cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,355 Documents
Studi Pengaruh Volume dan Densitas Sel Bakteri Sporosarcina Pasteurii terhadap Peningkatan Stabilitas Tanah Lanau Menggunakan Metode Microbially Induced Calcium Carbonate Precipitation (MICP) Hidayat, Fajri Welly; Munawir, As'ad; Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat di sektor konstruksi menuntut peningkatan kualitas tanah sebagai dasar pondasi yang kuat dan stabil. Tanah lanau pada dasarnya memegang sifat mekanis yang kurang  baik, misal kekuatan geser yang rendah serta permeabilitas yang tergolong tinggi, menyebabkan ketidakstabilan pada struktur yang didirikan di atasnya. Oleh karena itu, dibutuhkan metode perbaikan tanah yang efektif sekaligus ramah lingkungan guna meningkatkan stabilitas dan kekuatan tanah lanau. Metode MICP bekerja dengan cara menginokulasikan bakteri ureolitik Sporosarcina Pasteurii ke dalam tanah yang mengandung larutan kalsium nitrat (Ca(NO3)2). Bakteri ini akan mengkatalisis proses urease yang memecah urea menjadi ion karbonat, yang kemudian bereaksi dengan ion kalsium dari kalsium nitrat menghasilkan endapan kalsium karbonat (CaCO3). Endapan CaCO3 ini berfungsi sebagai perekat biologis yang mengikat partikel-partikel tanah, meningkatkan kohesi antar butir tanah, dan menghasilkan rantai kristal yang memperkuat struktur tanah agar lebih stabil dan kuat. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan dua parameter utama, yaitu densitas sel bakteri Sporosarcina Pasteurii dan kadar volume sebagai sumber ion kalsium. Variasi densitas sel bakteri dilakukan untuk mengetahui pengaruh jumlah bakteri terhadap kecepatan dan jumlah presipitasi CaCO3 yang terbentuk. Sedangkan variasi kadar volume bertujuan mengoptimalkan ketersediaan ion kalsium sehingga dapat mendukung proses pembentukan endapan kalsium karbonat secara maksimal.
Pengaruh Jumlah Lapisan Geopolimer Sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang Terhadap Penyusutan Kering Beton Muhammad Andrianto, Athar; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM.; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi di Indonesia diproyeksikan mengalami pertumbuhan pesat hingga menempati peringkat ke-4 dunia, sehingga ketersediaan material konstruksi seperti beton menjadi semakin vital. Penggunaan agregat kasar alami secara masif berdampak negatif terhadap lingkungan dan sumber daya alam, sehingga dibutuhkan alternatif seperti agregat kasar daur ulang (RCA). Namun, RCA memiliki kualitas yang lebih rendah akibat sisa mortar dan retakan permukaan, sehingga diperlukan upaya peningkatan kualitas melalui pelapisan geopolimer berbahan dasar fly ash. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jumlah lapisan geopolimer (1, 2, dan 3 lapisan) terhadap kualitas RCA dan penyusutan kering beton. Parameter yang dianalisis meliputi nilai penyerapan dan berat isi agregat, serta penyusutan kering beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jumlah lapisan geopolimer dapat menurunkan penyerapan air hingga 42% dan meningkatkan berat isi hingga 2,3% dibandingkan RCA tanpa pelapisan. Selain itu, peningkatan jumlah lapisan juga menurunkan penyusutan kering beton secara, yaitu hingga 26,5% pada tiga lapisan. Dengan demikian, semakin banyak lapisan geopolimer pada RCA maka kualitas agregat daur ulang semakin meningkat dan penyusutan kering beton semakin menurun.
