cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
TEACHING READING BY COMBINING ANTICIPATION GUIDE WITH QUESTIONING THE AUTHOR STRATEGY FOR JUNIOR HIGH SCHOOL IKHLAS, SEPRIWAN; PERPISA, LILI
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam makalah ini, penulis membahas tentang bagaimana pengajaran reading melalui penggabungan dua buah strategi, yaitu Anticipation Guide dan Questioning the Author. Dalam mengaplikasikan dua strategi ini, penulis menggunakan strategi pertama yaitu Anticipation Guide. Sebelum membaca teks, guru memberikan Anticipation Guide Template yang berisikan beberapa pernyataan tentang teks kepada siswa, setelah itu guru membimbing siswa untuk menjawab beberapa pertanyaan yang ada di dalam Anticipation Guide Template. Setelah selesai, guru membagikan teks kepada siswa. Siswa mendiskusikan tentang apa yang telah mereka pelajari dan guru mengklarifikasi kembali hal-hal yang masih belum dimengerti oleh siswa dengan cara membaca kembali teks secara bersama. Kemudian guru menggunakan strategi kedua yaitu strategi Questioning the Author dimana, guru memilih bagian teks yang dirasa menarik dalam hal percakapan. Kemudian guru membagikan lembaran tugas yang berisi pernyataan yang berhubungan dengan teks bagi siswa dan meminta siswa untuk membaca teks tersebut berkelompok untuk menjawab pertanyaan tersebut. Ketika latihan telah selesai , guru mendiskusikan latihan yang mereka buat dengan seluruh siswa .Melalui makalah ini, penulis berharap bisa memperkenalkan bagaimana cara menggabungkan dua strategi dalam pengajaran membaca. Bagi siswa, mereka bisa lebih kreatif dan termotifasi dalam menggunakan bahasa Inggris di kehidupan sehari-hari.
TEACHING READING COMPREHENSION BY USING COMBINING SELECTIVE UNDERLINING AND OPINION-PROOF STRATEGY FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Fardila, Desti; Ispita, Ari
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKReading merupakan salah satu keterampilan dalam bahasa Inggris untuk membuat orang-orang mendapatkan informasi dari apa yang mereka baca. Dalam proses reading, siswa belajar bagaimana mendapatkan makna atau informasi dari teks, dibutuhkan proses berpikir agar mampu mencapai pemahaman yang baik. Namun, pada kenyataannya, banyak siswa hanya bisa sekedar reading tetapi reading dengan memahami isi teks tersebut sangat sulit. Dalam jornal ini penulis membahas bagaimana mengajarkan reading dengan menggunakan dua strategi, strategi yang pertama yaitu Selective underlining strategy and Opinion-proof strategy. strategi ini sangat bagus untuk meningkatkan kemampuan pemahaman reading siswa. Karena pada strategi ini siswa diharuskan untuk berfikir kritis memberikan opininya terhadap masalah didalam teks, dan memcoba mencari pemecahannya seperti bukti-bukti yang ada didalam teks. Dalam Menerapkan kombinasi strategi selective underlining dan strategi opinion-proof dalam pengajaran reading dapat meningkatkan motivasi siswa dalam membaca teks, meningkatkan konsentrasi siswa, siswa dapat fokus pada ide utama, dan meningkatkan minat siswa untuk belajar reading. Kemudian, melalui kombinasi strategi ini, para siswa dapat menikmati pelajaran dan membuat mereka memahami teks dengan baik, membuat siswa lebih kreatif, inovatif dan percaya diri dengan pendapat mereka dan  bisa membuat mereka berpikir kritis. 
