cover
Contact Name
I G. Made Krisna Erawan
Contact Email
krisnaerawan@unud.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Animal Hospital, Faculty of Veterinary Medecine Building, Udayana University, 2nd Floor, Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa No 6, Banjar Gaduh, Sesetan, Denpasar, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Veteriner
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14118327     EISSN : 24775665     DOI : https://doi.org/10.19087/jveteriner
Core Subject : Health,
Jurnal Veteriner memuat naskah ilmiah dalam bidang kedokteran hewan. Naskah dapat berupa: hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus. Naskah harus asli (belum pernah dipublikasikan) dan ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah ilmiah yang telah diseminarkan dalam pertemuan ilmiah nasional dan internasional, hendaknya disertai dengan catatan kaki
Arjuna Subject : -
Articles 1,116 Documents
Aktivitas Antitumor Ekstrak Etanol Daun Keladi Tikus (Typhonium flagelliforme) secara In Vivo pada Mencit Ardi Sandriya; Bambang Pontjo Priosoeryanto; Gunanti Gunanti; Eva Harlina; Riski Rostantinata; Lina Noviyanti Sutardi; Rachmi Ridho
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.165 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas ekstrak etanol daun keladi tikus (Typhonium flagelliforme) untuk terapi penyakit tumor. Penelitian ini menggunakan enam ekor mencit betina berumur lima minggu dengan bobot badan 20-25 g yang telah diinduksi karsinogen 7.12- dimetilbenz(?)anthracne (DMBA). Mencit dibagi menjadi dua kelompok perlakuan masing-masing kelompok terdiri dari tiga ekor mencit yaitu kelompok yang diberi plasebo (KK) dan kelompok yang diberi ekstrak etanol daun keladi tikus (KE). Kelompok KK diberi plasebo berupa aquabides. Kelompok KE diberi ekstrak etanol daun keladi tikus dengan dosis 120 mg/kg BB. Pengamatan dilakukan secara makroskopik dan mikroskopik. Massa tumor dari kedua kelompok mencit dikoleksi dan difiksasi dalam neutral buffered formalin (NBF) 10%. Kemudian dibuat preparat histopatologi dan diwarnai pewarna Hematoksilin-Eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan gambaran makroskopik permukaan kulit pada daerah tumbuhnya tumor mengalami alopesia, tumbuh benjolan berwarna kemerahan dan keropeng. Hasil pengukuran bobot badan mencit kelompok KK mengalami penurunan, sedangkan berat badan mencit pada kelompok KE mengalami kenaikan setiap minggunya. Diameter tumor kelompok KK mengalami peningkatan, sedangkan diameter tumor pada kelompok KE mengalami penurunan pada minggu ke empat pemberian bahan uji. Gambaran mikroskopik menunjukkan benjolan massa tumor yang terbentuk terdiri atas tiga jenis tumor yaitu anaplastic carcinoma (16,7%), fibrosarcoma (16,7%) dan squamous cell carcinoma (66,6%). Ketiga tumor digolongkan dalam diferensiasi baik 33,4%, diferensiasi sedang 33,4%, diferensiasi buruk 16,7%, dan tidak berdiferensiasi 16,.7%. Laju pertumbuhan tumor selaras dengan tingkat diferensiasi. Tumor yang bermetastasis sebanyak 50% dan tidak bermetastasis sebanyak 50%. Rataan indeks mitosis dan angiogenesis terjadi penurunan yang nyata (p<0.05) pada kelompok mencit yang diberi ekstrak etanol daun keladi tikus dibandingkan kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun keladi tikus menurunkan pertumbuhan tumor dan dapat digunakan untuk terapi tumor.
Penyuntikan Tiga Kali Ekstrak Pituitari Selama Induk Sapi Bali Bunting Meningkatkan Bobot Lahir dan Produksi Air Susu Wilmientje Marlene Nalley; Thomas Mata Hine; Petrus Kune
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.27 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek pemberian ekstrak pituitari (EP) terhadap produktivitas induk sapi bali bunting. Sebanyak 12 ekor sapi bali bunting 2,5 bulan dibagi ke dalam empat perlakuan yaitu: tanpa injeksi EP (P0, kontrol), injeksi EP satu kali pada umur kebuntingan 2,5 bulan (P1), injeksi EP dua kali pada umur kebuntingan 2,5 dan 5,0 bulan (P2), dan injeksi EP tiga kali pada umur kebuntingan 2,5, 5,0 dan 7,5 bulan (P3). Dosis EP yang diberikan adalah 20 mg/kg bobot badan. Parameter yang diamati adalah jumlah dan morfologi corpus luteum (CL), bobot lahir anak, dan produksi susu induk. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa injeksi EP tidak memengaruhi (P>0,05) jumlah dan morfologi CL. Bobot lahir anak (19,87 kg) dan produksi susu induk harian (1.707,18 mL) tertinggi (P<0,05) dihasilkan oleh sapi bali yang diinjeksi EP tiga kali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyuntikan EP tiga kali efektif meningkatkan bobot lahir anak dan produksi susu induk sapi bali.
Mosquito-specific viruses (family Flaviviridae, genus Flavivirus) Diisolasi pada Nyamuk Anopheles vagus di Bali Putu Ayu Asri Damayanti; I Nyoman Mantik Astawa; Anak Agung Ayu Mirah Adi; I Made Sudarmaja; I Kadek Swastika; Dewa Ayu Agus Sri Laksemi; Ni Luh Putu Eka Diarthini
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.933 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.189