Pengaruh Penambahan Kappa Carrageenan Powder terhadap Kinerja Marshall Campuran Laston Lapis Aus Asbuton (AC-WC Asb) Nadhirah Salsabila Luthfitawati; Ghaniya Khanni Anata; Prof. Ir. Ludfi Djakfar, MSCE., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Rahayu Kusumaningrum, ST., MT., M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara dengan persediaan Asbuton terbesar di dunia. Namun, sampai saat ini penggunaannya belum optimal dikarenakan kandungan bitumen dalam Asbuton yang sulit keluar dari rongga antara mineral. Kappa Carrageenan merupakan salah satu bahan aditif yang menghasilkan gel yang kaku sehingga dapat membantu sebagai bahan pengikat tambahan dan dapat mengatasi kelemahan Asbuton. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hasil dari substitusi Asbuton dalam campuran Laston Lapis Aus (AC-WC) serta penambahan Kappa Carrageenan Powder. Penelitian ini menggunakan wet process dengan penambahaan kadar Kappa Carrageenan Powder sebesar 2%, 3%, 4%, 5%, dan 6%. Analisis dilakukan dengan uji Marshall dan dilanjutkan dengan pengolahan data. Didapatkan niali optimum penambahan Kappa Carrageenan Powder sebesar 3% dengan KAO aspal sebesar 6.5% dengan peningkatan VFA sebesar 2%, stabilitas sebesar 29%, MQ sebesar 70% dibandingkan dengan campuran tanpa bahan tambahan (aditif). Namun, untuk nilai VIM, VMA, serta kelelehan (flow), mengalami sedikit penurunan namun masih dalam batas spesifikasi yang ditentukan. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan Kappa Carrageenan Powder memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap bebean lalu lintas dan cocok digunakan untuk beban lalu lintas berat.
Pengaruh Penambahan Serat Kappa Carrageenan terhadap Kinerja Marshall pada Campuran (AC-WC ASB) Cecaria Kurnia dewi; Jasmine Ayu Penggalih; Prof. Ir. Ludfi Djakfar, MSCE., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Rahayu Kusumaningrum, ST., MT., M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki aspal alam melimpah, aspal buton (asbuton) dari Pulau Buton dengan cadangan 600 juta ton, yang dapat menggantikan sebagian aspal minyak meski kualitasnya lebih rendah dan perlu ditingkatkan dengan penambahan serat kappa carrageenan yang diolah menggunakan sunflower oil pengujian Marshall dilakukan untuk menentukan pengaruh dan kadar optimum. Serat kappa carrageenan dibuat dengan microfluidic device, kadar aspal optimum 6,5%, dan serat ditambahkan sebesar 1%, 3%, 5%, serta 7% dari berat aspal dengan panjang serat 1 cm analisis dilakukan menggunakan grafik pita untuk mengetahui kadar optimum. Hasil menunjukkan kadar optimum serat kappa carrageenan pada campuran AC-WC Asb adalah 7%, dimana penambahan 1%-3% menurunkan VIM dan VMA, tetapi pada 3%-7% meningkat; VFA naik pada 1%-3% dan turun pada 3%-7%; stabilitas meningkat seiring kadar serat naik, sementara nilai flow menurun.
Analisis Campuran AC-WC Asbuton dengan Plastik Polyethylene Terephthalate (PET) dan Crumb Rubber Salsabila Putri, Nadya; Winardy, Chanza Islamy; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan aspal meningkat seiring pembangunan infrastruktur, namun 83% masih diimpor meski Indonesia memiliki cadangan Asbuton besar. Di sisi lain, sampah plastik, khususnya PET dari botol minuman, juga menjadi masalah. Penambahan PET dalam aspal dapat meningkatkan stabilitas, fleksibilitas, dan daya tahan, meski berisiko membuat campuran lebih kaku. Crumb rubber yang elastis dapat mengurangi kekakuan ini dan meningkatkan stabilitas, VIM, flow, dan MQ. Kombinasi keduanya menghasilkan campuran yang seimbang. Penambahan crumb rubber (10%) dan PET (0%, 2%, 4%, 6%) dilakukan dengan metode dry process. Hasil uji Marshall menunjukkan komposisi maksimum 10% crumb rubber dan 6% PET memenuhi semua parameter: VMA 17,519%, VIM 3,754%, VFA 78,691%, Stabilitas 1652 kg, Flow 4,233 mm, dan MQ 386,986 kg/mm. Penelitian lanjutan disarankan dengan menambah variasi kadar PET. Kata kunci : Lapis permukaan, Aspal Buton,  Polyethylene Terephthalate (PET), Crumb Rubber
