cover
Contact Name
Dr. Saiful, M.Ag
Contact Email
saiful.saiful@ar-raniry.ac.id
Phone
085361728880
Journal Mail Official
jurnal.mudarrisuna@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam
ISSN : 20895127     EISSN : 24600733     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal MUDARRISUNA (JM) publishes scholarly articles on education science and Islamic education in particular, based on researches and project reports, book reviews. Jurnal MUDARRISUNA (JM) accepts submission in the field of education science and Islamic education science in scope Aqeedah, Morals, Jurisprudence, Islamic Law, Qoran, Hadith, History and Islamic Civilization to help spread new insights and concept, as well as highlights best-practices by and for many Islamic educational practitioners, teachers, lectures, and various education policy makers in the field. Published by Center for Research and Publication Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh in cooperation with Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. This journal is published biannually in January-Juny and July-December. Registered with Print ISSN 2089-5127 and Online ISSN 2460-0733.
Arjuna Subject : -
Articles 485 Documents
This study aims to examine the method of tawhid education contained in QS Luqman verse 20 and analyze its implications in contemporary Islamic religious education. This verse contains messages of tawhid emphasized by Luqman to his son, including teachings about the importance of knowing Allah as the creator and maintainer of the universe. The method used in this research is thematic interpretation approach by focusing on the content of the verse and linking it with the concept of tawhid educatio Alfalah, Salma Rahmasari; Cucu Surahman; Elan Sumarna
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 15 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/naq7pv93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode pendidikan tauhid yang terkandung dalam QS Luqman ayat 20 dan menganalisis implikasinya dalam pendidikan agama Islam kontemporer. Ayat ini memuat pesan-pesan ketauhidan yang ditekankan oleh Luqman kepada anaknya, termasuk ajaran tentang pentingnya mengenal Allah sebagai pencipta dan pemelihara alam semesta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan tafsir tematik dengan memfokuskan pada kandungan ayat dan mengaitkannya dengan konsep pendidikan tauhid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pendidikan tauhid dalam QS Luqman ayat 20 melibatkan pengajaran melalui nasihat bijak, pemahaman rasional atas tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta, serta penguatan moral keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi dari metode ini dalam pendidikan agama Islam mencakup perlunya pendekatan holistik dalam pengajaran tauhid, dengan menekankan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang. Selain itu, metode ini juga relevan dalam membangun karakter peserta didik yang memiliki keimanan kuat, kesadaran moral tinggi, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang lebih integratif dan sesuai dengan tantangan zaman.Keyword: Tauhid; Pendidikan Agama Islam; Metode Pendidikan
Konsep Tadabbur dalam Al-Qur’an QS. Shad [38]:29 sebagai Landasan Sinergi Pikiran dan Hati dalam PAI Rahmi, Utami Qonita; Surahman, Cucun; Sumarna, Elan
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/knjpjx83

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi konsep tadabbur sebagaimana yang dipresentasikan dalam Al-Qur'an, khususnya dalam QS. Shad [38]:29, dan perannya yang potensial dalam mendorong sinergi antara akal dan hati dalam Pendidikan Agama Islam. (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi dan aplikasi praktis tadabbur dalam konteks pendidikan, dengan fokus khusus pada PAI. Menggunakan kombinasi tinjauan pustaka dan analisis kualitatif, temuan menunjukkan bahwa tadabbur berfungsi sebagai pendekatan pembelajaran komprehensif yang menyelaraskan dimensi intelektual dan spiritual pada siswa. Melalui refleksi mendalam terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, siswa tidak hanya meningkatkan pemahaman kognitif mereka tetapi juga terlibat dalam pertumbuhan pribadi dan spiritual, menyelaraskan karakter mereka dengan nilai-nilai Islam. QS. Shad [38]:29 menyoroti pentingnya mengintegrasikan pembelajaran kognitif dengan pengembangan moral dan karakter. Dalam PAI, tadabbur berfungsi sebagai metode yang dimulai dengan pendekatan yang disengaja, di mana siswa terlibat dalam pembacaan Al-Qur'an yang tulus dengan tempo yang terukur, berusaha memahami maknanya, dan merenungkan ayat-ayatnya. Proses ini memungkinkan siswa untuk menginternalisasi nilai-nilai Qur'an, mendorong kecerdasan, kebajikan, dan akuntabilitas dalam kehidupan sehari-hari mereka. Selain itu, model tadabbur ini dapat diterapkan baik dalam lingkungan pendidikan formal maupun non-formal, menawarkan pendekatan yang berharga untuk pembentukan karakter. Melalui langkah-langkah sistematis, hal ini memungkinkan siswa tidak hanya memahami ajaran agama secara intelektual tetapi juga menerapkannya secara praktis. Pada akhirnya, tadabbur memperkuat koneksi spiritual siswa dan mendorong integrasi nilai-nilai Quran ke dalam karakter mereka, menjadikannya alat yang efektif untuk pengembangan holistik dalam pendidikan agama Islam.
Istilah Ta’lim, Tarbiyah, dan Ta’dib Serta Implikasinya Terhadap Input, Proses, dan Output Pendidikan Islam Adriyansyah, Adriyansyah; Sirozi, Muhammad
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/rma1sg43

