cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
Analisis Motivasi Perawat dengan Pelaksanaan Discharge Planning di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Erlina, Erlina; Satria, Angga; Riza, Saiful
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3469

Abstract

Permasalahan discharge planning tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga terjadi di dunia di mana Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2020, permasalahan perencanaan pulang sudah lama menjadi permasalahan dunia. Data dunia melaporkan bahwa sebanyak 23% perawat australia tidak melaksanakan discharge planning, dan di inggris bagian barat daya juga menunjukan bahwa sebanyak 34% perawat tidak melaksanakan discharge planning. Tujuan Penelitian Mengidentifikasi Motivasi Perawat Dengan Pelaksanaan Discharge Planning Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati. Metode kuantitatif dengan deskripsi korelasi melalui pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian adalah perawat ruang rawat inap sebanyak 70. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling. Hasil penelitian terdapat Hubungan Motivasi Perawat Dengan Pelaksanaan Discharge Planning Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati dengan nilai p = 0,002. Perawat menyarankan kepada res;onden agar dapat menjadi bahan pengetahuan tentang bagaimana motivasi perawat dalam pelaksanaan discharge planning ruang rawat di rumah sakit.Kata Kunci : Motivasi & discharge planningThe problem of discharge planning does not only occur in Indonesia but also occurs in the world where according to the World Health Organization (WHO) in 2020, the problem of discharge planning has long been a world problem. World data reports that as many as 23% of Australian nurses do not carry out discharge planning, and in southwestern England also shows that as many as 34% of nurses do not carry out discharge planning. Research Objectives Identifying Nurses' Motivation by Implementing Discharge Planning in the Inpatient Room of the Pertamedika Ummi Rosnati Hospital. Quantitative method with a description of the correlation through the Cross Sectional approach. The population in this study were 70 inpatient nurses. The sampling technique used was Total Sampling. The results showed that there was a relationship between Nurse Motivation and the Implementation of Discharge Planning in the Inpatient Room of the Pertamedika Ummi Rosnati Hospital with p = 0.025. The nurse suggested to the respondent that it could become a source of knowledge about how the motivation of the nurse in carrying out discharge planning in the hospital ward.Keywords: Motivation & discharge planning
UJI AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) Astryna, Syarifah Yanti; Alvionida, Fitra; Elizar, Elizar; Meilina, Rulia; Husna, Asmaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5252

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara yang beriklim tropis, sehingga pancaran sinar ultraviolet dapat menyebabkan radiasi dan membahayakan manusia apabila mengenai kulit manusia dalam waktu yang lama, sehingga perlu dirawat dengan menggunakan senyawa yang memiliki aktivitas tabir surya. Keefektifan tabir surya dinyatakan dalam label kekuatan SPF (Sun Protecting Factor). Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai tabir surya adalah daun pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etil  asetat daun pepaya (Carica papaya L.) sebagai tabir surya. Metode pada penelitian ini dilakukan secara Experimental Laboratory dilakukan dengan metode pengukuran nilai SPF pada variasi konsentrasi 100, 200, 300, 400, dan 500 ppm dengan alat spektofotometer UV-vis. Hasil pengukuran pada konsentrasi paling tinggi yaitu 500 ppm diperoleh nilai SPF paling tinggi juga yaitu sebesar 24,37 dengan  kategori proteksi ultra. Hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh konsentrasi ekstrak etil asetat daun pepaya mengandung senyawa flavonoid, tannin dan alkaloid. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh ekstrak etil asetat daun pepaya (Carica papaya L.) dapat dijadikan  sebagai tabir surya. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS ULEE KARENG BANDA ACEH Akbar, Rahmat; Natasya, Laura; Ismail, Ismail; Wilis, Ratna; Asyura, Finaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5207