Kajian Dampak Lalu Lintas akibat Perubahan Akses Angkutan Kota Malang di Terminal Arjosari Hafizhan Adli Zul Hilmi; Adhifa Cahaya Shaskia; Ir. Hendi Bowoputro, ST., MT., IPU., ASEAN Eng.; Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D., IPU.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemacetan di sekitar Terminal Arjosari, Malang, disebabkan oleh adanya “terminal bayangan” di Jalan Raden Intan yang menyebabkan penurunan kinerja jaringan jalan di sekitar Terminal Arjosari. Studi kajian lalu lintas bertujuan untuk analisis dampak lalu lintas terhadap rencana perubahan akses angkutan kota (angkot) yang berguna untuk mencari solusi dari permasalahan ini. Metodologi penelitian kajian lalu lintas ini mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 untuk menganalisis kinerja tiga simpang utama, yaitu simpang bersinyal 3-kaki Jl. Raden Intan-Jl. J. Ahmad Yani, simpang tidak bersinyal 3-kaki Jl. Raden Intan-Jl. R. Panji Suroso, simpang bersinyal Jl. R. Panji Suroso-Jl. S. Panji Suroso. Dua skenario simulasi yang direncanakan adalah “Belok Kanan” dan “Putar Balik”. Kajian lalu lintas ini juga akan melakukan survei perilaku terhadap penumpang angkot, supir bus, dan penumpang bus. Hasil dari kajian lalu lintas ini menunjukkan adanya perbedaan antara solusi teknis dan preferensi pengguna. Skenario “Putar Balik” terbukti lebih baik secara teknis dalam sedikit mengurangi kemacetan di simpang kritis. Sebaliknya, skenario “Belok Kanan” lebih diterima oleh 85% sopir dan 63% penumpang, namun secara teknis memperburuk kondisi simpang 3-kaki Jl. Raden Intan-Jl. R. Panji Suroso yang sudah jenuh. Kesenjangan informasi terkait dengan rencana perubahan ini (70%) dan potensi fasilitas parkir baru di dalam terminal yang memadai (didukung oleh 86% penumpang bus) menjadi faktor penting. Sehingga dari kajian ini disarankan melakukan perubahan dengan skenario “Belok Kanan”, dengan beberapa saran seperti sosialisasi yang terencana dengan baik kepada para pengguna transportasi, menyediakan fasilitas parkir dengan jaminan fasilitas aman dan tarif terjangkau. Serta disarankan untuk meningkatkan fasilitas terminal dan melakukan penegakan aturan dengan tegas untuk mengembalikan fungsi Terminal Arjosari sebagai tempat perpindahan moda transportasi. Kata Kunci : Analisis Dampak Lalu Lintas, Kinerja Lalu lintas, Perubahan Akses, Terminal Arjosari, Terminal Bayangan.
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Expanded Polystrene dengan Coating Pasta Semen terhadap Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Arnol Siahaan; Ir. Indra Waluyohadi, ST., MT., M.Sc., IPM.; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan infrastruktur yang cepat meningkatkan kebutuhan beton, yang berujung pada eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Untuk meminimalkan dampak lingkungan, limbah expanded polystyrene (EPS) dipertimbangkan sebagai pengganti agregat kasar dalam pembuatan beton ringan. Di perairan Indonesia, sebagian besar limbah terdiri dari EPS yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan. Penggunaan EPS dalam beton dapat mengurangi berat beton dan limbah lingkungan, namun cenderung menurunkan kekuatan beton. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan EPS yang dilapisi pasta semen untuk mengetahui seberapa signifikan EPS yang dilapisi pasta semen akan memengaruhi kekuatan beton. Terdapat tiga variasi benda uji, yaitu beton dengan 25% EPS, 75% EPS dan beton kontrol yang menggunakan agregat kasar alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan EPS yang dilapisi pasta semen memiliki kekuatan lentur yang lebih rendah dibandingkan beton dengan agregat alami. Pengujian kuat tekan dilakukan menggunakan compression testing machine dan extensometer sebagai metode pengujian. Kata Kunci: Expanded polystyrene, Kuat Lentur, Beton ringan
Analisis Stabilitas Lereng dengan Perkuatan Soil Nailing Akibat Pengaruh Hujan Menggunakan Metode Kesetimbangan Batas (Studi Kasus: Proyek Jalan Kretek – Girijati, Yogyakarta) Afham Arsanto Pratama; Prof. Dr. Ir. As’ad Munawir, MT.; Prof. Dr. Eng. Ir. Yulvi Zaika, MT., IPU.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tantangan stabilitas lereng pada proyek jalan Kretek-Girijati di Yogyakarta dipicu oleh topografi yang curam dan adanya rembesan air pada permukaan lereng. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menganalisis efektivitas metode perkuatan soil nailing, yang bekerja dengan memasang batang baja untuk meningkatkan kekuatan geser tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi lereng eksisting tidak aman dengan angka keamanan (FS) sebesar 1,0683 dan akibat pengaruh hujan angka keamanan mengalami penurunan akibat meningkatnya tekanan air pori sehingga diperoleh FS sebesar 1,0583. Setelah penerapan perkuatan soil nailing, stabilitas lereng meningkat secara signifikan. Dari berbagai variasi kemiringan yang diuji, inklinasi 20° terbukti paling optimal, dengan menghasilkan FS sebesar 1,5928 pada kondisi normal dan 1,5730 saat dipengaruhi hujan, sehingga memenuhi standar keamanan yang disyaratkan.