Abstract

ABSTRACTEducation is the meaning of the words tarbiyah, ta'lim, and ta'dib. This research seeks to analyse the meanings of ta'lim, tarbiyah, and ta'dib and how they relate to Islamic education and its inputs, processes, and outcomes. Desk research was the technique chosen to gather information for this study. Books, scientific journals, and other educational materials are some of the literature sources that will be consulted. While tarbiyah emphasises the formation of students' character and moral values, ta'lim serves as an important information transmission mechanism in education, according to this study. At the same time, ta'dib is crucial in developing moral and knowledgeable citizens by teaching good behaviour and respect for authority. These three concepts have far-reaching consequences for what is needed for education, what makes a good classroom practice, and what kind of graduates society expects as a result of its investment in its youth.Keyword: Ta’lim, Tarbiyah, Ta’dib, Islamic Education ABSTRAKPendidikan adalah makna dari kata tarbiyah, ta'lim, dan ta'dib. Penelitian ini berusaha untuk menganalisis makna ta'lim, tarbiyah, dan ta'dib dan bagaimana mereka berhubungan dengan pendidikan Islam dan input, proses, dan hasilnya. Penelitian kepustakaan adalah teknik yang dipilih untuk mengumpulkan informasi untuk penelitian ini. Buku-buku, jurnal ilmiah, dan materi pendidikan lainnya merupakan beberapa sumber literatur yang akan dikonsultasikan. Sementara tarbiyah menekankan pada pembentukan karakter dan nilai moral siswa, ta'lim berfungsi sebagai mekanisme transmisi informasi yang penting dalam pendidikan, menurut penelitian ini. Pada saat yang sama, ta'dib sangat penting dalam mengembangkan warga negara yang bermoral dan berpengetahuan luas dengan mengajarkan perilaku yang baik dan menghormati otoritas. Ketiga konsep ini memiliki konsekuensi yang luas terhadap apa yang dibutuhkan untuk pendidikan, apa yang membuat praktik kelas yang baik, dan lulusan seperti apa yang diharapkan masyarakat sebagai hasil dari investasinya pada generasi mudanya.Kata Kunci: Ta’lim, Tarbiyah, Ta’dib, Pendidikan Islam 
ILMU PENGETAHUAN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM: (Perbandingan antara Al-Ghazali dengan Al-Attas) Umi Kalsum; M. Sirozi
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/n4mam796

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji pandangan al-Ghazali dan al-Attas terkait ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah dalam ilmu pengetahuan, sehingga akan ditemukan perbandingan pemikiran antara al-Ghazali dan al-Attas. Penelitian ini berbentuk kualitatif, fokus pada pemikiran al-Ghazali dengan al-Attas sebagai sumber primer. Selain itu, referensi dari buku, artikel jurnal lainnya, akan menjadi rujukan sekunder. Pandangan kedua tokoh ini ditelaah dengan metode perbandingan. Hasil penelitian menemukan bahwa kurikulum pendidikan menurut al-Ghazali adalah mencakup ilmu agama dan non agama seperti fard ‘ain dan fard kifayah (ilmu wajib dan ilmu yang tidak wajib namun berpahala jika dijalankan), al-Ghazali fokusnya pada ilmu dan epistemologi memberikan dasar yang kuat untuk memahami dan menjalankan ajaran Islam dengan baik. Hal ini sangat penting di era informasi yang penuh dengan arus pemikiran dan interpretasi yang beragam. Al-Attas berpendapat bahwa kurikulum pendidikan harus mempertimbangkan sifat dualistik manusia, yang memiliki kebutuhan spiritual (fardhu 'ain) dan kebutuhan material-emosional (fardhu kifayah). Fokus pemikirannya pada identitas Islam dan kebudayaan memberikan kerangka yang penting untuk mempertahankan dan mengembangkan Islam dalam konteks global, hal ini juga sangat penting untuk menghadapi tantangan dari arus globalisasi dan sekularisme yang semakin kuat.
Pengaruh Progam Tahfiz Al-Qur’an dalam Membentuk Disiplin Waktu dan Mengurangi Kecenderungan Prokrastinasi pada Santri Nasrulloh, Alfian Ahsani; Kamil Sahri, Iksan
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/f2czcj04

