cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN CLOSE FRACTURE OF THE NECK FEMUR SINISTRA DI RAUDHAH 6 RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN Nurhaliza, Dara; Darliana, Devi; Amalia, Riski
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4675

Abstract

Close fracture of the neck femur dapat menyebabkan komplikasi berupa nonunion, nekrosis vaskular, dislokasi, dan osteoarthritis. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah menyampaikan asuhan keperawatan secara holistik dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan pada pasien Close Fracture of the Neck Femur Sinistra di RSUD dr. Zainoel Abidin. Proses asuhan keperawatan dibagi menjadi pre operasi dan post operasi. Pada tahap pengkajian didapatkan pasien mengeluh sakit di paha kiri dengan skala nyeri 6 NRS, tidak dapat bergerak dengan Barthel Index skor pasien adalah 25 (ketergantungan berat), dan konstipasi (pre operasi) serta mengeluh sakit di area post operasi dengan skala nyeri 4 NRS, terdapat luka post operasi bipolar arthoplasty, tidak dapat bergerak bebas, serta tingginya kadar leukosit pada pasien (post operasi). Diagnosa keperawatan meliputi nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, konstipasi, gangguan integritas kulit. Implementasi asuhan keperawatan mencakup teknik relaksasi napas dalam, distraksi nyeri: murottal AlQur’an dan teknik finger hold, pemberian analgesik, ROM, diet tinggi serat, masase abdomen, dan perawatan luka steril. Pada tahap evaluasi, setelah 4 hari perawatan pre operasi dan 1 hari perawatan post operasi, didapatkan masalah nyeri akut teratasi, mobilitas fisik teratasi, konstipasi teratasi, dan gangguan integritas kulit teratasi. Diharapkan untuk intervensi seperti manajemen nyeri dan ROM pasif dapat dilakukan kembali oleh pasien di rumah sehingga perawatan yang diberikan dapat berlangsung secara kontinyu dan pasien dapat sembuh dengan optimal.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Kulla, Periskila Dina Kali; Ula, Irza Mazinatul; Samaniyah, Siti; Rosdiana, Eva
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4892

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit kronis yang umum terjadi akibat produksi sebum yang berlebihan dan infeksi bakteri. Manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki sifat antibakteri, antioksidan, dan antiradang. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan konsentrasi penghambatan terendah (KHM) dan konsentrasi bakterisida minimum (KBM) dari ekstrak etanol kulit manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Berbagai konsentrasi pengenceran, termasuk 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%, digunakan dalam penelitian ini untuk menetapkan KHM dan KBM bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode difusi cakram digunakan untuk memeriksa kerentanan mikroorganisme terhadap antibiotik. Kontrol positif adalah 25 µg amoksisilin, sedangkan kontrol negatif adalah air suling. Uji ANOVA digunakan dalam program SPSS untuk memproses data penelitian. 5% merupakan konsentrasi di mana uji Konsentrasi Hambat Minimum (MIC) tercapai. 20% ditemukan sebagai hasil uji konsentrasi bakterisida minimum (MBC). 
EVALUASI PURNA HUNI LABORATORIUM KLINIK GIGI DAN MULUT JURUSAN KEPERAWATAN GIGI POLTEKKES KEMENKES ACEH Sahriyadi, Sahriyadi; Nur, Arnela; Fathiya, Naila; Qaiyum, Hadiyi Asy
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5025