Pengaruh Jumlah Lapisan Geopolimer sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton Putri Macdha, Fadya; Eva Arifi; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan agregat kasar daur ulang (RCA) dari limbah beton menjadi alternatif berkelanjutan untuk menggantikan agregat alami. Namun, tingginya porositas dan keberadaan mortar lama yang menempel menurunkan kualitas RCA. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekurangan tersebut adalah dengan pelapisan menggunakan geopolimer berbahan dasar fly ash. Geopolimer ini dibuat dari campuran larutan NaOH 12 M dan Na₂SiO₃ dengan rasio 1:2,5 serta solid-liquid ratio sebesar 2. Pelapisan dilakukan dengan metode perendaman selama lima menit, dengan variasi jumlah lapisan yaitu satu, dua, dan tiga. Penambahan jumlah lapisan geopolimer terbukti menurunkan nilai penyerapan RCA dari 6,24% (RA) menjadi 3,64% (RAC 3), serta meningkatkan berat isi dari 1,36 g/cm³ (RA) menjadi 1,40 g/cm³ (RAC 3). Kuat tekan tertinggi dicapai pada beton RAC2 sebesar 31,19 MPa, sementara pada RAC3 terjadi penurunan. Nilai modulus elastisitas beton RAC 2 juga tercatat paling tinggi di antara semua variasi RCA, yaitu sebesar 30.282,45 MPa, namun mengalami penurunan pada RAC3 menjadi 27.964,63 MPa. Berdasarkan hasil pengamatan SEM dan EDX, penurunan ini dapat disebabkan oleh retakan pada lapisan geopolimer serta reaksi geopolimerisasi yang tidak berlangsung optimal akibat overcoating. Dengan demikian, semakin banyak jumlah lapisan geopolimer dapat meningkatkan kualitas agregat daur ulang, namun pelapisan sebanyak dua kali memberikan hasil yang paling optimal terhadap peningkatan kuat tekan dan modulus elastisitas beton. Kata kunci : Recycled Coarse Agreggate (RCA), Coating Geopolimer, Kuat Tekan Beton, Modulus Elastisitas Beton.
Analisis Pengaruh Perkuatan Struktur Gedung dengan Rangka Bresing Eksentrik terhadap Ketidakberaturan Torsi, Simpangan, dan Gaya Dalam Carrissa Regina Shafi Candraningtyas; Dr. Ir. Wisnumurti, MT.; Ir. Roland Martin Simatupang, ST., MT., M.Sc 4. Hasil Akhir Skripsi :
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur gedung bertingkat di Indonesia rentan terhadap deformasi tidak teratur akibat ketimpangan kekakuan, terutama pada area evakuasi yang diperkuat dinding beton bertulang (dinding geser). Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan eksentrisitas antara pusat massa dan pusat kekakuan, memicu ketidakberaturan torsi saat terjadi gempa. Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan rangka bresing eksentrik (RBE) terhadap perilaku seismik struktur, khususnya pada ketidakberaturan torsi, simpangan, dan gaya-gaya dalam. Analisis dilakukan secara komparatif terhadap empat varian model struktur gedung bertingkat tujuh, dengan satu model eksisting tanpa RBE dan tiga model lainnya mengintegrasikan RBE dengan variasi panjang link horizontal (50 cm, 100 cm, dan 150 cm). Hasil menunjukkan bahwa model dengan RBE ber-link 50 cm (Model 2) memberikan kinerja paling optimal, mereduksi eksentrisitas hingga 30,15%, menurunkan simpangan antar lantai hingga 70%, serta menurunkan klasifikasi ketidakberaturan torsi dari kategori B menjadi A. Penambahan RBE juga menyebabkan redistribusi gaya dalam, dengan peningkatan gaya aksial dan geser pada area bresing, serta penurunan gaya pada elemen struktur utama lainnya. Panjang link yang lebih besar (100 cm dan 150 cm) justru menurunkan efektivitas kontrol deformasi. Dengan demikian, pemilihan konfigurasi RBE yang tepat berperan penting dalam perbaikan kinerja seismik gedung bertingkat dengan ketimpangan kekakuan.