cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
TEACHING SPEAKING BY USING COMBINING NUMBERED HEAD TOGETHER STRATEGY AND SAVE THE LAST WORD FOR ME STRATEGY FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS AT THE SECOND GRADE Oktaviani, Putri; Oktavia, Shanty
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK            Speaking adalah hal terpenting yang harus dikuasai oleh setiap orang karena speaking merupakan alat untuk berkomunikas bagi setiap orang. Dalam kurikulum sekolah, speaking merupakan keahlian terpenting dalam belajar bahasa Inggris yang harus dikuasai dengan baik oleh setiap siswa karena dengan speaking, setiap siswa dapat berkomunikasi dengan temannya dan dapat berinteraksi dengan guru dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, setiap siswa harus bisa berbahasa Inggris dengan baik. Untuk dapat membuat siswa berbahasa inggris dengan baik, guru dapat menggabungkan strategi Numbered Head Together dengan strategi Save the Last Word for Me dalam mengajar speaking. Strategi Numbered Head Together adalah strategi yang efektif untuk membuat semua siswa berbicara dengan baik. Dalam menggunakan strategi ini, setiap siswa diberi nomer dan berdasarkan nomer tersebut siswa akan dimintak untuk berbicara jadi setiap siswa memiliki kesempatan untuk berbicara. Save the Last Word for Me adalah strategi untuk membantu siswa memahami apa yang dibacanya. Setelah itu, siswa dimintak untuk meringkas mengenai pemahamannya tersebut dengan memberi simbol “the last word” yang harus dijelaskan oleh siswa didepan kelas. Jadi dapat diketahui bahwa dengan menggabungkan kedua strategi ini, guru dapat meningkatkan kemampuan speaking siswa dengan baik karena dengan menggunakan strategi ini siswa harus memahami sesuatu dengan memberi symbol “the last word” dan kemudian mengungkapkannya ketika nomer siswa atau yang disebut dengan “numbered head” dipanggil oleh guru.
THE EFFECT OF USING ERRQ (ESTIMATE, READ, RESPOND AND QUESTION) STRATEGY TOWARD STUDENTS’ READING COMPREHENSION AT JUNIOR HIGH SCHOOL ACADEMIC YEAR 2013/2014 A Study at Eighth Grade Students of SMP N 9 Air Camar, Padang NurAfni, NurAfni; Riza, Armilia; Yani, Titik Hardewi
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh strategy ERRQ (Estimate, Read, Respond and Question ) dalam pengajaran Bahasa Inggris khususnya reading. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan menggunakan dua kualifikasi, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan oleh peneliti dengan menggunakan strategi ERRQ (Estimate, Read, Respond and Question). Sedangkan pada kelas kontrol, peneliti menggunakan strategi partner reading. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas 2 SMP Negeri 9 Air Camar Padang tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 184 dan dari populasi diperoleh sampel dari 3 kelas yang berjumlah 78 orang yang terdiri dari 3 kelas yaitu VIII/2, VIII/3, dan VIII/5. Kelas sampel ditentukan dengan uji homogeneity dan normality. Pemilihan kelas, peneliti menggunakan lotting paper dimana sebagai kelas try-out adalah kelas VIII/2, sebagai kelas eksperimen adalah kelas VIII/3 dan kelas VIII/5 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian ini adalah reading test berbentuk descriptive and recount texts.Hasil analisis pada penelitian ini diklasifikasikan dalam 2 bentuk; descriptive and recount teks. Berdasarkan hasil analisis tes, di dapat hasil rata-rata hasil pre-tes dan post-test pada kelas eksperimen 67,46 – 76,92 dengan standar deviasi 99,05 – 28,23. Sedangkan rata-rata kelas kontrol 63,15 – 72,46 dengan standar deviasi 46,13 – 33,69. Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan uji t, setelah dilakukan pengujian diperoleh t-calculated pada pre-test 2,11 lebih besar dari t-table 2,01 dengan derajat kebebasan 0,05. Sedangkan t-calculated pada post-test 3,35 lebih besar dari t-table yaitu 2,01 dengan derajat kebebasan 0,05.Maka hipotesis pada penelitian ini diterima, sehingga disimpulkan bahwa strategi ERRQ (Estimate, Read, Respond and Question) dapat memberikan efek yang baik terhadap hasil belajar Bahasa Inggris khususnya reading (membaca) pada siswa kelas 2 (dua) SMP Negeri 9 Air Camar Padang. 