Abstract

Pada tahun 2004, tepatnya tanggal 26 Desember gempa berkekuatan 9,0 SR mengguncang Aceh yang diikuti tsunami di wilayah pesisir Aceh, khususnya Kota Banda Aceh dan sekitarnya. Selain itu juga, wabah covid-19 yang terjadi beberapa tahun yang lalu mengingatkan kita akan kewaspadaan yang tinggi terhadap bencana alam dan bencana non-alam terkhusus untuk bangunan. Maka dari itu perlu dilakukan evauasi kinerja bangunan publik dengan harapan untuk meminimalisasikan jumlah korban atau kelayakan sebuah bangunan publik.EPH merupakan kajian kinerja bangunan, penghuni, dan lingkungannya. EPH terdiri dari tiga aspek yaitu fungsional, teknis, dan perilaku. Ada tiga tingkatan dalam EPH yakni indikatif, investigatif, dan diagnosis. Level yang digunakan adalah indikatif karena harapan akan studi lanjut EPH. Metode yang digunakan adalah deskriptif rasionalistik (mix research). Adapun objek penelitian adalah Laboratorium Klinik Gigi dan Mulut Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Aceh. Hasil penelitian aspek teknis yang meliputi sistem struktur, tata cahaya, tata udara, tata suara, utilitas, sistem kebakaran, dan  finishing interior secara keseluruhan memiliki kinerja yang cenderung kurang maksimal sama halnya dengan pendapat penghuni. Aspek fungsional yang secara umum berkaitan dengan perabot, alur sirkulasi, komunikasi, dan fleksibelitas ruang memiliki kinerja yang cukup dan cenderung kurang sama halnya dengan pendapat penghuni bangunan. Sedangkan aspek perilaku yang meliputi proksemitas dan teritori, privasi dan interaksi, persepsi, citra dan makna, serta kognisi dan orientasi secara keseluruhan dalam keadaan cukup.  
UJI TOKSISITAS SUBKRONIK EKSTRAK ETANOL DAUN PUTRI MALU (Mimosa Pudica L.) PADA MENCIT GALUR WISTAR Astryna, Syarifah Yanti; Meilina, Rulia; Watani, Nurul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.4198

Abstract

Penggunaan obat herbal tidak selalu aman karena ia juga mengandung zat-zat kimia yang kebanyakan belum ditentukan   keamanannya, zat yang beracun akan menimbulkan efek toksik bagi manusia, hal ini disebabkan oleh pemakaian dosis dan lamanya penggunaan obat yang tidak tepat. Obat tradisional digunakan akan menyebabkan terjadinya efek yang merugikan misalnya gangguan terhadap organ-organ vital, untuk melaju sampai ke produk fitofarmaka tentu melalui beberapa tahap uji farmakologi, uji klinik dan uji toksisitas. Uji toksisitas subkronik merupakan suatu pengujian untuk mendeteksi efek toksik yang muncul setelah pemberian sediaan uji dengan dosis berulang yang diberikan secara oral pada hewan uji selama 14 hari. Tanaman Putri malu (Mimosa Pudica L.) bisa dipakai untuk mengobati berbagai penyakit lain, seperti kencing batu, cacingan, insomnia, peradangan saluran napas dan herpes. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efek toksisitas subkronik pemberian berulang dan mengetahui batas keamanan dosis ekstrak daun putri malu. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan 25 mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok di setiap jenis dengan variasi dosis 350 mg/kgBB, 600 mg/kgBB, 750 mg/kgBB, 1000 mg/kgBB, dan kelompok kontrol negatif. Pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu kematian mencit, perubahan berat badan, dan pengamatan terhadap organ hati dan ginjal. Hasil pengamatan menunjukkan tidak terdapat pengaruh toksik subkronis pada kulit, bulu, berat badan, berat organ hati, berat organ ginjal dan tidak terdapat perubahan warna organ hewan uji. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa kandungan ekstrak daun putri malu tidak memiliki toksik subkronik terhadap kadar obat pada mencit galur wistar. Kesimpulannya yaitu pemberian berulang ekstrak putri malu (Mimosa pudica L.) tidak menimbulkan nekrosis terhadap histologi organ hati dan ginjal mencit galur wistar dan Tidak adanya kerusakan pada histologi organ hati dan ginjal mencit galur wistar walaupun adanya peningkatan dosis pemberian ekstrak putri malu (Mimosa pudica L.).Kata Kunci : Hati, Ginjal, mencit, daun putri malu, toksisitas subkronik The use of herbal medicine is not always safe because it also contains chemical substances, most of which safety has not been determined, toxic substances will cause toxic effects for humans, this is caused by the use of inappropriate doses and duration of drug use. Traditional medicine used will cause adverse effects such as disturbance to vital organs, to advance to phytopharmaca products, of course through several stages of pharmacological testing, clinical trials and toxicity tests. Subchronic toxicity test is a test to detect toxic effects that appear after administration of test preparations with repeated doses given orally to test animals for 14 days. Putri shame plant (Mimosa Pudica L.) can be used to treat various other diseases, such as urinary stones, intestinal worms, insomnia, inflammation of the respiratory tract and herpes. The purpose of this study was to determine the effect of subchronic toxicity of repeated administration and to determine the safety limit of the dose of Putri malu leaf extract. This research was conducted by experimental method using 25 mice which were divided into 5 groups in each species with varying doses of 350 mg/kgBW, 600 mg/kgBW, 750 mg/kgBW, 1000 mg/kgBW, and a negative control group. Observations made in this study were the death of mice, changes in body weight, and observations of the liver and kidneys. The results showed that there was no sub-chronic toxic effect on skin, hair, body weight, liver weight, kidney weight and no change in the color of the test animal organs. From the results of the study, it can be seen that the content of the Putri malu leaf extract does not have subchronic toxicity to the drug levels in the wistar strain mice. The conclusion is that repeated administration of the Mimosa pudica (Mimosa pudica L.) extract did not cause necrosis of the liver and kidney histology of the Wistar strain mice and there was no damage to the liver and kidney histology of the Wistar strain mice even though there was an increase in the dose of the Mimosa pudica L mice extract. .).Keywords: Liver, Kidney, mice, Putri malu leaves, subchronic toxicity
GAMBARAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PEROKOK DI DUSUN PAYA SERNGI DESA TIMANGAN GADING KECAMATAN KEBAYAKAN KABUPATEN ACEH TENGAH Nurdin, Nurdin; Febriani, Henny; Wirza, Wirza; Amiruddin, Amiruddin; Asyura, Finaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4799