Abstract

Mosquito-specific viruses (MSVs) adalah virus yang hanya dapat bereplikasi pada sel nyamuk. Virus ini terdiri dari berbagai genus, salah satunya yang paling banyak ditemukan adalah dari famili Flaviviridae, genus Flavivirus. Namun, data keberadaan dan karakteristik MSVs dan vektornya di Bali saat ini sangat terbatas. Oleh karena itu, pengamatan untuk memperluas penemuan keragaman vektor dan filogenetik MSVs famili Flaviviridae, genus Flavivirus di Bali dilakukan pada tahun 2016-2018. Nyamuk dewasa ditangkap menggunakan light trap dan dikelompokkan berdasarkan spesies. Isolasi dan propagasi virus dilakukan pada galur sel C6/36 dan baby hamster kidney-21 (BHK-21). Identifikasi virus dilakukan dengan menggunakan one step reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR). Terdapat dua pool yang berasal dari nyamuk Anopheles vagus menampakan cythopathic effect (CPE) hanya pada galur sel C6/36 dari total 158 pool. Virus yang diisolasi memiliki persentase identity sekuen nukleotida tertinggi 97% dan sekuen asam amino 96% dengan virus Culex theileri Flavivirus isolat JKT-8650 yang diisolasi pada tahun 1981. Selanjutnya, virus dinamakan Mosquito Flavivirus Isolate Bali (MFB) dengan accession numbers KY995166 dan KY290258. Analisis filogenetik menunjukan bahwa MFB berada satu kluster dengan Culex theileri Flavivirus (CTFV) dari Indonesia, Culex Flavivuruses-Myanmar, Culex theileri Flavivirus-Portugal, dan Mosquito Flavivirus-Turki. Terdapat delapan nukelotida dan enam asam amino yang berbeda antara MFB dan CTFV Indonesia. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa MSVs dari famili Flaviviridae, genus Flavivirus berhasil diisolasi dari nyamuk An. vagus di Bali.
Potensi Ekstrak Etanolik Marchantia spp. pada Pakan Pre-starter terhadap Performa Pertumbuhan, Morfologi Duodenum dan Perkembangan Otot Pectoralis thoracicus pada Ayam Broiler Hilizza Awalina Zulfa; Desy Safira; Tianti Arum Mawarni; Hendry Trisakti Saragih
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.52 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanolik jamur kuping (Auricularia auricula) yang diimbuhkan pada pakan terhadap performa pertumbuhan dan morfologi usus halus ayam jawa super [Gallus gallus gallus (Linnaeus, 1758)]. Penelitian ini menggunakan desain rancangan acak lengkap, terdiri atas lima perlakuan, dengan 20 ekor Day-old Chicks (DOC) pada masing-masing perlakuan sebagai ulangan. Perlakuan kontrol dengan pakan basal, perlakuan P1 dengan pemberian tambahan 1,25 g ekstrak etanolik A. auricula/kg dalam pakan basal, perlakuan P2 dengan 2,5 g ekstrak etanolik A. auricula/kg pakan basal, perlakuan P3 dengan 5 g ekstrak etanolik A. auricula/kg pakan basal, dan perlakuan P4 dengan 7,5 g ekstrak etanolik A. auricula/kg pakan basal. Pakan diberikan hingga umur 15 hari. Parameter yang diamati meliputi berat badan ayam pada umur pasca menetas, 3, 7, 12, dan 15 hari, Feed Conversion Ratio (FCR) serta ketinggian villi, kedalaman kripta dan rasio villi/kripta usus halus di umur ayam ke-0 dan 15 hari. Analisis data dilakukan dengan uji sidik ragam satu arah dan dilanjutkan dengan uji Tukey dengan signifikansi P?0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat badan, capaian berat badan, asupan pakan, nilai FCR dan morfologi usus halus pada ayam jawa super pada perlakuan P3 dan perlakuan P4 pada hari ke-15 lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol dan perlakuan lainnya (P?0,05). Simpulan dari penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanolik A. auricula/ dapat memberikan pengaruh baik terhadap performa pertumbuhan dan morfologi usus halus ayam jawa super.
Penggunaan Antibiotik yang Kurang Tepat pada Peternakan Babi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur Annytha Ina Rohi Detha; Diana Agustiani Wuri; Filomena Ramos; Desi Biru; Anita Lakapu; Margie Mila Meha
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.332 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.162