Abstract

AbstrakHipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering terjadi tanpa gejala awal dan menjadi penyebab kematian utama di dunia, termasuk Indonesia. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng, Banda Aceh, hipertensi merupakan penyakit terbanyak yang menyerang kelompok lansia. Beberapa faktor seperti riwayat keluarga, status gizi, dan pengetahuan diduga berperan dalam kejadian hipertensi pada lansia.Untuk mengetahui hubungan antara riwayat keluarga, status gizi, dan pengetahuan dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 82 orang lansia diambil menggunakan teknik proportional sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri serta tekanan darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi- Square.Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi (p = 0,001), status gizi dengan kejadian hipertensi (p = 0,000), serta pengetahuan dengan kejadian hipertensi (p = 0,004). Lansia yang memiliki riwayat keluarga hipertensi, status gizi berisiko tinggi, dan pengetahuan kurang cenderung mengalami hipertensi yang tidak terkendali. Terdapat hubungan signifikan antara riwayat keluarga, status gizi, dan pengetahuan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan edukasi kesehatan, skrining status gizi, dan memperkuat program pengendalian hipertensi bagi lansia.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE PADA REMAJA PUTRI SMAN 1 KRUENG BARONA JAYA Wahyuni, Alfitri; Nuzul ZA, Raudhatun; Dhirah, Ulfa Husna; Rezeki, Sahbainur; Azkia, Naura; Putri, Riska Amalia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5241

Abstract

AbstrakAnemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya cukup tinggi, terutama pada kelompok remaja putri. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada remaja usia 15–24 tahun sebesar 32%, sementara penelitian lain melaporkan angka anemia pada remaja putri dapat mencapai 48,9%. Kondisi ini berdampak pada terganggunya pertumbuhan, penurunan konsentrasi belajar, serta menurunnya produktivitas. Upaya pencegahan anemia salah satunya adalah melalui konsumsi tablet Fe secara teratur, namun tingkat kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet Fe masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja putri SMAN 1 Krueng Barona Jaya. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan pre-test dan post-test control group design. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling dan dibagi ke dalam kelompok intervensi serta kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan lembar observasi untuk menilai kepatuhan konsumsi tablet Fe. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test untuk menilai perubahan sebelum dan sesudah intervensi dalam kelompok, serta independent t-test untuk membandingkan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan (p < 0,05) dan kepatuhan konsumsi tablet Fe (p < 0,05) pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja putri. Disarankan agar pihak sekolah bersama tenaga kesehatan melaksanakan program edukasi secara rutin untuk mendukung upaya pencegahan anemia di kalangan remaja.Kata kunci: anemia, remaja putri, edukasi kesehatan, kepatuhan, tablet Fe
Hubungan Penggunaan Smartphone Terhadap Waktu Tidur dan Ketajaman Penglihatan Mata Pada Anak Usia 8 Sampai Dengan 9 Tahun di SDN 27 Peusangan Kabupaten Bireuen Saleha, Siti; Hanum, Zulfa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1969

