cover
Contact Name
Arif Setiawan
Contact Email
kembara@umm.ac.id
Phone
+6285649955997
Journal Mail Official
kembara@umm.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KEMBARA
ISSN : 24427632     EISSN : 24429287     DOI : -
Core Subject : Education,
KEMBARA diterrbitkan sejak April 2015 oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. KEMBARA memuat artikel hasil penelitian bahasa, sastra, dan pengajarannya, yang diterbitkan pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
Identitas ekofeminisme perempuan Lamaholot dalam mitos Besi Pare Tonu Wujo Lemba, Vinsensius C; Lawet, Pilipus Wai; Puka, Agnes Ona Bliti; Maran, Kaliktus Ure
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.24302

Abstract

Persoalan ekologi dan kesetaraan gender telah menjadi perhatian utama gerakan ekofeminisme dalam budaya-budaya lokal. Hal ini dapat ditelaah antara lain melalui mitos-mitos yang bertemakan ekofeminisme, yang telah menginspirasi dan mempengaruhi masyarakat dalam membangun relasi yang harmonis dengan semua ciptaaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menemukan identitas ekofeminisme perempuan Lamaholot dalam mitos Besi Pare Tonu Wujo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan ekofeminisme. Sumber data penelitian ini adalah folkfor yang diperoleh dari tuturan masyarakat dari Desa Bantala, Desa Lewokluok, dan Desa Ratu Lodong yang terletak di Kabupaten Flores Timur. Data diperoleh dari tokoh adat, tokoh adat, dan tokoh perempuan yang memiliki pengetahuan mendalam tentang mitor Besi Pare Tonu Wujo. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan studi pustaka. Analisis data menggunakan model analisis interaktif dari Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas ekofeminisme perempuan Lamaholot dalam mitos Besi Pare Tonu Wujo meliputi (1) ekofeminisme alam dan sosial-kultural, dan (2) ekofeminisme spiritual. Identitas ini telah mempengaruhi pola hidup masyarakat dalam membangun dan merawat hubungan yang harmonis baik dengan sesama tanpa diskriminasi maupun dengan alam tanpa eksploitasi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa identitas ekofeminisme perempuan Lamaholot dalam diri Tonu Wujo dibangun melalui kolaborasi dirinya dengan Lera Wulan Tana Ekan dan laki-laki beserta sistem budaya patriarki sebagai strategi tepat untuk membarui alam dan budaya Lamaholot. Penelitian ini berkontribusi dalam upaya bersama untuk menjaga dan melestarikan bumi dan memperjuangkan kesetaraan martabat manusia.
Objektivikasi perempuan oleh masyarakat Rural di Bali dalam novel Kulit Kera Piduka Widyawati, Marta; Esther, Rouli
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.22569

Abstract

Globalisasi tidak serta-merta diikuti dengan terwujudnya kesetaraan gender di Bali. Hal tersebut terbukti salah satunya melalui banyaknya karya sastra dari Bali yang secara tematik masih mengkritik tentang ketimpangan gender. Di satu sisi, tempat dan ruang mempengaruhi bagaimana gender beroperasi. Masyarakat urban dan rural berpotensi mengalami konflik gender yang berbeda. Penelitian ini membahas objektivikasi perempuan oleh masyarakat rural di Bali dalam novel Kulit Kera Piduka (2020) karya Putu Juli Sastrawan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teks dianalisis dengan menggunakan teori naratif (Bal), konsep peran dan relasi gender (Lindsey,Castle), dan konsep objektivikasi (Nussbaum). Penelitian ini berupaya mengungkap bagaimana konstruksi sosial-budaya masyarakat rural di Bali dalam novel Kulit Kera Piduka (2020) mengukuhkan objektivikasi perempuan. Hal tersebut ditujukan untuk memperlihatkan faktor yang menyebabkan perempuan rural di Bali kurang memiliki agensi untuk mendapatkan kesetaraan gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sosial-budaya masyarakat rural di Bali dalam novel Kulit Kera Piduka (2020) secara kuat menghambat kebebasan perempuan. Meskipun secara formal perempuan rural tampak memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri, akan tetapi norma budaya yang mengakar dalam masyarakat rural telah membatasi kapabilitas perempuan. Masyarakat rural masih terikat dengan norma-norma budaya, namun pada satu sisi juga rela melakukan modifikasi dan komodifikasi budaya demi keuntungan ekonomi. Dalam dua kondisi tersebut, perempuan ditempatkan sebagai pihak yang diobjektivikasi. Berkaitan dengan hal tersebut, novel ini menekankan bahwa konformitas perempuan rural terhadap budaya yang hanya berpihak kepada visi maskulin semestinya menjadi hal yang perlu dihindari agar tercipta konstruksi sosial-budaya yang menjunjung kesetaraan gender.
The effect of IBL (inquiry-based learning) model on EFL students’ critical thinking skills Kamaruddin, Abdul; Patmasari, Andi; Agussatriana; Whanchit, Wararat; Suriaman, Aminah; Nadrun
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.22766