Abstract

Misuse of antibiotics has the potential to accelerate the emergence of types that are resistant to inappropriate drugs. This study aims to evaluate the inappropriate use of antibiotics in pig farms in the City of Kupang, East Nusa Tenggara. This antibiotic use evaluation study was conducted from March to May 2018. This study was conducted on 100 pig farmers spread across 6 (six) districts in Kupang City. The sampling technique was done by stratified random sampling method based on the characteristics or types of the population. This research used descriptive analysis method from the results of questionnaire data collection that had been filled out by pig farmers in Kupang City. Based on the results obtained that 84% of pig farmers or respondents did not know the function of antibiotics, and 83% of respondents did not know that the administration of antibiotics must be done with the supervision of a veterinarian. The results also showed that 86% of pig farmers buy antibiotics without a veterinarian’s prescription, with the type of antibiotics most often used were the tetracycline and sulfonamide groups. These results conclude that dominant respondents apply antibiotics without veterinary supervision, which can contribute to the spread of resistant bacteria so that it adversely affects human health.
Nanokitosan Efektif Menekan Jumlah Bakteri Gram Negatif dan Gram Positif Penyebab Endometritis pada Sapi Friesian Holstein secara In Vitro Edelina Sinaga; Ni Wayan Kurniani Karja; Andriani Andriani; Amrozi Amrozi
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.062 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.198