Abstract

Pengaruh teknologi informasi dan komunikasi sudah semakin berkembang tanpa disadari sangat mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia. Indonesia adalah Negara pengguna internet terbesar di Asia Tenggara. Internet di Indonesia saat ini sudah menjadi kebutuhan primer untuk para penggunanya, perkembangan sosial media juga menjadi salah satu faktor penting. Usia anak merupakan masa pertumbuhan, jika terlalu lama menggunakan gadget bisa berpengaruh pada penglihatan. Dampak penggunaan gadget yang berlebihan menyebabkan mata lelah. Selain itu, efek radiasi gadget juga berpengaruh besar pada saraf mata kalau sudah terkena retina berbahaya. Metode penelitian adalah survey deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari responden melalui jawaban kuisioner yang di berikan oleh responden dan hasil dari pemeriksaan visus mata. Hasil penelitian adalah menunjukkan hubungan pengguna smartphone dengan jam tidur <8 jam sebanyak  17 orang (94.4%) dan hubungan penggunaan smartphone dengan Ketajaman penglihatan sebanyak  11 orang (100%). Kesimpulan adalah berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan simpulan bahwa siswa-siswi yang menggunakan smartphone menunjukkan bahwa jenis kelamin yang paling dominan adalah perempuan (68%) sedangkan laki-laki (32%). Dan persentase yang menggunakan smartphone adalah sebesar (96%) dan yang tidak menggunakan hanya (4%). Berdasarkan tabel diatas terdapat hasil yang menunjukkan jam tidur anak <8 jam sebanyak 60% dan jam tidur ≥8 jam sebanyak 40%. Hubungan pengguna smartphone dengan jam tidur <8 jam sebanyak  17 orang (94.4%). Hal ini berarti ada hubungan antara penggunaan smartphone dengan jam tidur anak dimana P value (0.001) < α (0.05).  Hasil yang didapatkan tentang hubungan penggunaan smartphone dengan Ketajaman penglihatan sebanyak  11 orang (100%). Hal ini berarti ada hubungan antara penggunaan smartphone dengan Ketajaman penglihatan dimana P value (0.013) < α (0.05).Kata Kunci : smartphone, waktu tidur, ketajaman penglihatanThe influence of information and communication technology has been growing without realizing it greatly affects every aspect of human life. Indonesia is the largest internet user country in Southeast Asia. The internet in Indonesia has now become a primary need for its users, the development of social media is also an important factor. Children's age is a period of growth, if you use gadgets for too long it can affect your eyesight. The impact of excessive use of gadgets causes eye fatigue. In addition, the radiation effect of gadgets also has a major effect on the nerves of the eye if it is exposed to dangerous retinas. The research method is a descriptive survey with a cross sectional approach. The data obtained from this study are primary data, namely data obtained directly from respondents through the answers to questionnaires given by respondents and the results of eye vision examinations. The results showed the relationship between smartphone users and sleep hours <8 hours was 17 people (94.4%) and the relationship between smartphone use and visual acuity was 11 people (100%). The conclusion is based on the results of research that has been carried out, it is concluded that students who use smartphones indicate that the most dominant gender is female (68%) while male (32%). And the percentage who use smartphones is (96%) and those who don't use only (4%). Based on the table above, there are results that show that 60% of children's sleep hours <8 hours are 8 hours and 40% are 8 hours. The relationship between smartphone users and sleeping hours < 8 hours was 17 people (94.4%). This means that there is a relationship between smartphone use and children's sleep hours where P value (0.001) < (0.05). The results obtained regarding the relationship between smartphone use and visual acuity were 11 people (100%). This means that there is a relationship between smartphone use and visual acuity where P value (0.013) < (0.05).Keywords: smartphone, sleep time, visual acuity
Analisis Pengelolaan Limbah Medis di Puskesmas Kabupaten Aceh Timur Welliana, Meli; Efendi, Ismail; Aini, Nur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1960

Abstract

Puskemsas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan dasar sekaligus melakukan pengelolaan limbah medis sesuai Peraturan MLHK RI No: P.56/MenLHK-Setjen/2015. Puskesmas Lokop dan Puskesmas Lubok Pempeng Kecamatan Ranto Peureulak pengelolaan limbah medis meliputi pemilahan, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, penguburan atau penimbunan belum efektif diduga disebabkan keterbatasan dana, keterbatasan petugas, pelatihan tidak memadai dan fasilitas kurang mendukung terutama insenerator. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengelolaan limbah medis di Puskesmas Kabupaten Aceh Timur. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian berjumlah 8 orang terdiri dari 2 orang kepala Puskesmas, 2 orang petugas kesehatan lingkungan Puskesmas, dan 1 orang Kabid Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan dan 2 orang bendahara Puskesmas dan 1 orang Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Penelitian dilakukan bulan September–November tahun 2020 melalui wawancara dan observasi. Data dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pemilihan limbah medis sudah dilakukan tetapi belum didukung fasilitas pendukung, penyimpanan menggunakan kantung plastik warna hitam dan kardus tidak tahan benda tajam dan air, limbah medis diangkut tanpa alat pengangkut sejenis angkong (troly) dan areal penguburan/ penimbunan limbah medis belum sesuai peraturan. Pengelolaan limbah medis belum efektif  karena keterbatasan biaya, sumber daya manusia, dan juga areal pekarangan Puskesmas. Kesimpulannya bahwa pelaksanaan pengelolaan limbah medis belum terlaksana sesuai Peraturan MLHK RI No: P.56/MenLHK-Setjen/2015. Disarankan Dinas Kesehatan dapat menerbitkan usulan anggaran dana pengelolaan limbah medis dan meningkatkan kerjasama lintas sektoral dalam pengawasan, pelatihan dan supervisi kepada setiap Puskesmas.        Kata Kunci:  Pengelolaan Limbah MedisPuskesmas is a basic health service facility as well as medical waste management in accordance with MLHK RI Regulation No: P.56/MenLHK-Setjen/2015. Lokop Health Center and Lubok Pempeng Health Center, Ranto Peureulak District, medical waste management including sorting, storage, transportation, processing, burial or stockpiling has not been effective, allegedly due to limited funds, limited staff, inadequate training and inadequate facilities, especially incinerator. The purpose of the study was to analyze the management of medical waste at the East Aceh District Health Center. This type of research is qualitative with a phenomenological approach. The research informants were 8 people consisting of 2 heads of health centers, 2 environmental health workers at the health centers, and 1 person from the Head of Environmental Health, the Health Office and 2 treasurers of the Puskesmas and 1 head of the Environmental Service. The research was conducted in September-November 2020 through interviews and observations. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis through the stages of data reduction, presentation and conclusion. The results showed that the selection of medical waste has been carried out but has not been supported by supporting facilities, storage using black plastic bags and cardboard cannot withstand sharp objects and water, medical waste is transported without a means of transporting a rickshaw (troly) and the burial / landfill area of medical waste has not been implemented because limited costs, human resources, and also the area of the Puskesmas yard. The conclusion is that the implementation of medical waste management has not been implemented in accordance with the MLHK RI Regulation No: P.56 / MenLHK-Setjen / 2015. Recommended that the Health Office be able to issue a budget proposal for medical waste management funds in each Puskesmas and increase cross-sectoral cooperation in supervision, training and supervision of Puskesmas.Keywords: Medical Waste Management
PENGARUH STRES TERHADAP KESEHATAN MENTAL DAN FISIK: TINJAUAN PSIKOLOGI KLINIS Nursadrina, Cut; Rahmayanti, Kurnia; Sofia, Melda; Herawati, Herawati; Asyura, Syarifah; Pardi, Pardi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5288