Abstract

Disiplin waktu dan perilaku prokrastinasi berhubungan erat bagi penghafal Al-Qur’an. Pengembangan karakter disiplin waktu yang baik dapat membentu para penghafal Al-Qur’an mengurangi prokrastinasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji pengaruh program tahfidz Al-Qur'an terhadap peningkatan disiplin waktu dan pengurangan kecenderungan prokrastinasi pada santri. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan subjek penelitian ketua yayasan, koordinator pondok pesantren, ustazah pedamping tahfiz, waka kurikulum, waka kesiswaan, dan santri. Pada proses penggalian data, peneliti menemukan bahwa program tahfiz memiliki korelasi positif dengan peningkatan disiplin waktu santri. Proses menghafal Al-Qur'an yang sistematis menuntut konsistensi dan manajemen waktu yang baik, sehingga secara tidak langsung melatih santri untuk lebih disiplin. Selain itu, program tahfidz juga efektif dalam mengurangi perilaku prokrastinasi. Dengan target hafalan yang jelas dan pengawasan yang ketat, santri termotivasi untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka tepat waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program tahfidz tidak hanya bermanfaat untuk pengembangan spiritual, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap pengembangan karakter dan keterampilan hidup santri.
PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUH: REFORMASI PENDIDIKAN DAN TRILOGI PEMBARUAN Aminuddin, Yahya
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/arqt8x72

Abstract

Penelitian ini mengkaji pandangan Muhammad Abduh mengenai reformasi pendidikan Islam sebagai solusi atas kemunduran umat Islam di era modern. Persoalan utama yang dikaji adalah bagaimana konsepsi Abduh tentang integrasi ilmu agama dengan ilmu pengetahuan modern, serta trilogi reformasinya, tajdid akidah, tajdid syariah, dan pendidikan tajdid, menjawab tantangan zaman modern. Fokus penelitian ini adalah menganalisis gagasan Abduh mengenai reformasi kurikulum, metodologi, dan penyempurnaan lembaga pendidikan seperti Al-Azhar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur, dan temuan yang diperoleh menunjukkan bahwa taklid buta merupakan dimensi yang terlupakan dalam karya Abduh. Alih-alih mengimplikasikan bahwa masyarakat Islam terjerumus ke dalamnya, ia malah menganggapnya sebagai praktik yang tidak berprinsip dalam rangka memperoleh ilmu Islam. Selain itu, reformasi pendidikannya menunjukkan kriteria pendidikan berikut: inklusi, rasionalitas, dan relevansi dengan pencapaian ilmu pengetahuan modern. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemikiran Muhammad Abduh akan menjadi landasan penting untuk membangun sistem pendidikan Islam yang progresif, holistik, dan berbasis luas sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.Keyword: Muhammad Abduh, Reformasi Pendidikan, Tajdid Akidah, Tajdid Syaria.
HALAL BIHALAL IN CULTURAL AND SHARIA PERSPECTIVE: STUDY IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION Sugiana, Yusuf; Rahmat, Rahmat; Erihadiana, Mohamad; Muh Nasir, Tatang
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/g7c16z79

Abstract

The halal bihalal tradition is one of the social customs that are widely practiced by Muslims in Indonesia after Eid al-Fitr. This activity is not only interpreted as forgiving each other, but also as a means to strengthen social relations and strengthen friendship. However, although halal bihalal has become an integral part of Indonesian culture, there are various perceptions regarding the suitability of this practice with the principles of Islamic law. This study aims to analyze halal bihalal from two views: tradition and sharia. Traditionally, halal bihalal is believed to be a moment to strengthen social relations between individuals, but in the aspect of sharia, it is necessary to examine the extent to which this activity is in accordance with Islamic teachings. This study uses a qualitative approach with literature studies and interviews as data collection methods. The results of the study show that although halal bihalal has positive social values, there are elements in this practice that need to be adjusted to the principles of Islamic law. This research provides an understanding of the relationship between Indonesian cultural traditions and Islamic religious teachings, as well as provides directions for the improvement of halal bihalal practices to be more in line with sharia values.
SIKAP KETELADANAN GURU AGAMA ISLAM DALAM MEMBINA KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 12 MAKASSAR Tufail, Nur Fadli; Malli, Rusli; Sumiati, Sumiati
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 15 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/k00gpj13