Abstract

This study was conducted to isolate and identify the caused bacteria of endometritis in Frisian Holstein (FH) and assessed the effectiveness of nanochitosan against bacterial endometritis in vitro. Sample was collected from six FH cows with subclinical endometritis was examined by ultrasonography, then was calculated the number of colonies, isolation and identification of bacteria. Nanochitosan was calculated the protein content and made into neutral pH with concentrations of 0,5%, 1% and 2%. The results showed that the highest total plate count in the endometrial fluid was founded at number 626 with 4,7 ± 0,6 Log cells/mL and the lowest was found at number 532 with 3,3 ± 0,8 Log cells/mL. Bacteria in the Endometritis fluid was founded Gram-negative bacteria were Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, and Klebsiella sp. Furthermore, Gram-positive bacteria were founded Staphylococcus aureus, Bacillus sp. and S. pyogenes. The challenge test of nanochitosan 1% and 2% with E. coli showed insignificant results when compared with positive controls (P>0,05). Nanochitosan with all concentrations can reduced number colonies of P. aeruginosa and Bacillus sp. significantly compared with negative controls (P<0,05). The challenge test of nano chitosan 0,5% and 2% were able to reduced the number of S. aureus and Klebsiella sp. colonies but could not reduce of S. pyogenes. These findings showed treatment of nanochitosan as an antibacterial is able to reduce the number of E. coli, Klebsiella sp. and P. aeruginosa and Bacillus sp. and S. aureus
In-vivo Mice Pre-Implantation Embryo Development after Oral Administration Ethanolic Extract of Cogon Grass Roots (Imperata cylindrica L) Jaqueline Sudiman; Rini Widyastuti; Madeline Priscilla; Alkaustariyah Lubis; Mas Rizky Anggun Adipurna Syamsunarno; Sony Heru Sumarsono
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.484 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.246

Abstract

Cogon grass (Imperata cylindrica L) is known as a medicinal plant that is scattered almost worldwide. Despite its role that inhibits another plant’s growth, cogon grass possesses several benefits in health. This research has to identify the effect of short-term gavage ethanolic extract of cogon grass roots (CGG) to in-vivo mice preimplantation embryo development. A total of 60 female mice were divided into control and treatment groups, dosages at 90 and 115 mg/kg of body weight of CGG, orally gavage for 20 days. The superovulation of mice was done at the end of the CGG treatment by injecting 5 IU Pregnant Mare Serum Gonadotropin (PMSG) and after 48 hours, followed by 5 IU Human Chorionic Gonadotropin (hCG) injection and directly the mice were mated. The mating rate was checked by the appearance of the vaginal plug 12 hours after hCG injection. Mice were sacrificed, the oviducts and cornua of uteri were isolated to collect the oocytes and embryonic cells by flushing the oviducts and cornua uteri with Phosphate-buffered saline (PBS). The effects of CGG as an antifertility were evaluated by measuring the number of oocytes, fertilization, and in-vitro embryo development rates. The results showed significantly reduced about half of the mating rate in the 115 mg/kg BW group (p<0.05) compared to control. However, the 90 mg/kg BW dose reduced 20% mating rate compared to control, and not significant (p>0.05). In all treatment groups, only half oocytes fertilized. The cleavage and blastocyst rate in 115 mg/kg BW group were significantly lower compared to the control group (p<0.05). In conclusion, oral gavage of cogon grass root ethanolic extract disrupts the mating process and development of in-vivo mice preimplantation embryo development.
Aktivitas Superoxide Dismutase pada Serum Darah Babi Landrace yang Disembelih dengan Metode Electrical Stunning Shabrina Fauzia Prayoga; Kuncoro Puguh Santoso; Nove Hidajati; Faisal Fikri; Maya Nurwartanti Yunita; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.263 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.168

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menentukan aktivitas Superoxide Dismutase (SOD) pada babi Landrace yang disembelih dengan metode stunning dan non-stunning. Sebanyak 18 ekor babi Landrace jantan dewasa yang telah dikebiri dengan masing-masing bobot 115±20 kg dibagi menjadi dua kelompok, yakni stunning dan non-stunning dengan pengujian serum pada pre dan post treatment. Electrical stunning dilakukan dengan aliran listrik pada dua elektroda sebesar 220 volt dan 1,3 ampere. Sampel darah diambil sebanyak 3 mL, kemudian diuji aktivitas SODnya.. Hasil aktivitas SOD dianalisis dengan uji T berpasangan untuk membandingkan aktivitas SOD serum antara stunning dan non-stunning pada fase pre dan post treatment. Hasil stunning menunjukkan penurunan signifikan (p<0,05) aktivitas SOD sebesar 56,12±54,47 dibandingkan non-stunning sebesar 137,84±66,63. Aktivitas SOD yang rendah tampak signifikan (p<0,05) juga pada pre-treatment dibandingkan dengan post-treatment. Dapat disimpulkan bahwa penyembelihan dengan metode electrical stunning menurunkan aktivitas SOD pada serum babi Landrace.
Analisis Komparatif Kualitas Semen Beku yang Telah dan Belum Bersertifikasi Standar Nasional Indonesia Eva Handayani; Iman Supriatna; Ligaya ITA Tumbelaka; Ekayanti Mulyawati Kaiin
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.909 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.207