Abstract

This research was conducted to discover whether the implementation of the IBL (Inquiry-Based Learning) model can improve EFL students’ critical thinking skills and to what extent the IBL model influences their critical thinking skills. This research implemented an explanatory research design. The sample was the students of the English Education Study Program who were taking the subject of Writing in Professional Context at one of the public universities in Central Sulawesi. The instruments used to collect data were tests and interviews. The data that were obtained in this research were analyzed quantitatively and qualitatively. The results show that the implementation of the IBL model is effective in improving the EFL students’ critical thinking skills. This achievement has to be supported by the implementation of a proper inquiry-based learning model. By implementing the IBL model, there is an increase in EFL students’ critical thinking skills in six aspects: interpretation, analysis, inference, evaluation, explanation, and self-regulation.
Perkembangan penelitian pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua: Analisis bibliometrik Prihatini, Arti
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.23216

Abstract

Banyak penelitian tentang pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, tetapi masih belum banyak penelitian yang memetakan tren topik penelitian ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tren penelitian pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Jenis penelitian ini adalah analisis bibliometrik. Instrumen pengumpulan data adalah aplikasi Publish or Perish untuk menjaring metadata dari Google Scholar pada 2013-2022. Analisis data dilakukan berdasarkan indikator kuantitas, kualitas, dan struktural dengan aplikasi VOSviewer. Temuan menunjukkan sembilan klaster penelitian, yaitu (1) pembelajaran bahasa Indonesia dan outcome, (2) pelajar bahasa Indonesia dan model pembelajaran, (3) pemerolehan bahasa, (4) analisis kesalahan berbahasa dan praktik berbahasa, (5) teknologi dan multimedia dalam pembelajaran, (6) kearifan lokal, (7) pembelajaran bahasa kedua selama pandemi, (8) penilaian autentik, dan (9) guru. Selama 2013—2016, jumlah publikasi mengalami naik-turun, sedangkan pada 2017 mengalami peningkatan hingga 2020. Tahun 2021 mengalami penurunan, tetapi 2022 meningkat. Kepadatan penelitian menunjukkan tren tentang pembelajaran bahasa kedua, guru, dan outcome. Model pembelajaran adalah topik yang paling populer berdasarkan artikel yang paling banyak disitasi. Jumlah co-authorship terbatas pada sembilan penulis saja. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tren penelitian pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua menunjukkan adanya dinamika dan perubahan, tetapi belum ada tren baru setelah tahun 2021.
Post-kolonialisme perempuan dalam novel “Gadis Pantai” dan film “The Last Princess” (kajian intertekstualitas) Rokhmah, Akhirul Insan Nur; Wardani, Nugraheni Eko
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.23518

Abstract

Karya sastra sejarah dalam era pasca-kolonial memiliki cirik has tersendiri di mana perempuan dihadapkan pada suatu tindakan agresif para penjajah yang menyebabkan keterlindasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi intertekstual dalam karya sastra post-kolonialisme yaitu novel Gadis Pantai dan film The Last Princess. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif-kualitatif dengan metode penelitian mengalir. Teknik analisis data yaitu menggunakan triangulasi teori. Peneliti mengumpulkan teori-teori intertekstualitas, dan teori post-kolonialisme perempuan untuk diterapkan ke dalam penelitian ini. Cara untuk memvalidasi data, peneliti membuat deskripsi yang kaya dan padat. Hasil penelitian ini adalah konsep oposisi dalam novel Gadis Pantai terlihat melalui sistem kekuasaan berupa kasta, patriarki, serta kesenjangan orang kota dan orang kampung. Konsep transposisi terlihat dari pergeseran bingkai cerita dan diferensiasi lapisan sosial. Konsep Transformasi dijelaskan dalam penyebutan kata ‘Bendoro’ menjadi kata ‘Nyonya Besar’ dan terjadi sedikit perbedaan bingkai cerita dalam novel terjemahannya. Konsep oposisi film The Last Princess terdapat dalam adegan sikap priyayi dan sikap proletar, sikap pro-kontra terhadap penjajah, dan sikap raja dengan permaisurinya. Konsep transposisi terletak pada adegan di Jepang yang terjadi pergantian seting signifikan. Konsep transformasi perbedaan bahasa yang digunakan. Novel Gadis Pantai memiliki intertekstual sosial dan berkaitan erat dengan nilai-nilai mimikri yang ada dalam teori post-kolonialisme. Simpulan dari penelitian ini adalah beberapa bagian cerita sesuai dengan teori-teori post-kolonialisme perempuan. Film The Last Princess juga memberikan gambaran mengenai sejarah tentang dinasti terakhir di Korea, perjuangan dan kemerdekaan Korea. Keduanya melalui proses dalam teori Kristeva yakni konsep oposisi, transposisi, dan transformasi serta kaitannya dengan kondisi sosio-historis. Berdasarkan Teori Riffaterre terdapat hiponim yang berupa alur, perwatakan tokoh, dan kebudayaan patriarki yang berkembang di kedua belah karya sastra tersebut.
Kurikulum berparadigma Wahdatul ‘Ulum pada Prodi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Devianty, Rina; Wahyuni, Sri; Maisarah; Sakulpimolrat, Sirikanda
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.23708