Abstract

Stres merupakan respons psikologis dan fisiologis yang timbul ketika individu menghadapi tuntutan atau tekanan yang melebihi kemampuan adaptasi dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam hubungan antara stres, kesehatan mental, dan kesehatan fisik dengan pendekatan psikologi klinis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap 45 artikel ilmiah yang diterbitkan dalam kurun waktu 2015–2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa stres kronis dapat memengaruhi fungsi sistem saraf otonom, sistem endokrin, dan sistem imun, yang berimplikasi pada peningkatan risiko gangguan mental seperti depresi, kecemasan, serta gangguan fisik seperti hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan metabolisme. Faktor protektif seperti coping adaptif, dukungan sosial, dan regulasi emosi terbukti mampu menurunkan dampak negatif stres. Implikasi temuan ini menekankan pentingnya intervensi psikologis preventif dan promotif untuk meningkatkan resiliensi individu terhadap stres. 
PENGARUH PEKERJAAN IBU, PENYAKIT INFEKSI DAN RIWAYAT ASI EKSLUSIF DENGAN KEJADIAN WASTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IBOIH KOTA SABANG Setiawan, Jimmy; Rosdiana, Eva; Rosmalita, Rosmalita; Marniati, Marniati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5212

Abstract

AbstrakWasting, atau yang biasa disebut sebagai balita kurus, adalah kondisi di mana balita mengalami gangguan gizi yang didiagnosis berdasarkan penilaian berat badan terhadap tinggi badan. Wasting merupakan bentuk malnutrisi akut, di mana berat badan anak tidak sebanding dengan tinggi badannya, atau nilai Z-score kurang dari -2 SD. Di Indonesia, kasus wasting meningkat sebesar 0,6 poin, dari 10,1% menjadi 10,7% pada tahun 2022. Di Aceh, prevalensi wasting sebesar 5,5%. Kota Sabang merupakan salah satu daerah di Aceh dengan angka wasting yang tinggi, yaitu mencapai 23,4%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pekerjaan ibu, penyakit infeksi, dan riwayat pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian wasting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Iboih, Kota Sabang. Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol dengan rasio sampel 1:1 (40 kasus: 40 kontrol). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu (p = 0,048), penyakit infeksi (p = 0,002), dan riwayat ASI eksklusif (p = 0,005) dengan kejadian wasting. Kesimpulannya, pekerjaan ibu, penyakit infeksi, dan riwayat ASI eksklusif berpengaruh terhadap terjadinya wasting. Disarankan kepada tenaga kesehatan, khususnya di Puskesmas Iboih, untuk lebih gencar memberikan promosi kesehatan kepada masyarakat mengenai wasting dan cara pencegahannya, serta memotivasi ibu yang bekerja agar tetap memperhatikan pengasuhan anaknya guna mencegah terjadinya wasting.  
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI REMAJA DALAM NGKONSUMSI JUNK FOOD DI SEKOLAH Ismiati, Ismiati; Asyura, Syarifah; Fitriana, Nanda; Kesumawati, Kesumawati; Frisella, Ella; Herawati, Herawati; Pardi, Pardi; Rahmayanti, Kurnia; Serianti, Putri; Sofia, Melda; Mukti, Abdul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5242