TEACHING READING THROUGH PARAPHRASE PASSPORT STRATEGY FOR SECOND GRADE STUDENTS OF SENIOR HIGH SCHOOL Afrimadola, Afrimadola; Asty, Herfyna
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMembaca adalah sebuah proses kegiatan yang dilakukan oleh pembaca untuk memahami tujuan dan pesan yang ditulis oleh penulis. Pembaca memerlukan konsentrasi untuk bisa memahami sebuah teks. Dengan membaca, pembaca akan mendapatkan banyak keuntungan, seperti: mendapatkan banyak informasi, meningkatkan pengetahuan mereka dan mendapatkan ide-ide baru untuk mengatasi sebuah masalah yang ada. Penulisan makalah ini bertujuan untuk membantu guru dalam memecahkan salah satu persoalan yang ada dalam pengajaran membaca (Reading) pada siswa sekolah menengah atas (SMA), yaitu siswa kurang memahami cara menentukan sebuah topik. Selain itu, makalah ini juga dimaksudkan untuk menjelaskan aplikasi strategi Paraphrase Passport strategy dalam memahami sebuah text. Strategi ini masukan bagi guru dalam merencanakan pembelajaran membaca (Reading) agar siswa siswi tertarik dalam mempelajari bahasa Inggris. Dalam makalah ini penulis membahas bagaimana mengajarkan membaca (reading) dengan menggunakan strategi Paraphrase Passport strategy. Aplikasinya, guru memilih sebuah teks, kemudian siswa di bentuk dalam kelompok oleh guru, setelah itu guru memberikan teks kepada siswa. Siswa di suruh duduk berpasangan, dimana hanya beranggotakan 2 orang (A dan B). Setelah itu, siswa A membaca paragraph pertama dengan keras, dan siawa B membaca dengan pelan, guru meminta siswa B menafsirkan apa yang siswa A baca. Kemudian peran berganti, begitu seterusnya. Dalam aplikasi strategi ini guru menyediakan pertanyaan yang nantinya akan dijawab oleh siswa secara individu maupun kelompok. Hal ini juga diharapkan untuk tercapainya tujuan pembelajaran membaca (Reading) pada siswa sekolah menengah atas (SMA).
TEACHING READING BY USING COMBINING ECHO READING AND READERS THEATRE STRATEGY FOR ELEMENTARY SCHOOL MAHARANI, DWI; Alicia, Dona
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PengajaranReadingmerupakansalahsatukomponenpentingdalambelajarbahasainggrisyang harusdiajarkanolehseorang guru kepadasiswa.SejalandenganpentingnyapengajaranReadingmaka, seorang guru haruskreatifuntukmembuatpembelajaranReadingmenjadilebihmenyenangkan.Salah satunyadenganmenerapkanstrategi yang menarikdantepat dalampembelajaranReading.Sehingga, siswatertarikdantermotivasiuntukmempelajarinya.Penulismembahas tentang bagaimana mengajarkan Reading melalui gabungan dua strategi yaitu Echo Reading dengan Readers Theatre Strategy.Echo Reading Strategy adalahstrategimembacadengancara guru mengajarkankepadasiswabagaimanacaramembacateksdenganbenardansiswamengulangnyakembali. Readers Theatre Strategyadalahstrategimembaca yang menggunakannaskah yang dimanasiswadapatmembawakaraktersebuahnaskahmenjadihidup.Dalam aplikasi dua strategi ini, lebihmengedepankankepadaaktivitassiswadalammembacateks.  
TEACHING READING BY COMBINING ANTICIPATION GUIDED WITH THINK PAIR SHARE SRATEGIES At THE GRADE VIII STUDENTS of SMP N 19 SOLOK SELATAN Eka Sari, Yuni Putri; Sari, Rosi Kumala
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMembaca adalah sebuah proses kegiatan yang dilakukan oleh pembaca untuk memahami tujuan dan pesan yang ditulis oleh penulis. Pembaca memerlukan konsentrasi untuk bisa memahami sebuah teks. Dengan membaca, pembaca akan mendapatkan banyak keuntungan, seperti: mendapatkan banyak informasi, meningkatkan pengetahuan mereka dan mendapatkan ide-ide baru untuk mengatasi sebuah masalah yang ada. Dalam makalah ini penulis membahas bagaimana mengajarkan membaca dengan menggabungkan dua strategi yaitu Anticipation Guide and Think Pair Share Strategies. Dimana dalam strategi ini siswa dibentuk menjadi kelompok yang nantinya mereka akan berdiskusi untuk memahami dan mengeluarkan ide-ide mereka mengenai text yang akan mereka baca. Aplikasinya, pertama guru menggunakan strategi Anticipation Guide, yang diawali dengan guru meminta siswa membaca sebuah paragraph dan mengidentifikasi konsep utama yang akan di pelajari, kemudian guru memberikan konsep-konsep yang paling penting. Setelah itu guru meminta siswa menulis 2-6 pernyataan tentang konsep. Aetelah itu guru meminta siswa untuk bekerja dalam kelompok kecil, kemudian guru menggunakan strategi yang kedua yaitu Think-Pair Share, strategi ini masih merupakan pembelajaran kelompok seperti Anticipation Guide. Dalam aplikasi strategi ini guru meminta siswa berfikir dan menimbulkan pertanyaan. Guru meminta siswa mendiskusikan ide-ide mereka secara berpasangan. Dengan menggunakan strategi ini, diharapkan dapat membantu untuk tercapainya tujuan pembelajaran membaca (Reading) pada siswa sekolah menengah atas (SMA).