Abstract

Kurikulum merupakan panduan pelaksanaan pengajaran sesuai visi misi program studi dan perkembangan IPTEK. Oleh karena itu, kurikulum harus senantiasa dikembangkan seperti arahan Kementerian Agama dan Rektor UINSU agar setiap prodi di lingkungan UINSU mengembangkan kurikulum berparadigma Wahdatul ‘Ulum. Namun Prodi Tadris Bahasa Indonesia UINSU masih menggunakan kurikulum KKNI tanpa menanamkan karakter Wahdatul ‘Ulum. Pada artikel ini dijelaskan mekanisme pengembangan kurikulum berparadigma Wahdatul ‘Ulum untuk Prodi Tadris Bahasa Indonesia, dan menganalisis kelayakannya. Penelitian pada artikel ini berjenis penelitian pengembangan. Teknik pengumpulan datanya menggunakan angket tertutup dan studi dokumen. Kemudian data dianalisis menggunakan uji persentase rerata skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ahli desain kurikulum memberikan skor sebesar 92,63%, ahli materi Tadris Bahasa Indonesia memberikan skor sebesar 91,67%, ahli Wahdatul ‘Ulum memberikan skor sebesar 94,55%, dan skor rata-rata penilaian sebesar 92,95% atau berkategori sangat valid. Dari ketiga ahli validator sudah menyatakan bahwa kurikulum Tadris Bahasa Indonesia berparadigma Wahdatul ‘Ulum sangat layak untuk diterapkan dan tidak ada memberikan saran revisi atau perbaikan, sehingga tahapan validasi dicukupkan pada tahap kedua atau tahap akhir. Dengan demikian, pada penelitian ini telah dihasilkan produk berupa kurikulum prodi Tadris Bahasa Indonesia berparadigma Wahdatul ‘Ulum yang sangat layak diterapkan dan akan memberikan kontribusi terhadap profil dan karakter mahasiswa yang ‘ulul albab.
Literasi data: Dalam menulis karya ilmiah di perguruan tinggi Syaputra, Juni; Damayanti, Vismaia S; Anshori, Dadang S; Sastromihardjo, Andoyo
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.23883

Abstract

Karya tulis ilmiah merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengkomunikasikan pengetahuan, pengalaman, dan informasi yang diperoleh kepada pembaca. Litarasi data merupakan sarana yang dapat membantu mahsiswa menegembangkan, menganalisis dan mengkonklusi data yang diperoleh menjadi konstruksi karya tulis ilmiah yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah ditinjau dari literasi data dalam menulis karya ilmiah di perguruan tinggi. Untuk mendapatkan data penelitian, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data yaitu hambatan menulis karya ilmiah ditinjau dari literasi data. Data diperoleh dari karya ilmiah yang dihasilkan mahasiswa. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan teknik pengamatan dan pembacaan secara teliti terhadap karya ilmiah yang dihasilkan oleh mahasiswa, teknik dokumentasi dengan cara menandai atau mencatat bagian-bagian penting karya. Teknik analisis data dengan melakukan pemetaan tingkat kesalahan yang selalu terjadi, dan perhitungan persentase kesalahan yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis karya ilmiah mahasiswa masih rendah terutama pada bagian pengembangan ide dan pembahasan. Berikut perhitungan persentase kemampuan menulis karya ilmiah dan literasi data 14,25% mahasiswa mampu mengembangkan ide ditinjau dari 19% literasi data tahapan menganalisis. Kemampuan menulis karya ilmiah pada bagian hasil dan pembahasan dengan 13,55% ditinjau dari literasi data tahapan membuat konklusi 12,4%. Penulisan karya ilmiah pada bagian kesimpulan diperoleh hasil 72,2% ketepatan mahasiswa dalam membuat bagian simpulan dengan literasi data tahapan membaca sebesar 68,6%. Dari hasil penelitian ini, kemampuan menulis karya ilmiah di perguruan tinggi masih mengalami kendala pada bagian pengembangan ide dan bagian hasil dan pembahasan. Diharapkan untuk penelitian lanjutan untuk menyoroti bagian pengembangan ide dan pembahasan untuk mengatasi kesulitan yang telah ditemukan pada penelitian ini.
Women’s objectification in Charles Bukowski’s post office Wardani, L Dyah Purwita; Ardiansyah, Mohammad Ridho; Astutiningsih, Irana
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.23097

