas, jumlah tunas, tinggi protokorm, dan persentase akar. Hasil menunjukkan bahwa penambahan air kelapa dan BAP ke dalam medium VW berpengaruh nyata terhadap tinggi dan persentase akar protokorm. Konsentrasi air kelapa (10%) tanpa penambahan BAP dapat meningkatkan persentase tunas, akar, jumlah tunas, dan tinggi protokorm Dendrobium hibrida. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan air kelapa secara tunggal maupun kombinasi dengan hormon sitokinin (BAP) signifikan dalam mempercepat regenerasi protokorm Dendrobium hibrida. Ini merupakan penelitian pertama yang melaporkan penggunaan air kelapa dan BAP pada regenerasi protokorm hasil persilangan Dendrobium stratiotes x Dendrobium wulaiense.

Filter by Year

2003 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 1 (2026): February 2026 Vol 10, No 3 (2025): October 2025 Vol 10, No 2 (2025): June 2025 Vol 10, No 1 (2025): February 2025 Vol 9, No 3 (2024): October 2024 Vol 9, No 2 (2024): June 2024 Vol 9, No 1 (2024): February 2024 Vol 8, No 3 (2023): October 2023 Vol 8, No 2 (2023): June 2023 Vol 8, No 1 (2023): February 2023 Vol 7, No 3 (2022): October 2022 Vol 7, No 2 (2022): June 2022 Vol 7, No 1 (2022): February 2022 Vol 6, No 3 (2021): October 2021 Vol 6, No 2 (2021): June 2021 Vol 6, No 1 (2021): February 2021 Vol 5, No 3 (2020): October 2020 Vol 5, No 2 (2020): June 2020 Vol 5, No 1 (2020): February 2020 Vol 4, No 3 (2019): October 2019 Vol 4, No 2 (2019): June 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 3, No 3 (2018): October 2018 Vol 3, No 2 (2018): June 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 2, No 3 (2017): October 2017 Vol 2, No 2 (2017): June 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 1, No 3 (2016): October 2016 Vol 1, No 2 (2016): June 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 19, No 1 (2014): February 2014 Biota Volume 19 Nomor 1 Tahun 2014 Biota Volume 13 Nomor 2 Tahun 2014 Vol 18, No 2 (2013): June 2013 Vol 18, No 1 (2013): February 2013 Biota Volume 18 Nomor 1 Tahun 2013 Vol 17, No 3 (2012): October 2012 Vol 17, No 2 (2012): June 2012 Vol 17, No 1 (2012): February 2012 BIOTA Volume 17 Nomor 3 Tahun 2012 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 15, No 3 (2010): October 2010 Vol 15, No 2 (2010): June 2010 Vol 15, No 1 (2010): February 2010 Vol 14, No 3 (2009): October 2009 Vol 14, No 2 (2009): June 2009 Vol 14, No 1 (2009): February 2009 Vol 13, No 3 (2008): October 2008 Vol 13, No 2 (2008): June 2008 Vol 13, No 1 (2008): February 2008 Vol 12, No 3 (2007): October 2007 Vol 12, No 2 (2007): June 2007 Vol 12, No 1 (2007): February 2007 Vol 11, No 3 (2006): October 2006 Vol 11, No 2 (2006): June 2006 Vol 11, No 1 (2006): February 2006 Vol 10, No 3 (2005): October 2005 Vol 10, No 2 (2005): June 2005 Vol 10, No 1 (2005): February 2005 Vol 9, No 3 (2004): October 2004 Vol 9, No 2 (2004): June 2004 Vol 9, No 1 (2004): February 2004 Vol 8, No 3 (2003): October 2003 Vol 8, No 2 (2003): June 2003 Vol 8, No 1 (2003): February 2003 More Issue