TEACHING READING BY COMBINING SOMEBODY WANTED BUT SOAND STORY MAP STRATEGY AT SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Yuliyenti, Yuliyenti; Yulmiati, Yulmiati
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDalam proses belajar mengajar banyak cara pengajaran yang dapat digunakan untuk membantu siswa memahami dan memudahkan proses belajar mengajar. Dalam proses belajar bahasa Inggris yang dialami penulis dan juga sering penulis lihat dalam keseharian, banyak siswa yang kesulitan dalam memahami teks dalam suatu bacaan. Satu strategi saja tidak cukup bagi siswa untuk memahami suatu bacaan. Untuk itu penulis memperkenalkan sebuah strategi dalam mengajarkan Reading yaitu dengan menggunakan SWBS and Story Map Stratey. SWBS Strategy ini meminta siswa untuk meringkas cerita dan untuk menemukan ide pokok sebelum dan sesudah mereka membaca teks tersebut, dan dalam strategi ini siswa diminta untuk mengisi chart yang telah disediakan. Map Strategy adalah strategi yang meminta siswa untuk mengorganisir sebuah cerita berupa map. Dalam strategi ini guru memberikan contoh teks narratif dan meminta siswa untuk meringkas atau mengorganisir teks yang sudah mereka baca tersebut. Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menemukan informasi sesudah dan sebelum mereka membaca dengan menggunakan SWBS and Story Map Strategy, sehingga mereka membaca lebih aktif dan termotivasi dalam pembelajaran bahasa Inggris khususnya dalam Reading. Penulis juga berharap strategi ini dapat memberikan kontribusi bagi guru dalam mengajarkan Reading dan bisa meningkatkan minat siswa dalam membaca. 
Encouraging Students’ Speaking Activity by using Right Is Right Technique at Junior High School Aryati, Siska; P.S, Rahayu Wulaning
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu keahlian yg harus diajarkan dalam mata pelajaran bahasa Inggris adalah speaking (percakapan). Pengajaran speaking diharapkan dapat menjadikan siswa-siswa mampu mengespresikan ide-ide mereka secara lisan supaya mampu untuk berkomunikasi dengan baik.Berdasarkan wawancara salah satu guru yang mengajar di SMP N 30 Padang siswa mempunyai masalah dalam berbicara   : Pertama, beberapa siswa-siswi mendapat kesulitan dalam mengekspresikan ide dan pendapat mereka dalam berbicara. Mereka tidak banayak mempunyai kosakata membuat mereka kehilangan motivasi dalam berbicara. Kedua, kebayakan guru hanya focus pada pembelajaran membaca dan menulis, sedangkan berdasarkan kurikulum guru dituntut untuk menyeimbangkan antara mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Ketiga, siswa-siswi merasa proses pembelajaran berbicara merasa membosan kan, karena guru hanya menggunakan teknik yang sama dalam pembelajaran. Oleh karena itu di perlukan sebuah startegi atau metode untuk membantu siswa dalam mengatasi masalah tersebut. Salah satunya teknik berbicara adalah menggunakan Right is Right Technique.  Right is Right Technique merupakan salah satu strategi pengajaran speaking yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Teknik pengajaran ini dilakukan dengan langsung berhadapan  antara guru dan siswa didalam pengajaran proses berbicara dikelas. Dengan menggunakan sebuah pertanyaan dan meminta siswa untuk menjawab benar-benar komplit. Apa pun jawaban dari siswa, guru jangan sampai memberikan langsung jawaban yang benar.Untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut pertanyaan itu dengan pentunjuk- petunjuk yang dberikan oleh guru tahap demi tahap. Dari setiap tahap demi tahap, seluruh siswa dapat memberikan pendapat dan ide mereka. Sehingga siswa tidak pasif dan takut dalam berbicara karena takut salah dalam menyapaikan pendapat. Dari proses tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bicara siswa dan juga menjadikan siswa lebih kreatif dan aktif dalam bahasa Inggris.
COMBINING 3-2-1 AND HOT SEAT STRATEGIES IN TEACHING READING AT SENIOR HIGH SCHOOL Yuniko, Riche; Dewi, Rusmala
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam dunia pendidikan, membaca merupakan faktor utama untuk meningkatkan  kecerdasan dan pengetahuan siswa di sekolah. Tetapi, sebagian besar siswa kurang menyenangi membaca, terutama membaca dalam bahasa Inggris. Hal ini disebabkan oleh kurangnya minat baca siswa. Banyak diantara siswa merasa jenuh dalam membaca teks yang diberikan, sehingga membuat siswa sulit untuk memahami materi pelajaran. Permasalahan ini dapat diatasi dengan cara guru lebih kreatif dan inovatif dalam mengajar di kelas. Guru tidak hanya dapat menggunakan satu strategi dalam mengajar tapi juga bisa menggunakan dua strategi yang berbeda. Salah satu strategi yang dapat dimasukkan oleh para guru adalah menggabungkan strategi 3-2-1 dengan strategi hot seat. Tujuan dari penggabungan strategi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam membaca dengan menemukan hal-hal menarik dalam cerita. Siswa juga dapat memainkan karakter yang dalam cerita. Siswa yang duduk di hot seat dapat menjawab pertanyaan siswa lain sesuai dengan karakter dan isi teks yang diberikan. Penulis mengharapkan melalui penggabungan dua strategi dapat lebih meningkatkan karakter siswa dalam belajar.   