Abstract

Makanan cepat saji merupakan salah satu istilah yang diberikan untuk makanan yang disajikan dengan sangat cepat seperti junk food. Junk Food adalah makanan yang  mengandung tinggi kalori yang meliputi garam, gula, dan lemak dalam konsentrasi tinggi di dalamnya namun sangat rendah akan nilai gizinya. Beberapa kategori makanan yang termasuk ke dalam junk food yaitu makanan cepat saji yang di goreng, makanan ringan asin, makanan penutup manis, permen karet dan lainnya. Makanan seperti hamburger, pizza dan lainnya di anggap sehat atau junk food tergantung terhadap cara penyajiannya. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi remaja dalam mengkonsumsi junk food. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif yang bersifat survey deskriptif dengan pendekatan cros secsional. Populasi penelitian ini siswa kelas X di  Pesantren Darul Ulum Banda Aceh, Pengambilan sampel secara stratifikasi random berjumlah 80 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20-26 April 2025. Analisa data menggunakan uji Chi-square. Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan ajakan teman sebaya terhadap kebiasaan mengkonsumsi junk food di Pesantren Darul Ulum Banda Aceh. Saran: Diharapkan adanya peran aktif pihak sekolah melakukan penyuluhan kesehatan terutama tentang manfaat makanan sehat bagi tubuh terhadap siswa/siswi.Kata Kunci : Remaja, junk food, pengetahuan, sikap, teman sebaya
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 1 SABANG Yusuf, Namira; Rahmayani, Rahmayani; Qadri, Lailatul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5181

Abstract

AbstrakLatar Belakang : Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia terutama pada kelompok remaja, anemia ditandai dengan rendahnya konsentrasi hemoglobin (Hb) yang disebabkan oleh rendahnya produksi sel darah merah, meningkatnya kerusakan eritrosit, kehilangan darah yang berlebihan dan defisiensi Fe yang berperan besar dalam kejadian anemia. Di Provinsi Aceh, remaja putri usia 10-18 tahun sebanyak 57,1% mengalami anemia dengan jenis anemia defisiensi zat besi. Dan dari survei awal yang penulis lakukan ditemukan 10 orang siswi menderita anemia dari 14 orang siswi yang diperiksa Hb nya dengan klasifikasi 9 orang anemia ringan dan 1 orang anemia sedang. Hasil wawancara terhadap 10 orang siswi yang mengalami anemia di SMA Negeri 1 Sabang diketahui bahwa 7 orang siswi mengalami gangguan konsentrasi belajar sehingga prestasinya menurun, 8 orang siswi belum memahami dengan benar tentang anemia, 9 siswi mengalami siklus pendek, lama menstruasi lebih dari 7 hari. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Sabang. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswi kelas 1 dan kelas 2 SMA Negeri 1 Sabang yang berjumlah 117 orang dan menjadi sampel penelitian sebanyak 54 orang. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 07 sampai dengan 17 Juli 2017. Analisa data menggunakan analisis Chi-Square. Hasil Penelitian : dari hasil penelitian diketahui yang mengalami anemia dari 54 responden yaitu sebanyak 29 orang (53,7%). Responden rata-rata berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 23 orang (42,6%) serta memiliki pola menstruasi yang tidak normal yaitu sebanyak 32 orang (59,3%). Kesimpulan dan Saran : ada hubungan pengetahuan, pola menstruasi dengan kejadian anemia. Diharapkan pihak sekolah dapat mengadakan kegiatan pemeriksaan Hb setiap bulannya kepada siswi, dan memberikan penyuluhan tentang penanggulangan anemia pada remaja putri. Dan bagi peneliti lain dapat menjadi informasi tambahan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan serta melakukan  penelitian lebih mendalam tentang anemia dengan variabel dan design penelitian yang berbeda.