Abstract

Ideally, education in school can produce students who not only have cognitive abilities or intellectual intelligence but are also accompanied by noble moral abilities, so that they can prepare children when they grow up, have strong character, and be useful for the homeland and nation. The aims of this research are 1) Analyzing the exemplary attitudes of Islamic Religious Education Teachers in developing the religious character of students at SMA Negeri 12 Makassar. 2) Finding a strategic picture of fostering the religious character of students at SMA Negeri 12 Makassar. 3) Analyze the factors inhibiting the development of students' religious character from the example of the Islamic Religious Education Teacher at SMA Negeri 12 Makassar. This research is descriptive qualitative. This research examines phenomena and events that occur in the lives of individuals and groups data collection instruments through observation and interviews. Data collection techniques consist of data reduction, data presentation, data collection, and verification. The research results prove that: 1). The teacher's exemplary attitude has a very important role in shaping the religious character of students in the context of Islamic education. a. Exemplary behavior (socializing), b. Exemplary in speaking (spoken), c. Exemplary appearance (dressing), d. Exemplary in worship (prayer), Effective strategies in developing religious character include: 1). Development strategies through classroom learning, 2). Development strategies through out-of-class learning, 3). Development Strategy Through Teacher and Parent Collaboration, 4). Strategy through reward and punishment advice, 3) Supporting and inhibiting factors are divided into: a. Supporting Factors, a). Exemplary Teacher, b). Facilities and Infrastructure, c). School Environment and d). Habituation Program. b. The inhibitor, a). Availability of support from educational institutions and legal policy makers, b). Lack of student attention, c). Technology
PERAN TEKHNOLOGI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI MADRASAH ALIYAH DARUL ULUM BANDA ACEH Elli, Elli; Nurbayani, Nurbayani; M. Nur, Azhar
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 15 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/js7pk954

Abstract

The integration of technology in Islamic education is crucial for developing critical thinking skills and fostering noble character. This study develops a Student Worksheet (LKPD) based on the Problem-Based Learning (PBL) model to enhance critical thinking skills in the Akidah Akhlak subject at Madrasah Aliyah Darul Ulum Banda Aceh. The research aims to design an effective LKPD, evaluate its impact on learning outcomes, and assess its role in improving critical thinking abilities. Conducted from February 22 to April 12, 2022, the study involved 35 students from Class XI-2 for practicality testing, 25 students from Class XI-4 for effectiveness testing, and two Akidah Akhlak teachers, utilizing the Plomp development model. Data were collected through interviews, curriculum and concept analyses, validation sheets, practicality sheets, and critical thinking tests. The results demonstrate that the LKPD is highly valid (score 4.5), practical (score 4.5), and effective (score 4.67), significantly enhancing students’ critical thinking skills and academic performance. By integrating Islamic values and character education, the LKPD is engaging and relevant to daily life. This research contributes to Islamic education by providing an innovative teaching tool aligned with the 2013 Curriculum, underscoring the role of technology in improving the quality of education in madrasahs. Keyword: Akidah Akhlak; Critical Thinking; Problem-Based Learning; Student Worksheet; Technology in Education
Pola Asuh Religius Terhadap Pembentukan Identitas Gender pada Anak Laki-laki di Panti Asuhan Islam Media Kasih Putra Banda Aceh Mubarok, Muhammad Syahrul; Sulastri, Ema; Yusliani, Hamdi
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 15 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/tx7pd148

Abstract

Religious parenting is one of the various parenting approaches, this method can be a very effective approach in shaping gender identity in boys. This study aims to determine the methods, supporting factors and inhibiting factors, as well as the evaluation of religious parenting in shaping gender identity in boys at the Media Kasih Putra Islamic Orphanage in Banda Aceh. This type of research is field research with a qualitative descriptive qualitative approach. The sampling technique used a purposive sampling technique. Data collection methods were in-depth interviews, observation, documentation with data analysis techniques consisting of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that: 1) this religious parenting pattern uses 5 methods in shaping gender identity in boys at the orphanage, namely: the exemplary method, the habituation method, the attention method, the advice method and the punishment method; 2). Supporting factors include the role models of caregivers and Quran teachers, environmental influences within the orphanage, and peers. Inhibiting factors include external cultural influences (social media), the influence of the environment outside the orphanage, and innate traits. 3) Evaluation of religious parenting has a positive impact on the formation of gender identity in boys because all teachings are based on the Quran and Hadith. Therefore, it can be the right choice in educating children in today's digital era.