TEACHING READING COMPREHENSION BY COMBINING PARTNER PREDICTION AND DOUBLE-ENTRY JOURNALSTRATEGIES AT SENIOR HIGH SCHOOL Rahim, Muhammad Hendra; Dewi, Rusmala
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Proses belajarmengajarBahasaInggrisdiperlukanadanyasuatustrategipengajaran yang tepatdanefektif. Pengajaran yang tepatdanefektifsangatmembantusiswauntuklebihmeningkatkankemampuanmerekadidalambelajarBahasaInggris.KompetensisiswadidalambelajarBahasaInggristergantungpemahamanmerekaterhadapsuatubacaanbaikberupabuku, koran, majalahdanmateripembelajaran. PemahamansiswaterhadapBahasaInggristidakhanyaditingkatkanmelaluistrategipengajaran, tetapijugadiperlukansuatustrategi yang efektifdalammengevaluasikemampuansiswauntukmembacateks yang dibaca. DenganmenggunakanstrategikombinasiPartner Prediction and Double-Entry Journaldalammengevaluasikemampuanmembacasiswa, guru dapatmengetahuitingkat pemahamansiswaterhadapteks yang dibaca. Dalampenerapanaplikasipertama guru menerapkanPartner Predictionstrategyyaitusiswadibagiatastiga orang perkelompokdansalahsatusiswamembacabagiantekstertentudanselanjutnyasiswalainyamemprediksikelanjutandariteksyang akanterjadiselanjutnyadidalambagiantekstersebut.PadaDouble-Entry Journal strategydimanasiswamembuatsebuahkolom yang terbagiatasduabagian, yaitudikolomkirimerupakanhasil yang siswadapatdarikutipanatauygmerekakemukakanberdasakaninformasidarisebuahtekstersebutdandikolomkananmerupakansebuahreaksiataurespondariinformasi yang siswadapatkandariteks yang dipelajarisehinggasatuteksmemilikisudutpandang yang berbedadarisetiapanak.  
LEARNING READING BY COMBINING PARTNER PREDICTION AND SPOTLIGHT STRATEGY AT SENIOR HIGH SCHOOL Susmita, Susmita; Elmiati, Elmiati
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMembaca (reading) adalah aktivitas yang dilakukan untuk memahami isi teks dan informasi-informasi yang terdapat di dalam teks tersebut. Oleh karena itu, siswa seharusnya memiliki kemampuan dalam membaca agar mereka memahami materi yang diajarkan oleh guru. Namun, para siswa masih memiliki kesulitan khususnya dalam reading.Kesulitan itu diantaranya adalah dalam menemukan topic,pokok dan informasi tertentu. Oleh karena itu, guru harus bisa menemukan strategi yang menarik dalam proses belajar mengajar sehingga membuat para siswa senang dan tertarik untuk belajar bahasa Inggris dan mampu dalam melakukan aktivitas reading.Dalam makalah ini penulis membahas bagaimana mengajarkan reading dengan menggunakan dua strategi yaitu partner prediction dan spotlight. Partner prediction adalah salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan reading. Strategi ini merupakan strategi yang tepat untuk membantu para siswa melakukan prediksi tentang informasi di dalam teks. Hal ini membantu meningkatkan daya berfikir siswa dalam memahami sebuah teks. Spotlight adalah salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan reading siswa. Dalam penerapan strategi ini, para siswa dibimbing untuk memahami sebuah teks, kemudian guru mengundang seorang siswa untuk berdiri di area spotlight, siswa ini akan menjawab beberapa pertanyaan dari siswa lainnya dan setelah terjadi aktivitas tanya jawab ini, semua siswa akan memutuskan jawaban yang benar dan yang perlu diperbaiki. Dengan begitu, semua siswa dapat memahami isi teks yang telah mereka baca. Maka dapat disimpulkan bahwa penggabungan dua startegi ini dalam pengajaran reading dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami sebuah teks dan menambah kemampuan berfikir siswa.