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut merupakan keadaan dimana mulut bebas dari plak dan kalkulus, kebersihan gigi dan mulut ditentukan oleh sisa makanan, plak, kalkulus, material alba, dan noda stain pada permukaan gigi. hasil wawancara dan pemeriksaan yang dilakukan di dusun paya serngi desa timang gading ditemukan masalah bahwa rata rata masyarakat dusun paya serngi, tidak melakukan pemeliharaan terhadap kesehatan gigi dan mulut seperti menyikat gigi dua kali sehari yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dan tidak melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut setiap enam bulan sekali. Rumusan masalah bagaimana gambaran status kebersihan gigi dan mulut pada perokok. Tujuan untuk mengetahui gambaran status kebersihan gigi dan mulut perokok di dusun paya serngi desa timangan gading kecamatan kebayakan kabupaten aceh tengah.Penelitian ini bersifat deskriptif, dilakukan dengan pemeriksaan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 kepala keluarga yang merokok di desa timangan gading kecamatan kebayakan kabupaten aceh tengah dengan menggunakan teknik purposif sampling.Hasil penelitian yang di dapat dari 30 sampel kepala keluarga Dusun Paya Serngi Desa Timangan Gading Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah tengah pada kategori baik dengan jumlah 5 orang (16,67%), kategori sedang 16 orang (53,33%), dan kategori buruk 9 orang (30%).Kesimpulan yang di dapat bahwa status kebersihan gigi dan mulut perokok di Dusun Paya Serngi Desa Timangan Gading Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah berada pada kategori sedang dengan jumlah 16 orang (53,33%). Saran untuk masyarakat Dusun Paya Serngi Desa Timangan Gading agar lebih menjaga kesahatan gigi dan mulut nya, dengan cara menyikat gigi pagi dan malam sebelum tidur, serta melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali ke puskesmas.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU PASANGAN USIA SUBUR DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD DI PUSKESMAS PULAU LAUT KAB. RANAI KEPULAUAN RIAU TAHUN 2024 Yelni, Afrida; Setiawati, Irka; Khoiriyani, Kiki
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4990