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kualitas semen beku yang sudah memiliki sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan semen beku yang belum memiliki sertifikasi SNI. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama adalah analisis data manajemen produksi semen beku di tempat produksi dengan melihat proses produksi semen beku mulai dari pra produksi dilanjutkan ke proses produksi sampai dengan post produksi, tahap kedua adalah evaluasi kualitas semen beku di laboratorium reproduksi LIPI dengan melihat parameter motilitas, viabilitas, abnormalitas, membran plasma utuh, konsentrasi dan fragmentasi DNA. Data laboratorium dianalisis dengan menggunakan analisis ragam dilanjutkan dengan uji Duncan, sedangkan data manajemen dianalisis dengan menggunakan skoring dan metode deskriptif komparatif. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa kualitas semen beku yang sudah memiliki SNI lebih baik dibandingkan dengan semen beku yang belum memiliki SNI, analisis manajemen juga menunjukkan korelasi positif dengan hasil uji lab dimana manajemen produksi semen beku yang sudah ber SNI menghasilkan kualitas semen beku yang lebih baik. Dalam kesimpulannya, manajemen produksi semen beku sangat erat kaitannya dengan kualitas semen beku yang dihasilkan oleh produsen. Untuk bisa meningkatkan kualitas, maka diperlukan juga peningkatan manajemen produksi nya.
Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Pemilik Anjing Terhadap Kejadian Rabies di Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat Mardi Fadillah; Etih Sudarnika; Mirnawati Bachrum Sudarwanto
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.04 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.253

Abstract

Rabies merupakan penyakit hewan menular strategis prioritas di Indonesia karena berdampak terhadap sosial ekonomi dan kesehatan masyarakat. Berdasarkan laporan kejadian rabies di Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, beberapa kecamatan menunjukkan angka kejadian yang cukup tinggi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik pemilik anjing terhadap rabies. Sebanyak 96 responden dipilih sebagai sampel yang diambil dari delapan kecamatan dari 13 kecamatan yang ada di Kabupaten 50 Kota. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner yang telah disusun secara terstruktur dan selanjutnya diolah secara deskriptif dengan analisis korelasi menggunakan Uji Chi-Square dan Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan dan sikap pemilik anjing terhadap rabies berada dalam kategori baik (87,5% dan 94,8%). Hal tersebut berbeda dengan praktik pemilik anjing yang berada dalam kategori buruk (63,5%). Hasil analisis lain menunjukkan bahwa ada peubah karakteristik yang memengaruhi praktik pemilik anjing yaitu jumlah dan jenis anjing yang dipelihara. Semakin banyak anjing yang dipelihara maka semakin baik praktik responden. Responden yang memiliki jenis anjing campuran/ras, membuat praktik responden semakin baik. Pengetahuan akan memengaruhi sikap, namun pengetahuan dan sikap tidak berpengaruh terhadap praktik pemilik anjing. Praktik responden mencerminkan kurangnya kegiatan sosialisasi maupun komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), diperlukan penekanan program penyuluhan rabies lebih lanjut terhadap pemilik anjing yang berfokus pada tanggung jawab terhadap kepemilikan anjing. Dengan demikian, untuk meningkatkan tingkat praktik responden tidak cukup dengan pengetahuan dan sikap saja, diperlukan regulasi hukum dan sanksi yang jelas serta prosedur operasional baku mengenai pengendalian rabies dari pemerintah yang sangat penting untuk mengurangi infeksi rabies di Kabupaten 50 Kota.

Page 92 of 112 | Total Record : 1116


Filter by Year

2000 2024