THE EFFECTIVENESS OF K-W-L PLUS STRATEGY ON STUDENTS’ READING COMPREHENSION (A study at 10th grade students of SMA N 1 Linggo Sari Baganti) Mustaufik, Hendrix; Hadi, Imran; Yulizar, Yulizar
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca siswa, kurangnya motivasi siswa dalam membaca. pembelajaran masih terpusat pada guru dan siswa lambat dan sulit untuk memahami teks bacaan. Tujuan penelitian ini: untuk mengetahui apakah penerapan strategi K-W-L Plus lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa di kelas X SMAN 1 Linggo Sari Baganti dari pada penerapan strategi konvensional.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksprimen. Populasi adalah siswa kelas X SMAN 1 Linggo Sari Baganti Tahun Pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 6 kelas. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah secara acak, yang terpilih sebagai kelas sampel adalah  X1 sebagai kelas ekperimen dan X2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah Reading test. Berdasarkan analisis yang didapat nilai  rata-rata hasil belajar kelas eksperimen adalah 16,10 dan standar deviasi adalah 6,82, sedangkan rata-rata hasil belajar siswa  pada kelas kontrol adalah 13,48 dan standar deviasi 8,06. Pengujian hipotesis menggunakan  uji- t satu pihak.Hasil  analisis data diperoleh t-hitung (1,90) lebih besar dari t-tabel (1,67), maka hipotesis diterima sehingga dapat disimpulkan strategi K-W-L Plus efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa di kelas X SMAN 1 Linggo Sari Baganti. 
TEACHING READING BY COMBINING KWL (KNOW,WANT,LEARN) WITH CHORAL READING STRATEGY FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS HIDAYAT, TAUFIK; PERPISA, LILI
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam makalah ini, penulis membahas tentang bagaimana pengajaran reading melalui gabungan dua strategi yaitu KWL dengan Choral Reading. Dalam aplikasi dua strategi ini, penulis menggunakan strategi pertama yaitu KWL sebagai strategi awal pembelajaran. Strategi ini diawali dengan guru memberikan sebuah topik kepada siswa, kemudian guru meminta siswa untuk membuat tabel KWL. Tabel  KWL memiliki tiga kolom dimana kolom K (What I Know) berarti apa yang saya ketahui, W (What I Want to Know) berarti apa yang ingin saya ketahui, dan L (What I Learned) berarti apa yang telah saya pelajari. Selanjutnya, guru meminta siswa untuk menulis apa yang mereka ketahui tentang topik pada kolom K, kemudian menulis apa yang mereka ingin tahu tentang topik pada kolom W. Setelah itu, penulis menggunakan strategi yang kedua yaitu Choral Reading yang digunakan pada pertengahan pembelajaran dimana guru memberikan sebuah teks, setelah itu guru yang membaca teks pertama dan kemudian diikuti oleh siswa membaca teks secara bersama. Kemudian guru dan siswa membahas teks dan menulis apa yang telah mereka pelajari tentang topik pada kolom L.Akhirnya melalui penulisan makalah ini, penulis berharap dengan membaca makalah ini, penulis bisa memperkenalkan cara menggabungkan dua strategi dalam pengajaran membaca. Bagi siswa diharapkan akan lebih termotivasi  untuk belajar bahasa inggris.
TEACHING READING BY COMBINING PAIRED SUMMARIZING STRATEGY AND READ, IMAGE, DESCRIBE, EVALUATE, REPEAT (RIDER) STRATEGY AT JUNIOR HIGH SCHOOL Zulrahman, Zulrahman; Elmiati, Elmiati
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Membaca adalah salah satu keterampilan dasar yang penting dalam Bahasa Inggris yang harus diajarkan oleh seorang guru kepada siswanya. Membaca merupakan proses untuk memahami isi dari sebuah teks. Maka dari itu penulisan makalah ini bertujuan untuk membantu guru dalam mengatasi salah satu permasalahan yang ada dalam pengajaran membaca (Reading) pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selain itu makalah ini juga dimaksudkan untuk menjelaskan aplikasi strategi Paired Summarizing dan RIDER (Read, Image, Describe, Evaluate, Repeat) dalam pemahaman sebuah teks descriptive agar menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa siswi dalam membaca teks Bahasa Inggris. Dalam makalah ini penulis membahas bagaimana mengajarkan reading dengan menggabungkan dua strategi yaitu Paired Summarizing dan RIDER (Read, Image, Describe, Evaluate, Repeat). Dalam aplikasinya, guru menggunakan Paired Summarizing, adapun langkah-langkah strategi ini guru menyiapkan sebuah teks dengan membuat beberapa poin dari teks, kemudian siswa diminta untuk mendiskusikan informasi dalam teks secara berpasangan. Kemudian strategy yang kedua yaitu RIDER, disini guru sebagai fasilitator untuk memandu siswa dalam membaca, menggambarkan, menceritakan, mengevaluasi dan mengulang untuk mempermudah siswa mendapatkan informasi dari teks. Dengan diterapkan strategi ini, siswa dapat meningkatkan pemahaman mereka dalam membaca. Hal ini juga diharapkan untuk tercapainya tujuan pembelajaran membaca pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).   