Abstract

This study aimed to evaluate the discourse of women's objectification as portrayed in Charles Bukowski's Post Office novel. Many problems occur in the story, especially problems that revolve around women. They receive adverse treatment from men, both physically and mentally, and are also sexualized. It is critical to consider how literary work contributes to resolving social problems such as women's objectification, male gaze, sexual harassment, and other forms of abuse. The portrayal of women's objectification is traced through Stuart Hall's theory of representation, notably Michel Foucault's discursive approach. The findings of this study demonstrate how the Post Office novel objectifies women as a type of sexual freedom. The Post Office solely shows the female body's external features, focusing specific attention on the sexual organs. These features of women's unfavorable behavior help to objectify them. Bukowski assumed that women are prepared to be mistreated, particularly as sexual objects, in the name of sexual freedom. The Post Office represents male characters, objectifying female characters. Furthermore, some female characters normalize the way they are sexualized, from self-objectification to condescendingly stigmatizing other women. Female characters in the story face sexual objectification, rape, and sexual abuse in the name of sexual freedom.
Hegemony in the Madurese Short Movie (Critical Discourse Analysis on Political Language in Indonesia) Dzarna; Oktarini, Widya
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 2 (2023): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i2.24589

Abstract

Madurese Short Movies are used not only as entertainments but also as a medium for instilling ideology and hegemony. The aim of this research is to reveal the practice of power or hegemony in Madurese short films between the government and society. Revealing the practice of power cannot be separated from the role of language used by the government towards society. The language used in politics contains power, so there needs to be a critical attitude that the public needs to know.The data obtained while watching YouTube is recorded for analysis. The hegemony analysis in this study uses Fairclough critical discourse analysis (CDA) dimension model in the form of description, interpretation, and explanation. The results of this research show that hegemony is found in Madurese short films with political themes through linguistic features (1) lexical processes, (2) metaphors, (3) declarative sentence mode, (4) relational modality, (5) personal pronouns. Hegemony through lexical processes shows childish elements carried out by characters that aim to win a goal. The lexical process shows the existence of hegemony between the authorities and society. The authorities use lexical processes that lead to childish attitudes by using the words gulatanah and jhâ' malek. In the metaphor aspect, there is hegemony, that is, the authorities use other terms to win the village elections. The use of metaphor leads to the expression, namely jhâ' kelopanmebelih copa, which means don't forget who helped in the village election process. In the declarative sentence mode, hegemony is telling the listener that this leader is not a kind of legacy so that anyone can become a leader. Meanwhile, the relational modality of hegemony tends to inform and invite people to choose the potential leader. In personal pronouns, hegemons tend to use the word "engko'" as evidence that this "engko'" has the power and strength to defeat the opponent. The conclusion of this research is that Madurese short films are used as a medium to maintain power, persuade, control and as a form of instilling ideology.
Implementation of the Singing Method to Understand Unggah-Ungguh Basa in Javanese Language Learning in Middle School Hasanah, Eryneta Nurul; Nurhayati, Endang
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 2 (2023): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i2.24598

Abstract

Javanese language ethics are part of learning Javanese, which is considered difficult for students to learn. The language levels in the variety of ngoko and krama make students confused in their applications. Rigid learning also makes it harder for students to memorize Javanese ethics vocabulary. The singing method poses an easier and more interesting solution to learning Javanese language ethics. This study aimed to describe the implementation of the singing method and its implications for learning Javanese language ethics in class. This study used the descriptive-qualitative method. The research data were obtained from observations and interviews with Javanese language teacher informants at Public Junior High School 1, Selorejo. Data collection techniques included observation and structured interviews. Data analysis was carried out through data collection, data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the learning method of singing included the preparation, implementation, and evaluation stages. The singing method stimulates students’ optimal development to understand the proper application of Javanese language ethics. This is shown by the ability of students to correctly differentiate the application of Javanese language ethics based on their variety and level. Thus, the singing method can be applied to learning Javanese language ethics at school.