Abstract

Keluarga berencana merupakan usaha suami istri untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Usaha yang dimaksud termasuk kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga. Tujuan penelitian adalah Untuk Mengetahui pengetahuan ibu pasangan usia subur tentang penggunaan kontrasepsi IUD di Puskesmas Pulau Laut Kab. Ranai Kepulauan Riau Tahun 2024. Penelitian  ini merupakan yang menggunakan metode diskriftif analitik pendekatan  dengan menggunakan desain Cross Sectional merupakan rancangan penelitian untuk mengetahui  hubungan antara  variabel sebab atau resiko dan  akibat atau kasus yang terjadi pada objek penelitian di ukur  atau dikumpul secara stimulant. Penelitian ini dilaksanakan di di Puskesmas Pulau Laut Kab. Ranai Kepulauan Riau Tahun 2024. Sampel penelitian berjumlah 35 sampel yang diambil dari seluruh populasi. Teknik pengambilan sampel ini disebut teknik total  sampling. Dari hasil analisa statistic chi square diperoleh nilai X2  Hitung = 14, 8 dan  X2 Tabel  3,841, dengan demikian  X2  Hitung > X2 Tabel maka didapatkan hasil Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu pasangan usia subur dengan penggunaan kontrasepsi IUD di Puskesmas Pulau Laut Kab. Ranai Kepulauan Riau Tahun 2024. Pihak Puskesmas khususnya bidan yang ada di Puskesmas Pulau Laut perlu meningkatkan informasi dan promosi kesehatan mengenai alat kontrasepsi jangka panjang terutama terutama bagi ibu pasangan usia subur untuk meningkatkan tingkat pengetahuan mengenai alat kontrasepsi IUD dan sebagai dasar dalam upaya meningkatkan pelanyanan KB khususnya alat kontrasepsi IUD.   
HUBUNGAN PRE EKLAMSI BERAT (PEB) DENGAN KEJADIAN BBLR DI RUMAH SAKIT SULTAN SURIANSYAH KOTA BANJARMASIN Adawiah, Rabiatul; Istiqomah, Istiqomah; Kusvitasari, Hairiana; Zulliati, Zulliati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4626

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsi adalah peristiwa timbulnya hipertensi disertai dengan proteinuria akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Salah satu penyebab dari preeklamsi adalah pertumbuhan janin terhambat, janin yang mengalami kekurangan nutrisi dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Angka kejadian Preeklamsi Berat di rumah Sakit Sultan Suriansyah tahun 2023 sebanyak 152 orang dengan angka kejadian bayi yang dilahirkan mengalami BBLR sebanyak 57 bayi. BBLR merupakan salah satu indikator yang berperan penting dalam pemantauan status kesehatan anak sejak dilahirkan dan beresiko meningkatkan mortalitas dan morbiditas.Tujuan: Mengetahui hubungan preeklamsi berat dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin.Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan rancangan penelitian Retrospective Case Control Study .Populasi penelitian sebanyak 1.150 ibu bersalin pada tahun 2023, teknik pengambilan sampel kelompok kasus dengan cara total sampling sebanyak 152 ibu dengan preeklamsi berat dan kelompok kontrol 152 kasus ibu tidak preeklamsi berat dengan tehnik pengambilan simple random sampling.Hasil: Kejadian preeklamsi berat,seluruhnya mengalami kejadian BBLR,yaitu sebanyak 57 orang(67,85%) ibu yang tidak mengalami kejadian preeklamsi berat  namun mengalami kejadian BBLR sebanyak 27 orang (32,14%). Hasil uji chi square menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 (<0,05)sehingga Ho ditolak.Simpulan: Ada hubungan yang signifikan(bermakna) antara preeklamsi berat dengan kejadian berat badan lahir rendah,sehingga penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit. Kata kunci: BBLR,Ibu bersalin, Preeklamsi Berat 
MENTAL HEALTH PROBLEMS AMONG ADOLESCENT IN BANDA ACEH Septiana, Nenty; Liza, Suci Zahratul; Kamaly, Nurul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4884

Abstract

Mental health in adolescents is a problem that continues to increase every year and is increasingly concerning. Mental health problems that often occur in adolescents are depression, anxiety, and stress. This condition will have an impact on how well adolescents learn. This study aims to determine the prevalence of mental health problems in adolescents. This study uses a descriptive approach with  94 respondents selected using purposive sampling techniques. Data was collected using a CERDAS application containing the DASS-21 questionnaire. Data analysis used descriptive analysis. The results showed that the level of adolescent depression, anxiety, and stress was in the moderate category with a percentage of 39.4%, 52.1%, and 36.2%. We find that girls scored higher than boys in mental health problems. It is hoped that adolescents can improve mental health literacy and get the right intervention, so that adolescents are more productive in learning and everyday life
Skrining Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder dan Standarisasi Akar Manis (Glycyrrhiza glabra L.) Maharani, Septia; Meilina, Rulia; Kulla, Periskila Dina Kali; Rezeki, Sahbainur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4053