THE EFFECT OF VERY IMPORTANT POINT (V.I.P) STRATEGY TOWARD STUDENTS’ READING COMPREHENSION AT SENIOR HIGH SCHOOL (A study of eleventh grade students at senior high school 2 Pulau Punjung academic year 2013/2014) Ameliona, Permaci; Mayuasti, Mayuasti; Analido, Belinda
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Bahasa Inggris Genap 2012-2013
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh Very Important Point (VIP) strategy dalam pengajaran Bahasa Inggris khususnya reading.. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan oleh peneliti dengan menggunakan strategi Very Important Point dan kelas control mengunakan QAR(Question Answer Relationship Strategy). Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA N  2 Pulau Punjung  tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 88 orang yang terdiri dari 3 kelas yaitu XI IPS 1, XI IPS 2 dan XI IPS 3. Hasil analisis pada penelitian ini diklasifikasikan dalam 2 bentuk; narrative  dan report text. Berdasarkan hasil analisis  tes, didapat mean score hasil tes pada kelas eksperimen 75,17 dan variance 72,13. Sedangkan rata-rata kelas kontrol 69,31 dan variance 48,16. Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan uji T, setelah dilakukan pengujian diperoleh t-calculated 3,15 lebih besar dari t-table 2,04 dengan derajat kebebasan 0,05, maka hipotesis pada penelitian ini diterima, sehingga disimpulkan bahwa strategi Very Important Point (VIP) dapat memberikan efek yang baik terhadap hasil Bahasa Inggris khususnya dalam reading (membaca) pada siswa kelas XI IPS  SMA N 2 Pulau Punjung.  
TEACHING READING BY COMBINING PLAN (Predict-Locate-Add-Note) AND STORY IMPRESSION STRATEGY AT GRADE EIGHT JUNIOR HIGH SCHOOL Novita, Winda; AGUSNI, AGUSNI
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembelajaran mengajar banyak cara pengajaran yang dapat digunakan untuk membantu siswa memahami pembelajaran dan memudahkan proses belajar mengajar. Dalam proses belajar bahasa Inggris yang dialami penulis dan juga sering penulis lihat dalam keseharian, banyak siswa yang kesulitan dalam memahami teks dalam suatu bacaan. Satu strategi saja tidak cukup bagi siswa untuk memahami suatu bacaan. Untuk itu penulis memperkenalkan beberapa strategi dalam mengajarkan Reading yaitu dengan menggunakan PLAN and Story Impression Strategies. PLAN Strategy adalah strategi ini meminta siswa untuk memprediksi sebuah teks sebelum mereka membaca teks tersebut, dan dalam strategi ini siswa diminta untuk meletakkan tanda ceklis pada informasi yang diketahui dan tanda tanya pada informasi yang tidak diketahui. Story Impression Strategy adalah sebuah strategi dimana guru memberikan kata kunci kepada siswa dari sebuah cerita yang mereka lihat. Dalam strategi ini guru memberikan contoh teks narrative dan meminta siswa untuk memprediksi teks sebelum mereka membaca teks tersebut. Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menemukan informasi sesudah mereka membaca dengan menggunakan PLAN (Predict-Locate-Add-Note) and Story Impression Strategies, sehingga mereka membaca lebih aktif dan termotivasi dalam pembelajaran bahasa Inggris khususnya dalam Reading. Penulis juga berharap strategi ini dapat memberikan kontribusi bagi guru dalam mengajarkan Reading dan bisa meningkatkan minat siswa dalam membaca.