TEACHING READING RECOUNT TEXT BY COMBINING QUESTION ANSWER RELATONSHIP WITH READER RESPONSE GROUPS STRATEGIES AT JUNIOR HIGH SCHOOL hanum, Susanti Silvia; Hadi, Imron
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMakalah ini bertujuan untuk mengatasi salah satu permasalahan dalam pengajaran bahasa Inggris. Khususnya dalam membaca sebuah text. Selain itu, makalah ini juga dimaksudkan untuk menjelaskan aplikasi strategi Question Answer Relationship dan Reader Response Groups dalam memahami sebuah text recount dan juga masukan bagi guru apabila mengaplikasikan strategi ini dalam mengajar membaca.Dalam makalah ini penulis membahas bagaimana mengajar membaca dengan menggabungkan dua strategi yaitu Question answer relationship strategy dan Reader Response Groups Strategy. Question Answer Relationship adalah strategi yang diawali dengan membagikan materi berupa text recount untuk mereka baca terlebih dahulu dengan diam dan dilanjutkan dengan membagi kelompok untuk menjawab pertanyaan yang guru berikan yang mana ini bertujuan untuk memahami text, mendapatkan informasi dari text dan ide. Disini akan jelas terlihat mana siswa yang bisa memahami text dengan baik, mana yang tidak mengerti dari pemahaman text yang dibaca tadi. Kemudian, strategi Reader Response Groups adalah strategi dimana siswa diminta untuk merespon apa yang ada dalam text bacaan. Dengan menggabungkan strategi ini diharapkan siswa lebih tertarik dalam membaca, dan menjadikan siswa lebih aktif dan percaya diri dengan apa yang mereka ketahui.
TEACHING READING COMPREHENSION IN REPORT TEXT BY USING COMBINING LRD (Listen, Read, Discuss) AND FQR (Fact, Question, Response) STRATEGY FOR STUDENTS OF JUNIOR HIGH SCHOOL Jevitsa, Metra; Analido, Belinda
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMembaca sebagai salah satu keterampilan bahasa inggris yang perlu dikuasi oleh siswa. Siswa diharapkan mampu memahami isi bacaan dengan baik dan mendapatkan informasi. Penulisan makalah ini bertujuan membantu mengatasi salah satu dari permasalahan yang ada dalam membaca (reading) seperti kurangnya kosa kata sehingga sulit memahami teks untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kelas 3 khususnya dalam teks report. Dengan menggabungkan dua strategi yaitu LRD (Listen, Read, Discuss) strategi dan FQR (Fact, Question, Response) strategi, pemahaman mereka sebelum membaca sebuah teks akan meningkat dan menggabungkan fact, question, response sehingga mereka menemukan fakta yang berkaitan dengan teks dan kemudian membuat pertanyaan lalu meresponnya untuk meningkatkan pemahaman mereka pada teks. Oleh karena itu, penggabungan dua strategi ini membantu guru dalam mengetahui kemampuan siswa memahami teks sehingga mereka memiliki motivasi dan semangat dalam belajar Bahasa Inggris.
TEACHING SPEAKING SKILL BYCOMBININGINSIDE/OUTSIDE CIRCLES AND ACADEMIC CONTROVERSY STRATEGY FOR STUDENTS OF SENIOR HIGH SCHOOL Chairani, Chairani; Analido, Belinda
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMakalah ini ditulis bertujuan untuk membantu mengatasi salah satu dari sekian banyak permasalahan yang ada dalam pengajaran berbicara (speaking) pada siswa sekolah menengah atas (SMA). Selain itu, makalah ini juga dimaksudkan sebagai masukan bagi guru-guru bahasa inggris dalam melaksanakan pengajaran speaking sehingga siswa tertarik dan termotivasi dalam menguasai speaking.Dalam makalah ini, penulis membahas bagaimana pengajaran speaking melalui penggunaan kombinasi strategi Inside/Outside Circles dan strategi Academic Controversy. Strategi kombinasi ini mempermudah guru meningkatkan keinginan siswa dalam belajar. Strategi Inside/Outside Circles dapat meningkatkan keaktifan dan interaksi antar siswa dalam suasana yang santai dan menyenangkan. Siswa membentuk dua lingkaran konsentris yang mana setiap siswa yang ada di lingkaran dalam saling berhadapan dengan siswa yang ada di lingkaran luar dan mereka diberikan kesempatan untuk memberikan pendapat satu sama lain tentang sebuah topik. Kemudian, pada strategi Academic Controversy, siswa dalam sebuah kelompok mendiskusikan sebuah topik yang kontroversial dari dua sudut pandang yang berbeda. Akan tetapi, di akhir diskusi mereka harus memilih atau menetapkan yang mana yang mereka setujui sebagai suatu kesimpulan yang baik. Tujuan dari penggabungan dua strategi ini agar siswa menjadi lebih aktif, efektif dan efisien dalam menguasai speaking. Penulis berharap agar strategi kombinasi ini bisa menjadi panduan bagi guru dalam mengajar speaking.Â