Abstract

Akar manis (Glycyrrhiza glabra L.) merupakan salah satu tanaman trasidisional yang memiliki berbagai potensi dalam mengobati beberapa penyakit dan memiliki aktifitas farmakologi. Kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam tumbuhan mengambil peran penting dalam memberikan aktifitas farmakologi. Skrining fitokimia bertujuan untuk memberikan gambaran  tentang golongan senyawa yang terkandung dalam tanaman akar manis. Kandungan senyawa kimia juga harus mempunya spesifikasi, oleh karena itu standarisasi sampel perlu dilakukan guna menjamin mutu sampel yang digunakan. Pada penelitian ini akar manis positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid dan tanin. Standarisasi menunjukkan semua parameter memenuhi persyaratan sesuai dengan Farmakope Indonesia Edisi V.Kata kunci: Skrining Fitokimia, Standarisasi, Akar Manis (Glycyrrhiza glabra L.)Liquorice (Glycyrrhiza glabra L.) is one of the traditional plants that has various potentials in treating several diseases and has pharmacological activity. The content of secondary metabolites found in plants plays an important role in providing pharmacological activity. Phytochemical screening aims to provide an overview of the group of compounds contained in licorice plants. The content of chemical compounds must also have specifications, therefore sample standardization needs to be carried out to ensure the quality of the samples used. In this study, licorice positively contained alkaloids, flavonoids, saponins, terpenoids and tannins. Standardization showed that all parameters met the requirements according to the Indonesian Pharmacopoeia Edition V.Keywords: Phytochemical Screening, Standardization, Liquorice Root (Glycyrrhiza glabra L.)
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TAPAKTUAN Rosita, Rosita; Rahmayani, Rahmayani; Husna, Husna; Rosita, Sri; Yani, Evi Dewi; Yunita, Yunita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4891

Abstract

Latar Belakang: Data yang didapatkan di Puskesmas Tapaktuan diketahui bahwa di wilayah kerja Puskesmas Tapaktuan, ada 8 Posbindu yang tersebar di 8 desa. Jumlah Masyarakat yang berkunjung ke posbindu rata-rata berumur 40 tahun ke atas. Pada tahun 2024 jumlah kunjungan posbindu di masing-masing desa yaitu Air berudang 94 jiwa, Gunung kerambil 124 jiwa, Lhok Keutapang 143 jiwa, Hilir 85 jiwa, Tepi air 94 jiwa, Hulu 230 jiwa, Padang 97 jiwa, Jambo apha 81 jiwa. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kunjungan pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular (POSBINDU PTM) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tapaktuan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua Masyarakat yang berumur 40 tahun ke atas di wilayah Puskesmas Tapaktuan berjumlah 948 orang. Dan sampel penelitian setelah dicari dengan menggunakan rumus Slovin berjumlah 91 orang. Analisis digunakan univariat dan bivariat. Hasil Penelitian: hasil penelitian ini menunjukan bahwa kunjungan Posbindu PTM tidak aktif sebanyak 54,9%, pengetahuan responden kategori kurang baik sebanyak 57,1%, peran kader dengan kategori kurang berperan sebanyak 52,7%, jarak tempuh dengan kategori jauh sebanyak 59,3%. Berdasarkan hasil analisis menggunakan chi square diketahui bahwa pengetahuan dengan nilai p=0,036, peran kader p=0,001, jarak tempuh p=0,003. Kesimpulan: pengetahuan, peran kader dan jarak tempuh memiliki hubungan yang signifikan dengan kunjungan Posbindu PTM di wilayah kerja Puskesmas Tapaktuan. Diharapkan kepada tenaga Kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui penyuluhan terkait penyakit tidak menular dan menginformasikan manfaat mengunjungi posbindu serta diharapkan keluarga untuk dapat mendukung anggota keluarganya yang memiliki resiko menderita PTM agar segera melakukan pemeriksaan salah satuntya dengan rutin mengunjungi posbindu.